Home Blog Page 250

27 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, 4 Naik Menjadi Komjen

0

Jakarta, 6 Oktober 2025 – Sebanyak 27 Perwira Tinggi (Pati) Polri resmi naik pangkat dalam Upacara Kenaikan Pangkat ke dan dalam golongan Pati Polri yang digelar di Rupattama Mabes Polri pada Senin malam, 6 Oktober 2025.

Dalam upacara tersebut, empat Pati Polri naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen), delapan Pati Polri naik menjadi Inspektur Jenderal (Irjen), dan lima belas lainnya menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Adapun keempat Pati yang menerima kenaikan pangkat menjadi Komjen Pol adalah:

  1. Komjen Pol Ramdani Hidayat, S.H., menjabat sebagai Dankorbrimob Polri
  2. Komjen Pol Yuda Gustawan, S.I.K., S.H., M.H., menjabat sebagai Kabaintelkam Polri
  3. Komjen Pol Yudhiawan, S.I.K., S.H., M.H., M.Si., menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian ESDM RI
  4. Komjen Pol Dr. Dwiyono, S.I.K., M.Si., menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Kadivhumas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, integritas, dan pengabdian para perwira tinggi tersebut terhadap institusi dan negara.

“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar simbol kehormatan, tapi juga amanah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil dari kerja keras dan komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.

Kenaikan pangkat juga diberikan kepada 8 personel yang kini berpangkat Irjen Pol, di antaranya adalah Irjen Pol Reza Arief Dewanto, S.I.K. (Wadankorbrimob Polri), Irjen Pol Nanang Rudi Supriatna, S.H., M.H. (Wakabaintelkam Polri), serta Irjen Pol Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.Si., M.H. (Dosen Kepolisian Utama TK. I Akpol Lemdiklat Polri).

Sementara itu, 15 Pati Polri lainnya yang menerima kenaikan pangkat menjadi Brigjen Pol berasal dari berbagai satuan dan instansi, termasuk di antaranya Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, S.I.K., M.Si. (Dirtipideksus Bareskrim Polri), dan Brigjen Pol Dra. AA Sagung Dian Kartini (Karokerma KL Stamaops Polri).

Lebih lanjut, Irjen Sandi Nugroho berharap para perwira tinggi yang baru saja menerima kenaikan pangkat dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat.

“Kami percaya para perwira yang naik pangkat ini akan semakin memperkuat soliditas dan kapasitas organisasi Polri dalam menjalankan tugas-tugasnya di berbagai sektor, baik di dalam struktur Polri maupun di lembaga pemerintahan lainnya,” pungkasnya.

Upacara ini berlangsung khidmat dan merupakan bagian dari agenda rutin institusi dalam rangka pembinaan karier personel Polri.

Quick Respon Polri Bantu Padamkan Kebakaran di Kodam Lama Jayapura

0

Papua – Quick Respon Polri, Sebanyak 3 (Tiga) unit mobil rantis AWC milik Polri bantu padamkan peristiwa kebakaran yang terjadi di Kompleks Kodam Lama Jalan Sukun Kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan, Senin (6/10) pagi sekitar Pukul 09.10 WIT.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR melalui Kabag Ops Kompol Ferdinand E. Numbery, S.I.K., M.H membenarkan penanganan quick respon pelayanan Polri tersebut.

Kabag Ops menerangkan, berawal saat mendengar adanya peristiwa kebakaran di TKP melalui HT/Radio, pihaknya langsung mengerahkan satu unit mobil AWC milik Polresta Jayapura Kota.

“Saat sampai di TKP, mobil AWC langsung lakukan upaya pemadaman, turut serta juga mobil rantis AWC milik Satuan Brimob Polda Papua bersama AWC milik Direktorat Samapta Polda Papua.

“Total keseluruhan ada tiga unit mobil rantis AWC milik Polri dan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Jayapura bersama delapan unit mobil Water Suplay,” terang Kabag Ops Polresta.

Dirinya menambahkan, api baru berhasil dipadamkan setelah 90 menit kemudian, dimana menurut informasi awal personel piket yang turun ke lokasi kejadian bahwa ada sekitar 22 unit rumah habis terbakar dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai 3,5 Milliar Rupiah.

Kortas Tipidkor Sebut Kerugian Negara Kasus PLTU Kalbar Rp1,3 Triliun

0

Jakarta – Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri mengungkap nilai kerugian dalam kasus pembangunan PLTU 1 Kalimantan Barat adalah total lost. Kerugian itu timbul akibat mangkraknya pembangunan hingga saat ini.

“Akibat dari pekerjaan ini, pembangunannya mangkrak sampai dengan saat ini dan sudah dinyatakan total lost oleh BPK,” ujar Kakortas Tipidkor Polri Irjen Pol. Cahyono Wibowo dalam konferensi pers, Senin (6/10/25).

Menurut Kakortas Tipidkor, total kerugian keuangan negara itu senilai USD62.410.523. Apabila dirupiahkan dengan kurs dollar saat ini yang menyentuh Rp16.600, maka mencapai Rp1,3 triliun.

Dalam kasus ini, tim penyidik telah menetapkan tersangka Dirut PLN 2008-2019 Fahmi Mochtar, Dirut PT BRN Halim Kalla, RR, dan HYL. Irjen Pol. Cahyono mengemukakan, saat ini tengah dilakukan penelusuran aset para tersangka.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 UU No.31/1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dalam UU 20/2001 tentang pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Mantan Kepala Desa Sumbermujur Candipuro Safii Wujudkan Impian Warga Huntap

0

Lumajang, Gardanusantaranews, com/Berbekal pengalaman yang dimilikinya, selama tiga priode mantan kepala desa Sumbermujur candipuro, Safii telah mewujudkan sebuah impian dan harapan.warga huntap yang ingin adanya Pasar sebagai langkah untuk jalannya perekonomian,

Keluh kesah yang selama ini, dirasakan warga huntap kini akan terwujud dan akan segera berdiri pasar mandiri yang digagas mantan kepala desa Sumbermujur Candipuro bapak safii.(08-10-2025)

Harapan seorang warga huntap, sebut saja tipta dengan adanya pasar di lahan kosong seluas perkiraan setengah hektar tersebut.agar bisa melanjutkan kehidupan saya yang berencana akan berjualan bahan pokok dan yang lainnya.

Menurut Safii dalam penjelasannya, saya ini hanya ingin warga baru yang berada di huntap supaya bisa berpenghasilan,dan perekonomiannya berjalan, tidak selalu menggantungkan harapannya saja saya ini bertekat demi warga bukan untuk kepentingan pribadi. dan harapan saya kedepannya dengan adanya pasar tersebut, semoga bisa dan dapat membantu kelancaran usahanya,”tuturnya.

Kemudian masih kata Safii saya berharap pasar ini setelah berdiri nantinya, akan ada dukungan dari semua pihak.serta pihak-pihak terkait yang ada dikabupaten lumajang, supaya pasar tersebut dapat berkembang dan menjadi penompang perekonomian warga huntap semua.

Selanjutnya tutur Safii saya berharap kedepannya, dapat mendatangkan para infestor maupun penanam modal dalam mendukung terwujudnya UMKM, harapan warga masyarakat huntap,”jelasnya(Markasan)

Cegah Sejak Dini Polres Pasuruan Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah

0

PASURUAN — Polres Pasuruan melalui Satuan Reserse Narkoba menggelar sosialisasi dan penyuluhan bertema “Bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba” di SMAN 1 Pandaan, Senin (6/10/2025).

Kegiatan ini diikuti sekitar 80 siswa-siswi serta dewan guru. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Satresnarkoba Polres Pasuruan, yakni IPDA M. Fajar Indranata, S.H. selaku KBO Satresnarkoba, bersama BRIGADIR Nur Tahiyyatul Azizah, S.H.

Dalam penyampaian materinya, petugas menjelaskan berbagai hal mengenai narkoba, mulai dari pengertian dan jenis-jenisnya, kenakalan remaja sebagai salah satu faktor penyebab penyalahgunaan, hingga cara peredaran yang kerap menyasar pelajar. Peserta juga diajak memahami cara menghindari narkoba serta sanksi hukum bagi pengguna maupun pengedar.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias saat sesi tanya jawab dengan petugas terkait dampak dan bahaya narkoba di lingkungan remaja.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa jajaran Polres terus menggencarkan sosialisasi serupa ke sekolah-sekolah sebagai langkah pencegahan sejak dini.

“Kita massifkan sosialisasi ke sekolah-sekolah, karena kita tidak ingin terlambat bertindak setelah anak-anak sudah terjerumus dalam barang haram narkotika,” tegas AKBP Jazuli.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan IPTU Yoyok Hardianto, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres Pasuruan dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“Kami terus berupaya memberikan edukasi agar generasi muda memiliki pengetahuan dan keteguhan untuk menolak narkoba dalam bentuk apa pun,” ujar IPTU Yoyok.

Polda Jatim Pastikan Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Berjalan Maksimal, 17 Korban Telah Teridentifikasi

0

SURABAYA – Polda Jawa Timur menyampaikan perkembangan terbaru proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo di Posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya,Senin (6/10/2025).

Hingga saat ini, tim DVI Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi 17 korban dari total 59 kantong jenazah yang diterima.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam keterangan resminya menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.

“Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo,” ungkap Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan, proses identifikasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Biddokkes Polda Jatim, Pusdokkes Polri, Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Inafis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan para ahli yang tergabung dalam Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

“Kegiatan ini melibatkan banyak unsur dan para ahli yang bekerja selama 24 jam penuh dengan semangat kemanusiaan,”kata Kombes Pol Abast.

Disebutkan oleh Kombes Pol Abast, Operasi DVI ini bertujuan untuk mengidentifikasi para korban dengan sebaik-baiknya dan secepat mungkin.

“Kami ingin seluruh jenazah dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarganya dengan penuh kehati-hatian,”ujar Kombes Pol Abast.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim juga menjelaskan bahwa kegiatan identifikasi dilakukan di Dua lokasi yaitu di Posko antemortem yang berada di Ponpes Al Khoziny, Buduran dan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Sedangkan posko postmortem,lanjut Kombes Pol Abast tetap dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

“Kami berterima kasih kepada keluarga korban, relawan, dan seluruh tim yang bekerja dengan sabar dan empati. Semoga kerja keras ini menjadi bentuk tanggung jawab dan solidaritas kita dalam menjaga nilai kemanusiaan di tengah duka yang mendalam,” pungkas Kombes Pol Abast.

Dikesempatan yang sama, Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol. Dr. dr. M. Khusnan Marzuki menjabarkan hasil identifikasi terbaru.

Dari 8 kantong jenazah yang diperiksa, 7 telah berhasil teridentifikasi sebagai berikut :

  1. Mohamad Rohihan Mustafa (17), warga Jalan KH Shazili, Makiti, Kamal, Bangkalan – teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.
  2. Abdul Fattah (18), warga Asem Manunggal – teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.
  3. Wasiyur Rohit (17), warga Jalan Gayungan 8, Gang Mawar 14-B, Surabaya – teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.
  4. Mohamad Aziz Pratama Yudhistira (16), warga Kampung Pulo, Kapuk Mekar Mukti, Cikarang Utara, Bekasi Barat – teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.
  5. Mohamad Davin (13), warga Jalan Bonowati Selatan, Bulu Lor, Semarang, Jawa Tengah – teridentifikasi melalui medis dan properti (dua kantong jenazah milik satu orang).
  6. Mohammad Ali Rahbini (19), warga Dusun Plasah Birem, Tambelang, Sampang, Jawa Timur – teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, dan medis.
  7. Suleyman Hadi (15), warga Morleke, Kola, Modung, Bangkalan, Jawa Timur – teridentifikasi melalui sidik jari, medis, dan properti.

Selain Tujuh jenazah tersebut, terdapat satu body part yang telah dikonfirmasi sebagai bagian dari korban atas nama Mohamad Davin.

Untuk menghindari kesimpangsiuran data, Kabid Dokkes Polda Jatim menegaskan bahwa total keseluruhan kantong jenazah yang diterima tim DVI berjumlah 59 kantong.

“Dari lokasi Sidoarjo, kami menerima 5 kantong, dan dari RS Bhayangkara Surabaya ada 54 kantong,” tegasnya.

Sebelumnya sempat ada perbedaan perhitungan karena Satu korban memiliki Dua nomor kantong.

“Kini kami pastikan total tetap 59 kantong,” jelasnya.

Kombes Pol Khusnan menambahkan, proses identifikasi masih terus berlangsung dengan pendalaman terhadap data antemortem dan postmortem.

“Dari hasil identifikasi dan properti yang ditemukan, seluruh korban yang kami identifikasi sejauh ini merupakan para santri,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidayati, menjelaskan bahwa beberapa kantong jenazah memang tidak berisi tubuh yang utuh.

“Dari hasil rekonsiliasi, ditemukan bahwa ada tubuh yang terpisah antara badan dan kaki,” ujarnya.

Setelah dicocokkan dengan data keluarga, lanjut Kombes Pol Wahyu Hidayati dipastikan bahwa dua kantong tersebut merupakan bagian dari Satu orang. (*)

Tasyakuran HUT TNI ke-80 di Gempol, Kapolsek: Sinergitas TNI-Polri Kunci Keamanan

0

Pasuruan – Koramil Gempol menggelar tasyakuran dalam rangka HUT TNI ke-80 dengan tema “TNI Prima, TNI Rakyat Indonesia Maju” di Aula Mako Koramil Gempol, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Senin (6/10/2025).

Acara ini dihadiri Danramil Gempol Kapten CZI Sutiyono, Kapolsek Gempol Kompol Indro Susetiyo SH, perwakilan Camat Gempol Hadi Mulyono SH, anggota Koramil dan Polsek Gempol, staf kecamatan, serta kepala desa se-Kecamatan Gempol.

Dalam sambutannya, Kapolsek Gempol menegaskan pentingnya menjaga soliditas antarinstansi.

“Dengan momentum HUT TNI ke-80 ini, sinergitas TNI, Polri, dan Pemerintah Kecamatan Gempol harus terus kita jaga. Hal ini sejalan dengan tema tahun ini, TNI Prima, TNI Rakyat Indonesia Maju,” kata Kompol Indro.

Sementara itu, Danramil Gempol Kapten CZI Sutiyono menyampaikan apresiasi atas kehadiran Forkopimka dalam acara tasyakuran. Ia mengajak seluruh pihak untuk tetap guyub dan bersatu demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan yang dikonfirmasi terpisah menekankan bahwa sinergitas TNI-Polri menjadi pondasi utama dalam menjaga stabilitas di wilayah.

“Kami terus mendukung kegiatan kebersamaan seperti ini, karena kolaborasi TNI, Polri, dan pemerintah daerah adalah kunci menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

PWI Denpasar Direncanakan Tempat Konsolidasi, dan Konferensi PWI Barito Utara

BARITO UTARA- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) melangsungkan rapat internal diskusikan sejumlah agenda penting menjelang pelaksanaan konferensi organisasi, bertempat di auditorium persuaan Sekretariat PWI Barito Utara, Jalan Pramuka Muara Teweh, Senin (6/10/2025).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua PWI Barito Utara, Herman dan Sekretaris PWI Akhmad Pudaili, dihadiri para pengurus dan anggota PWI.

Dalam pertemuan tersebut dibahas tiga agenda utama, yakni persiapan pelaksanaan konferensi PWI, pembahasan tata tertib (tatib) konferensi, serta rencana konsolidasi ke PWI Denpasar Provinsi Bali.

Ketua PWI Barito Utara, Herman, menyampaikan bahwa rapat ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh proses dan tahapan menjelang konferensi berjalan lancar dan sesuai ketentuan organisasi.

“Kita ingin memastikan pelaksanaan konferensi PWI Barito Utara nantinya berjalan tertib, demokratis, dan sesuai aturan organisasi. Karena itu, penting bagi seluruh anggota untuk memahami dan menyepakati tata tertib konferensi,” kata Herman.

Lebih lanjut, Herman juga menambahkan bahwa rencana konsolidasi ke PWI Bali menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarpengurus daerah serta menambah wawasan organisasi.

“Konsolidasi ke PWI Bali ini tidak sekadar silaturahmi, tetapi juga sebagai ajang berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi antardaerah dalam pengembangan organisasi PWI,” ungkapnya.

Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan antusiasme kebersamaan. Optimis para peserta aktif memberikan masukan, dan saran untuk kesuksesan pelaksanaan konferensi PWI Barito Utara mendatang.   (SS)

DPRD Barut Gelar RDP Terkait Bahas Pembebasan Lahan

BARITO UTARA- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembebasan lahan di desa Ipu Kecamatan Lahei, Senin (6/10/2025). 

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Paripurna DPRD Barito Utara tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD, Hj. Henny Rosgiaty Rusli, SP., MM., dan dihadiri 13 anggota DPRD serta pihak eksekutif,  perusahaan dan warga pemilik lahan.

Dalam rapat tersebut, sejumlah poin penting disepakati untuk menghindari polemik di masyarakat akibat pembebasan lahan. 

DPRD meminta pihak perusahaan agar segera memberikan kompensasi atau tali asih kepada masyarakat yang lahannya sudah digusur dan akan masuk tahap pembebasan, paling lambat akhir Oktober 2025.

Selain itu, pihak perusahaan juga diminta menyampaikan laporan perolehan tanah kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Perkebunan dan instansi terkait. 

Sebelum pembayaran dilakukan, perusahaan diwajibkan melaksanakan tahapan sosialisasi dengan melibatkan pemerintah daerah agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Perusahaan juga wajib membangun kebun plasma sebesar 20 persen bersamaan dengan pembangunan kebun inti,” tegas Hj. Henny Rosgiaty Rusli dalam rapat tersebut.

Rapat yang dihadiri pula oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Barito Utara, Arson, ST., M. Eng., berlangsung dengan suasana kondusif. DPRD menegaskan bahwa hasil RDP ini akan menjadi bahan pengawasan dan tindak lanjut terhadap pelaksanaan pembebasan lahan di wilayah Kabupaten Barito Utara agar berjalan sesuai aturan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.   (SS)

Polres Nganjuk Berhasil Ungkap Kasus Narkoba Dua Tersangka Pengedar Sabu Diamankan

0

NGAJUK – Genderang perang melawan Narkoba terus digaungkan oleh Polres Nganjuk jajaran Polda Jawa Timur (Jatim).

Dalam satu hari, Satresnarkoba Polres Nganjuk berhasil membekuk Dua pengedar narkoba jenis sabu yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kertosono dan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk,(4/10).

Kedua pelaku yakni MR (33) warga Kertosono, dan MF (55) warga Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri, ditangkap di lokasi berbeda dengan sejumlah barang bukti sabu siap edar.

Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dan patroli intelijen Satresnarkoba Polres Nganjuk Polda Jatim yang secara intensif menindak peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Nganjuk.

Dari pengembangan informasi masyarakat yang masuk melalui layanan darurat dan program Lapor Kapolres Nganjuk, akhirnya petugas berhasil mengungkap peredaran barang haram tersebut.

Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut aktif memberikan informasi sehingga dua pengedar sabu berhasil diamankan dalam waktu singkat.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang terus mendukung upaya kepolisian melalui laporan dan kerja sama di lapangan dalam mewujudkan Kabupaten Nganjuk kondusif dan zero Narkoba,” ungkap AKBP Henri, Senin (6/10/25).

Menurut Kapolres Nganjuk, informasi yang disampaikan warga sangat membantu Polisi termasuk dalam mengungkap kasus peredaran narkoba ini.

“Polres Nganjuk Polda Jatim akan terus menindak tegas para pelaku penyalahgunaan narkotika demi menjaga generasi muda dari ancaman narkoba,” ujar AKBP Henri.

Dari tangan tersangka MR (33), petugas menyita barang bukti berupa satu plastik klip berisi sabu seberat 0,51 gram, satu bungkus rokok yang digunakan sebagai tempat menyimpan sabu, satu unit sepeda motor Suzuki Satria F, serta satu unit ponsel.

Kapolres Nganjuk menambahkan, pihaknya terus mengajak masyarakat agar berperan aktif memberikan informasi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba melalui layanan “Lapor Kapolres Nganjuk” di WhatsApp 081151110110 dan layanan darurat 110 bebas pulsa.

“Kerja sama dengan masyarakat adalah kunci utama. Dengan informasi yang cepat dan tepat, kami bisa bergerak lebih sigap menindak pelaku narkoba di sekitar kita,” pungkasnya.

Sementara dari tangan MF (55), diamankan satu plastik klip berisi sabu seberat 0,25 gram, satu timbangan digital, alat hisap (bong), satu korek gas, satu ponsel, dan satu unit motor Honda Scoopy.

Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk Iptu Sugiarto, S.H. menjelaskan, kedua tersangka ditangkap di waktu dan lokasi berbeda, berdasarkan laporan masyarakat yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka.

Dari hasil pemeriksaan, sabu milik MR didapat dari seseorang berinisial E yang kini masih DPO, sementara MF mengaku mendapat sabu untuk diedarkan di wilayah Tanjunganom.

“Keduanya kini kami tahan untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Iptu Sugiarto.

Penangkapan ini menjadi bukti nyata kesigapan Satresnarkoba Polres Nganjuk Polda Jatim dalam menekan angka peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Nganjuk.

Selain menangkap pelaku, Polisi juga terus mengembangkan jaringan peredaran yang menghubungkan antar wilayah, termasuk Kabupaten Kediri dan Jombang.(*)