Home Blog Page 26

Polres Ogan Ilir Intensifkan KRYD, Guna Wujudkan Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif

OGAN ILIR, gempurnews.com – Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Polres Ogan Ilir bersama Polsek jajaran kembali menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Sabtu malam (11/4/2026).

Kegiatan diawali dengan apel persiapan yang dilaksanakan di Mapolres Ogan Ilir dan dipimpin langsung oleh Padal KRYD Iptu Marzuki. Apel tersebut diikuti oleh seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan operasi, sebagai bentuk kesiapan dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Usai apel, personel langsung bergerak melaksanakan patroli dengan menyasar sejumlah titik rawan, di antaranya kawasan Timbangan 32, Taman Pancasila, hingga Kampus Unsri Indralaya. Selain itu, petugas juga melakukan sambang ke sejumlah rumah kos di kawasan Gang Nusantara dan Gang Lampung guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli mobile, razia terhadap aktivitas masyarakat yang dinilai mencurigakan, serta pemeriksaan kendaraan roda dua dan roda empat di sepanjang jalur lintas. Kegiatan ini difokuskan untuk mencegah tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), peredaran narkoba, serta aksi premanisme dan pungutan liar.

Tidak hanya itu, personel juga aktif memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tetap waspada, khususnya pada malam akhir pekan yang berpotensi terjadi peningkatan aktivitas dan kerawanan. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan atau mengalami gangguan keamanan melalui layanan Bantuan Polisi Polres Ogan Ilir.

Dari hasil pelaksanaan KRYD tersebut, tidak ditemukan adanya tindak pidana maupun pelanggaran berat. Namun demikian, petugas memberikan sebanyak 35 teguran kepada pengendara sebagai bentuk edukasi dan peningkatan kesadaran tertib berlalu lintas.

Kapolres Ogan Ilir melalui Padal KRYD menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.

“Melalui kegiatan KRYD ini, kami berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menekan potensi terjadinya tindak kriminalitas, khususnya pada malam hari dan akhir pekan. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

“Peran serta masyarakat sangat kami harapkan. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Secara keseluruhan, kegiatan KRYD berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Ogan Ilir dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sakera Mengelar Halal Bihalal

PASURUAN – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sarana Keadilan Rakyat menggelar acara Halal Bihalal sekaligus pertemuan bulanan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Krajan, Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan, Khoirul Huda, didampingi oleh pengurus organisasi beserta jajaran anggota lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Ketua DPC Mojokerto Raya Adi Nofa Beserta Puluhan pengurus dan Anggotanya, Ketua DPC Surabaya Nawawi beserta Anggotanya, Ketua DPC Probolinggo, Anggota Malang dan Jombang.

Dalam sambutannya, Khoirul Huda selaku Ketua YLBH Sarana Keadilan Rakyat menyampaikan pesan penting kepada seluruh anggotanya. Ia menekankan betapa pentingnya menjaga tali silaturahmi dan persaudaraan didalam organisasi.

“Kepada seluruh anggota, saya meminta agar kita semua senantiasa menjaga silaturahmi yang sudah terjalin dengan baik. Selain itu, kita juga harus mempererat hubungan kerja sama antar lembaga demi kemajuan bersama,” ujar Khoirul Huda.

Lebih lanjut, “Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen silaturahmi pasca Idul Fitri, tetapi juga menjadi wadah evaluasi dan koordinasi rutin dalam rangka meningkatkan kinerja lembaga dalam memberikan pelayanan bantuan hukum kepada masyarakat.” Imbuhnya

Suasana acara berlangsung akrab dengan penuh khidmat di mana seluruh pengurus dan anggota dapat berdiskusi serta menyatukan visi dan misi organisasi ke depannya.

Bupati Lumajang: Distribusi Elpiji 3 Kg Diperketat, Warga Diminta Beli di Pangkalan Resmi

LUMAJANG – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan pemerintah daerah terus bersinergi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi elpiji 3 kg berjalan tertib dan tepat sasaran. Tambahan pasokan yang digelontorkan menjadi penguat di lapangan, namun yang paling penting adalah memastikan penyalurannya tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Tambahan pasokan itu penguat di lapangan, tapi yang paling utama distribusinya harus tepat sasaran dan tidak menimbulkan kepanikan,” ujar Bupati Indah, Sabtu (12/4/2026).

Untuk menjaga keteraturan penyaluran elpiji bersubsidi, Pemkab Lumajang mengandalkan Surat Edaran Bupati Lumajang Nomor 500.10/1/427.14/2026 sebagai instrumen utama pengendalian distribusi. Dengan pengawasan bersama antara pemerintah daerah, Pertamina, aparat TNI-Polri, dan agen, diharapkan elpiji 3 kg benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.

Bupati juga mengimbau masyarakat melakukan pembelian elpiji bersubsidi melalui pangkalan resmi. Dengan membeli di pangkalan resmi, warga memperoleh harga sesuai HET Rp18.000 serta jaminan kualitas dan kuantitas tabung.

“Kalau beli di pangkalan resmi, harganya sesuai HET Rp18.000 dan takarannya dijamin. Ini demi melindungi hak masyarakat kecil,” tegasnya.

Pemkab Lumajang meminta warga aktif melaporkan jika menemukan penjualan di atas HET maupun dugaan penimbunan, agar penindakan bisa dilakukan cepat dan distribusi elpiji 3 kg tetap stabil. (bm)

LPKSM Sakera Bersatu Car’s Comunity Pasuruan Menggelar Halal Bihalal Akbar dan Santunan Anak Yatim 2026

Pasuruan – LPKSM Sakera bersatu car’s comunity Pasuruan menggelar halal bihalal dan santunan anak yatim piatu yang berlokasi di Pohjentrek, Pasuruan, Jawa Timur. Minggu, (12/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung ke ketua Dewan Pimpinan Pusat Sakera bersatu car’s comunity Pasuruan sekaligus pemilik Armada Mobil, M. Romy dan dihadiri anggota DPP, DPC Sakera bersatu car’s comunitt.

Hadir juga Jatanras Polda Jatim, Para Ulama, serta beberapa Ormas, LSM, Awak Media, Orkes Melayu new Sakera music dengan menghadirkan artis papan atas cak Sodik new Monata, serta puluhan anak Yatim Piatu,

Halal bihalal yang digelar ini, bertepatan hari ulang tahunnya Ketua DPP Sakera bersatu car’s comunity Pasuruan sekaligus pemilik Armada mobil, M. Romy. Sehingga acara halal bihalal ini diwarnai dengan tasyakuran yang begitu meriah.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPP Sakera bersatu car’s comunity Pasuruan sekaligus pemilik Armada mobil, M. Romy menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota Sakera bersatu baik dari DPP dan DPC yang sudah datang dalam halal bihalal tersebut.

“Saya berterimakasih kepada seluruh anggota Sakera bersatu car’s comunity baik dari DPP dan DPC yang telah menyempatkan hadir dalam halal bihalal akbar. Semoga dengan talisilahturahmi ini, nantinya bisa terus terjaga dan tetap terjalin selamanya,”ujarnya

“Selain, kami menggelar halal bihalal, Sakera bersatu car’s comunity juga berbagi santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Semoga ini, nantinya bisa sedikit meringankan beban bagi terutama anak-anak Yatim Piatu,”jelasnya.

Dikesempatan itu juga, M. Romy juga berterimakasih kepada Para Ulama dan Polda Jatim, juga Ormas, LSM, Awak Media yang telah hadir dalam halal bihalal akbar ini.

“Semoga Sakera bersatu car’s comunity ini, untuk tetap terus jalin silaturahmi dan selalu bersinergi baik dengan Para Ulama, TNI-POLRI, Ormas, LSM juga Awak Media nantinya.” Pungkas Ketua DPP Sakera bersatu car’s comunity Pasuruan, M. Romy.

Selama kegiatan berjalan lancar, tertib, terkendali dan berakhir dengan situasi kondusif. Diakhiri dengan sesi foto bersama dan rama tamah.

Brimob X-Treme 2026: Ajang Dunia, Bukti Kemampuan Personel dan Atlet Indonesia Siap Bersaing Global

0

Depok, April 2026 — Korps Brimob Polri resmi menggelar Brimob X-Treme 2026, kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, yang berlangsung pada 7–12 April 2026 di Lapangan Tembak 300 Hoegeng Iman Santoso dan Lapangan Tembak Sat Wanteror Pas Gegana, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat.

Mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”, kejuaraan ini menjadi refleksi perjalanan panjang Korps Brimob Polri dalam menjaga nilai-nilai kejuangan, sekaligus menegaskan arah transformasi Brimob yang unggul, modern, inovatif, dan responsif.

Sejak hari pertama pelaksanaan, Brimob X-Treme 2026 menunjukkan antusiasme tinggi dengan kehadiran ratusan peserta, mencapai 447 hingga 475 penembak, yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari personel TNI, Polri, hingga masyarakat umum. Ajang ini juga diikuti oleh peserta internasional dari Malaysia, China, dan Korea Selatan, menandakan pengakuan global terhadap kualitas penyelenggaraan kompetisi menembak di Indonesia.

Kompetisi ini menghadirkan kategori IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III serta PCC Optic Level II, dengan total 20 stage yang dirancang menantang dan menguji secara komprehensif kemampuan peserta, mulai dari kecepatan, ketepatan, ketangkasan, hingga ketahanan fisik dan mental.

Seluruh rangkaian pertandingan disusun sesuai standar internasional IPSC, sehingga menjamin pelaksanaan yang fair, aman, dan profesional, sekaligus menjadi tolok ukur objektif kemampuan atlet di level dunia.

Dalam kejuaraan ini, dipertandingkan 18 kategori lomba, yang mencakup:

Kategori IPSC (8 kelas): IPSC Handgun Open, Standard, Classic, Production, Production Optic, Optic, Revolver, serta PCC Optic.

Kategori Non-IPSC (2 kelas): Non-IPSC Handgun dan PCC Optic (Putra/Putri).

Kategori Presisi 25 Meter (4 kelas): TNI/Polri individu dan beregu, serta sipil individu dan beregu.

Kategori Eksekutif 25 Meter (4 kelas): TNI/Polri individu dan beregu, serta sipil individu dan beregu.

Lebih dari sekadar kompetisi, Brimob X-Treme 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus membuktikan bahwa kemampuan hasil pelatihan personel dan atlet Indonesia siap diadu di level dunia.

Dalam sambutannya, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pertandingan.

“Kejuaraan menembak Brimob X-Treme 2026 ini merupakan wujud nyata dari upaya menjaga dan merawat warisan nilai-nilai kejuangan Korps Brimob Polri yang penuh dengan keberanian dan pengabdian kepada bangsa dan negara.”

Ia menambahkan, kejuaraan ini juga menjadi sarana pembinaan dan kolaborasi lintas sektor.

“Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan dan peningkatan prestasi atlet menembak baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus sebagai sarana mempererat hubungan antara Korps Brimob dengan komunitas olahraga menembak secara luas.”

Lebih lanjut, Dankorbrimob menekankan bahwa ajang ini merupakan bentuk pembuktian kesiapan Indonesia di panggung global.

“Brimob X-Treme 2026 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan bentuk pembuktian bahwa kemampuan dan hasil pelatihan personel serta atlet kita siap diadu dan mampu bersaing di level dunia.”

“Kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun standar profesionalisme, memperkuat jejaring internasional, dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah kompetisi berkelas dunia.”

Melalui Brimob X-Treme 2026, Korps Brimob Polri tidak hanya menghadirkan kompetisi menembak berkualitas internasional, tetapi juga memperkuat citra Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan berdaya saing global, sejalan dengan semangat Transformasi Polri.

Ajang ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Polres Probolinggo Bubarkan Balap Liar di Dringu, Puluhan Motor Diamankan

PROBOLINGGO — Aksi balap liar yang meresahkan warga di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, berhasil dibubarkan oleh kepolisian pada Sabtu (11/4/2026) dini hari.

Dalam operasi yang berlangsung sejak malam hingga menjelang pagi tersebut, petugas dari Polres Probolinggo Polda Jatim mengamankan puluhan sepeda motor yang diduga digunakan dalam kegiatan balap liar.

Penertiban ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa terganggu oleh aktivitas balap liar yang kerap terjadi di jalan umum dan membahayakan keselamatan.

Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menjelaskan bahwa petugas menyisir sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi balap liar di kawasan Dringu.

Saat petugas tiba di lokasi, para pelaku sempat berusaha melarikan diri. Namun, sebagian berhasil diamankan beserta kendaraan yang mereka gunakan.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas balap liar karena sangat membahayakan keselamatan, baik bagi pelaku maupun masyarakat umum,” ujar AKBP Latif, Minggu (12/4/26).

Ia menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Probolinggo Polda Jatim.

“Sebanyak 67 sepeda motor berhasil kami amankan. Mayoritas kendaraan tidak dilengkapi surat-surat resmi dan telah dimodifikasi tidak sesuai standar,” terang AKBP Latif.

Selain mengamankan kendaraan, petugas juga memberikan pembinaan kepada para remaja yang terlibat.

Mereka didata dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Orang tua para pelaku juga akan dipanggil untuk turut bertanggung jawab dalam pengawasan anak-anak mereka.

Polres Probolinggo Polda Jatim menegaskan akan terus melakukan patroli rutin serta penindakan tegas terhadap aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.

“Kami juga mengajak peran aktif orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi serta mencegah kegiatan serupa agar tidak terulang kembali,” pungkas Kapolres Probolinggo.

Dengan adanya penertiban ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Dringu kembali kondusif serta terbebas dari aktivitas berbahaya seperti balap liar. (*)

Diduga Lakukan Maladministrasi, Satresnakoba Polres Pamekasan Jadi Sorotan Publik

0

Pamekasan, Gempurnews – Kinerja Satresnarkoba Polres Pamekasan yang dipimpin oleh AKP Agus Sugianto, S.H., terkesan seperti seorang bayi yang baru belajar berjalan atau tidak profesional. Hal ini terjadi karena, diduga terjadi Maladminiatrasi dalam pengiriman surat penangkapan dan penahanan terhadap 2 pelaku dalam perkara narkoba bernama Hasan Muhayyed dan Zainal Arifin.

Dalam surat penangkapan dengan atas nama Hasan Muhayyed, tertulis Pasal 114 ayat 1 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika pertanggal 4 April 2026. Namun, hal berbeda dalam pemberitahuan SPDPnya. Dimana, tertulis Pasal 114 ayat 2 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 pertanggal 5 April 2026.

Perbedaaan ayat tersebut sungguh sangat fatal sekali. Karena selain berhubungan dengan banyaknya barang bukti, juga berkaitan dengan ancaman hukuman yang akan diterima oleh Hasan Muhayyed.

Yang lebih lucunya, untuk Zainal Arifin, pihak keluarga tidak diberikan Surat Penangkapan dan Surat Penahanan oleh Satresnarkoba Polres Pamekasan. Meskipun, Hasan Muhayyed dan Zainal Arifin ditangkap bersama.

Sorotan semakin tajam setelah muncul dugaan tekanan dalam proses pemeriksaan. Keluarga menyebut Hasan Muhayyed sempat mendesak Zainal Arifin. agar mengakui keterlibatan bersama dalam kepemilikan narkotika.

“Saat kami besuk atau berkunjung, Zainal Arifin menyampikan bahwa dalam pemeriksaan, Hasan Muhayyed memaksa Zainal Arifin untuk mengakui terlibat. Tapi Zainal Arifin tetap bersikeras tidak tahu – menahu dan tidak terlibat,” kata salah satu keluarga Zainal Arifin.

Masih menurut keluarga, Zainal Arifin mengaku hanya mengantar Hasan Muhayyed karena khawatir sepeda miliknya kembali digadaikan. Karena, beberapa waktu yang lalu, sepeda motor milik Zainal Arifin digaidaikan oleh Hasan Muhayyed dan ditebus oleh keluarganya.

“Saya tidak tahu kalau dia bawa barang itu (narkoba). Saya cuma mengantar. Tapi saya dipaksa supaya mengakui biar ada temannya,” terang keluarga menirukan penjelasan Zainal Arifin.

Tidak hanya soal dugaan tekanan, keluarga juga menyoroti aspek administratif yang dinilai janggal. Mereka mengaku tidak menerima surat penangkapan maupun penahanan atas nama Zainal Arifin. Sementara dokumen hanya ditujukan kepada Hasan Muhayyed.

“Seharusnya setiap tersangka punya surat penangkapan dan penahanan masing-masing. Tapi ini dijadikan satu. Ini yang kami pertanyakan,” tegas keluarga.

Minimnya keterbukaan dari pihak kepolisian turut memperkuat kecurigaan publik. Hingga kini, Polres Pamekasan belum memberikan penjelasan rinci terkait kronologi penangkapan maupun peran masing – masing tersangka.

Namun, tiba – tiba, pada hari Sabtu (11/04/2026) pihak penyidik Satresnarkoba Polres Pamekasan meminta kembali Surat Penangkapan dan Surat Penahanan serta SPDP terhadap Hasan Muhayyed dengan alibi diperbarui dan akan memberikan Surat Penangkapan serta Surat Penanahanan terhadap Zainal Arifin.

Pada saat petugas menghubungi salah satu keluaganya Zainal Arifin melalui aplikasi WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya dari Polres Pamekasan.

“Orangnya bilang kalau dari Polres Pamekasan. Katanya perintah pak Kanit untuk mengantarkan surat kedua serta menanyakan surat yang pertama ada sama siapa dan meminta bertemu di sore hari,”

“Anehnya, pihak penyidik mengatakan akan memberikan Surat Penangkapan dan Surat Penahanan untuk Zainal Arifin apabila Surat Penangkapan dan Surat Penahanan serta SPDP Hasan Muhayyed dikembalikan ke penyidik,” pungkasnya.

Namun sayang, saat awak media melakukan konfirmasi terhadap Kasat Resnarkoba Polres Pamekasan, AKP Agus Sugianto, S.H., pada hari Sabtu (11/04/2026), hingga sampai saat ini tidak menanggapi.

Dugaan adanya intimidasi, Maladministrasi serta bungkamnya Kasat Resnarkoba Polres Pamekasan, semakin membuat publik bertanya – tanya apakah kinerja Satresnarkoba Polres Pamekasan sudah sesuai SOP atau bekerja semaunya sendiri.(Tim).

Peringatan Hari Teater Dunia Kota Cimahi,Masteci Gelar Pementasan Teater Dihadiri Wakil Walikota Cimahi

Cimahi,Sabtu(11/04/2026)
Keberadaan ruang pertunjukan (venue ) menjadi kebutuhan utama dalam mendukung perkembangan seni dan budaya di Kota Cimahi.
Ketua panitia acara Hatedu tingkat kota Cimahi Ricky Angga Maulana mengatakan,

“Peserta yang ikut pentas teater tahun ini bertambah yang tahun lalu hanya di ikuti oleh sebelas teater tahun ini di ikuti oleh sembilan belas peserta yang ikut pentas”terangnya.

Meski Kota Cimahi memiliki banyak seniman berbakat serta komunitas yang aktif, ketersediaan tempat untuk menyalurkan kreativitas masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adithia Yudisthira menyampaikan bahwa Kota Cimahi ini sangat luar biasa, dimana banyak sekali seniman lahir dari kota ini. Ia menyebutkan, di Kota Cimahi terdapat banyak komunitas yang terus aktif dengan berbagai aktivitasnya.
“Namun Kami akui, banyaknya komunitas dengan segala aktivitasnya masih tak didukung dengan fasilitas Venue. yang mamadai.”kata Adithia,saat menghadiri peringatan Hari Teater Dunia yang digelar oleh Masyarakat Teater Cimahi (Masteci) di Gor Sangkuruang Cimahi. Sabtu (11/04/26).

Ia menegaskan, pemerintah saat ini tengah memikirkan penyediaan ruang khusus bagi pelaku seni agar dapat berkarya secara optimal.

“Ya, kami sedang memikirkan bagaimana ke depan ada venue, yaitu tempat untuk masyarakat seni di Kota Cimahi berkreativitas. Tempatnya di mana, nanti kita pikirkan sama-sama,”ungkap nya.

Sembari menunggu realisasi venue tersebut, saat ini, Pemkot Cimahi tengah mendorong pemanfaatan ruang publik sebagai alternatif lokasi pertunjukan seni. Kegiatan seperti pentas teater dan musik diharapkan dapat terus digelar di berbagai titik kota.

“Sementara kami berharap seperti seni teater, seni musik, itu bisa tampil di ruang-ruang publik seperti di alun-alun dan lain sebagainya,” terangnya.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk mempermudah akses penggunaan fasilitas umum bagi kegiatan seni dan budaya.

“Ya, harus dipermudah. Seperti hari ini dengan seadanya kita menggunakan GOR Sangkuriang untuk pesta seni, pentas seni teater,” katanya.

Ke depan, Pemkot Cimahi juga berencana mengembangkan konsep ruang publik yang lebih aktif dan kreatif, sehingga dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus wadah ekspresi seni.

“Kalau saya sih berharap bisa outdoor atau misalkan di venue-venue lain di Kota Cimahi, misalkan di gedung histori dan lain sebagainya yang sudah menjadi ikon juga bagi Kota Cimahi,”tegasnya.

Meski demikian, realisasi pembangunan fasilitas tersebut akan disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. Dalam waktu dekat, pemerintah masih akan memprioritaskan penanganan persoalan mendasar.

“Untuk tahun depan, sepertinya kita akan fokus dulu ke penanganan yang utama yaitu banjir, kemudian sampah.”imbuhnya.

“Kami menargetkan kebutuhan akan ruang kreatif bagi masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap hingga tahun 2030, seiring rencana revitalisasi kawasan kota, termasuk GOR Sangkuriang.”pungkasnya.

Achmad Syafei

Distribusi Dibenahi, Penimbun LPG 3 Kg Langsung Ditutup tanpa Kompromi

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan langkah tegas Pemerintah Daerah dalam mengatasi kelangkaan LPG 3 kilogram yang belakangan meresahkan masyarakat. Ia memastikan, praktik penimbunan yang terbukti di lapangan akan langsung dihentikan tanpa kompromi, bahkan hingga penutupan pangkalan pada hari yang sama.

Penegasan ini bukan tanpa dasar. Dari hasil pemantauan langsung di sejumlah titik distribusi, mulai dari SPBE, agen, hingga pangkalan ditemukan indikasi kuat adanya penyimpangan dalam tata kelola distribusi. Kondisi ini dinilai menjadi penyebab utama terganggunya pasokan LPG bersubsidi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

Salah satu temuan krusial adalah adanya pangkalan yang menyimpan lebih dari 1.000 tabung kosong. Jumlah tersebut jauh melampaui batas kewajaran dan berpotensi menghambat perputaran distribusi. Dalam sistem distribusi LPG, kelancaran sirkulasi tabung menjadi faktor penting agar pasokan tetap tersedia secara merata.

Bupati menilai, praktik seperti ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengorbankan hak masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama LPG bersubsidi. Karena itu, tindakan tegas menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

“Kalau terbukti menimbun, hari ini juga ditutup. Tidak ada toleransi,” tegasnya dalam keterangannya usai Rapat Koordinasi Stabilitas Stok LPG 3 Kg dan BBM di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Kamis (9/4/2026), menandai komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kepentingan publik.

Lebih jauh, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi data pelanggaran dari hasil pemantauan lapangan. Data tersebut akan segera diserahkan kepada aparat penegak hukum sebagai bagian dari proses penindakan yang transparan dan berkeadilan.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan distribusi LPG tidak hanya berhenti pada tingkat administratif, tetapi juga menyentuh aspek hukum untuk memberikan efek jera bagi pelanggar.

Dalam upaya memastikan LPG bersubsidi tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga memperketat aturan penggunaan. Bupati menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pelaku usaha tertentu tidak diperkenankan menggunakan LPG 3 kilogram.

Kebijakan ini akan diperkuat melalui surat edaran resmi yang segera diterbitkan, sehingga memiliki landasan yang jelas dalam pengawasan di lapangan. Dengan demikian, distribusi LPG diharapkan benar-benar menyasar rumah tangga kurang mampu sesuai peruntukannya.

Selain penindakan, pemerintah juga mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak ikut dalam praktik yang merugikan, seperti membeli dalam jumlah berlebihan atau menjual kembali dengan harga di atas ketentuan.

Bupati menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) telah ditetapkan secara jelas, yakni Rp18.000 di tingkat pangkalan. Harga tersebut merupakan batas yang harus dipatuhi demi menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat.

“HET sudah jelas Rp18.000. Tidak boleh ada permainan harga. Ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat,” ujarnya.

Penegakan aturan ini diharapkan mampu mengembalikan stabilitas distribusi LPG dalam waktu cepat. Pemerintah daerah juga memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif untuk mencegah terulangnya praktik serupa.

Lebih dari sekadar penindakan, langkah ini mencerminkan upaya menjaga keadilan distribusi energi di tengah masyarakat. LPG bersubsidi bukan hanya komoditas, melainkan bagian dari jaring pengaman sosial yang harus dijaga bersama.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku distribusi, dan masyarakat, diharapkan ketersediaan LPG 3 kilogram dapat kembali normal, harga tetap terkendali, dan kebutuhan dasar warga terpenuhi secara adil dan merata. (MC Kab. Lumajang/Ferdian/An-m)

Antrean Mengular di Cipageran, Beras dan Minyak Jadi Rebutan Dalam Program Bantuan Pangan

Cimahi,Sabtu(11/04/2026)
Dalam Pantauan di Lapangan tampak Pemandangan tak biasa terjadi di Kelurahan Cipageran pada Kamis (9/4/2026). Ratusan warga tumpah ruah memadati lokasi pembagian bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng hingga meluber ke area halaman parkir dan pinggir jalan raya.
Sejak pagi hari, masyarakat sudah berdatangan dengan harapan mendapatkan bantuan. Karung-karung beras dan dus minyak goreng dibagikan sebagai bagian dari program bantuan pangan untuk meringankan beban warga di tengah naiknya kebutuhan pokok.

Namun,efek dari tingginya antusiasme membuat situasi di lapangan menjadi sangat padat. Warga harus rela berdesakan demi mendapatkan bantuan tersebut. Meski demikian, mereka tetap menunjukkan kesabaran dan tertib mengikuti proses distribusi yang dikawal petugas.

Sejumlah petugas terlihat sigap berjaga untuk mengatur jalannya pembagian sekaligus mengurai kepadatan massa. Dengan pengawasan aparat setempat, proses distribusi bantuan tetap berjalan meski sempat terjadi dorong-dorongan di beberapa titik.
Salah seorang warga mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan, meski harus berjuang di tengah kerumunan.Warga yang enggan disebutkan namanya terseut berharap ke depan mekanisme penyaluran bisa lebih tertata agar tidak menimbulkan kepadatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Program bantuan pangan ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun demikian, pemerintah juga didorong untuk melakukan evaluasi agar penyaluran ke depan lebih efektif, tepat sasaran, serta tetap menjaga kenyamanan dan keamanan warga.

Achmad Syafei