Home Blog Page 270

Selamatkan Generasi Muda, Polres Magetan Amankan 11 Tersangka Narkoba dalam Operasi Tumpas Semeru 2025

0

MAGETAN – Polres Magetan Polda Jatim melalui Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika dalam rangka Operasi Tumpas Semeru 2025.

Hasil pengungkapan tersebut dirilis pada konferensi pers di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan, Senin (22/9/2025), yang dipimpin langsung oleh Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

Selama periode Agustus hingga September 2025, petugas berhasil mengungkap 10 perkara dengan total 11 tersangka.

Dari 11 tersangka tersebut, Sembilan diantaranya dilakukan penahanan karena terlibat langsung dalam peredaran narkoba.

Sementara itu, Dua tersangka lainnya terindikasi sebagai pengguna tanpa keterlibatan jaringan peredaran, sehingga keduanya diarahkan untuk menjalani rehabilitasi.

“Kami berkomitmen menindak tegas pelaku peredaran narkoba, namun tetap memberikan ruang rehabilitasi bagi pengguna yang tidak terlibat jaringan,” tegas AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

Barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi ini cukup signifikan.

Polisi menyita narkotika jenis sabu dengan total 10,82 gram, 134 butir obat keras berbahaya, 4 butir pil LL, 5 alat bong, dan 6 pipet kaca.

Barang bukti tersebut diamankan dari beberapa lokasi pengungkapan, yakni Kecamatan Maospati, Kecamatan Karas, wilayah Kabupaten Madiun, dan Kecamatan Magetan Kota.

Kapolres Magetan menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara aparat kepolisian dan dukungan masyarakat.

“Pengungkapan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang memberikan informasi penting kepada pihak kepolisian,” kata AKBP Erik.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak ragu melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan terkait narkotika.

Operasi Tumpas Semeru 2025 sendiri merupakan upaya terpadu Polda Jawa Timur dan jajaran untuk menekan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

Polres Magetan Polda Jatim berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan dan penegakan hukum agar peredaran narkoba dapat ditekan hingga ke akar-akarnya.

Dengan adanya pengungkapan ini, Polres Magetan Polda Jatim berharap dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan narkotika serta menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berusaha mengedarkan barang haram di wilayah Kabupaten Magetan dan sekitarnya.

Masyarakat pun diimbau untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba demi terwujudnya generasi muda yang sehat dan produktif. (*)

Polsek Lumbang Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Jatisari

0

PASURUAN – Polsek Lumbang bersama PT Waskita menyalurkan bantuan 8.000 liter air bersih untuk meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan di Dusun Jatisari, Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan

Kapolsek Lumbang, IPTU Sumbut Pujaningwang, mengatakan pembagian air bersih ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap warga.

“Air bersih sangat dibutuhkan masyarakat Jatisari. Kami hadir bersama PT Waskita agar sedikit membantu kebutuhan warga di tengah kekeringan yang cukup panjang,” ujarnya.

Selain menyalurkan air bersih, Kapolsek juga berdialog dengan warga serta Kepala Dusun Jatisari untuk mendengarkan langsung keluhan mereka terkait kesulitan mendapatkan air bersih.

Dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan mahasiswa PMII, perangkat desa, serta jajaran kepolisian dari Polsek Lumbang.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan sosial tersebut.

“Upaya Polsek Lumbang ini adalah wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat. Semoga bantuan ini meringankan warga dan semakin mempererat kedekatan polisi dengan masyarakat,” katanya.

Grebeg Maulud di Dusun Arteran, Desa Tempeh Tengah Mendapat Apresiasi Tinggi dari Kepala Desa Tempeh tengah.

0

Lumajang, Gempur News.

–Kepala Desa Tempeh Tengah, Mohammad Mansyursyah, memberikan apresiasi tinggi kepada Dusun Arteran yang dipimpin oleh Kadus Ateran Lodi Bramboja atas penyelenggaraan Grebeg Maulud pada Minggu malam, 22 September 2025. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan memelihara kearifan lokal.

Rangkaian Acara:

  • Pawai Gunungan: 9 peserta membawa gunungan berisi hasil pertanian dan produk UMKM setempat, seperti olahan tahu, yang diarak di jalan dusun menuju masjid.
  • Mahalul Qiyam: Pembacaan sholawat nabi setelah pawai gunungan.
  • Prosesi Grebeg Maulud: Warga setempat berebut isi gunungan yang dibagikan setelah prosesi selesai.

Makna dan Tujuan:

Grebeg Maulud merupakan tradisi yang sarat makna dan sejarah, tidak hanya sebagai perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai simbol kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya acara ini, masyarakat dapat mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kegiatan religius.¹ ²

Kegiatan Similar di Yogyakarta:

Di Yogyakarta, Grebeg Maulud dirayakan dengan prosesi yang sangat terstruktur dan penuh makna, termasuk ritual Miyos Gangsa, Numplak Wajik, dan arak-arakan gunungan. Tradisi ini menjadi cerminan identitas dan semangat masyarakat Yogyakarta yang plural dan toleran.

Dalam sambutan apresiasinya, Kepala Desa Mansyursyah berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai upaya memelihara kearifan lokal dan meningkatkan ketakwaan masyarakat.( Joe/BB)

Bupati Ipuk Lantik Sekda di Tempat Pengelohan Sampah, Ini Maknanya

0

Banyuwangi | Gempurnews.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Guntur Priambodo, di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Balak, Kecamatan Songgon, Senin (22/9/2025). Pelantikan ini unik karena untuk pertama kalinya pejabat dilantik di lokasi pengolahan sampah.

Menurut Ipuk, pemilihan TPS3R sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar simbolis, tetapi membawa pesan moral penting bagi jajaran birokrasi.

Dia menekankan pejabat harus siap turun ke lapangan, menyelesaikan masalah secara konkret, mengecek pelaksanaan dan program, sekaligus belanja masalah, serta melayani masyarakat dengan rendah hati.

“Tugas pemerintah daerah itu tidak hanya merancang kebijakan, tetapi juga harus mampu menyelesaikan permasalahan bukan menjauhinya. Turun langsung ke lapangan,” ujar Ipuk.

Ipuk menyebut TPS3R Balak sebagai representasi perubahan pola penanganan sampah, dari sekadar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menuju sistem pengolahan sirkular yang lebih ramah lingkungan.

Bupati lulusan Magister Kebijakan Publik Universitas Airlangga itu mengingatkan, isu sampah sudah menjadi persoalan global, sehingga perlu kesadaran kolektif untuk mengurangi sekaligus mengolah sampah dengan bijak.

“Pelantikan di TPS3R adalah simbol perubahan dan komitmen bersama, sampah adalah masalah yang harus kita kelola dengan serius,” jelas Ipuk.

Tugas Berat Sekda Baru

Ipuk mengatakan Sekda memegang peran penting sebagai pengendali birokrasi, penghubung visi kepala daerah, dan eksekutor program kerja.

Ipuk menjabarkan program-program Banyuwangi antara lain menurunkan angka kemiskinan, menghadirkan inovasi yang berdampak nyata pada masyrakat, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kepada Sekda, saya titip amanah untuk membangun birokrasi yang melayani, bukan dilayani,” tegas Ipuk.

Guntur Priambodo menyatakan kesiapannya untuk mendukung visi-misi Bupati Banyuwangi. Dia berjanji untuk aktif turun ke lapangan sesuai arahan.

“Tugas utama Sekda adalah menghubungkan, mengkoordinasikan, dan mengarahkan program kerja di setiap OPD. Saya siap menjalankan amanah ini,” kata Guntur.

Guntur sendiri adalah salah satu ASN berpengalaman di Lingkungan Pemkab Banyuwangi. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Plh Sekda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas PU Pengairan Pengairan, dan sejumlah jabatan lainnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, menjelaskan bahwa proses pengangkatan Sekda telah melalui tahapan sesuai peraturan perundangan, yakni PP 11 Tahun 2017 yang diperbarui dengan PP 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS.

Seluruh proses pelaksanaan seleksi di bawah pengawasan Deputi Pengawasan dan Pengendalian Badan Kepegawaian Negara.

Seleksi terbuka jabatan Sekda telah diumumkan melalui laman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), di Karir ASN bkn.go.id. Pemkab juga telah menyosialisasikan ke BKPP di lingkungan Pemprov Jatim.

“Mulai dari dibukanya seleksi terbuka selama 15 hari kalender, dan perpanjangan seleksi terbuka sebanyak 15 hari kalender tidak ada PNS yang mendaftar,” kata Ilzam.

Karena itu, Kementerian PAN-RB memberikan pertimbangan agar pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme mutasi dan rotasi dengan uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Hasil uji kompetensi mendapat rekomendasi Kepala BKN, yang kemudian disetujui oleh Gubernur Jawa Timur melalui surat tertanggal 22 September 2025. Atas dasar itu, Bupati Ipuk akhirnya menetapkan dan melantik Guntur Priambodo sebagai Sekda Banyuwangi. (*)

Lantik Sekda di Tempat Pengolahan Sampah, Bupati Ipuk: ASN Itu Melayani Bukan Dilayani

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik Sekretaris Daerah (Sekda), Guntur Priambodo, di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Desa Balak, Kecamatan Songgon, Senin (22/9/2025). Ini merupakan moment unik karena baru pertama kalinya pelantikan pejabat dilakukan di tempat pengolahan sampah.

Proses pelantikan digelar di halaman gedung pengolahan sampah. Berbaur dengan aroma kurang sedap tak membuat proses pelantikan terganggu. Prosesi itu tetap berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Selain dihadiri oleh seluruh pejabat Pemkab Banyuwangi, pelantikan juga dihadiri puluhan pegawai TPS3R sebagai tamu. Mereka turut mengikuti prosesi mulai awal hingga akhir.

“Ini bagian dari sebuah pelantikan yang “istimewa”. Karena selain tempatnya, juga dihadiri oleh para karyawan dari TPS3R Balak,” kata Ipuk.

Pemilihan TPS3R sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Dengan cara itu, Ipuk mengingatkan agar para pejabat di lingkup pemkab sesering mungkin turun ke lapangan.

“Bahwa tugas pemerintah daerah itu tidak hanya merancang kebijakan. Tetapi juga harus mampu menyelesaikan secara konkret permasalahan yang ada di masyarakat dengan turun langsung ke lapangan,” imbuh Ipuk.

Kepada Guntur, Ipuk mengingatkan tugas sekda adalah pusat dari kendali birokrasi. Maka, dia meminta agar sekda mampu mengendalikan birokrasi juga bisa menghubungkan visi kepala daerah dengan eksekusinya dalam program-program kerja.

Ipuk turut menjabarkan berbagai hal pokok yang harus dicapai untuk membawa Banyuwangi sebagai daerah yang berdaya saing. Tugas-tugas itu antara lain menurunkan angka kemiskinan, menciptakan inovasi yang berdampak, hingga mendorong sumber daya manusia yang unggul.

“Kepada sekda yang baru, saya titipkan amanah, saya minta membangun birokrasi yang melayani, bukan dilayani. Saya minta kepada semua pejabat untuk turun ke lapangan, lihat kondisi di bawah,” ucapnya.

Sementara Guntur menyatakan siap untuk mengemban berbagai tugas dari Bupati Banyuwangi. Termasuk untuk mendukung visi-misi kepala daerah dalam program-program pemerintah.

“Tugas-tugas pokok dari sekda adalah menyambungkan, menghubungkan, mengkoordinasikan, mengkarakterasi program kerja di OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” katanya.

Guntur merupakan salah satu ASN berpengalaman di Lingkungan Pemkab Banyuwangi. Sebelum dilantik menjadi Sekda, Guntur pernah menjabat sebagai Plh Sekda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas PU Pengairan Pengairan, dan sejumlah jabatan lainnya.

Ditambahkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, mekanisme pengangkatan sekda telah melalui tahapan sesuai PP 11 Tahun 2017, sebagaimana diubah dengan PP 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS.

Seluruh proses pelaksanaan di bawah pengawasan Deputi Pengawasan dan Pengendalian Badan Kepegawaian Negara.

Pemkab Banyuwangi juga telah membuka pendaftaran jabatan Sekda melalui website resmi asn karir di bkn.go.id, dan telah menyosialisasikan ke BKPP lingkungan Pemprov Jatim.

“Mulai dari dibukanya seleksi terbuka selama 15 hari kalender, dan perpanjangan seleksi terbuka sebanyak 15 hari kalender tidak ada PNS yang mendaftar,” kata Ilzam.

Karena tidak ada yang mendaftar selanjutnya Menpan RB telah memberikan pertimbangan pengisian Sekda melalui mekanisme mutasi/rotasi dengan uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemkab Banyuwangi, termasuk usia di atas 58 tahun.

Hasil uji kompetensi JPT Pratama telah mendapatkan Rekomendasi dari Kepala BKN sebagai dasar, untuk penetapan dan pengangkatan JPT Pratama Sekda dari Pejabat yang terpilih.

Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian berdasarkan persetujuan Gubernur Jatim melalui surat tertanggal 22 September 2025 tentang Koordinasi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Banyuwangi, selanjutnya menetapkan dan melantik Sekda Banyuwangi melalui mekanisme rotasi dan mutasi. (*)

MoU Panitia Perekrutan Perangkat Desa Sanankulon Bersama FISIP Universitas Brawijaya Malang

0

Gempur News – Blitar, Hari senin tanggal 22 September 2025
Desa Sanankulon, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar — Telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Panitia Perekrutan Perangkat Desa Sanankulon, Pemerintah Desa Sanankulon, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Brawijaya (UB) Malang, sebagai bentuk kerja sama dalam pelaksanaan seleksi perangkat desa yang objektif, transparan, dan akuntabel.
Saat ini, Desa Sanankulon mengalami tiga kekosongan jabatan perangkat desa. Menindaklanjuti hal tersebut, telah dilaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) yang memutuskan pembentukan panitia perekrutan sebanyak 7 orang.
Setelah proses penjaringan dan pendaftaran, tercatat sebanyak 22 orang pendaftar yang akan mengikuti proses seleksi.
Berdasarkan hasil musyawarah panitia, disepakati bahwa tim penguji berasal dari Universitas Brawijaya Malang. Dalam kerja sama ini, FISIP UB akan bertindak sebagai tim penguji independen yang memiliki tugas menyusun dan mengawasi seluruh tahapan ujian, meliputi,
Ujian tulis berbasis komputer (CAT)
Wawancara
Tes psikologi, yang bertujuan untuk menilai karakter pribadi masing-masing calon perangkat desa.

Dr. Ahmad Impron Rozuli, S.E., M.Si, akademisi dari FISIP UB yang memimpin tim penguji, menyampaikan bahwa pihaknya.
Akan menjalankan tugas sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang diberikan panitia.
Menjunjung tinggi integritas dan objektivitas
Tidak menerima intervensi dari pihak manapun
Akan hadir di lokasi pada H-1 pelaksanaan untuk melakukan technical meeting.
Menjamin kerahasiaan soal ujian.
Menyediakan sistem ujian CAT yang hasilnya langsung muncul secara otomatis, guna menjaga transparansi dan akuntabilitas proses seleksi.ungkapnya

Ketua Panitia Perekrutan, Fitri, menyatakan bahwa seluruh panitia memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan seleksi secara adil, bersih, dan terbuka. “Dengan menggandeng Universitas Brawijaya, kami ingin menjaga kepercayaan publik serta memastikan proses ini bebas dari kepentingan pribadi. Harapan kami, seluruh tahapan berjalan lancar dan menghasilkan perangkat desa yang berkompeten, jujur, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sanankulon Eko triono S.sos. map, menambahkan bahwa keterlibatan perwakilan dari Forum Masyarakat Peduli Desa juga diharapkan mampu mengawasi proses seleksi agar berjalan demokratis dan transparan.mempercayakan sepenuhnya rekrutmen perangkat desa Sanankulon kepada panitia telah dibentuk dan pendukung keputusan panitia yang mengusulkan bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal ini .LPPM (LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT) FISIP dari universitas brawijaya (UB) Malang demi terpilihnya calon perangkat desa yang mampu menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas,selanjutnya minta doa restu dari semua fihak agar pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar kondusif dan aman ungkapnya.. (fd.sdr)

(fd/sdr)
Gempur News Blitar

.

Agenda Resmi Federasi Sepeda Dunia, Banyuwangi Ijen Geopark Downhill Diikuti Ratusan Pembalap dari 7 Negara

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Kabupaten Banyuwangi kembali menghelat kejuaraan sepeda internasional Banyuwangi Ijen Geopark Downhill, di Gantasan Bike Park, Kecamatan Licin, Banyuwangi, 20-21 September 2025. Kejuaraan yang masuk agenda resmi Union Cycliste Internationale (UCI/Federasi Balap Sepeda Internasional) ini diikuti 313 pembalap dari 7 negara.

Selain pembalap dari berbagai daerah di tanah air, kejuaraan ini diikuti pembalap Australia, Filipina, Malaysia, Rusia, Singapura, dan Timor Leste.

Setelah di hari pertama para pembalap mengikuti babak kualifikasi untuk menentukan pole position, hari kedua ratusan pembalap memasuki putaran final, Minggu (21/9/2025).

Trek yang basah dan licin usai diguyur hujan, membuat putaran final berlangsung sengit, bahkan membuat sejumlah pembalap terjungkal. Para pembalap harus ekstra hati-hati menaklukkan lintasan dengan rute sulit.

“Treknya menantang, jalurnya berlumpur sangat licin. Terutama trek bebatuannya. Jadi, trek di sini berbeda dari trek di Indonesia yang pernah saya ikuti sebelumnya,” kata Luke, pembalap kategori men junior dari Singapura.

Hal yang sama dilontarkan Stephen Girys, pembalap asal Australia. “Top section track itu susah sekali. Di luar itu, saya suka dengan Banyuwangi, tempatnya bagus dan indah,” ungkapnya.

Para pembalap harus melintasi trek sepanjang 2,3 kilometer. Mulai dari jalur tanjakan, menurun, tikungan tajam, bebatuan, drop pohon, wallret kayu, super bowll, hingga big drop.

Rendy Varera Sanjaya dari team XTR menjadi yang tercepat untuk kategori men elite dengan catatan waktu 4 menit 08,442 detik. Pandu Satrio Perkasa (Sego Anget Racing Team Banyuwangi) berada di posisi kedua, dan tempat ketiga diamankan Andy Prayoga (Polair DH Team).

Sementara di kategori women elite Riska Amelia Agustina (Marin Astrindo Racing Team) menjadi yang tercepat dengan waktu 5 menit 06,265 detik. Tempat kedua menjadi milik Nilna Murni Ningtias (Spartan Racing Team), dan ketiga Naomi (Trinx Factory Team PH/Fly Racing Team PH).

“Selamat kami ucapkan kepada para pemenang yang telah menunjukkan performa terbaiknya. BIG Downhill 2025 ini adalah bagian dari event sport tourism berskala internasional yang kami laksanakan,” kata Ipuk, saat hadir menyerahkan medali kepada para pemenang.

Ipuk menambahkan, ajang ini bukan sekadar balap sepeda, tapi komitmen daerah mengajak para riders nasional maupun dunia sekaligus memberi efek ganda bagi homestay, kuliner, dan transportasi.

“Selain menjadi daya tarik wisata, juga mempromosikan Banyuwangi ke dunia,” sambungnya.

Ditambahkan Plt. Kadispora Banyuwangi M. Alfin Kurniawan, kejuaraan ini terbagi dalam 19 kelas. Hari pertama, para pembalap menjalani seeding run atau sesi percobaan untuk mencatat waktu terbaik sebagai penentu posisi start di babak final. Hari kedua merupakan final run untuk menentukan siapa yang menjadi juara.

“Event ini sudah memasuki kali keempat pelaksanaan dan menjadi agenda resmi UCI,” harap Alfin. (*/Biro)

Dua Pengedar Sabu, 53,10 Gram Barang Bukti Diamankan Satresnarkoba Polres Barito Utara

0

BARITO UTARA- Kepolisian Resor (Polres) Barito Utara melalui Satuan Reserse Narkoba. (Satresnarkoba) Polisi Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil menangamankan dua orang pengedar barang haram narkotika, yakni tersangka berinisial SF (33) dan ZK (28) dan berhasil diamankan bersama barang bukti sabu dengan berat total 53,10 gram bruto, Sabtu (20/09/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang diduga terkait transaksi narkoba di sekitar Jalan Pangeran Antasari, tepatnya di depan Masjid Jami, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah.

Memastikan informasi tersebut, petugas Satresnarkoba segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka SF di lokasi kejadian.

Dalam penggeledahan badan yang disaksikan warga setempat, yakni SW dan SJ, petugas menemukan indikasi keterlibatan tersangka lain. Pengembangan kasus kemudian mengarah kepada tersangka ZK, yang berhasil ditangkap di belakang Kantor Dinas Kehutanan, Jalan Yetro Sinseng, Kelurahan Lanjas.

Selain sabu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa 17 plastik klip kecil kosong, 1 sendok takar warna merah, 9 pipet kaca, 1 timbangan digital besar warna hitam, dan 1 timbangan digital kecil warna silver, seluruh barang bukti beserta kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Barito Utara guna proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Barito Utara, AKBP. Singgih Febiyanto, SH. SIK melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara, Iptu. Novendra W.P, dalam keterangan persnya kepada Media ini Senin (22/09/2025) di Muara Teweh, menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam memberantas narkotika hingga ke akar-akarnya.

“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi awal kepada pihak kepolisian. Sinergi antara warga dan aparat sangat penting dalam upaya pemberantasan narkoba. Polres Barito Utara akan terus bertindak tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika di wilayah kami,” tegas Iptu. Novendra.

Dengan terungkapnya kasus ini, Polres Barito Utara kembali menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam perang melawan narkotika di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Barito Utara.   (SS)

Satreskrim Polres Lumajang Ringkus Dua Pelaku Pengeroyokan di Bayeman

0

Lumajang – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pengeroyokan yang terjadi di area persawahan dekat Masjid Lawang Songo, Bayeman, Kelurahan Citrodiwangsan, Kabupaten Lumajang, pada Selasa (2/9/2025) lalu.

Dua terduga pelaku masing-masing berinisial AO (22) dan NH (20), keduanya warga Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang.

Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mendapatkan informasi keberadaan para pelaku.

“Kedua pelaku kami amankan pada Sabtu malam (20/9/2025) sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah Pasar Klojen, Kelurahan Citrodiwangsan. Proses penangkapan berjalan secara persuasif dan humanis tanpa perlawanan,” ujar Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasubsi Pidm Si Humas Ipda Untoro, Minggu (21/9/2025).

Adapun korban dalam peristiwa tersebut adalah Muhammad Hasyim Ashari, warga Jalan Semeru, Lumajang.

Dari keterangan korban, pengeroyokan terjadi usai ia menghadiri ajakan seorang temannya berinisial H untuk berkumpul bersama sejumlah orang di kawasan Pasar Pathok Lama, Citrodiwangsan.

Sekitar pukul 02.00 WIB, korban bergabung dengan H dan lima temannya yang sedang pesta minuman keras. Selanjutnya, pada pukul 03.30 WIB rombongan tersebut berpindah lokasi ke arah barat Pasar Serangin, Bayeman.

Hingga sekitar pukul 06.00 WIB, dalam kondisi setengah sadar akibat pengaruh alkohol, korban tiba-tiba dipukul oleh AO mengenai bagian mata kanan hingga terjatuh.

Tak berhenti di situ, korban juga dianiaya secara bersama-sama oleh NH dan seorang pelaku lain yang identitasnya belum diketahui (Mr. X).

“Korban dipukul, ditendang, bahkan diinjak oleh para pelaku. Sempat pingsan, korban kemudian sadar dengan kondisi tubuh penuh luka serta mendapati handphone miliknya yang sebelumnya disimpan di saku celana telah hilang,” ungkap Ipda Untoro.

Usai kejadian, korban diantar pulang oleh tetangganya dan seorang perempuan lansia. Namun, dua hari kemudian, tepatnya Kamis (4/9/2025) malam, korban kembali bertemu dengan salah satu pelaku. Saat itu, NH diduga melontarkan ancaman serius terhadap korban agar tidak memperbesar masalah.

“Korban sempat diancam akan dibunuh jika melewati kawasan Klojen. Ancaman ini tentu semakin menambah rasa takut korban,” tambahnya.

Kini, kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi.

“Para pelaku akan dijerat dengan pasal tentang pengeroyokan dan pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan tindak pidana yang terjadi di sekitarnya,” tegas Ipda Untoro.

Polres Lumajang Gelar Poros Pagi, Antisipasi Kemacetan dan Kecelakaan Lalu Lintas

0

Lumajang, (DOC) – Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polres Lumajang bersama Polsek jajaran melaksanakan kegiatan poros pagi di sejumlah titik keramaian, Senin (22/9/2025).

Petugas kepolisian disebar di depan sekolah, pasar, perempatan, pertigaan, hingga persimpangan jalan yang rawan terjadi kepadatan arus lalu lintas. Selain melakukan pengaturan, anggota juga turut membantu menyeberangkan para siswa yang hendak menuju sekolah serta masyarakat yang melintas.

Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, menyampaikan bahwa kegiatan poros pagi ini merupakan agenda rutin setiap hari. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemacetan maupun potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Poros pagi ini dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di jam berangkat sekolah dan kerja. Kehadiran polisi di jalan diharapkan mampu menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujar Ipda Untoro mewakili Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar.

Lebih lanjut, Ipda Untoro menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres Lumajang dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Semoga dengan adanya poros pagi ini, aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” pungkasnya.