Home Blog Page 298

Mahasiswa Cipayung Plus Gelar Audiensi dengan Forkopimda, Kapolres: Audiensi Berjalan Aman

0

PASURUAN – Polres Pasuruan memastikan kegiatan audiensi terbuka antara Kelompok Organisasi Mahasiswa Cipayung Plus dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pasuruan berlangsung aman, damai, dan kondusif.

Audiensi digelar di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (3/9/2025), dan diikuti 62 mahasiswa dari HMI, PMII, GMNI, dan IMM.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penyampaian aspirasi secara tertib. “Kami bersyukur kegiatan ini berjalan aman dan kondusif. Aspirasi mahasiswa adalah bagian dari dinamika demokrasi yang harus kita dengarkan bersama,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah isu strategis. Ketua GMNI Pasuruan, Dandy Aulia Rahman, menekankan komitmen aksi damai. “Gerakan Cipayung Pasuruan dilaksanakan dengan damai dan tidak ditunggangi kelompok anarko. Kami juga menuntut perbaikan akses kesehatan, karena layanan BPJS sering kalah dengan pelayanan umum,” katanya.

Ketua PMII Pasuruan, Ainur Rofiq, menyoroti lemahnya keterlibatan mahasiswa dalam pembuatan kebijakan. “Pimpinan Dewan tidak pernah melibatkan mahasiswa dalam pembahasan kebijakan. Kami juga mendesak pemerintah segera menuntaskan kekeringan di Lumbang, karena masyarakat sangat terdampak,” tegasnya. Ia juga meminta agar DPRD dan Pemkab mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset.

Dari HMI, Fatkhurohim menyoroti praktik tambang ilegal yang merusak lingkungan. “Tambang ilegal bertentangan dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan menimbulkan bencana. Kami mendesak agar tambang ilegal segera ditutup, serta revisi tata ruang wilayah dilakukan dengan mempertimbangkan pendidikan dan lapangan kerja,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua IMM Pasuruan, Arif Yanuar, mengangkat persoalan lingkungan dan narkoba. “Beberapa desa masih belum punya sistem pengelolaan sampah, masyarakat akhirnya membuang sembarangan. Kami juga mendorong program rehabilitasi berbasis desa agar peredaran narkoba bisa ditekan sampai ke akar-akarnya,” ungkapnya.

Selain itu, perwakilan PMII, Azizah, menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual. “Tercatat ada 30 kasus kekerasan seksual dalam tiga bulan pertama 2025. Kami mendesak segera dibentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang melibatkan mahasiswa dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Pasuruan H. M. Rusdi Sutedjo menegaskan komitmen pemerintah. “Permasalahan kekurangan air di Lumbang akan kita selesaikan tahun ini dengan estimasi biaya Rp60–80 miliar. Mulai tahun depan, seluruh Puskesmas di Kabupaten Pasuruan juga akan melayani 24 jam,” jelasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, menambahkan bahwa pihaknya siap mengawal aspirasi mahasiswa. “Suara mahasiswa adalah suara rakyat. DPRD akan menyusun rekomendasi sesuai tupoksi, baik di lingkup kabupaten maupun nasional,” tegasnya.

Audiensi ditutup dengan penandatanganan tuntutan bersama antara mahasiswa dan Forkopimda. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib, sementara Polres Pasuruan memastikan situasi tetap kondusif hingga akhir kegiatan.

Cabdin Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah Minta Kepala Sekolah Awasi Muridnya Tidak Ikut Demo

0

Gempurnews | Pemalang – Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah, menghimbau meminta kepada para Kepala Sekolah dan Orang tua khususnya yang bersekolah di SMK untuk memantau aktivitas anak disekolah.

Hal ini untuk menghindari para pelajar bergerak dalam aksi demonstrasi bersama para masyarakat dan mahasiswa pada tanggal 4 September 2025 mendatang.

Diketahui Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu akan melaksanakan demontrasi besar besaran di wilayah kantor Pendopo Kabupaten Pemalang dalam aksi menuntut transparasi Pemerintahan Pemalang.

Guna mencegah hal ini Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah XII, ( Sukamto) menghimbau kepada seluruh jajaran pendidikan di masing masing wilayah termasuk orangtua agar menjaga anak anaknya tidak terlibat aksi demonstrasi yang akan dilaksanakan besok tanggal 4 September 2025 di area Pendopo Kabupaten Pemalang.

Untuk menjaga keselamatan dan keamanan peserta didik SMK khususnya Kepala Cabang Dinas Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah Sukamto, menghimbau kepada semua Kepala Sekolah agar dapat mencegah keterlibatan anak anak dalam aksi demo atau unjuk rasa. “tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Kasubag TU Lebdo Wiharso, hari ini tanggal 3 September 2825, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah mengundang semua Kepala Sekolah SMK /SMA Negeri dan Swasta terkait dengan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, yang mana unjuk rasa yang akan digelar besok hari Kamis tanggal 4 September 2025, yang juga bertepatan dengan jam pelajaran itu tidak sejalan dengan upaya pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan. “ucapnya.

Kendati demikian untuk penyampaian pendapat atau aspirasi di lindungi oleh Undang Undang, namun untuk menyampaikan aspirasi tersebut para peserta didik dapat disampaikan dalam ranah edukasi yang aman.

Lebdo Wiharso juga menghimbau kepada para guru dan Kepala Sekolah untuk memberikan pengawasan ketat terhadap peserta didiknya agar tidak terlibat dalam aksi demonstrasi dan Kami akan terus mengawasi dan berusaha untuk bagaimana agar guru dan Kepala Sekolah ini untuk memberikan perhatian kepada peserta didiknya untuk lebih fokus pada kegiatan belajar. “tutupnya. 

(yn26)

Sat Reskrim Polres Dairi Berhasil Amankan 2 Tersangka Kasus Pemerkosaan

0

DAIRI // Sat Reskrim Polres Dairi berhasil mengamankan 2 tersangka kasus pemerkosaan yang terjadi di Dusun Sumbul Karo Desa Palding Jaya Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi.

Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Wilson Manahan Panjaitan mengatakan, kedua tersangka yakni NIT alias Natan (27) dan DB (46) yang melakukan pemerkosaan kepada korban, DE (36).

“Ya kami berhasil mengamankan tersangka kasus pemerkosaan yang terjadi di Desa Palding Jaya, ” ujarnya, Rabu (3/9/2025).

Kata Wilson, awalnya korban dan tersangka Natan berkenalan melalui media sosial. Keduanya menjalani hubungan yang dekat hingga akhirnya bertukar nomor telfon.

Dalam perkenalan itu, tersangka Natan kemudian menjanjikan pekerjaan kepada korban di Kecamatan Tigalingga.

“Korban yang membutuhkan pekerjaan itu pun langsung menerima tawaran dari Natan,” jelasnya.

Keduanya pun sepakat bertemu di jembatan Sumbul Karo, dan Natan kemudian berboncengan dengan korban menuju tempat kerja yang sudah dijanjikannya.

Namun, tersangka Natan malah membawanya kerumah tersangka DB, yang saat itu sedang menghisap narkotika jenis sabu di dalam kamar.

“Kemudian tersangka Natan mengatakan bahwa mereka singgah dulu kerumah DB untuk beristirahat, setelah itu baru akan dibawa ke lokasi tempat kerjanya, ” kata Kasat Reskrim.

Akan tetapi, korban malah dibawa masuk kedalam kamar DB. Korban pun dipaksa untuk menghisap sabu yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh DB.

Setelah menghisap sabu sebanyak 3 kali, korban kemudian merasa pusing akibat efek dari sabu tersebut.

Memanfaatkan situasi itu, tersangka DB kemudian keluar dari kamar, dan tersangka Natan langsung mengunci pintu dari dalam dan melakukan perbuatan tak senonoh kepada korban.

“Disana korban kemudian di rudapaksa oleh Natan sebanyak 1 kali, ” bebernya.

Setelah selesai, tersangka Natan kemudian keluar dari kamar dan langsung pergi dari rumah tersebut. Sekarang giliran DB yang kembali melakukan pemerkosaan kepada korban didalam kamar.

Setelah puas berhubungan badan, DB kemudian keluar dari rumah untuk mandi di sungai. Momen tersebut dimanfaatkan oleh korban untuk melarikan diri.

“Korban berhasil melarikan diri hingga bertemu dengan petugas Polsek Tigalingga yang saat itu sedang melintas. Korban kemudian dibawa ke Mapolsek Tigalingga, ” katanya.

Petugas Polsek Tigalingga Bersama Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Dairi langsung bergerak cepat ke lokasi dan mengamankan para tersangka. Keduanya tersangka kemudian dibawa ke Mapolres Dairi guna penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 12 tahun 2022 tentang kekerasan seksual Jo 285 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimall 15 tahun penjara.(Tumangger)

DPRD dan Pemkab Barito Utara  Gelar RDP Bersama Aliansi Masyarakat Adat

0

BARITO UTARA- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama dengan Pemerintah Barito Utara menggelarkan kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan agenda audensi dengan Aliansi Masyarakat Adat di Barito Utara, yang dilangsungkan pada ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Barito Utara, Rabu (3/9/2025).

Kegiatan RDP ini dihdiri Pj. Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, SE. MPA, Sekda Drs. Muhlis, Dandim 1013 Muara Teweh, Letkol Agussalim Tou, SH. M. IP, Kapolres Barito Utara AKBP. Singih Pebiyanto, SH. SIK, 18 (Delapan Belas) orang DPRD Barito Utara, 46 (Empat Puluh Enam) orang Eksekutif serta 20 (Dua Puluh) orang dari Aliansi Masyarakat adat Barito Utara.

RDP ini dipimpin ketua DPRD Barito Utara, ir. Mery Rukaini, M.IP didampingi wakil ketua Beni Siwanto dan wakil ketua Heny Rosgiati Rusli, SP. MM dalam kegiatan RDP tersebut menyampaikan bahwa forum rapat dengar pendapat ini merupakan ruang demokrasi yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. DPRD sebagai wakil rakyat, siap menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait.

“Rapat ini adalah wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan secara terbuka. Kami berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dapat terjalin dengan baik sehingga tercipta solusi yang adil bagi semua pihak,” ujar Mery Rukaini.

Sementara itu, Pj. Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, SE. MPA menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat. la menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, masyarakat adat, dan pihak perusahaan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengelolaan sumber daya alam di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Barito Utara berkomitmen untuk mendengar dan mencari jalan keluar terbaik bersama masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kebijakan pembangunan tidak merugikan masyarakat, terutama masyarakat adat yang memiliki hak dan kearifan lokal yang harus dihormati,” tegas Indra Gunawan.

Perwakilan Lembaga Adat. Aliansi Masyarakat Adat Barito Utara, Putes Lekas dalam kegiatan RDP ini mengusulkan memohon kepada DPRD Barito Utara, untuk menyelesaikan Rerda tentanng pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat di Barito Utara.

RDP yang dilangsungkan pada hari Rabu ini, di respon positif baik dari Ketua DPRD Barito Utara maupun seluruh anggotanya dan Pemkab Barito Utara, agenda RDP tersebut berakhir mendapat 5 (lima) kesimpulan yaitu ; 1. Forum mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati kaebebasan setiap Warga Negara dalam berpendapat dan dalam menyampaikan aspirasi sesuai ) dengan Peraturan Perundang- undangan yang berlaku serta dilaksanakan dalam bingkai Falsafah Huma Betang dan NKRI.

  1. Raperda tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Barito Utara agar segera disahkan menjadi Perda dengan melibatkan stakeholder terkait
  2. DPRD Kabupaten Barito Utara akan menerima keluhan masyarakat terkait dengan Perusahaan Pertambangan di Kabupaten Barito Utara dan akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat pada Banmus yang akan datang
  3. DPRD dan Pemerintah Daerah Kab. Barito Utara Responsif terhadap keluhan masyarakat.

 5. Pemerintah Kabupaten Barito Utara agar menginventarnsir Area Kawasan Hutan menjadi APL.  (SS)

Gabungan Belasan Ormas Datangi Polrestabes Surabaya Nyatakan Komitmen Jogo Suroboyo Damai

0

SURABAYA – Sebuah langkah besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat lahir di Kota Pahlawan.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menerima kunjungan dari aliansi masyarakat Surabaya yang menyatakan sikap tegas dalam deklarasi damai, Selasa (2/8/25).

Mereka berkomitmen menjadi garda terdepan melawan setiap kelompok anarkis yang mencoba mengganggu ketenangan warga.

Dalam pertemuan itu, perwakilan dari berbagai elemen masyarakat mulai dari organisasi kepemudaan, komunitas lokal, menyuarakan tekad bulat lawan anarkisme di kota Surabaya.

Lebih kurang 15 organisasi masyarakat menegaskan bahwa Surabaya tidak boleh lagi ternodai oleh aksi pengerusakan, kericuhan, maupun tindakan anarkis yang berdampak pada keamanan dan perekonomian kota.

“Jika ada aksi anarkis yang mengganggu ketenangan masyarakat, kami siap berada di barisan terdepan untuk melindungi Kita Surabaya,” tegas Herma Wilah Forum Pemuda NTT yang sudah bertahun – tahun tinggal di Surabaya.

Kombes Pol Luthfi Sulistiawan memberikan apresiasi penuh atas komitmen tersebut.

Menurutnya, dukungan masyarakat melalui aliansi ini menjadi energi positif dalam menciptakan suasana aman dan kondusif di Surabaya.

“Deklarasi damai ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Surabaya cinta kedamaian. Kepolisian tentu tidak bisa bekerja sendiri, sinergi dengan seluruh elemen masyarakat adalah kunci menjaga keamanan,” ujar Kapolrestabes Surabaya.

Aliansi masyarakat yang menyatakan komitmen tersebut antara lain: ASB, KPSIS Surati Ijo, Barak Jere, AMI, Grib Jaya, KGB (Kawal Gibran Bersama), Bonek YSS, Forum Pemuda NTT, BM Kosgoro 1957, BRN (Barisan Rakyat Nusantara), Jogo Boyo, dan Gen Z Surabaya.

Mereka menandaskan, Surabaya adalah rumah besar bersama yang harus dijaga, bukan dirusak.

Dengan semangat persatuan, seluruh aliansi siap berdiri tegak melawan aksi-aksi yang berpotensi memecah belah.

Deklarasi ini menjadi penegasan bahwa warga Surabaya tidak hanya menolak tindakan anarkis, tetapi juga aktif berperan dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.

Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan Surabaya yang lebih aman, kondusif, serta layak disebut sebagai Kota Damai. (*)

LBH Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pasuruan Melakukan Audiensi

0

Pasuruan – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Desa Linggo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi dengan Kepala Desa Linggo pada Rabu, (03/08/2025), pukul 10.00 WIB.

Audiensi ini, sengaja dilakukan sehubungan dengan adanya permasalahan yang timbul akibat aktifitas tambang. Sehingga menyebabkan tanah dari warga sekitar terjadi longsor dan berdampak pada kehidupan sosial, serta ekonomi Masyarakat.

Dalam hal ini, Ketua Pengurus LBH PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan, Akhmad Sholeh, S.H.,M.H., mengatakan, kami akan melakukan audiensi dengan Kepala Desa Linggo.

“Adapun tujuan dari audiensi ini, adalah untuk menyampaikan aspirasi Masyarakat, terkait kerusakan lingkungan,” jelasnya.

“Hal ini, disebakan oleh aktifitas tambang tersebut. Serta mencari solusi yang dapat mengatasi permasalahan demi kesejahteraan Masyarakat.” Pungkasnya.

Akhmad Sholeh juga menambahkan, semoga dengan adanya audiensi yang dilakukan ini, dari Kepala Desa Linggo bisa memberikan solusi dan mengatasi permasalahan dari keluhan masyarakat sekitarnya. (ZI).

Wakil Bupati Pakpak Bharat Terima Audiensi Pengurus Sortagiri”

0

Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd menerima Audensi Pengurus Sortagiri di ruang kerja Wakil Bupati, kompleks kantor Bupati Pakpak Bharat (01/09/2025).

Bersama para sepuh dan pengurus Sortagiri, Mutsyuhito Solin berdiskusi banyak hal, diantaranya upaya dan langkah konkret dalam menjaga dam melestarikan adat dan budaya Pakpak, pengembangan dan pemanfaatan tanah-tanah ulayat di Kabupaten Pakpak Bharat, serta beberapa isu penting lainnya.

Terimakasih atas kehadiran bapak-bapak semua, teman-teman dan saudara kami di Sortagiri, masukan-masukan yang disampaiakan kepada kami sepanjang diskusi ini tentunya sangat bermanfaat, akan kami jadikam sebagai catatan penting dalam membangun Pakpak Bharat seutuhnya, baik dari sisi budaya, pembangunan manusia yang unggul, serta mampu menjaga eksistensi adat dan budaya Pakpak. Pakpak Bharat lahir sebagai benteng budaya Pakpak harus mampu menjaga kelestarian budaya ini, mengaplikasikannya dalam kehidupan seharu-hari, ucap Mutsyuhito Solin.

Sortagiri himpunan dari tiga marga yang menjadi cikal bakal terbentuknya salah satu peradaban penting di Tanah Simsim, wilayah di mana kini Kabupaten Pakpak Bharat berdiri. Sortagiri merupakan singkatan dari soritandang (Padang), sorigigi (Berutu), dan pungutensori (Solin), yang merupakan cikal bakal terbentuknya marga Padang, Berutu, dan Solin, serta menjadi tokoh penting dalam sejarah dan silsilah suku Pakpak di daerah Banu Harhar, Tanoh Simsim.(Tumangger)

Kota Cimahi Telah Membuktikan Bahwa Unjuk Rasa Tidak Melulu Anarkis

0

Cimahi.,Rabu(03/09/2025)
Suasana Kota Cimahi yang biasanya ramai,namun sedikit berubah karena adanya rencana Demo mahasiswa,yang akan dilaksanakan pada hari Senin(02/09/2025) oleh 5 aliansi mahasiswa yang ada di Kota Cimahi.
Denyut nadi perekonomian sedikit terhambat,Jalan Gandawijaya banyak toko yang tutup menjaga hak yang tidak diinginkan, sebagian jalan sudah di pisah untuk lewatnya para mahasiswa yang akan menyuarakan aspirasinya.Sekitar pukul 01.00 WIB para mahasiswa sudah mendekati Kantor DPRD Kota Cimahi,Sementara pengaman,baik dari TNI,Polri,Satpol PP,Ormas dan LSM sudah siaga menyambut kedatangan para mahasiswa yang akan menggelar Demo menyuarakan aspirasinya.

Demo mulai digelar,orasi disuguhkan silih berganti,mulai dari isue nasional sampai isue wilayah,yang pada intinya menuntut perbaikan sikap dan kinerja dewan,mengajukan tuntutan yang pro rakyat mulai dari Pendidikan,Kesehatan,Sosial dan yang lainnya.Bakar ban seolah menjadi ritual wajib bari para mahasiswa dalam melaksanakan Demo,namun masih dalam batas kewajaran,pihak keamanan dan masyarakat memantau jangan sampai ada pihak penyusup yang dapat merubah suasana kondusip,menjadi anarkis.Forkooimda yang terdiri dari Walikota Cimahi,Ketua DPRD Kota Cimahi,Dandim 0609,Kapolres Cimahi dan Kajari Kota Cimahi menunggu di Lingkungan Kantor DPRD.

Setelah menyampaikan semua aspirasi melalui Demo,Para mahasiswa diperkenankan dan disambut oleh Forkopimda Kota Cimahi beserta para anggota DPRD Kota Cimahi.Banyak hal yang disampaikan oleh Mahasiswa dalam dialog tersebut,hal menarik adalah dialog antara mahasiswa dengan pemerintah Kota Cimahi dilaksanakan sambil duduk di halaman DPRD Kota Cimahi.Setelah penyampaian dari para mahasiswa mahasiswa,Maka Walikota Cimahi, Letkol(Purn.)Ngatiyana,S.Ap. Menjawab aspirasi yang disampaikan para mahasiswa dan menyampai pencapaian Kinerjanya yang baru berjalan sekitar 6 bulan.
Setelah menyampaikan tuntutan yang diserahkan kepada pemerintah Kota Cimahi yang akan dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yakni propinsi dan pusat.
Ternyata aksi demo mahasiswa tidak selalu harus berakhir dengan bentrokan,ricuh dan anarkis dan hal ini dibuktikan oleh aliansi mahasiswa di Kota Cimahi,mereka belajar dari pengalaman demo mahasiswa di Kota lain yang hampir kebanyakan berujung ricuh,akhirnya sesuai dengan tujuan demonstrasi mahasiswa menyampaikan aspirasi,kericuhan,bentrok dengan aparat dan anarkis yang selama ini terjadi hanya 1 penyebabnya yakni adanya penyusup yang ikut serta dalam setiap demo mahasiswa.
Kota Cimahi telah membuktikan bahwa unjuk rasa,Demo Mahasiswa tidak selalu berujung Anarkis.

Achmad Syafei

Jaga Stabilitas,Kolaborasi Polri Dan TNI Bersama PAM Swakarsa Adalah Kunci Utama

0

KEDIRI KOTA – Hari ke 3 paska Demo anarkis, aparat Polres Kediri Kota Polda Jatim  terus gerak cepat dan siaga dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah dengan menggelar Patroli Skala Besar pada  Selasa (2/9/2025) malam.

Giat pengamanan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ini dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polres Kediri Kota, Patroli skala besar dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Kediri Kota AKP Priyo Hadistyo S.H.,di ikuti jajaran dari Sat Brimob,Brigif 16,Kodim 0809,Subdenpom V/2-2 dan puluhan Personel Polres Kediri Kota dengan menggunakan kendaraan roda 2 dan 4.

Rombongan berangkat dari Mako Polres Jl.KDP Slamet bergerak menuju Lapas Kediri melewati bundaran Sekartaji, SP 4 Jl.Kawi, Jembatan Semampir,Jl.Mayor Bismo,Jl.Diponegoro,Jl.Imam Bonjol,Jl.A Yani,Jl.Pk Bangsa,Jl.Brawijaya dan berakhir  kembali di Mako Polres Kediri Kota.

Dalam patroli ini difokuskan pada beberapa sasaran, antara lain menjaga keamanan di sepanjang jalan yang dilalui, mengamankan objek vital pemerintahan serta melaksanakan dialog dengan masyarakat maupun petugas keamanan di lokasi yang disambangi.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Samapta menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Kediri Kota serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Patroli skala besar ini merupakan langkah preventif agar masyarakat merasa aman dan nyaman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas. Kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang, menjaga ketertiban, dan segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujar Priyo.

Tiga malam terakhir paska Demo anarkis (30/8) wilayah kota Kediri memang  tampak berbeda dari biasanya, ini hari ke tiga terlihat kembali puluhan kendaraan dinas dengan lampu rotator menyala dan bunyi sirine menyusuri  jalan-jalan utama, ini adalah  rangkaian Patroli Skala Besar yang digelar Polres Kediri Kota bersama jajaran TNI guna menciptakan suasana aman bersama elemen masyarakat Pam Swakarsa.

Kasat Samapta menegaskan, patroli ini akan terus digelar untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. Terlebih, eskalasi aksi demonstrasi tengah merebak di sejumlah daerah di Indonesia.

Tak sekadar menyisir jalur protokol, personel gabungan juga menyambangi titik-titik rawan dan obyek vital seperti Pos Polisi Semampir, Kantor Gudang Garam unit 1, markas Polsek Kota dan Kediri Mall dan kantor balai kota Kediri , rombongan  berdialog langsung dengan petugas jaga dan warga  serta memantau langsung situasi di PAM swakarsa, memberi imbauan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.

Pendekatan humanis itu menjadi salah satu strategi Polres Kediri Kota dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat. “Kami tidak hanya hadir untuk patroli, tapi juga memastikan komunikasi dengan warga tetap terjalin. Supaya suasana aman bisa kita wujudkan bersama-sama,” tutur AKP Priyo

Kolaborasi lintas sektor yang dihadirkan dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa stabilitas keamanan tak bisa hanya ditopang aparat kepolisian. Sinergi dengan TNI, instansi pemerintah, hingga elemen masyarakat adalah kunci.

“Kami ingin memastikan aktivitas masyarakat di Kota Kediri  berjalan normal tanpa gangguan. Meski status siaga 1 belum di turunkan dan  isu unjuk rasa susulan masih ramai di setiap perbincangan masyarakat,kami tegaskan situasi  tetap harus aman dan kondusif,” tegasnya

Polres Kediri Kota  memastikan patroli skala besar ini tidak berhenti pada malam ini saja, Kegiatan serupa akan terus digelar secara rutin dan berkelanjutan hingga situasi benar-benar kondusif.

“Hasil kegiatan patroli menunjukkan situasi di wilayah hukum Polres Kediri Kota dalam keadaan kondusif. Kondisi lalu lintas juga terpantau lancar dan terkendali,”Tutup AKP Priyo

“Polres Lumajang Amankan Pelaku Pembacokan Yang Tewaskan Pria di Padang

0

Lumajang – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang bergerak cepat mengamankan pelaku pembacokan yang menewaskan Ahmad Zakaria (24), warga Desa Kedawung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang.

Korban ditemukan tak bernyawa dengan luka bacok di bagian kepala, mulut, dan leher di dekat rumah warga Desa Mojo, Kecamatan Padang, Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 00.15 WIB.

Pelaku diketahui bernama AA (22), warga satu desa dengan korban. Setelah kejadian, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Padang tanpa perlawanan.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H menjelaskan bahwa motif pelaku didasari rasa cemburu lama akibat dugaan perselingkuhan antara korban dengan istri pelaku.

“Sekitar empat bulan lalu, korban sempat menjalin hubungan dengan istri pelaku. Persoalan itu sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, pelaku masih menyimpan perasaan cemburu,” terang Kapolres.

Pemicunya, lanjut Kapolres, terjadi pada Senin malam (1/9/2025). Pelaku melihat status WhatsApp korban yang dianggap memanas-manasi.

“Tersangka merasa tersulut emosi setelah melihat status korban melalui handphone temannya. Dari situlah timbul niat untuk mencari korban,” jelasnya.

Pelaku kemudian mengambil senjata tajam jenis clurit dan memburu korban yang saat itu tengah melintas dengan sepeda motor bersama dua orang temannya.

“Korban dihadang, sementara dua temannya melarikan diri. Tersangka langsung mengejar dan membacok korban hingga meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata AKBP Alex Sandy Siregar.

Petugas yang mendapat laporan segera berkoordinasi dengan perangkat desa Kedawung. Sekitar pukul 01.30 WIB, pelaku berhasil diamankan setelah menyerahkan diri.

“Alhamdulillah, berkat kesigapan anggota di lapangan, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. Saat ini tersangka sudah ditahan di Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas Kapolres.

Atas perbuatannya, AA dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.