Home Blog Page 326

Pemkab Pakpak Bharat Lakukan Serah Terima Jabatan 3 Penjabat penting

0

Hari ini Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melaksanakan Serah Terima Jabatan Inspektur, Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah, dan Kepala Dinas Pariwisata. Jalan Berutu, S.Pd, MM, Sekretaris Daerah Pakpak Bharat menyaksikan langsung proses serah terima jabatan ini, dilaksanakan di ruang rapat Nusantara, Kantor Bupati Pakpak Bharat.

Sumantri Bancin, SE Ak menyerahkan jabatan dan tanggungjawab Inspektur kepada Drs. Leonardus Sihotang sebagai Inspektur yang baru, Robincen Habeahan SIP, MM menyerahkan jabatan dan tanggungjawab Asisten Pemerintahan kepada Elhidayat Berutu, MAP sebagai Asisten Pemerintahan yang baru, serta Maranatha M Padang Bth, S.Pd, M.Si menyerahkan jabatan dan tanggungjawab Kepala Dinas Pariwisata kepada Maringan Bancin, ST, MT sebagai Kepala Dinas yang baru.

Sekretariat Daerah dimana Asisten Pemerintahan berada adalah jantungnya Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Saya sampaikan terimakasih atas dukungan dan kerja sama yang baik selama lebih kurang tiga tahun menjabat sebagai Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan, Ucap Robincen Habeahan, SIP, MM saat menyampaikan kesan-kesannya.

Saya berharap penyertaan Tuhan akan selalu bersama kita. Saya berharap sinergitas kita dibawah kepemimpinan bapak Bupati, dan juga berharap adanya komunikasi dan kerja sama yang baik diantara kita, sehingga ancaman dan gangguan apapun bisa kita hadapi bersama, dan apa yang menjadi harapan masyarakat bisa kita wujudkan, ucap Leonardus Sihotang.

Kepada para pejabat yang baru agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru, dengan para ASN, serta dengan tupoksinya. Khusus pak Inspektur yang barus kami sampaikan selamat. Kami yakin bapak dengan keahliannya, pengalamannya pasti jauh diatas kami, jadi harapan kami adalah Instansi Inspektorat kita bisa dibenahi lebih baik lagi, tentu dengan pengalaman bapak tadi pasti bisa. Terkait fungsi Inspektorat sebagai pengawasan juga agar lebih ditingkatkan, lakukan pengawasan yang ketat sehingga bisa meminimalisir kesalahan diakhir pelaksanaan perkerjaan, ucap Jalan Berutu dalam arahannya.

Kepada semuanya saya ingatkan harus loyal kepada pimpinan, ini juga penegasan dari bapak Bupati, seperti disampaikan oleh beliau pada momen pelantikan kemarin, supaya kita ingat bersama. Mari sama-sama kita jaga Kabupaten ini, kita cintai bersama, ingat saja lagunya bapak Gandhi Wartha Manik tempo hari, “mala oda boi pemendeken, mencedai giam ulang”, ini mari kita hayati semua, ucap dia kemudian.(Tumangger)

Direkomendasi Menkes, Organisasi Kesehatan Internasional jadikan Banyuwangi Pilot Project Care Companion Program

Banyuwangi – Gempurnews.com. Mendukung pelayanan bidang kesehatan di Banyuwangi, organisasi nirlaba internasional Noora Health menggelar Program Pendamping Perawatan (Care Companion Program/CCP). Para tenaga kesehatan diajak untuk mengedukasi dan melatih keluarga pendamping pasien guna mempermudah perawatan pasien di rumah.

Program Pendampingan Keluarga ini melatih para perawat untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada warga tentang tindakan terbaik seorang pengasuh keluarga khususnya bagi anggota keluarga prioritas (sakit/ibu hamil) di tingkat rumah ataupun selama perawatan di rumah sakit.

Program yang telah berjalan sejak Januari 2025 ini melibatkan 1175 tenaga kesehatan dari 45 puskesmas dan 2 RSUD. Mulai dokter, perawat, bidan dilatih bagaimana memberikan materi edukasi pada keluarga pasien.

Co-CEO & Co-Founder, Noora Health dr. Shahed Alam mengatakan lembaganya hadir di Banyuwangi sebagai bagian dari pilot project program kesehatan di Indonesia yang mendukung sistem kesehatan dengan menjadikan keluarga sebagai pihak yang berperan penting dalam perawatan pasien.

“Saat kami bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beliau merekomendasikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang dinilai akan siap untuk menerima program ini. Karena bidang kesehatan Banyuwangi dinilai berjalan dengan baik,” kata dr. Shahed Ahmad.

Ia mengatakan program ini melatih tenaga kesehatan, seperti di rumah sakit, Puskesmas, Posyandu, agar sistem kesehatan dapat mempersiapkan keluarga secara efektif dalam merawat pasien.

Program ini juga menyediakan layanan konsultasi jarak jauh. Warga dapat mengakses informasi dan mengajukan pertanyaan kepada platform Pendamping Keluarga Noora Health berbasis WhatsApp.

Shahed Ahmad sendiri berkesempatan bertemu dengan Bupati Ipuk Fiestiandani di Kantor Bupati Banyuwangi pada 11 Agustus 2025 lalu. Selama di Banyuwangi dr. Shahed Ahmad juga sempat mengunjungi kegiatan edukasi kepada warga yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas di Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan pengasuh keluarga adalah komponen sistem kesehatan yang seringkali terabaikan namun vital. Membekali keluarga dengan keterampilan dan pengetahuan untuk merawat orang terkasih di rumah adalah hal penting.

“Keluarga memainkan peran sangat penting, meskipun seringkali diremehkan dan diabaikan. Saya kira program ini sangat baik karena fokus pada upaya penanganan pasien di rumah. Dengan edukasi yang tepat untuk menghasilkan tindakan perawatan yang benar, maka perawatan di rumah dapat mengurangi tingkat fatalitas bagi pasien yang sakit serta mempercepat penyembuhan pasien yang sakit,” kata Ipuk, Rabu (13/8/2025).

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat, saat ini 1.175 tenaga kesehatan telah terlatih dan mendapatkan paket edukasi. Sebanyak 470 tenaga kesehatan untuk pelatihan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta 705 tenaga kesehatan untuk pelatihan gabungan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan KIA.

“Program ini telah menjangkau hampir 50 ribu warga yang mendapatkan edukasi terkait perawatan pasien selama di rumah,” pungkasnya. (*/Biro)

Viral…!!! Pemalang Inspiring Teacher : Rp200 Ribu per Guru Diduga Pungli Berkedok Kegiatan Pendidikan

Gempurnews | Pemalang – Polemik mencuat jelang pelaksanaan kegiatan “Pemalang Inspiring Teacher 2025” yang dijadwalkan pada 21 Agustus 2025 di Lapangan Widuri, Pemalang. Investigasi redaksi menemukan bahwa guru ASN dan honorer bersertifikasi di berbagai sekolah diminta menyetor Rp200.000 per orang untuk mengikuti acara ini, meski tidak ada surat keputusan atau instruksi resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang.

Instruksi pungutan itu beredar di grup WhatsApp “Gebyar Pendidikan Pemalang” melalui perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di tiap Kelompok Wilayah Kerja (KWK). Dalam pesan yang dikonfirmasi kebenarannya, K3S meminta setiap satuan pendidikan (SATPEN) mendata peserta dan menghimpun iuran, dengan alasan untuk menutup biaya kegiatan.

Namun, tak ada satu pun dokumen resmi yang memuat landasan hukum pungutan tersebut. Fasilitas yang dijanjikan kepada peserta hanya berupa snack, lunch box, door prize, dan penampilan guest star. Publik pun bertanya-tanya, mengapa guru yang seharusnya fokus mengajar justru dipungut biaya cukup besar untuk kegiatan di luar program wajib pemerintah.
Praktisi Hukum: Potensi Pungli dan Penyalahgunaan Wewenang

Praktisi hukum Dr. (c) Imam Subiyanto, S.H., M.H., CPM menegaskan, pungutan tanpa dasar hukum tertulis berpotensi menjadi pungutan liar (pungli).

“Jika pungutan ini tidak berbasis SK atau surat resmi dari instansi berwenang, dan hanya disampaikan lewat WA, itu bisa dikategorikan pungli. Apalagi dilakukan oleh pihak yang memegang jabatan struktural di pendidikan,” tegasnya.

Ia merinci, Pasal 181 ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2003 melarang pemungutan biaya pendidikan yang tidak sesuai peraturan. Sementara Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 menegaskan kontribusi masyarakat harus bersifat sukarela, tidak mengikat, dan tidak menjadi syarat mengikuti kegiatan pendidikan.

Lebih jauh, jika terbukti ada unsur pemaksaan atau penyalahgunaan jabatan, pungutan ini bisa dijerat Pasal 12 huruf e UU Tipikor dengan ancaman pidana hingga 4 tahun.
Kondisi Lapangan: Tekanan Struktural ke Guru

Sejumlah guru yang dihubungi mengaku merasa tidak enak hati menolak, karena pungutan dihimpun langsung oleh kepala sekolah melalui K3S. “Kalau tidak ikut, nanti dianggap tidak mendukung program,” ujar salah satu guru yang meminta identitasnya disamarkan.

Kondisi ini, menurut Imam, adalah bentuk tekanan struktural yang membuat pungutan “sukarela” berubah menjadi kewajiban terselubung.

Pengamat pendidikan menilai, Dinas Pendidikan harus segera mengeluarkan klarifikasi resmi dan menghentikan penghimpunan dana jika tidak ada payung hukum. Inspektorat diminta turun tangan, sementara aparat penegak hukum disarankan melakukan penyelidikan awal untuk memastikan tidak ada unsur pungli.

“Kalau memang kegiatan ini penting, biayanya harus dari APBD atau sponsor resmi, bukan dari kantong guru,” pungkas Imam.

(yn26)

Kenang Jasa Para Pahlawan Nasional, Petugas Pelayanan Satpas SIM Colombo Berbaju Veteran

0

SURABAYA – Menggelorakan semangat perjuangan para pahlawan bangsa yang telah gugur di medan laga, Petugas Satpas SIM Colombo Polrestabes Surabaya kenakan baju pejuang veteran saat melayani masyarakat dalam pengurusan surat izin mengemudi (SIM).

Menurut keterangan Kanit Regidet Satpas SIM Colombo – Polrestabes Surabaya yakni AKP Tri Arda Meidiansyah, S.TR.K, Sik, melalui Kasubnit Iptu Hariyo, Iptu Erwandi dan di dampingi Ipda Dani mengatakan, Rabo (13/08/2025), Sebagai bentuk penghormatan bagi para pejuang yang telah mengabdikan diri demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, serta menjadi pengingat peran besar dan perjuangan para veteran,” ujarnya.

Masih kata Kasubnit, semangat juang para pahlawan diharapkan terus hidup dalam diri generasi penerus bangsa dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah cara terbaik untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

“Dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia ke 80 tahun 2025 dan mengenang para pejuang bangsa yang telah gugur di medan laga, sengaja petugas Satpas pelayanan SIM menggunakan baju pejuang dan veteran,” ucapnya.

Untuk mempenringati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, sambung Kasubnit, dan mengenang serta menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan ini, maka kami berharap masyarakat khusunya wilayah hukum Polrestabes Surabaya menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan yang telah diperbuat para pahlawan kita.

“Maksut dan tujuan dalam pelayanan SIM menggunakan baju pejuang, supaya masyarakat selalu mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur merebut Kemerdekaan Repubik Indonesia dari tangan penjajah.

“Intinya, kita semua harus mengingat jasa-jasa para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan ini,” tutup Kanit Regidet Satpas SIM Colombo dihadapan awak media melalui para Kasubnit. (…)

Upacara Pembukaan Perkemahan Jambore Ranting KKMI 01Pemalang

Gempurnews | Pemalang – Upacara Pembukaan Perkemahan KKMI 01 Pemalang yang di gelar di lapangan Bola Desa Kertosari Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang dalam rangka memperingati hari Pramuka Ke 64 .

Kegiatan Perkemahan Tingkat KKMI 01 Pemalang secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, (Syarif Hidayat), dihadiri dari Camat Ulujami Mukhidin, Kwarcab Pemalang, Sukarso SH., Kwaran Ulujami, Kepala Desa Rowosari, serta ratusan peserta dari berbagai gugus depan. Rabu (13/8/25).

Syarif Hidayat menekankan pentingnya peran Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter bagi generasi muda, Pramuka bukan sekedar menjadi ekstrakurikuler tetapi juga menjadi sekolah kehidupan yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, serta kepedulian sosial.

Syarif Hidayat sangat mengapresiasi kegiatan kepramukaan ini meski dengan keadaan lingkungan yang sedikit banjir dan becek tetapi anak anak tetap bersemangat tanpa mengeluh, dan berharap setiap tahun Kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena ini sangat bermanfaat bagi anak anak bisa saling kenal satu sama lain, dapat bersosialisasi dengan lingkungan. “ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Kwarcab Pemalang Sukarso mengatakan kalau semua kegiatan kepramukaan itu sama tidak ada yang berbeda antar sekolah dasar dengan MI, sesuai dengan peraturan perundang undangan nomor 11 tahun 2010 tentang Pramuka.

Undang undang ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan bangsa yang di jiwai nilai nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat yang beragam dan demikratis,apalagi di tambahkan sekarang dengan peraturan Kemendikdasmen bahwa pramuka Sekarang masuk dalam bagian pelajaran, makanya sekarang kegiatan pramuka itu wajib, dan disebutkan dalam pasal 22 bahwa peraturan Menteri Pendidikan dasar dan menengah ada klosul yang berbunyi “bahwa kukikuler atau ekstrakurikuler yaitu sekurang kurangnya adalah kepramukaan. Ungkap Sukarso Kwarcab Pemalang.

Harapannya semoga di Kabupaten Pemalang antar SD, MI, SMP, maupun MTS bisa saling bersinergi dan berkolaborasi karena apapun bahwa Pramuka adalah satu demi mewujudkan karakter bangsa Indonesia khususnya di Kabupaten Pemalang. “tutupnya. 

(yn26)

Pemprov Sumut Bayar Utang DBH Ke Pakpak Bharat dan Daerah Lain di Sumut

0

Wakil Bupati Pakpak Bharat, H. Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd atas nama Bupati Pakpak Bharat menerima penyerahan pembayaran Utang Dana Bagi Hasil (DBH) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Bersama para Kepala Daerah lain se Sumatera Utara, Mutsyuhito menerima pembayaran DBH ini langsung dari Gubernur Sumatera Utara, M Bobby Afif Nasution di aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara (08/08/2025).

Dana tersebut merupakan sebagian kewajiban DBH untuk periode 2023–2024. Bobby mengatakan, penyerahan dana ini merupakan bentuk wujud nyata dari komitmennya untuk menyelesaikan utang DBH kepada Kabupaten/Kota.

Dengan disalurkannya ini, Pemerintah Daerah mungkin bisa menyelesaikan pembayaran ke pihak ketiga, yang sebelumnya tertunda, memperlancar program-program Pemerintah, program pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, ucap Bobby Nasution.

Dana Bagi Hasil (DBH) adalah dana yang bersumber dari pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada Pemerintah Daerah berdasarkan persentase tertentu. Dana ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi, sehingga diharapkan dapat memperbaiki keseimbangan fiskal vertikal antara pemerintah pusat dan daerah serta memperhatikan potensi Daerah penghasil. Secara umum, DBH terdiri dari DBH Pajak (seperti Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Penghasilan, dan Cukai Hasil Tembakau) serta DBH Sumber Daya Alam (misalnya kehutanan, mineral, migas, panas bumi dan perikanan).

Dana Bagi Hasil juga mencakup fungsi sebagai instrumen transfer fiskal yang tidak hanya memperkuat Otonomi dan kemandirian keuangan Daerah, tetapi juga mengurangi ketimpangan fiskal akibat perbedaan potensi dan kemampuan Daerah dalam menghasilkan pendapatan. Dengan adanya DBH maka Daerah yang memiliki sumber daya alam dan potensi pajak lebih tinggi memperoleh bagian yang setara, sekaligus membantu Daerah lain melalui mekanisme pemerataan. DBH menjadi sumber pembiayaan penting yang mendukung penyelenggaraan Pemerintahan dan pelayanan publik di Daerah serta mengkoreksi dampak eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.(Tumangger)

Gerakan Pangan Murah: Polresta Malang Kota Siapkan 36 Ton Beras SPHP

0

KOTA MALANG – Polresta Malang Kota Polda Jatim menunjukkan komitmennya mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Sebanyak 36 ton atau 7.200 sak beras jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) telah disiapkan untuk Gerakan Pangan Murah dan didistribusikan ke Polsek jajaran.

Beras SPHP yang sudah dikemas per 5 kg ini dijual dengan harga Rp 55.000 per sak, lebih rendah dibanding harga di pasaran.

Dari 36 Ton sudah disebar agar lebih merata ke masyarakat, seperti dilingkungan Polresta Malang Kota (1 ton), Polsek Klojen (6 ton), Polsek Kedungkandang (6 ton), Polsek Blimbing (6 ton), Polsek Lowokwaru (7 ton) dan Polsek Sukun (10 ton).

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono SH, SIK, MSi menjelaskan penjualan beras SPHP ini salah satu bentuk dukungan untuk pemerintah yang terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Tujuan kami membantu masyarakat agar bisa mudah untuk mendapatkan beras yang berkualitas dan harga terjangkau, sekaligus Polri membantu dalam menekan inflasi pangan, serta menjaga ketersediaan stok di tengah fluktuasi harga pasar,” ungkap Kombes Pol Nanang, Selasa (12/8/25).

Kombes Pol Nanang menegaskan bahwa target konsumen program ini adalah masyarakat umum, khususnya warga dengan daya beli terbatas.

Untuk itu, Kombes Nanang menugaskan setiap anggota Bhabinkamtibmas dan personel Polsek jajaran mengawasi penjualan diwilayah masing-masing agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan pihak yang menguntungkan diri sendiri.

“Kami berharap beras SPHP dengan harga murah ini, bisa sampai tangan warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini terpantau sangat tinggi.

Hal itu seperti dilihat pada penjualan di Polresta Malang Kota yang dimulai pada Jumat (8/8) pekan lalu langsung menghabiskan stok 1 ton.

Demikian juga Polsek Lowokwaru yang mendapat 7 ton beras juga terjual habis dalam sehari.

“Hingga Senin (11/8), dari data sementara total beras SPHP yang terjual di sudah mencapai 22 ton atau 4.400 sak kemasan 5 kg,”jelas Kombes Pol Nanang.

Hingga berita ini ditulis, proses penjualan masih berlangsung di Polsek Sukun, Blimbing, Klojen dan Polsek Kedungkandang.

Pendistribusian dan penjualan dengan pengawasan kepolisian, Gerakan Pangan Murah ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga dan tepat sasaran.

“Gerakan Pangan Murah Polresta Malang Kota ini salah satu bentuk pelayanan Polri untuk masyarakat, selain menjaga keamanan juga aktif menjaga stabilitas pangan masyarakat tercukupi,” tutup Kombes Pol Nanang. (*)

Pakpak Bharat Fun Run 10K Meriahkan HUT RI,1300 Peserta Ikut Serta

0

Pakpak Bharat Fun Run 10 K digelar hari ini. Tidak kurang dari 1.300 peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam empat kategori yang diperlombakan.

Pakpak Bharat Fun Run ini kita laksanakan untuk menyambut dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Even ini akan menjadi kegiatan rutin kita setiap tahun. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini Pakpak Bharat semakin dikenal diberbagai Daerah, mungkin lewat kehadiran para peserta yang datang dari berbagai Daerah, ucap Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor saat melepas peserta Fun Run.

Saya terkesan dengan Fun Run ini, rute lintasan yang indah dan sejuk, serta cukup menantang. Ini luar biasa, sampai jumpa lagi tahun depan, saya pasti datang. Sekali ini tidak juara, tahun depan mudah-mudahan bisa dapat, juara. Saya sudah faham rutenya, saya akan persiapkan lebih matang lagi. Terimakasih Pakpak Bharat, ucap seorang peserta asal Pematang Siantar.

Berman Siahaan asal Tapanuli Utara berhasil meraih Juara I Kategori Umum Putra, diikuti Anggiat Sihombing (Humbang Hasundutan) dan Glo Apriando Girsang (Simalungun) sebagai juara II dan III. Dikategori Umum Putri Juara I diraih oleh Cilpian Manalu (Medan), dan Maulido Sari (Medan) dan Vitri Sihotang (Sidikalang) sebagai Juara II dan III.

Sementara itu para peserta asal Pakpak Bharat merajai Kategori Pelajar dimana Rafael Boangmanalu asal Sibande menempati podium pertama Kategori Pelajar Putra diikuti Genrosen S Tumangger (Penggegean) dan Pesada Kirana Bancin (P. B. Boang) sebagai juara II dan III. Dikategori Pelajar Putri kakak beradik Aulia dan Bilqis Solin dari Natam Julu menempati Juara I dan II disusul Yuli Elisabet Cibro (Kuta Payung, Salak) sebagai Juara III.

Total hadiah 102 juta Rupiah ditambah berbagai hadiah luckydraw persembahan Bank Sumut Cabang Pembantu Salak dibagikan kepada para peserta yang beruntung hari ini.(Tumangger)

PELATIHAN PENCEGAHAN MITIGASI BENCANA BAGI PENGURUS RUMAH IBADAH

CIMAHI,Selasa(12/08/2025)
Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana bagi pengurus rumah ibadah lintas agama pada Selasa (12/08) di Alam Wisata Cimahi. Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari ini bertujuan untuk membekali para pengurus rumah ibadah dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi potensi bencana.


Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, hadir langsung untuk memberikan arahan sekaligus menegaskan pentingnya transfer ilmu kepada pengurus rumah ibadah dalam kesiapsiagaan bencana. Menurut Adhitia, kegiatan ini merupakan wujud kebijakan inklusif Pemerintah Kota Cimahi dalam rangka mitigasi bencana, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.


“Penanggulangan bencana tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga harus preventif. Karena itu, ilmunya harus ditransfer sejak dini, terutama yang berkaitan dengan pencegahan,” ujarnya.


Adhitia menambahkan, kegiatan pelatihan kebencanaan ini merupakan bentuk tanggungjawab Pemerintah Kota Cimahi untuk memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat Kota Cimahi dari ancaman bencana. Ia pun menuturkan pentingnya upaya mitigasi bencana di rumah ibadah, karena rumah ibadah termasuk fasilitas publik yang menjadi tempat berkumpul masyarakat sehingga setiap pengurus rumah ibadah harus mengetahui dan mampu melakukan upaya evakasi apabila terjadi bencana.
Terkait bencana, Adhitia menambahkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Kota Cimahi kerap dilanda bencana baik alam maupun non-alam. Menurutnya, potensi bencana semakin meningkat akibat ketidakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan kondisi alam.


“Kita harus menjaga keseimbangan, antara manusia dan alam, dengan pengeloaan alam yang baik kita akan mendapatkan hasil yang optimal dari sumber daya alam, namun juga alam terap terjaga sehingga keseimbangan terjaga. Apabila keseimbangan tercapai, insyaallah kita dapat terhindar dari bencana,” pesannya.


Adhitia juga mengapresiasi program BPBD Kota Cimahi yang sebelumnya telah memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada kelompok lansia dan penyandang disabilitas, termasuk komunitas Teman Tuli. Ke depan, Adhitia meminta agar pelatihan juga menyasar generasi muda agar kesadaran akan potensi bencana semakin meluas.

Pelatihan kebencanaan kali ini menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Barat, dengan materi seputar langkah-langkah mitigasi di rumah ibadah jika terjadi gempa bumi atau bencana lainnya. Dengan diadakannya pelatihan kebencanaan bagi pengurus rumah ibadah ini diharapkan masyarakat dapat siap siaga dan mampu melewati ataupun merespon bencana secara efektif dan aman.

Achmad Syafri
Sumber: (Bidang IKPS)

Pemdes Sumbermujur Lakukan Giat Kerja Bakti Peduli Keselamatan Warga Masyarakatnya.

0

Lumajang,/Perbatasan antara desa penanggal dan desa sumbermujur jalan, kabupaten Pemdes desa Sumbermujur Candipuro lakukan giat gotong royong untuk persiapan. pengecoran bahu jalan yang sudah cukup parah, mengingat sering terjadi laka dan menjadi korban di jalan tersebut

Untuk mengantisipasi banyak jatuhnya korban ibu kades Yayuk Sri Rahayu melakukan gerakan dan mengerahkan seluruh perangkat desa untuk bergotong royong, melakukan bersih-bersih sisi bahu jalan yang rusak. Untuk di lakukan pengecoran

tak luput dari gagasan mantan kepala desa bapak Safii yang mana ikut membantunya dalan giat gotong royong tujuannya supaya tidak lagi ada jatuhnya korban lebih banyak lagi.

Menurut Safii kita tidak perlu menunggu, pemerintahan lumajang
Pemdes Sumbermujur Candipuro Peduli Keselamatan Warganya Lakukan Kerja Bakti

meskipun jalan tersebut jalan. Propensi tapi kami selaku pemerintahan desa sumbermujur,candipuro tetap bertanggung jawab atas keselamatan warga masyarakat Sumbermujur khusunya,”tuturnya.(13-08-2025)

kemudian masih kata Safii kami atas nama pemdes Sumbermujur selalu memberikan dukungan kepada pemerintahan lumajang.ini jalan propensi demi keselamatan bersama, maka kami lakukan. bukannya bermaksud apa-apa atau melanggar tata cara akan tetapi niat kami menyelamatkan jatuhnya banyak korban, yang menjadi korban warga kami,”jelasnya

Dengan cara bergotong royong, ini dan melakukan pengecoran sisi bahu jalan kanan kiri dengan harapan supaya dapat mengurangi kecelakaan yang fatal,”tutup Safii.(Markasan)