Home Blog Page 333

Dua Pemuda Jebolan Jagoan Tani Banyuwangi yang Sukses Budidaya Hidroponik Selada

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Prinsip itu tertanam kuat pada dua pemuda asal Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, yang sukses mengembangkan usaha pertanian hidroponik selada.

Mereka adalah Saiful Bahri dan Ferdiansyah, dua pelaku agribisnis yang lahir dari program inovatif Pemkab Banyuwangi, Jagoan Tani.

Di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkunjung ke kebun hidroponik milik Saiful di Dusun/Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Kamis (7/8/2025).

Dari kunjungan itu, terungkap cerita perjuangan Saiful membangun usaha hidroponik dari nol hingga jadi pemasok tetap ke sejumlah gerai kebab dan toko salad di Banyuwangi.

Saiful bercerita, usahanya dimulai saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020. Saat itu, ia tergugah melihat kegiatan bertani hidroponik di Pay Farm, usaha milik Ferdiansyah, berlokasi di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore.

Ia lalu belajar dari Pay Farm dan mulai merintis kebunnya sendiri. Tidak mudah, di awal usaha dia banyak menemui kendala.

“Awalnya merintis tiang greenhouse dari bambu, atap plastik seadanya. Pernah semua tanaman selada mati karena nutrisi kebanyakan. Pernah juga atap roboh karena hujan. Tapi saya terus bangkit dan terus belajar dari kesalahan,” kata Saiful.

Dari kegigihannya, Saiful kini sudah memiliki greenhouse berukuran 12 x 20 meter, dengan 10 meja tanam dan 4.500 lubang hidroponik. Setiap hari ia panen sekitar 10 sampai 20 kilogram selada, yang sebagian besar dikirim ke gerai kebab dan toko salad di Banyuwangi.

“Omzet harian sekitar Rp200 ribu, perbulan sekitar Rp6 juta, bisa lebih saat harga naik. Untuk sekarang, harga jual per kilogram selada ke mitra berkisar Rp20 ribu,” ujar Saiful yang kini mempekerjakan tiga orang dari warga sekitar.

Kesuksesan Saiful tak lepas dari kerja sama dengan Pay Farm, usaha rintisan milik Ferdiansyah, yang juara Jagoan Tani Banyuwangi tahun 2021. Saiful telah menjadi mitra dari Pay Farm.

Pay Farm sendiri, jelas Ferdiansyah, lahir dari semangat untuk membantu anak yatim dan dhuafa melalui pertanian berkelanjutan. Usaha ini mulai tumbuh setelah ia mengikuti program Jagoan Tani.

“Sebelum ikut Jagoan Tani, pasar kami hanya di desa. Setelah itu, kami bisa tembus hingga Surabaya, ke Kratos, salah satu outlet salad terbesar di sana. Kita sudah kontrak dengan mereka,” kata Ferdiansyah.

Dari Jagoan Tani, Ferdiansyah mengaku mendapatkan tiga manfaat. Di antaranya akses relasi pasar, bantuan modal, serta pendampingan keterampilan. Dukungan itu membuat Pay Farm mampu memperluas kapasitas produksi dan menjalin kemitraan dengan lebih banyak petani hidroponik.

“Kami kini punya sekitar 10 mitra, termasuk milik Saiful. Produksi harian bisa sampai 50 kilogram dengan total 30 ribu lubang tanam,” ujarnya.

Bupati Ipuk menambahkan, dua pemuda ini membuktikan bahwa pertanian bukan profesi yang tertinggal, melainkan bisa menjadi jalan sukses jika ditekuni dengan ilmu dan inovasi.

Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak ragu menekuni sektor pertanian, terutama dengan pendekatan teknologi seperti hidroponik. Pemkab Banyuwangi, kata Ipuk, akan terus mendorong lahirnya petani-petani muda yang kreatif dan mandiri.

“Jadi ini contoh dua anak muda yang bisa menjadi inspirasi. Kami mengajak anak muda untuk ikut Jagoan Banyuwangi,” ajak Ipuk. (*/Biro)

Polri Serius Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Melalui Akselerasi Program Makan Bergizi Gratis

0

-Kota Madiun(8/8/2025)-.Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmen kuatnya dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya peningkatan gizi anak bangsa, melalui akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bukti konkretnya adalah peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lapak Kampir di Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, pada Jumat (8/8/2025) sore.

Acara yang dipimpin langsung oleh Irwasum Polri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, SH, MHum, MSi, MM ini dihadiri jajaran Forkopimda Kota Madiun, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah penerima manfaat, dan perwakilan instansi terkait.

SPPG Kanigoro, dibangun dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar hasil sinergi dengan PT Arya Motor Indonesia dan ditargetkan selesai dalam 45 hari, akan beroperasi pada Oktober 2025 untuk melayani 4.103 siswa SD dan SMP penerima program MBG di Kota Madiun, dengan bahan baku bersumber dari pasar tradisional dan UMKM setempat.

Aksi di Madiun ini bukanlah kegiatan insidental, melainkan bagian dari lompatan strategis Polri secara nasional.

Baru pada 6 Agustus 2025 di Malang, Polri telah meresmikan 8 SPPG operasional sekaligus melakukan groundbreaking 205 unit baru secara serentak di seluruh Indonesia.

Perkembangannya hingga Agustus 2025 menunjukkan akselerasi signifikan: 27 unit SPPG telah beroperasi melayani 86.777 penerima manfaat per hari dan menyerap 1.344 tenaga kerja, 34 unit dalam persiapan akhir operasional, 155 unit tahap konstruksi, serta tambahan 205 unit yang memulai pembangunan hari ini.

Total 421 SPPG ini akan menjadi tulang punggung distribusi gizi bagi 1,47 juta orang per hari ketika seluruhnya beroperasi. Polri menargetkan penyelesaian 500 SPPG pada akhir 2025 dan akan memperluas menjadi 1.000 unit pada tahun 2026.

Polri melalui Irwasum Komjen Pol Dedi Prasetyo menekankan dua pilar utama keberhasilan program.

Pertama, komitmen mutu tinggi melalui mekanisme Security Food Test yang wajib dijalankan tim medis Polri (Pusdokkes, Bidokkes Polda, Urkes Polres) pada setiap produksi makanan.

“Ini adalah pembeda SPPG Polri: setiap produksi makanan wajib melalui uji keamanan untuk menjamin standar higienis tertinggi, mencegah keracunan, dan memastikan gizi yang aman untuk penerima manfaat,” tegas Dedi Prasetyo.

Kedua, strategi kolaborasi Penta Helix yang berkelanjutan, melibatkan Pemerintah (TNI-Pemda-K/L), Akademisi (ahli gizi, pangan, kesehatan), Bisnis (UMKM, koperasi, kelompok tani), Masyarakat (relawan, pengelola Yayasan Komunitas Bantu/YKB), dan Media dalam diseminasi informasi.

Pendekatan holistik ini dirancang untuk memutus rantai stunting melalui intervensi gizi tepat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Keberadaan SPPG memberikan dampak multidimensi. Walikota Madiun Dr. Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd menyambut antusias, menyatakan bahwa SPPG tidak hanya memastikan anak-anak mendapat asupan bergizi, tetapi juga menjadi bagian integral dari strategi ketahanan pangan dan peningkatan kualitas lingkungan kota.

“Dapur gizi ini juga menjadi bagian dari upaya menurunkan suhu kota, meningkatkan oksigen, dan menggerakkan ekonomi lokal. Semua harus saling terhubung demi Madiun yang sehat, hijau, dan mandiri pangan,” jelas Maidi.

Irwasum Polri mengajak seluruh rakyat Indonesia bersinergi: “SPPG adalah bukti POLRI hadir membangun masa depan bangsa.

Mari sukseskan program ini bersama demi generasi sehat yang akan memimpin Indonesia Emas 2045.”

Program SPPG menjadi investasi nyata Polri untuk mempercepat pencegahan stunting dan mewujudkan ketahanan pangan serta SDM unggul, mencerminkan presisi Polri dalam mendukung cita-cita nasional.

#SPPGAkselerasi #PolriPresisiUntukBangsa #AstaCitaPrabowo #IndonesiaEmas2045

Sky Farm Glenmore Banyuwangi, Pusat Edukasi Unik “One Stop Sustainability”

BANYUWANGI – Gempurnews.com.Di Kabupaten Banyuwangi terdapat pusat edukasi unik, belajar berbagai hal tentang gaya hidup berkelanjutan (sustainable living). Mulai dari budidaya pangan organik, sumber energi terbarukan, pengolahan air tadah hujan, pengolahan sampah, hingga pembuatan busana dari serat alami.

Tempat itu bernama Sky Farm, sebuah kawasan yang mengusung konsep one stop sustainable living experience, mengajak pengunjung merasakan sekaligus belajar hidup selaras dengan alam, di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Pusat edukasi ini didirikan oleh seorang dokter spesialis orthopedi, dr Ananta Naufal Habibi, Sp.OT bersama istrinya, dr. Anita Yuni.

Saat kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Tegalharjo, Glenmore, Jumat (7/8/2025), didampingi dr. Ananta, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengikuti garden tour untuk melihat berbagai praktik keberlanjutan yang diterapkan di lokasi ini.

“Amazing. Tempat ini sangat tepat untuk belajar, karena semua kebutuhan hidup mulai pangan, air, energi sampai pengolahan sampah di lakukan secara sustainable dan mandiri ada di sini,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, Sustainability Living adalah investasi jangka panjang yang harus mulai dipraktikkan sejak sekarang guna menjawab tantangan perubahan iklim global saat ini. “Bagaimana hidup yang selaras dengan alam bisa kita mulai dari lingkup rumah kita sendiri dan lingkungan sekitar,” tambah Ipuk.

Sky Farm mengusung lima konsep kemandirian, yakni mandiri pangan, energi, air, pengelolaan sampah, dan mandiri serat. Kemandarian pangan, di Sky Farm ini terdapat 43 jenis tanaman, serta peternakan unggas yang dibudidaya secara organik.

“Semua tanaman yang ada di sini kami tanam secara alami, tidak menggunakan pestisida. Tanaman dan juga hewan ternak yang tumbuh di sini untuk kami konsumsi sendiri dan juga sebagai bahan masakan yang disajikan bagi tamu yang datang,” ujar dr. Ananta.

Tak hanya itu, mereka juga mengolah tanaman dan bahan yang ada di sana menjadi minyak esensial, sabun organik, hingga parfum. “Semua kami olah dengan alami,” timpal dr.Anita.

Untuk kebutuhan air, di “Sky Farm” menggunakan rain harvesting system atau tadah air hujan yang diolah untuk kebutuhan air minum dan lainnya. Selain itu di sini juga terdapat enam sumur resapan sebagai tabungan air di musim kemarau.

Di lahan seluas sekitar 1,5 hektare tersebut, menggunakan sumber energi terbarukan. Mulai bio gas, panel surya, hingga dan bahan bakar alternatif yang berasal dari pirolisis plastik.

Bio gas berasal dari kotoran sapi yang didapat dari warga sekitar yang memiliki ternak. Sementara bahan bakar pirolisis plastik, bahan bakunya berasal dari limbah sampah anorganik yang didapat dari pengolahan sampah.

“Kami menggunakan bahan bakar pirolisis hasil olahan kami sendiri untuk genset dan kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah warga sekitar,” kata dr. Ananta.

Saat ini terdapat 276 KK yang ikut dalam pengolahan sampah di Sky Farm. Sampah itu dipilah berdasarkan kategori organik maupun anorganik.

Untuk sampah organik diolah untuk budidaya magot hingga pupuk kompos, sedangkan anorganik digunakan untuk diolah kembali menjadi berbagai bahan daur ulang seperti kancing baju, wadah plastik hingga bahan bakar prirolisis.

Sky Farm sendiri menyediakan guest house bagi pengunjung yang ingin bermalam di sana. Tempat ini telah banyak dikunjungi tamu dari berbagai daerah di Indonesia untuk belajar mengenal tentang cara hidup yang berkelanjutan.

Tidak hanya melihat bagaimana pengolahan limbah dan tanaman organik, di sana juga terdapat galeri pakaian yang dikelola ramah lingkungan. Mengusung konsep ramah lingkungan, fashion yang didesain oleh Anita Yuni ini telah banyak memenangkan lomba di tingkat nasional. Bahkan fashion mereka juga ditampilkan di ajang fashion show internasional.

“Kami juga memproduksi fashion dari serat alami yang juga menjadi salah satu concern kami terhadap sustainability fashion,” ujarnya. (*/Biro)

Wabup Mujiono Dorong Lulusan Akademi Penerbangan Banyuwangi Jadi Pelopor Seaplane Indonesia

BANYUWANGI – Gempurnews.com. Sebanyak 75 taruna dan taruni Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi dikukuhkan dalam acara wisuda Perwira Transportasi Udara Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar di API Banyuwangi, Jumat (8/8/2025).

Raut bangga dan haru tampak dari wajah para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan intensif di lembaga vokasi penerbangan kebanggaan Banyuwangi tersebut. Mereka berasal dari berbagai program pendidikan dan pelatihan.

Para lulusan terdiri dari Program Studi Diploma III Penerbang Sayap Tetap Angkatan IV, Program Studi Diploma III Operasi Pesawat Udara Angkatan III, serta Program Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angkatan XXIV dan Executive Non Diploma.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan para wisudawan telah melewati proses pembentukan karakter dan kompetensi yang tidak mudah, dan kini mereka akan menghadapi tantangan baru di dunia profesional yang sesungguhnya.

“Di akademi, kalian sudah banyak belajar teori dan praktik. Tapi setelah ini kalian akan menghadapi dinamika sesungguhnya. Ini adalah titik awal pengabdian kalian sebagai kader profesional dirgantara Indonesia,” ujar Mujiono saat hadir dalam acara wisuda API Banyuwangi.

Mujiono mengajak para lulusan untuk berperan aktif dalam pengembangan transportasi udara Indonesia, khususnya penerbangan perintis berbasis seaplane.

“Pilot-pilot muda Banyuwangi ini adalah harapan bangsa. Mereka akan menjembatani jarak antarwilayah dan merajut Nusantara dari udara,” ujarnya.

Mujiono menambahkan, API Banyuwangi selama ini telah berperan dalam mendukung pengembangan sektor pendidikan vokasi, transportasi, hingga pariwisata daerah. Menurutnya, keberadaan akademi ini telah memberi nilai tambah tersendiri bagi Banyuwangi.

Direktur API Banyuwangi, Dr. Capt. Daniel Dewantoro Rumani menjelaskan, para lulusan telah dibekali lisensi dan kompetensi lengkap. Untuk program penerbang, mereka memiliki lisensi Private Pilot License (PPL), Commercial Pilot License (CPL), Instrument Rating (IR), dan Multi-Engine Rating (MER) dengan total 225 jam terbang.

“Sementara lulusan program Operasi Pesawat Udara telah memiliki lisensi Flight Operation Officer (FOO), serta kompetensi tambahan seperti AVSEC, Ground Handling, dan Ramp Support,” terang Capt. Daniel.

Daniel menyebut banyak alumni API yang telah bekerja di maskapai ternama seperti Citilink, Super Air Jet, Lion Air, Batik Air, hingga Garuda Indonesia, bahkan ada yang kini berkiprah di luar negeri.

“Kami ingin lulusan tidak hanya jadi pilot, tapi pemimpin masa depan di industri penerbangan. Beberapa alumni bahkan kini telah menjabat posisi manajerial di perusahaan besar,” tutupnya. (*/Biro)

Menyemarakkan HUT ke-80 RI, Kapolres Pasuruan Pasang Umbul-Umbul, Bendera, dan Hias Kendaraan Dinas

PASURUAN — Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kapolres Pasuruan bersama pejabat utama (PJU) Polres Pasuruan melaksanakan pemasangan umbul-umbul dan bendera Merah Putih di lingkungan Mapolres Pasuruan, Sabtu (10/8/2025).

Kegiatan ini dimulai sejak pagi dengan melibatkan seluruh pejabat utama dan anggota Polres Pasuruan. Pemasangan dilakukan di depan gedung utama Mapolres, area penjagaan, serta sejumlah titik strategis di lingkungan kantor.

Kapolres Pasuruan, AKBP Dani Jazuli, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan menyemarakkan peringatan kemerdekaan di tahun bersejarah ini.

“Pemasangan umbul-umbul dan bendera ini bukan hanya sekadar dekorasi, tetapi wujud penghormatan dan kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami juga mengimbau seluruh anggota untuk ikut berpartisipasi menghiasi lingkungan kerja maupun rumah masing-masing,” ujarnya.

Selain pemasangan di area Mapolres, Kapolres Pasuruan juga memimpin penyematan bendera Merah Putih di seluruh kendaraan dinas operasional, baik roda dua maupun roda empat. Hal ini bertujuan agar semangat kemerdekaan terasa tidak hanya di lingkungan kantor, tetapi juga saat personel bertugas di lapangan.

Kapolres berharap langkah ini dapat menginspirasi masyarakat Pasuruan untuk ikut memasang bendera di rumah, tempat usaha, maupun kendaraan pribadi. “Mari kita jadikan momentum HUT RI ke-80 ini sebagai pengingat untuk terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” pungkasnya.(Qomar)

Polres Probolinggo Amankan 9 Orang Tersangka Kasus 3C Selama Juli 2025

PROBOLINGGO,- Satreskrim Polres Probolinggo Polda Jatim berhasil mengungkap 8 kasus 3C (Curas, Curat, Curanmor), dalam kurun waktu Juli 2025.

Dari pengungkapan ini, petugas mengamankan Sembilan orang tersangka.

Diantaranya, AH (39), warga Wonoasih; N (34), warga Kropak Bantaran; NM (26), warga Pakuniran; SA (33), warga Tongas; A (20) warga Tiris; H (41), warga Pakuniran; ME (28), warga Jember; AW (32) warga Lumajang; dan AJP (21) warga Dringu.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan, penangkapan para pelaku ini bermula dari laporan masyarakat yang dirugikan akibat ulah para pelaku.

Menanggapi laporan tersebut anggota Satreskrim Polres Probolinggo melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengungkap kasus-kasus tersebut.

“Dalam waktu Juli 2025, kami berhasil mengungkap 3 kasus curat, 4 kasus curanmor, dan 1 kasus curas yang sangat meresahkan masyarakat,” kata AKBP Latif saat konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Jumat (8/8/2025).

Dari sejumlah kasus tersebut, terdapat dua kasus menonjol diantaranya pencurian kotak amal di Musala Syeh Abdul Qodir Jailani Perunahan Semampir Indah I, Kraksaan dan pencurian kendaraan bermotor di Masjid Desa Sentul, Gading.

Terbilang menonjol dikarenakan pencurian kotak amal ini terekam CCTV sehingga menjadi perhatian publik ketika rekaman tersebut dibagikan ke media sosial.

Sedangkan, kejadian curanmor di Gading juga viral di media sosial karena dua pelakunya tertangkap warga saat berusaha menggasak sepeda motor ketika korbannya Salat Jum’at.

“Modus para pelaku ini mengincar sepeda motor yang terparkir tanpa penjagaan tukang parkir. Mereka merusak kunci kontak sepeda motor lalu menggunakan kunci palsu yang terbuat dari kunci T yang telah dimodifikasi,” ujar AKBP Latif .

Untuk para tersangka, Polisi menerapkan pasal yang berbeda sesuai dengan peran mereka.

Pelaku pencurian dengan pemberatan dan pelaku pencurian kendaraan bermotor dijerat Pasal 363 KUHP, sementara pelaku pencurian dengan kekerasan dijerat Pasal 365 KUHP yang keduanya diancam dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara.

“Kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat yang turut membantu memberi informasi dan mempermudah kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus pencurian ini,” pungkasnya. (*)

Gerakan Pangan Murah :Komitmen Polrestabes Surabaya Stabilkan Harga dan Menjamin Ketersedian Pangan

SURABAYA — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Polda Jatim kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Kota Surabaya dengan menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh wilayah hukumnya, Jumat (8/8/2025).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bukti konkret kehadiran negara melalui institusi Polri di tengah masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk respon cepat atas naik-turunnya harga kebutuhan pokok yang seringkali menyulitkan warga.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, secara langsung memimpin jalannya kegiatan dan menjelaskan bahwa aksi ini digelar depan Polrestabes Surabaya dan Polsek jajaran di Surabaya.

“Kegiatan gerakan pangan murah hari ini kita laksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polsek seluruhnya ada 25 ton beras yang hari ini kita jual dengan harga Rp12.000,” terang Kombes Pol Luthfi.

Selain beras juga disediakan minyak goreng,terigu, dan gula yang akan diberikan cuma – cuma kepada masyarakat yang datang berbelanja di pasar murah ini.

“Jadi setiap masyarakat yang datang membeli kita berikan secara gratis gula atau minyak, nanti ada pilihannya,” terang Kombes Luthfi.

Dengan sistem pembelian maksimal dua kemasan atau setara dengan 10 kilogram per keluarga, Kapolrestabes Surabaya memastikan bahwa distribusi ini merata dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan warga.

Kegiatan ini juga bertujuan menjaga agar harga beras tidak melonjak di pasaran dan memberikan kepastian ketersediaan pangan bagi masyarakat bawah.

Kapolrestabes Surabaya menegaskan bahwa kegiatan ini tidak bersifat sekali jalan, melainkan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Jadwal distribusi akan diatur agar tetap merata dan dapat menjangkau lebih banyak warga di titik-titik strategis kota Surabaya.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan terus secara continue, waktunya kita akan atur sehingga mungkin tidak serentak,namun setiap hari ada,” jelasnya.

Melalui program ini, Polrestabes Surabaya Polda Jatim ingin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan bahan pokok, sekaligus menjadi pengendali psikologis pasar agar spekulasi harga dapat dicegah sejak dini.

Gerakan pangan murah ini bukan hanya aksi karitatif semata, tetapi juga bagian dari strategi keamanan sosial untuk menciptakan suasana yang kondusif di tengah situasi ekonomi yang dinamis.

Kombes Pol Luthfi berharap kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui program ini dapat memberikan rasa aman, sejuk, dan memperkuat jalinan kedekatan antara Polisi dan masyarakat. (***)

Sosialisasi Teknologi Pertanian Untuk Optimalisasi Pertanian Modern

Gempurnews | Pemalang – Kelompok Tani Nelayan Andalan Indonesia (KTNAI) Kabupaten Pemalang mengadakan kegiatan Sosialisasi Teknologi Pertanian pada Kamis (7/8/25) di RM. GATTRA jln. Anggur Bojongbata Kabupaten Pemalang, yang dihadiri oleh semua Kades/Lurah se Kecamatan Pemalang, Para Kelompok Tani,serta Ketua KDMP, Bumdes dan Pengurus KTNA.

KTNA itu sendiri adalah mitra Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten, yang terdiri dari kelompok tani dengan tujuan mensosialisasikan program ketahanan pangan sesuai dengan Program Presiden

Dalam hal ini Penasehat KTNA yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Desa Bojongnangka (Wahmu) menyampaikan Sosialisasi Teknologi Pertanian adalah kegiatan untuk memperkenalkan,menjelaskan dan melatih petani mengenal berbagai inovasi teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas dan efesiensi usaha tani.

Wahmu juga menjelaskan tujuan kegiatan ini utamanya adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani agar dapat menggunakan alat teknologi tepat guna dalam kegiatan pertanian sehari hari serta meningkatkan produktivitas.”ujarnya.

Dalam Sosialisasi Teknologi Pertanian ini para peserta juga diperkenalkan dua alat Teknologi Pertanian, yang pertama adalah Transfenter atau alat tanam,dan kenapa harus dimulai dengan sekarang, karena untuk mencari pekerja tanam sekarang susah sehingga mulai memperkenalkan alat teknologi Transfenter yang hemat biaya dan efektif. “ujarnya.

Kemudian yang kedua adalah drone penyemprot petisida dan pupuk, agar dapat memperingan beban para petani dalam berkerja. Penyemprotan menggunakan drone akan lebih menjangkau area yang sulit dijangkau,sehingga dapat menghasilakan penyemprotan yang merata. “pungkasnya.

Menurut Wahmu Kades Bojongnangka alat drone penyemprotan ini membawa 20 liter untuk luas lahan sekitar 1 hektar bahkan bisa sampai 60 liter tergantung dari kebutuhan luas lahan tersebut, jadi dengan penggunaan alat ini bisa efektif dan efesien biaya,sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani terutama dalam hal tenaga kerja dan penggunaan petisida/pupuk. “katanya.

Dalam kegiatan ini adalah untuk mendorong moderenisasi dan mewujudkan pertanian yang lebih efesien,produktif dan berkelanjutan, dan disertai dengan pelatihan cara penggunaan drone penyemprotan, penjelasan manfaat serta sesi tanya jawab oleh para peserta.

(yn26)

SMAN 1 Pemalang : Penerimaan Dan Pengesahan Anggota Penegak Ambalan Sitapak Dan Simonglang Di Warnai Dengan Tradisi Perkemahan

Gempurnews | Pemalang – Dalam rangka penguatan mental dan kemandirian siswa SMAN 1 Pemalang melaksanakan kegiatan kepramukaan yang disertai perkemahan orentasi penerimaan anggota Ambalan Sitapak dan Simonglang kepada adik kelas X, yang diadakan di gudep 07.01 SMAN 1 Pemalang.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan sudah menjadi tradisi di gudep 07.01 SMAN 1 Pemalang,sebagai anggota kepramukaan yang baru dengan kegiatan kemah 1 hari 1 malam di sekolah mulai hari jumat s/d sabtu 8 sampai 9 Agustus 2025.

Menurut kakak Pembina Gudep 07.01 SMAN 1 Pemalang Kak Tirto, kegiatan perkemahan yang mengusung tema ” Tunas Mengakar Dalam Jiwa, Menancap Cikal Dalam Dada” dapat diartikan anggota Pramuka Ambalan Sitapak dan Simonglang harus bisa mengembangkan diri mereka seperti akar pohon yang terus beetumbuh dan berkembang hingga sampai puncak pohon yang membuahkan hasil terbaik. “kata Kak Tirto.

Tujuan kegiatan perkemahan ini sekaligus penerimaan dan pengesahan anggota Penegak Ambalan Sitapak dan Simonglang, dengan harapan calon Pramuka Penegak dapat menunjukan sikap kepribadian dan karakter baik, bertaqwa, bermoral, disiplin, tertib, terampil, mandiri, berbakat, tangkas serta bersahaja sebagai dasar dalam kehidupan bermasyarakat. “harapnya.

Kegiatan Penerimaan dan Pengesahan anggota Penegak Ambalan Sitapak dan Simonglang ini menjadi momentum dan pengalaman yang berharga bagi anggota Pramuka, karena tidak hanya memberikan kesenangan tetapi juga membentuk karakter kemandirian dan ketrampilan di masa mendantang. 

(yn26)

.

Setwan Barut Terima Kunjungan Kerja DPRD Barsel 

BARITO UTARA- Dalam upaya memperkuat sinergi antar daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima kunjungan kerja dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) pada Senin (4/8/2025) lima hari yang lalu.

Kunjungan ini bertujuan untuk membahas implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2025, yang mengatur tentang standar harga satuan regional di berbagai sektor pemerintahan.

Rombongan yang terdiri dari delapan anggota DPRD Barito Selatan dipimpin oleh Ketua DPRD, Ir. HM Farid Yusran. Dalam pertemuan tersebut, para pihak berdiskusi mengenai tantangan dan peluang yang muncul dalam penerapan regulasi baru ini, khususnya dalam hal pengelolaan anggaran daerah yang lebih transparan dan efisien.

Ketua DPRD Barito Selatan, HM Farid Yusran, mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kesempatan ini untuk berdialog dengan DPRD Barito Utara.

“Kami percaya, dengan saling berbagi pengetahuan, kita bisa lebih baik dalam mengimplementasikan Perpres 72 Tahun 2025 ini. Ini adalah langkah penting dalam mewujudkan tata kelola anggaran yang lebih efektif, sehingga dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Ketua DPRD Barsel.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Barito Utara, Sudiyono, menyatakan bahwa penerapan Perpres 72 Tahun 2025 merupakan tantangan yang harus dijawab bersama oleh semua lembaga legislatif di tingkat kabupaten/kota.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai ajang tukar pengalaman dan pandangan. Sinergi antar daerah sangat penting agar kita bisa memaksimalkan pengelolaan anggaran sesuai ketentuan pemerintah pusat, demi pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujar Sudiyono.

Pertemuan ini dihadiri juga oleh Kepala Bagian Umum dan Keuangan DPRD Barito Utara, Isna Wardana, SE, M. AB, dan Perisalah Rapat, Kristiani Damayanti, SE. Diskusi berlangsung dalam suasana kekeluargaan, dengan kedua belah pihak berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam mempercepat proses implementasi Perpres 72 Tahun 2025.

Sebagai sesi penutup dalam kunjungan kerja DPRD Barito Selatan tersebut, diakhiri dengan harapan bersama bahwa melalui kerja sama ini, kualitas pengelolaan anggaran dan pelayanan kepada masyarakat di kedua daerah dapat meningkat secara signifikan.  (SS)