Home Blog Page 389

Bupati PakPak Barat Franc Bernhard Tumanggor Berikan Supprot pada Siswa Siswi Terbaiknya

Gempurnews,com/Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor mengundang dua putra putri terbaik Pakpak Bharat yang akan berangkat mengikuti Pelatihan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang akan bertugas dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi tingkat Provinsi Sumatera Utara, 17 agustus mendatang. Siti Aisyah Lestari Berutu dan Christian Cibro, keduanya merupakan siswa SMA Negeri 1 Salak, mereka akan mengikuti pelatihan ini di Medan usai dinyatakan lulus sebagai Anggota Paskibraka Sumatera Utara tahun 2025 utusan Kabupaten Pakpak Bharat.

Siti Aisyah Lestari Berutu sendiri masih akan melanjutkan mengikuti Verifikasi Lanjutan Calon Paskibraka Tingkat Pusat Di Jakarta mewakili Sumatera Utara yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni hingga 29 Juni 2025 mendatang.

Semoga nanti bisa diterima menjadi anggota Paskibraka tingkat pusat dan menjadi kebanggaan serta sejarah baru dari Kabupaten Pakpak Bharat, ucap Franc.

Kepada mereka berdua Bupati berpesan agar mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu yang diberikan para pelatih, serta mampu memberikan kemampuan terbaiknya.

Paskibraka adalah salah satu modal dalam meraih cita-cita, khususnya pada bidang keamanan negara, baik yang menjadi anggota TNI, Polri dan sebagainya. Selamat jalan dan tetap berlatih, jadilah kebanggaan Pakpak Bharat dan kebanggaan orang tua, pesan dia.

Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd turut menghadiri pelepasan ini, memberikan dorongan semangat bagi mereka berdua. Dikesempatan ini Franc Bernhard Tumanggor memberikan bantuan uang saku bagi dua orang putra putri terbaik Pakpak Bharat ini.(Tumangger)

Kunjungan Wapres RI ke Bondowoso Suspport Petani Kopi

Bondowoso,Gempur News – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Bondowoso, masyarakat menyampaikan beragam harapan dan aspirasi saat bertemu dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Selasa (24/6/2025).

Turut hadir dalam kunjungan kerja Wapres RI tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan sejumlah OPD lainnya.

Salah seorang petani kopi Kecamatan Sumberwringin, Febreadi menyampaikan, bahwa kehadiran Wakil Presiden dan Gubernur di daerah mereka membawa angin segar bagi petani kopi.

Ia berharap adanya perhatian serius terhadap peningkatan produktivitas, akses pasar yang lebih luas, serta dukungan alat-alat pascapanen.

“kami juga bersemangat untuk mendirikan Koperasi Merah Putih untuk petani,” kata dia saat bertemu Wapres RI.

Sementara itu, Ibu Adi Kusnia, salah satu pekerja yang telah puluhan tahun bergelut di sektor perkebunan kopi, berharap jaminan keberlangsungan kerja agar tetap dapat menghidupi keluarga.

“Saya sudah bekerja belasan tahun. Kami hanya ingin tetap bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anak-anak,” tuturnya lirih.

Hal senada juga disampaikan Agus Suprapto, petani kopi PMO Nusantara. Ia mengapresiasi adanya pendampingan oleh tim Puslitkoka yang telah membantunya memahami teknik budidaya dan pengolahan kopi secara profesional.

Namun, Agus juga menyoroti tantangan besar dalam proses hilirisasi. Menurutnya, meski PTPN telah menyediakan fasilitas pengolahan, letaknya terlalu jauh dari lahan para petani.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memfasilitasi alat pemrosesan kopi dari hulu ke hilir yang lebih dekat dengan sentra produksi.

Dia juga berharap ada bantuan mesin pengolahan kopi, ketersediaan pupuk yang terjangkau. Mengingat saat ini harga pupuk non-subsidi, seperti ZA Plus, mencapai Rp 500 ribu.

“Kami juga butuh pupuk, supaya harga diturunkan lagi. Karena kopi jika tidak dipupuk, produktivitas dan buahnya tidak bagus,” akunya.

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menjelaskan, bahwa permasalahan kopi tidak jauh beda dengan komoditas padi dan tebu.
Diantaranya adalah masalah pupuk, harga, bibit, pengairan dan mekanisasi.
ni nanti akan segera ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Wapres juga menilai kopi di Bondowoso terus dikelola dengan baik. Sebab kata dia, hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

“Saya titip tadi bapak ibu. Peningkatan kualitas dan produktivitas. Jadi harga antara green bean dan cherry ini luar biasa. Jadi harus kita dorong terus,” kata Wapres.**

Olahraga Bersama Warnai Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Mapolres Pasuruan

Pasuruan – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Pasuruan menggelar kegiatan olahraga bersama yang berlangsung meriah dan penuh semangat pada Selasa pagi, 24 Juni 2025. Acara yang digelar di Lapangan Sarja Arya Racana, Mapolres Pasuruan, Jl. Dr. Soetomo No. 2 Bangil ini diikuti oleh berbagai unsur Forkopimda serta jajaran Polres Pasuruan.

Kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dengan pembukaan dan sambutan dari Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak dan menekankan pentingnya momen olahraga bersama sebagai bentuk sinergi lintas institusi serta upaya menjaga kesehatan dan kekompakan. “Hari ini kita tidak hanya berolahraga, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar instansi untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Tampak hadir Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Pasuruan Benny Sudarsono, S.H., M.H., Danramil Gondangwetan Kapten Inf Hadi Erlanto, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Fery Hary Ardianto, S.H., Wakapolres Kompol Andy Purnomo, S.H., M.H., serta para pejabat utama Polres Pasuruan.

Rangkaian acara meliputi jalan sehat, senam bersama, pembacaan doa, serta hiburan dan pembagian doorprize yang semakin memeriahkan suasana. Kegiatan berlangsung hingga pukul 09.30 WIB dalam kondisi aman, tertib, dan penuh antusiasme.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, namun menjadi wadah strategis mempererat hubungan antar lembaga penegak hukum dan instansi vertikal di Kabupaten Pasuruan. Sinergitas ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum yang kokoh di wilayah setempat.(Qomar)

Raker DAD Barito Utara Bertemakan Ide Utama Memajukan Komuitas Adat Dayak

BARITO UTARA- Organisasi atau lembaga adat yaitu Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng)  mènjujung tinggi harkat dan martabat kelembagaan, bertekad dan bersatu padu memajukan komunitas adat Dayak di Daerah Barito Utara.

Tagline dimaksud  dituangkan sebagai inti atau Ide utama pada rapat kerja (raker) DAD Barito Utara yang diselenggarakan bertwmpat pada Gedung pertemuan Balai Antang Muara Teweh, Selasa (24/6/2025).

Dalam Raker DAD Barito Utara, dihadiri Pj. Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, SW. MPA, Wakil Ketua DAD Kalteng, Yansen Binti, Ketua DAD Barito Utara, Amir Mahmud, Kapolres Barito Utara, AKBP. Singgih Pebiyanto, SH. SIK, Dandim 1013 Muara Teweh, Letkol. Inf. Agussalim Tuo, SH. M.IP, dan peserta Raker DAD Barito Utara priode 2023- 2028.

Pada Raker ini Ketua Umum DAD Kabupaten Barito Utara, Amir Mahmud, mengatakan, Topik tersebut bukanlah rangkaian kata, melainkan sebuah komitmen, tekad bersama untuk memperkuat akar budaya, demi memastikan adat Dayak terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian tak terpisah dari kehidupan di Barito Utara.

“DAD selama ini tetap berjalan, meski diakui ada sedikit perlambatan dan kurangnya kekompakan. Itu terutama disebabkan oleh kesibukan pribadi para pengurus. Namun, saya pastikan, pelayanan publik DAD tetap berjalan dengan baik,” jelas Ketua DAD.

“Mahmud Sebagai ketua DAD Barito Utata, menegaskan bahwa DAD di Barito Utara tak ada diibaratkan bulan terbit dari Barat atau dari timur (kembar), hanya ada satu kepemimpinan yang sah diakuiboleh hukum dan semua harus taat pada peraturan.

“la menambahkan, Raker ini juga menjadi jembatan atau forum komunikasi untuk membangun koordinasi dan antara lembaga DAD dengan berbagai organisasi masyarakat lainnya, sehingga dapat bersinergi.

Ketum DAD Barito Utara, ia juga dalam Raker tersebut mengemukakan, hingga saat ini belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang menaungi DAD Barito Utara, meski usulan beberapa kali dilayangkan ke DPRD dan Pemkab.

Sebab itu, ia memohon kepada Ketua Umum DAD Kalteng dia juga selaku gubernur, agar berkenan membuat Perda Provinsi secara langsung untuk, DAD kabupaten/kota. Termasuk permohonan dana CSR dapat dikelola DAD masing- masing.

Ketua DAD Kalteng, Agustiar Sabran, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Ketua DAD Kalteng, Yansen Binti, mengatakan, DAD berkewajiban menjaga, memelihara, melestarikan, dan memberdayakan keberadaan masyarakat adat Dayak beserta budaya dan hukum adatnya.

“Saya berharap agar DAD Kabupaten Baroto Utara terus bersinergi dengan semua pihak. Bangun semangat kebersamaan dan koordinasi,” pesan dia.

Pj Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, mengharpkan, DAD sebagai lembaga mitra Dayak menghasilkan raker yang memberikan sumbangsih bagi pembangunan masyarkat dan seluruh kegiatan di Barito Utara.

Ketua Panpel Raker, Esdi Pangganti, menyatakan, raker indra bertujuan merumuskan arah kebijakan dan program kerja DAD ke depan.    (SS)

4 Orang Diduga Kasus Narkotika Jenis Sabu, Diamankan Satresnarkoba Polres Barito Utara

BARUTO UTARA- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polisi Resort (Polres) Barito Utara, Polisi Daerah (Polda) Kalimantan Tengah ( Kalteng) telah berhasil menangkap dan  mengamankan 4 (empat) orang, diantaranya 1 (Orang) diketahui Aparatur Sipil Negara, (ASN) diduga tersangka kasus peredaran narkotika di wilayah hukum Barito Utara, pada Minggu malam 22 Juni 2025 pukul 20. 00 Wib, di rumah yang beralamat di jalan A. Yani no.157- Rt.027 Kelurahan Melayu Muara Teweh.

Kapolres Barito Utara, AKBP. Singgih Febiyanto, SH. SIK., melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara, Iptu. Novendra W.P. pada Selasa (24/6/2025) membenarkan, penangkapan dan pengamanan kasus tersebut, akan ditangani secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Dikatakan Kasubsipenmas Polres Barito Utara,  Penggerebekan yang dilaksanakan petugas Satresnarkoba Polres Barito Utara, ini berawal dari hasil pengembangan, penyelidikan dan berdasarkan pengakuan seorang tersangka sebelumnya berinisial Rz, yang mengaku memperoleh narkotika dari seseorang berinisial FW alias A.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 4 (empat) orang tersangka yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika, dua diataranya Perempuan. Keempat tersangka yakni FW alias A, laki-laki (43 tahun), warga jalan Ahmad Yani No. 66, Kelurahan Melayu, Teweh Tengah, H alias HNR, laki-laki (35 tahun), warga jalan Panti Ajar No. 77, Kelurahan Lanjas, Teweh Tengah, TR alias R, Perempuan (28 tahun), warga jalan Pasar Baru Desa Kandui, Kecamatan Gunung Timang dan jalan Karengan, Kelurahan Jambu, Teweh Baru dan RK alias R, Perempuan  (40 tahun), warga Jalan Ahmad Yani No. 157, Kelurahan Melayu, Teweh Tengah,” ungkap Kasupsipenmas.

Setelah dilaksanakan penangkapan oleh Polisi, maka ke 4 (empat) orang tersebut dilakukan penggeledahan badan dengan disaksikan oleh Ketua RT dan warga setempat,” kata Iptu Novendra.

Kemudian lanjut Iptu. Novendra, tidak hanya samapai disitu saja Polisi juga melakukan pengeledahan sampai didalam rumah, ternyata ditemukan dua paket kecil berisi serbuk kristal putih yang diduga narkotika jenis shabu dengan berat brutto 1,39 gram. Satu paket ditemukan di dalam tas, sedangkan satu paket lainnya ditemukan dalam kardus air mineral,” tambah Kasubsipenmas Polres Barito Utara.

Selain narkotika, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, yakni 1 (satu) buah timbangan digital warna silver, 1 (satu) buah pipet kaca, 1 (satu) buah alat hisap shabu (bong), 1 (satu) buah korek api merek Tokai, 2 (dua) buah sendok takar dari sedotan plastik warna biru dan putih serta barng bukti lainya,” terangnya lagi.

“Saat ini para tersangka berikut barang bukti telah diamankan ke Mapolres Barito Utara, guna dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Para ke 4 (empat) tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 dan Jo Pasal 127 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas Iptu. Novendra.

Polres Barito Utara terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba demi menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.  (SS)

Kabid PPPA Pemalang Rakor : Peningkatan Kapasitas Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program KUBE

Gempurnews | Pemalang – Dinas Sosial Kabupaten Pemalang melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak ( PPPA), Triyatno Yuliarso., melaksanakan kegiatan untuk Kelompok Usaha Bersama ( KUBE), yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga melalui usaha ekonomi produktif.

Kepala Bidang PPPA Triyatno Yuliarso mengatakan program KUBE ini adalah kelompok masyarakat miskin yang membentuk usaha berasama untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,serta mengembangkan usaha dan kepedulian sosial kelompok. “katanya.

KUBE bukan sekedar memberikan bantuan modal, tetapi ini adalah program yang memberikan edukatif untuk peningkatan kapasitas masyarakat, serta di latih untuk bisa mengolah, memproduksi, hingga menawarkan produk. ” ujar Triyatno. Senin ( 23/6/25).

Salah satu contoh invoasi lokal yang dihasilkan melalui program KUBE adalah pengolahan limbah kulit nanas menjadi pupuk organik cair dan padat yang dinamakan ” Tennas”.

Inovasi ini di gagas oleh salah satu masyarakat yang bernama Siti Rohamah penyuluh pertanian di Kacamatan Belik.

Siti Rohamah mengungkapkan “waktu itu banyak limbah kulit nanas di pasar , agar tidak menjadi sampah Siti Rohamah berinisiatif membuka pelatihan bersama kelompok tani untuk cara membuat pupuk organik.”ucap Siti.

Sekarang Kecamatan Belik mampu memproduksi pupuk organik dari limbah kulit nanas yang sudah teruji dan terbukti manfaatnya. “tambahnya.

Saat ini sudah terbentuk 79 Kelompok KUBE di berbagai wilayah Kabupaten Pemalang, dan setiap kelompok menyesuaikan jenis usahanya dengan potensi lokal yang ada baik dari sektor pertanian,peternakan,maupun pengolahan hasil bumi,tentunya ini diperkuat dengan dukungan legalitas melalui lintas sektor dinas terkait.

Triyatno Yuliarso berharap dengan program KUBE ini dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang signifikan bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan sosial keluarga. 

(yn26)

Pembangunan Infrastruktur dan Penataan Wilayah Kota Cimahi,Menjadi Sorotan KDM

Cimahi,Senin(23/06/2025)
Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) pada perayaan Hari Jadi Kota Cimahi yang ke -24 tahun 2025 menjadi momen penting bagi Kota Cimahi,Dengan sangat dikenalnya sosok KDM yang dekat dengan Masyarakat menjadi nilai plus untuk Kota Cimahi,Walikota Cimahi Ngatiyana optimis akan membangun Kota Cimahi sebagai penyangga Ibukota propinsi Jawa Barat.

Ngatiyana berharap, “Kota Cimahi akan semakin dewasa dan cepat dalam melakukan pembangunan,”ujarnya saat melakukan Konferensi Pers di pendopo DPRD Kota Cimahi. Sabtu (21/6).

“Kami bangga semangat Kota Cimahi didukung oleh Gubernur Jawa Barat, Alhamdulillah kehadirannya membawa dampak positif bagi pembangunan Kota Cimahi”ungkap Ngatiyana.

Menurut Ngatiyana pula,ada beberapa poin yang dipesan gubernur salah satunya, yakni pengolahan sampah yang harus segera diselesaikan serta infrastruktur jalan yang harus segera dipercepat pembangunannya guna mengurangi kemacetan. Selain itu, keberadaan puskesmas di Cibereum, pengolahan air minum di Cigugur dan kebaradaan Lab puskesmas tidak lepas dari pesan gubernur jawa barat, yang alhamdulilah semua sedang dilakukan pengerjaannya oleh pemerintah Kota Cimahi.,”ungkapnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat menyampaikan terkait Kota Cimahi sebagai Kota penyangga propinsi Jawa Barat yang saat ini sudah padat dengan penduduk. Dirinya menginginkan agar Kota Cimahi melakukan langkah kolaborasi dengan daerah sekitar (Bandung Raya) untuk melakukan kerjasama strategis dalam penataan wilayah.

“Kota Cimahi memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi, maka akan timbul persoalan sanitasi,penataan taman-taman kota yang harus diperhatikan oleh pemerintah Kota. Selain itu, pembangunan jalan kualitasnya harus bagus dan Kota Cimahi harus bisa mengembangkan pengolahan sampah secara mandiri, baik dilingkungan warga, Kelurahan dan Kecamatan” ungkap Dedi Mulyadi.

Hal penting disampaikan Gubernur adalah perlunya penataan wilayah yang baik, yakni pembagian wilayah antara Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat yang harus segera dimusyawarahkan. Hal ini penting dilakukan guna tatanan kepengelolaan wilayah menuju arah yang lebih baik.

Dedi mencontohkan, “Ada satu wilayah paling ujung yang beranggapan wilayah tersebut tidak terkelola dengan baik, karena lokasinya ada di perbatasan sehingga merasa tidak terkelola. maka, bila memungkin dapat tergarap oleh salah satu wilayah terdekat, sebaiknya berikan saja untuk dikelola, kan kita masih berada disatu wilayah yang sama yaitu propinsi Jawa Barat sama. Ujar Dedi.

Hal lain Dedi juga meminta Kota Cimahi untuk menyelesaikan problem lingkungan seperti premanisme, kenakalan remaja yang memang menjadi bagian dari penyakit kota yang harus segera dilaksanakan.”Tutup Gubernur Dedi Mulyadi.

Achmad Syafei

Mas Wapres Blusukan Langsung Tinjau Fasilitas Puskesmas Di Lereng Ijen.

BONDOWOSO – Komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah terpencil kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka, ke Kabupaten Bondowoso, Selasa (24/6/2025).

Setelah menghabiskan dua hari di Banyuwangi, Wapres melanjutkan rangkaian lawatannya ke wilayah tapal kuda dengan mengunjungi Puskesmas Kecamatan Sempol. Salah satu kawasan pegunungan terpencil yang terkenal dengan keindahan alam serta hasil kopi unggulannya.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran meninjau langsung kondisi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat, terutama di daerah dengan akses geografis menantang. Ia didampingi jajaran pejabat dari Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov ) Jawa Timur, serta unsur Forkopimda Bondowoso.

Rombongan menyisir sejumlah ruang pelayanan seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang perawatan, hingga poli rawat jalan. Tak sekadar meninjau, Wapres juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan tenaga kesehatan dan pasien, menggali informasi seputar kualitas layanan, ketersediaan alat medis, hingga tantangan yang dihadapi dalam operasional sehari-hari.

“Puskesmas adalah garda terdepan layanan kesehatan kita. Terlebih di daerah pegunungan seperti Sempol, keberadaan fasilitas yang lengkap dan layak bukan lagi keinginan, tapi keharusan,” ungkap Gibran kepada awak media usai peninjauan.

Ia menambahkan, pemerataan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas nasional dalam memperkuat sistem kesehatan primer. Untuk itu, Wapres mendorong agar pemerintah daerah lebih aktif mengidentifikasi kebutuhan darurat di puskesmas-puskesmas terpencil guna segera diusulkan dalam program strategis nasional, baik melalui Kementerian Kesehatan maupun skema bantuan dari kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Bupati Bondowoso, KH. Abd. Hamid Wahid yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut menyatakan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya, khususnya dalam sektor kesehatan.

“Ini bukan hanya kunjungan simbolik, tapi bukti nyata bahwa wilayah-wilayah seperti kami tidak dikesampingkan dalam pembangunan kesehatan nasional,” ujar Bupati.

Ia berkomitmen untuk segera menindaklanjuti arahan Wapres dengan mempercepat pemetaan kebutuhan sarana dan prasarana di seluruh puskesmas, terutama yang berada di wilayah-wilayah terpencil seperti Ijen, Wringin, dan Tlogosari.(Ari).

Hari Bhayangkara ke -79, Polres Kediri Kota Gelar Bakti Religi di Sejumlah Tempat Ibadah

0

KOTA KEDIRI – Menyambut Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polres Kediri Kota Polda Jatim menggelar kegiatan Bakti Religi dan Bakti Sosial di sejumlah tempat ibadah.

Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji mengatakan kegiatan bakti religi dan Bakti Sosial yang bersentuhan dengan tempat ibadah itu sebagai wujud kepedulian Polri dalam hal ini Polres Kediri Kota Polda Jatim.

“Kegiatan ini, menjadi salah satu wujud kepedulian Polres Kediri Kota terhadap tempat-tempat ibadah,” tutur AKBP Bramastyo Priaji, Senin (23/6).

Hal ini lanjut AKBP Bramastyo, dilakukan demi menjaga toleransi dan hubungan yang harmonis antara kepolisian dengan masyarakat dari berbagai agama.

“Bakti religi ini dilaksanakan demi menjaga toleransi dan hubungan yang harmonis antara Polres Kediri Kota dan warga sekitar,” lanjut Kapolres Kediri Kota.

Kegiatan bakti religi oleh anggota Polres Kediri Kota Polda Jatim kali ini, dilaksanakan di Klenteng Tjoe Hwaie Kiong Jl Yos Sudarso Kota Kediri dan Gereja GPIB Immanuel Jl Kdp Slamet Kota Kediri.

Dengan membersihkan tempat Ibadah Klenteng dan Gereja, diharapkan masyarakat yang beribadah menjadi nyaman.

Kapolres Kediri Kota menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk dalam mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.

“Kegiatan bakti religi dan Bakti Sosial ini kami laksanakan sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bertepatan menyambut Hari Bhayangkara ke-79,” tutup AKBP Bramastyo Priaji.

Pengurus Klenteng Tjoe Hwaie Kiong menyampaikan terimakasih kepada Polres Kediri Kota atas kegiatan bakti sosial dan bakti religi di klenteng, dan selamat hari Bhayangkara ke- 79.()

Gerak Cepat Polisi Berhasil Ungkap Misteri Meninggalnya Wanita di Losmen, Kapolresta Malang Kota Beberkan Fakta

0

KOTA MALANG – Kasus pembunuhan wanita muda disalah satu losmen di Kota Malang, akhirnya berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polresta Malang Kota Polda Jatim dan Polsek Sukun.

Hanya Lima hari sejak kejadian, pelaku berinisial AK (26) berhasil diamankan di rumahnya, Desa Patuk Wicis, Wajak, Kabupaten Malang, pada Minggu malam (22/06).

Peristiwa tragis yang dialami Korban dengan inisial EMF (29), terjadi pada Senin (17/60) dini hari, di salah satu Losmen yang berada wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Jenazah EMF asal Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ini, ditemukan penjaga losmen BB (60), posisi jenazah di atas kasur kamar nomor 11, kondisi tertutup bantal dan mulutnya disumbat kain.

Saat konferensi pers, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono mengungkap kronologi kasus tersebut kepada awak media.

“Alhamdulillah, keberhasilan ungkap kasus ini hasil kerja keras tim kami, meski awalnya penyelidikan minim sarana teknis untuk membantu penyelidikan,” ungkap Kombes Pol Nanang (Senin, 23/06)

Menurut Kombes Nanang, titik terang kasus berawal dari pelacakan Handphone (HP) korban yang sudah tidak ada Chipnya.

HP dibawa pelaku, kemudian dibuang di sekitar Terminal Landungsari.

Penyidik berhasil melacak data email korban yang terhubung pada perangkat tersebut, menjadi kunci dalam pengungkapan identitas pelaku.

Setelah mendapatkan petunjuk teknis dan dukungan keterangan saksi serta barang bukti lain, petugas akhirnya berhasil mengamankan AK di rumahnya

“Motif pembunuhan karena pelaku sakit hati, sebab korban meminta bayaran Rp500 ribu, namun pelaku tidak sanggup membayar, akhirnya muncul pertengkaran, hingga pelaku mencekik korban dan meninggal dunia,”terang Kombes Nanang.

Menurut keterangan penjaga Losmen, Pelaku dan korban memiliki hubungan khusus.

Kekerasan yang berujung kematian itu diketahui pelaku keluar kamar dan bilang ke penjaga Losmen mau membeli makanan, tapi tidak segera balik lagi.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia satu jam setelah pasangan tersebut check-in pada Minggu (16/6) malam.” Jelas Kombes Nanang.

Atas perbuatannya, pelaku AK dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, serta kemungkinan penerapan Pasal 340 KUHP jika penyidik menemukan bukti pembunuhan dilakukan secara berencana.

Selain itu, Pasal 339 KUHP atau Pasal 458 ayat (3) UU No.1 Tahun 2023 juga dapat dikenakan apabila pembunuhan dilakukan bersamaan dengan tindak pidana lainnya.

Dari kejadian kasus ini, Kombes Pol Nanang pastikan setiap bentuk kejahatan, apalagi menghilangkan nyawa, bakal ditindak tegas.

Jenazah korban yang sebelumnya dievakuasi ke RSSA Malang untuk keperluan autopsi, kini masuk pada tahap pemberkasan untuk diserahkan ke Keluarganya.

Dengan keberhasilan pengungkapan kasus ini dalam waktu relatif singkat, Polresta Malang Kota Polda Jatim kembali menunjukkan keseriusannya menjaga kondusivitas wilayah secara profesional. (*)