Home Blog Page 393

Ratusan Warga Manfaatkan Layanan Kesehatan Gratis Polda Jatim di CFD Hari Bhayangkara ke -79

SURABAYA – Peringati Hari Bhayangkara Ke-79 Kepolisian Daerah Jawa Timur Menggelar Car Free Day (CFD) bersama Masyarakat di Taman Bungkul, Surabaya Minggu, 22/6/25.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. yang di dampingi oleh Pejabat Utama dan Kapolrestabes Surabaya,Kombes Pol Lutfi Sulistiawan juga hadir pada kegiatan yang juga dalam rangka Hari Bhayangkara ke -79 tersebut.

Pada kegiatan ini Polda Jatim menyajikan berbagai Jenis Pelayanan Publik antara lain Pengobatan Gratis, Perpanjangan SKCK, Perpanjangan SIM dan Samsat Keliling dan Dapur Umum.

“Silahkan, masyarakat bisa memanfaatkan layanan yang sudah disiapkan,” ujar Kapolda Jatim.

Kapolda Jatim menambahkan,jumlah personel yang dilibatkan dalam pelayanan Publik ini sebanyak kurang lebih 47 personel.

Untuk Bidang Dokter Kesehatan 6 personel, Sim Keliling (Perpanjangan SIM) 6 personel, Samling (Samsat Keliling) 4 personel, Operator Mobil Dikmas dan Semeru Band 14 personel, SKCK 4 personel, Dapur Umum 8 personel.

Di lokasi yang sama Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan inovasi pelayanan ini digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79.

“Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang peduli dan berempati,” ungkap Kombes Abast.

Oleh karenanya, lanjut Kombes Pol Abast di momen penting dalam memperingati hari Bhayangkara ke – 79 ini, Polda Jatim mewujudkannya dengan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Ini bagian dari upaya Polda Jatim dalam mewujudkan Polri yang Presisi mengabdi untuk masyarakat dalam rangka mendukung program prioritas Nasional yaitu Asta Cita,”pungkas Kombes Abast.

Sementara itu tampak warga yang mengikuti CFD Hari Bhayangkara ke -79 sangat antusias, terutama memanfaatkan layanan kesehatan gratis.

Suparmin (55) bersama istrinya mengaku bahwa mereka juga telah memanfaatkan layanan kesehatan gratis.

“Terimakasih tadi kami berdua cek kesehatan dan diberi obat gratis,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dila (25) yang mengaku warga Surabaya juga telah memanfaatkan pelayanan perpanjangan SIM.

“Gak ribet, cukup sodorkan persyaratan dan SIM lama, sudah langsung proses,” ungkapnya.

Pada CFD Hari Bhayangkara ke – 79 ini juga disediakannya Photo Booth dan video spin 360⁰ dengan aksesori Polri gratis untuk pengunjung. (*)

Kapolda Jatim Lepas Ribuan Peserta EJRF Momentum Silaturahmi Polri dan Masyarakat di Hari Bhayangkara ke – 79

SURABAYA – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si melepas ribuan peserta gelaran “East Java Running Fest (EJRF) dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025 Polda Jawa Timur” di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Minggu (22/6/25).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Pj.Gubernur Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, Dantamal V, Danlanud Moeljono dan Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce bersama para Pejabat Utama Polda Jatim.

Hadir pula Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Lutfi Sulistiawan, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, dan Kapolres Pelabuhan Tanjungperak, AKBP Wahyu Hidayat.

Kapolda Jatim mengatakan “East Java Running Fest yang digelar bertepatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke -79 ini diikuti lebih kurang 3.000 peserta termasuk atlet, umum, dan pelajar.

Dari ribuan peserta tersebut bahkan ada 31 peserta di antaranya berasal dari mancanegara.

Kapolda Jatim menuturkan angka ini menunjukkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya kesehatan dan kebersamaan.

Kegiatan East Java Running Fest Jawa Timur ini merupakan akhir dari putaran keempat Runfes 4 kota, yang dimulai dari Banyuwangi, Kediri, Madiun, dan Madiun Kota terakhir adalah Surabaya.

“East Java Running Fest bukan hanya sekadar ajang lari, namun juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara Kepolisian Daerah Jawa Timur dengan masyarakat, sekaligus memupuk semangat hidup sehat dan sportif,” ujar Irjen Nanang.

Kapolda Jatim berharap “East Java Running Fest ini dapat berjalan sukses, lancar, dan memberikan kesan yang positif bagi seluruh peserta dan masyarakat Jawa Timur. (*)

KOK BISA ?!?! SAKSI PELAPOR KASUS PENGANIAYAAN DISABILITAS DI DESA MANCILAN MOJOAGUNG JOMBANG DIDUGA DIINTIMIDASI

JOMBANG – gempurnews.com. Kasus penganiayaan penyandang disabilitas di Desa Mancilan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Saat ini sedang dalam penanganan di Polsek Mojoagung. Berjalan alot dan banyak terjadi dugaan intimidasi ke saksi pelapor.

Laporan tentang penganiayaan ini sudah di terima oleh Polsek Mojoagung selasa 3 Juni 2025 dengan no laporan STTLP/B/09/V/2025/SPKT/POLSEK MOJOAGUNG/POLRES JOMBANG/POLDA JATIM. Dan sudah dilakukan proses mediasi pada hari jumat, 13 Juni 2025 dengan surat Nomor : B/21/VI/RES.1.11/2025/RESKRIM dengan tidak menemukan titik temu atau deadlock.

Saksi pelapor L (42 th) berkeluh kesah ke gempurnews.com sepanjang perjalanan kasus penganiayaan dari laporan sampai mediasi banyak dugaan intimidasi ke keluarganya yang diduga dilakukan oleh oknum Jurnalis, LSM juga dari pejabat Desa Mancilan yang intinya disuruh mencabut laporan dan di takuti akan di tuntut balik pasal pencemaran nama baik, dan di iming imingi sejumlah uang. ” Ada mas 2 orang wartawan dan seseorang yang mengaku LSM juga pejabat desa, menyuruh untuk cabut laporan dan saya akan dilaporkan balik pencemaran nama baik, uang juga saya disuruh menerima 1 atau 2 juta ujar L ke awak media gempurnews.com”.

Puncak dugaan intimidasi saat saksi korban menghadiri undangan pernintaan keterangan nomor : B/23/VI/RESKRIM. Pada Kamis 19 Juni 2025 menghadap penyidik. Setelah selesai memberikan keterangan dengan membawa rekam medis pasca penganiayaan, saksi pelapor L menceritakan kalau diintimidasi oleh oknum penyidik berinisial A dan disuruh dengan memaksa agar berdamai. ” Saya di bentak bentak mas dipaksa berdamai dan segala keterangan saya selalu di selak, saya ini korban kok gak merasa gak aman ya mas setelah melapor, kata L kepada media gempurnews.com”.

Kanit reskrim polsek Mojoagung Wahyono saat di konfirmasi awak media via wa mengatakan kalau akan menindak penyidik bila ada intimidasi dan akan melanjutkan proses penganiayaan ini sampai tuntas. ” Akan saya tindak mas apabila penyidik mengintimidasi pelapor dan kasus ini akan segera di selesaikan kata Wahyono kanit reskrim polsek Mojoagung ke awak media”. ( Adi Facdiar).

Tim Pemburu Kejahatan Polres Lumajang Sasar JLT, Antisipasi 4C

Lumajang – Tim Pemburu Kejahatan (TPK) Polres Lumajang kembali memperketat pengawasan di wilayah rawan kejahatan. Hari Minggu (22/6) pagi, tim ini menggelar patroli intensif di Simpang Tiga Lampu Merah Jalan Lintas Timur (JLT) arah Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.

Patroli ini difokuskan untuk mengantisipasi aksi kejahatan 4C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan pencurian hewan (curhewan).

Kepala Tim (Katim) Pemburu Kejahatan, Ipda Rahmat Budy Prasetyo, menjelaskan bahwa area JLT, khususnya simpang tiga arah Tukum, menjadi salah satu fokus patroli karena mobilitas masyarakat yang tinggi dan potensi kerawanan kejahatan.

“Kami sengaja memilih lokasi ini untuk melakukan patroli mobile dan stasioner. Tujuannya jelas, untuk meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan dan memberikan rasa aman bagi warga,” tegas Ipda Rahmat.

Dalam patroli ini, petugas melakukan pemantauan ketat terhadap setiap aktivitas mencurigakan. Mereka juga menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di daerah sepi atau pada jam-jam rawan.

“Kami berharap dengan adanya patroli rutin ini, angka kejahatan di Lumajang bisa terus menurun, dan masyarakat merasa lebih tenang dalam beraktivitas,” pungkas Ipda Rahmat.

TPK Polres Lumajang akan terus mengintensifkan patroli di berbagai titik rawan kejahatan di seluruh wilayah hukum Polres Lumajang guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Ramaikan CFD, Polres Lumajang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Hari Bhayangkara ke-79

Lumajang– Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Lumajang menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat di Jalan Raya Alun-Alun Utara, Kabupaten Lumajang, Minggu pagi (22/6).

Kegiatan ini menyasar masyarakat yang sedang menikmati Car Free Day (CFD) di area tersebut. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang memanfaatkan layanan kesehatan ini.

Sebanyak 184 orang telah menerima pemeriksaan dan pengobatan gratis yang disediakan oleh tim gabungan dari Dokkes Polres Lumajang dan Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang.

Masyarakat yang ingin mendapatkan layanan ini diwajibkan untuk mendaftar terlebih dahulu.

Setelah itu, mereka menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol. Terakhir, peserta menerima vitamin atau obat-obatan yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan mereka.

Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, mewakili Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.

“Bakti kesehatan ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk selalu hadir dan melayani masyarakat, khususnya dalam momen Hari Bhayangkara ke-79 ini,” ujar Ipda Untoro.

Ipda Untoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.

“Bakti Kesehatan ini merupakan wujud nyata dari semangat Polri untuk selalu hadir dan melayani masyarakat, tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga kesehatan,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan ini dilakukan oleh tim Dokkes Polres Lumajang bekerja sama dengan tim medis dari RS Bhayangkara Lumajang. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama para peserta CFD yang menyempatkan diri mengikuti pemeriksaan usai berolahraga pagi.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya dan termotivasi untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tambahnya.

Polres Lumajang berkomitmen untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat, khususnya dalam momentum Hari Bhayangkara tahun ini

Soroti Adanya Cashback Biro Outing Class SMPN 2 Ampelgading

Gempurnews | Pemalang – kegiatan Outing Class yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar diluar sekolah pada dasarnya memiliki manfaat untuk meningkatkan motivasi belajar serta menambah wawasan pengetahuan.

Namun pada kenyataannya kegiatan ini sering dijadikan Praktek pungutan liar (Pungli), di sekolah sekolah sekitarnya dan ini terus menjadi permasalahan yang serius, salah satu modus yang sering digunakan adalah mengatasnamakan keputusan Komite sekolah.

Kegiata yang seharusnya bisa mengedukatif malah dimanfaatkan untuk membebani orang tua murid dengan berbagai pungutan. Apabila komite sekolah ikut terlibat dalam kegiatan outing class hal itu sudah jelas melanggar aturan Permendikbud tentang Komite sekolah.

Ironisnya beberapa sekolah diduga berkerjasama dengan biro travel perjalanan,untuk mencari keuntungan dari kegiatan outing class, seperti hal nya yang terjadi di SMPN 2 Ampelgading Kabupaten Pemalang, kondisi ini memperlihatkan kurangnya pengawasan dari dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang yang seolah tutup mata terhadap masalah ini.

Pasalnya kegiatan outing class di SMPN 2 Ampelgading Kabupaten Pemalang, diduga memberatkan orang tua dengan biaya yang besar yaitu kisaran 1juta dengan tujuan Yogyakarta, menurut informasi dari salah satu biro lain rincian ke Yogyakarta adalah kisaran 800.000 hingga 850.000, tanpa menginap dengan eatimasi rincian biaya objek wisata, tiket masuk dan makan perjalanan termasuk dari biro. Ini jelas diduga adanya bisnis atau keuntungan Cashback dari biro untuk KS dan Panitia dan disinilah terjadi adanya praktik pungli antara pihak terkait.

Melihat dari hal tersebut awak media mendatangi SMPN 2 Ampelgading untuk klarifikasi adanya isu terkait pungli pada hari Kamis ( 19/6/25). Namun Kepala Sekolah SMPN 2 Ampelgading sedang cuti tidak tidak berada ditempat.

Awak media berusaha untuk ketemu dengan pihak Humas, namum pihaknya tidak bisa ditemui dengan alasan sedang sibuk, awak media hanya diterima oleh staf Tata Usaha ( TU) tanpa keterangan apapun. 

(yn26)

Di Duga Berkedip Mata Dengan Dana Desa : Rabat Beton Desa Pesantren Tanpa Papan Informasi

Gempurnews | Pemalang – Pembangunan rabat beton di Desa Pesantren Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang yang diduga menggunakan dana desa (DD), tak menyertakan papan informasi, ini memicu dugaan adanya praktek tidak transparan yang melanggar aturan perundang undangan.

Sesuai dengan amanat Undang Undang Keterbukaan Informasi publik (KIP), nomor 14 tahun 2008 dan Peraturan Presiden 54 tahun 2010 serta nomor 70 tahun 2012, setiap pembangunan fisik yang menggunakan anggaran Negara termasuk anggaran Dana Desa (DD) wajib memasang papan proyek, hal ini sebagai bentuk Implemtasi atas transparansi atas partisipasi publik.

Namun yang terjadi di Gg.5 desa Pesantren Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang tidak menunjukan apapun terhadap publik, hal semacam ini menimbulkan kecurigaan adanya permainan dalam pengelolaan dana publik.

Ironisnya, pembangunan rabat beton dana desa di Gg.5 desa Pesantren ini yang seharusnya dikeola secara swakelola oleh desa justru diserahkan pihak ke tiga ( Kontraktor) yang bukan merupakan bagian dari tim Pelaksana Kegiatan desa.

Praktik ini jelas melanggar aturan karena dana desa seharusnya digunakan pemberdayaan desa dan dikelola secara transparan oleh penggerak tim yang dibentuk oleh desa.,bukan diserahkan oleh pihak ke tiga,dan ini akan berpotensi dugaan adanya korupsi dalam penyimpangan anggaran.

Saat tim media mendatangi lokasi proyek tersebut, tidak ditemukan pengawasan dari TPK desa,serta tidak adanya papan proyek yang terpasang, yang ada hanya pekerja dan mandor dari pihak ke tiga. (yn26)

Kapolda Jatim Lepas 24 Personel Ikuti Kejuaraan Internasional World Police And Fire Games Open Tournament di Amerika Serikat

SURABAYA – Ada 24 atlet personel Polda Jatim yang mengikuti Kejuaraan Internasional World Police And Fire Games Open Tournament di di Birmingham Alabama Amerika Serikat.

Tournament yang berlangsung pada tanggal 27 Juni sampai dengan 6 Juli 2025 di Birmingham Alabama Amerika Serikat, diikuti oleh atlet-atlet terbaik di seluruh dunia.

Dari 24 personel Polda Jawa Timur tersebut terbagi dalam beberapa cabang olahraga yang akan diikuti.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si saat melepas para Atlet mengatakan, pembinaan atlet Polri di lingkungan Polda Jatim telah berlangsung lama.

“Pembinaan dari Polda Jatim sudah sejak dilaksanakan pelantikan pengurus Komite Olahraga Polri (KOP) pada tanggal 31 Juli 2024 di Polda Jatim,” ungkap Irjen Pol Nanang di Gedung Patuh Lantai 2 Polda Jatim, Sabtu (21/6/2025).

Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menambahkan, kepengurusan masing-masing cabang olahraga telah terbagi dalam tanggung jawab beberapa Kasatker Polda Jatim.

Dengan semakin fokusnya penanggung jawab cabang olahraga untuk mengikuti beberapa kompetisi atau turnamen lokal, Nasional maupun Internasional, diharapkan atlet Polda Jatim semakin berprestasi pada tingkat yang lebih tinggi.

“Melalui pembinaan prestasi olahraga di lingkungan Polri diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM unggul dan berprestasi,” tambah Irjen Nanang.

Kapolda Jatim menegaskan para atlet Polda Jatim, disamping melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Polri juga berkewajiban untuk membawa nama baik Polri melalui prestasi olahraga baik tingkat Nasional maupun Internasional.

“Ini diharapakan mampu mendorong Public Trust Polri untuk bergerak semakin positif,” ungkap Irjen Pol Nanang.
Masih kata Polda Jatim, sejalan dengan program Kapolri bahwa Transformasi menuju Polri yang Presisi harus menjadi harapan baru bagi masyarakat (New Hope).

“Perubahan yang dilakukan harus cepat dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Kapolda Jatim.

Oleh karenanya melalui program pembinaan prestasi terhadap atlet Polri diharapkan bisa menjadi sebuah kontribusi positif untuk memberikan yang terbaik kepada Polri dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Kapolda Jatim berharap even ini dapat dimanfaatkan oleh atlet Polda Jatim untuk meraih prestasi demi kejayaan bangsa Indonesia di kancah olahraga dunia.

Pelepasan 24 Atlet Polda Jatim ini di hadiri oleh Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce, Pejabat Utama Polda Jatim, para Atlit dan official. (*)

Sat Intelkam Polres Pasuruan Gelar Bakti Sosial Bareng Suporter Sakera Mania di Tosari

PASURUAN – Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Satuan Intelkam Polres Pasuruan bersama Suporter Sakera Mania Bangil mengadakan kegiatan bakti sosial di Masjid Fatimah Baitul Azzikra, Dusun Kandangsari, Desa Mororejo, Kecamatan Tosari, Jumat (20/6/2025).

Aksi sosial ini diwujudkan dalam bentuk pembagian ratusan nasi geprek “Jhon” kepada jamaah dan warga sekitar usai salat Jumat berjamaah yang dipimpin oleh khotib Ustaz Moh Ilham. Sebelumnya, rombongan Sat Intelkam dan para suporter juga menggelar kurve atau kunjungan silaturahmi sejak pukul 10.30 WIB.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud rasa syukur dan upaya mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri dekat dengan semua lapisan masyarakat, termasuk komunitas suporter dan ormas. Sinergi ini penting untuk menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Pejabat dan Tokoh yang Hadir dalam kegiatan tersebut hadir beberapa tokoh penting, di antaranya:

  1. AKP Lubis Ibroril Chosam, S.A.P. – Kasat Intelkam Polres Pasuruan
  2. IPDA Welly Triyantoro, S.E. – KBO Sat Intelkam
  3. Rosul – Ketua Suporter Sakera Mania
  4. Sejumlah tokoh masyarakat dan jamaah setempat

Kasat Intelkam, AKP Lubis Ibroril Chosam, menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan di berbagai lokasi di Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara.

“Kami ingin Polri selalu hadir dan bermanfaat, bukan hanya dalam hal keamanan, tapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Hari Bhayangkara ke-79 Polrestabes Surabaya dan Bhayangkari Bantu Kaum Difabel

SURABAYA – Dalam suasana hangat penuh keakraban melalui kegiatan Bhayangkari Peduli, Polrestabes Surabaya menyelenggarakan kegiatan sosial yang menyentuh hati, khususnya bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Bertempat di kelurahan Tambak Madu Surabaya, pada Jumat (20/06/2025) kegiatan ini menjadi cerminan nyata bahwa Polisi tak hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga membangun kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian antarsesama.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pengurus Bhayangkari, Danramil Kapten Imam Subandi serta Ketua RW 4 dan RW 9 dan perwakilan dari komunitas Solidaritas Bonek yang turut memberikan dukungan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfi Sulistiawan mengatakan bahwa Hari Bhayangkara tak hanya dimaknai sebagai hari kelahiran institusi, tetapi ini adalah momentum untuk mendekatkan Polisi dengan masyarakat.

“Kalau di masyarakat tahunya Polisi itu kalau enggak patroli ya nangkap. Padahal sebenarnya ada kegiatan-kegiatan sosial yang juga banyak kita lakukan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan Bhayangkari Peduli ini, kepedulian diwujudkan dalam bentuk perhatian dan bantuan untuk anak-anak penyandang disabilitas.

Tidak hanya materi, namun juga dukungan moral, senyuman, dan semangat hidup.

Kepedulian ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun institusi yang bukan hanya kuat secara struktur, tetapi juga hangat dalam pelayanan.

Kapolrestabes Surabaya juga menyoroti pentingnya membangun citra polisi yang ramah, terbuka, dan mampu menjadi sahabat masyarakat.

Dalam penuturannya, ia menyampaikan harapan besar agar Polri di usia ke-79 bisa menjadi organisasi yang semakin dipercaya publik.

“Polisi yang datang itu dengan makna hati, warga bisa menerima. Bukan sebaliknya.” katanya.

Kegiatan ini turut memperlihatkan indahnya sinergi antara Polri dan TNI serta keterlibatan komunitas Bonek.

Bukan hanya bentuk simbolis, tapi benar-benar hadir dan menyatu bersama masyarakat.

Ini menjadi pesan kuat bahwa negara hadir bersama rakyat, terutama untuk mereka yang seringkali terpinggirkan.

“Kami berharap semua ini bukan hanya acara formal, tapi membangun suasana berbagi antara polisi dan masyarakat, antara polisi dan tentara,” jelas Kapolrestabes Surabaya.

Dalam kegiatan itu juga, para tamu dibuat terharu dan bangga oleh semangat anak-anak penyandang disabilitas yang tetap berkarya dan berusaha mandiri.

Salah satunya adalah siswa dengan usaha kerajinan tangan sederhana yang dipajang di lokasi acara.

“Saya bangga banget. Mereka tidak pernah menyerah. Masih bisa berkarya dan percaya diri dengan segala keterbatasannya,” tutur Kapolrestabes sambil meninjau hasil karya siswa.

Pesan yang dibawa dari kegiatan ini sangat jelas: keterbatasan bukan penghalang untuk bersyukur dan berbagi dan bisa menjadi jembatan untuk membangun cinta kasih antara negara dan rakyatnya. (*)