Home Blog Page 65

Diduga Oknum ASN Rangkap Jabatan Badan Permusyawarahan Desa(BPD)

Bondowoso, GempurNews – Berdasarkan aturan terbaru dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dilarang merangkap jabatan sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Dalam pantauan media ini Pemerintah Daerah dan Dinas terkait kurang getol mesosialisakan peraturan yang baru dari Badan Kepaegaweian Negara (BKN).

Berikut pengakuan MH(inisial) ketua BPD desa Grujugan Lor kecamatan Jambesari darusholah.
Ketika tim media ini menemui MH di rumahnya, jum at (06/3/2026) menjelaskan bahwa belum ada pemberitahuan dari pihak pemda atau dinas terkait baik dari kecamatan dan kepala desa.

Lanjut MH saya sebagai ASN siap diberhentikan kapan saja Saya siap, karena dulu pengangkatan saya sebagai ketua BPD secara dipilih dan Musdes. dengan mas mas media saya terimaksih? saya akan evaluasikan dan akan kordinasi dengan pemerintah desa setempat. Jelas MH.

Berikut adalah rincian aturan dan konsekuensinya:

  1. Dasar Larangan Rangkap Jabatan
    Status ASN: Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, setiap ASN (termasuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu) wajib bekerja penuh waktu dan dilarang memiliki jabatan publik lain yang dapat memicu konflik kepentingan.

Larangan dalam UU Desa: Pasal 64 UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa secara eksplisit melarang anggota BPD merangkap jabatan sebagai kepala desa,

Perangkat desa, atau jabatan lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.
Surat Edaran BKN: BKN telah mengeluarkan penegasan melalui berbagai surat edaran di daerah bahwa ASN tidak diperbolehkan “nyambi” menjadi anggota BPD untuk menjamin profesionalitas dan integritas.

  1. Implikasi Hukum dan Keuangan
    Konflik Kepentingan: Rangkap jabatan dianggap mengganggu fokus kerja dan profesionalitas dalam menjalankan tugas negara.

Double Funding (Penghasilan Ganda): Menerima dua sumber penghasilan dari keuangan negara/daerah secara bersamaan (gaji ASN dan tunjangan BPD) dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi karena dianggap merugikan keuangan negara.

Sanksi: ASN yang terbukti merangkap jabatan dapat menghadapi pemeriksaan oleh Inspektorat dan berisiko diberhentikan dari salah satu jabatannya.

Jika Anda adalah seorang ASN (PNS/PPPK) yang saat ini menjabat sebagai anggota BPD, Anda diwajibkan untuk memilih salah satu jabatan dan mengundurkan diri dari jabatan lainnya untuk menghindari sanksi hukum, “bersamb.(d42)

Samsat Surabaya Selatan Berbagi Berkah Ramadhan, Bagikan Takjil dan Santuni Anak Yatim

Surabaya – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan oleh jajaran Samsat Surabaya Selatan untuk berbagi kebaikan kepada masyarakat. Pada Jumat (6/3/2026), petugas Samsat Surabaya Selatan membagikan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan kantor Samsat Surabaya Selatan.

Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan langsung oleh petugas.

Selain berbagi takjil, dalam kesempatan yang sama Samsat Surabaya Selatan juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah ini.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kedekatan Samsat Surabaya Selatan dengan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara aparat pelayanan publik dengan warga.

Paur Samsat Surabaya Selatan, AKP Dristica Brian Arya, S.Tr.K., S.IK., M.M, mengatakan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari upaya menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di bulan Ramadhan.

“Bulan Ramadhan adalah momen yang sangat baik untuk berbagi kepada sesama. Melalui kegiatan pembagian takjil dan santunan kepada anak yatim ini, kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian sosial serta mempererat hubungan antara Samsat Surabaya Selatan dengan masyarakat,” ujar AKP Dristica Brian Arya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya bagi para pengguna jalan yang masih berada di perjalanan saat menjelang waktu berbuka.

“Semoga apa yang kami lakukan ini dapat sedikit membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan untuk berbuka puasa, serta menjadi ladang kebaikan bagi kita semua di bulan yang penuh berkah ini,” tambahnya.

Kegiatan berbagi takjil dan santunan ini berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diharapkan dapat terus menjadi agenda positif yang membawa manfaat bagi masyarakat di setiap bulan Ramadhan. (**)

THR ASN Cimahi Aman dan Siap Dibayarkan, THR P3K Paruh Waktu Masih Masih Menggantung

Cimahi,Sabtu (07/03/2026)
Kabar gembira menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai terdengar di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. Pemerintah daerah memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan segera mengucur. Namun, para pegawai masih harus bersabar lantaran pencairannya menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi, Harjono, mengungkapkan bahwa sesuai regulasi, penerima THR tahun ini meliputi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) penuh waktu, serta pejabat negara, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi.

“Kalau berdasarkan ketentuan, yang diberikan hanya ASN, yakni PNS, P3K penuh waktu, serta pejabat negara,” ujar Harjono saat ditemui di kantornya, Kamis (5/3/2026).

Harjono mengaku pihaknya masih akan mengkaji lebih dalam terkait pemberian THR bagi kategori pegawai tersebut. Pemkot Cimahi memilih untuk tidak terburu-buru dan akan menunggu aturan yang lebih jelas dari pemerintah pusat.

“Kami ingin melihat seperti apa Peraturan Pemerintahnya. Kalau tenaga outsourcing seperti satpam, itu mengikuti ketentuan pegawai swasta. Yang belum jelas itu P3K paruh waktu. Kami harus mengambil keputusan dengan bijak, jangan sampai keliru,” terangnya.

Dari sisi keuangan, kabar baiknya anggaran THR untuk lebih dari 6.000 ASN di lingkungan Pemkot Cimahi telah dipastikan aman. Anggaran tersebut sudah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Dalam postur APBD, gaji ASN memang dirancang untuk 14 bulan pembayaran, yang terdiri atas 12 bulan gaji rutin, serta dua bulan tambahan yang diperuntukkan bagi THR dan gaji ke-13.

Meski demikian, Harjono mengingatkan bahwa anggaran yang tersedia saat ini baru sebatas gaji pokok dan tunjangan melekat. Sementara untuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) atau tunjangan kinerja, Pemkot Cimahi masih menunggu arahan lebih lanjut.

“Ada TPP yang disesuaikan dengan regulasi. Artinya, pengalokasiannya dikembalikan kepada kemampuan keuangan daerah. Untuk TPP sendiri saat ini memang belum dianggarkan,” pungkasnya.

Dengan demikian, para ASN di Cimahi diimbau untuk tetap memantau perkembangan petunjuk teknis dari pusat. Pencairan THR diharapkan dapat segera direalisasikan agar pegawai dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang dan bahagia bersama keluarga.

Achmad Syafei

Ketua DPRD Kota Cimahi Hadiri Musrenbang Tingkat Kota Cimahi 2026 Via Online

Cimahi,Sabtu(07/03/2026)
Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiatmoko, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kota Cimahi Tahun 2026 yang digelar secara daring dari Ruang Rapat Wali Kota Cimahi,Pada Hari Kamis (05/03/2026).
Forum strategis ini membahas arah pembangunan daerah sekaligus menjadi bagian penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cimahi Tahun 2027.

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat tersebut menjadi ruang bersama bagi para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan prioritas pembangunan kota ke depan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah harus mampu menghasilkan program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, proses perencanaan tidak boleh berhenti pada dokumen atau konsep semata, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan dan program yang memberikan dampak konkret.

“Perencanaan yang kita susun tidak boleh hanya terlihat ideal di atas kertas. Yang lebih penting adalah bagaimana rencana tersebut dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan hasil yang terukur bagi masyarakat,” ungkap Adhitia.

Adhitia menilai Musrenbang tingkat kota merupakan momentum strategis untuk menentukan arah pembangunan Kota Cimahi, terutama dalam merumuskan prioritas program yang akan dimasukkan dalam RKPD Tahun 2027.

Adhitia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan pembangunan, mulai dari tingkat masyarakat hingga pemerintah daerah.

“Seluruh proses ini merupakan ruang kolektif kita untuk mendengarkan, menyerap, dan merumuskan arah pembangunan yang benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat,” Imbuhnya.

Menurutnya, forum Musrenbang menjadi sarana penting untuk menyepakati berbagai persoalan yang harus diselesaikan, mempertajam prioritas pembangunan, serta memastikan setiap program memiliki manfaat yang jelas.

Wakil Walikota Cimahi juga menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah dalam menyusun program pembangunan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan maupun penggunaan anggaran yang kurang efektif.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dalam sekat-sekat sektoral. Setiap program harus terhubung, saling menguatkan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Adhitia menyoroti tantangan pembangunan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika ekonomi global, tekanan lingkungan, hingga meningkatnya kebutuhan pelayanan publik. Oleh karena itu, menurutnya, perencanaan pembangunan harus dilakukan secara partisipatif, terintegrasi, dan adaptif terhadap berbagai perubahan.

Ia juga mengingatkan agar setiap program pembangunan memiliki indikator kinerja yang jelas dan terukur sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Prioritas pembangunan harus fokus pada penyelesaian masalah kota. Program yang disusun juga harus memiliki indikator kinerja yang SMART sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” Tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adhitia turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat nilai kebersamaan melalui semangat Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh sebagai landasan kolaborasi dalam membangun Kota Cimahi.

“Atas nama Pemerintah Kota Cimahi, kami menegaskan bahwa berbagai usulan prioritas yang disepakati dalam forum ini akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan RKPD Kota Cimahi Tahun 2027,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, menjelaskan bahwa Musrenbang tingkat kota merupakan puncak dari rangkaian proses perencanaan pembangunan tahunan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah.

Ia menyebutkan bahwa proses tersebut diawali dari pelatihan fasilitator perencanaan pembangunan, rembug warga tingkat RW, musrenbang tingkat kelurahan, musrenbang kecamatan, hingga forum perangkat daerah.

“Seluruh tahapan tersebut bertujuan menghimpun aspirasi masyarakat yang kemudian dirumuskan menjadi usulan prioritas pembangunan daerah,” jelas Maria.

Selain menyepakati prioritas pembangunan daerah, forum Musrenbang juga menjadi sarana untuk menyelaraskan rencana pembangunan Kota Cimahi dengan kebijakan pembangunan di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.

Achmad Syafei

Polres Ngawi Gelar Pasar Murah Masyarakat Sumringah

0

NGAWI – Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan serta menjelang Idul Fitri 1447 H, Polres Ngawi Polda Jatim menggelar kegiatan pasar murah bagi masyarakat.

Kegiatan pasar murah yang juga dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko tersebut dilaksanakan di halaman Polres Ngawi pada Jumat (6/3/2026).

Pasar murah Polres Ngawi mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang datang sejak pagi hari untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian Polres Ngawi Polda Jatim terhadap masyarakat.

Selain itu, pasar murah ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Ngawi dalam mendukung stabilitas harga pangan di wilayah Kabupaten Ngawi.

“Kami berupaya membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok penting di pasaran menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk membantu masyarakat,” ujar AKBP Prayoga.

Melalui kegiatan pasar murah ini Polres Ngawi Polda Jatim berharap dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Adapun batas maksimal pembelian bagi setiap masyarakat yaitu:

  • Beras SPHP maksimal 2 bungkus @5 kg
  • Minyakita maksimal 3 pcs @2 liter
  • Gula maksimal 2 kg
  • Telur maksimal 2 kg
  • Daging/ayam maksimal 2 kg
  • Lele maksimal 2 kg
  • Bawang merah maksimal 1 kg
  • Bawang putih maksimal 1 kg
  • Cabe rawit maksimal 1 kg
  • Beras premium maksimal 2 pcs @5 kg

Dengan adanya pasar murah ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta membantu menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 H. (*)

Fenomema Alam Angin Puting Beliung,Terjang Beberapa Wilayah di Kota Cimahi

Cimahi,Jum’at(06/03/2026)
Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah Kota Cimahi pada Jumat (06/03/2026) sekitar pukul 15.35 WIB.
Salah satunya terjadi di Jalan Raden Demang Hardjakusumah,bedekatan dengan perkantoran Pemkot Cimahi,beberapa pohon dilokasi tumbang hingga menutup badan jalan dan membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut sulit dilalui kendaraan dan dilakukan penutupan jalan untuk sementara sampai pengerjaan dan pembersihan pohon tumbang selesai dilakukan.

Peristiwa angin puting beliung juga terjadi di wilayah Margajaya kelurahan Cimahi kecamatan Cimahi Tengah
Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tersebut membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan diri dari terjangan angin yang merusak sejumlah bangunan sampai ada yang porak-poranda.

Angin Puting Beliung Hantam Margajaya Pasar Atas
Dari pantauan di lapangan, selain rumah warga, beberapa kios dan lapak pedagang kaki lima di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat hempasan angin yang cukup kuat.
Atap bangunan beterbangan, sementara beberapa bagian bangunan lainnya tampak porak-poranda.

Di wilayah RT.04 .RW 08 Margajaya, Pasar Atas, Kel. Cimahi, Kota Cimahi, sedikitnya 11 rumah warga dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut. Rumah-rumah yang mengalami kerusakan di antaranya milik Tuti Suhaeni, Agus Taryat, Buang Soerachman, Agus Kusnadi, Willy Aditya, Dendi, Yudi Ruhyadi, RAN Soendari, Iyan Sopian, N. Sabariah, serta R.M. Soemitro.

Kepanikan sempat terjadi saat angin kencang melintas di kawasan tersebut. Warga yang berada di sekitar lokasi berlarian mencari tempat yang dirasa aman.
Meski menimbulkan kerusakan di sejumlah titik, hingga berita ini diturunkan,belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar akibat kerusakan yang terdampak akibat angin puting beliung.

Warga bersama aparat setempat kemudian mulai melakukan pendataan serta membersihkan puing-puing bangunan dan pohon yang tumbang agar aktivitas di kawasan tersebut dapat kembali berjalan normal kembali.

Achmad Syafei

Polres Ogan Ilir Dukung Program Belida Polda Sumsel, Bersihkan Lingkungan dan Timbun Jalan Berlobang di Desa Permata Baru

Ogan Ilir Sumsel, gempurnews.com — Dalam rangka mendukung Program Belida Polda Sumatera Selatan, jajaran Sat Binmas Polres Ogan Ilir melaksanakan kegiatan kerja bakti berupa pembersihan lingkungan serta penimbunan jalan yang berlobang di wilayah Desa Permata Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (06/03/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Ogan Ilir AKP Asmun Zain, S.H, bersama KBO Sat Binmas, Kanit Bhabinkamtibmas, Kanit Polmas, serta melibatkan personel Sat Binmas, anggota Unit Pidkor Satreskrim Polres Ogan Ilir, Dinas PU Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Desa Permata Baru beserta perangkat desa.

Aksi peduli lingkungan ini dilaksanakan di jalan samping Mapolres Ogan Ilir, Desa Permata Baru, dengan melakukan pembersihan sampah-sampah yang berada di pinggir jalan serta menimbun jalan yang berlobang guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Kasat Binmas Polres Ogan Ilir AKP Asmun Zain, S.H mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Belida Polda Sumsel yang bertujuan menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membantu memperbaiki fasilitas umum yang digunakan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memperbaiki jalan yang rusak. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan memperhatikan kondisi fasilitas umum,” ujar AKP Asmun Zain.

Selain melakukan pembersihan dan penimbunan jalan, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong, serta diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Wali Kota Cimahi Luncurkan Kantin PIKACHI, Bukan Cuma Jualan Tapi Juga “Oase” Ekonomi ASN di Bulan Ramadan

Cimahi,Jum’at(06/03/2026)
Bulan Ramadan tahun ini membawa angin segar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. Di tengah semangat berbagi dan memperkuat ekonomi lokal, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, didampingi Wakil Wali Kota Adhitia Yudistira, secara resmi meluncurkan Bazar Ramadan Kantin PIKACHI yang berlokasi strategis di area Kantin Pemkot Cimahi,beberapa waktu yang lalu (28/2/2026).

Peresmian ini bukan sekadar seremoni belaka. Lebih dari itu, kehadiran Kantin PIKACHI digadang-gadang sebagai oase di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkantoran selama bulan puasa, sekaligus menjadi lokomotif penggerak roda ekonomi warga.

“Kantin ini dikelola oleh koperasi. Jadi, selain tempat untuk ASN bersantap siang atau sekadar membeli camilan ringan, di sini mereka juga bisa berbelanja kebutuhan untuk dibawa pulang. Ini adalah upaya nyata kita untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat perputaran ekonomi di lingkungan Pemkot,” ujar Ngatiyana dengan penuh semangat di sela-sela acara.

Wali kota yang akrab dengan sapaan Kang Ngi itu menekankan, model pengelolaan berbasis koperasi memiliki efek berganda. Tidak hanya memudahkan ASN dalam memenuhi kebutuhan, sistem ini juga diyakini mampu berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah serta membangun ekonomi yang lebih kokoh dari sisi kelembagaan.

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Emir Faisal, menambahkan bahwa Bazar Ramadan ini merupakan tahap awal dari uji coba operasional kantin. Ia merinci, ada beberapa misi strategis yang diemban oleh Kantin PIKACHI.

“Pertama, ini adalah wadah nyata untuk mendukung koperasi dan pelaku UKM binaan. Kedua, memberikan akses kemudahan bagi ASN dan masyarakat sekitar. Ketiga, kita ingin menciptakan ruang usaha yang tertata rapi dan higienis. Yang tak kalah penting, ini adalah bagian dari upaya mendorong ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan,” jelas Emir.

Ke depannya, pengelolaan kantin tidak akan berjalan sendiri. Pemerintah berencana menjalin kerja sama resmi dengan koperasi yang memiliki wilayah pengembangan di lingkungan Pemkot Cimahi. Langkah ini diambil untuk memastikan profesionalisme dan keberlanjutan program.

Sementara itu, Ketua PKK Kota Cimahi, Midjiati, juga menyatakan kesiapan institusinya untuk turun tangan. PKK, menurutnya, siap berkolaborasi dalam pengelolaan operasional kantin sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Kami sangat antusias. Kehadiran kantin ini tidak hanya memberi kemudahan bagi ASN untuk berbelanja dan beristirahat dengan nyaman, tetapi juga menjadi ruang bagi kita semua untuk bersinergi,” ungkapnya.

Peresmian Bazar Ramadan Kantin PIKACHI menjadi simbol indah sinergi antara eksekutif, koperasi, organisasi kemasyarakatan, dan para pelaku UMKM. Lebih dari sekadar proyek jangka pendek selama Ramadan, program ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan ekonomi berbasis koperasi dan UMKM yang berkelanjutan di Kota Cimahi.

Achmad Syafei

Culinary Night Ramadan Cimahi: Panggung Kreativitas dan Penggerak Ekonomi Warga

Cimahi,Jumat(06/03/2026)
Ratusan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Cimahi Tengah pada Jumat (06/03/2026) malam. Mereka hadir dalam gelaran Culinary Night Ramadan 1447 Hijriah, sebuah acara yang memadukan kreativitas anak muda, hiburan edukatif, dan semangat pemberdayaan ekonomi lokal.

Acara yang digagas sebagai bagian dari program pemberdayaan lembaga kemasyarakatan ini berhasil menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Anak-anak hingga remaja tampak antusias mengikuti serangkaian perlombaan yang digelar di panggung utama. Sebanyak 123 peserta meramaikan lomba mewarnai, jumlah yang sama juga tampak pada lomba tahfidz Al-Qur’an, sementara lomba fashion show anak diikuti 82 peserta.

Camat Cimahi Tengah, Juperianto Marbun Banjarnahor, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjadi wadah positif bagi generasi muda. “Kami ingin menghadirkan suasana Ramadan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan nilai pendidikan dan pembinaan karakter bagi anak-anak,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Tak hanya soal kreativitas, acara ini juga membawa misi ekonomi kerakyatan. Sejumlah stan kuliner yang diisi warga setempat turut meramaikan lokasi, menjadi ajang promosi produk lokal sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di tingkat lingkungan.

Ketua Kwartir Ranting Pramuka Cimahi Tengah, Koswara, menambahkan bahwa keterlibatan aktif anak-anak Pramuka menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ruang menyalurkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, dan mempererat kebersamaan,” jelasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi lintas elemen, Culinary Night Ramadan di Cimahi Tengah membuktikan diri sebagai lebih dari sekadar perayaan malam. Ia menjelma menjadi panggung harapan bagi lahirnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing.

Achmad Syafei

Safari Ramadan Pemerintah Kota Cimahi,Silaturahmi, Dialog, dan Berbagi Berkah

Cimahi,Jumat(06/03/2026)Safari Ramadhan berlangsung di Masjid Nurul Hasan di Kalidam RW 8, Kelurahan Karangmekar, Kamis (26/2/2026) sore. Ratusan warga antusias menyambut kehadiran jajaran Pemerintah Kota Cimahi beserta Forkopimda dan mitra daerah dalam agenda Safari Ramadan tahun ini.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mengusung konsep Tarawih Keliling (Tarling), tahun ini pemerintah menghadirkan format baru yang lebih interaktif.

“Sekarang Safari Ramadan, dengan pola silaturahmi, dialog, sekaligus penyampaian informasi kepada masyarakat,” ujar Asisten Administrasi Umum, Mochammad Ronny, mewakili Pemerintah Kota Cimahi.

Dalam momen penuh berkah ini, Baznas Kota Cimahi menyerahkan bantuan Rp10 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Nurul Hasan. Sementara bank bjb turut berkontribusi dengan memberikan Al-Qur’an dan perlengkapan salat.

Wakil Ketua Baznas Kota Cimahi, Robi Nugraha, menegaskan bahwa Safari Ramadan menjadi bukti nyata pengelolaan zakat yang transparan.

“Ini bukan hanya ibadah, tetapi amanah agar zakat yang dikelola benar-benar memberi manfaat,” ungkapnya.

Robi juga mengapresiasi tingginya kesadaran ASN di lingkungan Pemkot Cimahi yang mencapai 84 persen dalam menunaikan zakat melalui Baznas.

Kegiatan yang berlangsung menjelang berbuka puasa ini diisi dengan penyerahan santunan, ceramah keagamaan, hingga buka bersama. Lurah Karangmekar, Fitri Purnasari, dan Ketua RW 8, Andri, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan ini.

“Kami bangga bisa bertatap muka langsung dan berdialog dengan pemerintah,” ujar Andri.

Melalui Safari Ramadan, Pemkot Cimahi tak hanya bersilaturahmi, tetapi juga menyampaikan capaian pembangunan, rencana program, serta tantangan yang dihadapi daerah. Semangat kebersamaan ini diharapkan menjadikan Ramadan di Kota Cimahi semakin bermakna dan penuh keberkahan.

Achmad Syafei