Home Blog Page 70

Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Paparkan 8 Prioritas Pembangunan Banyuwangi

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (4/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Ipuk mengatakan, arah pembangunan Banyuwangi di tahun 2027 berfokus pada penguatan daya saing SDM, ekonomi berbasis hirilisasi, dan pariwisata berkelanjutan.

“Perencanaan penyusunan pembangunan daerah 2027 dihadapkan dalam situasi global yang tidak pasti. Konflik di Timur Tengah telah memicu gejolak ekonomi dunia. Berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia, mengganggu rantai pasok, serta tekanan inflasi,” kata Ipuk.

Isu strategis nasional juga menjadi perhatian. Di antaranya penguatan ketahanan pangan dan energi sebagai respons terhadap ketidakpastian global dan perubahan iklim; percepatan penurunan kemiskinan ekstrem dan pengurangan stunting sebagai bagian dari pembangunan manusia yang berkualitas.

Kamudian transformasi ekonomi melalui hilirisasi, penguatan UMKM, dan digitalisasi sektor-sektor produktif; penguatan kualitas SDM melalui reformasi pendidikan dan layanan kesehatan yang merata; serta pengendalian inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Oleh karena itu, kami mengajak semuanya untuk melihat ke depan, menyikapi semua tantangan dan merubahnya menjadi peluang. Berupaya sekuat tenaga mencari solusi terbaik untuk menstimulasi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat Banyuwangi,” kata Ipuk.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ipuk membeberkan 8 prioritas program yang akan dijalankan di 2027. Mulai peningkatan kualitas SDM; reformasi perlindungan sosial; transformasi ekonomi lokal, pariwisata berkelanjutan dan UMKM Naik Kelas; produktivitas pertanian.

“Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kita beri larangan mendirikan bangunan permanen di atas lahan sawah. Ini sejalan dengan swasembada pangan bapak Presiden,” kata Ipuk.

Sedangkan untuk penguatan SDM responsif, Pemkab meluncurkan ‘Banyuwangi Progresif’. Beasiswq ini difokuskan pada sektor kesehatan sebagai pondasi pembangunan SDM. Pemda juga menggelar KOINWANGI (Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi) untuk menjaring talenta-talenta inovatif yang unggul.

Selain itu, bagian dari 8 program prioritas itu antara lain pembangunan infrastruktur berkelanjutan; digitalisasi layanan publik dan efektifitas efisien pengelolaan keuangan dartah; pengelolaan hidup yang parsitipatif dan ketahanan bencana; serta harmonisasi masyarakat dan kondusifitas wilayah.

“Untuk infrastruktur, kita akan tuntas-habiskan perbaikan jalan poros antar kecamatan. Keluhan terbesar rakyat hari ini adalah tentang infrastruktur. Kami akan fokuskan sisa kekuatan fiskal untuk menyambungkan urat nadi antar wilayah ini, rakyat bisa melintas dengan aman dan lancar,” tegas Ipuk.

Musrenbang RKPD 2026 diikuti secara luring maupun daring jajaran OPD, kepala desa, lurah, dan camat se-Banyuwangi. Turut hadir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim Dydik Rudy Prasetya, Wakil Ketua DPRD, Wakapolresta Banyuwangi, Ketua MUI Banyuwangi, hingga lintas elemen masyarakat mulai perguruan tinggi, tokoh lintas agama, budayawan, termasuk pimpinan organisasi masyarakat.

Ipuk berpesan agar musyawarah tersebut dapat menghasilkan solusi terbaik untuk menyikapi berbagai isu penting nasional maupun provinsi, serta tetap berpijak pada kebutuhan riil masyarakat Banyuwangi

“Semoga setiap langkah pembangunan yang kita rancang bersama diberi kemudahan, keberkahan, serta membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Banyuwangi, hari ini dan di masa yang akan datang,” harap Ipuk. (*)

Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Ingatkan Swalayan Tarik Produk Hampir Kedaluwarsa

BANYUWANGI – Menjelang lebaran Idul Fitri, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Banyuwangi Polda Jawa Timur memberikan peringatan tegas kepada sejumlah pengelola swalayan untuk segera menarik produk pangan dan minuman yang mendekati masa expired atau kedaluwarsa.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi melalui Kanit Harda Satreskrim, AKP Prasetya Wicaksono mengatakan hal tersebut menyusul hasil inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok di sejumlah pusat perbelanjaan.

Sebelumnya, Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Polda Jatim bersama instansi samping melakukan sidak untuk memastikan keamanan pangan untuk mengantisipasi peredaran makanan dan minuman yang telah kadaluwarsa.

“Selain pengecekan ketersediaan bahan pokok, kami juga memantau masa kadaluwarsa makanan ringan dan kue,” ujarnya, Rabu (4/3/26).

AKP Prasetya mengatakan sidak kali ini juga sebagai antisipasi gangguan kualitas dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

AKP Prasetya mengimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah Banyuwangi, untuk tetap tenang terkait ketersediaan bahan pokok, dan melaporkan segala kejadian seperti adanya aktivitas penimbunan makanan dan lainya.

“Masyarakat juga bisa melaporkan, bila adanya penimbunan bahan pokok kepada pihak berwajib apabila mengetahuinya,”pungkasnya. (*)

SOSIALISASI PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS (ZI)

CIMAHI, DISKOMINFO – Dalam rangka mendorong terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel Pemerintah Kota Cimahi melalui Inspektorat Kota Cimahi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara daring di Cimahi Command Center pada Selasa (03/03).

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira dalam sambutannya saat membuka sosialisasi tersebut mengingatkan bahwa dalam era tata kelola pemerintahan modern saat ini, birokrasi tidak lagi dituntut sekadar cepat, melainkan juga bersih, transparan, dan dapat dipercaya. Menurutnya ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yaitu 1) Budaya Integritas, budaya tidak pernah terwujud jika dalam bekerja masih berorientasi pada administratif saja; 2) Meningkatkan Inovasi, bagaimana agar kita dapat berinovasi khususnya dalam pelayanan publik yang berangkat dari permasalahan dan menciptakan inovasi untuk penyelesaiannya; dan 3) Memberikan keyakinan pada masyarakat dari inovasi melalui publikasi aktif.
Masyarakat saat ini lebih kritis, sadar haknya, dan berani menilai kinerja pemerintah secara terbuka, sehingga realitas ini menuntut kita untuk mampu merubah budaya kerja dan tidak lagi bertahan dengan pola lama. Pemerintah harus berani membangun sistem yang kuat, menegakkan budaya kerja yang jujur, dan memastikan setiap pelayanan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“dalam Pembangunan Zona Integritas menuju WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) harus ada inovasi, atau merumuskan sebuah model yang sifatnya spesifik sesuai unit kerja masing-masing yang dapat memenuhi kebutuhan publik, sehingga masyarakat semakin bahagia dan semakin sejahtera” ucapnya.
Sementara itu Inspektur Kota Cimahi Risnandar dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman seluruh unit kerja mengenai kebijakan dan mekanisme pembangunan zona integritas, menguatkan komitmen pimpinan dan seluruh jajaran dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya budaya kerja yang berintegritas di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi sekaligus mendorong unit kerja memperoleh predikat wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Sebelumnya tiga unit kerja (OPD) Pemerintah Kota Cimahi pada penilaian Tahun 2025 telah berhasil meraih predikat WBK, yaitu: Diskominfo, Disdukcapil, dan Kecamatan Cimahi Selatan.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi tersebut Canggih Hangga Wicaksono, S.St. dan Sely Kurniawan, S.A.P., dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

Achmad Syafei

Tak Perlu Takut Melapor, Sipropam Polres Bangkalan Sosialisasikan QR Code Dumas

Bangkalan – Komitmen terciptanya institusi yang semakin profesional, bersih, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat, Sipropam Polres Bangkalan menggelar kegiatan Sosialisasi QR Code Dumas Online Divpropam Polri di Terminal Bangkalan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt Kasipropam Polres Bangkalan IPDA Rezaki Ana Mustaqim, S.H., M.H., bersama Anggota Sipropam dengan menyasar masyarakat yang beraktivitas di area terminal.

Lebih lanjut, IPDA Rezaki menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Terminal Bangkalan sebagai titik sosialisasi bukan tanpa alasan.

“Terminal merupakan ruang publik yang setiap hari bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat lapangan, seperti sopir angkutan umum, kernet, pedagang, dan para penumpang. Di sinilah interaksi antara anggota Polri dan masyarakat sering terjadi. Karena itu, kami ingin memastikan masyarakat yang berada di garda terdepan aktivitas publik memahami haknya untuk melapor apabila menemukan adanya penyimpangan,” ujarnya.

Dalam keterangannya, IPDA Rezaki menegaskan bahwa inovasi QR Code Dumas Online ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan laporan atau aduan terkait pelanggaran anggota Polri secara cepat, transparan, dan akuntabel.

“Melalui QR Code Dumas Online ini, masyarakat tidak perlu lagi ragu atau kesulitan untuk melapor. Cukup dengan memindai kode QR yang telah kami sediakan, laporan bisa langsung tersampaikan secara resmi. Identitas pelapor kami jamin kerahasiaannya, dan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota Polri.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut mengawasi. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbenah dan menjadi lebih baik. Jangan menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya di media sosial. Jika ada dugaan pelanggaran, laporkan melalui saluran resmi agar dapat diproses secara profesional,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara aparat dan masyarakat. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta harapan terkait pelayanan kepolisian di lapangan. Suasana berlangsung interaktif dan penuh keterbukaan.

Menurut IPDA Rezaki, kehadiran Dumas Online bukan sekadar inovasi digital, tetapi menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan institusi kepolisian.

“Apabila kegiatan serupa terus digelar di berbagai titik strategis, bukan tidak mungkin QR Code Dumas Online akan menjadi salah satu terobosan paling efektif dalam mendorong budaya melapor serta memperkuat pengawasan internal kepolisian. Pengawasan terhadap Polri bukan hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dengan adanya QR Code Dumas Online ini, kami ingin membangun budaya melapor yang sehat, sehingga institusi Polri semakin profesional, bersih, dan dipercaya publik,” pungkasnya.

(tan)

Panen 150 Kg Kangkung, Lapas Batam Wujudkan Ketahanan Pangan dan Dukung Asta Cita Presiden

Batam – Dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden serta Program Aksi Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam melaksanakan kegiatan Panen Sayur Kangkung hasil program kegiatan kerja, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di area brandgang Lapas Kelas IIA Batam ini dimulai pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB. Panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Batam dan dihadiri oleh Kasi Kegiatan Kerja, Kasi Administrasi Kamtib, Kasi Binadik, Kasubsi Bimker Lolahasja, Kasubsi Sarana Kerja, staf pelaksana, serta warga binaan yang tergabung sebagai tamping perkebunan.

Sebanyak 150 kilogram sayur kangkung berhasil dipanen dalam kegiatan tersebut. Hasil panen ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dilaksanakan oleh Lapas Batam melalui kegiatan kerja produktif di bidang pertanian.

Kepala Lapas Kelas IIA Batam dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar panen hasil kebun, tetapi juga wujud nyata pembinaan kemandirian bagi warga binaan. “Program ketahanan pangan ini menjadi bentuk kontribusi kami dalam mendukung Asta Cita Presiden serta Program Aksi Ketahanan Pangan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain meningkatkan keterampilan warga binaan, hasilnya juga memberikan manfaat langsung,” ujarnya.

Hasil panen kangkung selanjutnya didistribusikan kepada pihak ketiga untuk diolah menjadi bahan makanan yang nantinya dapat dinikmati oleh warga binaan. Sebagian hasil panen juga diperuntukkan bagi tamu undangan sebagai bentuk apresiasi dan transparansi hasil kegiatan kerja.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Batam terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan selaras dengan program strategis nasional, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas pembinaan di lingkungan pemasyarakatan di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.(Gokkon)

Satlantas dan Binmas Polres Lumajang Edukasi Tertib Lalu Lintas dan Anti Bullying Sejak Dini

Lumajang – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang bersama Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Lumajang melaksanakan kegiatan edukasi dan pembinaan kepada pelajar di SD Negeri Kepuharjo 1, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas serta membangun karakter disiplin dan saling menghargai sejak usia dini.

Dalam kesempatan itu, anggota Kamsel Satlantas Polres Lumajang memberikan sosialisasi mengenai pengenalan rambu-rambu lalu lintas serta pentingnya keselamatan di jalan raya.

Materi yang disampaikan meliputi pentingnya penggunaan helm standar bagi pengendara sepeda motor, larangan penggunaan sepeda listrik di jalan raya, larangan mengendarai sepeda motor bagi anak yang belum cukup umur.

“Kami juga menghimbau untuk tidak menonton maupun terlibat dalam aksi balap liar yang membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ujar anggota Kamsel Satlantas Polres Lumajang.

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Yulian Putra Prasviawan, mengatakan bahwa edukasi tertib berlalu lintas perlu diberikan sejak dini agar anak-anak memahami aturan dan keselamatan di jalan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada para siswa bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Anak-anak diharapkan menjadi pelopor keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya,” ujar AKP Yulian.

Sementara itu, anggota Sat Binmas Polres Lumajang juga memberikan pembinaan terkait bahaya bullying dan perundungan di lingkungan sekolah.

Para siswa diajak untuk saling menghormati, tidak melakukan kekerasan verbal maupun fisik, serta berani melaporkan jika mengetahui adanya tindakan perundungan.

PS. Kasat Binmas Polres Lumajang, Iptu Irdani Isma, menegaskan bahwa bullying dapat berdampak serius terhadap perkembangan mental dan psikologis anak.

“Kami mengimbau kepada seluruh siswa untuk menjauhi tindakan bullying. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan terus terjalin dalam upaya menciptakan generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan taat aturan.

Melalui kegiatan edukatif ini, Polres Lumajang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pembinaan kepada pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Operasi 24 Jam, Satresnarkoba Polres Pasuruan Ringkus 6 Pengedar Sabu di 4 Lokasi

PASURUAN – Operasi intensif selama 24 jam yang digelar Satresnarkoba Polres Pasuruan membuahkan hasil. Enam tersangka pengedar sabu berhasil diringkus dari empat lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Pasuruan pada 9–10 Februari 2026.

Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam mewujudkan Pasuruan BERSINAR (Bersih dari Narkoba), terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan, pihaknya akan terus menggencarkan pemberantasan peredaran narkotika tanpa kompromi.

“Kami tidak memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba. Menjelang Ramadan, pengawasan dan penindakan kami tingkatkan,” tegasnya.

Empat TKP dalam Sehari Semalam

Pengungkapan pertama dilakukan Senin (9/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di sebuah kamar kos di Desa/Kelurahan Sumber Gedang, Kecamatan Pandaan. Dua tersangka, ARF (35) dan SS (19), warga Kecamatan Prigen, diamankan dengan barang bukti tujuh bungkus sabu seberat total 7,521 gram. Polisi juga menyita satu timbangan elektrik, dua unit ponsel, uang tunai Rp2,8 juta, plastik klip kosong, tas hitam, serta satu unit sepeda motor.

Selanjutnya, Selasa (10/2/2026) pukul 02.00 WIB, tersangka SHT (39) ditangkap di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Dari tangan pelaku diamankan lima kantong sabu dengan berat total 0,758 gram serta satu unit ponsel dan plastik klip kosong.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 04.00 WIB, MR (41) diringkus di Desa Kersikan, Kecamatan Bangil. Polisi menemukan enam paket sabu dengan berat total 0,916 gram, dua timbangan elektrik, tiga unit ponsel, plastik klip kosong, dan satu unit sepeda motor.

Pengungkapan terakhir terjadi pukul 07.30 WIB di Desa Sidowayah, Kecamatan Beji. Tersangka MF (39) diamankan dengan dua bungkus sabu seberat total 4,769 gram. Turut disita dua timbangan elektrik, satu unit ponsel, tas hitam, plastik klip kosong, sekrop dari sedotan, serta buku catatan yang diduga berisi transaksi penjualan sabu.

Terancam Hukuman Berat

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta dikaitkan dengan ketentuan KUHP dan UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Mereka terancam pidana penjara paling singkat enam tahun hingga 20 tahun, penjara seumur hidup, bahkan pidana mati.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

“Perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Kami butuh dukungan dan partisipasi masyarakat agar Kabupaten Pasuruan benar-benar bersih dari narkoba,” pungkasnya.

Sinergi di Bulan Ramadhan Polres Sumenep Bersama Lintas Instasi Berbagi Takjil

SUMENEP – Polres Sumenep Polda Jatim menggelar kegiatan berbagi takjil gratis di depan Mako Polres Sumenep, Jalan Urip Simoharjo, Selasa (3/3/26).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Sumenep, serta melibatkan Jasa Raharja dan Dispenda Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara Polres Sumenep Polda Jatim, Bhayangkari, Jasa Raharja, dan Dispenda dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sebanyak kurang lebih 500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas di lokasi kegiatan tersebut.

Kehadiran pimpinan dan lintas instansi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat khususnya yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melakukan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga,” ungkap AKBP Anang.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan soliditas antar instansi.

Selain membagikan takjil, Kapolres Sumenep juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat.

“Kami imbau agar masyarakat juga menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi peraturan lalu lintas, khususnya pada jam-jam menjelang berbuka puasa yang rawan terjadi kepadatan arus kendaraan,” terangnya.

Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan terus terjaga dan semakin solid, tidak hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Sumenep . (*)

Kapolsek Purwosari Bersama Bhayangkari Bagikan 250 Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

PASURUAN – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Kapolsek Purwosari bersama Bhayangkari dan jajaran anggota Polsek Purwosari membagikan 250 paket takjil kepada masyarakat, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di depan Mapolsek Purwosari dan disambut antusias oleh warga serta pengguna jalan yang melintas.
Pembagian takjil ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Purwosari, Iptu Santy Wijaya.

Seluruh personel Polsek bersama Bhayangkari turut turun ke jalan dengan penuh semangat dan senyum ramah untuk membagikan takjil kepada masyarakat yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Iptu Santy Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polsek Purwosari kepada masyarakat, khususnya bagi para pengendara yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka.
“Sebanyak 250 paket takjil kami bagikan hari ini.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga para pemberi dan penerima takjil mendapatkan keberkahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Dengan kehadiran langsung anggota di tengah masyarakat, diharapkan dapat semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Salah satu pengguna jalan asal Malang, Roji, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembagian takjil ini sangat membantu pengendara yang masih berada di perjalanan saat azan magrib berkumandang.

“Terima kasih kepada Ibu Kapolsek dan seluruh jajaran. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi semua,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Warga yang menerima takjil tampak gembira serta mengapresiasi kepedulian Polsek Purwosari dalam berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.

PASAR RAMADAN LUMAJANG 2026: WADAH PROMOSI UMKM LOKAL DAN PUSAT BELANJA KEBUTUHAN RAMADAN

Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang akan menggelar Pasar Ramadan 2026 di sisi timur Alun-Alun Lumajang, mulai 2 hingga 7 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan produk UMKM lokal dan menyediakan pusat belanja kebutuhan Ramadan bagi masyarakat.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan bahwa Pasar Ramadan merupakan wadah strategis untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan selama bulan suci. “Pasar Ramadan ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang,” ujarnya.

Pasar Ramadan akan menyajikan berbagai produk unggulan lokal, termasuk kuliner khas, aneka takjil, busana muslim, dan produk kerajinan. Harga komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan cabai juga akan dijaga agar tetap terjangkau.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Pemkab Lumajang telah melakukan pemantauan distribusi dan pasokan komoditas utama. Operasi pasar juga akan digelar di sejumlah titik untuk memperluas jangkauan intervensi.

Pasar Ramadan Lumajang 2026 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung produk lokal dan meningkatkan perekonomian daerah. Masyarakat diundang untuk berbelanja dan menikmati suasana Ramadan yang nyaman dan menyenangkan.( JOE)