Home Blog Page 77

DLH Bukan Petugas Sampah Melainkan Fasilitator Dan Pengawasan Dalam Pengelolaan Sampah

0

Gempurnews | Pemalang – Lingkungan bersih dan nyaman tentunya menjadi idaman bagi semua masyarakat,meskipun di bulan suci Ramadhan Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Pemalang tetap melaksanakan kegiatan rutin Jumat bersih untuk menciptakan kota Pemalang tetap bersih dan Indah.

Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari,suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak jelas ketika seluruh peserta turun langsung membersihkan lingkungan demi menciptakan kondisi Kabupaten Pemalang bersih,hijau dan nyaman.

Kepala Bidang DLH Pemalang Budi Santoso.,S.hut.,M.M., mengatakan kegiatan ini bertujuan menjaga kebersihan dan juga mempererat Silahturahmi antara masyarakat dan pemerintah serta memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Budi Santosa juga menambahkan bahwa mereka yang berkerja di Dinas Lingkungan Hidup bukanlah petugas sampah melainkan fasilitator pengawasan dalam pengelolaan sampah. “Tambahnya.

Tugas kami adalah mengawasi dan memfasilitasi pengelolaan sampah di Kabupaten Pemalang,dan kami bekerjasama dengan masyarakat serta dinas terkait untuk menciptakan Kabupaten Pemalang yang bersih dan sehat, dan kami berharap masyarakat dapat memahami tugas dan fungsi kami . “Tegas Budi Santoso.
Jumat (27/2/26)

(yn26)

Polda Sumsel Perkuat Pengawasan Narkotika di Lapas, 15.000 Warga Binaan Jadi Perhatian Bersama

0

Palembang, gempurnews.com — Polda Sumatera Selatan memperkuat sinergi strategis bersama jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Provinsi Sumatera Selatan guna mencegah potensi gangguan keamanan dan peredaran narkotika dari dalam lembaga pemasyarakatan.

Langkah tersebut ditegaskan dalam lawatan kerja yang berlangsung di Mapolda Sumsel, Kamis (26/2/2026), dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Data Kanwil Ditjenpas Sumsel menunjukkan jumlah warga binaan di Sumatera Selatan mencapai sekitar 15.000 orang, dan lebih dari separuhnya merupakan pelaku tindak pidana narkotika.

Angka ini menjadi perhatian serius kedua institusi. Sebab, jaringan peredaran narkotika yang dikendalikan dari dalam lapas masih menjadi ancaman nyata terhadap stabilitas kamtibmas.

Karena itu, Polda Sumsel dan Kemenimipas sepakat memperkuat:

  • Pertukaran data dan informasi intelijen
  • Deteksi dini potensi gangguan keamanan
  • Pengawasan komunikasi ilegal dari dalam lapas
  • Pengamanan pemindahan narapidana risiko tinggi

Pertemuan tersebut juga mengevaluasi penanganan insiden kerusuhan di Lapas Musi Rawas. Polda Sumsel bersama jajaran Polres setempat sebelumnya telah melakukan langkah cepat pengamanan.

Sebagai tindak lanjut, narapidana yang terlibat telah dipindahkan ke Nusakambangan guna meminimalisir eskalasi lanjutan.

Langkah ini menunjukkan pola respons terpadu antara aparat keamanan dan pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas wilayah.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa dinamika keamanan modern menuntut kolaborasi lintas sektor. Selain ancaman narkotika, ia juga menyoroti:

  • Potensi kejahatan siber
  • Polarisasi sosial melalui media digital
  • Pentingnya profesionalisme aparat

Kapolda berharap penguatan koordinasi dan pengawasan internal dapat mencegah insiden serupa yang terjadi di wilayah lain Indonesia.

Forum juga membahas implementasi KUHP baru, khususnya pidana kerja sosial yang memperluas peran Balai Pemasyarakatan.

Koordinasi lintas institusi dinilai krusial agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan celah pengawasan, sekaligus mampu menekan residivisme dan memperkuat rasa aman masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Sinergi dengan Kemenimipas sangat strategis, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang bersumber dari dalam lembaga pemasyarakatan, termasuk peredaran narkotika yang menjadi ancaman serius bagi masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan berlangsung tertib dan kondusif. Kedua pihak sepakat menjaga kesinambungan komunikasi dan kolaborasi sebagai bagian dari sistem pengamanan terpadu di Sumatera Selatan.

MOH.SANGKUT

Pererat Silaturahmi, Kakanwil Kemenimipas Kepri Safari Ramadhan di Lapas Batam

0

Batam – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Aris Munandar, melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam pada Kamis (26/02/2026).

Didampingi langsung oleh Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, beserta jajaran struktural, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi serta memastikan pelayanan publik dan pembinaan di dalam Lapas tetap berjalan optimal selama bulan suci Ramadhan.

Mengawali rangkaian kegiatan, rombongan bergerak menuju area dalam Lapas. Kakanwil Aris Munandar menyempatkan diri masuk ke blok hunian untuk menyapa langsung para warga binaan.

Dalam dialog santai tersebut, Kakanwil memberikan motivasi agar para warga binaan tetap semangat menjalankan ibadah puasa dan terus mengikuti program pembinaan dengan baik. Beliau juga memastikan bahwa hak-hak warga binaan, termasuk pemenuhan kebutuhan ibadah dan makanan sahur serta buka puasa, terpenuhi dengan layak.

Kalapas Batam, Yosafat Rizanto, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Kakanwil beserta jajaran Kanwil Kemenimipas Kepri. Menurutnya, kehadiran pimpinan memberikan suntikan moral bagi petugas maupun warga binaan.(Gokkon)

Anggota Gelar Binrohtal, Perkuat Iman dan Pelayanan Humanis

0

Lumajang – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel, anggota melaksanakan kegiatan mengaji, tahlil, doa bersama, serta pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) di Musholla Al Hakiimu Mapolsek Ranuyoso, Desa Ranuyoso, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten , Kamis (26/2/2026).

Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh seluruh personel Polsek Ranuyoso dengan penuh khidmat. Melalui binrohtal, diharapkan setiap anggota semakin memahami nilai-nilai iman dan takwa sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kapolsek Ranuyoso, AKP Imam Soepardi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin untuk membentuk karakter personel yang berintegritas dan berakhlak baik.

“Melalui kegiatan binrohtal ini, kami berharap seluruh personel semakin memperkuat iman dan ketakwaannya, sehingga dalam melaksanakan tugas kepolisian, baik fungsi lini, yustisi maupun pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan benar, ikhlas, dan penuh tanggung jawab,” ujar AKP Imam.

Ia menambahkan, pembinaan rohani sangat penting sebagai pondasi moral anggota Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah hukum Polsek Ranuyoso.

“Personel yang memiliki keimanan kuat akan lebih humanis, profesional, serta mampu menciptakan situasi yang kondusif dan tertib di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan binrohtal secara berkelanjutan, Polsek Ranuyoso berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual dalam mengabdi kepada masyarakat.

Dapur Berkah Ramadan Polsek Pakal: 600 Porsi Buka Puasa untuk Warga di Surabaya

0

SURABAYA – Suasana penuh kehangatan dan kepedulian terasa di halaman Polsek Pakal Polrestabes Surabaya pada Kamis, 26 Februari 2026.

Melalui program Dapur Berkah Ramadan, jajaran kepolisian menghadirkan momen berbuka puasa bersama dengan Komunitas Wong Bodo dan masyarakat sekitar.

Sebanyak 600 porsi hidangan disajikan secara prasmanan sebagai wujud nyata kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan warga.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Pakal, AKP Mulya Sugiharto, S.I.K., bersama para kanit dan anggota piket fungsi.

Kehadiran sekitar 20 anggota komunitas serta puluhan warga menambah hangatnya suasana kebersamaan di bulan suci.

Sejak sore hari, personel Polsek Pakal bersama Komunitas Wong Bodo telah bergotong royong menyiapkan seluruh rangkaian acara.

Semangat kebersamaan terlihat saat proses penataan hidangan hingga penyambutan masyarakat yang hadir.

Menjelang waktu berbuka, Kapolsek Pakal AKP Mulya menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan tetapi juga berbagi kebahagiaan,” ujar AKP Mulya.

Menurutnya program Dapur Berkah Ramadan ini tidak sekadar menghadirkan hidangan berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang hangat antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Kehadiran warga yang antusias menunjukkan bahwa kegiatan sosial semacam ini mampu memperkuat kepercayaan publik serta membangun kedekatan emosional.

“Kegiatan berbagi ini merupakan komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan Polri yang humanis dan selalu hadir di tengah masyarakat,” tambah AKP Mulya.

Buka puasa bersama di Mapolsek Pakal menjadi gambaran nyata bagaimana Ramadan menghadirkan nilai kebersamaan tanpa sekat.

Polisi, komunitas, dan masyarakat duduk bersama dalam satu meja, menikmati hidangan yang sama, serta memanjatkan doa dalam suasana yang khidmat.

Momentum ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut sebagai budaya kebersamaan yang memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. (*)

Kebutuhan Meningkat saat Ramadan dan Lebaran, Pemkab Banyuwangi Himbau Warga Tak Tergiur Pinjol Ilegal

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran pinjaman instan tanpa memastikan legalitasnya. Hal ini seiring dengan momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

Peringatan tersebut rutin diperdengarkan di titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti di Simpang Lima Kota Banyuwangi. Juga sejumlah perempatan lampu merah di Banyuwangi.

“Setiap menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kami secara rutin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjol ilegal,” kata Kabag Perekonomian Setda Banyuwangi, Heny Sugiharti, Kamis (26/2/2026).

Kebutuhan warga yang meningkat saat Ramadan dan Idul Fitri kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menawarkan pinjaman online (pinjol) ilegal dengan iming-iming pencairan cepat dan syarat mudah.

Heny menjelaskan, pinjol ilegal seringkali menerapkan bunga dan denda yang tidak wajar, serta melakukan penagihan dengan cara intimidatif. Selain itu, pelaku juga kerap menyalahgunakan data pribadi pengguna.

“Pastikan terlebih dahulu legalitasnya dan cek apakah sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Jangan sampai kebutuhan sesaat justru menimbulkan masalah berkepanjangan,” tambahnya.

Selain melalui pengeras suara di ruang publik, sosialisasi juga dilakukan melalui media sosial resmi pemerintah daerah, siaran radio lokal, serta jaringan perangkat desa dan kelurahan agar pesan kewaspadaan dapat menjangkau seluruh lapisan warga.

Masyarakat diimbau untuk menghindari tautan atau pesan promosi dari nomor tidak dikenal serta tidak sembarangan memberikan data pribadi, termasuk akses ke kontak dan galeri ponsel yang kerap disalahgunakan oleh pelaku pinjol ilegal.

Di sisi lain, terkait kebutuhan yang kian tinggi pada momen Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab mengimbau masyarakat mengelola keuangan secara bijak dan menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan.

“Jika terdesak, memanfaatkan layanan keuangan resmi seperti koperasi atau lembaga perbankan terpercaya dapat menjadi solusi,” kata Heny.

“Dengan literasi keuangan yang baik dan kewaspadaan bersama, diharapkan masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tanpa beban utang yang merugikan,” tandasnya. (*)

Setelah Eropa dan Amerika, Rasa Bhayangkara Nusantara Resmi Hadir di Timur Tengah Sebagai Instrumen Diplomasi Kultural Presiden Prabowo Subianto

0

Jeddah — Diplomasi kultural Indonesia kembali mencatatkan capaian strategis di panggung global. Setelah mendapat perhatian luas di Benua Eropa dan Amerika, Buku Rasa Bhayangkara Nusantara versi Bahasa Inggris berjudul Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program kini resmi hadir di kawasan Timur Tengah.

Buku tersebut diserahkan langsung oleh Wakapolri Dedi Prasetyo kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah dalam rangkaian kegiatan Courtesy Call di Jeddah, Kamis (26/2/2026). Penyerahan ini menandai secara resmi kehadiran Rasa Bhayangkara Nusantara di Timur Tengah sebagai bagian dari diplomasi kultural Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang mengedepankan budaya, kepedulian sosial, dan pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia di mata dunia.

Penyerahan buku tersebut diterima langsung oleh Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Yusron Bahauddin Ambary, sekaligus menjadi simbol penguatan peran perwakilan Indonesia di luar negeri dalam menyampaikan narasi kebijakan nasional secara lebih inklusif dan mudah dipahami oleh komunitas internasional.

Instrumen Diplomasi Kultural Indonesia

Sementara itu, dari tempat terpisah, penyusun buku Rasa Bhayangkara Nusantara, Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, menegaskan bahwa buku ini sejak awal dirancang sebagai instrumen diplomasi negara.

“Kehadiran buku ini menjadi instrumen diplomasi yang strategis. Buku ini membantu para Duta Besar Republik Indonesia di berbagai negara, termasuk di Jeddah, untuk menjelaskan kepada khalayak internasional tentang kekayaan, keberagaman, serta keberhasilan implementasi Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia,” ujar Dirgayuza Setiawan.

Menurutnya, buku ini tidak hanya berbicara tentang kuliner, tetapi juga menyampaikan pesan kebijakan negara melalui pendekatan budaya yang universal dan mudah diterima lintas bangsa.

MBG Jadi Perhatian Dunia

Dirgayuza Setiawan menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto kini telah menjadi perhatian dan perbincangan berbagai tokoh dunia.

“Dalam berbagai forum internasional, MBG bahkan disebut sebagai salah satu world program yang mendapat dukungan dan atensi global, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hingga saat ini, tercatat 107 negara telah melaksanakan program serupa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai negara dengan kekayaan budaya kuliner yang membentang dari Sabang hingga Merauke, ratusan adat dan tradisi, serta ragam bahan pangan lokal, Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam implementasi MBG. Keragaman tradisi memasak dan kearifan lokal menjadikan pelaksanaan MBG di Indonesia sebagai salah satu yang paling beragam di dunia.

Keberagaman inilah yang kini menjadi perhatian berbagai bangsa. Indonesia tidak hanya menjalankan program pemenuhan gizi, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan potensi pangan lokal dalam setiap implementasinya.

Dari London, Davos, Amerika Serikat hingga Jeddah

Kehadiran Rasa Bhayangkara Nusantara di Jeddah melengkapi rangkaian diplomasi kultural Indonesia yang sebelumnya telah hadir di berbagai pusat dunia. Pada 21 Januari 2026, buku ini diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Inggris di London. Selanjutnya, buku tersebut diperkenalkan dalam forum global World Economic Forum di Davos, Swiss, sebagai bagian dari showcase diplomasi Indonesia, dan Buku versi Bahasa Inggris ini juga telah diperkenalkan di KBRI Washington D.C., Amerika Serikat bersama kunjungan Presiden Prabowo beserta delegasi sebelum akhirnya menjangkau Timur Tengah dibawa langsung oleh Wakapolri.

Sejumlah media internasional menilai kehadiran buku ini di Davos sebagai pendekatan baru diplomasi Indonesia, yang memadukan kebijakan strategis, budaya, dan program sosial dalam satu narasi yang komunikatif dan mudah diterima oleh komunitas global.,

Kapolda Sumsel Rangkul OKP dan Cipayung Plus, Perkuat Stabilitas Nasional di Momentum Ramadhan

0

Palembang, gempurnews.com — Polda Sumatera Selatan memperkuat strategi kolaborasi preventif dengan generasi muda melalui kegiatan buka puasa bersama Organisasi Kepemudaan (OKP), Cipayung Plus, dan mahasiswa se-Sumatera Selatan di Hotel Harper Palembang, Senin (pukul 17.30 WIB).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi Ramadhan, melainkan bagian dari pendekatan dialogis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah yang berkontribusi terhadap stabilitas nasional.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

Ia menyebut mahasiswa dan pemuda sebagai moral force dan agent of change yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik dan menjaga suasana kondusif.

“Harkamtibmas bukan hanya tugas Polri. Ini tanggung jawab kita bersama. Dari forum ini akan lahir pemimpin masa depan yang menentukan arah bangsa,” ujar Kapolda Sumsel.

Lebih lanjut, Kapolda mengajak seluruh organisasi mahasiswa untuk menjaga narasi persatuan, menolak provokasi, serta mendorong ruang diskusi yang konstruktif.

Sejak menjabat pada awal Januari lalu, Kapolda aktif membangun komunikasi dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pimpinan organisasi kemahasiswaan. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi cooling system untuk menjaga Sumatera Selatan tetap kondusif.

Sumatera Selatan selama ini dikenal sebagai wilayah dengan tingkat konflik sosial relatif rendah. Kondisi tersebut lahir dari kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polda Sumsel membangun hubungan setara dengan generasi muda.

“Momentum Ramadhan ini kami maknai sebagai ruang memperkuat ukhuwah kebangsaan. Dialog yang terbangun hari ini menjadi pondasi penting dalam menjaga Sumatera Selatan tetap aman dan inklusif,” ujar Kombes Pol Nandang.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis, diawali pembukaan, pemutaran video selayang pandang, sambutan, tausiyah Ramadhan, hingga buka puasa bersama.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, Polda Sumsel menegaskan bahwa stabilitas keamanan bukan hanya produk penegakan hukum, tetapi juga hasil dari komunikasi, kemitraan, dan partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa.

MOH.SANGKUT

Sekjend GIBM Desak Presiden dan DPR Batalkan Impor 105.000 Kendaraan dari India : “Ini Pukulan Telak bagi Industri Nasional”

0

Kota Blitar – Sekretaris Jenderal Gerakan Indonesia Berani Maju ( GIBM ), Sutanto, S.H., menyatakan sikap tegas menolak rencana impor 105.000 unit kendaraan operasional dari India oleh PT.Agrinas Pangan Nusantara. Ia mendesak Presiden dan DPR RI untuk segera mengintervensi dan membatalkan kontrak pengadaan senilai Rp 24,66 triliun tersebut.

Menurut Sutanto, kebijakan mengimpor puluhan ribu unit pikap dan truk dari Mahindra serta Tata Motors untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) adalah langkah mundur yang mencederai semangat kemandirian ekonomi nasional.

“Kami meminta dengan sangat kepada Bapak Presiden dan pimpinan DPR RI untuk menghentikan proses ini. Jangan sampai anggaran negara atau dana yang mengatasnamakan kepentingan rakyat desa justru mengalir deras untuk memperkuat industri otomotif negara lain,” tegas Sutanto kepada awak media, Kamis (26/2).

Alasan Penolakan Tegas GIBM
Dalam pernyataan resminya, Sutanto memaparkan empat alasan krusial mengapa impor ini harus dibatalkan:

1.Indonesia memiliki industri otomotif dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. “Membeli produk India di saat pabrikan lokal mampu memproduksi kendaraan sejenis adalah bentuk pengabaian terhadap keringat buruh dan inovasi anak bangsa,” ujar Sutanto.

2.Nilai kontrak sebesar Rp 24,66 triliun seharusnya menjadi stimulus bagi manufaktur dalam negeri. Dana tersebut diyakini mampu menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan menggerakkan rantai pasok UKM otomotif lokal.

3.Sutanto menyoroti jaringan after-sales. “Kendaraan desa butuh kepastian suku cadang. Produk dalam negeri sudah punya infrastruktur itu. Memaksakan produk India yang jaringannya belum merata di pelosok hanya akan menjadikan kendaraan tersebut ‘besi tua’ dalam beberapa tahun ke depan.”

4.Impor massal ini dinilai bertolak belakang dengan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia( Gernas BBI ).

Sutanto menegaskan bahwa suara penolakan ini didukung oleh struktur organisasi yang solid di berbagai daerah. Saat ini, pengurus GIBM sudah tersebar di 15 provinsi dan 42 kabupaten/kota cabang di seluruh Indonesia. Dengan kekuatan basis massa tersebut, GIBM berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Sutanto menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa, ” GIBM akan terus memantau isu ini hingga ada kepastian bahwa kebutuhan KDKMP dipenuhi oleh produk-produk hasil karya bangsa sendiri demi kedaulatan ekonomi,” pungkasnya. (Rls/Fen)

Pelayanan Samsat dan Satpas Polres Pasuruan Kota Profesional dan Bebas Pungli

0

Pasuruan Kota — Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan Kota terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik percaloan maupun pungutan liar (pungli) melalui layanan Samsat dan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas).

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan, S.T.K., S.I.K., menegaskan bahwa pelayanan terbaik kepada masyarakat menjadi prioritas utama dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan keterbukaan informasi.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Seluruh proses di Samsat dan Satpas dilaksanakan sesuai prosedur resmi, transparan, serta tanpa calo dan tanpa pungutan liar,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Propam Polres Pasuruan Kota, IPDA Ferdiawan Ubaidillah, S.H., menyampaikan bahwa pengawasan terhadap pelayanan kepolisian terus dilakukan secara ketat. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan pelanggaran oleh anggota untuk segera ditindaklanjuti.

Komitmen tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang warga Kota Pasuruan mengaku pelayanan berlangsung tertib, jelas, dan nyaman tanpa biaya di luar ketentuan.

“Alurnya mudah diikuti, petugas membantu dengan baik, dan prosesnya transparan. Kami merasa lebih percaya untuk mengurus sendiri,” ungkapnya.

Melalui pelayanan yang konsisten dan pengawasan berkelanjutan, Polres Pasuruan Kota terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan menghadirkan layanan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepuasan publik.