Home Blog Page 89

Wakil Walikota Cimahi Hadiri Forum Perangkat Daerah Dinas Perhubungan

0

Cimahi,Senin(16/02/2026)
Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat arah pembangunan sektor transportasi sebagai salah satu pilar penting kemajuan daerah.

Hal tersebut dibahas dalam Forum Perangkat Daerah (FPD) yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kota Cimahi untuk menyusun Rencana Kerja Tahun 2027, bertempat di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhisthira, menegaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memastikan setiap kebijakan dan program yang disusun mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya di sektor perhubungan.

Menurutnya, tahun 2027 akan menjadi periode penting dalam fase kematangan pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan forum ini sebagai wadah kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai tantangan transportasi secara terarah dan berkelanjutan.

Adhitia menjelaskan, pemerintah daerah menargetkan berbagai persoalan transportasi dapat ditangani secara bertahap hingga tahun 2030.

Ia menilai, kualitas sistem perhubungan menjadi faktor krusial yang mencerminkan kemajuan dan kenyamanan sebuah kota.

Sebagai wilayah perkotaan, Cimahi dihadapkan pada sejumlah persoalan khas, seperti kepadatan lalu lintas, optimalisasi layanan transportasi publik, serta kebutuhan integrasi sistem transportasi.

Ia menegaskan, kemajuan suatu kota dapat dilihat dari kesiapan dan kualitas infrastruktur transportasinya.

Dalam perencanaan tahun 2027, salah satu prioritas utama adalah penataan dan peningkatan efektivitas penerangan jalan umum (PJU), baik di jalan kota maupun PJU dekoratif di jalur provinsi. Pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi aktif dengan pemerintah provinsi terkait pengelolaan PJU dekoratif agar manfaatnya dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat.

Selain itu, penegasan marka jalan juga menjadi perhatian, termasuk garis pembatas dan tepi jalan, guna meningkatkan keselamatan sekaligus memperindah tata ruang jalan.

Terkait penanganan kemacetan, Adhitia menyoroti kondisi di simpang Kolmas Citeureup yang masih menimbulkan keluhan meskipun telah dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL).

Ia menyebutkan, kajian pelebaran radius tikungan menjadi salah satu opsi solusi yang akan dipertimbangkan melalui kebijakan teknis yang tepat.

Pemerintah juga berencana mengaktifkan kembali APIL yang sempat mengalami gangguan, serta mulai mengembangkan sistem Area Traffic Control System (ATCS) sebagai bagian dari modernisasi manajemen lalu lintas di Kota Cimahi.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib, aman, dan efisien, sekaligus mendukung terwujudnya Cimahi sebagai kota yang nyaman dan berdaya saing di masa mendatang.

Achmad Syafei

Pastikan Rasa Aman, Polda Kepri Siaga Amankan Perayaan Imlek

0

Batam – Polda Kepulauan Riau memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan rangkaian Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Batam. Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI serta Menteri Transmigrasi RI bersama unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas kamtibmas, sebanyak 461 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan. Personel tersebut terdiri dari 208 personel Polda Kepri, 163 personel Polresta Barelang, 30 personel Satpol PP, 30 personel Ditpam, dan 30 personel Dishub.

Pola pengamanan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup. Personel ditempatkan pada titik-titik strategis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Objek pengamanan meliputi tempat ibadah vihara dan klenteng yang ada di wilayah Kota Batam yang menjadi prioritas pengamanan guna menjamin umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat. Pengamanan juga terfokus di kawasan Simpang Martabak Har sebagai lokasi perayaan malam Tahun Baru Imlek.

Personel di lapangan turut melaksanakan pengaturan arus lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Patroli preventif ditingkatkan guna mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memastikan situasi tetap kondusif selama perayaan berlangsung.

Selain di Kota Batam, pengamanan serupa juga telah disiapkan di jajaran Polres/ta yang wilayahnya turut melaksanakan perayaan Imlek, seperti di Tanjungpinang, Karimun, dan Bintan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat di wilayah Kepulauan Riau dapat merayakan Imlek dengan rasa aman dan nyaman.

“Polda Kepri berkomitmen memberikan pengamanan maksimal agar perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili berjalan aman, lancar, dan kondusif. Sinergitas seluruh unsur menjadi kunci utama terciptanya situasi yang stabil,” tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.

Terakhir, Kabid Humas Polda Kepri mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung, mematuhi arahan petugas di lapangan, menggunakan kembang api dan petasan secara bijak sesuai ketentuan yang berlaku, meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan dan barang bawaan, serta segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui Call Center 110.(Gokkon)

Jember Tanggap Darurat Bencana Banjir, PMI Nyatakan Kesiapan Penuh Dukung Kebijakan Gus Fawait

0

Jember, GempurNews – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), yang resmi menaikkan status kebencanaan dari Siaga menjadi Tanggap Darurat Bencana Banjir.

Langkah ini diambil menyusul peningkatan intensitas bencana banjir yang melanda sejumlah titik di wilayah Kabupaten Jember. Kenaikan status ini diharapkan dapat mempercepat mobilisasi bantuan dan penanganan dampak bencana lebih terintegrasi.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S. Pd menegaskan bahwa seluruh jajaran relawan dan sumber daya PMI telah masuk dalam posisi siaga penuh untuk menjalankan instruksi bupati tersebut. “SIAGA! PMI Kabupaten Jember mendukung penuh instruksi Gus Bupati. Kami siap mengambil langkah-langkah strategis dan tindakan cepat yang diperlukan dalam situasi tanggap darurat bencana banjir ini,” tegas Zainollah.

Dalam menghadapi status tanggap darurat ini, PMI Jember telah menyiapkan beberapa poin utama penanganan yaitu Mobilisasi Relawan dengan Menyiagakan Korps Sukarela (KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR) untuk memberikan bantuan warga terdampak.

Memastikan ketersediaan bantuan darurat seperti paket sembako, selimut, dan peralatan kebersihan, Menyiagakan armada dan personel untuk pemenuhan kebutuhan pangan warga terdampak di pengungsian. Menyiagakan ambulans dan tim medis untuk pertolongan pertama serta antisipasi penyakit pasca-banjir.

Zainollah menambahkan bahwa koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait terus diperketat guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan evakuasi berjalan lancar. (Son)

Kecamatan Cimahi Selatan,Gelar Kegiatan “Festival Munggahan UMKM”

0

Cimahi,Kamis(12/02/2026)
Kecamatan Cimahi Selatan menggelar Festival Munggahan Himpunan UMKM yang berlangsung meriah pada Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Cimahi Selatan, Rika Martiana, S.STP., bersama para lurah se-Cimahi Selatan, unsur Forkopimda, serta Ketua UMKM Cimahi Selatan.

Festival Munggahan menghadirkan berbagai kebutuhan pokok, aneka jajanan khas, serta produk unggulan pelaku UMKM lokal.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Grup Musik Gambus yang menghibur masyarakat dan pengunjung yang hadir.

Dalam sambutannya, Camat Cimahi Selatan Rika Martiana, S.STP., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang bulan Ramadan.
“Festival Munggahan UMKM ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus ruang promosi dan penguatan bagi para pelaku usaha lokal agar semakin berkembang dan naik kelas,” ungkapnya.

Rika juga mengajak masyarakat untuk mendukung keberlangsungan UMKM dengan membeli, mencintai, dan menggunakan produk lokal. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong kemandirian usaha lokal di wilayah Cimahi Selatan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan kesempatan untuk berbelanja kebutuhan sekaligus menikmati suasana kebersamaan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Festival Munggahan diharapkan mampu menjadi agenda rutin yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM serta kesejahteraan masyarakat.

Achmad Syafei

Brigez Kota Cimahi Menggelar Kegiatan Latihan Kaderisasi Pengurusnya

0

Cimahi,Minggu(15/02/2026)
Ormas Brigez Gelar Kegiatan Latihan Kaderisasi bagi para pengurus dan anggotanya,Kegatanbtersebut duhadiri pula oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Cimahi, Budi Raharja, yang juga bertindak sebagai pembina,Dalam momen tersebut Budi Raharja menghadiri kegiatan Latihan Kaderisasi yang diselenggarakan Ormas Brigez Kota Cimahi. Acara tersebut berlangsung di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Minggu (15/2/2026).
Ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kegiatan kaderisasi dan pengembangan organisasi masyarakat.

Ketua DPW Brigez Kota Cimahi, M. Virgi Zulian, dalam keterangannya kepada awak media menegaskan,bahwa kegiatan kaderisasi ini bertujuan mencetak generasi muda yang bergerak ke arah kegiatan yang lebih positif serta berkontribusi bagi masyarakat.

Virgi mengungkapkan bahwa kegiatan kaderisasi diawali dengan pelatihan yang melibatkan perwakilan dari tiga DPC Brigez di tiga kecamatan, yakni Cimahi Selatan, Cimahi Utara, dan Cimahi Tengah. Setiap DPC mengirimkan perwakilan dari unsur pertahanan dan keamanan (Hankam), Ikatan Wanita Brigez (IWABI), serta bidang mahasiswa, masing-masing dua orang.

“Kaderisasi ini untuk mengangkat kiprah pemuda-pemuda di Kota Cimahi yang aktif dan membawa perubahan positif. Peserta diambil dari perwakilan tiap DPC agar pembinaan lebih fokus dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Virgi juga memaparkan sejumlah rencana program ke depan. Salah satunya adalah mewadahi serta mengoordinasikan potensi seniman Jalanan di Kota Cimahi agar lebih terarah.

Selain itu, Brigez berencana menjalin kolaborasi dengan pemerintah, khususnya melalui dinas pendidikan dan dinas sosial, untuk menghadirkan program pendidikan bagi anggotanya yang putus sekolah.

“Kami ingin membantu anggota yang membutuhkan pendidikan agar bisa melanjutkan sekolah. Fokus utama program unggulan tahun 2026 adalah bidang pendidikan, karena kami ingin mengubah citra organisasi menjadi lebih baik melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Vurgi menambahkan, Brigez yang berawal dari komunitas motor kini berkomitmen melakukan perubahan positif, termasuk mendorong anggotanya menjauhi tindakan kriminal dan lebih aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Terkait insiden pelajar yang sempat viral sebelumnya, Virgi mengaku belum menerima informasi lengkap.

Virgi berharap seluruh anggota Brigez tetap menjunjung tinggi kedisiplinan dan tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum.

“Kami berharap ke depan anggota tidak terlibat kasus kriminal. Kegiatan kaderisasi ini menjadi langkah pembinaan agar organisasi semakin positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Achmad Syafei

Lahkesmas Dibangun Dengan Tujuan Mewujudkan Laboratorium Yang Hermutu, Andal, dan Terintegrasi

0

Cimahi, Jumat (13/02/2026)
Peresmian Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Cimahi berlangsung khidmat di Jalan Sukimun, Baros, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Wakil Wali Kota Adhitia Yudistira, unsur Forkopimda, serta jajaran SKPD Kota Cimahi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan Labkesmas merupakan bagian dari penguatan sistem kesehatan daerah yang terintegrasi dengan jejaring laboratorium kesehatan nasional.

Mulyati menyebutkan pembangunan fasilitas ini sempat mengalami kendala teknis, terutama faktor cuaca yang memengaruhi proses pekerjaan di lapangan.
Menurut Mulyati, pembangunan laboratorium mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta berbagai regulasi Kementerian Kesehatan terkait standar, organisasi, dan tata kerja Laboratorium Kesehatan Masyarakat.

Tujuan utamanya adalah mewujudkan laboratorium yang bermutu, andal, dan terintegrasi guna mendukung surveilans kesehatan serta respon cepat terhadap berbagai permasalahan kesehatan masyarakat.

“Labkesmas ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pemeriksaan laboratorium untuk penyakit menular maupun tidak menular, deteksi dini kejadian luar biasa (KLB), serta pengujian faktor risiko kesehatan lingkungan.
Selain itu, hasil laboratorium yang valid dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan peresmian dihadiri sekitar 150 undangan dari berbagai unsur, termasuk rumah sakit, puskesmas, laboratorium swasta, serta pemangku kepentingan kesehatan lainnya di Kota Cimahi.

Ke depan, Labkesmas juga akan memperkuat kolaborasi lintas sektor serta menjamin penerapan sistem manajemen mutu dan keselamatan kerja laboratorium.

Dalam keterangannya kepada awak media, Mulyati menyampaikan pembangunan Labkesmas Tahun Anggaran 2025 telah selesai dan serah terima tahap pertama (PHO) dilaksanakan pada 10 Januari 2026.

Pengadaan alat kesehatan dasar telah dipenuhi melalui APBD Kota Cimahi, sementara bantuan alat kesehatan lanjutan dari Kementerian Kesehatan ditargetkan tiba pada semester pertama.

Ia mengakui proses pembangunan sempat mengalami perpanjangan waktu sesuai regulasi akibat kendala cuaca dan tantangan teknis di lapangan.

Namun secara keseluruhan proyek berhasil diselesaikan dengan baik dan siap dioperasikan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Dengan diresmikannya Labkesmas, Pemerintah Kota Cimahi berharap fasilitas ini mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperkuat deteksi dini penyakit, serta memberikan perlindungan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Achmad Syafei

Jelang Bulan Ramadhan 1448 H, Terminal dan Dermaga Tulung Selapan Suasana masih Normal

0

OKI, gempurnews.com – Jelang bulan ramadhan 1448 H, Suasana masih Terminal dan Dermaga Tulung Selapan Ilir Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL) Masih Suasana normal Sabtu,(14/02/2026)

Menurut seorang Awak Speed boat berinisial YH”Biasana ketika awal libur bulan ramadhan tiba suasana Terminal dan Dermaga sangat ramai para pengunjung yang hendak bepergian ketempat tujuan mereka masing – masing

Sejak beberapa Minggu terakhir suasana tetap normal dan biasa biasa saja menurut salah seorang Sopir Travel tujuan kota Palembang berinisial AJ “Memang suasana awal bulan ramadhan tidak sebegitu ramai dibanding liburan sekolah dan tahun baru, tapi Alhamdulillah penumpang travel tetap suasana normal” Paparnya

Jelang ramadhan biasana di tempat tempat seperti pasar,terminal dan Dermaga sangatlah ramai dipadati pengunjung yang ingin bepergian ketujuan mereka,ataupun belalanja untuk bulan ramadhan di pasar,terminal dan Dermaga Tulung Selapan masih suasana normal, padahal tinggal menghitung hari” Tutupnya

ALI IMRON

Pemangkasan Pohon Dilaksanakan,Dishub Optimalisasi Penerangan Jalan

0

Cimahi ,Selasa(10/02/2026)
Keamanan pengguna jalan menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dshub) Kota Cimahi melalui upaya optimalisasi keberadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan Kerkof, Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Dalam kolaborasi bersama Dinas Lingkungan hidup (DLH), Dishub Kota Cimahi melakukan pemangkasan dahan dan ranting pepohonan yang menghalangi cahaya penerang jalan uum atau PJU pada Selasa (10/2/2026).

Kepala Bidang Angkutan dan Penerangan Jalan Umum pada Dinas Perhubugan(Dishub)Kota Cimahi Iwan Ridwan mengatakan, pemangkasan dahan pohon dilakukan pihaknya untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan saat melintas.

“Kami bekerjasama dengan DLH melaksanakan kegiatan rutin pemangkasan dahan dan ranting pohon di sepanjang jalan Kerkof, Kota Cimahi. Kegiatan ini bertujuan mengembalikan fungsi secara optimal dari Penerangan Jalan Umum,” ungkapnya

Selain menghalangi pencahayaan, dahan dan ranting yang terlalu rimbun kata Iwan juga dapat membahayakan ketika terjadi patah atau bahkan tumbang akibat cuaca hingga me
ngenai kabel listrik.

Kegiatan yang berlangsung di sepanjang jalan yang menghubungkan Kota Cimahi dengan wilayah Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu dilakukan pihaknya secara rutin untuk mencegah kecelakaan lalu lintas akibat minim cahaya penerangan jalan.

“Pemangkasan ini penting dilakukan agar mengurangi potensi kecelakaan, meningkatkan keamanan pengguna jalan, juga mencegah terjadinya tindakan kriminalitas,” tandasnya.

Dijelaskan pula oleh Iwan, pemangkasan dahan dan ranting pohon juga bertujuan mempermudah pihaknya dalam melakukan perawatan PJU, sehingga terhindar dari sentuhan langsung dengan kabel listrik.

Dalam kesempatan itu, Iwan mengimbau agar masyarakat yang menemukan pohon menghalangi PJU agar segera melapor kepada aparat kewilayahan setempat, atau langsung melalui DLH dan Dishub Kota Cimahi.

Achmad Syafei

Adin Jaelani: Pasar Tani PKS Dorong Regenerasi Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

0

Ketua DPD PKS Karawang, Adin Jaelani Sopian, kegiatan DPD PKS Karawang melalui Bidang Petani, Peternak dan Nelayan akan menggelar Gebyar Pasar Tani pada Minggu, 15 Februari 2026 di Lapangan Karang Pawitan Karawang. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong penguatan sektor pertanian sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Adin Jaelani Sopian menyampaikan kepada Efendi dari reporter Elshinta, bahwa kegiatan ini bukan sekadar bazar atau kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gerakan membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
“Petani adalah pilar utama ketahanan pangan. Namun regenerasi petani menjadi tantangan serius. Pasar Tani ini kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi antara petani, UMKM, dan masyarakat sekaligus sebagai upaya membangkitkan kebanggaan generasi muda terhadap sektor pertanian,” ujarnya.

Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Event

Gebyar Pasar Tani dirancang tidak hanya sebagai ajang transaksi antara petani dan konsumen, tetapi juga sebagai media promosi produk pertanian lokal serta wadah memperkuat komunitas UMKM berbasis pertanian.
Melalui konsep kegiatan yang edukatif dan rekreatif, seperti senam bersama dan bazar produk tani, PKS Karawang ingin mendekatkan sektor pertanian kepada masyarakat luas, terutama kalangan milenial.

Strategi Menarik Petani Milenial

PKS Karawang memandang pertanian sebagai sektor masa depan yang harus dikelola secara modern dan profesional. Oleh karena itu, ke depan akan dikembangkan program pendukung seperti:

  • Pelatihan digital farming dan pemanfaatan teknologi pertanian
  • Edukasi pemasaran online dan branding produk tani
  • Pelatihan manajemen usaha tani dan kewirausahaan pertanian
  • Pembentukan komunitas petani milenial di tingkat kecamatan

Menurut Adin, pertanian harus dibranding sebagai sektor yang menjanjikan secara ekonomi dan memiliki nilai bisnis tinggi.

“Kita ingin anak muda melihat pertanian bukan sebagai pilihan terakhir, tetapi sebagai peluang usaha yang modern, produktif, dan membanggakan.”

Target Jangka Panjang

PKS Karawang menargetkan lahirnya petani muda yang mandiri dan berdaya saing, memperpendek rantai distribusi hasil tani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Karawang sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Barat harus tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga kuat dalam regenerasi dan inovasi sektor pertanian.

“Dari sawah inilah kehidupan masyarakat berjalan. Ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, tetapi soal masa depan daerah dan bangsa. Kami ingin Pasar Tani menjadi gerakan bersama, bukan kegiatan sesaat,” tutup Adin.

DPD PKS Karawang mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan mendukung produk pertanian lokal dalam kegiatan Gebyar Pasar Tani 2026. (Efendi)

“1.800 PPPK paruh Waktu Kota Probolinggo Nanti THR, DPRD Usul Gaji Dimajukan”

0

Probolinggo,
Polemik Tunjangan Hari Raya (THR) untuk sekitar 1.800 PPPK paruh waktu di Kota Probolinggo mulai menghangat. Di tengah kebingun effectgan regulasi dan keterbatasan anggaran, DPRD Kota Probolinggo melontarkan skema alternatif yang tak biasa: memajukan alokasi gaji bulan ke-12 untuk dibayarkan sebagai THR.(sabtu 14/2/2026)

Usulan ini disampaikan anggota Komisi I, Sibro Malisi. Menurutnya, PPPK paruh waktu tetap berstatus ASN, sehingga secara moral dan prinsip keadilan mereka patut mendapatkan THR sebagaimana aparatur lainnya.

Skema yang ditawarkan cukup teknis namun sederhana: anggaran gaji bulan terakhir dalam satu tahun dialihkan lebih dulu sebagai THR menjelang Lebaran. Kekurangan anggaran di akhir tahun nantinya akan dimasukkan kembali melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026.

“Kalau ada kemauan, jalannya ada. Tinggal bagaimana eksekutif berani mengambil langkah,” kira-kira begitu garis besarnya.

Selama ini, dalam struktur APBD, PPPK paruh waktu hanya dianggarkan untuk 12 bulan gaji tanpa pos khusus gaji ke-14 atau THR. Artinya, secara teknis memang tidak tersedia ruang anggaran eksplisit untuk THR.

Di sisi lain, jumlah 1.800 orang bukan angka kecil. Jika rata-rata gaji PPPK paruh waktu berkisar di angka UMR atau di bawahnya, kebutuhan anggaran THR bisa mencapai miliaran rupiah. Bagi daerah dengan fiskal terbatas, ini jelas bukan keputusan ringan.

Pemerintah kota melalui Pemerintah Kota Probolinggo belum langsung mengiyakan. Sekretaris Daerah, Rey Suwito, menyatakan bahwa kebijakan harus tetap berpijak pada regulasi dan kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, gaji PPPK paruh waktu selama ini diposisikan sebagai upah jasa, yang secara administrasi berbeda dengan skema PPPK penuh waktu.

Bahasanya birokratis. Intinya: jangan sampai niat baik justru menabrak aturan.

Di lapangan, PPPK paruh waktu tetap menjalankan fungsi pelayanan publik. Mereka mengajar, membantu administrasi, mengisi kekosongan tenaga teknis. Bebannya nyata. Maka ketika ASN lain menerima THR sementara mereka tidak, wajar jika muncul pertanyaan: statusnya ASN, tapi haknya separuh?

Inilah yang sedang dipertaruhkan—bukan sekadar angka dalam APBD, tetapi persepsi keadilan di internal birokrasi.

Skema “majukan gaji” memang bukan solusi ideal. Secara fiskal, itu seperti memindahkan beban dari depan ke belakang. Namun dalam situasi transisi regulasi, langkah ini dinilai sebagai jalan tengah agar ribuan pegawai tidak pulang Lebaran dengan tangan kosong.

Sekarang bola ada di tangan eksekutif. Apakah Pemkot akan berani mengambil keputusan dengan risiko administratif yang terukur, atau memilih aman sambil menunggu regulasi pusat?

Satu hal pasti: 1.800 orang sedang menunggu kepastian. Dan waktu menuju Lebaran tidak berjalan lambat.