Home Blog Page 93

Polri–TNI dan Pemda Gelar Karya Bakti Terpadu Gerakan ASRI di Tekung Lumajang

0

Lumajang – Dalam rangka mendukung Gerakan ASRI (Aman, Bersih, Sehat, Indah), Polri bersama TNI dan Pemerintah Daerah melaksanakan kegiatan Karya Bakti Terpadu di wilayah Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipusatkan di Dusun Krajan RT 15 RW 05 Desa Tukum, Kecamatan Tekung. Hadir dalam kegiatan itu Camat Tekung beserta 15 staf, Danramil Tekung bersama 10 anggota Koramil, Kapolsek Tekung AKP Sujianto, S.H. bersama 6 personel Polsek Tekung, Kepala Desa Tukum beserta perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi dan arahan dari Danramil Tekung dan Kapolsek Tekung, kemudian dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan dusun, termasuk saluran air yang tersumbat oleh sampah dan semak belukar.

Kapolsek Tekung AKP Sujianto, S.H. mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia terkait upaya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya penanganan sampah plastik dan kebersihan tempat umum.

“Kegiatan karya bakti terpadu ini merupakan bentuk sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami bersama-sama membersihkan saluran air dari sampah dan semak yang berpotensi menyebabkan genangan air serta menjadi sarang nyamuk,” ujar AKP Sujianto.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kita semua. Dengan lingkungan yang bersih, masyarakat akan lebih sehat dan nyaman,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat Desa Tukum tampak antusias mengikuti kerja bakti dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Gerakan ASRI diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan wilayah Lumajang yang aman, bersih, sehat, dan indah melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.

Satgas Saber Polres Ponorogo Pastikan Harga Stabil dan Stok Bapokting Aman Jelang Ramadhan

0

PONOROGO – Menjelang bulan suci Ramadan, Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Polres Ponorogo Polda Jatim melalukan pengawasan terhadap harga dan stok bahan pokok penting (bapokting).

Sejumlah pasar tradisional hingga toko modern disisir untuk memastikan harga dan stok Bapokting tetap terkendali dan aman.

Pemantauan dilakukan di beberapa titik strategis, di antaranya Pasar Legi Ponorogo di Jalan Soekarno Hatta, Pasar Sumoroto di Kecamatan Kauman, Pasar Bungkal di Kecamatan Bungkal, serta swalayan modern Surya di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Mangkujayan.

Tim Satgas Saber yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali mengecek satu per satu komoditas pangan, mulai dari bumbu dapur, daging ayam dan sapi, beras, minyak goreng, telur, hingga bahan pokok lainnya.

“Secara umum stok bapokting aman dan harga relatif stabil. Beras, telur, minyak goreng sampai bumbu dapur stoknya tercukupi,” ujar AKP Imam Mujali, Selasa (10/2/2026).

Saat pengecekan di Pasar Legi Ponorogo, Satgas Pangan menemukan kenaikan harga cabai rawit. Harga komoditas tersebut tercatat mencapai Rp78.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp60.000 per kilogram.

Menurut AKP Imam, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi faktor cuaca. Musim hujan menyebabkan pasokan terganggu karena banyak hasil panen yang membusuk.

“Cabai rawit memang naik, tapi masih dalam batas wajar. Sementara komoditas lain cenderung stabil, bahkan ada yang turun,” jelasnya.

Selain memantau harga, Satgas Saber juga memastikan tidak ada penimbunan maupun permainan harga di pasar tradisional maupun modern di seluruh wilayah Bumi Reog.

“Tidak ditemukan pelanggaran. Kenaikan harga tidak signifikan dan cenderung stabil,” tegas AKP Imam.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan sejauh ini ketersediaan bahan pokok, seperti beras dan lain lain, sangat aman.

“Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan semua stakeholder untuk memastikan ketersedian dan harga bahan pokok aman, di bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri nanti,”pungkasnya. (*)

Ops Keselamatan Semeru 2026, Satlantas Polres Bangkalan Tekan Laka dengan Aksi Simpatik Bagikan Helm SNI Secara Gratis di SMKN 1 Bangkalan

0

Bangkalan – Komitmen Kepolisian Resor Bangkalan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di kalangan milenial terus diperkuat.

Bertepatan dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satlantas Polres Bangkalan menggelar sosialisasi aksi simpatik yang menyasar para pelajar di SMKN 1 Bangkalan, Rabu (11/02/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung edukatif ini dilakukan oleh Satlantas Polres Bangkalan dengan menggandeng Dinas Jasa Raharja Bangkalan.

Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. melalui Kasat Lantas AKP Febry Hermawan, S.Tr.K., S.I.K., M.H., M.I.K., menegaskan bahwa edukasi ke sekolah-sekolah merupakan prioritas utama dalam operasi kali ini.

“Kegiatan ini merupakan salah satu prioritas utama kami untuk memberikan sosialisasi kepada para pelajar agar tertib berlalu – lintas untuk mencegah terjadinya laka – lantas,” ujar AKP Febry saat memberikan pernyataan resmi.

Dalam rangkaian acara tersebut, Satlantas Polres Bangkalan tidak hanya memberikan materi secara lisan, tetapi juga menyentuh sisi humanis pelajar melalui pemberian doorprize berupa helm standar nasional (SNI) secara gratis.

“Helm bukan hanya pelengkap untuk menghindari tilang, tapi alat pelindung nyawa. Melalui aksi simpatik ini, kami ingin menyentuh hati para siswa agar mereka sadar bahwa ada keluarga yang penuh kasih menunggu mereka pulang dengan selamat di rumah,” tegas Kasat Lantas.

Percepat Respons Insiden Jalan Raya, Satlantas Polres Pasuruan Luncurkan WAKJOLMAS Gandeng Ojol

0

PASURUAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan meluncurkan inovasi bertajuk WAKJOLMAS (Warung Ojol Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pasuruan, pada Rabu (11/2/2026).

Inovasi ini sebagai upaya mempercepat respons penanganan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) melalui kolaborasi dengan pengemudi ojek online (ojol).

WAKJOLMAS dirancang sebagai wadah komunikasi dua arah antara kepolisian dan komunitas ojol yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya. Para pengemudi ojol diharapkan dapat menjadi mitra strategis Polri sebagai “mata dan telinga” di lapangan dalam melaporkan kejadian seperti kecelakaan lalu lintas, pohon tumbang, hingga titik kemacetan.

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, mengatakan inovasi ini bertujuan memangkas waktu respons petugas terhadap berbagai insiden di jalan.

“Melalui WAKJOLMAS, kami membangun komunikasi yang lebih intensif dengan rekan-rekan ojol. Informasi yang cepat dan akurat dari mereka sangat membantu agar penanganan di lapangan bisa dilakukan secara tepat dan segera,” ujar AKP Derie.

Ia menambahkan, keberadaan WAKJOLMAS bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi juga menjadi pusat koordinasi informal untuk memperkuat deteksi dini potensi gangguan Kamseltibcarlantas.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, turut memberikan apresiasi atas inovasi tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci terciptanya keamanan dan ketertiban berlalu lintas.

“Kami ingin membangun budaya saling peduli di jalan raya. WAKJOLMAS adalah bentuk nyata kolaborasi Polri dan masyarakat dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Partisipasi aktif rekan-rekan ojol akan mempercepat respons kami dalam menangani setiap kejadian,” tegas AKBP Harto Agung Cahyono.

Sementara itu, implementasi program di lapangan dikoordinasikan oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan, Aipda Arifian Miftahul Firdaus. Sebagai langkah awal, warung pertama yang menjadi markas WAKJOLMAS dibuka di lokasi strategis, yakni di dekat Simpang 4 Kancilmas, Bangil.

Lokasi tersebut dipilih karena merupakan salah satu titik dengan mobilitas tinggi di wilayah Bangil, sehingga memudahkan koordinasi antara petugas dan komunitas ojol serta mempercepat distribusi informasi kepada kepolisian.

Bidik Green Card UNESCO Global Geopark, Bupati Ipuk Bahas Kesiapan Revalidasi Geopark Ijen 2026

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Geopark Ijen segera menjalani proses revalidasi sebagai bagian Unesco Global Geopark (UGG) pada tahun ini. Revalidasi menjadi tahapan penting untuk memperoleh status Green Card bagi Geopark Ijen.

Revalidasi 2026 merupakan evaluasi pertama setelah penetapan resmi Geopark Ijen sebagai jaringan geopark Unesco, pada 2023 lalu. Proses revalidasi adalah evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap empat tahun untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi. Hasil evaluasi menentukan status: Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan 2 tahun), atau Red Card (dicabut

Menjelang pelaksanaan revalidasi, tim persiapan revalidasi Geopark Ijen bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani untuk memastikan kesiapan Geopark Ijen di Banyuwangi, Rabu (11/2/2026). Tim terdiri atas Ketua Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM, Aries Kusworo dan Pemprov Jatim.

“Ini adalah revalidasi pertama. Maka perlu persiapan, karena yang dinilai adalah kemajuan yang sudah dicapai. Saya berharap seluruh stake holder Geopark Ijen bisa mempersiapkan ini dengan baik saat asessor melakukan penilaian. Kami ke sini ntuk membahas kesiapan dan melihat langsung progresnya,” ujar Aries saat bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Rabu (11/2/2026).

Selama di Banyuwangi, tim ini menggelar berbagai agenda untuk mematangkan kesiapan revalidasi yang diperkirakan pertengahan tahun ini.

Selain menggelar FGD yang diikuti para pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Geopark Ijen (Banyuwangi dan Bondowoso), juga meninjau sejumlah situs geopark ijen. Di antaranya, Teluk Pang-Pang dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove.

“Beberapa rekomendasi yang diberikan Unesco sudah dipenuhi secara bertahap. Selain juga aktif bekerja sama dengan UGG yang lain. Itu menjadi poin tersendiri di penilaian Unesco,” ujar Aries.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa pertemuan ini sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi untuk meraih kembali status Green Card UNESCO bagi Geopark Ijen.

“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, dan rencana aksi yang terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi ini,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, status Green Card bukan sekadar label. Namun jembatan menuju masa depan yang cerah bagi masyarakat di sekitar Geopark Ijen, yang nantinya akan berdampak positif. Mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan, lebih banyak investasi, lebih banyak peluang ekonomi, dan yang terpenting pelestarian alam dan budaya kawasan Geopark Ijen.

“Saya yakin, dengan semangat gotong royong, dedikasi, dan komitmen yang kuat dari kita semua, kita bisa menjalankan rekomendasi dari asesor UGG,” kata Ipuk.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas, menjelaskan bahwa sejumlah rekomendasi dari UNESCO yang perlu menjadi perhatian pada pengelolaan Geopark Ijen. Antara lain, penguatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel informasi edukatif di area geopark, penguatan warisan budaya lokal, hingga keaktifan badan pengelola dalam menggelar event nasional dan internasional.

“Rekomendasi sudah kita jalankan. Dokumen serta data yang dibutuhkan dalam proses revalidasi, sudah masuk ke Unesco via Bappenas,”kata Abdillah. (*)

Sukses Gelar Konferensi Internasional, UI Cordoba Banyuwangi Hadirkan Gagasan Pemuda Membangun Peradaban

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) Banyuwangi sukses menggelar “Cordoba Annual Conference 2026” secara daring, Rabu (11/02/2026). Konferensi internasional ini menghadirkan 61 pembicara dari 19 institusi, serta diikuti 235 peserta yang bergabung secara daring dari lima negara.

Peserta konferensi berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pemerhati pendidikan, pimpinan lembaga pendidikan, perwakilan pemerintah daerah, akademisi, hingga mahasiswa. Konferensi ini ini menjadi forum dialog ilmiah lintas disiplin dan lintas negara.

“Dari konferensi ini, kami melihat bagaimana generasi muda menjadi aktor kunci dalam membangun peradaban berkelanjutan. Mereka menawarkan gagasan segar tentang upaya integrasi pendidikan Islam, ketahanan ekonomi, dakwah humanistik berbasis Al-Qur’an, serta transformasi digital dalam satu kerangka yang utuh,” terang Rektor UI Cordoba Prof. Agus Trihartono, Ph.D.

Sejumlah pembicara yang merupakan akademisi dari Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Australia itu, imbuh Agus, memiliki satu cara pandang yang sama dalam menghadapi revolusi digital yang semakin berkembang pesat ini.

“Revolusi digital tidak boleh berjalan tanpa fondasi nilai. Teknologi harus disertai integritas. Pendidikan tidak cukup hanya melahirkan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter dan kepemimpinan moral. Ekonomi pun harus tumbuh secara inklusif dan berkeadilan,” terang Agus.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Assoc. Prof. Dr. Mohd Badrol bin Awang dari Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia. Ia menekankan urgensi pendidikan Islam yang berlandaskan adab, integritas, dan kepemimpinan moral generasi muda.

Diskusi konferensi juga diperkaya oleh para invited speakers dari berbagai negara lainnya, di antaranya Dr. Nico Irawan, Ph.D (Thailand), Hastowohadi, M.Pd (Taiwan), Hanifa Rahmawati, M.Appling (Australia), serta Moh. Faidol Juddi, S.I.Kom., M.I.Kom. (Australia).

Melalui konferensi tahunan ini, UI Cordoba berharap dapat terus memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan pendidikan Islam, riset, dan pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“Kami ingin membangun dialog ilmiah lintas negara. Tanpa harus tersekat dengan letak geografis. Kualitas akademik tidak ditentukan oleh lokasi geografis, melainkan oleh komitmen terhadap kolaborasi dan integritas,” tegas Agus.

Sebagai bentuk apresiasi atas kualitas presentasi dan substansi ilmiah, panitia menetapkan enam peserta sebagai Best Speaker, yaitu Fiona Adella binti Ardeni (UNISZA Malaysia), Khairul Hadi (UIN Sunan Kalijaga), Ali Fahrizal dan Panggih Widodo (Universitas PTIQ Jakarta), Angelica Sekare Vijjaningrum (Universitas Islam Cordoba Banyuwangi), serta Ainus Sicha (UIT Lirboyo Kediri). (*)

Utamakan Keselamatan, Satlantas Polres Pasuruan Kota Gelar Ops Keselamatan Semeru 2026 Secara Humanis

0

Pasuruan Kota – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan Kota melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026 dengan pendekatan yang humanis dan edukatif. Kegiatan ini difokuskan pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus melakukan penertiban terhadap kendaraan dan pengendara yang belum memenuhi ketentuan keselamatan.

Dalam operasi tersebut, petugas menindak kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, seperti kereta kelinci, becak motor, serta kendaraan over dimension dan over loading (ODOL). Kendaraan dengan kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya apabila tidak memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.

Selain itu, petugas juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas lainnya, seperti pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar nasional, pengemudi yang tidak mengenakan sabuk keselamatan, penggunaan telepon seluler saat berkendara, serta pelanggaran kasatmata lainnya.

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan, S.T.K., S.I.K., menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi ini bertujuan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan.

“Operasi Keselamatan Semeru 2026 kami laksanakan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Tujuan utama kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan di jalan raya merupakan kebutuhan bersama,” ungkap AKP Amrullah.

Ia menambahkan bahwa sebelum dilakukan penindakan, Satlantas Polres Pasuruan Kota telah melaksanakan berbagai kegiatan preemtif dan preventif, seperti sosialisasi kepada komunitas pengemudi, penyuluhan di sekolah dan lingkungan masyarakat, serta penyampaian imbauan secara langsung di sejumlah titik keramaian.

“Kami telah memberikan edukasi dan imbauan agar masyarakat memahami pentingnya kelengkapan kendaraan dan perlindungan diri, seperti penggunaan helm dan sabuk keselamatan. Penindakan dilakukan sebagai langkah lanjutan apabila masih ditemukan pelanggaran,” jelasnya.

Masyarakat pun menyambut baik pelaksanaan operasi tersebut. Ahmad (45), warga Kota Pasuruan, menilai bahwa langkah Satlantas merupakan bentuk perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Kami merasa lebih nyaman ketika aturan ditegakkan. Dengan adanya operasi seperti ini, masyarakat menjadi lebih tertib dan berhati-hati saat berkendara,” ujarnya.

Senada dengan itu, Siti Rahma (38) berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara konsisten agar kesadaran berlalu lintas semakin meningkat.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mendukung upaya kepolisian untuk mengingatkan dan menertibkan demi kebaikan bersama,” tuturnya.

Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satlantas Polres Pasuruan Kota berharap tercipta lingkungan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga keselamatan setiap pengguna jalan di wilayah Kota Pasuruan.

Danramil 02/Taman Tanamkan Wawasan Kebangsaan, Bentuk Karakter Tangguh Siswa SMK Satya Praja 3

0

Gempurnews | Pemalang – Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan berjiwa nasionalis, Danramil 02/Taman bersama anggota Koramil 02/Taman melaksanakan kegiatan pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) melalui pemberian materi Wawasan Kebangsaan kepada siswa-siswi SMK Satya Praja 3 Taman, Rabu (11/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Koramil 02/Taman dalam mendukung pembinaan generasi muda agar memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan, ideologi Pancasila, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Materi Wawasan Kebangsaan disampaikan langsung oleh Bati TUUD Koramil 02/Taman, Pelda Didi Purwanto, dengan metode yang komunikatif dan mudah dipahami. Penyampaian materi yang interaktif membuat para peserta antusias serta mampu menghayati pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Pelda Didi Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat nasionalisme sejak dini guna menciptakan generasi muda yang cinta tanah air, memiliki jiwa patriotik, serta siap menjaga keutuhan NKRI.

Sementara itu, Danramil 02/Taman menjelaskan bahwa KKRI merupakan program pembinaan karakter dan bela negara bagi pelajar tingkat SMA/SMK. Program ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter kuat, berwawasan kebangsaan, serta memiliki jiwa kepemimpinan melalui pembinaan fisik, mental, dan penanaman nilai-nilai nasionalisme.

Kepala SMK Satya Praja 3 Taman, Slamet Budi Raharjo, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan karakter menjadi kebutuhan mendesak di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter peserta didik yang disiplin, berakhlak, menjauhi tawuran, serta memiliki rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Dengan adanya pembinaan Wawasan Kebangsaan ini, diharapkan anggota KKRI SMK Satya Praja 3 Taman dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas, tangguh, serta siap menjadi pemimpin masa depan.

(yn26)

Pemkab Pasuruan Kebocoran Pajak Rp2,87 Miliar Bapenda Klaim Baru Tertagih 900 juta

PASURUAN, GEMPUNEWS.COM– Forum Rembuk Masyarakat (FORMAT) Pasuruan menyoroti adanya celah korupsi dalam tata kelola pajak daerah Kabupaten Pasuruan. Hal ini mencuat setelah ditemukan potensi kekurangan penerimaan daerah mencapai Rp2,87 miliar yang dinilai sebagai akibat dari sistem yang belum akuntabel.


Dalam audiensi di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/2/2026), Ketua FORMAT, Ismail Makky, memaparkan rincian kerugian tersebut yang meliputi PBJT Makanan dan Minuman Rp1,49 miliar & Rp1,77 miliar. BPHTB: Rp1,11 miliar. Pajak Reklame: Rp268 juta.


Menurut Makky, database wajib pajak yang tidak akurat serta belum optimalnya sistem digital seperti Coretax di tingkat daerah menjadi celah bagi oknum untuk memanipulasi data secara manual.


“Wewenang petugas pajak yang terlalu luas dalam menentukan nilai audit tanpa pengawasan sistem digital yang ketat sangat berisiko memicu praktik korupsi,” tegas Makky.
Kepala Bapenda Kabupaten Pasuruan, Ir. Lilik Widji Asri, M.MA, memberikan klarifikasi terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2024 tersebut.


Lilik menjelaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menindaklanjuti temuan yang tercantum dalam LHP Nomor 75.A/LHP/XVIII.SBY/05/2025 itu. Hingga saat ini, proses penagihan terus berjalan.


“Dari total temuan Rp2,8 miliar, kami telah menyetorkan kembali ke kas daerah sekitar Rp900 juta atau sekitar 30%. Kami terus melakukan penagihan aktif kepada wajib pajak yang bersangkutan,” ungkap Lilik.


Sebagai langkah perbaikan, Bapenda kini tengah mengoptimalkan layanan digital melalui E-Billing hingga E-PPB. Selain itu, keamanan server database kini telah dipusatkan di bawah kendali Kominfo untuk mencegah manipulasi. (Tim)

LSM Trinusa Kawal aspirasi  PJL Kereta ApiAudensi Ke DPRD Keluhkan Gaji Tanpa THR


PASURUAN, GEMPURNEWS.COM – Nasib memprihatinkan yang dialami para Petugas Jalur Lintasan (PJL) Kereta Api di Kabupaten Pasuruan mendapat perhatian serius. Erik, perwakilan LSM Trinusa DPC Pasuruan Raya, secara resmi mengawal aspirasi para pekerja tersebut ke Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan terkait minimnya kesejahteraan yang mereka terima.


Dalam laporannya, Erik mengungkapkan bahwa para PJL saat ini hanya menerima upah sebesar Rp1,6 juta per bulan. Ironisnya, meski memegang kartu identitas (ID Card) dari Kementerian Perhubungan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan, status kerja mereka adalah Tenaga Harian Lepas (THL) yang dikelola melalui perusahaan outsourcing.


Kondisi ini dinilai sangat bertolak belakang dengan aturan yang berlaku. Erik menegaskan bahwa berdasarkan Permenaker Nomor 6 Tahun 2016, pekerja outsourcing dengan masa kerja 12 bulan atau lebih berhak mendapatkan THR satu bulan penuh yang harus diberikan tujuh hari sebelum lebaran. Namun, para pekerja PJL mengaku tidak mendapatkan hak THR tersebut tahun ini.


“Kami berupaya agar para pekerja ini mendapatkan hak-hak yang semestinya, terutama THR dan upah yang lebih layak mengingat tanggung jawab mereka yang besar terhadap keselamatan nyawa manusia,” ujar Erik di hadapan anggota legislatif.


Selain masalah gaji, fakta mengejutkan terungkap mengenai kondisi di lapangan. Berdasarkan pengakuan salah satu petugas PJL kepada awak media, mereka seringkali harus merogoh kocek pribadi untuk mendukung kelancaran operasional. Jika terdapat lampu rusak di pos perlintasan, para pekerja harus memperbaiki secara mandiri atau patungan. Bahkan untuk kebutuhan air minum (galon) sehari-hari, mereka harus membeli sendiri tanpa ada tunjangan dari instansi terkait.


Menutup penyampaiannya, Erik memberikan teguran keras kepada pihak instansi terkait agar segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Saya berharap Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan bisa memanusiakan manusia kepada para pekerja PJL. Jangan sampai ada praktik perbudakan manusia di wilayah ini,” tegas Erik.


Melalui audiensi di Komisi III ini, LSM Trinusa mendesak pemerintah daerah untuk mengevaluasi kontrak kerja dengan pihak outsourcing serta memberikan fasilitas kerja yang lebih manusiawi demi menunjang keselamatan di jalur perlintasan kereta api. (Tim)