Home Blog Page 1110

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Diperingati Dengan Upacara dan Tabur Bunga

0

CIMAHI – Selasa (21/02/2023)
Berlokasi di pelataran kantor RW 10 Kampung Cirendeu,Kelurahan Leuwigajah,Kecamatan Cimahi Selatan digelar Upacara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dengan tujuan untuk memperingati peristiwa Longsornya timbunan sampah yang terjadi di Cireundeu dan mengakibatkan korban jiwa sebanyak 157 Orang dan melenyapkan beberapa kampung diantaranya Cilimus,pasir Aki dan Gunung Kunci yang tertimbun oleh longsoran sampah.

Dalam kegiatan peringatan HPSN dan Tabur Bunga di Tempat Kejadian Longsor,Kang Rahmat Leuweung dan Anggota Dewan Komisi 2 Provinsi Jawabarat Memberikan tanggapan terkait Acara tersebut.
Kang Rahmat Leuweung mengemukakan Keprihatinan nya terkait masih kurang kesadaran pemerintah dalam hal penetapan kawasan menjadi tempat pembuangan Sampah.
“Tema HPSN Harinini adalah sebuah upaya lewat peristiwa ini agar seyogyanya manusia menjadi sadar(eling) tentang tragedi Leuwigajah ini yang telah memakan korban 157 orang,itu bukan bilangan yang sedikit selanjutnya ini merupakan Tragedi lingkungan dan Isu lingkungan,yang mana Negara dalam hal ini gagal dalam mengelola kawasan,Kawasan yang dulunya merupakan sawah produktif dengan hasil panen tiga kali dalam setahun menjadi tempat pembuangan sampah yang akhirnya menjadi tercatat secara Nasional sebagai Peringatan Hari Sampah Nasional(HPSN).Saat hal ini terjadi kami sempat cek terkait AMDALnya ternyata tidak keluar,artinya jika kembali ke belakang di tinjau dari sisi regulasi kawasan yang dijadikan tempat pembuangan sampah ini ternyata lemah,namun pemerintah tetap memaksakannya.Dari sisi Tradisi ada hal yang dilanggar karena kawasan yang dianggap Sakral tetap dipaksakan menjadi tempat pembuangan sampah,padahal wilayah ini merupakan teachment area atau tangkapan air terbukti dengan adanya mata air Cilimus,Namun ini sudah terjadi,maka Fokusnya adalah bagaimana semua menyadari am menjadi sebuah pelajaran tentang tragedi ini,kawasan yang bukan peruntukannya dipaksakan menjadi tempat pembuangan sampah maka sebuah tragedi yang memilukan terjadi.Saya berharap pemerintah berhati-hati dalam menetapkan sebuah kawasan,karena harus betul-betul melalui kajian mendetail dan mendalam,juga harus menghormati juga sisi keyakinan dan ada yang ada di lingkungan tersebut agar tidak terulang lagi seperti peristiwa 18 tahun yang lalu yakni Tragedi Longsor nya sampah yang diabadikan oleh pemerintah pusat sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).”Ungkap Pemerhati Lingkungan Rahmat Leuweung.

Anggota Dewan Propinsi Jawabarat dari Komisi 2 Yunandar yang kebetulan hadir dalam acara Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Cireundeu Menyampaikan tanggapannya terkait kegiatan tersebut,
“Hari ini kita memperingati HPSN yang merupakan sebuah momentum untuk mengingat bahwa saat ini manusia tidak mungkin hidup tanpa Sampah.Kita harus membangun kesadaran tentang sampah,apakah akan dibuang,dimanfaatkan atau bahkan bisa bernilai ekonomis.Saya berharap Kampung adat Cireundeu ini maju kedepan dan memberikan contoh yang bisa memanfaatkan sampah dan menjadikan sampah sebagai sesuatu yang bernilai ekonomi.Saya berharap pemerintah hadir disini dan bekerjasama dengan masyarakat,karena sesungguhnya yang memiliki negara ini Rakyat atau Masyarakat bukan Pemerintah.Dalam hal ini pemerintah biasa melaksanakan Open Dumping atau ditumpuk saja sampai suatu saat ada kejadian baru diantisipasi.Namun hal yang cukup disayangkan leading Sektor yang membidangi persampahan Kabarnya tidak hadir dalam kegiatan hari ini,namun tadi saya lihat ada Pak Lurah Leuwigajah juga dari ASN pemerintah Kota Cimahi juga anak-anak sekolah,hal ini cukup bagus untuk Edukasi.Pemerintah Jawa barat melalui RPJP memiliki rencana Green Provin,Green City lalu Green Village dan semua berujung pada Green Economic dalam skala internasional,Semua diharapkan kembali ke Alam dalam sebuah ekosistem yang dilestarikan.Hari ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk memikirkan ulang apa yang sudah kita lakukan kebelakang dan apa yang akan kita lakukan untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.”PunhkasYunandar dari Komisi 2 DPRD Propinsi Jawabarat.

(Achmad $)
Editor : dhw_robhin

Kapolri Tinjau Evakuasi Kapolda Jambi dan Rombongan, Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan

0

Jambi – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung proses evakuasi Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono beserta rombongan helikopter yang mendarat darurat akibat cuaca buruk di Bukit Tamiai, Kerinci.

Setelah semua penumpang tersebut berhasil diselamatkan, Sigit menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua tim gabungan yang telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melakukan evakuasi kepada para korban tersebut.

“Tentunya saya selaku Kapolri mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh tim yang telah berhasil melaksanakan kegiatan evakuasi penyelamatan. Dimana selama kurang lebih tiga hari baik tim yang tergabung dalam tim SAR darat maupun tim SAR udara yang telah bekerja keras,” kata Sigit dalam jumpa pers di Posko Merangin, Jambi, Selasa, 21 Februari 2023.

Dalam proses evakuasi itu setidaknya terdapat 949 personel gabungan yang terdiri dari,TNI, Polri, Basarnas, BPBD, BMKG, PMI, Petugas Taman Nasional Kerinci Seblat, tim paramedis, dan masyarakat adat Tamiai.

Sigit menyadari bahwa proses evakuasi itu tidaklah mudah. Mengingat, tim gabungan harus berjibaku dengan cuaca ekstrem dan lokasi evakuasi yang terjal.

Tetapi, kata Sigit, berkat kerja sama dan ketangguhan para tim gabungan itu, di hari kedua penyelamatan, kelompok darat maupun udara, telah berhasil mencapai lokasi dari para korban dan langsung memberikan bantuan pertama yang dibutuhkan.

“Alhamdulillah hari kedua bisa diberikan bantuan makanan, obat-obatan dan juga mendirikan tenda atau bivak. Sehingga bisa dilakukan tindakan pertama untuk membantu anggota kita yang terluka,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit memastikan, pada proses evakuasi hari ini, tim gabungan telah berhasil menyelamatkan seluruh penumpang dari helikopter tersebut.

Bahkan, Sigit juga sempat bertemu dengan Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono yang sudah dievakuasi. Menurut Sigit, kondisi terakhir Rusdi Hartono dalam keadaan sadar dan stabil.

“Saya sempat berbincang-bincang dengan beliau dan sekarang sedang dibawa ke RS Bhayangkara dan kita dapat laporan terakhir yang dua juga sudah bisa dievakuasi dan saat ini berada di Gor Merangin. Total 8 orang yang alami pendaratan darurat kemarin, hari ini semua bisa dievakuasi. Enam sudah di RS Bhayangkara dan dua masih dirawat di Posko Merangin,” ucap Sigit.

Disisi lain, Sigit menegaskan, dengan adanya sinergitas dan soliditas antara personel TNI, Polri, instansi terkait dan masyarakat setempat, membuat proses evakuasi tersebut berjalan dengan sangat maksimal.

“Sekali lagi saya selaku pimpinan Polri mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim yang tergabung dalam kegiatan evakuasi penyelamatan baik SAR darat maupun SAR udara maupun masyarakat sekitar yang juga begitu luar biasa membantu tim. Sehingga kemudian kerja sama seluruh tim tergabung dari masing-masing institusi, kesatuan ditambah masyarakat bisa menghasilkan hal yang luar biasa dengan bisa dievakuasinya seluruh korban,” papar Sigit.

Disisi lain, Sigit berharap, seluruh korban peristiwa tersebut dapat kembali pulih setelah mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter yang telah disiapkan. Tak hanya itu, dengan telah diselamatkannya para korban ini, pihak keluarga maupun kolega dapat merasa lebih tenang.

“Jadi mohon doanya bahwa setelah ini seluruh korban bisa kembali pulih dan sehat. Tentunya dokter bisa berikan perawatan yang terbaik. Sehingga anggota kami bisa segera pulih seperti sediakala, dan tentunya keluarga yang di rumah yang selama ini menunggu, teman-teman yang semua menunggu tentunya ini bisa mengobati kita semua. Dan juga kepada teman-teman media yang selama beberapa hari ini terus mengikuti,” tutup Sigit. (Humas)

Polres Kediri Kembalikan Motor Hasil Curian Kepada Pemiliknya

0

Kediri – Satreskrim Polres Kediri menyerahkan barang bukti kendaraan bermotor hasil curian kepada korbannya.

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra S.I.K, menyerahkan langsung secara simbolis kepada salah satu korban.

Penyerahan itu dilakukan di halaman Mapolres Kediri setelah melakukan konferensi pers hasil ungkap kasus pencurian kendaraan bermotor, Selasa (21/2/2023).

Irawati Rahayu (40) warga Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri salah satu korban menerima kendaraannya.

Ia mengungkapkan merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Satreskrim Polres Kediri telah berhasil menemukan sepeda motornya.

“Terimakasih atas kerja keras Satreskrim Polres Kediri yang telah berhasil menemukan sepeda motor saya. Saya ucapkan terimakasih,”ungkap Irawati.

Irawati yang kesehariannya berprofesi sebagai guru ini sepeda motor miliknya merek Honda Vario warna putih Nopol AG 5474 ECS.

Ia menyampaikan pada saat itu pada tanggal 4 Februari 2023 lalu memarkir kendaraan di parkir di area sekolahan SDN Canggu 2.

“Sudah saya kunci ganda. Setelah saya pergi mengajar. Dan setelah itu menghampiri kendaraan saya sudah tidak ada,” ucap Ira Zavira, sapaan akrabnya.

Atas kejadian tersebut, Irawati melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Setelah dilakukan penyelidikan sepeda motor milik korban ditemukan di Madura oleh petugas Resmob Satreskrim Polres Kediri.

“Saya sangat berterimakasih kepada semua petugas Satreskrim yang sudah bekerja keras dan berhasil menemukan kendaraan saya,”tutur Irawati. (Humas)

Pemkab Barito Utara, Terima Dua Sertifikat Dari Menkes RI

0

BARITO UTARA- Pemerintah Kabupaten Barito Utara, telah mendapat dua sertifikat bebas Frabusia dan sertifikat Eliminasi Filariasis dari Menteri Kasehatan Republik Indonesia, yang di terima oleh Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra’ SH yang didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Barito Utara, Siswandoyo. Acara penyerahan Sertifikat itu, telah dilangsungkan di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah ( TMII) Jakata Timur, Selasa (21/2/2023).

Diketahui bahwa, Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum pertenue, biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceania. Frambusia termasuk ke dalam penyakit Neglected Tropical Diseases (NTDs) selain kusta, filariasis, sistosomiasis, dan cacingan. Dalam rangka peringatan hari NTDs sedunia, Kementerian Kesehatan RI menggelar peringatan Hari NTDs sedunia sekaligus Penyerahan Sertifikat Bebas Frambusia kepada 103 Bupati dan Walikota di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Dalam acara yang bertema nasional “Tingkatkan Kepedulian untuk Wujudkan Indonesia Bebas Penyakit Tropis Terabaikan” dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Direktur Jendral P2P, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, Bupati serta walikota se-Indonesia, Kadis kesehatan provinsi, Kabupaten, Kota se-Indonesia, termasuk  Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah menerima Sertifikat sebagai Kabupaten Bebas Frambusia.

Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa saat ini NTDs terdapat 20 di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, 5 di antaranya ada di Indonesia dengan ditambah 1 penyakit rabies. “NTDs ini menular, penyebabnya sama seperti yang menyebabkan penyakit menular di Indonesia itu patogen. 

Patogen terdiri dari empat kriteria, yakni bakteri, virus, parasit dan jamur. “Untuk menghadapi penyakit ini dapat dilakukan dengan empat upaya, yakni dengan menjaga Prokes, surveilans aktif, vaksin dan melalui perawatan atau obat-obatan, “jelas Budi. 

Wakil Bupati, Sugianto Panala Putra, SH didampingi Kadis Kesehatan Siswandoyo menyampaikan ucapan terima kasih dari Bupati dan Pemkab Barito Utara,  kepada instansi terkait dan seluruh masyarakat Barito Utara yang turut berpartisipasi, sehingga Barito Utara bebas dari frambusia. 

Semoga masyarakat Barito Utara,terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan, bisa hidup lebih sehat di lingkungan kita yang bersih serta mencegah lebih baik dari mengobati dan biasakan hidup sehat, “tutup Wabup Sugianto.   (SS)

Meresahkan, Polisi Ungkap 6 Pelaku Curanmor di Kediri

0

Kediri – Polres Kediri merilis 6 pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Mapolres Kediri, Selasa (21/2/2023). Aksi tersebut telah berlangsung di beberapa lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho melalui Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra menuturkan dari enam pelaku tersebut sebanyak 15 kendaraan motor telah diamankan dan masih utuh.

“Ini adalah komplotan berbeda, dari enam orang itu 2 orang berasal dari Blitar, 2 Nganjuk, dan 2 Sidoarjo,” jelasnya usai rilis.

Pelaku sendiri diamankan di masing-masing lokasi berbeda. Pihak kepolisian lanjut AKP Rizkika langsung bergerak cepat usia mendapatkan laporan warga terkait pencurian motor.

“Barang bukti yang diamankan petugas dari pelaku ada sebanyak 15 sepeda motor hasil curian,” paparnya.

Di Kediri sendiri, kata AKP Rizkika pelaku telah melakukan pencurian pada enam lokasi kejadian berbeda. Pengungkapan ini sendiri dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Akibat kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau untuk menjaga kewaspadaan saat memarkirkan kendaraan.

Pelaku kini dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman selama 9 tahun.

“Pelaku kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” tandasnya. (Humas)

Editor : dhw_robhin

Polda Jatim Terjunkan Tim Labfor Selediki Ledakan Petasan di Blitar

0

SURABAYA – Menindak lanjuti peristiwa ledakan hebat yang diduga dari bahan petasan di Dusun Sadeng, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kota Blitar, Jawa Timur pada Minggu (19/2/2023) sekitar pukul 22.30 WIB, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Toni Harmanto,MH telah menerjunkan Tim Labfor Polda Jatim ke lokasi,Senin (20/2).

Irjen Pol Dr Toni Harmanto mengatakan, Tim Labfor Polda Jatim diterjunkan untuk mengungkap secara detail mulai dari jenis bahan yang menimbulkan ledakan hingga penyuplai bahan tersebut.

“Kita masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut, sudah kita terjunkan Tim Labfor,”ujar Kapolda Jatim kemarin Senin (20/2) di Mapolda Jatim.

Kapolda Jatim juga menegaskan, bahwa Kepolisian akan menindak tegas pembuat dan penjual petasan menjelang bulan Ramadhan.

“Iya, kita akan tindak tegas penjual dan pembuat petasan, apalagi ini menjelang Ramadhan,”tegas Irjen Toni.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan yang diduga bahan petasan mengakibatkan satu rumah roboh dan belasan rumah lainnya rusak.

Ledakan petasan tersebut juga mengakibatkan sebanyak empat orang meninggal dunia, dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.

Dalam sejumlah video amatir memperlihatkan rumah pemilik petasan yang telah hancur rata dengan tanah, setelah terjadi ledakan petasan yang hebat itu.
Ledakan akibat petasan tersebut diduga terjadi diakibatkan terbakarnya bahan peledak yang disimpan oleh korban di rumahnya.

Hingga saat ini petugas Kepolisian setempat dan juga Tim Labfor Polda Jatim masih berada dilokasi untuk melakukan proses evakuasi terhadap para korban dan melakukan penyelidikan. (Humas)

Editor : dhw_robhin

PERINGATI ISRA MI`RAJ 1444 H Pj. WALI KOTA CIMAHI AJAK MASYARAKAT TINGKATKAN KUALITAS SDM DENGAN KETAQWAAN

0

CIMAHI – Selasa (21/02/2023)
Pemerintah Daerah Kota Cimahi melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tingkat Kota Cimahi tahun 1443 H / 2023 M.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid As-Salam Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi Jl. Rd. Demang Hardjakusumah Blok Jati, Cihanjuang Kota Cimahi, Senin (20/02), dengan dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj.) Wali Kota Cimahi Dikdik S. Nurgahawan serta penceramah Ustadz Ramdan Juniarsyah (ust. Daway).

Dikdik menyebut momen Isra Mi’raj adalah kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, sekaligus momen untuk memperkuat tali silaturahim umat Islam.
Dalam sambutannya Dikdik juga mengatakan Peringatan Isra Mi’raj sangatlah dibutuhkan dalam rangka meningkatkan ilmu serta kualitas ibadah dan juga untuk membangun tali Ukhuwwah Islamiyah, sebab dengan terjalinannya persaudaraan yang kuat yang dilandasi aqidah dan iman serta berdasarkan agama yang murni akan mampu mempersatukan umat Islam khususnya di Kota Cimahi.

Ia juga menyebut salah satu hikmah Isra Mi’raj yang paling penting adalah tentang kewajiban shalat lima waktu, yang allah perintahkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya sholat yang khusyu akan mengantarkan kedisiplinan dan ketertiban dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,
“Jika kita menjalankan sholat dengan khusyu dan benar maka akan mengantarkan kita kepada keteraturan, kedisiplinan, dan istiqomah dalam melaksanakan proses kehidupan sehari-hari,” tutur Dikdik.
Dikdik mengajak seluruh masyarakat Kota Cimahi untuk dapat memaknai nilai-nilai Isra Mi’raj sebagai bagian dari revolusi mental karakter bangsa, utamanya dalam memantapkan karakter bangsa kita sebagai bangsa yang memiliki potensi, yang memiliki talenta individual yang kuat daya intelektual dan pikirannya, serta memiliki jiwa mandiri dan spirit untuk berdikari dan mandiri.
“Mari kita terus perkuat restorasi sosial sebagai pilar guna mewujudkan masyarakat cimahi yang rukun, damai, bermoral dan berbudaya, serta mampu menjaga perbedaan dalam kota yang majemuk,” pungkasnya.
Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Perangkat Daerahdi lingkungan PemerintahDaerah Kota Cimahi, Unsur Forkopimda Kota Cimahi, Ketua MUI Kota Cimahi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi, Perwakilan dari Instansi Vertikal, Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren, Ketua Organisasi Masyarakat dan Lembaga Islam serta Lembaga Kemasyarakatan.

Achmad $.
Sumber:(Bidang IKPS/Dy)
Editor : dhw_robhin

Atasi Banjir Wilayah Kota, Pemkab Banyuwangi Melalui DPU Pengairan Terjunkan Tim Susur Sungai Kalilo

0

Gempurnews.com, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan terjuankan tim susur Sungai Kalilo, hal ini sebagai upaya mengurai permasalahan penyebab banjir di wilayah Kota Banyuwangi.

Tim susur Sungai Kalilo itu dilepas langsung oleh Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd di Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Senin (20/2/2023). Kegiatan tersebut berlangsung selama 7 hari dan dipastikan akan berakhir hingga 26 Februari 2023.

Sebelumnya doa bersama dan tasyakuran potong tumpeng bersama warga sekitar menjadi awal pelepasan tim susur sungai. Nantinya tim tersebut akan melakukan identifikasi penyebab banjir dari hulu hingga hilir yang dimulai dari Sasak Gantung, Kepatihan (Muara Boom) hingga ke hulu yakni Kali Grogol, Kecamatan Giri.

Ipuk mengajak semua warga masyarakat dan seluruh stakeholder terkait untuk menggencarkan sosialisasi dan saling mengingatkan tentang pentingnya menjaga, memelihara dan melestarikan kebersihan sungai, di antaranya dengan tidak membuang sampah dan menebang pohon sembarangan.

“Susur sungai ini tidak hanya sekedar belajar tentang sungai Kalilo dan budayanya. Tapi, nanti juga terdapat hasil-hasil ilmiahnya terkait dengan bencana banjir,” ujar Ipuk.

Kedepan hasil dari tim susur sungai Kalilo nantinya akan menjadi referensi bagi Pemkab Banyuwangi untuk perbaikan fungsi sungai.

“Dari data-data hasil identifikasi nanti akan terlihat, apakah disebabkan dengan banyaknya bangunan yang berdiri di sempadan sungai atau karena terjadinya sedimentasi sehingga perlu dilakukan normalisasi. Ini nantnya bisa menjadi referensi kami untuk mengambil langkah berikutnya,” tambah Ipuk.

Lebih lanjut Ipuk menambahkan, Pemkab Banyuwangi juga telah melakukan komunikasi kepada pengelola perkebunan yang berada di hulu sungai agar mereka menanam tanaman sesuai dengan kondisi geografisnya.

“Kita melakukan komunikasi dengan perkebunan untuk menanam tanaman keras dan alih fungsi lahan agar disesuaikan dengan kontur tanah yang ada,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, MM mengatakan, program kegiatan susur sungai Kalilo ini sebenarnya sudah diinisiasikan sejak lama bersamaan dengan inisiasi sekardadu, akan tetapi eksekusi di tahun 2023.

“Kegiatan ini kita rancang tidak hanya untuk mengetahui aspek morfologi sungai, topografi sungai, dan aspek teknis penyebab banjir tapi lebih ke semua kegiatan aspek yang akan kita potret dan petakan seperti aspek lingkungan hidup, sosial budaya dan kondisi masyarakat di lingkungan bantaran.” Jelas Guntur.

Menurutnya, peradaban sebuah bangsa salah satunya bisa dilihat dari budaya masyarakat dalam melakukan penjagaan pemeliharaan dan pelestarian kebersihan sungainya. Sehingga membutuhkan intervensi cukup besar dari pemerintah, masyarakat dan stakeholder terkait yang lain.

“Harapannya kedepan nanti, Kalilo ini yang merupakan salah satu ikon Banyuwangi bahwa peradaban sebuah kota atau negara itu dilihat dari sungainya. Jika sungainya bersih, cantik dan indah itu menggambarkan beradapan kita bagus. Selain itu hal ini juga akan bisa merubah paradigma masyarakat yang ada di bantaran sungai, di hulu agar bersama – sama meningkatkan kualitas yang ada di Kalilo itu sendiri,” tandasnya.

Selama ini menurutnya, Dinas PU Pengairan Banyuwangi mengalami sedikit kesulitan akses dalam melakukan normalisasi sungai. Pasalnya, padatnya pemukiman membuat alat berat dan truk yang digunakan untuk mengangkut material tidak bisa turun ke sungai.

“Negosiasi kepada masyarakat untuk memberikan akses alat berat yang membutuhkan waktu cukup lama, bagaimanapun semua itu harus dilakukan dengan pendekatan yang persuasif,” ujarnya.

Dalam proses penggalian sedimen, Dinas PU Pengairan Banyuwangi membagi menjadi 4 segmen. Diantaranya Muara Sasak Gantung, Kepatihan, sampai ke jembatan Kontinental. Kemudian dari jembatan Kontinental sampai jembatan Kepatihan. Segmen selanjutnya, dari jembatan Kepatihan sampai Jalan Ahmad Yani atau jembatan Toko Bagus dan segmen terakhir Toko Bagus sampai ke jembatan Penataban.

Berdasarkan dari data Dinas PU Pengairan Banyuwangi diperkirakan ada sekitar 2 sampai 2,5 meter kenaikan sedimentasi di Sungai Kalilo.

“Nanti yang kita angkat sekitar 1,5 meter. Kita akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pengangkut materialnya. Selain itu kita juga masih cari beberapa tempat untuk penampungan,” pungkas Guntur. (*/Sgt)

PJ Walikota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan menghadiri lomba senam ceria Kelurahan Citeureup

0

Cimahi,Minggu(19/02/2023)
Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) se Kelurahan Citeureup Kota Cimahi menggelar lomba Senam Ceria Tingkat Kelurahan Citeureup Tahun 2023.
Lomba Senam Ceria tersebut diikuti oleh TP PKK dari RW 1 sampai dengan RW 19 Kelurahan Citeureup, dan setiap tim regu senam sebanyak 10 orang, secara gratis serta digelar di SMK Kesehatan Bhakti Kencana Jalan Encep Kartawiria nomor 91 Kelurahan Citeureup Cimahi Utara, Minggu,(19/2/2023).

Hadir dalam acara tersebut Penjabat (PJ) Walikota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan, Ketua TP PKK Kota Cimahi, Euis Khotimah Dikdik Nugrahawan, Ketua TP PKK Kelurahan Citeureup Iis Nata Rusli, Lurah Citeureup, Rusli Sudarmadi, Anggota DPRD Kota Cimahi, Ayi Khusnayaddi, Camat Cimahi Utara Taryadi Ahmad Taufik, Kepala Seksi Pemerintahan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasipem) Kelurahan Citeureup, Aep Saepudin, Kepala SMK Bhakti Kencana, Bhabinsa, Bhabin Kamtibmas Kelurahan Citeureup dan TP PKK se Kelurahan Citeureup.

Menurut PJ Walikota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, pihaknya sangat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya digelarnya senam ceria untuk Ibu-ibu TP PKK kelurahan Citeureup ini,

“Ini merupakan perwujudan Soliditas dan kekompakan ibu-ibu TP PKK kelurahan Citeureup yang ngahiji ngawangun jati mandiri untuk kemajuan olahraga senam di Kota Cimahi,” katanya.

Bahkan, tambah Dikdik, digelarnya lomba senam kesehatan itu merupakan program pemerintah yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.
“Tapi dalam membangun kesehatan masyarakat, ada inisiasi dari masyarakat di kelurahan Citeureup, mengadakan lomba senam, hal seperti ini yang harus di apresiasi oleh semua pihak,” ucap Dikdik.

Karena lomba senam Ceria Kelurahan Citeureup, kata Dikdik, sejalan dengan program pemerintah yaitu untuk meningkatkan kesehatan pada masyarakat dalam berolahraga.

Begitu pula yang disampaikan oleh Ketua TP PKK Kelurahan Citeureup, Iis Nata Rusli, pihaknya sangat berterimakasih kepada Kepala SMK Bhakti Kencana, yang sudah memfasilitasi tempat berikut sarana dan prasarananya. Iis juga gembira atas kehadiran PJ Walikota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan, beserta Ketua TP PKK Kota Cimahi, Euis Khotimah Dikdik Nugrahawan.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada bapak Walikota Bapak Dikdik beserta Ibu ketua TP. PKK Kota Cimahi, Ibu Euis, yang pada hari ini bisa meluangkan waktu untuk hadir dan menyapa kita semua bahkan bukan hanya hadir, namun beliau memberi suppor yang luar biasa untuk kegiatan kita pada hari ini sehingga menambah keceriaan dan kebahagiaan bagi para kader khususnya di wilayah se-Kelurahan Citeureup,” terang Iis.

Bahkan, kata Iis kembali, Ini merupakan bukti komitmen bahwa Walikota selaku Pembina beserta Ketua TP. PKK Kota Cimahi, amat sangat memperhatikan kader PKK.

Selanjutnya menurut Iis, dirinya menjelaskan tujuan dari di laksanakannya, Lomba Senam Ceria Kelurahan Citeureup tersebut, adalah dalam rangka untuk menggelorakan semangat hidup sehat dan menggelorakan rasa kebersamaan.

TP. PKK Kelurahan Citeureup yang berkomitmen menuju, Citeureup CS an, Cimahi Utara Solid dan Cimahi Ngahiji,” tambah Iis.

Acara tersebut yang digelar, sesuai dengan Tagline Kelurahan, Kecamatan dan Kota. “Bahwa Kegiatan hari ini, di inisiasi oleh TP. PKK Kelurahan Citeureup, dalam upaya mengaplikasikan , Prorgam Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan hidup Sehat dan kegiatan ini, bukan hanya ada lomba, namun kami juga menampilkan kesenian daerah,” imbuhnya.

Tidak hanya lomba senam ceria saja yang di tampilkan oleh TP PKK Kelurahan Citeureup.”Kamipun menampilkan produk-produk UMKM mitra binaan UP2K yang ada di wilayah Kelurahan Citeureup, tentunya dalam kegiatan ini, masih banyak kekurangan nya , namun, demikian kami haturkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu, semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan di tahun mendatang,” pungkas Iis menutup Pembicaraan.

Achmad $.

PERINGATI HARI PEDULI SAMPAH NASIONAL Pj. WALI KOTA CIMAHI AJAK MASYARAKAT PILAH SAMPAH MELALUI PROGRAM “GRAK OMPIMPAH”

0

CIMAHI – Senin (20/02/2023)
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menggelar serangkaian kegiatan, dimulai dari apel pagi yang dirangkaikan dengan simbolis penyerahan piagam proper kepada delapan perusahaan, pemberian kode QRIS Retribusi Persampahan, bantuan sembako kepada tenaga kebersihan dan supir sampah, serta simbolis pemberian motor sampah kepada RW 7 Kelurahan Melong. Sedangkan acara puncak adalah Pelatihan Kader RW Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah (GRAK OMPIMPAH) dan talk show mengenai pengelolaan sampah bekerja sama dengan Apindo.
Pembukaan Pelatihan Kader RW GRAK OMPIMPAH diselenggarakan di Gedung Technopark Kota Cimahi, pada Senin (20/02) dengan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Cimahi,beberapa Kepala OPD, Camat dan Lurah lingkup Kota Cimahi, serta Kader Pilah Sampah sebanyak 1.248 orang peserta yang berasal dari seluruh kelurahan Kota Cimahi.
Rangkaian acara peringatan HPSN tingkat Kota Cimahi tahun 2023 sesuai dengan tema penyelenggaraan HPSN 2023, “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat” dan sejalan dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup , kegiatan berfokus pada pengelolaan sampah yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya mencapai target zero emisi yang dilaksanakan melalui bulan peduli sampah nasional selama bulan februari melalui ragam kegiatan peduli sampah tingkat nasional dan daerah yang dilaksanakan oleh pemerintah, dunia usaha dan elemen masyarakat.
“Perubahan paradigma masyarakat terhadap sampah merupakan hal yang krusial dalam pelaksanaan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Pj. Wali Kota Cimahi, Dikdik S. Nurgahawan takkala membuka acara.
Dikdik menjelaskan bahwa Kota Cimahi pernah memiliki pengalaman buruk soal sampah dengan tejadinya Tragedi TPA Leuwigajah pada tahun 2005 silam yang menjadikan Kota Cimahi di kenal dunia karena sampah. sampah masih menjadi masalah untuk kota cimahi, mengingat tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat, mencapai ± 275,45 ton per hari, dengan kapasitas angkut ke tpa sarimukti hanya ± 165,2 ton, yang saat ini sering terkendala cuaca dan faktor teknis lainnya sehingga seringkali terjadi penumpukan sampah di TPS;
Untuk itu ia mengungkapkan fokus kegiatan Pemerintah Daerah Kota Cimahi untuk HPSN tahun 2023 adalah dengan membangun partisipasi masyarakat melalui pilah dan olah sampah dari rumah sebagai upaya mengurangi timbulan sampah ke TPA dengan program GRAK OMPIMPAH melalui pelatihan Kader Pilah Sampah dari setiap RW di Kota Cimahi yang akan mengedukasi, mengajak dan mengingatkan Masyarakat Kota Cimahi untuk memilah sampah dari rumah.
Dalam pelaksanaan pilih pilah sampah, masyarakat harus melihat sampah bukan sebagai suatu masalah, tetapi sebagai sesuatu yang bisa diolah menjadi material atau sumber daya yang bermanfaat, dan untuk dapat berdampak maka kegiatan ini membutuhkan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, pemerintah dan dunia usaha.

Program GRAK OMPIMPAH mengacu pada prinsip pemanfaatan kembali sampah atau yang biasa dikenal dengan nama 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) yang dilakukan melalui upaya-upaya yang cerdas, efisien dan terprogram, maka pengelolaan sampah dapat lebih efisien. Namun dalam perjalanannya, program 3R masih menghadapi kendala utama, yakni kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk memilah sampah.
Dengan dilaksanakannya program GRAK OMPIMPAH ini diharapkan akan membantu Pemerintah Daerah Kota Cimahi dalam mengurangi timbulan sampah ke TPA melalui pilah sampah dari rumah dan menjadikan sebuah kebiasaan baik di masyarakat dalam mengatasi sampah.
“saya mengajak seluruh pihak dapat turut serta untuk mensukseskan program pilah sampah ini, serta sosialisasi dan edukasi tentang pemilahan harus disebarluaskan kepada seluruh lapisan masyarakat yang akan dilakukan oleh dinas lingkungan hidup dibantu oleh 1248 kader RW grak ompimpah”
Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari dan dibagi menjadi tiga sesi. Para kader dari tiap RW di Kota Cimahi akan dilatih tata cara door to door education (DTDE) dan door to door collection (DTDC) dimana dalam pelaksanaannya para kader diharapkan mampu mengedukasi masyarakat di kawasannya untuk memilah sampah.

Achmad $
Sumber:(Bidang IKPS/Dy)
Editor : dhw_robhin