Home Blog Page 2

Polsek Pare Polres Kediri Kawal Agenda Tahunan PSHT, Ratusan Peserta Ikuti Tahapan Calon Warga

Kediri— Tahapan cek “ayam jago” calon warga tingkat I PSHT Cabang Kabupaten Kediri Pusat Madiun digelar di kawasan Pusat Kuliner Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (24/5/2026).

Peserta dari sejumlah ranting PSHT di Kabupaten Kediri tampak bergantian mengikuti tahapan pengecekan di lokasi kegiatan. Total ada 234 calon warga tingkat I dari ranting Pare, Badas, Kepung, Kandangan, Puncu, serta tambahan peserta dari Ngancar dan Kras yang mengikuti agenda tahunan tersebut

Pengamanan dilakukan personel Polsek Pare bersama TNI dan pamter PSHT. Ketua PSHT Kabupaten Kediri beserta jajaran dewan cabang dan pengurus ranting juga turut hadir memantau jalannya kegiatan.

Kapolsek Pare AKP Rudi Darmawan, S.H., M.H., mengatakan koordinasi antara kepolisian, panitia, dan pengurus perguruan terus dilakukan agar seluruh tahapan berjalan aman serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

“Pengaturan peserta dibuat bergiliran supaya kegiatan lebih tertib dan tidak menimbulkan kerawanan. Seluruh peserta juga cukup kooperatif mengikuti aturan yang sudah disepakati bersama,” terang AKP Rudi.

Menurut Beliau, pendekatan pengamanan yang humanis dan komunikasi yang baik penting dilakukan dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk agenda rutin perguruan silat yang melibatkan banyak peserta.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan kondusif. Peserta mengikuti seluruh tahapan dengan tertib didampingi masing-masing ketua ranting.

Polres Pasuruan Ajak Masyarakat Gempur Rokok Ilegal: “Laporkan, Selamatkan Negara”

PASURUAN – Polres Pasuruan menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran rokok ilegal melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Iptu Joko suseno saat kegiatan talkshow bertajuk “Sinergi Pemerintah Daerah dengan Stakeholders dalam Deteksi Dini Peredaran Rokok Ilegal” yang digelar di LPPL Radio Suara Pasuruan, Senin (25/5/2026).

Dalam kegiatan itu, Joko sapaan akrab Humas memaparkan tiga peran utama kepolisian dalam mendeteksi dini peredaran rokok ilegal, yakni melalui intelijen dan penyelidikan, penegakan hukum, serta kolaborasi bersama Bea Cukai, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

“Kami melakukan pemetaan wilayah rawan, penindakan tegas terhadap produsen dan pengedar, serta operasi gabungan untuk memutus rantai distribusi rokok tanpa cukai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, strategi pemberantasan rokok ilegal dilakukan melalui pendekatan preventif, preemtif, dan represif. Polres Pasuruan secara rutin melakukan sosialisasi ke pasar hingga desa-desa guna mengedukasi masyarakat terkait bahaya serta sanksi hukum peredaran rokok ilegal.

Selain itu, patroli rutin dan operasi pasar gabungan juga terus digencarkan untuk mencegah meluasnya distribusi rokok tanpa pita cukai.

“Bentuk nyata sinergi kami adalah Operasi Pasar Gabungan bersama Bea Cukai Pasuruan, Satpol PP, dan Dinas Perdagangan. Kami juga membentuk forum komunikasi dengan perangkat desa agar laporan peredaran rokok ilegal bisa cepat ditindaklanjuti,” jelasnya.

Meski demikian, pihak kepolisian mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Modus peredaran yang semakin beragam, seperti sistem ranjau hingga penjualan secara daring, menjadi kendala tersendiri dalam pengungkapan kasus rokok ilegal.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Pasuruan memperkuat jaringan informan serta meningkatkan patroli siber guna memantau aktivitas penjualan ilegal di platform online.

Joko juga menyebut penyuluhan kepada masyarakat dan pedagang dilakukan secara berkala, minimal satu hingga dua kali setiap bulan. Menurutnya, operasi gabungan yang selama ini dilakukan terbukti efektif menekan angka peredaran rokok ilegal sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku.

Di akhir sesi, Kasi Humas mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk turut berperan aktif dalam pengawasan.

“Jika menemukan rokok tanpa pita cukai atau pita cukai palsu, segera laporkan. Dengan melaporkan, kita menyelamatkan penerimaan negara dan melindungi masyarakat dari produk ilegal,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, mengatakan bahwa dana hasil cukai memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam sektor kesehatan di Kabupaten Pasuruan.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membeli rokok ilegal karena dapat merugikan negara sekaligus menghambat pembangunan daerah.

“Hasil cukai kembali untuk masyarakat, terutama dalam mendukung layanan kesehatan. Karena itu kami mendorong masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal demi pengembangan Kabupaten Pasuruan sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan masyarakat, Pak RT, mengusulkan agar Bea Cukai Kabupaten Pasuruan membentuk formula kolaborasi yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari kalangan sekolah, pelaku usaha, layanan online, hingga para pedagang.

Menurutnya, keterlibatan banyak pihak akan memperkuat pengawasan dan menekan peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat.

Menambah keterangannya, Joko menegaskan pentingnya kolaborasi antar-stakeholder dalam pertukaran informasi terkait peredaran rokok ilegal.

“Perlu adanya kolaborasi antar-stakeholder dalam pertukaran informasi. Nantinya informasi tersebut akan disampaikan melalui sosialisasi ke masyarakat, desa-desa, maupun kios-kios agar masyarakat memahami aturan dan undang-undang terkait rokok ilegal,” ujarnya.

Talkshow tersebut juga menghadirkan Kepala Bea Cukai Pasuruan sebagai narasumber. Kegiatan itu menjadi bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan Bea Cukai dalam menjaga penerimaan negara sekaligus melindungi masyarakat dari bahaya rokok ilegal.

Kompolnas Dukung Langkah Polda Metro Jaya Tekan Kejahatan Jalanan di JakartaBerita Utama, Daerah, Nasional, TNI POLRI Minggu, 24 Mei 2026

Jakarta, — Kepolisian Nasional atau Kompolnas mendukung langkah Polda Metro Jaya dalam menekan kejahatan jalanan. Dukungan itu disampaikan setelah Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran mengungkap 127 kasus kejahatan jalanan selama periode 1 hingga 22 Mei 2026.

Hal itu disampaikan Komisioner Kompolnas Irjen Pol (Purn) Ida Oetari Poernamasasi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026). Ida mengatakan, Kompolnas secara aktif memantau kegiatan kepolisian, termasuk perkara yang menjadi perhatian publik.

“Kompolnas ingin memastikan bahwa penegakan hukum yang dilakukan terhadap para tersangka tetap menjunjung tinggi aturan yang berlaku. Proses hukum harus profesional, terukur, dan menghormati hak asasi manusia,” ujar Ida.

Ida mengingatkan, tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan harus tetap mengacu pada ketentuan hukum. Ia menyebut penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian harus berpedoman pada aturan yang berlaku, termasuk Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009.

Menurut Ida, penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Namun, seluruh prosesnya harus tetap dilakukan secara proporsional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga : Pastikan Kesiapan Pemilu 2024, Kapolres Probolinggo bersama Forkopimda Tinjau Gudang Logistik KPU
Selain itu, Ida juga menyoroti penanganan tersangka yang masih berusia anak. Ia meminta proses hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum tetap memperhatikan mekanisme perlindungan anak dan melibatkan fungsi terkait, termasuk unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA.

“Ini penting untuk dipastikan, khususnya apabila ada tersangka yang masih anak. Prosesnya harus sesuai ketentuan perlindungan anak,” katanya.

Advertisement

Ida mendorong Polda Metro Jaya terus melakukan langkah berkelanjutan dalam menekan kejahatan jalanan. Upaya itu, kata dia, perlu dilakukan melalui pencegahan, patroli, dan penegakan hukum yang konsisten.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas. Laporan masyarakat dapat disampaikan melalui layanan 110 maupun kanal resmi kepolisian.

“Patroli juga perlu terus dilakukan, bukan hanya secara kuantitas, tetapi juga patroli dialogis agar masyarakat merasa dekat dengan polisi,” ujar Ida.

Ida berharap sinergi antara Polda Metro Jaya, masyarakat, dan pemerintah daerah terus diperkuat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami berterima kasih kepada Polda Metro Jaya dan jajaran sampai ke polsek-polsek yang telah melakukan langkah-langkah ini. Ini menjadi atensi Kompolnas,” pungkasnya

Polresta Sidoarjo Siagakan 1.140 Personel Layanan Pengamanan Pilkades Serentak di 80 Desa

SIDIOARJO – Polresta Sidoarjo Polda Jatim mengerakan sebanyak 1.140 personel yang disebar di 80 desa.

Ribuan personel tersebut untuk memberikan pelayanan pengamanan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang diselenggarakan Minggu, (24/5/2026).

Sebelum menempati lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berjumlah 851, para personel Polresta Sidoarjo dan Polsek jajaran dicek kesiapan oleh

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik mengatakan, sebelum pergeseran pasukan pengamanan Pilkades serentak, pihaknya telah melakukan berbagai kordinasi dengan stake holder terkait.

“Kami juga pastikan personel di manapun keberadaannya tetap netral, melaksanakan tugas secara humanis dan profesional,” tegas AKBP Rofik, Minggu (24/5/26).

Untuk mengamankan jalannya Pilkades serentak 2026, Polresta Sidoarjo selain menurunkan 1.140 personel juga di back up dari Samapta dan Brimob Polda Jawa Timur.

Polresta Sidoarjo turut mengimbau seluruh calon kepala desa beserta tim sukses dan para pendukung agar tetap menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan aman, tertib, dan damai. Semua pihak diminta menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (*)

Ratusan Kepala Sekolah Di Mutasi, Pemerintah Dapat Mempertimbangkan Masalah Domisili

GempurNews | Pemalang – Ratusan Kepala sekolah mengeluhkan setelah penerimaan SK pemindahan tugas dari Bupati Pemalang,pada hari minggu tanggal 24 Mei 2026 di halaman SKB Comal Kabupaten Pemalang.

Menurut beberapa Kepala sekolah hal tersebut dapat mengganggu produktivitas KS dalam bekerja,padahal KS diwajibkan untuk hadir tepat waktu dengan jam kerja.

Di kawatirkan tidak produktifnya para KS yang bertempat tinggal jauh juga di kontribusi oleh tingginya tingkat stres dalam perjalanan dari rumah menuju sekolah di tambah stres pekerjaan.

Menanggapi hal itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BKPSDM) Kabupaten Pemalang Khoerun.,S.H.,M.M.,hanya memberikan komentar singkat kepada awak media, Jalani saja dulu ” dan Ia tidak menjelaskan secara rinci mengenai mutasi lokasi tugas yang di nilai kurang mempertimbangkan aspek domisili. “ujarnya.

Untuk itu banyak KS meminta agar pemerintah Kabupaten khususnya BKPSDM dapat mempertimbangkan masalah domisili dalam melakukan seleksi SK pemindahan tugas,agar kondisi demikian tidak semakin parah dalam dunia pendidikan.

(yn26)

TANPA DIMINTA, “KOMANDAN COBRA” ARSAL SAHBAN MASUK 3 BESAR HOEGENG AWARDS 2026! WARGA LUMAJANG YANG USULKAN

LUMAJANG – Sudah 7 tahun pindah tugas dari Lumajang, tapi nama Muhammad Arsal Sahban belum juga hilang dari ingatan warga.

Mantan Kapolres yang dijuluki “Komandan Cobra” itu kini resmi masuk 3 besar Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berintegritas. Dan yang bikin publik terkejut: pencalonannya 100% murni dari masyarakat. Tanpa diminta, tanpa dibayar, tanpa tim sukses.

Warga Lumajang dari berbagai kalangan — pedagang, guru, ojol, sampai mantan korban begal — kompak mengusulkan nama Arsal.

DULU BIKIN BEGAL KABUR, SEKARANG BIKIN WARGA BANGGA

Jaman Arsal jadi Kapolres Lumajang, satu nama yang paling ditakuti kriminal: Tim Cobra.

Satuan khusus bentukan Arsal bergerak cepat, tanpa kompromi, tapi tetap terukur. Begal, jambret, preman terminal — diberantas sampai ke akar.

Hasilnya? Jalanan Lumajang yang dulu sempat mencekam, berubah jadi aman. Nama “Cobra” bukan sekadar julukan, tapi simbol bahwa hukum masih tajam ke atas.

Tapi Arsal bukan cuma dikenal karena keras. Ia juga sederhana, blusukan tanpa pengawalan berlebihan, dan bersih dari gaya hidup hedon. Kombinasi langka yang bikin warga respect.

MASUK 3 BESAR = LULUS UJIAN NERAKA

Jangan salah, Hoegeng Awards kategori Polisi Berintegritas itu bukan ajang popularitas.

Ini kategori paling sadis dalam dunia kepolisian. Panitia bakal:

  1. Bongkar LHKPN sampai ke detail
  2. Usut gaya hidup dan harta kekayaan
  3. Telusuri potensi konflik kepentingan
  4. Dalami rekam jejak selama bertugas
  5. Verifikasi ke sumber independen

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman bilang terang-terangan: “Ini kategori paling kompleks. Tidak bisa dinilai dari satu sisi saja.”

Alissa Qotrunnada Wahid juga menegaskan: “Standarnya tidak bisa ditawar. Harus benar-benar bersih dan konsisten.”

Lolos ke 3 besar berarti Arsal sudah melewati saringan integritas paling ketat di tubuh Polri.

LUMAJANG BERSUARA: KAMU SUDAH MENANG!

Bagi warga Lumajang, hasil akhir Hoegeng Awards itu nomor dua.

Faktanya, Arsal sudah menang sejak lama — menang di hati masyarakat.

Buktinya? 7 tahun berlalu, namanya masih disebut saat warga ngobrol di warung kopi. Rasa aman yang ia tinggalkan masih dikenang. Dukungan yang muncul sekarang adalah tamparan keras: integritas asli nggak butuh kampanye, dia akan bersuara sendiri.

“Kita nggak disuruh siapa-siapa. Cuma ingin polisi jujur kayak Pak Arsal dapat penghargaan,” kata salah satu warga yang ikut mengusulkan.

PENUTUP: TROFI ITU BONUS, KEPERCAYAAN ITU UTAMA

Hasil akhir Hoegeng Awards 2026 masih akan diumumkan. Tapi satu hal sudah final:

Bagi Lumajang, “Komandan Cobra” Arsal Sahban sudah jadi juara.

Karena penghargaan sejati bukan cuma piala di atas meja. Tapi kepercayaan yang tetap hidup, meski waktu sudah berjalan dan jabatan sudah berganti.

Dan kepercayaan itu, Arsal Sahban sudah kantongi sejak lama.( Joe).

RS. Siti Khodijah Gelar Skiring KJB Di Pendopo Kabupaten Lumajang

Hari sabtu, 23 Mei 2026 digelar acara bhakti sosial oleh Amal Usaha Muhamadiyah Kesehatan (AUM-KES) Rumah Sakit Siti Khodijah (RSSK) cabang sepanjang Sidoarjo bertempat di Pendopo Kabupaten Lumajang, sebanyak 41 pasien hadir dalam acara ini.
Kegiatan ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh RSSK yang kebetulan tahun ini ditempatkan di Kabupaten Lumajang.

Menggandeng Yayasan Adventure Makelar Surga (AMS) serta Komunitas Adventure Makelar Surga yang konsisten sejak 2017 konsisten mendampingi pasien Kelainan Jantung Bawaan (KJB) Di Kabupaten Lumajang, tercatat sebelum ini ada 264 pasien KJB yang didampingi komunitas ini.

Dalam sambutannya, Bupati Lumajang Ir. Hj I Indah Amperawati, Msi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dari Pemerintah Kabupaten Lumajang atas terpilihnya Kabupaten Lumajang sebagai Lokasi Kegiatan Bhakti Sosial (BAKSOS) Tahun ini, seperti data yang ada pasien KJB kita cukup banyak dan harus di mendapatkan perhatian serius, kedepannya harus banyak edukasi tentang KJB ini, Alhamdulillah kita punya asset komunitas AMS, yang rela blusukan ke desa-desa untuk membantu Pemkab mengedukasi bahkan mendampingi pasien KJB yang 70% adalah keluarga tidak mampu.
Hal yang sama disampaikan juga oleh wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, SH dalam sambutannya yang menitikberatkan sinergi dan kolaborasi antara Pemkab dengan komunitas dalam segala hal terutama di bidang kesehatan.
Di Lumajang tidak ada dokter spesialis jantung anak, hal ini membutuhkan tindak lanjut kedepannya.

Dr. dr. H. Muhammad Hamdan Sp.S (K) Direktur Holding AUMKES PCM Sepanjang menuturkan dari catatan RSSK pasien KJB asal Kabupaten Lumajang cukup banyak, hal inilah kami menempatkan kegiatan ini disini, kedepannya kita akan terus bersinergi dan berkolaborasi agar pasien KJB ini mendapakan pelayanan terbaik.

Dari hasil skrining hari ini didapatkan hampir 80% terdeteksi sebagai pasien KJB, kedepannya akan dilakukan tindakan survey ke rumah rumah hingga pendampingan pemeriksaan lanjutan pasien KJB ini untuk mendapatkan tindakan yang cepat dan tepat, tutur Dr. Niken Suyanti, SH, MM selaku ketua yayasan AMS, tugas lanjutan ini merupakan komitmen yang tetap kita jaga konsistensinya, kami meminta dukungan semua pihak, baik Pemkab, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa, hal ini mutlak dilakukan agar tercapai kolaborasi yang prima (madaER)

Jalan Sehat Bareng Warga, Pemuda Pancasila Ajak Hidup Sehat

GempurNews | Pemalang – Ormas Pemuda Pancasila ajak Ratusan warga Comal memadati taman Kota untuk mengikuti acara jalan sehat pada hari minggu (24/5/26) pagi.

Acara ini menjadi salah satu momentum kebersamaan yang di tunggu tunggu masyarakat dalam rangka memeriahkan suasana hari Kesaktian Pancasila.

Kegiatan jalan sehat ini dihadiri oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang, H.Aris Ismail, Forkompinca,para anggota Pemuda Pancasila dan ratusan warga Comal. Acara tersebut dimulai sejak pagi dengan titik kumpul di halaman Taman Comal, para peserta sangat antusias mulai dari anak anak,remaja,bahkan orangtua.

Ketua MPC Pemuda Pancasila H.Aris Ismail dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan ajang silahturahmi antar warga yang bertujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menjaga persaudaraan yang lebih erat antara Ormas Pemuda Pancasila dengan masyarakat. “jelasnya.

Aris Ismail berharap kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sebagai wadah memperkuat rasa persatuan dan kesatuan antara Ormas Pemuda Pancasila dengan Masyarakat.

Suasana keceriaan semakin jelas selama kegiatan berlangsung,semua warga terlihat menikmati momen kebersamaan yang jarang ditemukan dalam rutinitas sehari hari, di tambah dengan hiburan musik untuk mengiringi kegiatan tersebut.

Tak hanya jalan sehat, panitia juga menyiapkan ratusan door prize menarik seperti Payung,sepeda gunung,kulkas,mesin cuci,kambing hingga hadiah utama sepeda listrik.

Acara berlangsung lancar hingga ditutup dengan pengundian hadiah utama yang disambut sorak sorai warga menambah meriah acara tersebut.

(yn26)

516 Kepala Sekolah Di Kabupaten Pemalang Di Mutasi Untuk Mendorong Tranformasi Pendidikan

GempurNews | Pemalang – Bupati Pemalang,
Anom Widiantoro menegaskan bahwa kepala sekolah tidak hanya memiliki tugas administratif, tetapi juga memikul amanah besar dalam membangun generasi muda dan mendorong transformasi pendidikan di Kabupaten Pemalang.

Hal itu disampaikan Bupati saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang pengangkatan, pemindahan, dan penegasan penugasan Guru Pegawai Negeri Sipil sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2026, yang digelar di SKB Comal, Minggu (24/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada para guru PNS yang menerima amanah baru sebagai kepala sekolah. Ia berharap jabatan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan penuh integritas dan dedikasi.

“Surat keputusan ini bukan hanya amanah untuk memimpin sekolah, tetapi juga amanah membangun generasi muda Pemalang dan menciptakan transformasi budaya belajar serta transformasi pendidikan,” ujar Anom Widiantoro.

Menurutnya, transformasi adalah perubahan menuju arah yang lebih baik dan tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan tahapan, kerja sama, semangat, serta kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi, terutama di era teknologi saat ini.

“Belajar tidak hanya untuk anak didik kita, tetapi juga untuk diri kita sendiri. Ilmu itu luas dan terus berkembang. Kepala sekolah dan guru harus terus meningkatkan skill, pengetahuan, dan kemampuan agar bisa mentransfer ilmu kepada peserta didik,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu layanan pendidikan agar tidak muncul keluhan dari peserta didik maupun masyarakat. Ia meminta seluruh sekolah memperkuat inovasi, harmonisasi, dan kolaborasi dengan lingkungan sekitar, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga komunitas masyarakat.

Selain itu, Anom Widiantoro memberikan perhatian khusus terhadap program penghijauan dan konservasi lingkungan di sekolah-sekolah. Ia menegaskan bahwa seluruh sekolah di Kabupaten Pemalang wajib memiliki program penghijauan dan sumur resapan.

“Penghijauan wajib dilaksanakan di semua sekolah. Sumur resapan juga wajib ada di setiap sekolah untuk menjaga lingkungan tetap hijau dan mengurangi potensi banjir di Kabupaten Pemalang,” katanya.

Ia berharap kegiatan penghijauan, kebersihan lingkungan, hingga konservasi alam dapat menjadi bagian dari pembelajaran rutin bagi siswa, baik harian maupun mingguan.

Tak hanya itu, Bupati juga menyinggung polemik kegiatan outing class dan studi wisata yang belakangan menjadi sorotan publik. Ia memastikan kegiatan pembelajaran di luar kelas tetap diperbolehkan karena merupakan hak peserta didik.

“Kegiatan outing atau studi tour diperbolehkan karena itu bagian dari proses pembelajaran anak didik di luar ruang kelas. Tetapi harus dimanage dengan baik dan tidak boleh menjadi ladang mencari keuntungan,” tegasnya.

Menurutnya, pengelolaan kegiatan outing harus transparan dan melibatkan organisasi siswa seperti OSIS, khususnya di tingkat SMP, sehingga benar-benar menjadi media pembelajaran dan pengembangan karakter siswa.

Acara penyerahan SK tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pemalang Haji Martono, Ketua Komisi A DPRD, Plh Sekretaris Daerah, para staf ahli bupati, asisten sekda, kepala OPD, serta para tamu undangan lainnya.

Jalan Rusak Tak Kunjung Tuntas, Warga Bergerak Swadaya di Tengah Ramainya Pokir Dewan.

Bondowoso Di saat pemerintah daerah dan DPRD ramai membicarakan program pembangunan infrastruktur melalui pokok pikiran (pokir) dewan, pemandangan berbeda justru terlihat di sejumlah desa di Kabupaten Bondowoso. Warga turun langsung ke jalan membawa cangkul, semen, batu, hingga alat seadanya untuk memperbaiki ruas jalan rusak secara swadaya.

Fenomena itu kini menjadi sorotan publik. Di satu sisi, pemerintah dan legislatif mengklaim pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama tahun 2026. Namun di sisi lain, masyarakat masih harus patungan uang dan tenaga demi menutup lubang jalan yang setiap hari mereka lalui.

Pemandangan pengecoran jalan secara gotong royong pada malam hari menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan infrastruktur dasar. Warga memilih bergerak sendiri karena jalan rusak dinilai sudah membahayakan keselamatan pengguna jalan, menghambat aktivitas ekonomi, hingga mengganggu akses pertanian.

Ironisnya, di tengah aksi swadaya tersebut, anggaran pembangunan jalan justru disebut mendominasi usulan pokir DPRD Bondowoso tahun 2026. Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, menyebut sebagian besar pembangunan jalan memang berasal dari usulan pokok-pokok pikiran anggota dewan.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso sendiri menargetkan pembangunan infrastruktur jalan di 134 titik pada tahun 2026 melalui Program RANTAS (Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas). Program itu disebut menjadi strategi percepatan konektivitas wilayah dengan pola penanganan tuntas per ruas, bukan tambal sulam seperti sebelumnya.

“Kalau menunggu pemerintah terus, entah kapan selesai. Akhirnya masyarakat bergerak sendiri demi keselamatan bersama,” ungkap salah satu warga saat ikut kerja bakti pengecoran jalan.

Gerakan swadaya tersebut kini tidak hanya dipandang sebagai budaya gotong royong, tetapi juga dianggap sebagai bentuk kritik sosial terhadap lambannya realisasi pembangunan.

Dalam Musrenbang RKPD 2026, DPRD Bondowoso memang menegaskan bahwa pokir merupakan instrumen resmi penyusunan APBD berdasarkan aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui reses dan kunjungan lapangan. Pokir bahkan disebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

Data Bapperida Bondowoso juga menunjukkan usulan pembangunan infrastruktur masih mendominasi agenda pembangunan daerah. Bahkan usulan pokir DPRD yang masuk ke sistem SIPD-RI mencapai ratusan usulan.

Namun masyarakat menilai besarnya angka usulan belum tentu sejalan dengan kecepatan realisasi di lapangan.

Kondisi itu memunculkan persepsi bahwa masyarakat kecil masih menjadi pihak yang paling merasakan dampak buruk rusaknya infrastruktur. Petani kesulitan mengangkut hasil panen, kendaraan sering rusak akibat jalan berlubang, hingga aktivitas pendidikan dan kesehatan ikut terganggu.

Meski demikian, DPRD Bondowoso menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama dan meminta pelaksanaan program APBD 2026 dipercepat agar tidak kembali tersendat.

Di tengah polemik itu, aksi swadaya masyarakat justru mendapat apresiasi luas. Banyak pihak menilai gotong royong warga merupakan potret nyata kepedulian rakyat terhadap daerahnya sendiri. Namun di sisi lain, fenomena tersebut sekaligus menjadi alarm keras bagi pemerintah bahwa kebutuhan dasar masyarakat belum sepenuhnya terjawab.

Sebab ketika rakyat sudah turun tangan memperbaiki jalan dengan biaya sendiri, persoalannya bukan lagi sekedar soal infrastruktur. Tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.(421)