Home Blog Page 79

Speedboat Tanpa Awak Kandas di Pulau Panjang,Bea Cukai Batam Amankan 1,12 Juta Batang Rokok Ilegal

Batam, 16 Maret 2026. Bea Cukai Batam kembali mengamankan barang kena cukai (BKC) ilegal dalam sebuah speedboat bermesin 2 x 200 PK tanpa nama pada Kamis (12/3) sore. Speedboat tersebut ditemukan kandas di Pulau Panjang, membawa muatan barang ilegal berupa 1,12 juta batang rokok yang tidak berpita cukai.

Penindakan berawal dari hasil observasi dan analisis situasi yang dilakukan oleh Bea Cukai Batam terkait aktivitas mencurigakan di wilayah Pulau Panjang. Satgas Patroli Laut BC-11001 kemudian melaksanakan penyisiran di sekitar lokasi. Hingga pada pukul 14.00 WIB, petugas menemukan sebuah speedboat mencurigakan yang kandas di area hutan rawa bakau Pulau Panjang. Setelah berhasil menjangkau lokasi, petugas tidak menemukan adanya awak kapal.

Pada pukul 14.30 WIB, petugas berhasil menguasai speedboat tersebut dan tidak menemukan adanya kru di sekitar lokasi. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Ketua RT setempat dan Satgas Patroli Laut BC-1001 untuk meminta dukungan/bantuan. Sekitar pukul 16.30 WIB, speedboat beserta muatannya berhasil dikeluarkan dari area hutan rawa bakau, lalu pada pukul 16.45 WIB petugas melakukan pemeriksaan awal didampingi oleh Ketua RT, dan ditemukan muatan berupa BKC Hasil Tembakau tanpa dilekati pita cukai.

Atas temuan tersebut, petugas melakukan penindakan berupa penegahan dan penyegelan terhadap 1 (satu) unit speedboat tanpa nama bermesin 2 x 200 PK beserta muatannya. Selanjutnya, dengan pengawalan gabungan Satgas Patroli BC-11001 dan BC-1001, sekitar pukul 17.30 WIB sarana pengangkut dan barang hasil penindakan tiba di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang guna proses lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa muatan tersebut terdiri dari 75 karton berisi 640 ribu batang rokok merk H-Mind dan 40 karton berisi 480 ribu batang rokok merk OFO-Bold, sehingga total keseluruhan mencapai 1,12 juta batang. Estimasi nilai barang hasil penindakan tersebut mencapai Rp1.663.200.000, dengan estimasi potensi kerugian negara sebesar Rp835.520.000. Tindakan ini diduga melanggar Undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, menegaskan bahwa pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal, khususnya melalui jalur laut, akan terus diperkuat. “Penindakan ini bukan hanya untuk melindungi penerimaan negara, tetapi juga untuk melindungi masyarakat dari barang ilegal, serta memastikan keadilan bagi industri yang taat pada aturan. Sinergi dengan masyarakat juga menjadi unsur penting dalam mendukung keberhasilan pengawasan di lapangan,” ujarnya.

Bea Cukai Batam berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak untuk menekan pelanggaran di bidang cukai. Bea Cukai Batam mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam distribusi maupun konsumsi barang kena cukai ilegal, serta terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai.(Gokkon)

Wamenhub Suntana Turun Langsung Atasi Antrean Pemudik dari Bali Menuju Jawa

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Wakil Menteri Perhubungan Suntana, turun langsung meninjau kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (15/3/2026) malam.

Sebelum menuju lokasi antrean, Wamenhub lebih dahulu menggelar rapat koordinasi bersama otoritas pelabuhan di kantor ASDP Indonesia Ferry di kawasan Pelabuhan Ketapang. Rapat tersebut membahas langkah percepatan arus kendaraan yang menumpuk di sisi Bali agar antrean cepat terurai.

“Saya ke sini hanya ingin mempercepat arus dari sana (Gilimanuk),” kata Wamenhub Suntana.

Seusai rapat, rombongan Wamenhub langsung bergerak menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk memantau kondisi antrean kendaraan secara langsung.

Salah satu pemudik, Kholik (26) baru tiba di Pelabuhan Ketapang sekira pukul 18.50 WIB. Ia sebelumnya harus menunggu sangat lama sebelum akhirnya bisa naik kapal penyeberangan.

Ia berangkat dari kawasan Canggu, Bali, sekitar pukul 22.00 WITA menggunakan travel. Ia baru tiba di area parkiran antrean Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 10.00 pagi, karena terjadi antrean panjang menuju pelabuhan.

“Berangkat jam 10 malam. Naik kapal dari Gilimanuk baru setelah magrib. 10 Jam lebih saya dan rombongan menunggu,” ujar pemudik asal Probolinggo ini.

Pemudik lainnya, Heri (45), juga mengalami antrean panjang. Ia mengatakan antrean kendaraan bahkan mencapai lebih dari 30 kilometer. “Saya berangkat dari Seminyak, Bali jam 8 malam. Sampai sini (Pelabuhan Ketapang) hampir jam 7 malam. Macetnya lebih dari 30 kilometer,” kata Heri yang juga asal Probolinggo ini.

Menurutnya, kemacetan paling parah terjadi pada dini hari hingga pagi hari. Kendaraan bahkan sempat tidak bisa bergerak sama sekali selama beberapa jam. “Jam 3 pagi sampai jam 9 pagi macet total, tidak bisa jalan. Setelah itu baru bisa pelan-pelan bergerak menuju Pelabuhan Gilimanuk,” ujarnya.

Kemacetan, imbuhnya, semakin parah karena kondisi lalu lintas yang semrawut, terutama kendaraan yang saling mendahului di jalur antrean. “Kendalanya kendaraan dari dua arah saling mendahului, jadi semrawut. Banyak yang ngeblong,” katanya.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko mengatakan, pihaknya menerapkan skema tiba bongkar berangkat (TBB) untuk mengurai kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa. Dari total 35 kapal yang dioperasikan di lintas Ketapang-Gilimanuk, ada 11 kapal kini menjalankan skema tersebut.

“Skema TBB diterapkan dengan pola kapal hanya menurunkan muatan di Pelabuhan Ketapang tanpa melakukan proses muat kembali, kemudian langsung berlayar kembali ke Gilimanuk untuk mengangkut kendaraan berikutnya,” terang dia.

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang berencana menambah kapal berukuran besar di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk meningkatkan kapasitas angkut kendaraan dan memperlancar arus penyeberangan penghubung Jawa-Bali.

Kehadiran kapal besar nantinya bukan untuk menambah jumlah total kapal yang beroperasi. ASDP hanya akan mengubah komposisi armada dengan memperbanyak kapal berukuran besar, terutama yang memiliki bobot sekitar 2.000 Gross Tonnage (GT).

“Jumlah kapal yang beroperasi kemungkinan tetap sekitar 35 unit. Tapi komposisinya akan kita perkuat dengan kapal-kapal yang ukurannya lebih besar,” kata Arief.

Berdasarkan data kumulatif sejak H-10 hingga H-7, tercatat lebih dari 200 ribu penumpang telah diseberangkan dari Bali menuju Jawa. Selain itu, lebih dari 35 ribu sepeda motor dan sekitar 17 ribu kendaraan kecil juga telah menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk.

“Peningkatan yang paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua, yakni sekitar 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan kendaraan roda empat meningkat sekitar 11 persen,” ujarnya.

Ia memprediksi arus kendaraan dari Bali menuju Jawa masih akan terus meningkat dan diprediksi akam terjadi hingga tanggal 17 Maret. Terutama menjelang penutupan penyeberangan pada 18 – 20 Maret karena Nyepi. (*)

Polda Metro Jaya Siagakan Ribuan Personel Amankan Masjid hingga Tempat Wisata Saat Lebaran

0

JAKARTA — Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiapkan pengamanan di ratusan titik di wilayah Jakarta dan sekitarnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pengamanan tersebut mencakup tempat ibadah, lokasi wisata, pusat ekonomi, hingga berbagai objek vital yang diperkirakan ramai selama masa libur Lebaran.


Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri mengatakan, pengamanan difokuskan pada sejumlah masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.


“Kami menyiapkan pengamanan di 10 masjid utama serta 123 masjid lainnya yang menjadi lokasi kegiatan ibadah masyarakat,” kata Asep saat meninjau kesiapan pengamanan di Terminal Kampung Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 14 Maret 2026.


Selain tempat ibadah, kepolisian juga menempatkan personel di berbagai lokasi wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran. Sedikitnya 68 titik wisata akan mendapat pengamanan, di antaranya kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah, Kota Tua, Ancol, Kepulauan Seribu, Ocean Park BSD, Aviary Park Bintaro, Bintaro Xchange (BXC), Scientia Square Park, serta sejumlah taman rekreasi air di wilayah Bekasi dan Depok.


Pengamanan juga disiapkan di 37 lokasi ziarah guna mengantisipasi kepadatan pengunjung yang berpotensi menimbulkan kemacetan selama perayaan Idul Fitri.


Di samping itu, polisi akan mengawal kegiatan masyarakat menjelang Lebaran, termasuk malam takbiran dan pelaksanaan salat Idul Fitri. Sebanyak 13 titik malam takbiran dan 133 lokasi pelaksanaan salat Id serta penyaluran zakat masuk dalam rencana pengamanan.


Polda Metro Jaya juga menyiapkan pengamanan di 83 sentra ekonomi serta 11 titik transportasi yang terdiri dari empat terminal, empat stasiun, dua bandara, dan satu pelabuhan.


Selain itu, pengamanan diperluas ke sektor perbankan dan berbagai objek vital. Kepolisian mencatat terdapat 471 kantor bank dan 164 kantor pegadaian yang akan dipantau selama periode Lebaran. Sebanyak 621 objek vital lainnya seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), gardu listrik milik PLN, hingga depo Pertamina juga masuk dalam pengamanan.


Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini, Polda Metro Jaya mengerahkan total 6.812 personel gabungan. Mereka terdiri dari 5.092 personel Polri, 416 personel bantuan dari TNI, 1.088 personel dari pemerintah daerah, serta 216 personel dari unsur masyarakat yang dilibatkan untuk mendukung pengamanan selama masa libur Idul Fitri.

Tol Prosiwangi Dibuka Fungsional, Polres Probolinggo Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Pemudik

PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Polda Jatim menyiapkan sejumlah strategi untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas di masa mudik hingga balik lebaran 2026.

Kapolres Probolinggo AKBP M.Wahyudin Latif menegaskan hal itu dilakukan untuk memastikan pelayanan pengamanan mudik lebaran bisa optimal dan arus lalu lintas tetap lancar dan aman.

AKBP Latif mengatakan pascaapel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Probolinggo Polda Jatim sudah melakukan langkah mitigasi mulai dari kesiapan armada operasional, kuat personel hingga keberadaan pos pengamanan (Pospam), pos pelayanan (Posyan) dan pos terpadu.

“Kami memastikan seluruh kendaraan operasional dalam kondisi prima sehingga dapat digunakan secara maksimal oleh personel di lapangan,” ujar AKBP Latif, Minggu (15/3/26).

Ia menambahkan, dengan kesiapan kendaraan operasional tersebut, diharapkan personel dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk mendukung pengamanan tersebut, kami menyiapkan empat pos yang dapat dimanfaatkan masyarakat, yakni Pos Terpadu Kraksaan, Posyan Leces, serta Pospam Gending dan Pospam Paiton,”terang AKBP Latif.

Sementara itu untuk menyikapi Tol Prosiwangi yang dibuka fungsional, Polres Probolinggo juga mengatisipasi dengan melakukan pola – pola pengaturan arus lalu lintas bila terjadi kepadatan khususnya di gerbang Tol Paiton, Kraksaan dan Gending.

Selain gerbang tol tersebut, Polres Probolinggo Polda Jatim yang bersinergi dengan lintas sektor termasuk pengelola tol, juga memberi perhatian serius di gerbang Tol Probolinggo Timur (exit Leces).

“Kita antisipasi di gerbang Leces, yang diperkirakan mengalami peningkatan lalu lintas karena gerbang Tol Probolinggo Timur ini juga yang melayani kendaraan dari arah Lumajang dan Jember,” terang AKBP Latif.

Kapolres Probolinggo mengimbau masyarakat yang mudik agar dapat memanfaatkan pos yang sudah disediakan oleh Polres Probolinggo untuk mendapatkan layanan kepolisian maupun sekedar untuk beristirahat.

“Jangan memaksakan berkendara jika merasa lelah, silahkan manfaatkan pos yang sudah kami siapkan untuk beristirahat agar Mudik Aman Keluarga Bahagia,”pungkasnya.

Untuk diketahui, ruas tol Prosiwangi rencananya akan difungsikan secara terbatas mulai 14 hingga 29 Maret 2026 untuk mendukung kelancaran arus mudik.

Selama masa operasional fungsional tersebut, tol Prosiwangi hanya akan dibuka pada pukul 06.00 hingga 16.00 WIB. (*)

Polresta Malang Kota Petakan 5 Potensi Kerawanan Jelang Nyepi –Lebaran 2026

0

MALANG KOTA – Menjelang rangkaian libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Polresta Malang Kota memetakan lima potensi kerawanan yang perlu diantisipasi guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Malang.

Pemetaan dilakukan sebagai langkah preventif dan preemtif dalam rangka memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik serta aktivitas libur Lebaran tahun 2026.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjelaskan, potensi pertama yang menjadi perhatian adalah kepadatan arus lalu lintas.

Kota Malang merupakan jalur strategis menuju kawasan wisata di Malang Raya, sehingga setiap musim mudik terjadi peningkatan signifikan kendaraan yang melintas maupun yang masuk ke wilayah kota.

Selain kepadatan arus kendaraan, Polresta Malang Kota juga memprediksi meningkatnya aktivitas masyarakat di sejumlah fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, destinasi wisata, kawasan kuliner, hingga pusat oleh-oleh khas Malang.

Lonjakan aktivitas tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan pengamanan yang optimal.

Tantangan berikutnya adalah anomali parkir yang sering muncul di kawasan keramaian akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Kondisi ini kadang dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” ujar Kombes Pol Putu Kholis, Sabtu (14/3/2026).

Ia menambahkan, meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan juga berdampak pada aktivitas ekonomi yang semakin tinggi.

Situasi tersebut dapat memunculkan persoalan lain seperti pengelolaan parkir, pengelolaan sampah, hingga inflasi musiman akibat peningkatan permintaan barang dan jasa menjelang hari raya.

Menurut Kombes Putu Kholis, semakin tinggi mobilitas masyarakat, maka semakin tinggi pula konsumsi dan aktivitas ekonomi.

“Dampaknya adalah muncul tantangan lain seperti pengelolaan parkir, pengelolaan sampah, hingga inflasi temporer yang perlu kita kendalikan bersama melalui kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Kombes Pol Putu Kholis menegaskan bahwa lima potensi kerawanan tersebut menjadi dasar bagi jajaran Polresta Malang Kota merumuskan langkah pengamanan melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Operasi ini tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan keamanan masyarakat serta kelancaran aktivitas ibadah dan wisata selama libur Lebaran.

Dalam pelaksanaannya, pengamanan melibatkan ribuan personel gabungan lintas sektor.

Patroli bersama juga digencarkan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta unsur kelurahan dan RT/RW untuk menjaga kawasan permukiman, terutama rumah kosong yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.

“Jika kita mampu bersinergi dan mengelola situasi dengan baik, maka momentum libur panjang ini bukan hanya aman secara kamtibmas, tetapi juga menjadi peluang pertumbuhan ekonomi serta menunjukkan bahwa Kota Malang adalah kota yang aman, ramah bagi wisatawan, dan nyaman bagi warganya,” pungkas Kombes Pol Putu Kholis. (*)

Arus Mudik Baru 25 Persen Tinggalkan Jakarta, Kakorlantas Tegaskan Keselamatan Prioritas Operasi Ketupat 2026

0

KORLANTAS POLRI, Cikampek – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum mengatakan bahwa situasi arus lalu lintas mudik lebaran 2026 masih sangat terkendali.

Hal itu ia sampaikan di Posko Command Center KM 29, Cikampek, Minggu (15/3/2026). Kakorlantas mencatat bahwa sebanyak 25 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta.

“Kami laporkan bahwa arus lalu lintas saat ini cukup terkendali. Jadi, belum nampak kepadatan. Namun demikian yang berada di tol sampai saat ini kurang lebih 25 persen yang sudah meninggalkan Jakarta, baik yang menuju ke Transjawa, Bandung, dan Sumatera,” kata Kakorlantas.

Selain itu, tingkat fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan turun 45 persen ketimbang tahun lalu. Hal ini menjadi catatan yang positif mengingat segala bentuk persiapan telah dilakukan sejak jauh hari.

“Tetapi yang paling penting, saya sampaikan bahwa fatalitas korban meninggal dunia turun 45 persen. Jadi, fatalitas korban turun 45 persen,” tegas Kakorlantas.

Kakorlantas juga menilai kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas selama periode mudik terbukti efektif dalam memberikan ruang bagi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang, sehingga arus lalu lintas dapat tetap mengalir dengan lancar.

Selain itu, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif melalui manajemen rekayasa lalu lintas berdasarkan data traffic counting yang dipantau secara real-time.

“Alhamdulillah SKB ini sangat strategis bahwa flow daripada lalin yang ada di jalan tol dan alteri cukup terkendali. Dari dua hari ini kita melakukan sosialisasi dan bahkan tadi malam kami sudah melakukan tindakan tegas,” tutur dia.

“Apabila masih ada kendaraan sumbu tiga melintasi tol, karena ini bagian daripada komitmen bersama, bagaimana kita memerintahkan untuk ditindak,” sambungnya.

Apabila dari situasi harkamtibmas, laporan mengenai kriminalitas menonjol tercatat nihil, sementara kondisi di berbagai simpul transportasi utama stasiun, bandara, terminal cukup terkendali

“Sekali lagi, kami hadir untuk melayani masyarakat. Mari bersama-sama kita wujudkan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Selamat pergi, selamat kembali,” pungkasnya.

Klub Catur Kuda Putih Lumajang Gelar chess Blitz dan Buka Puasa Bersama di Akhir Ramadan

Lumajang, Gempur News.

Klub catur Kuda Putih Junior Lumajang menutup bulan Ramadan dengan cara yang berbeda: menggelar latihan lomba Blitz Chess sekaligus buka puasa bersama. Acara berlangsung Minggu, 15 Maret 2026, di Warung Z4 Lumajang, dimulai pukul 15.30 WIB dan dihadiri puluhan anggota, atlet junior, wali atlet, serta pengurus klub yang bermarkas di Jalan Mahakam.

Rangkaian kegiatan diawali sirkuit internal chess blitz—format cepat yang memaksa qpemain mengambil keputusan hanya dalam hitungan detik. Suara jam catur digital berdetak, ketika seorang junior berhasil membalikkan keadaan dalam posisi sulit. Beberapa partai bahkan berakhir dramatis, mengundang tepuk tangan yang membuat suasana warung sederhana itu terasa seperti arena mini turnamen. Joe Efendi, Ketua Klub Kuda Putih, sengaja memilih format blitz agar anak-anak belajar ketenangan dan kecepatan berpikir.

Menjelang magrib, papan-papan catur disimpan dan meja-meja ditata untuk buka puasa bersama. Menu sederhana—kurma, gorengan, es teh, dan nasi kotak—tersaji, tapi yang lebih terasa adalah keakraban percakapan. Wali atlet berbincang dengan pelatih, pengurus berdiskusi tentang rencana try out ke kejuaraan provinsi, sementara para junior saling bertukar cerita soal partai tadi sore.

Dalam sambutannya, Joe Efendi menegaskan makna acara ini. “Kita ingin kebersamaan antara pengurus dan wali atlet makin erat, supaya persepsi dalam membina pecatur junior bisa satu arah. Prestasi tinggi tidak datang dari latihan saja, tapi dari dukungan keluarga dan lingkungan klub yang solid,” katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Aba Anang Sekeluarga yang telah menanggung Anggaran biaya acara ini, serta kepada orang tua yang meluangkan waktu di akhir pekan Ramadan.

Acara ditutup dengan pemberian hadiah untuk para juara dan doa bersama, foto lintas generasi di depan papan catur, dan kesepakatan untuk mengulang kegiatan serupa tahun depan. Bagi Kuda Putih, sore itu bukan sekadar latihan dan buka puasa, melainkan cara merawat kekompakan—modal penting agar para pecatur muda Lumajang siap melangkah ke turnamen yang lebih besar dan anak anak bisa berprestasi tinggi.( JOE).

Tinjau Terminal Purabaya, Kapolri ke Sopir Bus: Hati-Hati dan Jaga Keselamatan Pemudik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026) terkait pengamanan dan pelayanan masyarakat dalam rangka arus mudik Lebaran 2026.

Dalam tinjauan ini, Kapolri mengatakan mulai ada peningkatan jumlah penumpang untuk melaksanakan mudik. Ia pun memprediksi akan terus terjadi penambahan hingga puncaknya tanggal 17-20 Maret mendatang.

“Tadi kami berinteraksi baik dengan masyarakat yang akan menggunakan kendaraan bus untuk mudik, apakah di sekitar kota, namun juga tadi kami tanya ada juga yang melaksanakan mudik nasional karena memang pelayanan di Purabaya ini melayani antar kota antar provinsi dan juga antar pulau, sampai dengan Bali,” kata Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menuturkan, dalam pelayanan mudik di Terminal Purabaya dilakukan pemeriksaan ramp check bus dan tes urine para sopir. Hal ini menurutnya sangat penting dilakukan agar keselamatan penumpang terjaga.

“Karena kami selalu berpesan bahwa tolong untuk mudik kali ini bagaimana caranya agar kita bisa menurunkan angka kecelakaan. Karena harapan kita tentunya pemudik bisa sampai di rumah masing-masing, bertemu keluarga, berbagi kebahagiaan, itu harapan kami,” uacpnya.

Untuk itu, ia meminta seluruh anggota yang bertugas untuk memberikan pelayanan terbaik. Selain itu, ia juga meminta yang terkait dengan keselamatan penumpang, termasuk keluhan-keluhan yang selama ini mungkin terjadi untuk direspons cepat.

“Hal ini dilakukan agar betul-betul bisa memberikan layanan sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, sinergitas seluruh lintas sektoral menjadi sangat penting untuk pelayanan mudik secara maksimal. Ia pun menitipkan pesan untuk para sopir agar berhati-hati dan menjaga keselamatan para penumpang yang akan pulang ke kampung halaman.

“Hati-hati di jalan, kalau capek istirahat. Yang jauh, saya minta untuk disiapkan juga ada supir cadangan ya, sehingga kemudian kita menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan di tengah jalan,” ujarnya.

Ranuwurung Jadi Lokasi Sosialisasi 4 Pilar, MPR RI PKS Ajak Perkokoh Pilar Kebanggaan

Anggota MPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amin Ak, M.M., di hadapan 150 tokoh masyarakat Desa Ranuwurung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Jawa Timur, mengungkapkan situasi geopolitik dan geoekonomi global yang bisa berdampak ke Indonesia.

Dilaporkan Efendi dari media Elshinta Jakarta, dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Balai Desa Ranuwurung, Minggu (15/03/2026), Amin membeberkan bahwa konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini telah memicu kenaikan harga minyak dunia. Hal ini secara otomatis membengkakkan biaya subsidi energi dan harga BBM di dalam negeri.

Ia menjelaskan, ketika harga bahan bakar naik, ongkos kirim barang menggunakan truk dan kapal pun melonjak, sehingga harga kebutuhan pokok seperti beras, cabai, hingga minyak goreng di pasar ikut melambung. Selain itu, gangguan pada jalur perdagangan global membuat bahan baku impor seperti gandum untuk mi instan atau kedelai untuk tempe menjadi langka dan mahal.

“Kenaikan biaya belanja sehari-hari akibat volatilitas harga energi dan macetnya rantai pasok global menjadi ‘hantu’ baru yang mengancam ketahanan sosial ekonomi dan politik nasional,” tegasnya.

Kenaikan biaya bahan baku industri yang tak terkendali berisiko memicu efek domino, mulai dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga melambungnya harga kebutuhan pokok. Dalam situasi “perut lapar” seperti ini, masyarakat menjadi lahan basah bagi provokasi.

“Saat ekonomi sulit, biasanya ada pihak-pihak yang memancing di air keruh. Mereka ingin mengoyak persatuan kita dengan narasi adu domba,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Amin mengajak masyarakat untuk kembali mengingat dan menjaga erat “obat penawar” milik bangsa ini yang sering terlupakan, yakni Empat Pilar Kebangsaan. Baginya, Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah benteng terakhir yang menjaga kita agar tidak runtuh berkeping-keping.

Keempat pilar kebangsaan ini sejatinya adalah fondasi keselamatan bangsa dalam mengarungi tantangan ke depan. Pancasila hadir sebagai kompas moral agar kita tetap peduli sesama di masa sulit, sementara UUD Negara Republik Indonesia 1945 menjadi aturan main yang menjamin setiap kebijakan pemerintah tetap setia membela rakyat kecil. Di sisi lain, menjaga keutuhan NKRI adalah kewajiban mutlak, sedangkan semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi lem perekat yang mengubah perbedaan menjadi kekuatan besar untuk menghadapi krisis bersama-sama.

Amin menekankan bahwa sejarah membuktikan bangsa ini selamat dari berbagai krisis bukan karena moncong senjata, melainkan karena social capital atau modal sosial. Nilai gotong royong adalah survival strategy yang paling ampuh.

Lumbung Pangan Pertahanan Terbaik
Menariknya, Amin menyoroti potensi lokal Lumajang. Di tengah ketergantungan pada bahan baku impor, kekayaan agraris Lumajang harus menjadi garda depan. Ia mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali lumbung-lumbung pangan desa dan solidaritas ala masyarakat Lumajang, terutama agar industri kecil tetap bisa “bernapas” meski terjepit biaya produksi yang kian mencekik.

“Ketahanan pangan adalah pertahanan terbaik,” tegasnya.

Ia berargumen bahwa jika masyarakat mandiri secara ekonomi dan pangan, maka provokasi apa pun tidak akan mempan. Dengan mengoptimalkan potensi agraris seperti Pisang Agung dan Ubi Kayu, Lumajang bisa menjadi daerah yang mandiri. Keduanya menjadi tepung merupakan sumber karbohidrat yang paling tahan banting terhadap cuaca ekstrem.

“Masyarakat Lumajang memiliki Tradisi Pethikan atau syukur panen dan Budaya Gugur Gunung (gotong royong) dalam mengelola lahan tidur. Ini bisa menjadi alat bersama menghindari ancaman krisis,” tambahnya.

Di akhir sosialisasi, Amin mengajak warga Lumajang untuk kritis terhadap informasi di media sosial yang bertujuan membelah bangsa. Ia pun memberikan analogi yang menarik.

“Indonesia adalah rumah besar kita. Jika ada bagian bangunan yang rapuh karena badai ekonomi, tugas kita adalah memperbaikinya bersama, bukan malah membakar rumahnya,” ujarnya.

Di tengah mendung geopolitik yang kian pekat, pesan dari Randuagung ini jelas: solidaritas dan soliditas adalah mata uang yang paling berharga saat ini. Lebih berharga dari dolar, lebih kuat dari sekadar retorika.

PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun Bagikan 218 Paket Zakat kepada Warga Kurang Mampu

0

KEDIRI – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Kediri Pusat Madiun menggelar kegiatan pembagian zakat kepada masyarakat kurang mampu di Padepokan PSHT yang berada di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat sekitar, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan menjelang momentum ibadah di bulan Ramadan.

Melalui program tersebut, PSHT Cabang Kota Kediri berharap dapat memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial sekaligus mempererat hubungan antara organisasi dan masyarakat.

Ketua PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun, Agung Sediana, mengatakan bahwa pembagian zakat tersebut merupakan wujud nyata kontribusi PSHT kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan warga PSHT.

Ia menjelaskan bahwa ajaran PSHT tidak hanya berfokus pada pembelajaran bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan budi pekerti luhur. Melalui nilai tersebut, setiap warga PSHT diharapkan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di mana pun mereka berada.

“Karena ajaran PSHT mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah. Artinya, seorang warga PSHT diharapkan dapat membawa kedamaian dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Agung Sediana, Ketua PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan sebanyak 218 paket zakat yang didistribusikan kepada warga kurang mampu di sekitar wilayah Kelurahan Pojok dan sekitarnya. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.

Agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, proses penyaluran zakat dilakukan dengan sistem pendataan sebelumnya. Selain dibagikan secara langsung di padepokan, sebagian paket juga disalurkan dengan metode door to door ke rumah-rumah warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Menurut Agung, metode tersebut dipilih untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran sekaligus menjangkau warga yang mungkin tidak dapat hadir langsung ke lokasi pembagian. Dengan cara ini, panitia dapat memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial semacam ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. PSHT, kata dia, ingin terus hadir tidak hanya sebagai perguruan pencak silat, tetapi juga sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“InI menunjukkan bahwa PSHT bukan hanya tempat belajar bela diri, tetapi juga wadah pembentukan karakter berbudi luhur yang memberi manfaat bagi lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agung berharap kegiatan sosial seperti pembagian zakat ini dapat membantu mengubah pandangan sebagian masyarakat terhadap organisasi pencak silat. Ia menilai masih ada stigma yang melekat bahwa organisasi silat identik dengan konflik atau keributan.

“Kami ingin mengubah stigma bahwa PSHT bukan organisasi yang identik dengan keributan. Sebaliknya, kami membentuk manusia berbudi luhur yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Salah satu warga yang menerima zakat Juned mengaku senang dengan pembagian zakat ini. Karena dengan momen di bulan Ramadhan ini, ada kepekaan dan kepedulian yang dilakukan oleh PSHT cabang Kota Kediri.

“Alhamdulillah dengan moment bulan Ramadhan ini, PSHT Cabang Kota Kediri membagikan zakat, sebagai bentuk kepedulian dan kepekaan terhadap sesama. Semoga kedepannya PSHT lebih berkontribusi bagi Bangsa Indonesia, dan menjadi organisasi yang baik.” Kata Juned, warga.

Melalui kegiatan berbagi zakat tersebut, PSHT Cabang Kota Kediri berharap semangat kepedulian sosial di kalangan anggotanya terus tumbuh. Organisasi ini juga berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.