Home Blog Page 85

Polres Ogan Ilir Serahkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung Bantuan Kapolda Sumsel dan Bank BRI untuk Polres Jajaran dan Kelompok Tani

Ogan Ilir Sumsel, gempurnews.com – Polres Ogan Ilir melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa mesin pipil jagung dari Kapolda Sumatera Selatan bekerja sama dengan Bank BRI Sumsel. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di lokasi perkebunan serai, Kelurahan Serai Indah, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kasat Binmas Polres Ogan Ilir AKP Asmun Zain, S.H., kepada para Kasat Binmas Polres jajaran Polda Sumsel serta kelompok tani binaan Polres Ogan Ilir. Bantuan yang disalurkan berjumlah 25 unit mesin pipil jagung yang diperuntukkan untuk mendukung kegiatan pertanian serta meningkatkan produktivitas para petani di wilayah Sumatera Selatan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir personel Sat Binmas Polres Ogan Ilir, di antaranya IPTU Yuliansyah selaku KBO Sat Binmas, IPDA Ardy Putrawan selaku Kanit Bhabinkamtibmas, AIPTU Sukaryono selaku Kanit Polmas, serta BRIPDA Taufik Wijaya sebagai Banit 2 Polmas.

Mesin pipil jagung tersebut diserahkan kepada beberapa Polres jajaran Polda Sumsel, antara lain Polres Banyuasin, Polres OKI, Polres Prabumulih, Polres Pagar Alam, Polres Musi Banyuasin, Polres PALI, Polres OKU, Polres Empat Lawang, Polres Lubuk Linggau, Polres OKU Selatan, serta Polres Muratara. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada tiga kelompok tani binaan Polres Ogan Ilir, yaitu Poktan Serai Makmur Sejahtera, Poktan Tunas Muda Desa Bakung, dan Poktan Muara Buay 7 Kecamatan Rantau Alai.

Kasat Binmas Polres Ogan Ilir AKP Asmun Zain, S.H., menyampaikan bahwa bantuan alsintan ini diharapkan dapat membantu para petani dalam proses pengolahan hasil panen jagung sehingga lebih cepat dan efisien. Selain itu, bantuan ini juga menjadi bentuk dukungan Polri terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ketahanan pangan di wilayah Sumatera Selatan.

Seluruh bantuan mesin pipil jagung yang diserahkan berada dalam kondisi baik dan lengkap. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Ketua DPD SWI OKI: Mengecam Keras Bila Ada Oknum Wartawan Mengaku Tanpa Legalitas Lengkap

KAYUAGUNG, gempurnews.com — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Alimusa, mengecam keras tindakan seorang oknum yang diduga mencatut nama organisasi SWI dengan mengaku sebagai wartawan sekaligus anggota SWI OKI.

Oknum tersebut diketahui mengatasnamakan Edwar dan diduga mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayuagung dengan tujuan meminta Tunjangan Hari Raya (THR).

Bahkan, oknum itu disebut-sebut mengancam akan memberitakan hal negatif terkait kondisi di dalam Lapas apabila permintaannya tidak dipenuhi.

Peristiwa tersebut terungkap setelah salah seorang petugas sipir Lapas Kelas IIB Kayuagung menghubungi Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD SWI OKI, Hasan Indra Putra, melalui sambungan telepon seluler.

Dalam percakapan tersebut, petugas Lapas menyampaikan bahwa ada seseorang yang mengaku sebagai anggota SWI bernama Edwar dan menemui Kepala Lapas dengan maksud meminta THR.

Menanggapi informasi tersebut, Plt Ketua DPD SWI OKI Alimusa segera melakukan klarifikasi langsung dengan menemui Kepala Lapas Kayuagung di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2026).

Dari hasil klarifikasi tersebut dipastikan bahwa orang yang mengaku sebagai anggota SWI tersebut tidak memiliki hubungan resmi dengan organisasi SWI OKI.
“Kami mengutuk keras tindakan oknum yang mengaku sebagai anggota SWI OKI.
Hal tersebut tidak benar dan sangat mencederai marwah organisasi serta profesi wartawan,” tegas Alimusa.

Ia menegaskan bahwa pengakuan yang disampaikan oknum tersebut tidak memiliki dasar yang sah dan berpotensi menimbulkan kegaduhan, baik di tengah masyarakat maupun di kalangan insan pers.

Menurut Alimusa, berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) SWI, setiap anggota wajib memiliki kartu keanggotaan resmi yang masih berlaku. Apabila kartu anggota tidak diperpanjang hingga enam bulan setelah masa berlakunya habis, maka status keanggotaannya dinyatakan tidak aktif dan secara otomatis dianggap mengundurkan diri dari organisasi.Selain itu Anggota SWI yang Sah di bekali Kartu Anggota yang di keluarkan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) yang memiliki Nomor Register tercatat sebagai Anggota .

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan terhadap data kepengurusan dan daftar anggota DPD SWI OKI, nama Edwar tidak tercatat dalam struktur kepengurusan maupun dalam daftar anggota resmi organisasi.

“Berdasarkan data yang kami miliki, nama yang bersangkutan tidak ada dalam struktur kepengurusan maupun keanggotaan SWI OKI. Jadi sudah sangat jelas bahwa klaim tersebut tidak benar,” ujarnya.

Alimusa juga menyayangkan tindakan oknum yang mencatut nama organisasi wartawan demi kepentingan pribadi. Menurutnya, praktik semacam ini tidak hanya merugikan organisasi, tetapi juga dapat mencoreng nama baik profesi wartawan yang selama ini bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

Ia menegaskan bahwa SWI sebagai organisasi profesi memiliki mekanisme dan aturan yang jelas terkait keanggotaan serta tata kelola organisasi. Karena itu, pihaknya mengingatkan kepada semua pihak agar tidak sembarangan mengatasnamakan SWI tanpa legitimasi yang sah.

“Tidak boleh seseorang mengaku sebagai wartawan, apalagi mengaku sebagai anggota SWI OKI jika tidak memiliki keabsahan. Kami akan mengambil langkah tegas terhadap oknum yang mencatut nama organisasi,” tegasnya.

DPD SWI OKI juga mengimbau kepada seluruh instansi pemerintah, lembaga, maupun masyarakat agar lebih berhati-hati dan melakukan konfirmasi apabila ada pihak yang mengaku sebagai anggota organisasi wartawan tertentu.

“Kami berharap semua pihak dapat melakukan verifikasi jika ada yang mengaku sebagai anggota SWI. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas organisasi dan marwah profesi wartawan,” pungkas Alimusa.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa profesi jurnalistik merupakan profesi yang diatur oleh kode etik serta regulasi organisasi. Oleh karena itu, tindakan yang mencatut nama wartawan untuk kepentingan pribadi tidak dapat dibenarkan dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap insan pers.

(Red/Tim)
SWI

Cooling System Satbinmas Polres Ogan Ilir Sambangi Komunitas Grab di Terminal Timbangan

Ogan Ilir Sumsel, gempurnews.com – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) tetap kondusif, Satuan Binmas Polres Ogan Ilir melaksanakan kegiatan Cooling System dengan menyambangi komunitas pengemudi Grab di Terminal Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (12/03/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Ogan Ilir, AKP Asmun Zain, S.H, bersama KBO Sat Binmas IPTU Yuliansyah serta BRIPKA Desminggus selaku Ps. Kanit Kamsa Sat Binmas Polres Ogan Ilir.

Dalam kesempatan tersebut, personel Sat Binmas memberikan himbauan kamtibmas kepada para pengemudi Grab agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor).

Kasat Binmas Polres Ogan Ilir AKP Asmun Zain, S.H menyampaikan bahwa kegiatan sambang ini merupakan bagian dari upaya pendekatan Polri kepada masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Kami mengajak seluruh komunitas pengemudi Grab untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Melalui kegiatan Cooling System ini diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat, khususnya komunitas pengemudi transportasi online, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Amankan Mudik 2026, Polres Pasuruan Kerahkan Personel Gabungan dalam Ops Ketupat Semeru

PASURUAN – Polres Pasuruan mengerahkan personel gabungan dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Semeru 2026. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan di Lapangan Apel Sarja Arya Racana Polres Pasuruan, Kamis (12/3/2026) pagi.

Apel dipimpin langsung Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, unsur Forkopimda, perwakilan TNI, instansi pemerintah, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasuruan melakukan penyematan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026 kepada perwakilan personel sebagai simbol kesiapan pengamanan Lebaran.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan apel gelar pasukan menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh personel maupun sarana dan prasarana yang terlibat dalam pengamanan Lebaran.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan kami bersama TNI dan seluruh stakeholder untuk memastikan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik.

Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Pasuruan disebutkan bahwa momentum Idul Fitri merupakan agenda nasional yang selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Karena itu, aparat diminta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar hingga konflik antar kelompok masyarakat.

Selain pengamanan arus lalu lintas, petugas juga diminta melakukan patroli rutin di titik-titik rawan serta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna meningkatkan rasa aman selama mudik.

Apel gelar pasukan diikuti sejumlah unsur pasukan gabungan, di antaranya personel Polres Pasuruan, Kodim 0819/Pasuruan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Dinas Perhubungan, Senkom, hingga perwakilan BPBD Kabupaten Pasuruan.

Usai apel, Kapolres Pasuruan bersama Forkopimda melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana kesiapan personel yang akan dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Keselamatan, Operasi Pekat Semeru 2026 serta Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran.

Kapolres Pasuruan berharap dengan keterlibatan seluruh unsur dan dukungan masyarakat, pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat berjalan aman dan kondusif.

“Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman, serta perjalanan mudik berlangsung lancar,” pungkasnya.

Jelang Idul Fitri, Kapolda Sumsel Koordinasi Pengamanan Distribusi BBM Dengan Pertamina

PALEMBANG, gempurnews.com — Polda Sumatera Selatan memperkuat sinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) guna memastikan keamanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan objek vital energi menjelang Ramadan serta arus mudik Idul Fitri 1447 H.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dengan jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (12/3/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis Polda Sumsel dalam mengantisipasi potensi gangguan distribusi energi, terutama menjelang peningkatan mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran.

Lawatan Pertamina dipimpin Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Erwin Dwiyanto, didampingi sejumlah pejabat manajemen regional.

Dari jajaran Polda Sumsel, turut hadir Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Dir Intelkam Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, serta Dir Reskrimsus Kombes Pol Doni Satrya Sembiring.

Kehadiran unsur intelijen dan reserse kriminal khusus dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa isu distribusi energi juga memiliki dimensi keamanan yang penting, terutama dalam mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi BBM maupun gangguan terhadap objek vital nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumsel menyoroti fenomena antrean kendaraan di sejumlah SPBU, terutama di jalur lintas keluar kota seperti arah Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Banyuasin.

Menurut Kapolda, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan serta keresahan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, Polda Sumsel mendorong pengawasan ketat terhadap rantai distribusi BBM, termasuk mengantisipasi praktik penimbunan, pengisian berulang menggunakan kendaraan modifikasi, maupun penyalahgunaan distribusi oleh oknum tertentu.

Menjelang Operasi Ketupat Musi 2026, Kapolda Sumsel juga meminta dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik rawan distribusi BBM.

Pemetaan tersebut mencakup : jalur tol fungsional, jalur arteri utama, rest area dan kawasan dengan potensi lonjakan konsumsi BBM.

Langkah ini penting untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan tidak terjadi kelangkaan saat mobilitas masyarakat meningkat.

Selain isu distribusi energi, Kapolda Sumsel juga menyinggung pengelolaan sumur minyak rakyat yang berkembang di beberapa wilayah Sumatera Selatan.

Ia menekankan bahwa aktivitas tersebut harus memperhatikan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan hidup, serta kepastian legalitas agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Erwin Dwiyanto menjelaskan bahwa wilayah operasional Sumbagsel mencakup lima provinsi, yakni : Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung

Luasnya cakupan wilayah tersebut menjadikan koordinasi dengan Polda Sumsel sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi di kawasan Sumatera bagian selatan.

Pertamina juga menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi dengan kepolisian dalam memetakan wilayah rawan distribusi energi.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa keamanan distribusi energi memiliki dampak luas terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Distribusi BBM bukan hanya urusan pasokan. Ini menyangkut stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Polda Sumsel siap hadir di setiap titik yang memerlukan pengamanan, mulai dari depot hingga SPBU,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menambahkan bahwa sinergi dengan Pertamina menjadi langkah strategis dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

“Keamanan energi adalah bagian dari keamanan masyarakat. Polda Sumsel bersama Pertamina akan terus berkoordinasi agar distribusi BBM dan LPG berjalan lancar, khususnya menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran,” ujar Nandang.

Pertemuan tersebut berlangsung produktif dan menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat koordinasi operasional antara Polda Sumsel dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

Ke depan, kedua institusi akan segera mematangkan pemetaan titik rawan distribusi energi serta mekanisme dukungan pengamanan selama Operasi Ketupat Musi 2026.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Sumatera Selatan dalam menjaga stabilitas distribusi energi serta memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan mudik Lebaran dengan aman dan lancar.

MOH.SANGKUT

Jelang Lebaran, Puluhan Petugas Disiagakan di Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Banyuwangi

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Menjelang Lebaran, puluhan petugas tambahan disiagakan di sejumlah perlintasan sebidang kereta api tanpa palang pintu di Banyuwangi.

Petugas Jaga Lintasan Ekstra (PJL Ekstra) itu diberi tugas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Pasalnya, setiap musim Lebaran terjadi peningkatan arus lalu lintas, termasuk di titik perlintasan kereta api.

“Di Banyuwangi ada 12 titik dengan 22 petugas tambahan yang kami siagakan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026,” kata Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro di Banyuwangi, Rabu (11/3/2026).

Secara keseluruhan, KAI Daop 9 Jember menurunkan 107 PJL Ekstra di 55 titik perlintasan sebidang yang tersebar dari Pasuruan hingga Ketapang.

“Penempatan ini kami sesuaikan dengan tingkat kepadatan jalur dan jumlah perlintasan di masing-masing wilayah,” ujar Cahyo.

Para personel itu akan bertugas mulai 18-31 Maret 2026. Para petugas disiagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas sekaligus meningkatkan kewaspadaan di perlintasan yang belum dijaga permanen.

Tak hanya itu, KAI Daop 9 juga menambah 19 petugas penilik jalur ekstra yang bertugas memantau kondisi rel di 19 petak jalur dari Pasuruan sampai Ketapang.

“Dengan tambahan ini, jika ada potensi gangguan prasarana bisa segera terdeteksi dan ditangani lebih cepat,” jelasnya.

KAI turut menempatkan personel di empat daerah pengawasan khusus (Dapsus) yang dinilai rawan, yakni satu titik di Pasuruan, dua di Jember, dan satu di Banyuwangi.

Beberapa titik tersebut berada di kawasan jembatan dan terowongan Merawan-Garahan yang memiliki potensi longsor cukup tinggi. “Total ada delapan petugas tambahan yang kami siagakan di titik rawan selama periode Lebaran,” sambungnya. (*)

Jalan Canga’an Diperbaiki, Pemkab Banyuwangi Kerahkan Satgas Jalan Berlubang, Ratusan Titik Jalan Diperbaiki Pastikan Mudik Lebaran Aman dan Lancar.

Gempurnews.com | Banyuwangi – Guna memastikan kelancaran arus mudik lebaran, Pemkab Banyuwangi melalui Satgas Jalan Berlubang Dinas PU CKPP Banyuwangi kebut perbaikan infrastruktur demi kenyamanan dan keselamatan pemudik saat berkendara.

Satgas jalan berlubang di Banyuwangi terbagi dalam 4 Unit Pelaksana Teknis (UPT). Yakni UPT Banyuwangi. UPT Rogojampi, UPT Genteng, dan UPT Bangorejo.

Melalui Satgas Jalan Berlubang, petugas menyasar jalur di sejumlah wilayah di Banyuwangi, salah fokus utamanya ialah Jalan KH. Ahmad Kholil yang lebih dikenal Jalan Canga’an Kec. Genteng.

Jalur Alternatif penghubung antara Jalan Provinsi (Genteng) dengan Jalan Nasional (Gambiran) ini memiliki tingkat kerusakan yang cukup parah, dibanding ruas jalan lain, ratusan lubang dengan kedalaman mencapai belasan cm menjadi momok bagi pengendara, tak jarang kecelakaan terjadi akibat lubang jalan yang teramat dalam.

Faktor cuaca masih menjadi penyebab utama pemicu jalan berlubang, yakni curah hujan yang tinggi menimbulkan genangan air sehingga mengikis sedimen aspal jalan.

Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan warga setempat yang menyatakan kerusakan ini juga dipicu dengan adanya aktifitas Kendaraan Material (Dum truk) bermuatan Over Dimension Over Loading (ODOL).

“Tiap hari disini ini tempat lalu lalangnya truk pasir, bukan satu dua tapi puluhan, dan muatanya itu selalu menggunung, maka ya wajar kalau jalan ini mudah rusak.” Terang Arianto, salah satu warga setempat.

Masih Arianto, “Dengan adanya langkah perbaikan ini saya sangat senang, namun saya juga berharap pemerintah daerah lebih tegas dalam aturan kapasitas kendaraan, utamnya pada kendaraan material yang bermuatan lebih, apa itu istilahnya ODOL.” Imbunya.

Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E. melalui Pelaksana tugas (Plt) Sekertaris Dinas PU CKPP Banyuwangi, Ebta Adharisandi, ST., M.Si. menyampaikan, perbaikan jalan, khususnya yang berlubang, telah dimulai sejak awal Februari lalu, perbaikan dilakukan di sejumlah wilayah Banyuwangi.

“Perbaikan jalan terus kita lakukan, bahkan sejak awal Februari lalu. Targetnya, di Lebaran nanti perbaikan jalan-jalan utama baik di kota maupun di desa selesai,” Terangnya, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, perbaikan diprioritaskan pada jalan-jalan protokol dan ruas dengan tingkat lalu lintas tinggi. Metode perbaikan dilakukan dengan penambalan menggunakan hotmix.
Menurutnya, salah satu faktor pemicu jalan berlubang yakni curah hujan yang tinggi, kemudian menimbulkan genangan air sehingga mengikis sedimen aspal jalan.

Meski begitu pihaknya mengambil langkah solutif untuk mengatasi jalan berlubang di Banyuwangi dengan program penambalan jalan yang terus menerus digencarkan.

“Tim bakal standby, secara bertahap ketika ada laporan jalan berlubang langsung kita gerak untuk dilakukan perbaikan dan penambalan,” kata Ebta.

Ebta menargetkan, seluruh jalan berlubang bisa dijangkau. Sehingga faktor kecelakaan akibat jalan berlubang bisa ditekan sekecil mungkin, terutama pada arus mudik lebaran.

“Karena perbaikan ini upaya kami memastikan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan bagi masyarakat. Khususnya para pengguna jalan yang melintas,” Tuturnya. (*/Sgt)

Operasi Ketupat 2026: Kolaborasi Lintas Kementerian Integrasikan Rekayasa Lalu Lintas dan Strategi Tol Fungsional

0

JAKARTA – Pemerintah memprediksi arus mudik Lebaran 2026 akan melibatkan sedikitnya 143,9 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik. Menanggapi skala pergerakan massa yang masif tersebut, Polri secara resmi meluncurkan Operasi Ketupat 2026 yang melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi terkait.

Dalam pemaparannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa strategi rekayasa lalu lintas telah disusun secara matematis berdasarkan data traffic counting secara real-time. Melalui Kebijakan seperti one way, contra flow, dan ganjil-genap pada ruas jalan tol maupun ruas jalan non tol, kebijakan ini diharapkan dapat mengantisipasi rasio volume kendaraan agar tetap di bawah ambang batas kemacetan. Sebagaimana penegasan Wakapolri dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Rabu (11/3)

“Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan melalui mekanisme koordinasi lintas sektoral yang sangat ketat. Kami akan menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur tol maupun arteri dengan indikator yang terukur. Setiap kebijakan akan kami sosialisasikan kepada publik paling lambat dua jam sebelum eksekusi agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan perjalanan mereka.”

Sisi teknis kepolisian diperkuat dengan dukungan masif dari sektor infrastruktur. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan pengamanan berupa jalur fungsional untuk mengurai titik-titik jenuh.

“Kami menyiagakan 10 ruas tol fungsional di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan untuk memecah arus. Selain itu, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tarif tol hingga 30% dan diskon tiket transportasi umum untuk mendorong distribusi pemudik agar tidak menumpuk di waktu puncak,” ungkap AHY.

Selain fokus pada kelancaran arus, Operasi Ketupat 2026 juga menitikberatkan pada aspek keselamatan jiwa. 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu serta akan dilengkapi dengan fasilitas kesehatan darurat dan bengkel siaga. Pemerintah mengimbau agar para pemudik memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Dengan sinergi antar Kementerian Lembaga ini, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menciptakan perjalanan mudik tahun ini menjadi aman dan nyaman.

Polres Sampang Tegaskan 2 Pemuda yang Ditangkap Bawa Ekstasi Telah Diserahkan ke Panti Rehabilitasi

0

SAMPANG – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sampang mengamankan Dua pria berinisial atas dugaan kasus penyalahgunaan narkotika golongan I jenis ekstasi (Inex) pada Kamis (5/3/2026) dini hari.

Dua pria berinisial LH (20) dan AR (36) diamankan petugas di jalan Desa Ketapang Laok Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang.

Kasat Resnarkoba Polres Sampang, Iptu Yuda Julianto mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan kedua pria tersebut terbukti sebagai pengguna narkotika dan tidak ditemukan bukti sebagai pengedar.

“Kami memastikan penanganan kasus tersebut telah berjalan sesuai prosedur,”tegas Iptu Yuda, Rabu (11/3/26).

Dari hasil penanganan tersebut, pihak Satresnarkoba Polres Sampang berkoordinasi dengan Tim terdiri dari unsur BNN, Wassidik Ditresnarkoba Polda Jawa Timur, Kejaksaan, serta tim medis.

“Berdasarkan hasil Tim Assessment Terpadu (TAT), kedua tersangka diputuskan untuk dilakukan rehabilitasi,” jelas Iptu Yuda.

Namun, belakangan beredar kabar bahwa keduanya dilepaskan setelah membayar uang tebusan sebesar Rp100 juta.

Kasat Resnarkoba Polres Sampang menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar (hoax).

Menurutnya, penyidik dalam proses penanganan perkara sudah melalui tahapan sesuai standar operasional prosedur (SOP), hingga akhirnya kedua tersangka diputuskan untuk menjalani rehabilitasi.

“Kami yang mengantarkan langsung ke Kantor BNN pada Jumat (6/3/2026), dan menyaksikan penyerahan tersangka dari BNN ke panti rehabilitasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji menambahkan agar masyarakat lebih bijak dalam menanggapi informasi baik itu secara langsung maupun dari media sosial.

“Alangkah baiknya kita komfirmasi dulu sebelum kita menyebarkan kabar berita,” tutup AKP Eko. (*)

Buka Puasa bersama antar umat beragama, tokoh masyarakat, dan jajaran Muspika, pererat tali persaudaraan dan kerukunan.

0

Jember, GempurNews – tim kerja kerasulan awam Dewan Pastoral Paroki (DPP) Gereja Katolik Hati Tersuci Santa Perawan Maria (HTSPM)
Sempusari Jember, menggelar buka puasa bersama antar umat beragama, dihadiri sekitar seratus lebih, tokoh Agama, tokoh masyarakat, komunitas, serta jajaran muspika kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember.
Rabu, 11/03/2026 bertempat di Aula Gereja Katolik HTSPM Sempusari Jember.
Romo Emil panggilan akrab Pastor RD.Emanuel Wahyu Widodo, disela sela ramah tamah buka puasa mengatakan, “Persaudaraan dan persahabatan yang sejati sebagai warga bangsa lintas Agama, lintas Profesi, khususnya di lingkungan kelurahan sempusari, kecamatan kaliwates dan lebih luas lagi terjalin kebersamaan harmoni, sehingga dalam kedamaian kita bisa membangun bangsa ini lebih adil makmur dan sejahtera, acara ini akan terus diprogramkan, baik di tahun ini maupun ditahun tahun berikutnya, dan acara ini tidak hanya pada kegiatan umat muslim, tapi juga Buddha, Hindu, kristen, konghucu, dilintas agama, serta kepercayaan yang dibutuhkan, kita satu bangsa, satu negara, satu Saudara.

Sementara Sujerman Sekcam Kaliwates, sangat mengapresiasi acara bukber lintas Agama tersebut, dikatakannya, “kegiatan bukber lintas Agama ini juga sebagai sarana kerukunan umat beragama, saya harap ini terus diwujudkan untuk tahun tahun mendatang, yang terpenting kerukunan terus tetap terjaga, jangan sampai negara kita akan terlibat, terjadi konflik peperangan yang saat ini terjadi seperti ditimur tengah, dalam kesempatan ini sujerman juga memberikan informasi sesuai intruksi Bupati, bahwa stok BBM di kabupaten jember sampai saat ini masih relatif normal.

Hadir juga Tri Priyanto dari PT Sejahtera Lestari kepala cabang ST Jember juga merupakan anggota PCTAI (persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia), mengungkapkan, ” kegiatan di gereja Katolik HTSPM ini sangat luar biasa bagus, harapan kami kedepannya bisa diundang lagi karena organisasi kami juga berorientasi lintas agama cinta tanah air, untuk tahun tahun berikutnya semoga bisa berkolaborasi, ujarnya.
Setelah berdo,a bergantian masing masing umat lintas agama, dilanjut momen foto, ditutup berbuka puasa bersama, dalam acara tersebut tampak kehangatan, sendau gurau satu sama lain penuh keakraban, inilah aset kebhinekaan yang terus wajib dijaga, bukan hanya simbol atau retorika, tapi tindakan nyata dalam kehidupan kita sehari hari. (Son)