Home Blog Page 91

Safari Ramadhan di Sumsel, Kapolri: Jangan Terpancing Isu yang Memecah Persatuan!

Sumsel – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan safari ramadhan di Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Sigit menegaskan soal menjaga nilai persatuan dan kesatuan. Ia berharap, tokoh Agama, masyarakat, mahasiswa, buruh dan elemen lainnya untuk tidak mudah terpancing dengan isu yang bisa memecah belah persatuan bangsa.

“Rakyat semua harus bersatu sehingga kemudian terhadap segala situasi yang ada kita dalam satu barisan. Tentunya harapan kita semua masyarakat menghadapi situasi yang ada jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang kemudian bisa ikut memperburuk dan memecah belah persatuan,” kata Sigit, Sabtu (7/3/2026).

Sigit menyebut, persatuan semua elemen bangsa pernah menjawab tantangan yang terjadi di Indonesia, contohnya ketika Pandemi Covid-19. Berkat adanya persatuan dan kesatuan, negara saat ini bisa terus bertumbuh perekonomiannya.

“Karena antara umarah, ulama, seluruh masyarakat bersatu, kita bisa kembali, ekonomi kita bisa tumbuh saat itu,” ujar Sigit.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, Sigit mengajak untuk bersama-sama menghadapi apapun dinamika yang terjadi akibat konflik di negara Timur Tengah.

“Yakinlah bahwa pemerintah tentu akan melakukan langkah-langkah yang terbaik. Bapak Presiden berjanji bahwa saya akan melindungi seluruh rakyat saya, seluruh tumpah darah yang ada sesuai dengan amanah Konstitusi,” ucap Sigit.

“Dan kita semua harus mendukung apa yang menjadi langkah-langkah beliau sebagai wujud bahwa Indonesia walaupun terdiri dari berbagai macam suku bangsa penuh dengan keberagaman tapi kita memiliki satu tekad dan semangat yang sama untuk bersama-sama bersatu menjaga negara kita yang tercinta,” tambah Sigit mengakhiri.

Night Run Ramadan di Kalijodo, Cara Polres Jakbar Salurkan Energi Positif Anak Muda

Jakarta Barat – Suasana malam di RPTRA Kalijodo, Jalan Pangeran Tubagus Angke, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, tampak berbeda pada Jumat malam (6/3/2026).

Ratusan remaja berkumpul dengan penuh semangat mengikuti lomba balap lari malam (Night Run) yang digelar oleh Polres Metro Jakarta Barat.

Sebanyak 105 remaja dari tingkat SMP hingga SMA, baik putra maupun putri, ikut ambil bagian dalam lomba lari jarak 100 meter tersebut.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya menyalurkan energi anak muda ke arah yang lebih positif, khususnya selama bulan Ramadan.

Tawa riang dan sorak sorai terdengar dari para penonton yang berdiri di pinggir sepanjang lintasan.

Mereka memberikan dukungan kepada teman-teman yang sedang berlomba, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di tengah malam Ramadan.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan positif bagi remaja sehingga mampu menekan potensi kenakalan remaja, seperti tawuran maupun balap liar serta menciptakan Ramadan yang aman dan damai

Sebelum lomba dimulai, para peserta terlebih dahulu mengikuti pemanasan (stretching) yang dipandu oleh personel Polres Metro Jakarta Barat untuk menghindari cedera saat berlomba.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi yang hadir langsung membuka kegiatan tersebut mengaku merasa bangga dapat hadir di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kegiatan Night Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi bentuk nyata kedekatan antara polisi dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu mendorong budaya hidup sehat di tengah masyarakat perkotaan, menciptakan cooling system keamanan melalui aktivitas positif di ruang publik, serta mempererat silaturahmi antara polisi dan masyarakat tanpa sekat.

Ia menilai, ketika ruang publik dipenuhi kegiatan positif seperti olahraga, maka ruang bagi aktivitas negatif seperti tawuran atau balap liar akan semakin sempit.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa Jakarta Barat bisa menjadi wilayah yang sehat, aman, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Kegiatan Night Run sendiri berlangsung mulai pukul 22.00 WIB hingga menjelang sahur.

Antusiasme para peserta terlihat jelas dari wajah mereka yang penuh semangat dan kebahagiaan sepanjang perlombaan berlangsung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan, Kabag SDM Kompol Leny Winarti, para pejabat utama Polres Metro Jakarta Barat, serta Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat.

Dalam perlombaan tersebut, sejumlah peserta berhasil meraih juara di masing-masing kategori.

Untuk kategori SMA/SMK Putra, juara pertama diraih Amar, disusul Zaki di posisi kedua dan Musael di posisi ketiga.

Sementara pada kategori SMP Putra, juara pertama diraih Anes, diikuti Wahid di posisi kedua dan Keyzan di posisi ketiga.

Sedangkan pada kategori putri, Syifa berhasil meraih juara pertama, disusul Maylita di posisi kedua dan Arafah di posisi ketiga.

Melalui kegiatan ini, Polres Metro Jakarta Barat berharap Night Run dapat menjadi pemantik lahirnya lebih banyak kegiatan positif di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan antara polisi dan warga dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.

( Humas Polres Metro Jakarta Barat )

Disbudpar Kabupaten Pasuruan Menggelar Festival Bluk Gebluk Berlokasi Ponpes Roudlotul Hamdi

Pasuruan – Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan di bulan suci Ramadhan 1447 Hijjiriah menggelar festival Bluk Gebluk berlangsung di Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Sabtu, (7/3/2026) malam.

Kegiatan ini, dihadiri oleh Sekretaris Bidang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Nurul Puspitaningrum, S.IP., M.M, Camat Rembang, Yudianto, SH., M.M, Ketua Lesbumi MWC NU Kecamatan Rembang, Zainul Arifin, S.Pd.I., Pemilik Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi.

Hadir pula dari Kepala Desa Rembang, Kapolsek, Perwakilan Danramil, dan para tokoh-tokoh para Ulama, serta 28 peserta festival Bluk Gebluk terutama yang berada di wilayah Kecamatan Rembang.

Perlu diketahui bersama, bahwa Bluk Gebluk hanya memakai sebuah bantal tersebut, merupakan kesenian khas tradisional yang berasal dari Desa Rembang, Kecamatan Rembang. Dimana jaman dulu Para Ulama-Ulama menggunakannya untuk melakukan penyebaran agama Islam.

Kegiatan yang dilakukan ini, guna dalam penguatan dan pelestarian Bluk Gebluk sebagai identitas budaya masyarakat menuju penetapan. Sebagai warisan tak budaya tak benda. Bertemakan “Merawat Budaya, Menggerakkan Pariwisata”.

Dalam sambutannya, Sekretaris Bidang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Nurul Puspitaningrum, S.IP., M.M, mengatakan, bahwa dalam kegiatan yang berlangsung sangat didukung sampai dalam segi pembiayaan acara tersebut.

“Kegiatan ini didukung serta untuk Pembiayaan juga berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Hari ini, kita di Pesantren Roudhotul Ngamdi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan dan kami sangat berterimakasih,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jika tahun depan jika ada dukungan anggaran, pasti akan menyelenggarakan kembali dengan semaksimal mungkin.

“Terimakasih, saya mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata selaku Panitia juga, menyampaikan mohon maaf kalau ada kurang lebihnya dan berkenannya dalam pelayanan,” lanjutnya.

Sementara ditempat sama, Camat Rembang, Yudianto, SH., M.M menyampaikan, terimakasih dan sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan Bluk Gebluk yang berlangsung tersebut.

“Saya berterimakasih bisa hadir dalam kesempatan ini. Hanya dengan alat bantu bantal yang dipukul-pukul itu sangat mantab dan luar biasa sekali. Kemudian, saya kira ini hal yang sangat baik dan patut dilestarikan oleh semuanya,” terangnya.

“Terimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Harapan kami, mungkin tahun kedepan tidak hanya festival ini sebagai tingkat di Kecamatan Rembang saja. Mungkin dari Kecamatan-Kecamatan lain diikut sertakan, tapi tetap tuan rumahnya di Kecamatan Rembang,” harapnya.

Dikesempatan itu juga, Ketua Lesbumi MWC NU Kecamatan Rembang, Zainul Arifin, S.Pd.I, sangat berterimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan yang telah memberikan kepercayaan penuh sebagai tuan rumah dalam kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terimakasih banyak kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan. Dimana sudah memberikan kepercayaan dan memilih Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan festival Bluk Gebluk ini.” Tutupnya.

Kegiatan ini, ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang festival Bluk Gebluk dan pemberitaan door prize diakhiri dengan do’a. Selama kegiatan berjalan aman, lancar, tertib, khidmat dan kondusif.(Qomar)

Semangat Berbagi di Bulan Suci, Madrasah Miftakhul Ulum Plinggisan Tebar Takjil dan Bantuan Sosial untuk Kaum Duafa

Pasuruan – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Jalan Raya Sidogiri, tepatnya di depan rumah Kepala Madrasah Miftakhul Ulum Plinggisan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu sore (7/3/2026). Menjelang waktu berbuka puasa sekitar pukul 16.30 WIB, para siswa, guru, dan wali murid Madrasah Miftakhul Ulum Plinggisan menggelar kegiatan bagi-bagi takjil dan bantuan sosial kepada masyarakat fakir miskin serta anak yatim piatu di sekitar lingkungan madrasah.

Kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Pondok Ramadhan yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Madrasah Miftakhul Ulum Plinggisan. Dalam kegiatan ini, para siswa dari jenjang MI, RA, dan PAUD bersama para guru serta wali murid turun langsung ke jalan untuk membagikan paket takjil kepada masyarakat yang melintas serta warga sekitar yang membutuhkan.

Tak hanya takjil berupa kue dan minuman untuk berbuka puasa, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian bantuan sosial berupa paket sembako kepada kaum duafa, fakir miskin, serta anak yatim piatu di lingkungan sekitar madrasah. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat kurang mampu, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat para siswa dengan penuh semangat menyerahkan takjil dan bantuan Sosial Sembako kepada warga. Wajah-wajah bahagia terpancar dari para penerima manfaat yang mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta kepedulian dari keluarga besar Madrasah Miftakhul Ulum Plinggisan.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Melalui kegiatan berbagi tersebut, anak-anak diajarkan untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat bersedekah dan saling tolong-menolong sejak usia dini.

Kepala MI Miftakhul Ulum Plinggisan, Emik Khoirul Fatimah, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan sosial tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. Ia berharap kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilai kebaikan sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang gemar berbagi dan peduli terhadap sesama.

Hal senada juga disampaikan Kepala RA Siti Muawanah, S.Pd dan Kepala PAUD Munfaridah, S.Pd yang mengaku bangga melihat para siswa dengan penuh semangat terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Menurut mereka, kebiasaan berbagi yang ditanamkan sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara madrasah dan warga sekitar.

Semangat Ramadan, Ratusan Warga Terima Rombong Usaha dan Sembako dari Polres Kediri

0

KEDIRI– Ratusan warga memadati Lapangan Apel Mapolres Kediri, Sabtu (7/3/2026).

Mereka datang untuk menerima bantuan rombong usaha dan paket sembako dalam kegiatan bakti sosial bertajuk Polri untuk Masyarakat.

Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri.

Program sosial ini digelar dengan menggandeng komunitas Bonggol Jagung dan Yayasan Abadi. Selain 200 paket sembako, sejumlah rombong usaha diberikan untuk membantu warga memulai maupun mengembangkan usaha kecil.

Kapolres Kediri mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

“Semoga bantuan ini bisa membantu warga, terutama yang sedang merintis usaha kecil. Harapannya bisa menjadi tambahan semangat untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Beliau.

Selain sebagai kegiatan sosial, momen tersebut juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antara kepolisian dengan masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri.

“Keamanan dan ketertiban tidak bisa hanya dijaga oleh Polri saja. Dukungan dan kebersamaan masyarakat sangat penting agar situasi di Kabupaten Kediri tetap aman dan kondusif,” tutur AKBP Bramastyo.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, inisiatif ini diharapkan bisa menjadi penyemangat sekaligus bukti bahwa kepedulian dan gotong royong masih terus hidup.

Kapolres Kediri Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pagar Aspol Pare

0

KEDIRI– Pembangunan pagar Asrama Polisi (Aspol) Pare resmi dimulai dengan doa bersama dan peletakan batu pertama oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang digelar di Aspol Pare, Jl. Semeru, Tarunasakti, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri tersebut turut dihadiri Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, Kapolsek Pare, serta Kapolsek Wates.

Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan fasilitas di lingkungan Polres Kediri, termasuk di kawasan asrama yang menjadi tempat tinggal anggota.

Kapolres Kediri mengatakan pembangunan tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai pembenahan fasilitas yang sebelumnya telah dilakukan di lingkungan Polres Kediri.

“Di akhir tahun kemarin kami sudah melakukan beberapa pembenahan fasilitas, seperti lapangan tenis dan pendopo Tathya Dharaka. Awal tahun ini kami lanjutkan dengan perbaikan fasilitas di Polres maupun Polsek, termasuk di Aspol Pare,” ujar Beliau.

Selain pembangunan pagar, beberapa fasilitas lain juga menjadi sasaran perbaikan, di antaranya pembangunan rumah di bagian belakang asrama serta penataan kanopi agar terlihat lebih rapi dan seragam.

“Pagar ini penting untuk memperkuat keamanan lingkungan asrama. Harapannya, kawasan Aspol Pare bisa lebih tertata dan memberikan rasa aman bagi anggota yang tinggal di sini,” imbuh AKBP Bramastyo.

Penataan ini diharapkan membuat kawasan Aspol Pare lebih aman dan nyaman, sehingga mendukung personel dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

DPC LDII Yosowilangun Gelar Buka Bersama, Pererat Silaturahim dan Kekompakan Warga

LUMAJANG – DPC LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, menggelar acara buka bersama (bukber) di pertengahan puasa Ramadan 1447 H, Sabtu (7/3/2026). Acara ini bertujuan meningkatkan silaturahim dan kekompakan antar warga, serta mempererat hubungan sosial.

Ketua DPC LDII Yosowilangun, H Suroso, menyatakan bahwa acara bukber ini salah satunya bertujuan memperkuat aspek sosial. Hal ini dibuktikan dengan gotong royong warga dalam menyiapkan hidangan untuk berbuka bersama.

“Bukber kali ini termasuk agenda menjadi sarana merawat kerukunan antarwarga dan tokoh masyarakat setempat,” kata H Suroso.

Acara ini berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Hadir pula anggota Muspika Yosowilangun, di antaranya Danramil Jasmadi, Kapolsek Rusdig, Sekcam, dan KUA Kecamatan Yosowilangun. (TIM)

Berbagi Berkah Ramadan, Kapolres Mojokerto Kota Bersama Ketua Bhayangkari Bagikan Takjil untuk Masyarakat

Kota Mojokerto – Berbagi Berkah Ramadan, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Mojokerto Kota Ny. Citra Herdiawan Serta PJU dan Pengurus Bhayangkari Bagikan takjil gratis kepada masyarakat yang melintas di depan Mapolres Mojokerto Kota, Sabtu (07/03/26)

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Mojokerto Kota Serta Bhayangkari Peduli kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya bagi pengendara yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

Kami bersama Ketua Bhayangkari serta para pejabat utama turun langsung ke jalan untuk membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua maupun masyarakat sekitar yang melintas di depan Mapolres Mojokerto Kota, tambah AKBP Herdiawan

Kapolres Mojokerto Kota menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan Polri dengan masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Semoga takjil yang dibagikan dapat membantu masyarakat yang masih dalam perjalanan agar bisa berbuka puasa tepat waktu,” ujarnya.

Selain berbagi takjil, Kami juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadan, Tutup Herdiawan

Ketua Java Corruption Watch (JCW) Kecam Keras, Adanya Pemkab Sidoarjo Rapat Sekaligus Bukber Mewah


Sidoarjo | Gempurnews – Adanya Gelaran Rapat Koordinasi sekaligus Buka Puasa Bersama yang dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo pada Jumat (6/3/2026) sore, menuai gelombang protes dari masyarakat. Acara yang berlangsung di Mahabarata Palace, Lantai 4 Graha Unesa, Surabaya tersebut dianggap tidak empati terhadap kondisi daerah yang tengah dikepung persoalan infrastruktur.


Kritik pedas netizen bermula saat foto-foto kegiatan tersebut beredar luas di media sosial. Dalam unggahan yang viral, tampak suasana pertemuan yang terkesan glamor. Sorotan publik tertuju pada penampilan sejumlah pejabat wanita, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Fenny Apridawati, yang terlihat mengenakan busana bertema merah muda khas India (Saree).


Diwaktu berbeda, Ketua Umum Java Corruption Watch (JCW) Sigit Imam Basuki kecam keras adanya kegiatan yang terkesan Buang-buang anggaran saja, disaat Sidoarjo berduka, banyak jalan berlubang, korban meninggal dunia, Tiang listrik Ambruk, masih mengadakan rapat koordinasi di Surabaya ditempat mewah.


“Apakah tidak bisa rapat dikantor Pemkab Sidoarjo, apa tidak merasa kalau menyakiti hati masayarakat Sidoarjo dan tidak ngurusi problem dilapangan yang belum diselesaikan, terutama jalan berlubang yang menelan korban jiwa, sesuai UU Lalulintas”. Keluhnya Sigit Ketua Umum Java Corruption Watch (JCW) dihadapan wartawan.


Kondisi ini membuat publik mempertanyakan prioritas anggaran daerah. Keputusan untuk mengadakan acara seremonial di gedung mewah di Surabaya hanya melukai perasaan masyarakat yang sedang berduka dan kesulitan akibat buruknya fasilitas publik.” Pungkasnya


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Sekretariat Daerah maupun Humas Pemkab Sidoarjo, terkait alasan pemilihan lokasi acara yang dinilai publik terlalu kontras dengan kondisi prihatin warga diwilayah kabupaten Sidoarjo.

SMAK Santo Paulus Jember Peringati HUT ke-75 dengan Aksi Donor Darah, Kumpulkan 24 Kantong

0

Jember, GempurNews – Semangat kemanusiaan ditunjukkan oleh keluarga besar SMA Katolik Santo Paulus Jember di Bulan Ramadan 1447 H. Guru dan siswa sekolah tersebut turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Donor Darah yang diselenggarakan oleh Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember, Sabtu (7/3) pagi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh OSIS bersama PMR Wira SMAK Santo Paulus ini berhasil menyumbangkan sedikitnya 24 kantong darah untuk membantu ketersediaan stok darah di wilayah Jember selama bulan suci Ramadan.

Aksi sosial ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-75 SMAK Santo Paulus Jember yang puncak peringatannya akan jatuh pada Agustus 2026 mendatang.

Ketua OSIS SMAK Santo Paulus, Winnie, menjelaskan, bahwa donor darah merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata sekolah kepada masyarakat dalam momen bersejarah sekolah tersebut.

“Ini adalah bagian dari rangkaian acara Dies Natalis ke-75 tahun yang puncaknya nanti di Agustus 2026. Salah satu acaranya adalah donor darah ini,” ungkap siswi kelas 2 tersebut di sela-sela kegiatan.

Partisipasi tidak hanya datang dari kalangan siswa, tetapi juga tenaga pendidik. Salah satunya adalah Suster Nikol yang turut menjadi pendonor. Ia mengaku ini adalah kali kedua dirinya mendonorkan darah.

“Ini yang kedua kali saya mendonorkan darah, yang pertama dulu saat masih di Malang,” ujar Suster Nikol memberikan teladan bagi para siswa.

Kegiatan ini sebenarnya merupakan agenda tahunan SMAK Santo Paulus. Namun, khusus tahun ini, pelaksanaannya dikolaborasikan dengan kepanitiaan HUT ke-75 untuk memberikan dampak yang lebih luas. Tercatat dalam satu tahun, sekolah ini rutin menggelar dua kali aksi kolaborasi serupa.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, keterlibatan institusi pendidikan seperti SMAK Santo Paulus sangat membantu menjaga stabilitas stok darah, terutama di masa Ramadan di mana kebutuhan darah tetap tinggi namun jumlah pendonor cenderung fluktuatif. (Son)