Home Blog Page 96

Polda Jatim Amankan Tiga Tersangka Kasus Pemerasan Disertai Pengancaman di Pasuruan

SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap kasus tindak pidana pemerasan disertai pengancaman menggunakan senjata tajam (Sajam) yang terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Dari pengungkapan kasus tersebut Polisi mengamankan Tiga orang tersangka berikut sejumlah barang bukti termasuk senjata tajam.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast saat konferensi pers, Rabu (4/3/26).

“Tersangka sudah kita amankan saudara EI (32), AS (49), dan MB (25), yang ketiganya adalah warga Kabupaten Pasuruan,” ungkap Kombes Pol Abast.

Sementara korban dalam perkara ini adalah EW (36), warga Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.

Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa peristiwa pemerasan tersebut terjadi pada 14 Desember 2025 sekitar pukul 09.00 WIB di sebuah gubug kosong yang berada di Dusun Mangu, Desa Pusung Malang, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.

Disampaikan oleh Kombes Pol Abast, kasus ini bermula dari persoalan utang bibit kentang senilai Rp.7 juta yang belum dibayarkan korban kepada pihak lain.

Namun dalam penagihannya, para tersangka justru melakukan pemerasan dengan ancaman kekerasan menggunakan senjata tajam.

“Kami tegaskan, ini bukan penagihan hutang. Ini adalah pemerasan dengan ancaman serius,” tegas Kombes Abast.

Masih kata Kombes Pol Abast, dalam kasus ini tersangka EI (32) berperan sebagai pelaku utama.

“Tersangka EI yang melakukan pemerasan dan mengancam korban menggunakan senjata tajam serta menerima uang hasil pemerasan,” terang Kombes Abast.

Sementara itu tersangka AS dan MB turut serta melakukan pemerasan, memantau keberadaan korban, serta menerima bagian dari uang hasil kejahatan tersebut.

Dalam aksinya, tersangka EI mengacungkan celurit ke arah korban dan memaksa korban membayar uang sebesar Rp200 juta.

“Tersangka juga sempat mengancam akan melaporkan korban ke Polisi dengan merekayasa atau menskenario seolah-olah korban membawa peralatan sabu, jika tidak menuruti permintaannya,” tambah Kombes Pol Abast.

Kemudian pada sore harinya, korban menyerahkan uang tunai Rp50 juta kepada tersangka.

Merasa diperas oleh tersangka, akhirnya korban melapor ke pihak kepolisian.

Dari hasil penyidikan, Polisi mengamankan barang bukti berupa dua bilah celurit, satu bilah pedang, dan satu bilah pisau yang digunakan untuk mengancam korban.

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan Polda Jatim akan menindak tegas segala bentuk pemerasan dan pengancaman, terlebih menggunakan senjata tajam.

“Polda Jawa Timur berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, terlebih pada momentum hari penting nasional,” tegas Kombes Pol Abast.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut melapor apa bila menjadi korban pemerasan ataupun intimidasi.

“Percayakan penyelesaian sengketa melalui jalur hukum dan laporkan segala bentuk premanisme kepada kepolisian terdekat,” tutup Kombes Abast.

Dikesempatan yang sama, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Widi Atmoko menerangkan bahwa pelaku utama EI juga merupakan residivis kasus serupa.

Kombes Widi mengatakan setelah para tersangka ini diamankan, beberapa masyarakat mulai melapor pernah menjadi korban ulah tersangka.

“Kurang lebih ada 4 laporan yang diadukan dengan tersangka yang kita amankan saat ini dan ada 3 laporan di tahun 2025 sedang kami dalami,”kata Kombes Pol Widi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.(*)

Satgas Pangan Polri Pantau Harga Bapok di Kota dan Kabupaten Kediri

0

Kediri,, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Mabes Polri bersama sejumlah instansi melakukan pemantauan bahan pokok (bapok) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (4/3/2026).

Hasilnya, secara umum stok pangan dinyatakan aman dan harga relatif terkendali, meski komoditas cabai rawit merah masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).

Monitoring dilakukan oleh tim gabungan dari Satgas Pangan Pusat Bareskrim Polri, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polda Jawa Timur, Korem, Satgas Pangan Polres Kediri dan dinas terkait, serta perwakilan asosiasi petani dan pengelola pasar.

Kepala Posko Satgas Saber Pelanggaran Pangan Mabes Polri, Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, mengatakan pemantauan dimulai dari Pasar Pahing, kemudian dilanjutkan ke sentra produksi cabai di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

“Dari pantauan kami untuk komoditas pangan, alhamdulillah stok cukup aman. Harga sebagian besar masih sesuai HET maupun HAP. Hanya cabai rawit merah yang masih agak di atas HAP,” kata Brigjen Pol Zain.

Di Pasar Pahing, harga cabai rawit merah tercatat berkisar Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Sementara di tingkat petani, harga berada di kisaran Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

Menurut Brigjen Pol Zain, dari pantauannya, kenaikan harga dipengaruhi curah hujan tinggi dan serangan hama yang menyebabkan sebagian petani gagal panen, terutama di daerah rendah yang terdampak genangan air sejak masa tanam September lalu.

“Produksi menurun, sementara menjelang puasa dan Idul Fitri permintaan meningkat. Hukum pasar tentu berlaku, ketika pasokan terbatas harga terdorong naik,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah telah melakukan sejumlah langkah stabilisasi, termasuk fasilitasi distribusi pangan oleh Bapanas untuk membantu ongkos kirim dari daerah surplus ke daerah defisit.

Dari hasil pengecekan, distribusi komoditas lintas daerah masih berjalan. Bawang merah, misalnya, didatangkan dari Padang, Nganjuk, Brebes, hingga Bima (NTB). Sedangkan cabai rawit masuk dari Muntilan, Temanggung, dan Mojokerto.

“Para pedagang sudah saling terkoneksi antarwilayah. Jika satu daerah kekurangan stok, pasokan digeser dari daerah lain. Namun karena produksi sedang turun, pasokan tetap terbatas,” kata Brigjen Pol Zain.

Brigjen Pol Zain menambahkan, Jawa Timur, termasuk Kediri, merupakan salah satu sentra produksi cabai yang turut menyuplai kebutuhan luar daerah seperti Jakarta, Cikarang, Tanah Tinggi, hingga Bogor.

Kemudian, terkait kemungkinan adanya permainan harga, Satgas Pangan menegaskan akan menelusuri penyebab kenaikan sebelum mengambil langkah hukum.

Ia mengimbau pedagang tidak menaikkan harga secara tidak wajar di atas HET atau HAP yang telah ditetapkan pemerintah. Masyarakat juga diminta tidak panik dan dapat melaporkan dugaan penimbunan melalui hotline pengaduan Satgas Pangan Pusat.

“Kami tidak hanya melihat dari sisi harga, tetapi juga penyebabnya. Jika ada indikasi penimbunan atau pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Zain.

Digitalisasi Layanan Kesehatan Cimahi Berprestas, 12 Faskes Raih Penghargaan BPJS Kesehatan

CIMAHI,Senin(02/03/2026)
Inovasi layanan kesehatan berbasis digital di Kota Cimahi menuai apresiasi. Sebanyak 12 Fasilitas Kesehatan (Faskes) di kota ini resmi menerima Penghargaan “Transformasi Digital” dari BPJS Kesehatan Cabang Cimahi atas dedikasi mereka dalam memodernisasi pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Neo Kota Baru Parahyangan, Senin (2/3/2026). Penghargaan ini tak hanya sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa dunia kesehatan di Cimahi mulai bertransformasi mengikuti arus digitalisasi.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan rasa bangganya. Ia menilai capaian ini menjadi motivasi bagi fasilitas kesehatan lainnya untuk segera berbenah.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbolis, tapi sebuah penyemangat bagi seluruh tenaga kesehatan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat,” ujar Adhitia di hadapan para penerima penghargaan.

Transformasi digital yang dimaksud mencakup berbagai inovasi, mulai dari sistem antrean online, integrasi rekam medis elektronik, hingga administasi berbasis digital. Sistem ini dinilai mampu memangkas waktu tunggu pasien dan membuat alur pelayanan lebih tertib.

Menariknya, penerapan teknologi ini dilakukan secara bertahap dengan sistem penilaian bintang satu hingga bintang tujuh. Hasilnya, pemanfaatan layanan digital di Kota Cimahi kini telah melampaui angka 50 persen—sebuah indikator bahwa masyarakat mulai merasakan langsung manfaat dari efisiensi layanan kesehatan.

“Dengan sistem yang terintegrasi, tenaga medis bisa lebih fokus pada kualitas layanan. Masyarakat pun merasakan kemudahan dan transparansi,” tambah Adhitia.

Penghargaan diberikan kepada dua kategori utama, yaitu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Untuk kategori FKTP, enam penerima penghargaan adalah:

  1. Puskesmas Leuwigajah
  2. Puskesmas Cimahi Utara
  3. Klinik Aulia Sehat
  4. Klinik Nayaka Husada 3
  5. Praktek Dokter Mirda
  6. Praktek Dokter Gigi Zuniati

Sementara itu, untuk kategori FKRTL, penghargaan diraih oleh:

  1. RS Kasih Bunda
  2. RS Mitra Anugerah Lestari
  3. Klinik Utama Amanah 2
  4. RSUD Cibabat
  5. RS Avisena
  6. RS Gigi dan Mulut Unjani

Dengan adanya penghargaan ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap transformasi digital tidak berhenti di sini. Ke depan, layanan kesehatan modern yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat diharapkan bisa menjadi standar baru di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Cimahi.

Achmad Syafei

Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim Bersama Polsek Rayon 2 Jadi Ruang Pererat Sinergi di Polres Kediri

0

Kediri– Ramadan menjadi momentum bagi Polres Kediri untuk memperkuat jalinan silaturahmi melalui kegiatan Buka puasa bersama dan santunan anak yatim jajaran Polsek Rayon 2 di Damar Mas Resto & Resort, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Selasa (3/3/2026).

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. hadir didampingi Kabagops, Kasatreskrim, dan Kasi TIK Polres Kediri, para Kapolsek Rayon 2 (Plosoklaten, Wates, Ngancar) bersama anggota, serta Toga & Tomas setempat.

Menjelang azan magrib, momen itu dimanfaatkan untuk saling berbaur dan berbagi cerita. Obrolan ringan dan tawa kecil mengiringi kebersamaan yang terjalin, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan memperkuat kekompakan di lingkungan kerja.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Sementara tausiyah dari tokoh agama turut menguatkan suasana, mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Memberikan sambutan, Kapolres Kediri menyampaikan bahwa kebersamaan seperti ini memiliki arti penting dalam membangun kekuatan internal.

“Bulan suci ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus menjaga kekompakan dan saling menguatkan. Dengan kebersamaan yang terbangun, pelaksanaan tugas tentu bisa berjalan lebih optimal,” ucap AKBP Bramastyo.

Diharapkan semangat yang tumbuh dapat terus terjaga, sehingga pelaksanaan tugas, khususnya di wilayah Rayon 2 berjalan optimal dan situasi kamtibmas tetap tertib dan aman selama bulan suci Ramadan.

Ambil Peran Strategis Ketahanan Pangan, Polres Kediri Polda Jatim Tanam Raya 3.000 Bibit Uwi Ungu

0

KEDIRI– Lahan seluas 3.850 m² di belakang Mapolsek Wates Polres Kediri mulai ditanami uwi ungu, Rabu (4/3/2026) sore.

Penanaman ini menjadi bagian dari dukungan Polres Kediri terhadap program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan, yang bekerja sama dengan PCTA Indonesia.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol. Sih Harno, S.H., M.H. dan dihadiri Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. bersama jajaran serta sejumlah mitra, mulai dari PCTA Indonesia, Pemkab Kediri, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Forkopimcam Wates, Pondok Jati Diri Bangsa, hingga Gapoktan setempat.

Sebanyak 3.000 bibit uwi ungu disiapkan dalam tahap awal ini, masing-masing berasal dari PCTA Bekasi, Pondok Jati Diri Bangsa, dan petani Kabupaten Magetan.

Prosesnya pun tak instan. Sejak akhir Januari, mulai dari peninjauan lahan, koordinasi lintas pihak, pemagaran, hingga persiapan lahan dan bibit telah dilakukan bertahap.

Dalam sambutannya, Karo SDM Polda Jatim menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar strategis dalam menjaga stabilitas nasional karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat serta ketahanan sosial dan ekonomi bangsa.

“Tanam raya uwi ungu ini menjadi langkah konkret diversifikasi pangan lokal. Secara regional, Polda Jatim juga mengawal penyerapan jagung hingga 30.000 ton dan menggalakkan penanaman uwi ungu di berbagai wilayah di Indonesia,” tegas Kombes Pol. Sih Harno.

Sementara itu, Ketua DPD PCTA Jawa Timur, Wali Talqin Shiddiqiyyah H. Puryono, menyampaikan bahwa uwi ungu selama ini masih belum banyak dikenal masyarakat, meski memiliki potensi yang cukup besar.

“Selama ini masyarakat lebih mengenal ubi ungu, padahal uwi ungu memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan antioksidan tinggi yang baik untuk kesehatan. Perawatannya juga relatif mudah, sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai pangan alternatif,” jelas H. Puryono.

Kapolres Kediri menambahkan, penanaman ini menjadi awal dari pengembangan uwi ungu sebagai salah satu komoditas alternatif di wilayah hukum Polres Kediri.

“Uwi ungu menjadi alternatif yang kami dorong untuk dikembangkan karena memiliki potensi besar dan masa tanam yang relatif panjang,” tandas AKBP Bramastyo.

Diungkapkan bahwa program penanaman uwi ungu ini tidak berhenti pada penanaman semata, tetapi diharapkan berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi contoh penguatan pangan alternatif di wilayah lain.

Polres Kediri Kota Bersama HDCI Kediri Raya dan Bhayangkari Cabang Kediri Kota Tebar Kebaikan: Bagikan 1000 Takjil dan 400 Paket Sembako

0

KEDIRI KOTA – Suasana sore di Kota Kediri tampak berbeda dengan kehadiran puluhan pengendara motor besar yang tergabung dalam Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kediri Raya. Bersama jajaran Polres Kediri Kota dan Bhayangkari Cabang Kediri Kota, komunitas ini menggelar aksi sosial berupa pembagian 1.000 paket takjil dan 400 paket sembako bagi masyarakat yang melintas, Selasa (03/03).

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara aparat penegak hukum dan komunitas otomotif tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Vinanda menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas otomotif memiliki sisi kemanusiaan yang kuat. Bukan Sekadar Hobi, Tapi Aksi Nyata.

“Ini menunjukkan bahwa komunitas HDCI bukan hanya fokus terhadap hobi otomotif, melainkan juga menekankan kebersamaan, solidaritas, serta pengabdian di tengah masyarakat,” ujar Vinanda.

Ia juga menambahkan bahwa aksi ini sekaligus mematahkan stigma negatif yang terkadang melekat pada komunitas motor. Menurutnya, HDCI telah membuktikan bahwa mereka bukan tentang “kebut-kebutan” di jalan, melainkan tentang penyebaran rasa empati dan kepedulian sosial.

Vinanda berharap langkah yang diinisiasi oleh Polres Kediri Kota dan HDCI ini dapat menjadi pemantik bagi komunitas-komunitas lain di Kota Kediri untuk melakukan hal serupa. Pemerintah Kota Kediri menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan positif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

“Saya berharap kegiatan sore hari ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya. Semoga kita semua diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa hingga meraih kemenangan di hari raya Idulfitri nanti,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Kapolres Kediri Kota beserta jajaran yang telah berkolaborasi dalam menginisiasi kegiatan ini. Sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan komunitas diharapkan dapat terus terjalin demi menciptakan suasana kota yang harmonis dan penuh toleransi.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Kediri Kota bersama HDCI Kediri Raya kepada masyarakat, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadan. Ia berharap bantuan paket sembako yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ditutup dengan pembagian paket sembako secara simbolis kepada warga yang membutuhkan, diiringi doa bersama agar seluruh masyarakat dapat merayakan Ramadan dengan penuh keberkahan bersama keluarga tercinta.

Program Sibesti Cimahi Kembali Hadir, Beras dan Minyak Murah untuk Warga Kurang Mampu

Cimahi,Rabu(04/03/2026)
Pemerintah Kota Cimahi kembali menyalurkan bantuan pangan murah lewat program unggulan bertajuk Sibesti atau Siapkan Beras untuk Masyarakat Cimahi. Lewat program ini, warga kurang mampu bisa mendapatkan paket beras dan minyak goreng dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa program ini hanya diperuntukkan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

“Sibesti ini khusus untuk masyarakat kurang mampu. Tujuannya jelas, meringankan beban ekonomi mereka di tengah situasi sekarang,” ujarnya saat ditemui di Kelurahan Utama.

Ia menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan. Menurutnya, program seperti ini harus terus berlanjut sebagai wujud hadirnya pemerintah di tengah warganya.

Ngatiyana menyebut, harga beras di pasaran saat ini masih cukup stabil, dengan kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram untuk kualitas premium. Meski baru menyasar beras dan minyak goreng, Wali Kota berharap ke depan ada tambahan bahan pokok lain seperti tepung atau gula.

“Mudah-mudahan komoditasnya bisa bertambah. Tapi untuk sekarang, fokus kami di beras dan minyak dulu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Hella Haeran, menjelaskan bahwa Sibesti berlangsung rutin di 15 kelurahan. Penyaluran dilakukan berdasarkan usulan dari wilayah masing-masing.

“Jumlahnya tergantung permintaan. Bulog menyiapkan stok, kelurahan yang menentukan warganya yang berhak,” jelas Hella.

Pada periode ini, paket yang disalurkan berisi 5 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng seharga Rp86.400 per paket—lebih murah dari HET yang ditetapkan pemerintah.

Untuk rencana penambahan komoditas seperti tepung terigu, Hella mengaku masih menunggu ketersediaan stok dari Bulog. Namun ia memastikan, penyaluran beras tetap berjalan rutin setiap bulan.

Hingga saat ini, sekitar 8.000 warga di 15 kelurahan tercatat sebagai penerima manfaat program Sibesti.

Achmad Syafei

Safari Ramadhan di Maskid Jami Al-Hikmah,Berlangsung Khidmat

Cimahi,Selasa(03/03/2026)
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jami Al-Hikmah, Jalan Kolmas RW 14, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, Selasa (3/3/2026).

Safari Ramadhan Pemerintah Kota Cimahi kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan fenomena gerhana bulan yang menghiasi langit malam.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, hadir langsung dan menyerahkan bantuan tunai kepada pengurus masjid serta masyarakat yang membutuhkan.

Ia didampingi Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiatmoko, Anggota DPRD H. Endang Sahri, jajaran OPD, perwakilan Bank BJB, Baznas Kota Cimahi, serta Lurah Cipageran dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara diawali pembukaan oleh Ketua Panitia, Ustaz Dedy, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Wali Kota beserta rombongan. Selain bantuan dari pemerintah dan Bank BJB, Baznas Kota Cimahi juga turut menyerahkan bantuan bagi pengurus Masjid Jami Al-Hikmah.

Tausiah disampaikan oleh Ustaz Muhamad Hariri dengan gaya khas penuh humor namun sarat makna. Di sela ceramahnya, ia sempat berkelakar mengingatkan jamaah untuk tidak lupa menikmati kuliner khas seperti misro, combro, hingga dodol Garut. Namun di balik canda, terselip pesan mendalam tentang makna lapar dan empati.

“Kalau kita lapar karena berpuasa, itu karena tidak boleh makan. Tapi ada saudara kita yang lapar karena memang tidak ada yang bisa dimakan,” ungkap K.H.,Hariri dalam ceramahnya,Lanjut Ustad Hariri mengajak jamaah merenungi makna solidaritas sosial di bulan suci.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami esensi ibadah, termasuk salat tarawih dan takbiran. Menurutnya, takbiran adalah ungkapan syukur dan rahmat, bukan sekadar perayaan hura-hura.

Zakat fitrah pun ditekankan sebagai kewajiban yang hendaknya ditunaikan sebelum Hari Raya.

Dalam sambutannya, Adhitia Yudistira menyampaikan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat.

“Safari Ramadhan ini adalah ikhtiar kami berkeliling ke setiap kelurahan. Kami hanya memohon doa agar kepemimpinan Wali Kota Ngatiyana dan saya diberikan kelancaran dalam menjalankan program untuk membantu masyarakat Kota Cimahi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmen menjadikan Cimahi sebagai kota agamis. “Cimahi agamis adalah Cimahi yang tetap berada di jalur yang benar. Dengan doa dan dukungan masyarakat, insyaallah kita wujudkan bersama,” tutupnya.

Achmad Syafei.

Paripurna DPRD Kota Cimahi, Tiga Raperda Strategis Berhasil Dirampungkan

Cimahi,Rabu(04/03/2026)
Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Cimahi Terpantau Khidmat, Rabu (4/3/2026), Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, mewakili Wali Kota Cimahi Ngatiyana, menghadiri Rapat Paripurna dan Dialog Penyampaian serta Penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terhadap tiga prakarsa DPRD.

Rapat dihadiri Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko beserta 24 anggota DPRD dari total 45 anggota, unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Dibuka dengan Pembacaan Doa
Dalam sambutannya, Wahyu Widiatmoko menyampaikan bahwa dari 45 anggota DPRD, sebanyak 24 anggota telah hadir sehingga kuorum terpenuhi. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, rapat paripurna resmi dibuka.

Sebelum memasuki agenda utama, pimpinan sidang mengajak seluruh hadirin mendoakan almarhum Tri Sutrisno, Wakil Presiden RI ke-6, yang wafat pada 1 Maret 2026. Kepergian tokoh militer dan negarawan tersebut disebut sebagai kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Doa bersama dipanjatkan agar almarhum diampuni segala khilaf dan diterima amal ibadahnya.

Tiga Raperda Prakarsa DPRD Kota Cimahi,
Agenda utama rapat adalah penyampaian dan penjelasan Bapemperda terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prakarsa DPRD Kota Cimahi :

  1. Raperda tentang Rencana Aksi Ketahanan Keluarga
  2. Raperda tentang Rencana Aksi Pencegahan Konflik Sosial
  3. Raperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Petani

Juru Bicara Bapemperda, Ayis menjelaskan bahwa ketiga raperda tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi DPRD dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Menurutnya, ketahanan keluarga menjadi fondasi pembangunan manusia seutuhnya. Karena itu, diperlukan regulasi yang memuat arah kebijakan, strategi, serta fokus kegiatan prioritas agar program lintas sektor dapat terintegrasi dan terukur.

Sementara itu, raperda pencegahan konflik sosial dinilai penting sebagai respons atas dinamika sosial, ketimpangan pembangunan, dan potensi gesekan sosial. Regulasi ini diharapkan mampu menghadirkan sistem deteksi dini, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta langkah penanganan konflik yang terstruktur.

Adapun raperda pemberdayaan dan perlindungan petani diarahkan untuk memperkuat posisi petani yang selama ini masih lemah dalam hal kepemilikan lahan, akses permodalan, sarana produksi, hingga pemasaran. Payung hukum ini diharapkan memberikan kepastian dan perlindungan bagi pelaku sektor pertanian di Kota Cimahi.

Pihak Eksekutif menyambut Positif Prakarsa Legislasi,
Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, menegaskan bahwa rapat paripurna merupakan wadah resmi DPRD dalam menyampaikan dan memaparkan rancangan peraturan daerah sebagai wujud nyata fungsi legislasi dan transparansi.

Ia menyampaikan apresiasi atas tiga prakarsa tersebut yang dinilai selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Terkait raperda pemberdayaan petani, Adhitia menilai meski Cimahi dikenal sebagai wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan pertanian, keberadaan petani tetap memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan lokal dan pelestarian lingkungan. Regulasi ini menjadi bentuk keberpihakan terhadap kemandirian sektor pertanian.

Pada raperda ketahanan keluarga, ia menekankan pentingnya penguatan institusi keluarga di tengah tantangan sosial, tekanan ekonomi, dan dampak digitalisasi. Dengan regulasi yang sistematis, program lintas perangkat daerah dapat terintegrasi demi mencegah persoalan sosial sejak dini.

Sementara itu, raperda pencegahan konflik sosial dipandang sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas wilayah. Menurutnya, kota yang aman dan harmonis tidak lahir secara kebetulan, melainkan melalui perencanaan matang, deteksi dini, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen membahas ketiga raperda ini secara konstruktif dan komprehensif bersama DPRD dengan menjunjung prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, serta kepentingan terbaik bagi masyarakat,” Tandasnya.

Achmad Syafei

Bergaya Khas Osing, Menteri KKP Tinjau Proges Kampung Nelayan Merah Putih Banyuwangi

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, tinjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng di kawasan pesisir plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Selasa (3/3/2026). KNMP Lateng yang dibangun mengusung arsitektur Osing ini, akan menjadi kawasan kampung nelayan modern yang menjadi program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Saya datang untuk melihat progres pembangunan Kampung Nelayan di Banyuwangi. Ini akan menjadi pusat hilirisasi langsung produk nelayan di sini,” kata Trenggono.

Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Trenggono berkeliling lokasi untuk melihat langsung progres pembangunan KNMP Banyuwangi. Mulai bangunan pabrik es portable, musala, hingga berbagai fasilitas lainnya.

Enam unit bangunan utama mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing, diperkaya ornamen batik khas Gajah Oling. Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal itu memberi identitas kuat, sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi di kawasan pesisir. Trenggono mengaku senang dengan progres pembangunannya.

“Ini bagus banget. Desainnya khas, kualitas pekerjaannya juga bagus,” ujarnya.

KNMP Banyuwangi dilengkapi dengan dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, balai pertemuan, pabrik es, serta unit pengolahan hasil laut. Bahkan juga disiapkan sebagai kawasan kuliner bahari baru.

“Sebentar lagi juga kita hadirkan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di sini,” kata Trenggono.

Trenggono menjelaskan, KNMP Banyuwangi berbeda dengan lainnya. Kalau di beberapa wilayah lain lebih ke sarana penjualan hasil laut. Sementara di Banyuwangi lebih ke tematik hilir, selain menjadi sentra penjualan hasil laut juga menjadi sentra kuliner olahan laut.

“Istilahnya ini hilirisasi langsung. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini (KNMP) dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner. Model-model tematik ini bagus karena menggerakkan ekonomi di level bawah. Ada kombinasi antara produksi hasil perikanan dan kuliner,” kata Trenggono.

KNMP Banyuwangi bakal menambah daya tarik sentra kuliner olahan laut yang menjadi salah satu jujukan favorit wisatawan yang berkunjung ke kabupaten The Sunrise of Java tersebut.

Dalam kesempatan itu, Trenggono juga menyerahkan sejumlah bantuan, berdialog dengan para nelayan, serta menjanjikan akan memberikan bantuan kapal bagi para nelayan setempat.

Bupati Ipuk berterima kasih kepada pemerintah pusat yang menempatkan Banyuwangi sebagai salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kawasan nelayan terpadu di Indonesia.

“Hadirnya KNMP ini akan memperkuat ekosistem nelayan di sekitar pesisir Plengsengan. Harapannya ini akan menjadi pusat ekonomi baru yang bisa mengerek pendapat nelayan,” kata Ipuk.

Ipuk memastikan pengelolaan pusat kuliner tematik di kampung nelayan ini terus mendapatkan pendampingan dari pemkab.

“Semuanya harus berjalan sesuai SOP. Mulai kebersihan, kualitas makanan, tata kelola lingkungan tetap dalam pengawasan kami, sehingga tidak asal-asalan,” tambah Ipuk. (*)