Home Blog Page 99

Pekerjaan Bronjong Sudah Selesai Dan Ambrol Hari Banteng Sebut, PUBMSDA Patut Diduga Manipulasi Data LPSE


Sidoarjo | Gempurnews – PUBMSDA dinilai asal-asal dalam pelaporan LPSE, yang mudah terbaca publik secara Elektronik. Pasalnya PT. Menara Hijau sudah melakukan pekerjaan dan dikeluarkan laporan LPSE Kabupaten Sidoarjo sumber dana APBD dengan Kode paket 103xxxxxxx, kode RUP 55xxxxxx tanggal pembuatan 9 September 2025, menunjukkan paket sudah selesai, pagu 180 juta penyerpan nilai HPS paket 179 jutayang bikin aneh lagi paket tersebut sudah dikerjakan tapi baru diketahui laporan LPSE dengan kode paket 1032xxxxxxx, Kode RUP 55xxxxxx Sumber Dana APBD Nama Paket Pembangunan/peningkatan saluran Afv. Kedunguling Desa Kepunten Kec. Tulangan Kab. Sidoarjo Paket Gagal dan tertulis “alasan pembatalan Peserta tidak lulus evaluasi penawaran”


Sebelumnya sudah dipublikasikan pemberitaan adanya pekerjaan Bronjong disungai Kedunguling desa Kepunten, Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, yang dikerjakan oleh PT. Menara Hijau dan sempat terpasang papan proyek terus dicabut lagi karena hasil pekerjaannya longsor.
Awak media juga konfirmasi ke PT. Menara Hijau dan dibalas lewat Japri Aplikasi WhatsApp
” Selamat pagi, Mohon maaf terkait kontrak tersebut, kami sudah putus kontrak, dan kami tidak mencairkan dana tersebut maaf”.

Balasan dari pihak PT. Menara Hijau
Tanggapan dari Kepala bidang Drainase, Moch Farid saat dikonfirmasi awak media menyampaikan kami akan PAK lagi dan kita rencanakan di tahun 2026. Terkait dengan adanya laporan LPSE kabupaten Sidoarjo yang tertulis bahwa paket sudah selesai dirinya tidak bisa menjawab hanya sebatas akan kami kerjakan di tahun ini 2026.


Diwaktu berbeda Hariadi, yang biasa disapa Hari Banteng ketua LSM AUU (Amanat Undang-Undang) yang juga salah satu anggota LSM Seven Gab, menegaskan, adanya laporan LPSE yang menunjukkan hanya permainan.
Kenapa ???
Sesuai fakta pekerjaan Tanggul Bronjong itu sudah diketahui sudah selesai dikerjakan sampai dengan selesai, akan tetapi endingnya, baru selesai 3 hari tanggul Bronjong tersebut longsor. Seharusnya kontraktor tersebut bisa dikenakan sanksi denda dan perawatan proyek tersebut. Disini sudah jelas kalau PUBMSDA didalam layanan pengadaan keuangan secara elektronik (LPSE) ada dugaan memanipulasi data keuangan dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) ini, dan PUBMSDA jelas melakukan tindakan melanggar hukum dan bisa dipidana serius yang dsngan ancaman penjara dan denda yang berat. Perbuatan ini dikategorikan sebagai manipulasi informasi elektronik, pemalsuan dokumen, dan/atau penipuan dalam pengadaan barang/jasa pemerintah,”ungkapnya
Manipulasi data keuangan LPSE bukan hanya kesalahan administratif, melainkan kejahatan siber dan penipuan yang serius dengan ancaman hukuman penjara hingga 12 tahun (berdasarkan UU ITE).” Pungkasnya Hari Banteng

Perlu diketahui, memanipulasi data keuangan LPSE bisa dijerat.

  1. Jeratan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Karena data LPSE adalah informasi elektronik, manipulasi ini melanggar UU ITE: Pasal 35 jo. Pasal 51 ayat (1) UU ITE: Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan manipulasi informasi/dokumen elektronik agar seolah-olah data tersebut otentik, dipidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp12 miliar.
  2. Jeratan KUHP (Pemalsuan Surat)
    Data keuangan yang dimanipulasi (misal: laporan laba rugi, neraca) termasuk dalam pemalsuan surat: Pasal 263 KUHP: Pelaku pemalsuan dokumen dapat dipidana penjara maksimal 6 tahun.
    Penggunaan Dokumen Palsu: Menggunakan dokumen keuangan palsu/manipulatif dalam tender LPSE, meskipun bukan pembuat aslinya, juga diancam pidana maksimal 6 tahun penjara.
  3. Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)
    Jika manipulasi data bertujuan untuk memenangkan tender (pengadaan barang/jasa) yang merugikan keuangan negara, pelaku dapat dijerat dengan UU Tindak Pidana Korupsi.
  4. Sanksi Administratif. Selain pidana, pelaku (perusahaan/vendor) juga akan dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Perpres 16/2018 dan perubahannya), yaitu:
    Sanksi Daftar Hitam (Blacklist): Perusahaan tidak diperbolehkan mengikuti tender pemerintah selama kurun waktu tertentu (biasanya 1-2 tahun).
    Pencairan Jaminan Penawaran: Jaminan penawaran yang disetorkan ke LPSE akan dicairkan dan disita oleh negara. (Yl)

Polres Bangkalan Gelar KRYD Tingkatkan Kamtibmas Saat Ramadhan, 13 Motor Berhasil Diamankan

0

Polres Bangkalan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Bangkalan melaksanakan Kegiatan Rutin yang diTingkatkan (KRYD) pada Minggu (1/3/2026) pukul 00.30 Wib.

Kegiatan patroli tersebut menyasar titik-titik rawan terjadinya tindak pidana dan potensi gangguan kamtibmas, seperti di kecamatan Blega.

Patroli KRYD ini bertujuan untuk mencegah dan mengantisipasi berbagai potensi kerawanan kamtibmas serta tindak pidana yang dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.

Patroli difokuskan pada pencegahan kejahatan 3C (Curas, Curat, dan Curanmor), premanisme, balap liar, adu lari dengan taruhan, petasan, begal, miras, narkoba serta penyakit masyarakat lainnya yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Terbukti, saat KRYD digelar sejak Sabtu hingga Minggu dinihari tersebut, petugas berhasil mengamankan 13 sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan bermotor.

Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. mengatakan jika patroli dilaksanakan secara mobile dengan menyusuri sejumlah lokasi rawan, sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu warga yang sedang beristirahat maupun mempersiapkan diri untuk santap sahur.

“Kami mengamankan 13 kendaraan bermotor di wilayah Blega karena kendaraan tersebut tidak dilengkapi surat surat kendaraan. Nantinya, kami akan merilis kendaraan tersebut, agar masyarakat bisa mengetahui apakah motornya ada yang kami sita,” terang AKBP Wibowo pada Selasa siang ini (3/3) di Mapolres Bangkalan.

Lebih lanjut lagi, AKBP Wibowo mengatakan jika 13 kendaraan bermotor yang berhasil diamankan oleh polisi saat KRYD digelar pada Minggu dinihari kemarin bisa diambil di Mapolres Bangkalan tanpa dipungut biaya.

“Kami telah merilis di sosial media 13 kendaraan bermotor yang kami amankan di Blega saat KRYD akhir pekan kemarin. Silahkan dicek noka dan nosin nya. Jika noka dan nosin cocok dengan data yang dimiliki pemiliknya, silakan diambil ke Polres Bangkalan. Gratis tanpa biaya apapun,” tambah Kapolres.

AKBP Wibowo berharap patroli rutin seperti ini terus dilaksanakan secara berkesinambungan, terutama pada jam-jam rawan, guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas selama bulan suci Ramadhan serta menumbuhkan kesadaran bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara Polri dan masyarakat.

“Kami melakukan patroli ini untuk mencegah terjadinya aksi kriminal dan juga balap liar selama Ramadhan. Jadi masyarakat, bisa khusyuk menjalankan nya” tutup Alumnus Akpol tahun 2005 tersebut. (Red/Hum).

Polri Gelar Operasi Ketupat 13-25 Maret, Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.

Hal itu diungkapkan Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan operasi ketupat di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

“Oleh karena itu, kita tahun ini melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat yang akan kita mulai dari 13 Maret sampai 25 Maret,” kata Sigit.

Sigit memaparkan, tagline pada tahun ini adalah, ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’. Dalam pelaksanaannya, kata Sigit, akan dikedepankan langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum.

“Tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan,” ujar Sigit.

Sigit juga mengungkapkan, dalam struktur operasi juga sudah dibuat, dan ada sedikit perubahan. Sehingga kemudian Kaopsus yang dipimpin oleh Kakorlantas, betul-betul bisa mengendalikan seluruh jajaran pada saat harus mengambil satu keputusan-keputusan yang bersifat diskresi.

Di sisi lain, Sigit menyatakan, dalam operasi ketupat sebanyak 161 ribu personel gabungan dikerahkan untuk memaksimalkan pengamanan dan pelayanan masyarakat ketika arus mudik dan balik Lebaran.

“Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik,” tutup Sigit.

Pimpin Rakor Lintas Sektoral, Kapolri Tekankan Optimalisasi Pengamanan dan Pelayanan di Ops Ketupat 2026

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka kesiapan pelayanan dan pengamanan Operasi Ketupat tahun 2026. Ia menekankan soal optimalisasi pengamanan dan pelayanan saat pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran.

“Oleh karena itu, persiapan, pengamanan, harus betul-betul dilaksanakan secara optimal. Begitu juga pelayanan yang diberikan,” kata Sigit di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Sigit menyebut, dalam arus mudik tahun ini diprediksi arus kendaraan paling banyak berasal dari Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Timur.

“Sementara lima tujuan terbanyak Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan seterusnya,” ujar Sigit.

Sigit menuturkan untuk memastikan pengaman dan pelayanan selama arus mudik, Polri menggelar operasi ketupat sejak tanggal 13 Maret hingga 25 Maret.

“Dan tagline kali ini adalah ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’. Tentunya yang kita kedepankan adalah langkah preemtive dan preventif, penegakan hukum, tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan,” ucap Sigit.

Setidaknya, kata Sigit akan dikerahkan 161 ribu personel gabungan dari TNI, Polri, dan seluruh stakeholder dalam pengaman dan pelayanan arus mudik Lebaran.

“Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik,” tutup Sigit.

Pasca Banjir Sungai Dinoyo, PMI Jember Distribusikan Air BersihRelawan juga melakukan asesmen Normalisasi Sumur

0

Jember, GempurNews – Hujan deras yang memicu luapan Sungai Dinoyo pada Senin (2/3) malam mengakibatkan puluhan rumah di Dusun Krajan, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji terendam banjir. Melihat kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember menerjunkan relawan melakukan kaji cepat serta tindakan darurat di lokasi terdampak.

Berdasarkan hasil asesmen yang dipimpin oleh Kabid PB PMI Kabupaten Jember, Narto, bersama tim (Deddy Novianto, Suprapto, dan Ganang), tercatat sedikitnya 45 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung. Masalah krusial yang ditemukan di lapangan adalah tercemarnya sumur warga oleh material lumpur banjir sehingga air tak layak dikonsumsi.

“Fokus utama kami adalah memastikan warga tetap memiliki akses air bersih untuk kebutuhan sanitasi dan konsumsi, mengingat sumur warga mengalami pencemaran serius,” ujar Narto Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kab Jember.

Bersama BPBD Kabupaten Jember, penanganan oleh PMI Jember dibagi menjadi dua bagian, dimana BPBD Jember menempatkan 4 unit tandon air di titik-titik strategis Dusun Krajan, sedangkan PMI Jember melakukan pengisian (suplai) air bersih secara berkala ke tandon tersebut menggunakan armada mobil tangki PMI.

Pada Selasa sore, PMI Jember melakukan distribusi air bersih dengan melakukan pengisian 4 tandon, pengisian air tersebut akan dilakukan setiap hari sampai kondisi warga terdampak banjir Kembali normal seperti semula.

“Jika sewaktu-waktu ada kejadian seperti banjir luapan sungai Dinoyo, tim tanggap darurat PMI Jember langsung meluncur ke lokasi, tentu juga koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember,” kata Zainollah, Ketua PMI Jember.

Di hari yang sama, PMI Jember juga menerjunkan relawannya untuk melakukan asesmen sumur milik warga yang tercemar lumpur akibat banji semalam. Relawan kemanusiaan tersebut nantinya akan melakukan proses normalisasi sumur agar air bisa dimanfaatkan Kembali oleh warga.(son)

Bupati Sidoarjo Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Sidoarjo


Sidoarjo | Gempurnews – Bupati Sidoarjo H. Subandi mendorong percepatan sertifikasi
halal bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Hal tersebut disampaikannya di sela audiensi dengan jajaran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Timur di ruang transit Pendopo Delta Wibawa pada Senin (2/3/2026).


Dalam kesempatan itu, Subandi menyampaikan apresiasi atas perkembangan Safe N Lock sebagai kawasan industri halal di Sidoarjo. Ia mengungkapkan bahwa sertifikasi
halal melalui Dinas Pertanian juga telah berjalan dan perlu terus diperkuat melalui
kolaborasi lintas perangkat daerah.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bahwa industri halal sudah ada di Sidoarjo.


Terkait sertifikasi halal di Dinas Pertanian juga sudah berjalan. Mudah-mudahan kita bisa mengajak UMKM yang belum memiliki sertifikasi untuk segera mendaftar, sehingga
seluruh produk yang dipasarkan benar-benar sudah bersertifikat halal,” ujarnya.


Subandi meminta koordinasi antara Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pangan
dan Pertanian, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mendata secara
detail jumlah UMKM yang telah dan belum memiliki sertifikat halal.


“Tadi disampaikan masih ada biaya Rp200 ribu dengan kuota gratis yang cukup besar.
Kalau kuota itu habis, minimal Pemkab Sidoarjo bisa memfasilitasi agar seluruh UMKM di Sidoarjo bisa memiliki sertifikat halal,” tegasnya.


Subandi juga menyoroti pentingnya kepastian regulasi produk halal di tengah dinamika perdagangan internasional. Menurutnya, sebagai daerah dengan mayoritas penduduk Muslim, produk UMKM yang dikelola harus memiliki kejelasan dan jaminan halal.


Sementara itu, Muhammad Fauzi, perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Timur menyampaikan bahwa terhitung mulai 18 Oktober 2026, seluruh produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikat halal, termasuk UMKM. Karena itu, percepatan sertifikasi harus dilakukan agar pelaku usaha tetap bisa beroperasi dan menjaga perputaran ekonomi.
“BPJPH menyiapkan 1.350.000 kuota sertifikat halal gratis, dengan alokasi Jawa
Timur 216.986 kuota. Nah, jika hingga Juni mampu menghabiskan kuota tersebut,
maka setelah itu di awal Juni kita bisa memperebutkan kuota nasional. Sementara
Sidoarjo baru mencapai 38.000 sertifikat, sehingga perlu dukungan Pemkab dan
kolaborasi lintas OPD untuk fasilitasi tambahan serta harus bergerak cepat agar
UMKM tetap bisa berusaha dan perekonomian tetap berputar. Selain itu, diharapkan pembentukan ekosistem halal seperti Zona KHAS (Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat) guna memperkuat pemasaran produk UMKM,” ujar Muhammad Fauzi.
Subandi berharap para pelaku UMKM berlomba-lomba mengurus sertifikasi halal demi meningkatkan daya saing produk Sidoarjo. “Harapannya kita tahu data secara detail, mana yang sudah dan mana yang belum. Dengan data yang update, mekanisme tersebut akan memudahkan kita dalam pemasaran, terutama untuk penjualan barang yang betul-betul sudah ada sertifikasinya,” pungkasnya. (Yl)

Kapolda Sumsel Hadir di Rakor Nasional Ketupat 2026, Sumsel Siap Amankan Arus Mudik Idul Fitri

Palembang, gempurnews.com — Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) Bidang Operasional Kesiapan Operasi Ketupat 2026 yang dipimpin Kapolri di STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Sementara itu, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel mengikuti jalannya rakor secara daring dari Ruang Video Conference Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

Rakor ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor STR/447/II/OPS.1.1./2026 tanggal 24 Februari 2026 tentang kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pelayanan Idulfitri 1447 H .

Rakor nasional tersebut dihadiri para Kapolda se-Indonesia dan kementerian/lembaga terkait guna menyamakan persepsi serta strategi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Dengan kehadiran langsung di Jakarta, Kapolda Sumsel memastikan kebijakan strategis dan arahan Kapolri dapat diterjemahkan secara cepat, tepat, dan presisi di wilayah Sumatera Selatan.

Di tingkat daerah, Wakapolda Sumsel memimpin konsolidasi internal bersama seluruh PJU Polda Sumsel, termasuk unsur Biro Ops, Direktorat Lalu Lintas, Samapta, Brimob, dan fungsi pendukung lainnya .

Pelaksanaan Rakor Linsek di Mapolda Sumsel turut menghadirkan unsur Forkopimda dan instansi strategis, antara lain: Perwakilan Gubernur Sumatera Selatan, Danrem 044/Gapo, Perwakilan Pangdam II/Sriwijaya, Danlanal dan Danlanud Palembang, Dinas PU, Dishub, Disperindag, Dispar, Kemenag, BPBD, Basarnas, BMKG, PT Pertamina, PT Jasa Marga, dan Jasa Raharja

Keterlibatan lintas sektor ini memperkuat pendekatan kolaboratif dalam menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.

Operasi Ketupat Musi 2026 dirancang sebagai operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan publik, keselamatan lalu lintas, serta stabilitas kamtibmas.

Kehadiran Kapolda Sumsel secara langsung dalam forum nasional menunjukkan komitmen kuat jajaran Polda Sumsel untuk selaras dengan kebijakan pusat dan memastikan kesiapan optimal di daerah.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana menegaskan bahwa kesiapan pengamanan Idulfitri harus dilakukan secara terintegrasi.

“Seluruh unsur harus bergerak dalam satu komando. Operasi Ketupat Musi 2026 adalah bentuk pelayanan terbaik kita kepada masyarakat,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa konsolidasi pusat dan daerah berjalan solid.

“Kehadiran langsung Kapolda di Jakarta dan kesiapan jajaran di Mapolda Sumsel menunjukkan bahwa pengamanan Idulfitri 1447 H dilaksanakan secara serius, terukur, dan terkoordinasi,” ujarnya.

MOH.SANGKUT

Polri Gelar Operasi Ketupat 13-25 Maret, Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.

Hal itu diungkapkan Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan operasi ketupat di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

“Oleh karena itu, kita tahun ini melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat yang akan kita mulai dari 13 Maret sampai 25 Maret,” kata Sigit.

Sigit memaparkan, tagline pada tahun ini adalah, ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’. Dalam pelaksanaannya, kata Sigit, akan dikedepankan langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum.

“Tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan,” ujar Sigit.

Sigit juga mengungkapkan, dalam struktur operasi juga sudah dibuat, dan ada sedikit perubahan. Sehingga kemudian Kaopsus yang dipimpin oleh Kakorlantas, betul-betul bisa mengendalikan seluruh jajaran pada saat harus mengambil satu keputusan-keputusan yang bersifat diskresi.

Di sisi lain, Sigit menyatakan, dalam operasi ketupat sebanyak 161 ribu personel gabungan dikerahkan untuk memaksimalkan pengamanan dan pelayanan masyarakat ketika arus mudik dan balik Lebaran.

“Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik,” tutup Sigit.

Kapolri Sarankan Metode First Come First In Cegah Penumpukan Arus Mudik di Pelabuhan

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Rapat digelar di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Salah satu yang menjadi perhatian dalam pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik adalah wilayah Banten. Wilayah ini nantinya akan menjadi para pemudik dari pulau Jawa menyebrang ke pulau Sumatera.

Sigit menuturkan, rekayasa lalu lintas dan pemanfaatan tiga pelabuhan yang ada akan dilakukan dalam arus mudik dan balik Lebaran 2026.

“Pada situasi hijau di Pelabuhan Merak ada 7 dermaga yang dimanfaatkan, ada jalan kaki, roda 4 penumpang, dan seterusnya. Situasi hijau antrean dalam keadaan normal. Kemudian situasi kuning, antrean kendaraan sampai dengan SPBU Cikuasa Atas. Dan situasi merah manakala antrean kendaraan sampai dengan Gerbang Tol Merak,” kata Sigit.

Kemudian untuk di 3 dermaga di wilayah Pelabuhan Ciwandan, kata Sigit, pengaturan juga sama saat situasi hijau, kuning, dan merah.

Kemudian di Pelabuhan BBJ, khusus untuk truk tangki, truk tronton dan alat berat, pihaknya juga membagi situasi yang sama. Ada situasi hijau pada saat arus lancar, situasi kuning pada saat kendaraan sampai dengan pintu masuk pelabuhan, dan situasi merah pada saat buffer zone di PT SMI dan di Jalan Lingkar sudah tidak bisa menampung.

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan khususnya pada puncak arus mudik, ia menyarankan menggunakan metode first come first in.

Sebab, lanjutnya, kalau melihat dari kapan para pemudik membeli tiket kapal dan kemudian harus masuk sesuai dengan tanggal yang ada di tiket kapal, akan mengakibatkan terjadinya potensi penumpukan.

“Jadi di puncak arus mudik, kami mohon izin kepada stakeholder terkait, siapa yang datang duluan dia langsung masuk kapal. Oleh karena itu mohon juga ada kebijakan-kebijakan terkait dengan hal-hal yang menyangkut penyeberangan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.

Sigit memaparkan, tagline pada tahun ini adalah, ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’. Dalam pelaksanaannya, kata Sigit, akan dikedepankan langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum.

Walikota Cimahi,Sambangi Warga Sukawargi Kelurahan Cibabat di Masjid Alhasanah

Cimahi,Senin(02/03/2026)
Pemerintah di Kota Cimahi memanfaatkan momentum Ramadan 1447 Hijriah/2026 untuk memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat melalui program Safari Ramadan yang berlangsung dari 24 Februari hingga 12 Maret 2026.

Kegiatan ini digelar di berbagai masjid yang tersebar di 15 kelurahan dan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi keagamaan, hingga perangkat daerah.

Program tersebut tidak hanya menjadi ajang ibadah dan silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana menyerap aspirasi warga secara langsung di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengawali rangkaian Safari Ramadan dengan mengunjungi Kelurahan Cibabat, tepatnya di Masjid Al Hasanah,

Dalam kunjungan tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan lingkungan, mulai dari infrastruktur hingga fasilitas umum.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ngatiyana langsung menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan peninjauan lapangan guna memastikan adanya tindak lanjut nyata.

Ia menegaskan, pembangunan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah tersedia.

“Pemerintah akan terus hadir untuk merespons kebutuhan masyarakat. Namun, keberlanjutan pembangunan juga membutuhkan peran serta warga dalam merawat fasilitas yang ada,” ungkap Ngatiyana.

Achmad Syafei.