HomeJawa TimurKopi Luwak Liar Lumajang Miliki Prospek Menjanjikan

Kopi Luwak Liar Lumajang Miliki Prospek Menjanjikan

 

LUMAJANG — Kabupaten Lumajang merupakan salah satu daerah yang memiliki aneka keragaman, salah satunya potensi pangan lokal jenis kopi. Sebagian wilayah di Lumajang memiliki areal perkebunan kopi yang sangat berpotensi, seperti wilayah Kecamatan Pasrujambe, Senduro, Gucialit dan Tempursari.

Adapun jenis kopi terbaik yang dihasilkan dari anugerah tanah yang subur Lembah Semeru Kabupaten Lumajang diantaranya, Kopi Robusta, Kopi Arabika, Kopi Ekselsa/Kopi Nangka dan Kopi Luwak liar yang kapasitasnya terbatas.

Di Desa Nguter Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang ada salah satu Produsen Kopi Luwak Liar, Rival Muzaqi misalnya. Ia mengatakan bahwa Kopi Luwak merupakan salah satu kopi yang paling populer dari Indonesia, dan Kopi Luwak dianggap sebagai kopi termahal di dunia karena kelangkaannya dan rasanya yang eksotis.

Advertisement

Selain itu, Kopi Luwak Liar merupakan kopi spesialti atau kelas premium yang memiliki cita rasa tinggi, karena cita rasa yang dimilikinya sangat lembut dan ramah di lambung, sehingga membuat kopi ini dicintai oleh banyak orang.

“Usaha produksi Kopi Luwak Liar, saya mulai di tahun 2015 lalu. Awalnya, para petani kopi di Lumajang mengeluhkan adanya hama kopi seperti luwak, karena buah kopi sering dimakan oleh hewan luwak sehingga hasil panen kopinya menjadi menurun,” kata dia saat dimintai keterangan melalui telepon selulernya, Selasa (28/7/2020).

Rival juga mengatakan, berawal dari kejadian tersebut, dirinya mempunyai gagasan untuk memanfaatkan kotoran hama pemakan buah kopi/ luwak agar dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, karena kopi luwak liar memiliki harga yang mahal.

Adapun faktor lain yang membuat Kopi Luwak terkenal adalah proses pembuatannya, karena kopi tersebut berasal dari kotoran hewan sejenis musang bernama luwak. Dan, Luwak-luwak tersebut memakan biji kopi, setelah mencernanya, luwak kemudian mengeluarkan biji kopi bersama kotorannya.

“Harga Kopi Luwak Liar ini memang mahal, karena proses mengolahnya membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup panjang. Untuk itu, saya memberdayakan sejumlah masyarakat yang ada di sekitar perkebunan kopi, untuk mengumpulkan kotoran luwak. Dan, setelah kering bisa diantar ke saya untuk dikulak,” ujarnya.

Selain itu, dikatakan Rival, bahwa untuk setiap harinya, jumlah produksi Kopi Luwak Liar yang dihasilkannya sekitar 5 pcs yang dikemas dengan neto 200 gram, yang nantinya dijual dengan harga yang berkisar Rp130.000 per pcs.

Kemudian untuk pemasarannya, produk Kopi Luwak Liar Kabupaten Lumajang telah dapat memenuhi permintaan dari dalam maupun luar daerah, bahkan hingga keluar negeri, seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan, Qatar dan Jepang.

“Produk Kopi Luwak Liar kami telah bisa sampai luar negeri, karena banyak rekan dan teman yang bekerja sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia, red) yang pulang ke Indonesia, dan saat kembali berangkat ke luar negeri membawa produk Kopi Luwak Liar untuk dapat dijual di negara tempat mereka bekerja,” terang dia.

Dirinya berharap, agar ke depan pemerintah memberikan dukungan kepada UMKM yang mengelola produk lokal daerah, dengan memfasilitasi maupun pendampingan-pendampingan sehingga dapat mengangkat potensi yang ada di Kabupaten Lumajang.

“Kami juga berharap, agar pemerintah daerah juga membantu untuk melestarikan populasi hewan luwak di Lumajang, dengan membuat peraturan yang melarang perburuan liar sehingga ekosistem dapat selalu terjaga dengan baik,” harapnya. (Kom/red)

RELATED ARTICLES

Most Popular