Pengrajin Cobek Batu, Buang : Nikmatkan Rasa Sambal

0
11

LUMAJANG – Meski ada peralatan modern yang juga berfungsi untuk menghaluskan cabai dan bumbu yang menjadi bahan utama pembuat sambal, namun membuat sambal menggunakan cobek batu masih diyakini lebih sedap rasanya.

“Dibalik nikmatnya menyantap sambal, juga ada cobek yang menjadi kunci rahasianya,” kata Padmi, penjual rujak di Desa Yosowilangun Kidul kepada Gempurnews, Selasa (24/10/2020).

“Cobek batu memiliki manfaat dan keunggulan tersendiri dibanding dengan jenis cobek lainnya, yakni memiliki kualitas yang kuat, tahan lama dan tidak mudah rontok, sehingga bahan makanan yang dihaluskan tidak akan tercampur dengan serpihan batu dari cobek,” jelas Padmi.

Sementara seorang pengrajin Cobek Batu asal Kecamatan Tempeh, tepatnya Dusun Krajan Barat Desa Sumberjati, Buang Suprapto (57th) mengatakan bahwa, dari beragam jenis cobek, ada salah satu cobek yang diyakini memiliki keunggulan dalam membuat bahan makanan, yaitu cobek batu.

Tak hanya itu, cobek batu juga telah dikenal handal dalam proses menghancurkan dan menghaluskan bahan makanan, seperti cabai, bawang dan bumbu yang menjadi dasar pembuatan sambal.

“Jadi cobek batu ini memiliki keunggulan tersendiri dibanding dengan cobek yang lain, yakni dapat menghancurkan sekaligus lebih memperhalus bumbu yang menjadi bahan makanan,” kata dia saat dimintai keterangan di kediamannya, Rabu (28/10/2020).

Buang juga menjelaskan, dalam proses pembuatan, biasanya material yang digunakan adalah batu kali, batu gunung, atau batu andesit. Namun dalam hal ini dirinya mengambil batu yang letaknya berada di pantai selatan.

“Untuk bahan materialnya kita ambil yang bagus dan rapet, sehingga dapat mempermudah dalam proses pembuatannya,” jelasnya.

Sampai saat ini, cobek batu miliknya juga telah laris manis di pasaran, bahkan telah tembus hingga luar Daerah Kabupaten Lumajang, empat di antaranya yakni Jember, Banyuwangi, Ngawi dan Surabaya.
Uniknya, cobek tersebut bisa dibentuk atau dibuat menyerupai hewan-hewan, seperti ikan dan burung. Sementara untuk harga dibandrol sesuai dengan ukuran pesanan.

“Jadi ini sesuai ukuran pesanan, kalau 19 cm harganya Rp25.000, 20 cm: Rp30.000, 23 cm: Rp50.000 dan 30 cm: Rp100.000,” pungkasnya. (red)