
SURABAYA – Pasca penetapan pengurus yang sah secara kelembagaan, Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) juga menggelar lemdik jurnalistik angkatan I tahun 2020 di hotel Square Surabaya pada, Sabtu (31/10/2020).
Menyatukan misi dan visinya dalam sinau bareng mulai dari pemula menjadikan wartawan yang profesional dan wartawan yang sejati. Dengan kesederhananya namun acara perdana lemdik ini terlihat sangat menarik, pasalnya narasumber dalam kali ini adalah Darmantoko dan Abdul Muiz yang merupakan wartawan senior yang sudah merasakan asam garam dunia jurnalistik.
Sesi pertama disampaikan Darmantoko dihadapan perserta lemdik KJJT, wartawan harus menjadi sosok yang betul-betul berkualitas dalam profesinya.
“Wartawan harus mempunyai wawasan yang luas, dimana nantinya kita akan menyajikan sebuah pemberitaan yang betul betul akurat, berimbang dan sesuai fakta,” jelasnya (31/10/2020).
Masih kata Darmanto, setiap wartawan harus mampu menguasai literasi penulisan berita.
“Maka dari itu sering membaca dan jangan segan-segan untuk sinau bareng bersama KJJT agar mampu membuat berita yang betul-betul memenuhi unsur informasi yang formatif, beredukasi dan faktual,” Imbuhnya.
Sesi kedua pada lemdik KJJT diisi oleh Abdul Muiz, wartawan senior yang pernah berkarir di Jawa Pos selama 30 tahun ini, memberikan materi penulisan berita dengan gayanya yang terlihat heroik, namun mudah dimengerti dan dicerna oleh siswa lemdik.
Pada dasarnya wartawan itu harus menguasai materi untuk menulis sebuah berita.
“Wartawan itu harus bisa menulis dan jangan asal dalam penulisan, malah pusing nanti pembacanya,” jelas Muiz yang gemar pancal sepeda gunung ini.
Mantan pimimpin redaksi Jawa Pos Biro Saudi Arabia tahun 2009 ini, juga tidak segan untuk memberikan resep andalan untuk menjadi wartawan yang berkualitas.
Muiz menjelaskan, syarat menulis berita itu harus timeline atau baru terjadi, masih jadi bahan pembicaraan, berpengaruh luas, ketokohan, serta kedekatan.
“Rekan-rekan sebagai wartawan harus paham dan ingat unsur 5 W+1 H (what, where, when, who, why, dan how) dalam penulisan. Itu harus dalam sebuah berita,” imbuh Muiz yang pernah juga menjabat sebagai eksekutif produser JTV 2002-2007.
Sementara itu, Ade ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur mengucapkan terima kasih kepada dosen KJJT. Yang sudah meluangkan waktunya untuk memberikan materi-materi kepada peserta lemdik.
“Saya ucapkan terima kasih kepada para dosen KJJT yang sudah mau meluangkan waktunya untuk mendidik dan memberikan materi-materi dasar tentang karya jurnalistik,” ucap Ade.
Ade juga menyampaikan kepada peserta lemdik angkatan pertama Komunitas Jurnalis Jawa Timur. Peserta akan di didik oleh orang-orang hebat di KJJT
“Di KJJT banyak orang hebat dan bakal mencetak wartawan hebat, meskipun banyak cibiran diluar tentang kita. Yang penting kita disini masih diperhatikan oleh orang hebat yang dulu pernah menjadi predikat terbaik di dunia kejurnalistikan.” (hen)
