KPK Tetapkan Wali Kota Cimahi dan Komisaris RSU Kasih Bunda Sebagai Tersangka

0
15

CIMAHI – KPK menetapkan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priantna dan Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan, sebagai tersangka dalam kasus suap perizinan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda. Kedua tersangka akhirnya ditahan selama 20 hari terhitung sejak hari Sabtu, (28/11/2020).

KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa peerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020. Hal itu sebagaimana dikatakan Firli saat jumpa pers, Sabtu 28 November 2020, dikutip Suara.com dari Antara.

Wali Kota Cimahi Ajay, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 199 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Hutama, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus ini, Ajay diduga menerima suap Rp1,661 miliar dari kesepakatan awal Rp3,2 miliar. Pemberian tersebut, dilaporkan, terjadi sejak 6 Mei 2020 dan pemberian terakhir pada 27 Nobember 2020. (tim)