Warga Semarang Buru Batik Lawasan Jelang Akhir Tahun

0
9

SEMARANG – Menjelang libur akhir tahun 2020, sejumlah gerai batik di Kota Semarang pun dipadati sejumlah pengunjung. Pandemi Covid-19 tak menyurutkan warga untuk berburu beragam motif batik.

Meski aktivitas perdagangan batik sempat menurun, kini pembelian batik secara langsung di pusat-pusat perbelanjaan maupun gerai-gerai di Kota Semarang kembali bergeliat.

Dari pantauan, seperti di gerai batik Benang Ratu Majapahit, Jalan Brigjen Katamso Semarang, terlihat tak sedikit pengunjung yang memadati gerai tersebut untuk berbelanja batik, Kamis (24/12/2020).

Pengunjung tetap diwajibkan mengedepankan penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Sementara guna memenuhi kebutuhan batik di akhir tahun ini, manajemen Benang Ratu telah menyiapkan beragam motif batik, termasuk kombinasi motif batik lawasan dengan batik kekinian.

Store Manager gerai Benang Ratu Majapahit, Apriana Panca Kartikasari mengatakan, meski di awal pandemi Covid-19 sempat mengalami penurunan namun peminat batik tak pernah pudar.

“Awal-awal Covid pada bulan Maret masih lumayan. Yang paling terasa menurun di bulan April hingga 40 persen. Tapi Alhamdulillah, mulai September-Oktober sampai sekarang naik lagi dan kembali normal,” kata Apriana, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, kombinasi motif batik lawasan dengan batik kekinian saat ini memang sedang diminati konsumen. “Batik lawasan itu seperti motif parang, kawang dikombinasikan dengan batik kekinian dengan motif hewan, bunga dan sejenisnya,” katanya.

Namun demikian, konsumen juga ada yang suka motif warna netral. Sehingga pihaknya juga menyediakan motif-motif yang sesuai peminat pasasr. “Ya lumayan ramai dengan membuat motif kombinasi, karena memang memproduksi sendiri,” ujar dia.

Untuk tren motif batik di 2021, kata dia, tak jauh beda di tahun ini yakni motif kombinasi, netral dan ngejreng. Sementara dalam menyiasati pandemi Covid yang berkepanjangan, pihaknya juga melakukan promo melalui media sosial seperti instagram story hingga penjualan secara online dengan bebas ongkos kirim.

“Sejak pandemi kita sudah lakukan penjualan lewat online dengan free ongkir. Promo juga kita lakukan lewat instagram story. Ya ada peningkatan sebesar 50 persen lewat belanja online,” ujarnya. (red)