SMAN-1 Muara Teweh Menjadi Zero Bullying dan Anti Kekerasan

983 0

BARITO UTARA-Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMAN-1) Muara Teweh Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Deklarasi dan Launcing Program Roods Indonesia Program Anti Kekerasan dihadiri Sekretaris Daerah Drs.Muhlis, Kepala Sekolah SMAN-1 Muara Teweh Rajikinoor,S.Pd serta siswa-siswi didik dilaksanakan di halaman  SMAN1 Muara Teweh, Senin (20/12/2021)

“Saya atas nama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Barito Utara,mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mampu menyelenggarakan acara ini,semoga acara ini tidak menjadi ceremonial semata,akan tetapi benar-benar dilaksanakan,”kata Sekretaris Daerah Drs.Muhlis.

Bupati Barito Utara,H. Nadalsyah dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekretaris Daerah mengatakan, dewasa ini banyak sekali kasus perundungan atau bulying dan kekerasan yang menimpa pelajar sekolah,baik yang dilakukan sesama siswa maupun dari oknum tenaga pengajar.

Besar harapan saya melaluli momentum deklarasi dan launcing program Roods Indonesia program perundungan ini, semoga di Kabupaten Barito Utara dan khususnya di SMAN-1 Muara Teweh,tidak terjadi kasus perundungan dan  bullying,”katanya Muhlis. 

Dari 10(Sepuluh)Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada, dapat kita bayangkan dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah,3 (tiga) diantaranya justru dari Kabupaten Barito Utara. “Ini suatu prestasi yang luar biasa dengan melewati proses yang panjang, tiga SMA di Barut ini bisa dipilih,”ungkapnya. 

Di tempat yang sama, Kepala SMAN-1 Muara Teweh Rajikinnor,S.Pd mengatakan,Alhamdulillah pada hari ini bisa melaksanakan Deklarasi Roods Day,atau bisa disebut agen anti perundungan yang bertujuan.Dengan menetapkan 30 orang agen perubahan akan menjadi motor penggerak,sehingga  di SMAN-1 Muara teweh nantinya akan dan harus terjadi Zero Bully.”Ini Kuncinya,”kata Kepsek SMAN-1 Muara Teweh.

Jadi mereka kata Rajikin panggilan akrab Kepsek SMAN-1 ini, setelah dilatih selama dua bulan   
Oleh instruktur, mulai hari ini akan bekerja sebagai Agen perubahan di SMAN-1 Mara Teweh.”Sekecil apapun Bullying di sekolah itu harus ditiadakan,inilah tujuan dan kunci dari deklarasi Agen anti perundungan ini,”katanya.

Sebagai salah satu sekolah penggerak,wajib melaksanakan kegiatan anti perundungan.Karena merupakan salah satu program dari sekolah penggerak,disamping program-program lainnya. “Hari ini sudah di deklarasikan di SMAN-1 Muara Teweh,kita akan berusaha dimasa yang akan datang tidak ada lagi perundungan sekecil apapun,”tegasnya.

Rajikinoor menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat SMA, khususnya Pustaka dan  UNICEF, kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati Barito Utara, Kapolres Barut yang selalu memantau kegiatan anti perundungan di SMAN-1 Muara Teweh menjadi zero Bullying.

Tiga puluh Agen perubahan dinamakan, mereka harus menularkan dan meredam ke 706 siswa di SMAN-1 Muara Teweh.”Satu orang Agen Perubahan itu harus mendapatkan teman 25 orang dan dari 25 orang temannya itu tidak lagi melaksanakan perundungan sekecil apapun di sekolah.”Di Barito Utara ada tiga SMA yang menjadi sekolah penggerak yakni SMAN-1 Muara Teweh, SMA 4 Muara Teweh dan SMA  2 Gunung Timang serta wajib melaksanakan Deklarasi Program Anti Perundungan ini, karena  merupakan program inti dari sekian banyak program di sekolah penggerak,”pungkasnya. (SS).

Related Post