BARITO UTARA- Seusai acara pengukuhan ketua dan pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), yang telah dikukuhkan Juma’at pagi tadi oleh Pj. Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis. Sebagai Ketua FPK Pujiono dan Ketua panitia Penyelenggara FPK Mangara Harianja, SH menyapaikan klarifikaai dan permohonan maaf kepada kesukuan atau paguyuban yang belum bergabung atau belum terdaftar di dalam FPK Barito Utara, Juma’at petang (15/12/2023).
Kedatangan dua orang pengurus FPK Barito Utara, yang baru dilantik tersebut yaitu Pujiono dan Mangara Harianja, bertemu dan menghadap Kabankesbangpol, Rayadi di ruang kerjanya. Masksud dan tujuan mereka berdua itu untuk mengklarifikasi dan menyampaikan permohonan Maaf, kepada suku atau paguyuban yang masih belum terakomodir dan belum didaftarkan di dalam FPK dan telah berjalannya acara pengukuhan pengurus FPK Barito Utara beberapa jam yang telah berlangsung.
Ketua Panitia penyelenggara acara pengukuhan pengurus FPK dalam pertemuan itu, Mangara Harianja mengatakan bahwa kami dari panitia FPK ini, kedepan ketika ada suku-suku atau Paguyuban yang belum bergabung di FPK ini, dengan senang hati dan dengan tangan terbuka kami siap menerimanya.
“Terkait adaya Paguyuban yang belum terundang pada acara pagi tadi itu sama sekali tidak ada unsur sengaja, kami dari panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya, ” ucapnya.
Permohonan Maaf itu juga dilontarkannya, kepada khususnya masyarakat Kabupaten Barito Utara dan Umunya bagi waraga Paguyuban yang dari luar Barut dan telah menjadi warga tetap di Kabupaten Barito Utara, yang belum sempat terdata untuk didaftarkan ke dalam kepengurusn FPK.
Selanjutnya didalam pertemuan yang sama ketua FPK Barito Utara, Pujiono di Kantor Kesbangpol Barut dirinya juga menyampaikan permohonan maaf, kepada warga Barito Utara apabila ada dalam pelaksanaan atas terselenggaranya acara pengukuhan kepengurusan FPK dan juga didapati warga yang masih belum masuk dan terdaftar kedalam kepenguruaan atau keanggotaan FPK Barito Utara.
Dalam hal ini, Dia juga jelaskan bahwa masih banyak Paguyuban waga Barito Utara, yang belum mendafatarkan diri sehingga belum sempat dimasukan ke dalam kepengurusan FPK.
“Dikatakan Pujiono, pada perinsifnya kita ini di bentuk berdasarkan Permendagri nomor 34 tahun 2006 tentang FPK yang tercantum dalam Bab I pasal I ayat 2 bahwa pembinaan pembauran kebangsaan adalah upaya dilakukan oleh Pemerintah bersama masyarakat, untuk terciptanya iklim yang kondusif memungkinkan adanya perubahan sikap agar menerima kemajemukan masyarakat dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.
Maka dengan atas seijin Pemkab Barito Utara, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), agar sama- sama ada saling keterbukaan, kami mempersilakan bagi warga Barito Utara atau baik itu warga luar Barito Utara yang menetap di Barut, kami persilakan koordinasi atau konsultasi di sekretariat FPK di jalan A. Yani belakang Kantor Pemda Barito utara, “jelasnya.
Kepala Badan Kebangsaan dan Politik Kabupaten Barito Utara, Rayadi menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pengukuhan ketua dan pengurus FPK Barito Utara.
Kabankesbangpol, dirinya sangat berayukur dan bangga atas penyelenggaraan acar ini, terkait dengan adanya tadi masyarakat kita merasa masih belum di undang dan belum terakomodir dalam wadah rumah besar FPK. tadi Kabankesbangpol kira itu, hal yang biasa dan harus menyambut dengan baik dan bergembira, artinya dengan hidup kita tau ternyata masih ada saudara- saudara kita, masyarakat Paguyuban kita yang sama dengan keinginan kita, untuk menjadi bagian perekat bangsa, yang masih belum terhimpun menjadi satu wadah di dalam FPK.
Sesuai dengan arahan Pj. Bupati tadi pagi, bahwa FPK ini sesegeralah kedepannya menginfentarisir warga Paguyuban atau suku, yang masih belum sempat terhimpun selama ini agar bisa dihimpun sesegera mungkin, sekali pun itu harus melakukan revisi Surat Keputusan (SK), “jelas Rayadi.
Kabankesbangpol, mengimbau kepada semua pihak untuk menggunakan dan memanfaatkan kesempatan itu, apalagi niat dan makaud serta tujuan kita semua sama. Ini dengan semangat yang sama, yakni untuk membina kerukunan, kedamaian, persatuan sehingga pada gilirannya masing- masing hidup kita ini, menjadi bagian perekat bangsa, “harap Kabankesbangpol Rayadi. (SS)
