BARITO UTARA- Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Kalteng) menggelar Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni tahun 2024 dilaksanakan dengan penuh khidmad, bertempat di halaman Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Barito Utara, Sabtu (1/6/2024), pagi.

Upacara peringatan hari lahirnya Pancasila ini, sebagai inspektur upacara dipimpin oleh Penjabat (Pj). Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis, Ajudan upacara dari Humas Setda Barito Utara, Sahid Pambudi, S. STP. M. IP, sebagai perwira upacara dari Kasbangpol, Muriadianoor, Komandan upacara Pasi Ter Kodim 1013 Muara Teweh, Lettu Czi Ahmad Munir, pembacaan UUD- 1945 oleh Lurah Lanjas, Romiadi Bachrul.
Pada upacara tersebut dihadiri Pj. Sekda Barito Utara, Drs. Jufriansyah, M. AP, Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, perwakilan instansi Vertikal, Dandim 1013 Muara Teweh beserta jajarannya, Polres Barito Utara beserta jajaranya dan seluruh peserta upacara.
Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasial (BPIP) Republik Indonesia, dibacakan oleh Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara, Drs. Muhlis menyampaikan momentum yang sangat bersejarah ini, saya mengajak komponen bangsa dimana untuk bahu membahu membumikan nilai- nilai Pancasila kedalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Pancasila terbukti mampu mempersatukan kita dalam menghadapi beragam gelombang tentangan dan ujian sejarah, sehingga sempai dengan saat ini Indonesia tetap berdiri kokoh dan tangguh sebagai bangsa yang besar. Sedangakan sebagai leitstar dinamis, Pancasila merupakan bintang yang menuntun dan membawa Indonesia pada gerbang kemajuan dan kemakmuran di era globalisasi teknologi dan informasi sekarang ini,” kata Muhlis.
Dilanjukannya, Pancasila harus senantiasa kita jiwai dan pedomani agar menjadi ideologi yang bekerja, yang dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh seluruh tumpah darah Indonesia.
Selain regulasi yang berlandaskan pada semangat dan jiwa Pancasila, kita juga perlu tercermin dari etika integritas, dan karakter para pemimpin dan rakyat lndonesia.
Perkembangan situasi global yang ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi yang begitu pesat menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa lndonesia. Pancasila diharapkan menjadi filter agar bangsa lndonesia tidak mengalami disorientasi di masa depan. Pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini yang ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi dan ponsel pintar (smartphone) dalam mengakses informasi melalui beragam Media harus dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk menyiarkan narasi positif yang mencerminkan aktualisasi nilai- nilai Pancasila ditengah kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengurusutamakan Pancasila dengan metode dan cara- cara kekinian dalam menyongsong bonus monografi yang akan meenempatkan kaum milenial dan Gen- Z sebagai pelaku utama pembangunan bangsa. Dengan semangat Pancasila yang kuat, saya yakin seluruh tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia akan dapat diatasi,” ucapnya saat membacakan Pidato Kepala BPIP.
Terlebih, ditengah krisis global yang terjadi, Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi, sosial dan politik.
Keberhasilan tersebut tentu merupakan sembangsih gotong- royong seluruh anak bangsa dengan ideologi Pancasila sebagai fondasi dasarnya. Kita juga patut bersyukur dan bangga bahwa bangsa Indonesia telah terbuka menjadi bangsa yang dewasa dalam demokrasi, berbangsa dan bernegara.
“Kita harus bersyukur dan bangga telah melewati pemilihan umum yang demokratis secara aman dan damai demi tegaknya kedaulatan rakyat, konstitusi serta persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya. (SS)






