HomeJawa TimurTulungagungMasyarakat Ngasbuntung Tulungagung Guyup Rukun Rayakan Tradisi Lebaran Ketupat.

Masyarakat Ngasbuntung Tulungagung Guyup Rukun Rayakan Tradisi Lebaran Ketupat.

GempurNews. Tulungagung, 6/4/2025. Dalam momentum perayaan Hari raya idul fitri selalu diperingati oleh masyarakat dengan berbagai cara salah satunya dengan menggelar tradisi keagamaan dimasing-masing wilayah.

Setiap warga masyarakat di daerah tradisi yang berbeda-beda dalam merayakan Hari Raya IdulFitri. Salah satunya yaitu tradisi ‘Kenduri Kupatan’ yang dilakukan warga Dusun Ngasbuntung desa Banjarsari Kecamatan ngantru Kabupaten Tulungagung


Tradisi ini dilakukan untuk merayakan hari raya Ketupat yang biasanya jatuh pada satu minggu setelah hari raya Idulfitri atau tepatnya setiap tanggal 7 Syawal sebagai simbol berakhirnya lebaran di tahun tersebut. 

Advertisement

Menjelang digelarnya acara kenduri kupatan ini, warga akan mempersiapkan hidangan khas lebaran, seperti ketupat, lontong, opor, sayur santan dan lain sebagainya di rumah masing-masing. Kemudian hidangan tersebut diletakkan di wadah besar baik nampan maupun ember.

Acara kenduri ini dimulai dimalam hari sekitar pukul 07:00WIB, warga dengan antusias berkumpul sambil membawa hidangan yang telah dipersiapkan di rumah dibawa kelapangan masing-masing tempat sudah disediakan oleh panitia.

Setelah semuanya berkumpul, warga duduk dengan rapi dan menggelar doa bersama yang dikhususkan untuk ahli kubur atau keluarga yang sudah meninggal dengan dipimpin oleh ustadz atau tokoh masyarakat setempat. 

Setelah doa selesai, agenda selanjutnya adalah makan bersama berbagai aneka sayuran yang sudah dibawa oleh masing-masing warga akan dimasukan ke dalam satu wadah dan dicampur menjadi satu.

Setelah tercampur rata, mereka akan membagikannya kembali ke warga yang menghadiri acara tersebut ada dari luar wilayah.

Begitu pula dengan ketupat, dan warga akan menukarkan ketupat mereka dengan ketupat milik warga lain. Inilah yang membuat tradisi ini unik dimana warga setempat dapat saling merasakan masakan antar warga yang membuat tali kerukunan semakin erat.

Setelah prosesi doa bersama selesai, warga akan berderetan dengan makan ketupat sudah disajikan dengan dihibur musik elekton tgl 6/4/2025. 

Dalam penyampaian ketua panitia “Tamim” simbol permohonan ampun kepada Allah swt atas kesalahan, tradisi kupatan ini juga dilakukan untuk mempererat tali shilaturami antar sesama,pungkasnya
Penyampaian dari warga setempat shiher BPD dusun Ngasbuntung sangat mendukung dan berharap acara kupatan tetap diadakan tiap setahun sekali, karena selain ajang silaturahmi juga mempererat persaudaraan antar sesama warga khususnya warga dusun Ngasbuntung mudah-mudahan kedepannya lebih meriah lagi, tutupnya ..[sdr]

RELATED ARTICLES

Most Popular