
Ritual Suro di Klitik: Pemuda dan Warga Bersatu Dalam Doa dan Tradisi Leluhur
Pasuruan – Dusun Klitik, Desa Ampelsari, Kecamatan Pasrepan, kembali menggelar tradisi Sedekah Bumi yang menjadi penanda datangnya bulan Suro atau Muharram 1446 H. Diselenggarakan pada Jumat Legi (18/07/25), acara ini berlangsung khidmat dengan diiringi lantunan sholawat dari jam’iyyah Arriyadl dan kehadiran ratusan warga dari berbagai kalangan.
Lebih dari sekadar ritual tahunan, Sedekah Bumi menjadi ruang spiritual yang merekatkan hubungan antarwarga, mempererat nilai gotong royong, dan menanamkan rasa syukur atas limpahan berkah dari Sang Pencipta.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemuda setempat yang tergabung dalam Organisasi Arek Klitik (OSAKI). Mereka tampil sebagai penggerak utama di balik suksesnya seluruh rangkaian acara—dari awal hingga akhir—yang berjalan lancar dan tertib.
Iwon Suryo, perwakilan pemerintah desa, mengaku terkesan dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh lapisan masyarakat:
“Ini bukan kerja satu dua orang, ini kerja kolektif yang patut diapresiasi. Pemuda OSAKI patut jadi contoh.”
Sementara itu, H. Ahmad Baroza, tokoh masyarakat yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pasuruan, menyampaikan makna yang lebih dalam dari kegiatan ini:
“Kita tidak sedang sekadar melestarikan adat. Ini adalah momentum memperkuat spiritualitas, membangun kesadaran sosial, dan menjaga jati diri budaya lokal.”
Acara ditutup dengan pembagian hasil bumi dan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan yang ingin dibagikan kepada semua. Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga perwujudan nilai-nilai Islam yang hidup di tengah masyarakat.
(Qomar)










