
Srikandi dan PIKK PLN Madura Dukung Pamekasan Wujudkan Sekolah Ramah Anak Bebas Perundungan
PAMEKASAN, 4 Desember 2025 – Menjelang peringatan Hari Ibu pada 20 Desember mendatang, Srikandi dan Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) PLN UP3 Madura menunjukkan komitmen kuat mereka terhadap perlindungan anak dengan berpartisipasi aktif dalam seminar bertajuk “Wujudkan Sekolah Ramah Anak Bebas Perundungan”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Pendidikan yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Azana Style Pamekasan, pada Kamis, 4 Desember 2025. Kehadiran seribuan guru dan berbagai stakeholder Pamekasan dalam acara tersebut mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat, khususnya kalangan pendidik, dalam merespons isu krusial perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Keikutsertaan PLN UP3 Madura ini menegaskan dukungan korporasi BUMN terhadap terciptanya ekosistem pendidikan yang aman dan suportif.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber terkemuka: Dr. Risman Musa, M.A. dan psikolog keluarga ternama, Ibu Elly Risman, Psi.
Dr. Risman Musa menyoroti bahwa perundungan seringkali berakar dari pola asuh yang kurang efektif atau lingkungan keluarga yang tidak stabil. Beliau menekankan pentingnya komunikasi dua arah dan empati dalam keluarga. Sementara itu, Ibu Elly Risman, dengan keahliannya di bidang psikologi anak, secara khusus menyoroti peran vital seorang ayah.
”Kehadiran seorang ayah, bukan hanya secara fisik, namun secara emosional, sangat krusial. Ayah yang hadir dan terlibat akan membentuk rasa aman (sense of security) yang kuat pada anak, sehingga anak lebih tahan banting dan tidak mudah menjadi korban atau pelaku perundungan,” jelas Ibu Elly. Kedua narasumber sepakat bahwa pencegahan perundungan harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
Aliefia Kandida Aisyah, salah satu Srikandi PLN UP3 Madura yang hadir, menyampaikan bahwa seminar ini memberikan perspektif dan ilmu praktis yang berharga, yang tidak hanya relevan untuk guru dan sekolah, tetapi juga harus dipraktikkan di seluruh lini masyarakat.
”Pelajaran yang kami dapat hari ini harus segera diimplementasikan, mulai dari rumah, lingkungan sekolah, bahkan di tempat kerja, serta masyarakat umum,” ujar Aliefia.
Aliefia juga menekankan bahwa tugas seorang ibu telah berkembang jauh melampaui peran tradisional. ”Tugas seorang ibu kini bukan hanya mengandung, melahirkan, dan membesarkan. Lebih dari itu, ibu harus memastikan anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang baik sekaligus perlindungan yang utuh, terutama rasa aman dari ancaman perundungan,” tutupnya.
Partisipasi aktif Srikandi dan PIKK PLN UP3 Madura ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan tidak hanya dalam menyediakan energi listrik yang andal, tetapi juga dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan terlindungi di wilayah operasinya, khususnya Pamekasan.










