Home / Jawa Timur / Jadi Ajang Maksiat, Hingga Ditemukan Celana Dalam Wanita Paskah Karnaval Sound Horeg, Kiai & Tokoh Masyarakat Rembang Pasuruan Tolak Karnaval Sound Horeg

Jadi Ajang Maksiat, Hingga Ditemukan Celana Dalam Wanita Paskah Karnaval Sound Horeg, Kiai & Tokoh Masyarakat Rembang Pasuruan Tolak Karnaval Sound Horeg

Puluhan kiai dan tokoh masyarakat Kecamatan Rembang Pasuruan berkumpul di kediaman KH. Badrus Shofi mengadakan pertemuan membahas Masalah sound horeg. Puluhan kiai dan tokoh masyarakat Rembang, Pasuruan itu kumpul dalam Forum Himpunan Tokoh Masyarakat Rembang (HTMR).

Kiai dan tokoh masyarakat tersebut diantaranya adalah KH. Badrus Shofi, Gus Miftah Farid, Gus Zabur Nur Salim, KH. Abdul Ghofur pengurus PC NU Bangil, KH. Burhan Bustomi, KH. Hasbullah, , KH. Abdul Wahab Ma’sum (Ketua MWC NU dan Ketua MUI Rembang) ,Gus Aqib Pajaran, Kiai Mas Hasin Pajaran, KH. Sulton, Rois Surya MWC NU Rembang , Gus Zainul Ketua Lesbumi MWC NU Rembang , KH. Burhan Bustomi , Gus Masud Wahyudi, Ketua PAC Ansor Rembang Gus Abdul Chalim, Gus Damanhuri , Krengi, Rembang, Mukhammad Yani , Kepala Desa Rembang , Gus Mukhbir dan beberapa tokoh pemuda Rembang. (HTMR)

Acara tersebut diinisiasi oleh Gus Miftah Farid, KH. Badrus Shofi dan Gus Zabur Nur Salim, pembahasan sound horeg karena makin meresahkan masyarakat. Demikian kutiban release yang dikeluarkan oleh HTMR.

KH. Badrus Shofi menjelaskan, adanya karnaval sound horeg ini secara terang terangan mengumbar maksiat secara terbuka. ” Karnaval sound horeg ini kayak Diskotik keliling. Diskotik yang biasanya dinikmati orang orang tertentu secara tertutup, dengan adanya karnaval sound horeg in jadi diskotik keliling kampung. Karena ramai, akhirnya banyak anak kecil ikut nimbrung menonton acara yang tidak seharusnya ditonton itu,” ujar kiai Badrus

Sebagai perwujudan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan, itu penting. Namun, kata Kiai Badrus, momen agustusan untuk memperingati hari kemerdekaan tidak harus diwujudkan dalam bentuk kemaksiatan.

” Karena karnaval sound horeg didahului ya cek soundnya.. Nah cek soundnya itu dipakai acara joget joget mendatangkan DJ yang secara pakainya, mohon maaf, sangat fulgar mengundang kemaksiatan yang dipertontonkan secara terbuka,” kata Gus Badrus .

Gus Damanhuri menimpali, Sound Horeg itu setelannya cek sound, DJ dan minuman keras.

” Waktu acara cek sound di Desa Rembang, itu sekumpulan pemuda mabok berkumpul di mushollah saya. Untungnya saya punya saudara polisi dan akhirnya para pemuda yang mabuk itu diobrak sama polisi,” cerita Gus Badrus

Sementara itu, KH. Abdul Wahab ma’sum, Ketua MWC NU sekaligus Ketua MUI Rembang menuturkan, bahwa keberadaan karnaval sound horeg itu Memeng meresahkan warga masyarakat. Sesungguhnya banyak masyarakat tidak senang adanya karnaval sound horeg ini… Yang senang adanya karnaval sound horeg itu adalah kalangan pemuda. Kelompk yang lain banyak yang tidak suka.

” Waktu acara karnaval sound horeg itu, yang namanya orang menjual minuman keras itu, larisnya kayak orang jualan es teh. Disamping itu ada indikasi kuat di dalam acara itu dipakai kesempatan untuk ajang maksiat. Bahkan. Ditemukan celana dalam wanita yang tertinggal setelah acara cek sound horeg itu” uang kiai Wahab.

” Setahun yang lalu tahun 2025, ketua MUI Kabupaten Pasuruan telah mengadukan sound horeg itu ke Bupati. Namun Tidak Ada Tanggapan, Dalam pertemuan ini kita akan mengajukan surat kepada pihak pihak terkait dalam rangkah menyampaikan aspirasi supaya pemerintah kabupaten melarang adanya karnaval sound horeg ini,, paling tidak di Kecamatan Rembang ini bisa sukses. terang Kiai Wahab.

KH. Abdul Ghofur menuturkan, dalam kaitannya memberhentikan.legiatan yang mengandung unsur kemaksiatan, faktor campur tangan pemerintah berpengaruh 90 % bisa menghentikannya. ” Sementara nasehat ulama pengaruhnya hanya 10 % saja. Karena itu penting untuk disampaikan kepada bupati bahwa pertemuan ini NU dan MUI menolak adanya sound horeg ini.

KH. Burhan Bustomi menambahkan bahwa penting sekali atas nama NU dan MUI setingkat kabupaten sebagai penguat agar aspirasi kegelisahan para kiai ini didengar oleh Bupati. ” Saya ini wong cilik. Saya ini tidak punya kemampuan untuk melarang melarang. Saya ini ibaratnya mobil cery menabrak truk gandeng, jadi tidak kuat. Karena itu kiai Wahab sebagai ketua MWC NU dan Karu MUi Rembang supaya bisa menggalang dukungan pada NU Cabang dan MUI Cabang agar kekuatannya makin bertambah dan mendorong aspirasi para kiai di Rembang ini.

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapar kesepakatan yaitu : โ€œKepala Desa Rembang memastikan dan menjamin di tahun depan TIDAK AKAN DIADAKAN SOUND HOREG lagiโ€ selain itu HM. A. Yani sebagai ketua PKDI (Persaudaraan Kepala Desa Indonesia) se kecamatan Rembang atas permohan dari para Masyayikh juga akan mengupayakan agar di desa yg lain juga tidak lagi mengadakan sound horeg di tahun tahun yg akan datang,
selanjutnya kesepakatan ini akan kita kawal dan kita akan jadikan bukti pendukung untuk surat formal yang kita ajukan kepada pihak Kapolres, Bupati, Wakil Bupati, Ketua Dprd, dan pihak terkait lainnya.mnr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan


Berita Terbaru


Kategori Berita