
Wabup Barito Utara Hadir Mengikuti Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Palangka Raya
BARITO Utara, Palangka Raya- Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md hadir dan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan kemiskinan tahun 2025, yang diselenggarakan Pemerintah Provinai Kalimantan Tengah (Kalteng) dilaksanakan bertempat pada Aula Kantor Baperida Palangka Raya, Kamis (20/11/2025) kemarin.
Kegiatan Rakor ini dipimpin Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, S. Sos. MM dan dihadiri oleh Wakil Bupati, Wakil Wali Kota se- Kalteng, termasuk Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md. Rakor ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 188. 44/83/2022 mengenai tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK) Provinsi Kalteng tahun 2022- 2026.
Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, S. Sos. MM menegaskan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan harus sejalan dengan komitmen nasional, dan global melalui Sustainable Development Goals (SDGS).
“Pertama SDGS ini bertujuan adalah untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya, yang tidak hanya terkait keterbatasan finansial, tetapi juga akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kualitas hidup secara umum,” ujar Wagub Edy Pratowo.
Pelaksana Tugas. (Plt) Sekretaris Daerah Kalteng, Ir. Leonard S. Ampung, MT melaporkan bahwa Rakor bertujuan untuk mengkoordinasikan upaya penanggulangan kemiskinan dari pusat hingga daerah, mengevaluasi program yang sudah berjalan, serta menjaring masukan untuk Rancangan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Provinsi Kalteng Tahun 2025- 2029.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md dalam paparannya kondisi di Barito Utara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng tahun 2025, Kabupaten Barito Utara menempati peringkat ke- 9 dengan jumlah penduduk miskin sebesar 744. 000 jiwa atau 5, 52% dari total penduduk.
Penyebab peningkatan angka kemiskinan di Barito Utara antara lain, yakni terlambatnya pertumbuhan ekonomi daerah dari 2, 92% (Triwulan I) menjadi 2, 48% (Triwulan II) 2025. Meningkatnya Garis Kemiskinan dari Rp. 590. 832 (2024) menjadi Rp. 628. 429 (2025) akibat inflasi dan tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4, 71% (2024),” kata Felix.
“Dikatakannya, untuk mengatasi hal ini, Kabupaten Barito Utara telah menetapkan target penurunan persentase kemiskinan, dalam Rancangan Awal RPJMD 2025- 2029, dengan target mencapai 4, 6% pada tahun 2030.
“Masih lanjut Wabup Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara berkomitmen melaksanakan tiga strategi utama, yang pertama pengurangan beban pengeluaran masyarakat, melalui operasi pasar murah, gerakan pasar murah on the road (GEPAMOR), serta bantuan sosial. (PKH, BPNT, JKN- PBI, dan BLT dana desa),” terang Wabup.
Dan Strategi yang kedua, peningkatan pendapatan masyarakat, dengan penguatan kelembagaan ekonomi, dukungan pertanian, pendidikan dan penguatan vokasi serta penguatan kapasitas pelaku UMKM. Dan yang ke tiga, penurunan kantong-kantong kemiskinan, melalui peningkatan layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur jalan, perbaikan sanitasi, dan pembangunan Sekolah Rakyat,” jelas Wabup Barito Utara.
Pemkab Barito Utara juga berkomitmen untuk mengendalikan inflasi daerah, yang hingga minggu kedua November menunjukkan angka minus 0, 41 persen. Selain itu Rakor ini mendorong Pemkab Barito Utara, untuk segera menyusun RPKD Kabupaten yang sinergis dengan RPKD Provinsi Kalteng” tutup Wabup Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md. (SS)










