Home Blog Page 13

Polres Probolinggo Kota Peringati Hari Kartini Bersama Pengemudi Ojol Perempuan

KOTA PROBOLINGGO – Peringatan Hari Kartini di Kota Probolinggo, Jawa Timur, terekam dalam potret yang berbeda.

Tidak ada kebaya atau seremoni formal di dalam gedung. Semangat emansipasi itu justru hadir di tengah deru mesin dan kepulan debu jalanan, tempat para pengemudi ojek daring perempuan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk menopang ekonomi keluarga.

Pada momen tersebut, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Marjono memilih menanggalkan sekat birokrasi dengan menemui langsung para perempuan tangguh ini.

Pertemuan yang berlangsung di sela-sela aktivitas narik penumpang itu menjadi ruang dialog terbuka antara aparat penegak hukum dan para “Kartini jalanan”.

“Panjenengan (Anda) semua ini adalah Kartini masa kini. Setiap hari berada di jalan, menghadapi risiko demi keluarga, namun tetap berdiri tegak,” ungkap AKP Marjono memberikan apresiasi kepada para pengemudi di Mall Pelayanan Publik Kota Probolinggo, Selasa (21/4/2026).

Bagi kepolisian, sosok pengemudi ojek daring perempuan merupakan manifestasi nyata dari adaptasi perempuan di tengah kerasnya realitas ekonomi.

Emansipasi kini tidak lagi sekadar menuntut kesetaraan di ranah domestik maupun perkantoran, melainkan keberanian untuk terjun ke sektor informal yang penuh risiko fisik dan keamanan.

Namun, pengakuan atas ketangguhan tersebut dibarengi dengan penguatan edukasi.

Satlantas Polres Probolinggo Kota memandang komunitas ojek daring memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas.

Sebagai kelompok yang paling intensif berinteraksi dengan aspal, perilaku mereka menjadi cermin bagi pengguna jalan lainnya.

“Jika pengemudi ojek daring tertib, hal itu akan menjadi preseden baik. Mereka adalah wajah jalanan yang paling sering dilihat masyarakat,” tutur AKP Marjono.

Langkah menyapa langsung para pengemudi ini menegaskan pergeseran paradigma kepolisian menuju pendekatan yang lebih humanis.

Fokus utama tidak lagi melulu pada aspek penegakan hukum atau penindakan di lapangan, tetapi lebih kepada pembangunan kesadaran kolektif melalui kedekatan emosional.

Para pengemudi menyambut positif langkah tersebut. Di tengah stigma dan tantangan pekerjaan yang maskulin, mereka merasa profesinya diakui sekaligus diingatkan bahwa keselamatan adalah modal utama dalam mencari nafkah.

Disiplin menggunakan perlengkapan standar dan etika berkendara bukan sekadar aturan, melainkan pelindung bagi tulang punggung keluarga.

“Peringatan Hari Kartini di jalan raya ini menjadi refleksi bahwa perjuangan perempuan terus bergerak secara dinamis,”lanjut AKP Marjono.

Menurut Kasat Lantas Polres Probolonggo Kota, di balik kemudi dan helm, para driver Ojol tidak hanya mengantar penumpang, tetapi juga mengusung harapan keluarga sembari membawa pesan bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. (*)

Polri Perkuat Kesetaraan Gender dan Peran Polwan di Misi Perdamaian Dunia Melalui PBB

0

Jakarta, 20 April 2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pengarusutamaan peran Polisi Wanita (Polwan) sebagai bagian dari transformasi kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia yang inklusif dan berkeadilan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan dengan delegasi United Nations Police Division yang dipimpin oleh United Nations Police Adviser Faisal Shahkar, yang berlangsung di Ruang Perjamuan Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Faisal Shahkar menyampaikan bahwa peningkatan keterwakilan perempuan menjadi prioritas utama United Nations Police dalam misi perdamaian dunia.

“Kami mendorong peningkatan keterwakilan perempuan, termasuk pada posisi senior leadership dalam misi PBB. Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih jauh dalam hal ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa UN akan terus membuka ruang bagi pengembangan kapasitas Polwan melalui berbagai program, termasuk pelatihan kepemimpinan seperti Female Commander Training, sebagai bagian dari upaya membangun pipeline kepemimpinan perempuan di level global.

Sebagai langkah konkret, Polri secara aktif melaksanakan capacity building Polwan melalui pelatihan berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun kolaborasi internasional, guna memastikan kesiapan personel perempuan dalam menghadapi dinamika tugas di wilayah konflik.

Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri terus membuka ruang yang setara bagi Polwan untuk berperan tidak hanya pada fungsi pendukung, tetapi juga pada posisi operasional hingga kepemimpinan dalam misi internasional.

Salah satu capaian penting adalah keberhasilan penugasan AKP Fajar Yuliyanto sebagai Gender-Based Violence Adviser pada misi UNISFA, yang berperan dalam penanganan isu kekerasan berbasis gender serta perlindungan kelompok rentan di daerah konflik.

Dalam kontribusinya di lapangan, Polri saat ini menugaskan:

  • 140 personel Formed Police Unit (FPU) pada misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah;
  • 51 personel Individual Police Officer (IPO) yang tersebar di lima misi, yaitu:
    • 14 personel di MINUSCA (Afrika Tengah);
    • 19 personel di UNMISS (Sudan Selatan);
    • 9 personel di MONUSCO (Republik Demokratik Kongo);
    • 6 personel di UNFICYP (Siprus);
    • 3 personel di UNISFA (Abyei).

“Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan peran Polwan dalam misi internasional, termasuk melalui penguatan kapasitas, akses yang setara, serta kesempatan untuk menduduki posisi strategis di tingkat global,” ujar Wakapolri.

Sejalan dengan hal tersebut, Polri juga memperkuat jejaring internasional melalui keterlibatan aktif dalam International Association of Women Police, sebuah organisasi global yang berfokus pada penguatan kapasitas, jaringan, dan profesionalisme Polwan di seluruh dunia.

Polri telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan IAWP sejak tahun 2020 dan akan menjadi tuan rumah IAWP Conference 2026 di Bali, yang akan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran dan posisi Polwan Indonesia di tingkat global.

Kolaborasi antara Polri, UN Police, dan IAWP juga sejalan dengan upaya global dalam mendorong peningkatan jumlah dan kualitas female peacekeepers, sekaligus memperkuat perspektif gender dalam operasi perdamaian.

Pendekatan berbasis gender ini dinilai tidak hanya meningkatkan efektivitas pelaksanaan misi, tetapi juga memperkuat pendekatan humanis dalam penanganan konflik, khususnya dalam perlindungan perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya.

Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi Polri untuk terus memperkuat kontribusi dalam misi perdamaian dunia, dengan memastikan bahwa nilai kesetaraan, inklusivitas, dan profesionalisme Polwan menjadi bagian integral dalam setiap penugasan internasional.

Ke depan, Polri optimistis bahwa melalui kerja sama yang erat dan berkelanjutan dengan PBB serta jejaring global, Polwan Indonesia akan semakin siap tampil dan berperan pada level kepemimpinan strategis dalam misi perdamaian dunia.

Kapolres Pasuruan Turut Serta Tanam Pohon Dalam Rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari

PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan dan Forkopimcam Rembang melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Waduk Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/4/2026) pagi.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari, HUT Bhayangkara, serta Hari Jadi Polwan ke-78

Kapolres Pasuruan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Penanaman pohon ini adalah langkah konkret untuk menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

Ia menyampaikan, di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, kerusakan hutan, dan meningkatnya polusi, langkah sederhana seperti menanam pohon memiliki peran strategis dalam memperbaiki kualitas lingkungan serta menjaga keberlangsungan kehidupan di masa depan.

Menurutnya, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam mendorong pelestarian lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut keberhasilan pelestarian alam tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen.

Selain penanaman pohon, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Satu Tekad, Satu Suara: Rutan Batam Gaungkan Komitmen Bebas Halinar

Batam – Dalam upaya memperkuat integritas serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari pelanggaran, Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam menggelar Apel Komitmen Bersama Bebas HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) yang dilaksanakan di Lapangan Serbaguna Rutan Kelas IIA Batam.

Kegiatan apel ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Rutan Batam dan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Batam. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa komitmen bebas HALINAR bukan hanya sebatas seremonial, melainkan harus menjadi tekad bersama yang diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan handphone ilegal, praktik pungutan liar, maupun peredaran narkoba di dalam lingkungan rutan. Seluruh petugas wajib menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Apel komitmen ini juga dirangkaikan dengan pembacaan ikrar bersama oleh seluruh pegawai sebagai bentuk pernyataan sikap untuk menolak segala bentuk pelanggaran. Selain itu, kegiatan turut diisi dengan pembacaan ikrar oleh perwakilan warga binaan, yang menyatakan komitmen untuk tidak terlibat dalam penggunaan handphone ilegal, praktik pungli, maupun penyalahgunaan narkoba selama menjalani masa pembinaan.

Dengan penuh khidmat, seluruh peserta apel mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi simbol kesungguhan bersama antara petugas dan warga binaan dalam mewujudkan lingkungan Rutan yang bersih dan berintegritas.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat, mencerminkan keseriusan Rutan Batam dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bebas HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba). *(Gokkon)

Bupati Lumajang Lantik Pimpinan BAZNAS, Suasana Khidmat di Panti PKK

Lumajang , Gempur News.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, resmi melantik pimpinan BAZNAS Lumajang periode 2026–2031 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Panti PKK Selasa (21/4/2026).

Acara pelantikan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta undangan lainnya. Suasana tampak penuh kekhidmatan sejak awal acara, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan yang berlangsung tertib dan lancar.

Dalam prosesi tersebut, para pimpinan BAZNAS yang baru dilantik secara bergantian maju untuk diambil sumpah jabatan di hadapan Bupati. Momen ini menjadi simbol komitmen dalam mengemban amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Lumajang.

Dalam sambutannya, Bupati Indah Amperawati menegaskan pentingnya peran BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BAZNAS memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat, terutama melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperluas jangkauan program-program sosial.
Adapun susunan pimpinan yang dilantik meliputi:
Ketua: Drs. H. M. Nur Sahid
Wakil Ketua I (Bidang Pengumpulan): Ahmad Lukman Hakim
Wakil Ketua II (Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan): Suharyo
Wakil Ketua III (Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan): Drs. Aminuddin
Wakil Ketua IV (Administrasi, SDM dan Umum): Arif Rohman Hakim
Usai prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat para pimpinan yang baru dilantik menerima salam dan dukungan dari berbagai pihak.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, BAZNAS Lumajang diharapkan semakin optimal dalam menjalankan perannya, serta mampu menghadirkan program-program inovatif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Lumajang.( Joe).

Polres Lumajang Optimalkan Tilang Elektronik, ETLE Statis dan Mobile Incar Awasi Pelanggar

LUMAJANG – Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang resmi mengoptimalkan sistem tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Lumajang.

Sejumlah titik pengawasan strategis kini dipasangi kamera ETLE statis, ditambah satu unit mobil tilang mobile atau Incar. Saat ini dua titik ETLE statis sudah aktif memantau arus lalu lintas, yakni di simpang tiga lampu merah KTL I Sukodono serta simpang empat lampu merah Veteran barat SMP 1 Sukodono. Sementara mobil Incar bergerak dinamis di berbagai ruas jalan.

Kehadiran mobil Incar memungkinkan penindakan pelanggaran dilakukan secara fleksibel tanpa bergantung pada titik tertentu. Sistem ETLE dirancang untuk merekam berbagai jenis pelanggaran lalu lintas secara otomatis, mulai dari tidak menggunakan helm, melanggar lampu merah, hingga pelanggaran marka jalan. Data pelanggaran yang terekam kemudian menjadi dasar penindakan tanpa harus menghentikan pengendara secara langsung di jalan.

KBO Satlantas Polres Lumajang Ipda Eko Laksono menegaskan, pengawasan kini dilakukan secara elektronik dan berkelanjutan. Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas, mengingat seluruh aktivitas pengendara kini dapat terpantau secara digital.

“Pengawasan dilakukan secara elektronik dan berkelanjutan. Masyarakat diharapkan mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Ipda Eko Laksono, Senin (21/4/2026).

Optimalisasi ETLE ini diharapkan mampu menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Lumajang. Polisi juga meminta warga tidak mencoba mengakali sistem, karena bukti pelanggaran berupa foto dan video akan langsung dikirim ke alamat pemilik kendaraan sesuai data registrasi. (bam)

Wakil Walikota Cimahi Ungkapkan,Pentingnya Data Terintegrasi Dalam Acara Rakor Ka.Disdukcapil se-Jawabarat

Cimahi,Rabu(22/04/2026)
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) se-Jawa Barat yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat SNI ISO/IEC 27001:2022 tentang sistem manajemen keamanan informasi. Kegiatan tersebut digelar di ballroom Gedung MPP Jalan Aruman,pada Rabu (22/4/2026),Kegiatan tersebut dihadiri para kepala Disdukcapil dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Adhitia menyoroti pentingnya integrasi data kependudukan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar secara nasional. Adhit menegaskan,bahwa terdapat tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni data, sistem dan layanan.

Isu ini mengemuka setelah adanya perbandingan antara e-KTP Indonesia dengan sistem identitas digital negara lain seperti MyCard. Menurutnya, Indonesia sebenarnya telah memiliki e-KTP berteknologi chip canggih sejak lebih dari satu dekade lalu. Namun, implementasi integrasi data secara menyeluruh belum berjalan optimal.

“Pertanyaannya kenapa e-KTP yang sudah canggih belum terintegrasi maksimal? Jawabannya ada pada nilai dan risiko data. Data itu mahal, dan data kependudukan Indonesia mencakup sekitar tiga persen populasi dunia,”ungkapnya.

Wakil Walikota menjelaskan, besarnya nilai data tersebut justru menjadi tantangan tersendiri. Integrasi langsung melalui chip e-KTP dinilai rawan terhadap kebocoran apabila sistem keamanan belum benar-benar kuat.Risiko peretasan pun meningkat seiring tingginya nilai data di pasar gelap global.

“Perlindungan data bukan hanya soal teknis, tapi juga menyangkut kedaulatan negara,”imbuhnya.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu berhati-hati dalam membuka akses integrasi data. Penguatan sistem keamanan siber, enkripsi, serta mekanisme autentikasi menjadi syarat utama sebelum integrasi dilakukan secara luas.

Meski demikian, Adhit menyebut Indonesia tetap memiliki keunggulan dibanding banyak negara lain. Kepemilikan e-KTP berbasis chip untuk ratusan juta penduduk merupakan capaian besar, meskipun tantangan pengelolaan datanya jauh lebih kompleks.

Dalam kesempatan teesebut,Adhit uga mengungkapkan kebanggaannya atas terpilihnya Kota Cimahi sebagai tuan rumah Rakor Disdukcapil tingkat Jawa Barat.

“Alhamdulillah, Kota Cimahi dipercaya menjadi tuan rumah. Ini kebanggaan bagi kami karena seluruh kepala Disdukcapil kabupaten/kota hadir di sini,”tambahnya.

Wakil Walikota memaparkan, Disdukcapil Kota Cimahi telah mencatat berbagai capaian positif. Target perekaman data kependudukan yang secara nasional ditetapkan 80 persen, berhasil dilampaui hingga lebih dari 99 persen. Begitu pula dengan indikator lain yang melampaui target nasional.

Selain itu, Cimahi juga telah masuk dalam kategori zona integritas, yang mencerminkan pelayanan publik yang cepat, akurat, dan transparan.

“Ini bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat Cimahi sudah sangat baik, bahkan bisa dibandingkan dengan daerah lain,”tandasnya.

Adhitia juga menyinggung tantangan kepadatan penduduk di Kota Cimahi yang kini mencapai sekitar 14.000 jiwa per kilometer persegi setara dengan wilayah Jakarta Pusat. Kondisi ini menuntut penataan ruang yang lebih matang dan berorientasi jangka panjang.

Ke depan, konsep hunian vertikal dinilai menjadi solusi yang tidak terhindarkan, menggantikan pola rumah tapak yang kian terbatas. Pemerintah daerah pun tengah menyiapkan penyesuaian rencana tata ruang untuk 25 hingga 50 tahun mendatang.

“Kita harus mulai memikirkan Cimahi ke depan mau seperti apa. Dengan kepadatan yang tinggi, semua aspek ekonomi, sosial, hingga lingkungan harus dikaji secara komprehensif,”pungkasnya.

Ini Srikandi Pendidikan, Warisi Semangat Raden Ajeng Kartini: Dorong SMPN 2 Pare Calon Sekolah Adiwiyata Nasional

Kediri –
Semangat perjuangan emansipasi perempuan yang diwariskan Raden Ajeng Kartini terus hidup dan menemukan bentuknya di berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan. Di Kabupaten Kediri, sosok itu tercermin dalam diri Dra. Niam Isbat Futhona, M.M., Kepala Sekolah SMPN 2 Pare yang tampil sebagai Srikandi masa kini.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Niam Isbat Futhona membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin visioner sekaligus inspiratif. Ia tidak hanya menjalankan tugas administratif sebagai kepala sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat kepada para siswa.

Dengan mengusung visi membangun karakter, integritas, dan semangat belajar, ia menjadikan SMPN 2 Pare sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara moral.

“Pendidikan bukan hanya soal nilai, tetapi tentang membentuk manusia yang berkarakter dan berintegritas. Prestasi akan mengikuti jika fondasinya kuat,” terangnya. Selasa (21/4/2026).

Di bawah kepemimpinannya, berbagai program sekolah diarahkan untuk mendorong keseimbangan antara prestasi akademik dan non-akademik. Ia percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi unik yang harus digali dan dikembangkan.

Pendekatan kepemimpinan yang humanis namun tegas menjadi kunci keberhasilannya. Ia aktif membangun komunikasi dengan guru, siswa, hingga orang tua, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan penuh semangat.

Tak hanya itu, perannya sebagai perempuan pemimpin di dunia pendidikan juga menjadi inspirasi tersendiri, khususnya bagi generasi muda perempuan di Kediri. Ia membuktikan bahwa tidak ada batas bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjuangan perempuan masa kini. Sosok Niam Isbat Futhona adalah bukti nyata bahwa semangat Kartini tidak pernah luntur oleh zaman justru semakin relevan dan dibutuhkan.

Dari ruang kelas hingga kebijakan sekolah, dari karakter hingga prestasi, Srikandi dari Pare ini terus menyalakan obor perubahan. Sebuah jejak yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menggerakkan.

Dalam kesempatan ini, Niam juga berharap SMPN 2 Pare mampu meraih predikat Adiwiyata Nasional, sekaligus menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di lingkungan pendidikan dan diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan (red).

RSUD dr. Haryoto Pastikan Layanan Tetap Normal di Tengah Kebijakan WFH ASN

LUMAJANG, Gempur News.

– Di tengah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang, RSUD dr. Haryoto memastikan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan optimal tanpa gangguan.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD dr. Haryoto, dr. Yanna Susanti yang didampingi oleh Wakil direktur dr Lia dan Kabag Humas Agus Wahyudi di loby Humas RSUD Haryoto pada Rabu ( 22/04/26) kepada media ini.

Ia menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak di berlakukan pada pelayanan kepada masyarakat.
“Layanan di RSUD dr. Haryoto tidak terdampak sama sekali oleh kebijakan WFH. Saya pastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mengalami perubahan sedikitpun,” semua karyawan RSUD Haryoto Lumajang tidak WFH semuanya Wfo ujarnya.

Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan hingga staf manajemen tetap menjalankan tugas seperti biasa dengan kehadiran penuh setiap hari. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas pelayanan dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses kesehatan secara maksimal.
“Semua unit layanan, baik yang bersentuhan langsung dengan pasien maupun area manajemen, tetap masuk 100 persen setiap hari, termasuk hari Jumat,” tambahnya.

Di sisi lain, pihak rumah sakit tetap menerapkan langkah efisiensi sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah, tanpa mengurangi mutu pelayanan medis. Penghematan dilakukan pada penggunaan energi seperti listrik, pendingin ruangan (AC), lampu, hingga perangkat komputer yang tidak digunakan.

Namun demikian, untuk fasilitas medis tertentu yang membutuhkan kondisi khusus, seperti di ruang kateterisasi jantung (catlab), pengaturan suhu tetap dijaga secara optimal guna memastikan peralatan berfungsi dengan baik.

Dengan komitmen tersebut, masyarakat di Lumajang diimbau tidak perlu khawatir. Seluruh layanan kesehatan di RSUD dr. Haryoto tetap dapat diakses secara normal, aman, dan nyaman sebagaimana hari-hari biasa.( JO).

Emas IIF 2026, Bukti Siswa Lumajang Unggul dan Peduli Lingkungan

Lumajang , gempur news

– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Lumajang. Siswa SMAN 1 Lumajang berhasil meraih medali emas dalam ajang Invention and Innovation Fair 2026 (IIF) pada kategori Environmental Science.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa generasi muda Lumajang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu lingkungan yang semakin krusial di masa depan.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan apresiasinya saat menerima audiensi jajaran sekolah dan para siswa di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan pelajar dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kepekaan terhadap tantangan global.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan yang menjadi bagian penting masa depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, inovasi di bidang lingkungan memiliki relevansi tinggi karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan kehidupan. Oleh sebab itu, kemampuan siswa dalam merespons isu tersebut menjadi nilai tambah dalam membangun daya saing.
“Ke depan, tantangan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga bagaimana kita mampu memberikan solusi. Inovasi seperti ini menjadi bagian dari jawaban,” tambahnya.
Kepala SMAN 1 Lumajang, Moh. Agus Wibisono, menyebut prestasi ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis dan solutif.
“Pendekatan pembelajaran kami dorong agar siswa mampu mengembangkan ide yang relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk isu lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang, Iwan Triyono, menilai capaian tersebut mencerminkan arah positif pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga inovasi dan kontribusi nyata.
“Ini menunjukkan bahwa pembelajaran mulai mengarah pada penguatan kompetensi yang lebih luas, termasuk kepedulian terhadap isu strategis,” ujarnya.
Adapun siswa peraih medali emas tersebut adalah Dzaky Unggullabib Wicaksono, Adam Putra Firdaus, Alyssa Dini Widyaning Imannirmala, Jamila Ruchimah Putri, Jordy Satria Kencana Ardi, dan Qur’ansyah Assemargandy.
Pemerintah Kabupaten Lumajang memandang capaian ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya generasi adaptif, inovatif, serta memiliki kesadaran terhadap tantangan global.
Ke depan, diharapkan semakin banyak pelajar yang terdorong mengembangkan inovasi, tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.( Joe )