Home Blog Page 1301

WALI KOTA BUKA RAKORDA FORUM PENGURANGAN RESIKO BENCANA KOTA CIMAHI

0

CIMAHI – Selasa(06/09/2022)
Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana menghadiri dan membuka secara resmi Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Forum Pengurangan Resiko Bencana Kota Cimahi Tahun 2022, Selasa (06/09). Kegiatan yang dihadiri oleh 150 orang undangan yang terdiri dari unsur TNI- POLRI, Pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha serta media massa ini dilaksanakan di Aula Gedung A Kantor Pemerintah Kota Cimahi dengan menerapkan protokol Kesehatan yang ketat.

Dalam sambutannya Ngatiyana mengapresiasi Forum Pengurangan Risiko Bencana yang telah menjadi mitra Pemerintah daerah khususnya stake holder yang membidangi urusan kebencanaan untuk mengintegrasikan berbagai pihak demi mengurangi risiko bencana.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya pada Forum Pengurangan Resiko Bencana yang telah mendedikasikan seluruh waktunya, ikut berperan serta membantu Pemerintah Daerah Kota Cimahi sebagai mitra dalam urusan kebencanaan khususnya ikut berperan aktif dalam upaya – upaya pengurangan risiko bencana di Kota Cimahi,” tutur Ngatiyana.

Seperti yang telah diketahui bersama, secara geografis, klimatologis, dan hidrologis, Kota Cimahi berada di daerah yang memiliki potensi bencana, baik yang disebabkan oleh alam ataupun non alam, sehingga dibutuhkan rencana dan kebijakan terkait adaptasi dan mitigasi bencana.
Ngatiyana menyebutkan bahwa pengurangan risiko bencana khususnya di Kota Cimahi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen yang tergabung dalam strategi pentahelix, dimana sinergitas, kolaborasi dan koordinasi dari berbagai pemangku kepentingan menjadi hal penting dalam upaya pengurangan risiko bencana sehingga selaras dengan rencana aksi nasional dan rencana aksi daerah pengurangan resiko bencana.

“Sinergi, koordinasi serta menimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana merupakan hal yang terbaik yang dapat dilakukan dalam menghadapi setiap bencana. Kunci utamanya terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana,” tukas Ngatiyana.

Menurutnya dalam penanggulangan bencana selain memperkuat koordinasi antar lembaga dan memberdayakan elemen masyarakat adalah dengan memperkuat perencanaan atau dengan melihat ancaman ataupun potensi bencana itu sendiri. Oleh karenanya Ngatiyana berharap melalui Rakorda Forum Pengurangan Resiko Bencana ini dapat menghasilkan rumusan atau kesepakatan bersama dimana peran semua stakeholder ataupun semua unsur, elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana dapat berkontribusi secara menyeluruh sesuai aturan yang ada serta dapat dipertanggungjawabkan
Diharapkan Rakorda Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Cimahi Tahun 2022 dapat menjadi momentum untuk bekerja lebih baik lagi terhadap langkah dan upaya dalam membantu Pemerintah Daerah Kota Cimahi sebagai forum mitra yang mewadahi semua komponen masyarakat yang mempunyai jiwa sosial, jiwa sukarela dan jiwa kemanusiaan yang mengabdikan diri sebagai wujud implementasi peran serta masyarakat dalam konteks pengurangan risiko bencana.

“Tingkatkan kesiapsiagaan di setiap unsur pentahelix di masyarakat dalam pengurangan risiko bencana, lalu perlu diperhatikan juga keterwakilan dari masing-masing aspek baik gender, usia dan keberagaman latar belakang anggotanya dan selanjutnya sesuaikan dengan kebutuhan pengurangan risiko bencana lokal dan budaya dimasing-masing wilayah setempat, serta fokuskan pada peningkatan ketangguhan masyarakat dalam penanggulangan bencana dan tetap berkoordinasi pada dinas terkait yang membidangi urusan bencana,” pungkas Ngatiyana.

Hadir dalam Rakorda tersebut Ketua FPRB Kota Cimahi Panji Lawanu, Asisten pemerintahan dan Kesra Maria Fitriana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mochamad Ronny dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan.

Achmad $
Sumber:(Bidang IKPS/Dy)
Editor : dhw_robhin

Polresta Mojokerto Berhasil Amankan 33 Tersangka Kasus Narkoba di Bulan Agustus 2022

0

KOTA MOJOKERTO – Sebulan, Polresta Mojokerto Berhasil amankan 33 bandar maupun Pengedar Narkoba dengan omset hingga ratusan Juta rupiah.

Selama 12 hari Operasi yang dilaksanakan mulai dari 22 Agustus hingga 2 September 2022 ini, Polresta berhasil amankan 17 orang tersangka dari 33 tersangka yang diungkap sebelumnya dalam satu bulan Agustus.

Jumlah total keseluruhan barang bukti sabu-sabu 182,46 gram, 8.015 butir pil dobel L, 28 ribu butir pil Y, 10 butir ekstasi. Seluruh barang bukti senilai Rp 391 juta.

Kapolresta Mojokerto AKBP Wiwit Adisatria S.H., S.I.K., M.T menyatakan, totalnya terdapat 28 laporan Polisi kasus dengan tersangka sebanyak 33 orang.

“Ada yang bandar, ada yang kurir, masih dalam pengembangan tidak berhenti sampai di sini. Untuk dua perempuan ini, UJ (28) ibu rumah tangga dengan barang bukti sabu 2,18 gram, double L 5 ribu butir dan pil Y 28 ribu butir. Untuk DS (34), penjual olshop dengan barang bukti sabu seberat 1,44 gram,” ungkap AKBP Wiwit.

Ia menjelaskan, barang bukti yang diamankan petugas yakni sabu seberat 182,46 gram dengan asumsi 1 gram seharga Rp1,3 juta sehingga total Rp237.198.000. Ekstasi sebanyak 10 butir dengan asumsi per biji Rp350 ribu sehingga Rp3,5 juta. Pil Double L sebanyak 8.215 butir dengan asumsi per 1 biji sehingga total Rp24.645.000.

“Pil Y sebanyak 28 ribu butir diasumsikan per 1 biji Rp3 ribu sehingga total Rp84 juta. Sabu 28,05 gram diasumsikan per gram Rp1,3 juta sehingga total Rp36.465.000. Ekstasi sebannyak 10 butir, jika per biji Rp350 ribu maka total Rp3,5 juta. Pil Double L sebannyak 645 butir, jika per biji Rp3 ribu maka total Rp1.935.000,” terangnya.

Seluruh tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 197 subsider Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. “Ancamannya untuk (tersangka dengan barang bukti) di bawah 5 gram (penjara) 4 sampai 20 tahun. Kalau yang di atas 5 gram 5 tahun sampai hukuman mati,” Imbuh Kapolres

AKBP Wiwit juga menghimbau kepada masyarakat, “Saya sampaikan untuk elemen masyarakat Kota Mojokerto, mari bersama-sama kita melakukan langkah – langkah melawan Narkoba di Kota Mojokerto agar Kota Mojokerto terbebas dengan penyalahgunaan Narkotika.” Pungkas Kapolresta Mojokerto (Humas)

Editor : dhw_robhin

Pastikan Distribusi BBM Aman, Kapolres Blitar Kota dan Dandim Kunjungi Sejumlah SPBU

0

KOTA BLITAR – Pastikan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU aman pasca kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022) lalu, Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono bersama Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf Sapto Dwi Priyono mengecek sejumlah SPBU di Kota Blitar, Senin (5/9/2022).

AKBP Argowiyono dan Letkol Inf Sapto Dwi Priyono mendatangi tiga SPBU di wilayah Kota Blitar.

Pertama, mereka mendatangi SPBU di Jalan Tanjung, lalu ke SPBU Kebon Rojo, dan terakhir di SPBU Jalan Kalimantan.

Kapolres dan Dandim sempat berdiskusi dengan masyarakat yang antre membeli BBM di sejumlah SPBU.

“Kami dari Polri dan TNI ingin memastikan stok dan distribusi BBM di Kota Blitar aman pasca ada kenaikan harga BBM,” kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono.

AKBP Argowiyono mengatakan, dari sejumlah SPBU yang didatangi semua dalam situasi aman, tidak ada antrean pembeli.

Stok dan distribusi BBM di sejumlah SPBU juga tercukupi.

“Kami juga menyiapkan personel gabungan dari Polri, TNI, dan sekuriti SPBU untuk pengamanan di SPBU,” ujarnya.

Kapolres Blitar Kota dan Dandim 0808/Blitar berdialog dengan warga saat mengecek SPBU di Jalan Tanjung, Kota Blitar, Senin (5/9/2022).

KOTA BLITAR – Pastikan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU aman pasca kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022) yang lalu, Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono bersama Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf Sapto Dwi Priyono mengecek sejumlah SPBU di Kota Blitar,kemarin Senin (5/9/22).

AKBP Argowiyono dan Letkol Inf Sapto Dwi Priyono mendatangi tiga SPBU di wilayah Kota Blitar yaitu SPBU di Jalan Tanjung, lalu ke SPBU Kebon Rojo, dan terakhir di SPBU Jalan Kalimantan Kota Blitar.

Dalam kesempatan itu pula Kapolres Blitar Kota dan Dandim sempat berdiskusi dengan masyarakat yang antre membeli BBM di sejumlah SPBU.

“Kami dari Polri dan TNI ingin memastikan stok dan distribusi BBM di Kota Blitar aman pasca ada kenaikan harga BBM,” kata AKBP Argowiyono.

Kapolres Blitar Kota mengatakan, dari sejumlah SPBU yang didatangi semua dalam situasi aman, tidak ada antrean pembeli. Stok dan distribusi BBM di sejumlah SPBU juga tercukupi.

“Kami juga menyiapkan personel gabungan dari Polri, TNI, dan sekuriti SPBU untuk pengamanan di SPBU,”tambah AKBP Argowiyono.

Dikatakannya, Polri dan TNI juga berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kenaikan BBM merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang harus dipahami secara positif.

“Jangan terkena hoax, dan masyarakat diharapkan dapat melihat upaya pemerintah terkait bantuan sosial dan subsidi lainnya yang tepat sasaran,”pesan AKBP Argowiyono.

Sementara itu di waktu yang sama, Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf Sapto Dwi Priyono mengatakan, ada 43 SPBU di wilayah Blitar Raya.

Dia mengatakan, TNI dan Polri akan selalu menyiapkan personel untuk menjaga kondusivitas di sejumlah SPBU di Blitar Raya.

“Kami, TNI dan Polri akan mengawal kebijakan pemerintah, dan kami berharap masyarakat bisa menerima,”pungkas Letkol Inf Sapto Dwi. (hms)

Editor : dhw_robhin

Rakor Pemdes dan BPD Se-Kecamatan Teweh Tengah Barut.

0

BARITO UTARA- Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng) telah melangsungkan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Se- Kecamatan Teweh Tengah dilaksanakan pada Aula Kantor Kecamatan Teweh Tengah (6/9/2022).

Rakor yg telah berlangsung itu dihadiri oleh peserta rapat,yakni Kepala desa Lemo I, Kades Lemo II Kades Sei Rahayu II, Kades Datai Nirui, Kades Beringin Raya, Kades Rimba Sari, Kades Pendreh, Staff Kejaksaan Negeri Barito Utara, Kalpolsek Teweh Tengah, Danramil Teweh Tengah, Kadis SosPMD diwakili oleh Kabid PMD, Lurah Lanjas dan Lurah Melayu.

Sambutan Camat Teweh Tengah, Jati Prayogo menyampaikan pada dasarnya pelaksanaan rakor ini, adalah hasil rapat antara pihak Kecamatan Teweh Tengah beserta dengan seluruh Kepala desa Se- Kecamatan Teweh Tengah.

Kegiatan rakor ini bertujuan, yaitu berbagi informasi tentang pelaksanaan program atau kegiatan desa sekaligus mengevaluasi program kegiatan Pemerintah, Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh desa serta dilakukan dialog dan diskusi pencerahan masalah atau kendala yang dihadapi oleh masing- masing desa Se-Kecamatan Teweh Tengah,” jelas Camat.

Dalam pelaksanaan kegiatan rakor ini, mengetahui sejauh mana pelasanaan Pemerintah membangun, dan pemberdayaan masyarakat terkait Stok penggunaan dana DD dan ADD dan BLT.

“Juga mengenai laporan pertanggungjawaban DD dan ADD tahap I serta memecahkan kendala- kendala yang menjadi permasalahan di tiap- tiap desa Se- Kecamatan Teweh tengah. Kami menginginkan agar pelaksanaan kegiatan rakor seperti ini dapat diselenggarakan rutin srtiap bulan,” harap Camat Teweh Tengah. 

Dalam rakor yang dilansungkan sehari itu,menghadirkan nara sumber dari Kejaksaan Negeri Barito Utara, kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Marina T. A. Meifany,SH mengatakan pada dasarnya tugas bidang perdata dan tata usaha negara (Datun).Di bidang perdata dan tata usaha negara, Kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik di dalam maupun diluar Pengadilan untuk dan atas nama negara atau Pemerintah.  (SS)

Polres Malang Berhasil Ungkap Kebun Ganja Seluas 1 Hektare Di Lereng Semeru

0

MALANG – Polres Malang berhasil mengungkap ladang ganja lebih kurang seluas satu hektare di kawasan lereng Gunung Semeru wilayah Kabupaten Malang. Pengungkapan ini didasari pada penangkapan tersangka lain yang terlibat Narkoba.

KBO Narkoba Polres Malang, Iptu Supardi menuturkan, awalnya tim mengamankan dua orang pengguna sabu dan ganja di wilayah Dampit berinisial MLD (44) warga Kelurahan Dampit dan KSN (45), warga Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Keduanya diamankan dengan sejumlah barang bukti berupa paket sabu, ganja, hingga sejumlah tanaman ganja.

“Awalnya kami amankan seseorang di wilayah Dampit akhirnya dikembangkan ke Wajak. Diamankan dua orang. Salah satunya mengarah bahwasannya menanam di lereng Gunung Semeru seluas satu hektare. Saat melakukan pengejaran atau cek ke lokasi ada bekas-bekasnya,” ucap Supardi saat rilis di Mapolres Malang, Kepanjen,kemarin Senin (5/9/2022).

Dari hasil penangkapan ke tersangka KSN, Polisi berhasil mengamankan 27 batang pohon ganja yang dibungkus kantong kresek hitam, 248 buah ranting tanaman ganja dalam kresek berwarna putih, dan satu buah kresek berwarna kuning berisikan daun dan ranting tanaman ganja seberat 31 gram.

“Saat kita cek lokasi ada yang pernah dihilangkan, dibakar ada bekasnya, ada yang pernah mengambil, diambil daun-daun dan batangnya,”kata Iptu Supardi.

Dia memastikan bahwa ladang ganja di lereng Gunung Semeru telah dipanen karena terdapat bekas-bekas panen. Namun belum diketahui berapa kali panen, termasuk apakah tanaman ganja itu juga ditanam di lokasi lainnya.

“Keterangannya belum ada (yang dijual), yang kami amankan itu awalnya. Sementara di Kabupaten Malang saja, tapi masih kita dalami. Karena di lereng Semeru dari bekas-bekas tandanya sudah panen,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, MLD dan KSN dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,”jelas Iptu Supardi.

Sementara itu Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menambahkan, pengungkapan ladang ganja di lereng Gunung Semeru menjadi bagian dari Oeprasi Tumpas Narkoba 2022.

“Ini menjadi bagian dari pengungkapan Operasi Tumpas Narkoba yang dimulai 22 Agustus sampai 2 September 2022, berhasil mengungkap 41 kasus, dengan 47 tersangka,” tutur AKBP Ferli Hidayat.

Kapolres Malang ini juga menerangkan, secara jumlah kasus yang diungkap di tahun 2022 ini memang lebih sedikit dibanding tahun 2021. Namun secara kualitas barang bukti di Operasi Tumpas Narkoba 2022 diakuinya lebih banyak.

“Dari segi kualitas terutama barang bukti yang disita jauh melebihi capaian Operasi Tumpas 2021,”terang AKBP Ferli Hidayat.

Menurut data ungkap kasus, jumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polres Malang yakni sebanyak 1.670,68 Gram Sabu-Sabu, 5.383,82 Gram Ganja, 142 Pohon Ganja, 248 ranting Ganja, 90 bibit Ganja, dan 2.979 butir pil double L (££) atau pil koplo.

Adapun dari 47 Tersangka yang diamankan, sebanyak 2 tersangka diantaranya berstatus sebagai penanam pohon ganja, 37 sebagai pengedar narkoba, dan 8 orang sebagai pemakai narkoba.

Pada Press Conference kali ini, terdapat 8 Tersangka dengan kasus Barang Bukti Narkotika dalam jumlah besar, salah satunya adalah MF (25) yang beralamatkan di Desa Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, yang tertangkap di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dengan memiliki barang bukti 1.365,30 Gram sabu-sabu.

“Khusus untuk Ladang Ganja, petugas kami sampai memburu ke lereng gunung Semeru untuk mencari ladang ganja tersebut, tepatnya berada di lereng Gunung Semeru,”kata AKBP Ferli Hidayat.

Kapolres Malang menambahkan bahwa kasus Operasi Tumpas Semeru ini merupakan komitmen dari Polres Malang untuk memberantas Narkoba, dalam rangka melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

“Tidak ada ruang bagi pelaku tindak pidana Narkotika untuk bebas bergerak menyalahgunakan Narkotika di Kabupaten Malang, kami akan kejar terus setiap bentuk penyalahgunaan Narkotika hingga benar-benar bisa melindungi masyarakat terutama generasi muda” pungkas Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. (humas)

editor : dhw_robhin

Sepakati Kondusif, Forkopimda Lumajang Duduk Bareng Para Ketua Paguyuban, Sikapi BBM Naik

0

Lumajang – Malibatkan jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang, Kepolisian Resor Lumajang Jawa Timur, duduk bareng paguyuban sopir dan para buruh, di ruang eksekutif Polres Lumajang.

Sikapi keputusan pemerintah yang resmi menaikkan harga BBM ( Bahan Bakar Minyak ), sejumlah elemen masyarakat diajak dewasa menyikapi, dan satu komitmen menjaga wilayah tetap kondusif.

Selain jajaran forkopimda, kegiatan turut menghadirkan berbagai pihak diantaranya kepala OPD lingkup Pemkab Lumajang, pihak pertamina, paguyuban sopir, serikat buruh migran Indonesia, PG Jatiroto, Sarbumusi Kabupaten Lumajang, SPAI FSPMI Kabupaten Lumajang dan SPSI Kabupaten Lumajang, dihadiri masing ketua.

Dikatakan oleh Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K M.H, kegiatan tersebut dilaksanakan dan secara matang di gelar jelang kenaikan BBM Kamis kemarin. Ungkap dia, penting dalam hal mengantisipasi serta mencegah terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan.

“Kamis kemarin, kita diskusi dan komunikasi terkait situasi di wilayah Kabupaten.Lumajang terwujud dalam keadaan kondusif, kamtibmas kondusif yang tentu merupakan hasil dari kerja bersama antara TNI, POLRI, dan Pemerintah Daerah. Tentu tidak akan kami lakukan saat itu saja. Kita tidak bisa menunggu setelah adanya kejadian. Maka kita perlu waspadai menjelang terjadinya suatu kejadian, sehingga dapat di minimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan,” ucapnya, pada awak media, Senin (5/9/2022).

Orang nomer satu di Polres Lumajang itu, menggambarkan situasi saat ini, tengah terjadi perang antara dua negara yaitu Ukraina dan Rusia, yang sangat berdampak pada ekonomi di dunia.

“Pasca naiknya harga BBM, pemerintah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang berdampak berupa bantuan dan lain – lain,” imbuhnya.

Sebagai pimpinan, ia berlaku bijak kalaupun ada unjuk rasa, harus ada kegiatan yang bermanfaat dengan cara duduk bersama hingga mencapai keputusan yang tepat dan saling menguntungkan.

Rangkaian kegiatan saat itu, turut mendengar aspirasi dan masukkan dari berbagai pihak yang hadir, utamanya yang mewakilinya masyarakat khususnya pekerja. Ia berharap, dengan adanya masukan dari perwakilan pekerja buruh dapat di dengar oleh pemerintah daerah, sehingga dapat dengan segera mencarikan solusi terbaik yang tidak merugikan masyarakat.

“Prinsipnya, kita menyelesaikan masalah tanpa membingungkan orang lain,” tukas Kapolres Lumajang.

Senada diwaktu yang sama, Dandim 0821 Lumajang, Letkol Czi Gunawan Indra Y.T S.T M.M mengajak semua pihak khususnya yang hadir, pasca naiknya harga BBM, tidak timbul gejolak di Kabupaten Lumajang.

“Mari kita utamakan diskusi mencari solusi khususnya di wilayah Kabupaten Lumajang. Tunjukkan kalau kita ini matang, dewasa dalan menyikapi situasi dan berpegang teguh pada prinsip keguyuban,” ucap Dandim.

Sementara Ketua Hiswana Migas Kabupaten Lumajang Supratikto menerangkan, 17 SPBU yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang, terkecuali Kecamatan Yosowilangun dan Kecamatan Ranuyoso.

Kata Supratikno, dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai harga baru BBM, menurutnya masih meringankan beban masyarakat. “Sehingga saya berharap tidak terjadinya panic buying. Sehingga meminimalisir terjadinya aksi penimbunan yang merupakan pelanggaran/ kegiatan ilegal,” kata dia.

“Sesungguhnya pertamina akan membuat ketentuan untuk mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya pembelian menggunakan QR Code (Barcode),” imbuhnya.

Serta dijelaskan olehnya, adapun cara menggunakan atau mendaftar QR Code langsung mendatangi SPBU di Wilayah Kabupaten Lumajang, dan ditegaskan petugas siap membantu masyarakat.

“Harga BBM di Negara Indonesia masih merupakan harga BBM yang murah, dikarenakan adanya subsidi dari pemerintah pusat, sehingga menekan harga BBM di wilayah seluruh indonesia. Sementara penggunaan dari BBM non subsidi yaitu meminimalisir kerusakan pada mesin kendaraan, sehingga menjadi awet dibandingkan dengan BBM Subsidi,” imbuh dia.

“Terkait pendaftaran kendaraan roda 2 tidak dilakukan pendaftaran sehingga masih bebas mengisi tanpa QR Code,” pungkasnya.

Pasca duduk bersama, mengupas tuntas situasi dan saling mendengarkan dan menanggapi aspirasi berkaitan dengan BBM merupakan kebutuhan yang mendasar, kegiatan dilanjutkan dengan sidak di SPBU Labruk Lor Kecamatan / Kabupaten Lumajang, bersama dengan Dandim 0821 Lumajang dan Perwakilan dari Pemerintah Daerah.

Polres Lumajang Berhasil Mengungkap Pembuang Bayi di Desa Nguter Lumajang

0

Lumajang , www.gempurnews.com – Polres Lumajang berhasil mengungkap Kasus pembuangan bayi yang sempat membuat heboh dusun Umengan Desa Nguter Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D,S.I.K .MH, dalam riliesnya mengatakan “Penemuan bayi yang di pinggiran sungai dusun Umengan Desa Nguter Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang pada tanggal 01/09/2022, sekitar pukul 14 : 30 WIB. Ditemukan oleh warga sekitar, Bayi Laki -Laki dengan berat 2,1 kg, panjang 43cm, dalam kondisi masih hidup dan sehat, saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara Lumajang,” ungkap Kapolres.

“Lanjut Kapolres,”Alkhamdulillah pada tanggal 03/09/2022, tim dari Polres Lumajang sudah berhasil menemukan siapa ibu bayi itu, dia masih sangat muda usia 19 tahun dan kerja di toko, dia tinggal bersama saudaranya, orang tuanya tidak ada di pasirian.

Langkah kita membawa ibu bayi ke Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan secara medis. Dari keterangan yang bersangkutan, kalau dirinya melahirkan sendiri dirumah. Sebelum yang bersangkutan menaruh bayinya di pinggiran sungai, dia sempat menyusui dari susu formula dan memberikan selimut pada bayi tersebut,” ujarnya.

Karena yang bersangkutan masih sendiri ( belum menikah ), kalau kehamilannya dan sampai melahirkan tersebut adalah hasil hubungan badan dengan pacarnya. Karena ketakutan, Dia tidak pernah menceritan kepada siapapun tengtang kehamilannya.

Adapun niat dan maksudnya menaruh bayinya di pinggir sungai yang tidak jauh dari rumahnya itu adalah :
– Agar ada yang menemukan.
– agar kalau sewaktu waktu dia bisa melihat anaknya.

Untuk sementara kita melakukan pada pelaku menyerahkan pada keluarga besarnya, langsung dengan Kapolsek dan Babinkamtibmas, Perangkat desa yang ada, juga kita sudah berkoordinasi dengan dinas sosial untuk mengedepankan sisi kemanusian, Keluarga besarnya sudah siap untuk membesarkan bayi ini.

Jadi rencana ke depan kami dan keluarganya untuk bagaimana mengembalikan saja pada keluarganya, karena anak itu lebih nyaman kalau di besarkan oleh ibu dan keluarganya.
Pelaku untuk sementara kita simpulkan jadi Korban,” ungkap kapolres.

Untuk sementara pacar atau bapak dari bayi tersebut masih dalam penyelidikan dan “Secepatnya kita tangkap” tegas kapolres.

Reporter : Atman

Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bondowoso, Gelar Aksi Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM

0

BONDOWOSO – Aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bondowoso, menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM. Selain itu,  salah satu tuntutannya adalah soal carut marut distribusi pupuk subsidi di Bondowoso, Senin (5/9/202).

Aksi ratusan aktivis tersebut dilakukan di depan Gedung DPRD Bondowoso, dan Kantor Bupati Bondowoso. 

Ketua PC PMII Kabupaten Bondowoso, M Firman Zah mengatakan, pemerintah gembar gembor soal ketahanan pangan nasional untuk memenuhi tingkat konsumsi masyarakat, salah satunya dengan memberikan pupuk bersubsidi kepada petani.

Namun kenyataannya, di Kabupaten Bondowoso masih banyak permasalahan yang belum tertuntaskan hingga saat ini, salah satunya dalam pendistribusian pupuk tersebut. “Kelangkaan dan praktek penyalahgunaannya masih kerap terjadi,” katanya.

Menurutnya, terdapat sejumlah petani yang dicatat telah menebus pupuk bersubsidi. Namun mereka tidak pernah menebus atau menerimanya. 

Kuat dugaan ungkapnya, terdapat manipulasi (pemalsuan) data yang dilakukan oleh oknum-oknum kios atau distributor yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, pupuk bersubsidi dan penetapan harga eceran tertinggi telah diatur dalam Surat Keputusan Bupati Bondowoso nomor 188.45/146/430.4.2/2022. 

Hal tersebut berbanding terbalik dengan aspirasi masyarakat yang mengeluhkan adanya ketersediaan pupuk, dengan harga tidak sesuai rata-rata diatas HET (Harga Eceran Tertinggi).

Bahkan di suatu wilayah tertentu harga pupuk bersubsidi berjenis NPK mencapai harga Rp. 500.000 per kwintal.

“Kelangkaan pupuk dan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini menjadi permasalahan yang kompleks bagi masyarakat,” jelas dia.

“Korlap massa aksi kemudian membacakan tuntutan aksi. Diantaranya mendesak pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi, sesuai dengan SK Alokasi pupuk bersubsidi dan harga eceran tertinggi yang dikeluarkan oleh Bupati Bondowoso dengan Nomor 188.45/146/430.4.2/2022.

“Mendorong DPRD Kabupaten Bondowoso untuk membentuk Tim Khusus atau Panitia Khusus DPRD, dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi, agar tepat sasaran sampai kepada tangan para petani di Kabupaten Bondowoso,” kata Korlap Aksi Imron Rasyidi.

Pihaknya juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bondowoso, memaksimalkan kerja dari Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) untuk mengawal pendistribusian pupuk bersubsidi tepat sasaran sampai kepada tangan petani.

PMII juga meminta Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk memberantas mafia pupuk bersubsidi, khususnya oknum yang menyalahgunakan data penerima tersebut.

Tuntutan lainnya yakni meminta aparat penegak hukum (APH), untuk melakukan tindakan tegas dalam memberantas mafia pupuk bersubsidi.

“Mendesak Pemerintah Bondowoso untuk mencabut izin kios atau distributor pupuk bersubsidi yang melanggar dan memanipulasi data penerima pupuk,” paparnya.

Kemudian Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir menyambut massa aksi PMII di depan kantornya. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut. 

Bahkan politisi PKB tersebut mengaku siap memenuhi desakan PC PMII Bondowoso, yakni untuk membentuk Pansus distributor pupuk bersubsidi. “Kami siap membentuk pansus pupuk bersubsidi,”pungkasnya.

Akibat demo mahasiswa ini, polisi lantas menutup Jalan Raya Bondowoso -Situbondo. Penutupan membuat lalu lintas dari arah Situbondo macet selama beberapa jam, mahasiswa juga memblokade jalan. Dalam aksinya, mereka juga membawa keranda mayat dan serta berbagai poster kecaman terkait harga BBM Naik. “Kami minta pemerintah secara serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia BBM yang saat ini merajalela, “pintanya korlap.
(dar)
Editor : dhw_robhin

Walikota Pasuruan Apresiasi Terselenggaranya Turnamen Pencak Silat Kapolres Cup 2022 Di Kota Pasuruan

0

KOTA PASURUAN – Polres Pasuruan Kota menggelar turnamen Pencak Silat bertajuk Kapolres Pasuruan Kota Cup 2022.

Turnamen ini sebagai wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan menyalurkan prestasi dalam seni bela diri.

Kompetisi pencak silat Kapolres Pasuruan Kota Cup 2022 ini, diikuti 18 perguruan pencak silat di Kota/Kab Pasuruan dan diselenggarakan di GOR Sanika Satyawada.

Dengan suksesnya pelaksanaan kejuaraan Pencak Silat bertajuk Kapolres Cup 2022. Walikota Pasuruan Drs. Syaifullah Yusuf beserta jajaran Forkopimda Kota Pasuruan mengapresiasi kejuaraan pencak silat Kapolres Pasuruan Kota Cup 2022.

“Kami sangat mengapresiasi kejuaraan pencak silat Kapolres Cup ini, karena kegiatan ini tentunya sangat positif sekali bagi para pemuda-pemuda terlebih mereka dalam menyiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan mendatang,” kata Drs. Syaifullah Yusuf.

“Kita ketahui, bahwa pencak silat merupakan budaya dan seni asli Indonesia, namun banyak juga negara lain yang meminati seni bela diri ini” ucap Gus Ipul.

Menurutnya, melalui pertandingan pencak silat Kapolres Pasuruan Kota Cup 2022 ini, diharapkan bakal mewujudkan khasanah budaya bangsa. Tentunya menjadi sarana untuk menjaring bibit atlet muda di Kota Pasuruan.

“Kompetisi ini merupakan langkah awal dan sarana memilih bibit unggul pesilat yang ada di Kota Pasuruan untuk mewakili dalam ajang Kejurprov Pencak Silat Jatim 2022 atau Kapolda Jatim Cup 2022,” pungkasnya

Menurut Walikota, dalam kejuaraan ini akan ada muncul bibit-bibit baru khususnya di Kota Pasuruan, yang akan memberikan prestasi yang lebih baik apakah di tingkat provinsi ataupun nasional.

Pihaknya juga menilai, kegiatan tersebut sebagai salah satu langkah menghidupkan kembali kegiatan dibidang olahraga.

Sementara itu Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari mengatakan pihaknya menggelar kegiatan ini dengan harapan dapat menjaring para atlet-atlet di Kota Pasuruan yang berprestasi dan berkompeten.

“Semoga nantinya dapat menjadi perwakilan baik ditingkat provinsi maupun tingkat nasional bahkan internasional,”tutup Kapolres Pasuruan Kota. (Tofa)

Editor : dhw_robhin

Putus Mata Rantai Wabah “PMK” Hewan, Polsek Pagu Dan Jajaran Samping Pantau Langsung Penyuntikan Hewan Ternak

0

KEDIRI – Untuk mengantisipasi virus wabah penyakit mulut dan kuku terhadap hewan, anggota Polsek Pagu bersama Dokter hewan dan pemerintah desa memantau langsung penyuntikan hewan ternak, Senin (5/9/2022).

Kapolsek Pagu AKP Agus Sudarjanto mengatakan pengecekan di kandang sapi milik warga ini untuk mengantisipasi terjadinya wabah virus penyakit mulut dan kuku terhadap hewan ternak.

“Pengecekan kandang sapi ini kami bersama dokter hewan dan pemerintah desa”kata Kapolsek Pagu.

Disampaikan Kapolsek Pagu, kepada pemilik hewan ternak, diimbau bila sapi atau kambing mengalami tanda-tanda penyakit untuk segera melapor ke pihak dokter hewan terdekat dan Dinas Peternakan Kabupaten Kediri.

“Kami juga mengingatkan kepada pemilik hewan ternak untuk selalu menjaga kebersihan di tempat kandangnya,”jelas Kapolsek Pagu. (Humas)

Pewarta : Ageng
Editor : dhw_robhin