KABUPATEN BANDUNG – Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung Mengadakan Kegiatan Peringatan HARGANAS. ( Hari Keluarga Nasional ) KE XXIX Di Hotel Sutan Raja Soreang Kabupaten Bandung. Rabu, ( 20 /07/2022 ). Dengan Mengambil Tema : “AYO CEGAH STUNTING AGAR KELUARGA BEBAS STUNTING “.
Dalam Kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional tersebut Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung Mengundang Kepala BKKBN JABAR DR.WAHIDIN,M.Kes. selain itu Hadir juga para Camat ,Kapolsek Soreang dan OPD dan Para Kader PKK , Pos KB yang ada di Kabupaten Bandung.
Dalam sambutannya Kepala BKKBN Jabar Dr.Wahidin, M.Kes. beliau Berterima kasih Kepada Bupati Bandung , Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung yang telah menyelenggarakan Kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional yang Ke, XXIX .
Lanjut Beliau , Untuk Kabupaten Bandung Program Keluarga Berencana di Kabupaten Bandung perkembangan nya Alhamdulillah cukup bagus dan Untuk Pelayanan KB satu juta Aseptor Kabupaten Bandung Kontribusi banyak di Jawa Barat dalam sehari 243.000 Aseptor KB , jadi hampir 25%nya dari Capaian Nasional , Ungkap nya.
Dan beliau berharap dengan Semangat BEDAS nya di kabupaten Bandung , Angka Stunting di Kabupaten bisa segera diturunkan dan capaian -capaian di Kabupaten Bandung Bisa mengangkat mempengaruhi capaian di Provinsi Jawa barat. Dengan semangat nya saya Yakin dan percaya di Kabupaten Bandung bisa teratasi” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung M.H.HAIRUN,SH,MH Kabupaten Bandung merupakan terpadat kedua di Jawa Barat setelah Kabupaten Bogor dan Memberikan Kontribusi di Jawa Barat.
Salah satu yang dihadapi Di kabupaten Bandung itu sebetulnya ada dua masalah yaitu Kawin Muda ( Pernikahan Usia Dini ) dan Stunting yang Dua masalah ini yang menjadi induk semua permasalahan yang ada di Kabupaten Bandung terutama Demografi Kependudukan.
Lanjut beliau, Untuk mengatasi Agar Stunting di Kabupaten Bandung bisa turun , kita awali dengan bagaimana melakukan Pembinaan Kepada Remaja Kita Calon Pengantin ( CATIN ) salah satunya adalah sebelum mereka melakukan perkawinan harus dibekali pengetahuan wawasan tentang REPRODUKSI SEHAT berapa usia kawin /bagus yang ideal , bagaimana kalau punya anak itu anak yang dilahirkan tidak Stunting makanya BKKBN meluncurkan Program Tenaga Pendamping Keluarga , Hulu nya Itu (CATIN ) Calon Pengantin, Ibu Hamil dan Ibu Bersalin .
Jadi Ketiga Indikator ini yang menjadi bibit buit terjadinya Stunting ini harus kita kendalikan jangan sampai Stunting tinggi dengan cara yang tadi satu CATIN Kita bina beri pengetahuan bagaimana cara pola Reproduksi Sehat ( Kawin Ideal ), yang kedua ibu yang sedang hamil (BUMIL) I
Usia bayi 0-9 bulan itu harus dirawat dan di jaga , dipelihara asupan gizi nya Protein nya jangan sampai Bayi yang Lahir itu BBGLR artinya itu Potensi jadi Stunting , yang kedua ibu setelah Melahirkan ( BULIN ) balita 0-9 bulan sama harus di berikan asupan gizi protein yang baik agar anak nya tumbuh dengan baik cerdas tidak kena penyakit kalau kena penyakit tidak riskan . ungkap nya.
Beliau berharap Untuk penanggulangan Stunting di Kabupaten Bandung Kerja bersama dengan para OPD lain dalam Penanggulangan Stunting serta Pentahelik” paparnya.
Berdasarkan Pantauan Awak media Acara Kegiatan Peringatan HARGANAS Ke-XXIX di Hotel Sutan Raja Soreang Kabupaten Bandung ini berjalan lancar Para peserta Mulai dari Unsur Kepala UPT KB se -Kabupaten, Kader, PKK Pos KB, dan Tim TPK penuh antusias berjalan lancar dan sukses selain itu diberikan Hadiah dan Penghargaan kepada para Peserta KB yang berprestasi dalam Pelayanan KB maupun Aseptor KB Ditingkat Kabupaten Bandung .
Penulis : Andri
Editor : dhw_robhin
