KEDIRI – Polres Kediri menggelar kegiatan bakti sosial donor darah. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Jana Nuraga Mapolres Kediri, Selasa (7/6/2022). Acara bakti sosial itu menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke 76.
Kegiatan donor darah yang diikuti anggota Polres Kediri ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, anggota Polres Kediri, sebelum melakukan donor darah, terlebih dahulu diperiksa kondisi kesehatannya, seperti dilakukan pengecekan suhu tubuh dan cek tekanan darah, oleh Tim Medis Kesehatan.
Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho S.I.K., menuturkan kegiatan bakti sosial donor darah ini untuk menyambut memperingati HUT Bhayangkara ke 76.
Dalam kegiatan ini Polres Kediri menggandeng PMI Kabupaten Kediri.”Kegiatan bakti sosial donor darah ini untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat Kabupaten Kediri yang membutuhkan,”Jelas Kapolres kediri, AKBP Agung S.I.K. (Ageng)
CIMAHI – Menyiapkan masyarakat tangguh sigap bencana, Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menggelar Apel Siap Siaga Bencana yang dilanjutkan dengan kegiatan Simulasi Bencana (Gempa) pada hari Selasa (07/06) bertempat di Rusunawa RW 05 Kelurahan Cigugur, Kota Cimahi.
Kegiatan Simulasi Bencana dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tingkat Kota Cimahi Tahun 2022. HKB yang diperingati setiap tanggal 26 April memiliki tema yang tetap setiap tahunnya, yakni “Siap Untuk Selamat” dan untuk dan sub tema hari HKB Tahun 2022 adalah “Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana”. Peringatan HKB sejalan dengan amanat Presiden RI, Joko Widodo dalam arahannya pada Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2022 bahwa penanggulangan bencana ditekankan pada pembangunan sistem edukasi kebencanaan berkelanjutan di daerah rawan bencana, serta budaya sadar bencana dan juga kesiapsiagaan terhadap bencana yang harus dimulai sejak dini mulai dari individu, keluarga, komunitas, sekolah sampai lingkungan masyarakat.
Kegiatan Simulasi Bencana Gempa Bumi ini diikuti oleh sekitar 300 orang peserta yang terdiri atas unsur BPBD Kota Cimahi, Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Satpol PP dan DAMKAR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Rusunawa Cigugur Tengah), Kecamatan, Kelurahan, PMI Kota Cimahi, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Mitra BPBD atau Relawan PB. Dalam kegiatan ini Yayasan Rescue 512 hadir sebagai narasumber.
Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana menyebutkan bahwa Hari Kesiapsiagaan Bencana pada dasarnya adalah upaya untuk mengubah perilaku dalam mendorong semangat kerelawanan, gotong royong, meningkatkan partisipasi publik dan peran aktif masyarakat menjadi budaya sadar bencana. Kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana menentukan besar kecilnya risiko dan dampak bencana yang akan diterima. Upaya penanggulangan bencana ini merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat atau pun pemerintah daerah, unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media.
Ngatiyana menegaskan pentingnya edukasi dan sosialisasi mengenai kebencanaan untuk meminimalisir resiko, “Dengan adanya simulasi bencana, masyarakat bisa mengambil langkah, apa yang harus dilakukan, harus bagaimana cara menyelamatkan diri bila terjadi bencana baik itu gempa bumki atau yang lainnya. Simulasi digambarkan sehingga memberikan edukasi pemahaman pada masyarakat bila terjadi bencana,” tukasnya.
Peringatan HKB menjadi momentum untuk memberikan edukasi kebencanaan yang berkelanjutan terutama di daerah rawan bencana juga sebagai upaya penguatan kembali eksistensi keluarga sebagai pilar bangsa dalam upaya mewujudkan keluarga tangguh bencana.
“Insha allah kegiatan ini akan menghasilkan kontribusi positif dan implikasi yang sangat baik kepada semua pihak atau pun komponen yang ada di Kota Cimahi agar dapat menemukenali ancaman dan risiko bencana, sehingga bagaimana dapat memikirkan cara evakuasi yang benar, melaksanakan evakuasi secara terencana, terorganisir,” ujar Ngatiyana melanjutkan.
Ia mengingatkan agar kegiatan Peringatan HKB bukan sekedar seremoni, namun lebih dari itu menjadi media untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat di daerah rawan bencana. “Kegiatan simulasi dan latihan evakuasi secara rutin sangat penting dilakukan. Lakukan evaluasi-evaluasi setiap setelah pelaksanaan agar dapat mengukur, menilai dan keberhasilannya,” tegas Ngatiyana.
Terkait potensi bencana di Kota Cimahi ia berharap melalui kegiatan Simulasi Bencana masyarakat dapat lebih waspada dan memahami cara penyelamatan diri saat terjadi bencana, “Harapan saya bila terjadi bencana masyarakat sudah memahami apa yang harus dilakukan, dan upaya mitigasi bencana ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat kota Cimahi, yaitu pentahelix antara pemerintah, TNI, Polri, media, pengusaha, akademisi, masyarakat, semua ikut serta dalam melaksanakan penyelesaian terhadap bencana,” urainya. Sumber: “Bidang IKPS/Dy”. (Achmad S)
MALANG RAYA– Polresta Malang Kota menangkap dua jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Keduanya ditangkap dengan barang bukti total 20kg lebih.
Kasatreskoba Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, mengatakan, dua jaringan ditangkap di tempat berbeda. Pelaku pertama MR alias Udin (44) ditangkap di bypass Pandaan kemudian dikembangkan ke kawasan Sumbersuko dengan barang bukti 1 kg sabu.
Pelaku dari jaringan lain ditangkap pada 29 Mei di Jalan S Parman sekitar pukul 19.15 WIB. Mereka adalah JMD (30) dan SKD (47) yang berasal dari Bontang. Saat ditangkap, keduanya membawa sabu seberat 19,8kg yang disimpan di dalam mobil dengan total 20 bungkus besar.
Danang menjelaskan, kedua pelaku itu menyembunyikan sabu di dalam pintu mobil. Beruntung petugas cermat memeriksa seluruh bagian mobil sehingga bisa menemukan 19,8kg sabu tersebut.
“Pelaku ini sudah dilidik lama, kebetulan ada informasi mereka mau kirim sabu itu akhirnya kami tangkap. Kemudian satu mobil digunakan pelaku sebagai sarana kami amankan. Sabu yang dibawa disimpan di dalam plastik di balik pintu mobil,” ujar Danang, Selasa (7/6).
“Penangkapan ini berdasarkan hasil pengembangan kasus lain pada bulan Maret lalu. Akhirnya kami mendapat informasi keberadaan pelaku dan berhasil menangkapnya dengan barang bukti sabu tersebut,” imbuhnya.
Danang mengatakan pelaku menggunakan pola acak saat mengirim sabu. Kota Malang hanya digunakan sebagai transit sebelum sabu dikirimkan.
“Dugaan sementara sabu ini berasal dari luar negeri, seperti Timur Tengah dan segitiga emas Asia. Kemudian Kota Malang dijadikan transit dengan pengiriman pola acak, bisa jadi disebar ke seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Kedua pelaku ini disebutkan Danang hanya sebagai kurir. Namun ia masih perlu pendalaman kasus agar bisa mengetahui target penyebaran sabu-sabu itu.
“Intinya ini masih kami kembangkan lagi,” tegasnya.
Sementara itu Kapolresta Malang Kota Kombespol Budi Hermanto, menegaskan tidak akan membiarkan adanya peredaran narkotika di wilayahnya. Pengungkapan kasus ini merupakan concern pemberantasan narkoba.
“Kalau lihat ada 20,8 kg ini sudah selamatkan 250 ribu jiwa generasi di kota malang. Kami akan koordinasi dengan jaksa untuk tuntutan paling tinggi bagi tersangka,” singkatnya.
Atas kasus ini, para pelaku dikenai pasal 114 (2) dan atau pasal 112 (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI NO 35 TH 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.(dhw_robhin)
PASURUAN – Lemahnya pengawasan terhadap pekerjaan di lapangan diduga jadi pemicu bagi oknum pelaksana dan pekerja untuk melakukan pekerjaan sesuka hati, yang berpotensi mengorbankan kwalitas.
Seperti yang terjadi pada salah satu pekerjaan yakni Proyek Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi ( P3- TGAI ) yang didanai melalui APBN yang terletak di Kabupaten Pasuruan Tahun 2022.
Bagaimana tidak? Saat awak media melihat proses pengerjaan pembangunan Proyek Saluran irigasi tersebut melihat teknis pemasangan yang terkesan asal jadi. Seperti misalnya saat membuat campuran semen dan pasir yang tanpa takar. Tak hanya itu, teknis pemasangan batu seolah juga terlihat asal terpasang.
Hal tersebut terlihat saat awak media terun ke lokasi dan mengamati Proyek Pembangunan saluran irigasi tersebut terkesan asal jadi, seperti adukan semen dan pasir yang kurang berkualitas juga teknis pemasangan batu seolah asal pasang.
Salah satu warga mengatakan ke awak media, pemasangan saluran irigasi untuk persawahan kurang bagus kualitasnya karena tidak tampak pondasi terpasang.
“Saya takutkan umur bangunan saluran irigasi ini tidak lama, hanya seperti umur jagung mas,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lalu saat klarifikasi terkait bangunan drainase kepada penyelenggara proyek, mereka hanya mengarahkan hal tersebut kepada Dinas terkait.
“Laporkan saja hal terebut, saya sendiri ada pengawasan dari Dinas,” ujarnya.
Sementara di sisi lain, Tim investigasi LSM GMBI Burhan akbar menyayangkan kondisi proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Randugong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan yang terkesan asal jadi.
“Saya selaku tim investigasi LSM GMBI Kabupaten Pasuruan sangat menyayangkan dengan kondisi proyek seperti ini. Apalagi proyek ini menelan biaya ratusan juta rupiah dan juga didanai dari anggaran APBN di wilayah Kabupaten Pasuruan,” ucapnya
Diimbuhkan Burhan akbar, tim investigasi LSM GMBI akan segera berkoordinasi dengan pihak BBWS propinsi jawa timur agar ke depannya tidak ada lagi proyek-proyek yang terindikasi dikerjakan secara asal-asalan di wilayah kabupaten pasuruan
“Bila perlu, akan kami turunkan tim dari investigasi untuk mengawal proses pembangunan saluran irigasi yang ada di Desa Randugong tersebut,” pungkasnya. (Tim )
MALANG RAYA – Seorang nenek bernama Wurlin (70) ditemukan tewas di rumahnya di Dusun Manggisari, Bocel, Karangploso, pada Selasa (7/6).
Korban diduga menjadi korban pembacokan. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), selain Wurlin, cucunya yang bernama M Saifudin (17) juga mengalami luka bacok pada leher dan perutnya. Saat ini M Saifudin sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Sementara itu pihak kepolisian tengah melakukan identifikasi, dan memintai keterangan saksi-saksi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas gabungan dari Polsek Karangploso dan Koramil 0818/28 Karangploso tampak ikut membantu mengamankan TKP ketika Tim INAFIS Polres Malang bekerja.
Kapolsek Karangploso Iptu Bambang Subinajar mengatakan, saat ini tim Inafis Polres Malang tengah melakukan olah TKP. Ia menjelaskan dalam peristiwa ini ada dua korban, satu meninggal dunia atas nama Wurlin, dan satunya lagi atas nama M Saifudin dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka sayatan pada leher dan perutnya.
“Kita masih belum tahu motifnya, tim INAFIS masih bekerja melakukan olah TKP,” paparnya.
Sementara itu, Ketua RT04/RW06, Dusun Manggisari, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso M.Nur saat ditemui awak media mengatakan, peristiwa ini di ketahui sekitar pukul 07.15 tadi, saat itu cucu korban berlari keluar rumahnya untuk meminta pertolongan pada warga.
“Kalau pastinya saya tidak tahu, namun korban tinggal di rumah bersama cucunya, yang juga ikut jadi korban. Cucunya mengalami luka bacok pada leher dan perutnya, sementara nenek wurlin meninggal dunia di rumahnya,” imbuhnya.
Di sisi lain, tetangga korban, Tasim menjelaskan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.30, saat itu tiba-tiba Saifuddin, cucu Wurlin datang dengan kondisi terluka parah. “Saat itu saya pas duduk, tiba-tiba Saifudin datang minta tolong dengan luka di leher, perut. Tapi saya nggak berani nolong nyari bantuan juga,” kata Tasim.
Tasim menjelaskan, korban tinggal di rumah tersebut bersam cucunya, korban dinyatakan meninggal dunia di rumah tersebut. “Cucunya itu Saifudin (Udin) luka parah, kalau neneknya saya nggak tahu, saya nggak berani masuk,” Urainya singkat.(dhw_robhin)
KEDIRI – Kapolsek Wates AKP Suharyanta menuturkan hasil dalam pengecekan tersebut bahwa untuk stok minyak goreng di wilayah Kecamatan Wates masih stabil.
“Untuk ketersediaan minyak goreng masih stabil,”tutur Kapolsek Wates.
Diungkapkan AKP Suharyanta diimbau kepada masyarakat untuk tidak panik untuk ketersediaan minyak goreng.
“Kita imbau kepada masyarakat jangan sampai panic buying atau membeli berlebihan,” tambahnya.
Kapolsek Wates, mengungkapkan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas bila menemukan adanya oknum pedagang yang melakukan penimbunan minyak goreng.
“Bila kami menemukan ada oknum yang melakukan penimbunan minyak goreng tentunya akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,”ungkap Kapolsek Wates. (ageng)
PASURUAN – LSM Penjara Indonesia JATIM diwakili oleh Warda selaku sekretaris mendatangi Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan sepekan yang lalu. Tujuannya adalah agar Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan memberikan sanksi keras kepada Kepala SMPN 1 Tutur. Tuntutan pemberian sanksi itu diminta lantaran keluhan masyarakat bahwa SMPN 1 Tutur menerapkan pungutan kepada setiap siswanya sebesar Rp. 20,000,- / bulan
“Kami meminta agar pihak SMPN 1 Tutur segera mengembalikan uang yang telah dipungut dari siswa setiap bulannya serta uang tabungan yg juga telah ditarik mulai dari kelas VII sampai kelas IX” ujar Warda kepada wartawan, Senin (6/6/2022).
Dikatakan wardah, ketentuan larangan adanya segala jenis pungutan sudah diatur dalam PP anggaran Pendidikan maupun Permendikbud mengenai sumbangan dana pendidikan dan komite sekolah.
Lanjutnya apalagi, untuk tingkat pendidikan dasar (SD-SMP) yang sudah didukung dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tidak boleh lagi ada pungutan untuk operasional sekolah. yang sama sekali tidak berkaitan dengan kegiatan pendidikan.
Pungutan berkedok apapun tidak boleh lagi ada untuk operasional sekolah, pasalnya aturanya sudah ada dan jelas ungkapnya
“ Ciri ciri pungutan yang sudah jelas dilarang antara lain permintaan iuran yang jumlah dan waktunya mengikat atau ditentukan sekolah. Dengan adanya indikasi pengaitan iuran infaq dengan kegiatan pelajaran siswa, jelas melanggar dan dapat dikenakan sanksi administrasi. Sekolah semestinya sudah memahami ini. Jika tetap dipaksakan, Dinas terkait dapat memberikan pembinaan. Dan penarikan iuran infaq wajib dikembalikan kepada orang tua siswa melalui komunikasi yang baik agar permasalahan dapat diselesaikan” imbuh Warda.
Menurut Warda LSM PENJARA INDONESIA masih menunggu kesadaran pihak SMPN 1 Tutur untuk segera mengembalikan pungutan dan tabungan yang telah diminta dari para siswa setiap bulannya.
“ Kepala Dinas Pendidikan Hasbullah masih meminta kami menunggu agar beliau bisa melakukan klarifikasi dan cek di lapang terkait temuan kami, yang jelas kami sudah memiliki bukti penarikan pungutan terlarang oleh SMPN 1 ini, jika Kepala Dinas Pendidikan tidak bisa menyelesaikan maka kami akan melaporkan masalah ini ke ranah hukum dengan dugaan pungli oleh oknum ASN” pungkas Warda mengakhiri. (Qomar)
MALANG RAYA – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan Polres Malang bersama jajaran Forkompinda Kabupaten Malang berhasil amankan 183 tersangka dengan berbagai kasus.
Dalam konferensi pers yang digelar d halaman Polres Malang (6/6), Kapolres Malang, Ferli Hidayat beserta jajaran Forkopimda diantaranya Bupati Malang, Dandim dan Kejaksaan, memberikan penjelasan hasil dari Operasi Pekat yang dilaksanakan selama 12 hari (23 Mei – 3 Juni 2022) kepada awak media.
Dalam kesempatan ini Kapolres Malang menerangkan bahwa hasil dari Operasi Pekat berhasil mengamankan sebanyak 183 tersangka dengan jumlah kasus sebanyak 177. Dari 177 kasus itu, 48 diantaranya adalah kasus kepemilikan narkoba berupa sabu sabu sejumlah kurang lebih 1,3 kg dan ganja sejumlah 183 gram serta beberapa obat-obatan terlarang.
Dari seluruh kasus yang ada, semua ditingkatkan ke tahap penyidikan. Sedangkan pada kasus miras, dikenakan sanksi tipiring dan pembinaan.
Kapolres Malang mengaku bahwa ada beberapa wilayah yang termasuk sebagai daerah rawan peredaran narkoba, tetapi lebih lanjut mengatakan pihaknya akan tetap mengawasi semua daerah, karena peredaran narkoba bisa dimana saja dengan modus yang makin menyulitkan.
Di sisi lain, Bupati Malang yang hadir tidak lupa mengapresiasi tindakan yang dilakukan pihak Kepolisian, Dandim dan Kejaksaan yang turut menyukseskan pelaksanaan Operasi Pekat ini. Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini mendukung penuh kegiatan yang dilakukan jajaran Forkopimda. “Tutupnya singkat. (Midianto)
BARITO UTARA – Bupati Barito Utara, H.Nadalsyah didampingi Wakilnya, Sugianto Panala Putra,SH Sekretaris Daerah,Drs. Muhlis, unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda dan Kepala Perangkat Daerah menyambut baik kedatangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM beserta rombongan dan Komandan Satuan Brimob Polda Kalteng beserta jajaranya di Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Senin kemarin(6/6/2022).
Sebelumnya, Wakil Bupati Barito Utara bersama Sekda dan Dansat Brimob Polda Kalteng beserta rombongan meninjau lokasi areal, rencana dibangunnya Komando Brimob yang berlokasi di Camp Puti Benangin, Kecamatan Teweh Timur.
Bupati Barito Utara,H. Nadalsyah mengucapkan selamat datang, kepada Kakanwil KemenHumHAM Provinsi Kalteng beserta rombongan dan Dansat Brimob Polda Kalteng, di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan Barito Utara.
Dijelaskan Bupati bahwa saat ini kondisi keamanan di Barito Utara sangat kondusif.”Ini berkat kerjasama dan dukungan dari TNI dan Polri serta unsur terkait lainnya di Barito Utara,”kata H. Nadalsyah.
Lanjutnya, kerjasama jelas terlihat disaat terjadinya Pandemi Covid-19,dimana TNI,Polri dan instansi vertikal bahu membahu dalam penanganan Covid-19.”Capaian sasaran vaksinasi dapat tercapai dan saat ini Kabupaten Barito Utara, dalam status Covid-19 menjadi level 1,” jelas H.Nadalsyah.
Menyinggung pembangunan Mako Brimob, Pemkab Barito Utara sangat menyambut baik.Terlebih dalam tahun ini, dengan adanya bandara baru yakni bandara H.M. Sidik, Pesawat ATR 72 dapat beroperasi.
“Alhamdulillah itu juga sebagai salah satu penggerak perekonomian di Barito Utara,”tutup H. Nadalsyah.
Sementara itu,Kakanwil HumHAM Kalteng,Dr. Hendra Eka Putra, A.Md.I.P,SH,MM mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Pemkab Barut.
Dijelaskannya juga nantinya akan direncanakan dibangun Kantor Imigrasi di Barito Utara.”Rencana pembangunan kantor imigrasi itu,telah disampaikan oleh Kakanwil terdahulu kepada Wakil Bupati Barito Utara,”kata Hendra.
Terlebih saat ini dengan adanya Bandara H. M.Siddik, dimana aktivitas penerbangan kian berkembang.”Dengan dibangunnya kantor imigrasi disini, segala pengurusan dokumen imigrasi akan lebih memudahkan masyarakat,”terang Hendra. (SS)
MALANG RAYA – RANS Nusantara FC membeberkan alasan mengadakan uji coba melawan Arema FC. Laga ini nantinya akan dihelat di Stadion Kanjuruhan, Selasa (7/6) malam.
Pelatih RANS Nusantara FC, Rahmad Darmawan, mengatakan, timnya membutuhkan atmosfer Liga 1. Hal itu dikarenakan para pemainnya ada yang baru pertama kali bermain di Liga 1. “Kami anggap ini sebagai bagian yang penting yang harus kita lewati untuk membiasakan diri dalam atmosfer kompetisi Liga 1,” kata Rahmad.
Rahmad mengatakan, dengan adanya suporter di stadion bisa memberikan dampak bagi pemainnya. Apalagi suporter Aremania dikenal sangat fanatik dalam memberikan dukungan kepada tim Singo Edan.
“Uji coba besok spesial bagi kita. Karena untuk pertama kali pemain berhadapan dengan penonton. Tentu presur berbeda dan secara psikologi mereka akan bisa belajar memanage pertandingan besok,” lanjutnya.
Ia mengaku seluruh pemainnya dalam kondisi bagus dan sangat antusias. Mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 ini berharap laga berjalan baik dan membawa hasil maksimal.
“Kami ingin mencoba melawan tim tim bagus untuk kompetisi. Arema salah satu yang terpenting. Arema setelah musim lalu bermain sangat baik, mereka evaluasi dan merekrut pemain terbaik indonesia seperti Evan Dimas, Adam Alis dan banyak lainnya,” urainya singkay.(dhw_robhin)