Home Blog Page 1400

Persiapkan Diri Juara Umum Tingkat Jatim, Sidoarjo Memanggil Putra Putri Terbaiknya Tampil di MTQ 2022

0

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memanggil putra-putri terbaiknya tampil diajang festival keagamaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) 2022. MTQ tingkat Kabupaten itu akan digelar tanggal 24-27 Agustus mendatang. Ada tujuh cabang yang dilombakan pada ajang MTQ yang digelar pemkab tersebut. Yakni cabang Tilawah, Tahfidz Al Qur’an, Tafsir Al Qur’an, Fahmil Al Qur’an, Syarhil Al Qur’an, Khat Al Qur’an dan yang terakhir cabang Musabaqah Makalah Ilmiah.

Pendaftaran dibuka tanggal 19-29 Juli 2022 mulai pukul 08.00-15.00 Wib. Para peserta bisa mendaftar melalui kantor kecamatan masing-masing selanjutnya dokumen pendaftaran dari kecamatan akan dikirim ke kabupaten di Bagian Kesra Setda Sidoarjo.

MTQ tingkat kabupaten itu diharapkan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor jadi wadah kaderisasi mencetak bibit-bibit unggul para Qori’/ah (pembaca Tilawah), Hafidz-Hafidzah (penghapal Qur’an) sampai bisa ikut festival MTQ ke tingkat nasional dan internasional.

Bupati Gus Muhdlor mendorong lebih banyak lagi putra-putri Sidoarjo yang berprestasi. Salah satunya prestasi jalur keagamaan. “Melalui MTQ ini kita cetak bibit-bibit unggul para Qori/ah dan Hafidz-Hafidzah serta cabang lain seperti Syarhil Al Qur’an dan lainnya,” ujar Gus Muhdlor. Jum’at Malam, (27/5/2022) di Pendopo Delta Wibawa.

Pada ajang Tilawah dan Hafalan Qur’an, Indonesia termasuk negara yang diperhitungkan oleh negara-negara Islam dunia. Sejauh ini prestasi dari Sidoarjo dinilai Gus Muhdlor sangat baik. Pada ajang MTQ tingkat Jawa Timur tahun 2021 lalu yang diselenggarakan di Kabupaten Pamekasan, Sidoarjo diperingkat kedua setelah Lamongan. Kemudian pada MTQ 2019 yang digelar di Kabupaten Tuban, Sidoarjo juga bertahan di juara 2.

Melihat prestasi putra-putri Sidoarjo diajang MTQ Jatim yang mampu bertahan juara 2 berturut-turut, Gus Muhdlor optimis Sidoarjo yang akan jadi Juara Umum pada MTQ 2023 yang digelar di Kota Pasuruan mendatang. Karena Gus Muhdlor melihat kapasitas dan kualitas peserta dari Sidoarjo menujukkan konsistensinya tinggal persiapannya yang dimatangkan lagi tahun ini.

“Kita support putra-putri kita, semua kafilah dari Sidoarjo sudah tampil sangat baik pada MTQ Jatim tahun 2019 dan 2022. Kami optimis dengan kualitas dan kapasitas yang dimiliki kafilah Sidoarjo, pada MTQ tahun 2023 Sidoarjo sudah saatnya menjadi juara umum,” ujar Gus Muhdlor dengan semangat. (Kominfo/YL)

Pemkab Sidoarjo, Melalui Dinas Pangan dan Pertanian Gelar Pelatihan Diversifikasi Olahan Susu Sapi dan Kambing

0

SIDOARJO – Adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi dan kambing. Untuk mencukupi kebutuhan dan menambah penghasilan. Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Pangan dan Pertanian menggelar pelatihan Diversifikasi produksi olahan susu, pelatihan pembuatan sabun dan susu Kambing dan Sapi, Rabu, (25/5/22) sore, di aula kantor desa Ngampelsari, kecamatan Candi, Sidoarjo.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Dr. Eni Rustianingsih ST MT, Rabu, (25/5/22) kepada awak media di lokasi terkait kegiatan mengatakan, dengan situasi PMK seperti ini otomatis ekonomi peternakan ikut turun, untuk mencarikan solusi salah satunya Diversifikasi.

“Karena tupoksi kita mencarikan Diversifikasi alternatif dampak pangan. Kita mencarikan solusi supaya ekonomi tidak jatuh. Nah dari yang biasanya produksinya itu 18 sapi perah bisa mencapai 250 liter, ternyata 10-15 liter perhari. Jadi dia tidak bisa bayar pinjaman, bank relaksasi dan sebagainya, jadi kita mencarikan alternatif,” terang Eni.

Masih kata Eni, kalau produknya sedikit tapi dia akan mendapatkan banyak, yaitu kita membuatkan olahan dari susu diolah bisa menjadi yogurt, bisa menjadikan kevit, kemudian salah satunya juga sabun dan kosmetik yang lain.

“Sebetulnya sabun yang dari susu itu mahal, dari kosmetik karena jarang di cari. Ya inilah satu-satunya mencari dan mendongkrak ekonomi masyarakat dengan memberikan stimulan terhadap pelatihan ini,” tambahnya.

Eni menambahkan, ini sesuai dengan program Bupati dan wakil Bupati, yaitu mencarikan tenaga kerja dan lapangan kerja baru. Mereka yang loper susu tidak bisa jualan susu, pihaknya bergerak diolahan susu yang adanya terbatas.

“Yang dulu adanya penghasilan susu sapi sekarang kita memanfaatkan susu kambing, karena adanya permasalahan penyakit mulut dan kuku (PMK) ini, kami tidak begitu banyak kena. Walaupun dia terkena juga, cuma di PMK ini susu-susu kambing ini kita optimalkan sehingga nanti akan menimbulkan antara suplai dan dimana antara penghasil susu kambing dimanfaatkan terhadap kegiatan UMKM susu yang diolah kembali ada nilai tambah,” tambahnya.

“Kalau kita sih target penambahan akan di sesuaikan RPJM-nya di Kabupaten, janji dari Bupati dan wakil Bupati yaitu 10.000 tenaga kerja salah satu nya pengolahan susu ini akan menambahkan tenaga kerja,” pungkas Eni Rustianingsih.

Salah seorang narsum apt. Ariel Dwi Puspitawati, S. Si, pelaku industri jamu dan cafe jamu dengan industri di Malang dan cafe jamu di Buduran Sidoarjo, dikonfirmasi awak media menjelaskan, kegiatan ini bertujuan agar masyarakat bisa mengembangkan produk susu kambing menjadi produk yang beda, bukan hanya untuk minuman saja.

“Semoga usai pelatihan ini masyarakat bisa mengembangkan dan menggunakan bahan nabati yang beda, bukan hanya dari susu sapi. Apalagi sekarang ada PMK pada hewan sapi, sebaiknya bisa mencari alternatif susu dari hewan selain sapi, yang juga mempunyai nilai gizi tinggi dan nilai jual tinggi,” ujarnya.

“Kalau bisa untuk menjadikan media pelatihan ini, sebagai media untuk meningkatkan nilai ekonomi di keluarga atau masyarakat setempat sebagai sumber penghasilan serta dikembangkan terus menjadi produk kosmetik tradisional yang berijin,” pungkas pelaku usaha Cafe Love Jamu di Buduran yang juga berprofesi sebagai tenaga kependidikan di Universitas Anwar Medika tersebut.

Diwaktu berbeda Toni Hartono, Kepala Bidang Produksi Peternakan menjelaskan, kegiatan ini yang kedua, sebelumnya di Porong. “Salah satu upaya kita untuk penciptaan istilahnya lapangan kerja, artinya dengan kita kasih pelatihan peserta ini akan bisa membuat suatu produk dalam hal ini sabun susu,” jelasnya Toni.

Sabun susu ini, mungkin belum banyak, tetapi sekarang kencendrungan masyarakat mencari yang organik. Secara kemanfaatan, sabun organik dari segi kesehatan lebih bagus. Bisa melembabkan kulit dan PH-nya juga cenderung PH yang lebih netral. Jadi sesuai PH manusia.

“Harapan kami pelatihan ini peserta bisa menerapkan dan kalau bisa dapat menambah penghasilan keluarga. Dan selain memberikan pelatihan kita juga memberikan ilmu marketing secara digital. Untuk modal kita ada Delta Arta nanti kita bisa kasih jalan,” imbuh Toni Hartono.

Salah satu peserta pelatihan, ibu Indah Wahyuni, mengucapkan ucapkan terima kasih kepada Pemkab, khususnya, karena telah didatangi Dinas Pangan dan Pertanian.

“Dengan adanya pelatihan ini ingin nanti saya ajarkan ke PKK. Kalau di izinkan saya berharap untuk bantuan alatnya dan sebagainya, juga kegiatan ini tidak boleh sekali mas, biar bisa membantu ibu-ibu disini guna menambah income (pemasukan ekonomi),” katanya Indah Wahyuni.

“Kegiatan baru pertama kali pelatihan ini dilakukan. Intinya saya ingin memajukan PKK saya. Harapan saya ingin meminta bantuan alat-alatnya supaya tidak begini saja dan bisa berlanjut di belakang hari,” ujar Indah Wahyuni yang juga istri Kepala Desa Ngampelsari tersebut.

Sementara, Edwin Fiantiano S.Sos M.Si, Narsum digital Marketing, mengatakan sangat senang dengan adanya ladang ini. Yang pertama, adalah mempercayakan masyarakat dengan membuat olahan sabun susu. Yang memang selama ini sabun kecantikan itu selalu identik dengan mahal, oleh karena itu, dengan adanya pengetahuan seperti ini sehingga mereka tahu tentang bagaimana mengelola sabun melalui susu.

“Ini sangat jarang sekali, bahwa pelatihan ini menurut saya adalah pelatihan yang bertanggung jawab. Dalam artian bukan sekedar bagaimana caranya membuat susu, tetapi juga ada pelatihan bagaimana cara menjual. Jadi dengan adanya media sosial setiap orang bisa berjualan di rumah. Jadi tidak harus mempunyai toko yang besar dan macam- macam,” kata Edwin.

Pelatihan ini, menjadi tumpul jika tidak tau tentang pemasaran. Intinya adalah istilah marketing menyebar luaskan manfaat dari prodak tersebut lewat Medsos,” jelas Edwin selaku pemateri dari Unair tentang digital promosi melalui digital marketing khususnya Medsos itu. (Yul)

Bertahun-tahun Tidak Ada Kejelasan, Ahli Waris Tanah di SDN 01 Jeladri Pertanyakan Statusnya

0

PASURUAN – Bangunan Sekolah Dasar Negeri Jeladri 01 yang berdiri sejak 1973, di desa Jeladri kecamatan Winongan kabupaten Pasuruan, disinyalir tidak berada di tanah milik pemerintah.

Pasalnya, seorang warga bernama Arjahat mengaku masih tercatat di letter C sebagai ahli waris objek tanah atas nama Soetomo.

Tak hanya itu pula, masih menurut Arjahat, dirinya juga masih tercatat sebagai Wajib Pajak pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk sebidang tanah yang kini ditempati SDN 0 Jeladri.

“Setiap tahun, sejak 1973 saya masih membayar Pajak Bumi dan Bangunan untuk tanah itu. Jelas ini merugikan saya sebagai ahli waris,” ungkap Arjahat.

Masih katanya pula, hingga kini dirinya tidak pernah mendapat kejelasan mengenai status tanahnya tersebut, baik dari Dinas Pendidikan maupun instansi terkait lainnya.

“Mereka (instansi pemerintah) cenderung tidak mau tahu tentang persoalan yang saya alami,” ujar Arjahat.

Diimbuhkannya, pada 2014 lalu, dirinya pernah melakukan akses masuk ke sekolah itu dengan cara menumpuk batu di pagar SDN 01 Jeladri agar mendapat jawaban dan kepastian atas status tanah tersebut.

Atas aksinya tersebut, masih kata Arjahat, dirinya ditemui ditemui perwakilan dari Dinas Pendidikan.

“Setelah saya tumpuki batu, kepala sekolah dan.perwakilan dari dinas Pendidikan datang dan agar tumpukan batu dan pagar sekolah di buka kembali,” terangnya.

Lantas, dirinya mengaku membuka akses masuk ke sekolah itu karena merasa kasihan pada anak anak sekolah.

berjanji akan menyelesaikan ganti rugi atau di beli oleh pemerintah

Selain faktor kasihan pada siswa, dirinya juga menegaskan bahwa dibukanya akses masuk sekolah itu karena Kepala Dinas Pendidikan, yang dijabat Hasbullah dan Kabag Hukum Pemerintahan Pemkab Pasuruan, Iswahyudi, merencanakan mediasi untuk mencari solusi soal ganti rugi.

“Rencana pertemuan untuk membahas kompensasi atau ganti rugi hingga bertahun-tahun tidak pernah realisasi. Lantas saya harus bagaimana,” keluh Arjahat.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Hasbullah pada Jum’at (27/05/2022) mengatakan, terkait sengketa tanah di SDN Jeladri 01 telah selesai dan tidak perlu mediasi kembali karena perkara tersebut telah memasuki proses di pengadilan.

“Waktu itu yang melaporkan adalah Yek atau Habib siapa itu saya lupa. Selama ini pemerintah juga masih menunggu hasil putusan pengadilan terkait status tanah yang ditempati SDN 01 Jeladri itu,” terang Hasbullah.

Dari keterangan tersebut, pihak Arjahat lantas mengaku jika selama ini tidak tahu kelanjutan prosesnya pasca mediasi pada 2014 silam.

Terkait nama Yek atau Habib yang disebut telah mengurus perkara yang dihadapinya itu, Arjahat juga mengaku sudah lama tidak ada koordinasi.

Bahkan dirinya juga tidak mengetahui jika telah diproses pengadilan. Sebab itu dirinya akan segera menghubungi kembali Yek atau Habib untuk.mendapat kejelasan terkait perkaranya yang disebut telah dilaporkan ke pengadilan.

“Saya tidak tahu jika telah proses di pengadilan. Karena saya tidak pernah menerima pendaftaran nomor perkara termasuk juga panggilan untuk sidang. Kalau memang sudah dilaporkan tentu saya akan dipanggil,” pungkas Arjahat. (arie)

Terlibat Narkotika, Dua Hakim Ditangkap BNN

0

SERANG – Dua hakim PN Rangkasbitung inisial YR (39) dan DA (39), yang terlibat narkoba, ditahan di dalam rutan BNN Banten. Kedua hakim nyabu ini ditahan karena berstatus tersangka bersama ASN pengadilan inisial RASS (32).

“Ketiga tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah kita tahan, saat ini di rutan BNN,”‘ kata Kepala BNN Banten Hendri Marpaung, Selasa (24/5/2022).

Satu orang terperiksa, yaitu asisten rumah tangga dari hakim DA inisial H, hari ini sedang menjalani proses asesmen untuk dilakukan rehabilitasi. Ia katanya menjadi korban pengguna narkoba karena bekerja dengan hakim DA.

Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan dua hakim dan panitera PN Rangkasbitung tersebut berawal adanya informasi dari masyarakat adanya pengiriman narkotika melalui jasa pengiriman (ekspedisi).

Tim BNNP Banten bersama Bea Cukai Kanwil Banten melakukan penyelidikan dan pendalaman.

Selanjutnya, pada hari Selasa (17/5) pukul 10.00 WIB, dipimpin Kepala BNNP Banten Hendri Marpaung berhasil menangkap RASS di Jalan Ir Juanda Rangkasbitung.

Berdasarkan hasil interogasi terhadap RASS dikembangkan ke Kantor PN Rangkasbitung dan mengamankan YR.

Petugas BNNP Banten menggeledah ruangan YR juga mengamankan DA yang merupakan teman kerja YR yang ikut menggunakan narkoba bersama dengan YR.

Dari penggeledahan di ruangan kantor YR ditemukan barang bukti satu buah alat hisap sabu atau bong di laci meja kerja YR dan dua buah alat hisab sabu serta dua buah pipet dan dua buah korek gas dari tas DA.

Setelah dilakukan penggeledahan, petugas BNNP Banten membuka paket yang sebelumnya diambil oleh RASS, di mana isi kiriman paket itu ada dua bungkus plastik klip bening berukuran sedang berisikan narkotika golongan 1 jenis sabu warna putih dan ukuran kecil berisikan narkotika golongan 1 jenis kristal sabu berwarna biru yang pada saat itu belum diketahui beratnya.

“Kami saat ini terus mengembangkan dan mendalami jaringan dari tersangka itu, ” kata Hendri.

Perusahaan Air Isi Ulang Yang Diduga Belum Berizin Memarkirkan Armadanya Disembarang Tempat, Warga Protes Keras

CIMAHI – Sebuah perusahaan isi ulang air minum yang beralamat di RT 09-RW 05 Kampung Ciputri Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi tengah Milik H.M,seringkali memarkir armada Tanki pengangkut air minumnya di bagian jalan sehingga warga sekitar merasa resah dan terganggu. Menurut laporan warga setempat parkirnya Tanki air minum milik H.M cukup mengganggu lalu lintas yang menggunakan jalan tersebut khususnya para penghuni Rusunawa Cigugur yang tempatnya tidak jauh dari lokasi tersebut.

Beberapa warga yang berdomisili disekitar perusahaan air isi ulang mempertanyakan juga terkait Ijin yang dikantongi perusahaan air isi ulang tersebut.

Saat awak media meminta tanggapan kepada pihak Ketua RT 09-RT 05 Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah Bapak Aceng,Ketua RT 09 melalui aplikasi WA membenarkan bahwa Parkir Mobil Tanki milik H.M cukup mengganggu karena idealnya harus memiliki garasi sendiri,

“Terkait dengan parkir kendaraan pengangkut air milik H.M. yang terparkir sembarangan dijalan diwilayah RT 09 selain terlihat kurang sedap dipandang juga menghalangi para pengguna jalan lainnya, Saya pernah mengadukan kepada salah satu Kepala seksi di Dinas perhubungan Pemkot Cimahi agar keberadaan parkir kendaraan pengangkut air tersebut segera ditertibkan, namun sampai saat ini belum juga ada tindakan, bahkan saya berharap dipasang larangan parkir, warga pun mempertanyakan kenapa punya mobil namun tidak memiliki garasi untuk menyimpan mobilnya. saya tadinya berharap warga memperingatkan H.M.untuk menyimpan mobilnya secara rapih agar jangan hanya saya yang selalu memperingatkan Pemilik usaha air minum tersebut sampai harus adu mulut karena masalah parkir kendaraan pengangkut air milik H.M. “Terang Ketua RT 09-RT 05 Kelurahan Cigugur Tengah Bapak Aceng lewat Aplikasi W.A.

Ketua RW 05 Keluraha Cigugur Tengah Bapak Solihin saat dimintai tanggapannya terkait Parkir Truk Pengangkut air minum milik H.M. yang berada di wilayahnya menjelaskan,

“Sebetulnya parkir mobil milik H.M. memang menyalahi aturan dijalan yang sebenarnya milik Rusunawa Cigugur,tapi saya kembalikan lagi kepada masyarakat dalam masalah ini belum ada titik temu antara pengurus dengan pemilik perusahaan air isi ulang atau pemilik truk Tanki air tersebut, pihak pemilik Tanki air dan beberapa mobil yang diparkir dipinggir jalan tersebut sampai saat ini belum memiiliki garasi.Jalan yang digunakan untuk parkir mobil Tanki dan beberapa mobil lainnya sebetulnya bukan jalan yang ramai dilalui banyak kendaraan dan mobil yang terparkir bukan hanya milik H.M. saja namun ada juga milik beberapa warga yang memarkirkan kendaraannya disana.Bagi saya hal ini tidak jadi masalah selama tetap berkoordinasi, namun yang menjadi beban bagi saya ialah belum adanya kebersamaan pihak saya selaku RW dengan pihak RT untuk mencari solusi terbaik menyelesaikan masalah ini,ada hal yang kurang baik dari pihak pemilik perusahaan air isi ulang tersebut karena menyatakan sudah mengantongi perijinan lengkap walupun saya belum mengetahui kebenarannya sebagai Ketua RW ijinnya dari mana?.Saya berharap ada koordinasi dengan Pak RT jika akan menaikan beritanya dan saya berharap dengan pemberitaan nanti yang ditayangkan akan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan kebaikan bagi semua pihak.” Jelas Ketua RW 09 Kelurahan Cigugur, Solihin lewat alat komunikasi HP.

Pihak Kepala Rusunawa Cigugur Firman yang berhasil dihubungi lewat Aplikasi WA,menjelaskan,”Untuk masalah itu sudah lama, Saya tidak mengetahui sejak kapan dan posisinya ada diluar Rusunawa, baiknya bapak silahkan tanya kepada Ketua RT dan RW setempat atau bisa tanyakan langsung kepada Pemilik kendaraan tersebut biasanya suka ada disitu.”Urainya singkat”. (Gibby)

Buka Ajang Kejuaraan Pencak Silat Peringatan HUT Bhayangkara ke 76, AKBP Dewa : Junjung Sportivitas, Kuatkan Persaudaraan

0

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K M.H resmi membuka Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Cup Lumajang 2022 Antar Polsek se-Kabupaten Lumajang di GOR Wira Bhakti Lumajang, Jalan Brigjen Slamet Riyadi Kelurahan Tompokersan Kecamatan / Kabupaten Lumajang, Jum’at (27/5/2022) pagi.

Hadir dalam pembukaan tersebut, jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang diantaranya Bupati Lumajang, Dandim 0821, Kepala Dispora, Ketua KONI, Pengurus IPSI Kabupaten Lumajang, para Kapolsek jajaran Polres Lumajang.

Ajang kejuaraan tersebut diselenggarakan selain dalam rangka memperingati HUT ( Hari Ulang Tahun ) Bhayangkara ke 76 di tahun 2022, juga sebagai bentuk pembinaan terhadap atlet di Kabupaten Lumajang, dalam rangka persiapan menghadapi event – event kejuaraan pencak silat di tingkat Provinsi, Nasional maupun Internasional.

Dalam sambutannya, Kapolres berkata pelestarian terhadap budaya pencak silat perlu dilakukan. Dikarenakan pencak silat merupakan salah satu budaya asli indonesia dan harapan saya tetap junjung tinggi sportivitas, kejujuran dan menumbuhkan rasa persaudaraan.

“Tantangan event kejuaraan pencak silat ke depan yaitu Porprov 2022 yang akan dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Dimana Kabupaten Lumajang menjadi tuan rumah untuk Cabor pencak silat. Diharapkan, melalui ajang ini, Lumajang akan memperoleh medali di event tersebut karena lumajang wani prestasi. Dan ini merupakan ajang kejuaraan yang diselenggarakan pertama kali di Jajaran Polda Jatim dalam momentum peringatan hari Bhayangkara,” ungkap Kapolres Lumajang.

Juga kata Kapolres, dengan diselenggarakannya pertandingan pencak silat antar polsek ini, diharapkan para Kapolsek dapat menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh – tokoh perguruan silat di wilayah masing – masing, sehingga tercipta kerukunan antar perguruan, serta dapat menyelesaikan suatu permasalahan dengan cepat.

Adapun peserta yang mengikuti ajang dalam jangka waktu 3 hari ke depan hingga Minggu (29/5), tercatat sebanyak 368 pesilat dari 22 perguruan dalam naungan IPSI Kabupaten Lumajang.
Berasal dari masing – masing wilayah Polsek Jajaran Polres Lumajang, dengan rincian:

Polsek Lumajang 15 pesilat.
Polsek Sukodono 15 pesilat.
Polsek Sumbersuko 11 pesilat.
Polsek Tekung 11 Pesilat.
Polsek Rowokangkung 4 pesilat.
Polsek Jatiroto 11 pesilat.
Polsek Yosowilangun 10 pesilat.
Polsek Kunir 16 pesilat.
Polsek Tempeh 18 pesilat.
Polsek Pasirian 20 pesilat.
Polsek Candipuro 13 pesilat.
Polsek Pronojiwo 9 pesilat.
Polsek Tempursari 4 pesilat.
Polsek Pasrujambe 12 pesilat.
Polsek Senduro 12 pesilat.
Polsek Gucialit 13 pesilat.
Polsek Padang 19 pesilat.
Polsek Kedungjajang 16 pesilat.
Polsek Klakah 10 pesilat.
Polsek Randuagung 20 pesilat.
Polsek Ranuyoso 8 pesilat.

Sementara jumlah partai sebanyak 234 partai. Terbagi dari partai Pra remaja sebanyak 96 partai, dengan rincian 48 partai putra, dan 48 partai putri.

Kemudian partai remaja, berjumlah sebanyak 138 partai dengan rincian 99 partai putra, dan 39 partai putri.

Diwaktu yang sama, Setiawan purnomo S.T M.T usai membacakan jumlah peserta dan partai yang manjadi bagian didalamnya, berterima kasih pada Polres Lumajang yang telah mendefinisikan langkah ajang perlombaan ini, menjadi rangkaian peringatan HUT Bhayangkara di tahun ini.

Kasus Temuan Uang Rp 3,73 Miliar, Kejari Mojokerto Kirim P 17

MOJOKERTO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto masih menunggu berkas perkara penyidikan terkait kasus temuan uang Rp 3,7 miliar di pintu keluar (Exit) Tol Gedek Mojokerto.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko Wibowo mengatakan, sejak diterima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada 19 April 2022 lalu, pihaknya belum menerima berkas perkara penyidikan.

“Hari Jumat per tanggal 20 Mei 2022, Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto terkait perkara yang diduga uang palsu atau yang diduga melakukan pengedaran uang itu kami belum menerima berkas perkara,” ungkap Ivan Yoko, mengutip dari Timesindonesia.co.id, Jumat (20/5/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, Polisi menemukan tumpukan uang di dalam satu unit Mitsubishi Pajero, dan satu unit mobil Daihatsu Gran Max yang sempat berhenti di dekat pintu gerbang Tol Gedek.

Berawal dari polisi mencurigai gelagat sejumlah orang yang membawa plastik putih di dekat mobil tersebut. Setelah diperiksa, polisi menemukan tumpukan uang asli.

“Petugas melihat ada sejumlah orang tengah mengangkat plastik putih, setelah di cek ternyata uang,” terang Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Rizki Santoso, Rabu (20/4/2022).

Petugas kemudian mengamankan lima orang beserta uang senilai Rp5 milyar yang masih bersegel Bank Indonesia lantaran diduga telah menyalahi Standart Operating Procedure (SOP) penukaran uang baru. Uang baru tersebut dalam bentuk pencahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 serta Rp20.000. (RED)

Halte Kumuh Tak Terawat, Warga Harap Ada Perhatian Dan Pembenahan Dari Pemkot

MALANG– Sejumlah halte di wilayah Kota Malang tampak seperti keseluruhan dan tak terawat.
Halte yang berada di Jalan Besar Ijen dan Jalan Veteran, terlihat seperti van dan karat yang banyak tempat naik turun-nya pengguna transportasi umum tersebut.
kadang-kadang halte tak terawat itu juga digunakan untuk tidur. Sehingga membuat pengguna transportasi umum yang menunggu terganggu merasa terganggu.

Salah satu pelajar SMA bernama Rara, mengeluhkan kondisi halte di kawasan Jalan Veteran yang terlihat dan tidak terawat.

“Kotor sekali halte-nya kayak gak pernah dibersihin. Kan jadi gak nyaman kalau duduk disini untuk nunggu angkot atau jemputan gitu,” ujarnya saat ditemui Gempurnews.com, Jumat (27/5).

Ia pun mempertanyakan, mengapa fasilitas umum yang ditujukan untuk masyarakat ini tidak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

“Udah lama kondisinya gini kok, berkarat, kaca pecah, ada coret-coretan-nya dan kotor. Gini kan harus bisa cepet-cepet diperbaiki untuk kepentingan masyarakat,” kata perempuan asal Kota Malang itu.

Hal serupa juga disampaikan Heri (31) salah satu sopir Ojek online yang kesehariannya menunggu pesanan di Halte kawasan Jalan Veteran.
Ia mengatakan, jika Halte tersebut memang dalam kondisi tak terawat dan perlu dilakukan perbaikan, agar lebih nyaman ditempati.
Heri pun berharap, Pemkot Malang dapat segera melakukan perbaikan pada halte-halte yang kurang terawat di wilayah Kota Malang.

“Saya berharap berharap, halte yang tak terawat bisa diperbaiki, karena sekarang juga musim hujan, kasian pelajar, pelajar atau pekerja yang nunggu jemputan nanti malah kehujanan,” Pintanya.(dhw_robhin)

Cegah Meluasnya Virus ‘PMK’ Hari Ini Forkopimda Lumajang Sterilisasi Pasar Hewan

LUMAJANG – Kepala Kepolisian Resor Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K M.H bersama Jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang, diantaranya Bupati Lumajang Thoriqul Haq M.ML, Dandim 0821 Letkol Czi Gunawan Indra Yitno T, S.T M.M dan sejumlah pimpinan Kepala Dinas di jajaran Pemkab Lumajang, melakukan penyempurnaan disinfeksi ( sterilisasi ) di areal pasar hewan di Kelurahan Jogotrunan Kecamatan / Kabupaten Lumajang, Kamis (26/5/2022) siang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk langkah atau upaya dalam rangka antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) di wilayah Kabupaten Lumajang.

Kapolres menegaskan, jika pihaknya siap mendukung upaya pemerintah dalam hal penanganan wabah tersebut. Dengan inisiatif dan ide kreatif, yang sebelumnya telah digiatkan hingga lini tingkat desa melalui Bhabinkamtibmas disetiap wilayah polsek jajaran.

“Bhabinkamtibmas sudah disiagakan mengawal atau mendampingi petugas penanganan wabah PMK di tingkat desa, sehingga lebih mudah memetakan, mendata dan melakukan upaya – upaya lanjut terlebih karantina ( pemisahan ) bagi hewan yang terindikasi,” kata Kapolres Lumajang.

“Dan hari ini, kami bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang melakukan sterilisasi di pasar hewan di Lumajang. Ini dilakukan serentak di seluruh pasar di Kabupaten Lumajang, pasca aktivitas yang untuk sementara dalam dua pekan terhitung sejak saat ini pasar hewan sementara ditutup,” imbuhnya.

Selebihnya, AKBP Dewa berharap, masyarakat menyadari upaya dan langkah yang dilakukan, yang mana tujuannya tidak lain, semata – mata demi kebaikan masyarakat itu sendiri.

Senada dengan Kapolres, Bupati Lumajang berkata, pemerintah bersama dengan TNI dan Polri terus bersinergi, untuk membatasi mobilisasi hewan yang sakit agar di sterilisasi, diberikan vitamin sehingga sehat kembali agar harga jual tetap stabil.

“Penyemprotan disinfektan di areal pasar hewan, dalam rangka sterilisasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) di wilayah Kabupaten Lumajang karena pasar merupakan tempat hilir mudik jual beli hewan baik sapi maupun kambing,” ucap Bupati.

Bupati mengimbau, sapi yang mengalami tanda – tanda sakit, agar segera periksakan dan mengecek kesehatannya kepada Dinas terkait, dan jangan sampai dibawa ke pasar untuk dijual dan di khawatirkan akan menyebar kepada yang lainnya.

“Apabila terdapat hewan yang terkonfirmasi, jangan dikeluarkan dari kandang atau pisahkan dengan yang lainnya agar tidak menyebar kemana-mana,” pesan Bupati.

Diharapkan, dari serangkaian langkah yang ditempuh, akan menuai hasil dengan kembali normalnya situasi dan keadaan seperti sediakala. (HUMAS).

Harga Rajungan Menurun, Nelayan Merugi

0

BANGKALAN – Tangkapan rajungan mengalami penurunan tajam. Saat ini para nelayan hanya mendapat 4-10 ekor rajungan. Jika musim rajungan para nelayan mendapat sampai dengan berat 10 kg sampai 20 kg.

Padahal hasil penjualan dari para nelayan yang paling dicari oleh agen di Desa Buluk Agung, Klampis, Kabupaten Bangkalan, adalah rajungan. Namun saat ini harga rajungan dibeli pabrik mengalami penurunan.

“Pabrik Surabaya itu membeli rajungan dengan harga murah, makanya harga rajungan turun,” kata Rukmini, salah seorang agen.

Sementara Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Bilal Kurniawan mengatakan, saat ini harga rajungan per kilogram hanya berkisar Rp 40 ribu. Padahal sebelumnya, harga bisa mencapai lebih dari Rp 100 ribu.

“Kalau harga normal dulu itu sekilonya Rp 100 ribu lebih, apalagi kalau yang bertelur itu akan lebih mahal. Tapi sekarang Rp 40 ribu saja paling mentok Rp 70 ribu,” ujarnya, Jumat (27/5/2022)

Ia juga menyebut banyak nelayan yang mengaku rugi. Apalagi bahan bakar yang digunakan mencari rajungan cukup banyak. Sebab, nelayan harus ke tengah laut dan membutuhkan waktu semalaman.

“Biasanya sekali melaut dapatnya 5 kilogram sampai 15 kilogram. Ya kalau bisa dapat di atas 15 kilo bisa dapat untung. Tapi kalau hanya dapat 5 kilo kita rugi, karena tidak sebanding dengan BBM, umpan dan tenaga yang dikeluarkan,” jelasnya.

Namun demikian dikatakannya para nelayan tetap mencari rajungan ke laut. Sebab, masyarakat pesisir di Arosbaya hanya mengandalkan hasil laut untuk menyambung hidupnya.

Ia mengatakan penurunan harga tersebut disebabkan pembelian harga dari pabrik ke nelayan menurun. Sehingga, harga rajungan dari nelayan dibeli dengan harga murah.

“Kalau penyebabnya ya karena dari pabrik Surabaya itu membeli dengan harga murah, makanya harganya turun,” imbuhnya.

Ia berharap harga rajungan bisa kembali normal. Sebab, jika hal ini terus terjadi, kesejahteraan nelayan semakin menurun, seperti saat pandemi COVID-19 yang terjadi sejak dua tahun belakangan. (tim)