SIDOARJO – Berawal dari sang bapak Kusman (61) Warga Desa Wonokasian Sidoarjo ditinggal almarhum istrinya, Kusman menjalin cinta dengan Neneng (46) Tetangga sendiri. Perjalanan cintanya Kusman dan Neneng tidak semulus seperti yang diharapkan selayaknya hubungan orang tua kepada anak-anaknya.
Kenapa ?
Ketiga anak dari Kusman, tidak senang dengan adanya orang tua ibu tiri Neneng berada ditengah keluarganya, akan tetapi sangat disayangkan, Novi Kusuma Sari berprofesi Guru PPKN, disekolah SMPN 2 Buduran Sidoarjo, yang seharusnya hormat dan ramah kepada Kusman (orang tua bapaknya) kini terbalik, jelas Novi Komunikasi lewat telepon aplikasi WhatsApp, melecehkan Neneng ibu tiri (Istri kusman) yang tak lain bapaknya sendiri, dengan sebutan “Gemblok” yang artinya perempuan penjual kenikmatan ke lelaki hidung belang.
perkataan kotor yang yang dilontarkan guru SMPN 2 Buduran ini manjadi sorotan bagi LSM Gmicak Waras Subarkah, Subarkah menyampaikan terkait perkataan yang dilontarkan Novi kepada orang tuanya ini sangat disayangkan.
“Seharusnya seorang guru ini kalaupun tidak suka jangan sampai keluar perkataan yang patut dilontarkan, guru ini digugu dan ditiru, bagaimana kalau mengajarkan kemuridnya kalau ada murid yang nakal, yang pasti perkataan kotor ini akan dilontarkan kemuridnya juga.” Paparnya Waras Subarkah
Masih kata Subarkah, ia menyampaikan, Dinas Pendidikan Sidoarjo harus betul-betul seleksi dalam merekrut pengajar atau guru di Sekolah wilayah Sidoarjo. Sama orang tua saja sepertinya biasa berbicara kotor, bagaimana kalau mempunyai masalah dengan anak didiknya pasti kata-kata kotor itu terlontarkan ke muridnya,” jelas Subarkah
Awak media GempurNews mencoba menggali informasi apa yang disampaikan Novi ke orangtuanya dengan kata-kata GEMBLOK ini di SMPN 2 Buduran Sidoarjo, ditemui bagian pelayanan SMPN 2 Buduran Sidoarjo, dan menjelaskan, “Bu Novi lagi diluar sekolah, dan kepala sekolah juga lagi ada kegiatan diluar sekolah,” jelasnya petugas pelayanan di SMPN 2 Buduran Sidoarjo.
Sampai berita ini ditayangkan belum ada jawaban dari Novi guru PPKN dan Kepala SMPN 2 Buduran Sidoarjo. (Yuli)
Bersambung


