Home Blog Page 154

Kilas Capaian Pengawasan, Penerimaan dan Pelayanan Bea Cukai Batam

0

Batam, 17 Desember 2025 – Kinerja Bea Cukai Batam hingga Desember 2025 terus menunjukkan tren yang positif, baik dari sisi pengawasan maupun pelayanan. Pada bidang pengawasan, Bea Cukai Batam mencatat 2.148 Surat Bukti Penindakan (SBP), dengan didominasi penindakan terhadap Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (766 SBP) dan Barang Penumpang (365 SBP), disusul penindakan Uang Tunai (85 SBP) dan NPP/Narkotika (61 SBP).

Akumulasi penindakan juga menghasilkan nilai barang hasil penindakan Rp 224,09 miliar dengan potensi kerugian negara
Rp 49,42 miliar. Secara spesifik, pengamanan BKC Hasil Tembakau mencapai 28.406.234 batang dengan perkiraan nilai barang sejumlah Rp 49,69 miliar dan estimasi kerugian negara Rp 25,56 miliar, serta BKC MMEA sebesar 4.808,82 liter dengan perkiraan nilai barang Rp 3,29 miliar dan estimasi kerugian negara Rp 448,2 juta.

Sejalan dengan upaya penegakan hukum, Bea Cukai Batam juga mencatat capaian 23 penyidikan sepanjang tahun 2025. Jumlah ini lebih tinggi secara signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 14 penyidikan, menunjukkan konsistensi penguatan penindakan dari hulu ke hilir. Selain itu, Bea Cukai Batam juga telah melakukan extra effort maksimalisasi penerimaan Cukai melalui pelanggaran Cukai dengan mekanisme Ultimum Remedium sebanyak 56 Laporan Pelanggaran (LP) dengan total Rp.6,8 miliar. Nilai ini meningkat signifikan dari Ultimum Remedium Tahun 2024 sebanyak 16 LP dengan total Rp.2,2 miliar. Bea Cukai Batam juga menegaskan komitmen perlindungan masyarakat melalui penindakan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) yang diperkirakan dapat menyelamatkan 5.345.475 jiwa serta menghemat biaya rehabilitasi sebesar Rp 8,5 triliun.

Dari sisi penerimaan negara, realisasi penerimaan Bea Cukai Batam tercatat Rp 847,6 miliar atau 142,56% dari target penerimaan tahun 2025 sebesar Rp 594,55 miliar. Rinciannya terdiri atas penerimaan Bea Masuk sebesar Rp 364,52 miliar, Bea Keluar sebesar Rp 414,97 miliar, serta Cukai sebesar Rp 68,11 miliar. Capaian ini menjadi bentuk optimalisasi penerimaan negara sekaligus memperkuat peran Bea Cukai Batam sebagai revenue collector yang menjaga tingkat penerimaan negara.

Bea Cukai Batam juga terus berinovasi untuk mengoptimalkan pelayanan dengan berbagai program dan inovasi, diantaranya program EPIC100, Dokap Online, Single Submission Quarantine-Customs, Customs Visit Customer, dan program-program lainnya. Indeks Kepuasan Masyarakat (Indeks 4) juga mencerminkan peningkatan secara konsisten, dari 3,69 (Triwulan I) menjadi 3,72 (Triwulan II) dan mencapai 3,74 (Triwulan III) dengan kategori “Sangat Baik”. Di samping itu, Bea Cukai Batam juga mendapatkan bentuk apresiasi dan penghargaan dari berbagai pihak eksternal berkaitan dengan sinergi dalam pengawasan, inovasi, maupun pelayanan, diantaranya penghargaan dari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau sebagai mitra yang saling berkolaborasi di bidang pengawasan, apresiasi/penghargaan dari PT Timas Suplindo, PT Musim Mas, PT Sat Nusapersada Tbk, PT. Xiaomi Technology, dan PT Jamkrindo Batam sebagai pengguna jasa, serta penghargaan Eco Office Platinum atas prinsip green office dan Tribun Awards 2025.

Capaian-capaian tersebut menjadi bukti komitmen Bea Cukai Batam untuk terus memperkuat tugas dan fungsinya di bidang pengawasan secara tegas dan terukur, sekaligus menghadirkan pelayanan yang semakin responsif, transparan, dan inovatif. Bea Cukai Batam akan terus memperluas kolaborasi dengan aparat penegak hukum, instansi terkait, pelaku usaha, serta masyarakat dalam menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan kondusif di wilayah Batam. Bea Cukai Batam juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif melalui dukungan pengawasan dan penyampaian masukan konstruktif, demi peningkatan kualitas pelayanan dan perlindungan masyarakat. (Gokkon)

Peringati HDI 2025, SLB se-Kabupaten Lumajang Tampilkan Kreativitas dan Potensi ABK

0

Semarak Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Lumajang digelar pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Stadion Semeru Lumajang. Kegiatan ini diikuti oleh delapan lembaga SLB dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang.

Delapan lembaga yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yakni SLB Negeri Tompokersan Lumajang, SLB Bhakti Wanita Lumajang, SLB Samala Nerugrasa Lumajang, SLB HPB Tekung, SLB Samala Nerugrasa Tukum, SLB Samala Nerugrasa Yosowilangun, SLB Samala Nerugrasa Kunir, serta SLB Pelangi Kasih Pasirian.

Beragam agenda mewarnai peringatan HDI tahun ini, antara lain Bazar Disabilitas, Pawai Disabilitas, dan Pentas Seni Disabilitas. Kegiatan tersebut menampilkan hasil karya, kreativitas, serta bakat seni para peserta didik, sekaligus menjadi ruang ekspresi dan apresiasi bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Ketua panitia kegiatan, Alfin Ramadhan Pratama Putra, S.Pd., menyampaikan bahwa momentum Hari Disabilitas Internasional memiliki makna yang sangat istimewa. Selain sebagai sarana pengembangan kreativitas anak didik, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa ABK mampu, memiliki potensi, dan dapat berprestasi.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bisa dan punya potensi. Ini juga bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan ramah disabilitas,” ujarnya.

Kegiatan Semarak HDI tingkat SLB se-Kabupaten Lumajang ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Ibu Dewi Natalia, yang juga merupakan Wakil Bupati Lumajang. Pembukaan kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Kasi PKLK & SMK, serta Pengawas PKLK Provinsi Jawa Timur.

Melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama akan pentingnya kesetaraan, aksesibilitas, dan dukungan nyata bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam bidang pendidikan, kreativitas, dan partisipasi sosial di Kabupaten Lumajang (mandaER)

Polres ogan Ilir melalui Personel Polsek Indralaya Cek Langsung Lokasi Banjir di Desa Tanjung Pule

0

Ogan Ilir, gempurnews.com – Personel Polsek Indralaya melakukan pengecekan langsung ke lokasi banjir yang terjadi di Desa Tanjung Pule, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat kepolisian terhadap dampak curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Pengecekan dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Pule, Bripka Heri Indrawan, yang turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi banjir akibat luapan sungai. Berdasarkan hasil pemantauan, genangan air dengan ketinggian sekitar ± 30 cm terpantau menggenangi jalan poros Dusun III dengan panjang sekitar ± 120 meter, sehingga aktivitas masyarakat setempat sedikit terganggu.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Indralaya juga melakukan pemantauan situasi kamtibmas serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, khususnya apabila curah hujan kembali meningkat.

Kapolsek Indralaya AKP Junardi, S.H., M.A.P. menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan. “Kami menurunkan personel untuk memastikan situasi tetap aman dan masyarakat merasa terlindungi,” ujarnya.

Hingga saat ini, kondisi di Desa Tanjung Pule terpantau aman dan kondusif, serta belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian material akibat kejadian tersebut. Personel Polsek Indralaya akan terus siaga dan melakukan patroli serta monitoring perkembangan situasi di lapangan.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Diskominfo Gelar Workshop Membangun Generasi Muda Cerdas Berinformasi

0

PROBOLINGGO,
Dalam rangka mendorong transformasi digital Pemkot Probolinggo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo menggelar Workshop dan Dialog Interaktif dengan mengangkat tajuk tema “Sinergi Pelajar dan Media dalam Mewujudkan Ruang Informasi yang Kondusif,”. Giat ini diselenggarakan di ruang pertemuan Asmara Sekolah Rakyat Terintegrasi 7, di Mayangan, Senin (15/12).

Plt Kadis Kominfo Kota Probolinggo Lucia Aries Yulianti menjelaskan, digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kecakapan berpikir, kemampuan menyaring informasi, dan keterampilan memanfaatkan ruang digital secara kondusif dengan saring sebelum sharing.

Menurutnya, para peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 juga perlu memahami ruang informasi yang edukatif serta kondusif, agar mereka dapat memanfaatkan media sosial maupun berbagai platform secara bijak.

“Anak-anak di sekolah rakyat ini kan juga mendapatkan fasilitas digital yang sangat memadai dari sekolah pada umumnya. Satu anak satu laptop, otomatis mereka juga memiliki kegiatan yang cukup banyak dengan memanfatkan berbagai platform pastinya, sedangkan platform dunia digital itu amat sangat luas. Ibaratkan hutan belantara, jika satu klik saja mereka bisa menelusuri berbagai informasi. Ada yang edukatif ada pula yang negatif, semacam judi online, prostitusi online dan sebagainya. Nah, dengan workshop ini kami berharap anak-anak bisa dengan baik dengan bijak memanfatkan berbagai platform tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut Luci menjelaskan keberadaan Diskominfo memiliki peran penting untuk membangun hubungan harmonis dengan insan pers sebagai mitra Diskominfo dalam penyebarluasan informasi publik antara pemerintah dengan masyarakat. Disisi lain, pelajar juga sebagai generasi muda sekaligus pengguna aktif yang memanfaatkan berbagai platform dan media sosial pula.

“Guna membentuk ekosistem informasi yang sehat, para pelajar ini tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan mereka juga berpotensi menjadi produsen konten yang berpengaruh untuk lingkungannya. Adik-adik semua nanti bisa belajar etika bermedia social dan yang paling penting dapat menangkal informasi hoaks,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Budiono Wirawan selaku Asisten Pemerintahan mengapresiasi kehadiran para jurnalis yang berperan penting dalam menjaga kualitas berita dan informasi yang diterima masyarakat. Menurutnya, ruang informasi bukan hanya milik media melainkan juga berdampak bagi kehidupan sosial.

“Satu unggahan satu komentar atau sekali membagikan konten bisa berdampak luas. Nah, adik-adik semua juga harus memahami itu. Berfikir sebelum berkomentar, menyaring sebelum sharing dan bertanggung jawab atas setiap informasi yang disebarluaskan,” tuturnya.

Lebih lanjut Budiono menjelaskan, bahwa dengan menyajikan informasi yang bertanggung jawab dan menggandeng para pelajar maka mereka juga dapat menyikapinya secara kritis dan bijak. Sehingga ruang informasi yang sehat dan kondusif dapat terbangun.

“Yang terpenting, media dan pelajar tidak berjalan sendiri-sendiri. Karena keduanya saling mempengaruhi. Media dapat menjadi ruang belajar tentang etika bermedia dan jurnalistik. Sebaliknya, adik-adik juga dapat termotivasi dan semangat menyebarluaskan konten-konten positif, edukatif dan inspiratif. Hal itu juga sesuai dengan harapan Presiden kita untuk mewujudkan Indonesia Generasi Emas 2045,” jelasnya.

Pihaknya berharap melalui giat ini dapat memperkuat kerja sama yang lebih produktif dengan media guna mendukung penyebaran informasi berkualitas di Kota Probolingggo, serta terus menjaga dan mengembangkan kolaborasi ini guna menciptakan iklim informasi yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Puluhan siswa dari tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Kota Probolinggo menyimak dengan antusias setiap pemaparan materi dari para narasumber. Yakni Dandy Arie Ketua Jurnalis Probolinggo Kota (JisPro) dan Pabung Kodim 0820 Mayor Kav Edy Surnoto(Ali)

Kodim 0402/OKI-OI Gelar Upacara Peringatan Hari Juang TNI AD TA 2025

0

OKI, gempurnews.com —
Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2025, Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/OKI-OI melaksanakan upacara bendera di Lapangan Upacara Makodim 0402/OKI-OI, Senin (15/12/2025).

Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0402/OKI-OI, Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., selaku Inspektur Upacara (Irup) dan diikuti oleh seluruh prajurit TNI, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Kodim 0402/OKI-OI.

Peringatan Hari Juang TNI AD tahun ini mengusung tema “TNI AD Manunggal Dengan Rakyat Untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera dan Maju”. Tema tersebut mencerminkan komitmen TNI AD dalam memperkuat kemanunggalan dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H. menyampaikan bahwa Hari Juang TNI AD merupakan momentum penting untuk mengenang nilai-nilai sejarah perjuangan para pahlawan bangsa. Selain itu, peringatan ini juga menjadi sarana introspeksi bagi seluruh prajurit agar senantiasa meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan loyalitas dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Lebih lanjut, Dandim 0402/OKI-OI menekankan pentingnya menjaga sinergitas dengan seluruh komponen masyarakat serta pemerintah daerah, sejalan dengan semangat TNI AD yang selalu hadir dan menyatu dengan rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Upacara bendera berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar sebagai bentuk penghormatan serta penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan TNI Angkatan Darat dalam mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia

ALI IMRON

DPD JPKP Kabupaten Blitar Tunjukkan Kepedulian dalam Penanganan ODGJ

0

Gempur News Blitar – 16 Desember 2025
DPD JPKP Kabupaten Blitar (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) dalam pengabdiannya terus menunjukkan kepedulian terhadap penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Desa Sawentar, Kecamatan Kaligoro, Kabupaten Blitar.

Dalam giat tersebut, tim DPD JPKP Kabupaten Blitar melakukan kunjungan langsung ke rumah beberapa pasien ODGJ untuk melihat kondisi dan permasalahan yang dihadapi. Salah satunya adalah pasien atas nama Marsudi, yang kerap keluar rumah dan mengais sampah seperti pecahan kaca sehingga perlu pendampingan untuk dibawa pulang.

Kunjungan juga dilakukan ke rumah Ernawati, seorang anak yang enggan bersekolah dan sulit berinteraksi dengan masyarakat. Diketahui sebelumnya Ernawati pernah menempuh pendidikan di pondok pesantren. Selain itu, tim juga mengunjungi Boiran, seorang lansia yang menderita penyakit hernia dan tidak dapat berjalan akibat terjatuh. Masih banyak kasus lainnya yang belum dapat disampaikan secara keseluruhan.

Lilis Cahyaningsih, Divisi Sosial dan Pendidikan DPD JPKP Kabupaten Blitar sekaligus kader kesehatan jiwa Desa Sawentar, menyampaikan bahwa penanganan ODGJ memerlukan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Perawatan dilakukan melalui kerja sama dengan pelayanan publik seperti bidan, perangkat desa, dan guru TK, salah satunya melalui metode terapi.

Sebagai upaya menekan angka peningkatan ODGJ, DPD JPKP juga memberikan edukasi kepada anak-anak putus sekolah agar mengikuti program Kejar Paket C, serta menyelenggarakan bimbingan keterampilan seperti pembuatan anyaman tas.

Bagi warga yang telah menyandang status ODGJ, dilakukan pendataan untuk selanjutnya dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan Dinas Kesehatan guna mendapatkan pengobatan. Untuk kasus ringan, penanganan dapat dilakukan dengan pemberian obat sederhana. Sementara untuk kasus berat yang disertai perilaku agresif, dilakukan penyuntikan medis atau dirujuk ke RSJ Lawang, Malang untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami bergerak atas dasar kepedulian dan rasa kemanusiaan. ODGJ juga manusia, dan jika bukan kita yang peduli, lalu siapa lagi,” pungkasnya.

Polsek Pemulutan Gelar Giat Strong Point, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Kecelakaan Lalu Lintas

0

Pemulutan, gempurnews.com – Dalam rangka mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mencegah kecelakaan lalu lintas, Polsek Pemulutan Polres Ogan Ilir melaksanakan Giat Strong Point pada Senin pagi, 15 Desember 2025, mulai pukul 06.30 WIB.

Kegiatan Strong Point tersebut dilaksanakan di sejumlah titik rawan kepadatan arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat, yakni Simpang Tol Keramasan dan Simpang Empat Pos Pegayut. Personel Polsek Pemulutan diterjunkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, membantu penyeberangan warga, serta memantau situasi keamanan di sekitar lokasi.

Kapolsek Pemulutan IPTU Nugrah Angga Oktari, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan Strong Point rutin dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk di pagi hari.

“Giat Strong Point ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas serta meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan beraktivitas,” ujar Kapolsek.

Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, personel juga memberikan himbauan kepada para pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Pemulutan terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta arus lalu lintas berjalan lancar tanpa adanya kejadian menonjol.

Polsek Pemulutan berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan preventif guna menjaga stabilitas Kamtibmas dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Lumajang, Amin Ak Serukan Solidaritas Sosial dan Perlawanan terhadap Kejahatan Lingkungan

0

Lumajang, Jawa Timur — Anggota MPR RI, Amin Ak, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa, 9 Desember 2025.

Dalam kegiatan yang dihadiri 150 kader dan konstituen tersebut, Amin menekankan bahwa penguatan solidaritas sosial dan perlindungan lingkungan hidup merupakan dua agenda kebangsaan yang tidak terpisahkan, terutama di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Indonesia.

Amin Ak menyoroti rangkaian bencana berskala besar yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurutnya, bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi berkepanjangan yang paling dirasakan oleh masyarakat kecil.

Karena itu, solidaritas sosial menjadi kunci utama agar penderitaan korban bencana tidak berlarut-larut.

“Solidaritas sosial sesama anak bangsa adalah wujud nyata pengamalan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI. Saat bencana terjadi, seluruh elemen bangsa harus hadir dan bergotong royong,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa nilai Pancasila, khususnya sila kemanusiaan dan persatuan, mengajarkan empati, kepedulian, serta gotong royong dalam menghadapi musibah. Menurut Amin, bencana adalah ujian solidaritas kebangsaan yang menuntut keterlibatan negara sekaligus partisipasi aktif masyarakat.

Dalam konteks UUD NRI 1945, Amin Ak menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi segenap bangsa Indonesia. Namun, perlindungan tersebut akan lebih efektif jika didukung oleh kekuatan sosial masyarakat, komunitas lokal, dan relawan sebagai bagian dari semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain isu kebencanaan, Amin Ak juga menyoroti kerusakan lingkungan yang kian parah akibat praktik korupsi dan kolusi antara pejabat dan pengusaha serakah.

Ia menegaskan bahwa deforestasi massif, perusakan hutan, dan eksploitasi sumber daya alam secara ugal-ugalan merupakan bentuk kejahatan lingkungan yang mengkhianati nilai-nilai Empat Pilar MPR RI.

“Ketika lingkungan dirusak demi kepentingan segelintir elite, yang dikorbankan adalah rakyat. Dampaknya nyata: banjir, kekeringan, hilangnya mata pencaharian, bahkan nyawa,” tegas Amin kepada Efendi dalam keterangannya pressnya.

Menurutnya, kerugian akibat bencana ekologis telah mencapai ratusan triliun rupiah, baik kerugian rakyat maupun kerugian negara.

Hal ini menunjukkan bahwa tata kelola sumber daya alam yang tidak adil dan koruptif bertentangan dengan sila kelima Pancasila serta Pasal 33 UUD NRI 1945, yang menegaskan bahwa kekayaan alam harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Amin juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan dapat memicu konflik sosial dan mengancam persatuan bangsa. Dalam perspektif Bhinneka Tunggal Ika, ketimpangan ekologis berpotensi melahirkan ketimpangan sosial yang merusak harmoni kebangsaan.

Melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Lumajang, Amin Ak mengajak masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, dan generasi muda untuk memperkuat edukasi kebencanaan, meningkatkan kesiapsiagaan berbasis komunitas, serta menjaga lingkungan hidup sebagai bagian dari moral kebangsaan.

“Empat Pilar MPR RI bukan sekadar slogan. Menjaga solidaritas sosial dan melindungi lingkungan adalah bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kebangsaan demi masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Melalui program UMKM Naik Kelas dan Wirausaha Baru, Pemkot Cimahi mendorong peningkatan kapasitas usaha

0

Cimahi,Selasa(16/12/2025)
Pemeruntah Kota Cimahi melalui Disdagkoperin melakukan Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas kembali diperkuat melalui program “Teman UMKM Naik Kelas”. Program ini mengusung semangat transformasi dari sekadar cuan harian menuju bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing di era digital.

Kolaborasi strategis antara XLSMART, Sisternet, Teman UMKM Indonesia, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi bukti nyata bahwa penguatan UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi lintas sektor ini menghadirkan sebuah ekosistem pendukung yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha, mulai dari literasi digital, akses teknologi, hingga pengembangan kapasitas bisnis.

Melalui program ini, UMKM didorong untuk tidak hanya fokus pada penjualan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi usaha yang kuat. Pemanfaatan teknologi digital, strategi pemasaran modern, serta pengelolaan usaha yang lebih profesional menjadi kunci agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Teman UMKM Naik Kelas” menjadi simbol perubahan paradigma, bahwa UMKM bukan sekadar penopang ekonomi lokal, melainkan motor penggerak ekonomi nasional. Dengan dukungan konektivitas, pendampingan, dan kolaborasi berkelanjutan, pelaku UMKM diharapkan mampu melangkah lebih jauh, naik kelas, dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,

Wali Kota Cimahi, Letkol(Purn.) Ngatiyana S.Ap.dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai fondasi utama perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikan saat penutupan program Wirausaha Baru dan UMKM Naik Kelas Kota Cimahi Tahun 2025.

Ngatiyana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, mulai dari jajaran perangkat daerah, Camat, Lurah dari wilayah Utara, Tengah, hingga Selatan, hingga para pelaku UMKM, mitra bisnis, perwakilan SMK, perguruan tinggi, dan tamu undangan lainnya. Ia menekankan bahwa kekompakan lintas sektor menjadi kekuatan utama Cimahi dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Ngatiyana mengungkapkan,
“Dunia usaha adalah sektor yang sangat dinamis. Persaingan ketat menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi. Berbeda dengan sektor pemerintahan, wirausaha harus mandiri dan kreatif agar tetap bertahan, terlebih di era digital yang serba cepat,” ungkap Ngatiyana.

Menurutnya, pembinaan UMKM merupakan kebutuhan mutlak. Pasalnya, UMKM terbukti menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Ketangguhan UMKM juga terbukti saat menghadapi krisis moneter 1998 hingga pandemi Covid-19.

Selanjutnya Ngatiyana menyebutkan, meski Cimahi tidak memiliki sumber daya alam, kekuatan sumber daya manusia menjadi modal utama. Saat pandemi Covid-19 melanda selama tiga tahun, ekonomi Cimahi tetap bertahan bahkan menunjukkan peningkatan.

“Itu karena UMKM kita kuat,” tegasnya.

Saat ini, di Kota Cimahi tercatat sekitar 5.000 hingga 6.000 UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), bergerak di berbagai sektor seperti kuliner, fesyen, hingga kerajinan. Jumlah tersebut terus bertambah, mencerminkan iklim wirausaha yang semakin tumbuh dan menjadi penopang kehidupan puluhan ribu masyarakat.

Melalui program UMKM Naik Kelas dan Wirausaha Baru, Pemkot Cimahi mendorong peningkatan kapasitas usaha, termasuk dengan menghadirkan lebih dari 110 pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan promosi dan pembinaan. Program ini sejalan dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi untuk mendorong kemandirian ekonomi rakyat.

Dampak yang terjadi adalah sudah mulai terasa,datarnya tingkat pengangguran di Kota Cimahi menurun dari kisaran 9 persen menjadi sekitar 8,3 persen, sementara angka kemiskinan juga menurun hingga berada di kisaran 4,3 persen.

“Ini berkat kerja keras UMKM,” tegasnya.

Selain ekonomi, Ngatiyana juga menyoroti berbagai prestasi yang diraih Kota Cimahi di bidang olahraga, seni, dan budaya. Mulai dari atlet renang yang meraih medali emas di Thailand hingga prestasi sepak bola dan cabang olahraga lainnya, seluruh capaian tersebut diyakini turut menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Walaupun hanya memiliki tiga kecamatan dan 15 kelurahan dengan penduduk yang padat, hampir 600 ribu jiwa, Cimahi mampu menunjukkan kemandirian dan kemajuan. UMKM adalah kekuatan kita,” tandasnya.

Menutup sambutan, Ngatiyana mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus semangat, berinovasi, dan menjaga kekompakan demi mewujudkan Cimahi yang semakin maju, mandiri, rukun, dan kondusif.

Achmad Syafei

Wakil Bupati Baito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md Lepas 100 Jemaah Umroh

0

BARITO UTARA- Bupati Barito Utara, H. Shalahuddidn, ST. MT diwakili melalui Wakilnya Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md secara resmi melepas 100 calon jemaah umroh Kabupaten Barito Utara, bertempat di halaman Kantor Bupati Barito Utara, Selasa (16/12/2025)

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST. MT dalam sambutannya yang disampaikan melalui Wakilnya, bahwa ibadah umroh memerlukan kesiapan yang menyeluruh, baik fisik, mental maupun pemahaman tata cara ibadah.

Oleh karena itu, para calon jemaah diharapkan dapat menjaga kesehatan, memperkuat niat, serta memahami rukun dan wajib umroh agar ibadah dapat dilaksanakan dengan Syahdu dan sempurna.

Bupati juga mengingatkan bahwa perjalanan ke Tanah Suci merupakan panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang patut disyukuri. Momentum tersebut diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara sesama jemaah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Utara, kami mendoakan semoga para jemaah diberikan kemudahan, keselamatan, dan kenyamanan selama menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan sehat wal’afiat,” ujar Wakil Bupati saat membacakan pesan Bupati.

Lebih jauh lagi, Bupati juga menitipkan harapan agar para jemaah berkenan mendoakan Kabupaten dilimpahi Barito Utara agar senantiasa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan pembangunan, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana.

Agenda pelepasan jemaah umroh ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut sehingga berjalan dengan baik dan lancar. Dan diserahkan bantuan uang saku kepada para jamaah umroh.  (SS)