Home Blog Page 1548

Jelang Libur Nataru, Kapolres Probolinggo Tinjau Terminal, Stasiun dan Pos Pantau

0

PROBOLINGGO – Menjelang libur Natal 2021 dan tahun baru 2022, Kapolres Probolinggo bersama unsur Forkopimda Kabupaten Probolinggo meninjau di Terminal Jorongan dan Stasiun Leces serta Pos Pantau di wilayah Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, Selasa (21/12) pagi.

Pelaksanaan peninjauan diawali di Terminal Jorongan untuk memeriksa sopir dan kernet serta kelengkapan surat-surat dan kelayakan kendaraan. Selain itu juga meninjau kedatangan penumpang sebagai langkah antisipasi kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19.

“Ya, jelang Nataru kami melaksanakan peninjauan di Terminal Jorongan ini. Selain itu, kami cek aspek keselamatan maupun prokesnya. Bagi penumpang dan calon penumpang, harus sudah vaksin 2 kali,” jelas, Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi saat meninjau di Terminal Jorongan.

Ia menyampaikan dalam kegiatan tersebut bagi kendaraan yang tidak layak, tidak diperkenankan beroperasi atau digunakan.

“Selain itu, bagi pendatang yang masuk akan dilakukan pemeriksaan, antisipasi transmisi virus yang mungkin saja masuk,” katanya.

Setelah meninjau Terminal Jorongan, rombongan yang dipimpin oleh Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi tersebut bergeser ke Stasiun Leces.

Kedatangan Kapolres Probolinggo bersama rombongan ke Stasiun Leces di antaranya adalah, melakukan pengecekan pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) kepada para penumpang yang akan bepergian maupun yang datang di Stasiun Leces.

“Pelaksanaan prokes di Stasiun Leces sudah bagus, seperti penumpang yang hendak naik kereta terlebih dahulu menunjukkan kartu vaksinnya dan penumpangnya juga sudah menggunakan masker, dan itu menjadi syarat yang wajib dilakukan untuk para penumpang,” kata AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Selain itu, Kapolres Probolinggo juga memberikan apresiasi bantuan sembako berupa beras kepada perwakilan petugas yang kesehariannya memantau kedatangan dan keberangkatan kereta api di Stasiun Leces dan memberikan edukasi prokes kepada penumpang.

Dari Stasiun Leces, Kapolres Probolinggo dan rombongan beranjak menuju Pos Pantau Leces yang berada di jalur exit tol Leces. Polres Probolinggo akan mendirikan tiga pos pemantauan jelang Nataru, diantaranya di Exit Tol Leces, Kraksaan dan Paiton.

“Peranan pos pemantauan yang akan kami dirikan nanti yaitu sebagai pemantauan arus keluar masuk kendaraan dan membantu Satuan Lalu Lintas dalam mengatur lalu lintas bila terjadi kepadatan arus”, ungkap Kapolres Probolinggo.

Lebih lanjut kata AKBP Teuku Arsya Khadafi, untuk masing masing Pos Pantau akan didirikan juga Gerai Vaksin.

“Polres Probolinggo telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendirikan Gerai Vaksin di masing masing Pos Pantau. Tujuannya, bagi pengendara atau penumpang kendaraan yang masuk ke wilayah Kabupaten Probolinggo yang belum tervaksin, bisa divaksin di Gerai Vaksin ini,” pungkasnya. (wulan)

33 Kepala Desa Dilantik Di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang

0

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq melantik 32 calon kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak Tahun 2021 dan 1 calon kepala desa hasil Pilkades Antar Waktu Desa Gucialit di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Senin (20/12).

“Selamat kepada seluruh kepala desa yang sudah dilantik, laksanakan tugas dan fungsi dengan baik,” ujar bupati.

Selain itu, ada beberapa pesan yang disampaikan bupati kepada para kepala desa terlantik, di antaranya segera melakukan langkah untuk mengkondusifkan masyarakat pasca pemilihan kepala desa.

“Saya titip, rangkul kembali masyarakat yang sebelumnya berbeda pilihan, tidak bersepaham dalam pilihan kepala desa, ajak bersama untuk membangun desa,” ungkapnya.

Bupati juga meminta kepala desa terlantik melakukan konsolidasi internal perangkat desa untuk segera menyiapkan program-program prioritas yang akan dilakukan untuk membangun desa.

Selain itu, bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu juga meminta agar segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk perencanaan APBDes Tahun 2022, agar pembangunan di masing-masing desa sesuai dengan harapan.

Munculnya Pengurus Tandingan Ditanggapi Keras Dan Provos Gibas

0

CIMAHI – Kabar adanya pengurus tandingan DPP Gibas, mendapat tanggapan keras dari Dan Provos Gibas sekaligus Ketua Resort Gibas Kota Cimahi. Nurdin Hidayat.

Nurdin mengungkap saat ini DPP Gibas sudah memiliki Ketua Umum yang baru, yakni Roni Rondoni, S.H., yang merupakan anak dari pendiri dan Ketua Umum Gibas.

“Ketua yang baru merupakan hasil Mubeslub yang dilaksanakan Hotel Preanger beberapa waktu yang lalu.” Jelas Nurdin ditemui Gempur News, Senin (20/12/2021).

Ia menyatakan selain hasil dari pemilihan pada Mubeslub dianggap abal-abal, yang artinya tidak memiliki legalitas yang jelas.

Menurutnya, tindakan seperti itu tak ada bedanya dengan menduplikasi atau mencatut nama Gibas Cinta Damai.

Dijelaskan olehnya, bahwa Gibas yang syah sampai saat ini adalah yang beralamat di Jalan Cipaganti 142 serta telah mendapatkan ijin dari Polda, Kodam dan Kodim serta dihadiri oleh tokoh nasyarakat.

“Saya berharap untuk anggota sebaiknya jangan terprovokasi. Gibas ysng asli adalah yang sesuai dengan aturan dan legalitas hukum, hasil Rapimpus di Hotel Preanger yang disaksikan oleh Kesbangpol Provinsi.” Terangnya.

Nurdin mengingatkan janganlah ada yang mengaku ngaku sebagai ketua umum, sebab Ketua Umum itu sudah disyahkan.

“Biarlah alam yang akan menunjukan siapa yang benar dan akan menghukum oknum yang menodai hasil Mubeslub Gibas di Hotel Preanger.” Ujarnya.

Untuk diketahui, Gibas merupakan gabungan sekumpulan anak-anak Siliwangi yang dahsyat dengan wangsit Siliwanginya.

Achmad $

Komunitas Dongeng Indonesia Bantu Trauma Healing Penyintas Erupsi Semeru

LUMAJANG – Komunitas Dongeng Indonesia bekerjasama dengan layanan mobil keliling Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang mengadakan trauma healing di Posko Penyintas Semeru, bertempat di SMP 2 Pasirian, Balai Desa Jarit dan Balai Desa Sumberejo.

“Trauma healing atau kami menamakannya pendampingan anak karena memang ada Program Kampung Dongeng Peduli yang programnya mengadakan pendampingan anak ketika ada bencana, juga ke rumah sakit untuk berbagi kebahagiaan dengan yang sakit dan juga ke panti asuhan,” jelas dr Aryzana Maharani, Relawan Kampung Dongeng Indonesia saat dimintai keterangan, Senin (20/12/2021).

Kegiatan diikuti oleh anak-anak yang tinggal di Posko tersebut termasuk juga anak-anak terdampak yang sementara ini tinggal di rumah-rumah warga.

Lokasi pertama di SMP 2 Pasirian, anak-anak dihibur dengan dongeng, bermain sulap berhadiah. Lokasi ke dua dan ke tiga dengan acara yang sejenis dengan pendongeng relawan.

Komunitas Dongeng Indonesia ini berasal dari sejumlah daerah seperti Madura, Temanggung dan Magelang. Kegiatan bertujuan untuk memberikan hiburan pada anak-anak agar sisa trauma APG Semeru tidak terlalu berdampak pada perkembangan psikologis mereka.

Acara ini didukung oleh Alumni Ilmu Perpustakaan UGM berupa buku-buku bacaan, Garuda Food, Yayasan An Nur Sidoarjo serta masyarakat yang peduli pada masyarakat terdampak APG Semeru.

“Kami bekerja sama dengan Perpustakaan Lumajang karena selama ini program kami selalu disupport oleh perpustakaan dengan adanya mobil baca untuk menambah literasi anak,” jelasnya. (kom/red)

Pengadilan Negeri Muara Teweh akan Wujudkan WBK dan WBBM

0

BARITO UTARA-Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya,Kalimantan Tengah.Melaksanakan kunjungan kerja ke Pengadilan Negeri Muara Teweh,dalam rangka pembinaan kepada Pengadilan Negeri di wilayah kerjanya.

Kedatangan Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya,Dr. Zainuddin,SH,M.Hum beserta rombongan disambut oleh Wakil Bupati Barito Utara,Sugianto Panala Putra,SH didampingi Sekretaris Daerah,Drs. Muhlis,Kapolres Barut, Ketua Pengadilan Negeri Muara Teweh dan jajarannya,Ketua Pengadilan Agama, Perwakilan Kejaksaan Negeri Barito Utara, perwakilan Dandim 1013 Muara Teweh,Kepala Lembaga Pemasyarakatan Muara Teweh,di Kantor Pengadilan Negeri Muara Teweh dengan upacara adat potong pantan,Senin (20/12/2021).

Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya, Zainuddin, SH,M.Hum menyampaikan bahwa tujuan Kunjungan Kerja,untuk melakukan pembinaan sekaligus meninjau gedung dan melihat secara langsung kinerja Pengadilan Negeri Muara Teweh. 

Diharapkan seluruh jajaran Pengadilan Negeri Muara Teweh,dapat menerapkan pelayanan yang baik kepada masyarakat.Untuk sinergitas antara lembaga, Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya meminta agar sinergitas yang telah terjalin,agar dapat lebih baik lagi.”Saya ucapkan terima kasih atas sinergitas yang terjalin antara Pengadilan dengan Pemerintah dan unsur Forkopimda lainnya.

Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya,meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri Muara Teweh dan jajarannya,agar dapat segera mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan melayani (WBBM).”Agar di tahun depan,Pengadilan Negeri Muara Teweh sudah memperoleh predikat WBK,”harap Zainuddin.

Kami selaku pihak Pengadilan Negeri Muara Teweh,akan secepatnya menindaklanjuti arahan dari Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya, untuk mewujudkan Pengadilan Negeri Muara Teweh menjadi zona integritas WBK dan WBBM,”ungkap Leo Sukarno,SH. (SS).

Bareng Sri Mulyani, Bupati Muhdlor Dianugerahi Pemimpin Perubahan dari Kementerian PAN-RB

0

SIDOARJO – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menganugerahkan penghargaan “Pemimpin Perubahan” kepada sejumlah pejabat publik. ”Pemimpin Perubahan” dari Kementerian PAN-RB ini didasarkan pada pemimpin di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang berhasil mendorong dan memantik semangat pembangunan zona integritas secara masif di lingkungan instansinya. “Pemimpin Perubahan” juga didasari dorongan untuk menggelorakan semangat perubahan.

Sejumlah sosok yang menerima gelar “Pemimpin Perubahan” adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kapolri Sigit Listyo Prabowo, Jaksa Agung Burhanuddin, Menkumham Yasonna Laoly, Ketua Mahkamah Agung Syarifuddin, Kepala BPS Margo Yuwono, Menhub Budi Karya Sumadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono, Wali Kota Bandung Yana Mulyana, dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo.

Saat dihubungi, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, apresiasi dari pemerintah pusat tersebut merupakan tanggung jawab yang harus dijawab dengan kinerja yang lebih baik lagi ke depan.

“Tentu penghargaan bukan hal yang utama, tetapi ini menjadi sinyal bahwa Sidoarjo terus berbenah. Kita mencoba move on, bertransformasi, dengan pelayanan yang lebih cepat dan tulus, dan tentu saja semua dilandasi oleh tata kelola pemerintahan yang baik, good governance, yang bersih dan akuntabel,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/12/2021).

Meski belum segenap setahun menjabat, lanjut Muhdlor, pihaknya terus berupaya mengakselerasi berbagai program. Misalnya, frontage road yang selama bertahun-tahun tidak tereksekusi, kini sudah mulai berjalan. RSUD Sidoarjo Barat pun sudah dituntaskan secara fisik dan siap dioperasikan pada awal 2022. Puluhan ruas jalan juga dibetonisasi.

Dari sisi pembenahan birokrasi, Bupati Muhdlor mengatakan, pihaknya terus mendorong percepatan layanan, terutama dalam memperbaiki alur birokrasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat seperti Rumah Sakit Daerah dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Meski demikian, dia menyadari bahwa belum semuanya bisa pada tahap yang ideal.

”Masih banyak pekerjaan rumah. Tapi yang jelas kita kita ini harus ’mesra’. Kita terapkan filosofi ’mesra’. Apa itu? Melayani masyarakat dengan sukarela. Jangan ada lagi birokrasi di Sidoarjo yang diminta tolong masyarakat malah marah marah, malah cari cara untuk pungli. Sudah bukan zamannya,” ujar Gus Muhdlor, sapaan akrab bupati muda tersebut.

Sementara itu, Sidoarjo juga mendapatkan sejumlah penghargaan dari Kementerian PAN-RB. Yaitu 2 unit kerja mendapatkan penghargaan Zona Integritas Menuju WBBM yang diraih RSUD Sidoarjo dan Kecamatan Sukodono, serta satu unit kerja berhasil memperoleh penghargaan Zona Integritas menuju WBK yang diraih Dispendukcapil Sidoarjo.

WBK sendiri adalah predikat yang diberikan kepada unit kerja yang memenuhi sebagian besar kriteria dalam mengimplementasikan enam area perubahan program reformasi birokrasi serta telah mampu mencegah terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme. Enam area perubahan tersebut adalah manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja.

Adapun WBBM adalah predikat yang diberikan kepada unit kerja yang memenuhi sebagian besar kriteria dalam mengimplementasikan enam area perubahan program reformasi birokrasi serta telah mampu mencegah KKN dan bisa memberikan pelayanan prima. Tidak berhenti sampai di situ, pimpinan unit kerja pelayanan serta jajarannya dipastikan harus sudah melakukan berbagai perbaikan internal organisasi secara nyata, sistematis, dan berkelanjutan. (Kominfo/Yl).

Keterlibatan Wabup Blitar di Mafia Peradilan Sempat Munculkan Keputusan MA Palsu

0

SURABAYA – polemik keterlibatan Wabup Blitar, sampai hari belum selesai dan sempat munculkan keputusan palsu dari MA ( Makamah Agung ).

Subakir, ahli waris tanah di Osowilangon menjelaskan dihadapan awak media dirumahnya beberapa waktu lalu. “Saya kecewa mas kalau mengingat tentang itu. Saya sudah sampai jual mobil. Eh, ternyata saya dibohongi Rahmat Santoso. Padahal, tanah itu sudah ada yang mau beli”. Kata Subakir, salah satu ahli waris tanah di Osowilangon

Ia menceritakan kalau keterlibatan Rahmat Santoso yang kini menjabat Wakil Bupati Blitar itu berawal dari gugatan Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya kepada Subakir di Pengadilan Negeri Surabaya. Pemkot mengklaim sebidang tanah itu milik mereka. Itu hasil dari tukar guling.

Tapi, dirinya tidak mengetahui tukar guling itu dengan aset pemkot di daerah mana. Hasil gugatan itu, ahli waris kalah. Subakir tidak diam begitu saja. Ia langsung banding di Pengadilan Tinggi Jawa Timur. Di situ pria yang akrab disapa Bakir itu menang.

Pemkot juga gak mau kalah. Mereka kasasi di Mahkamah Agung (MA). Saat itu, mulai ada keterlibatan Rahmat Santoso. Ketika itu, Rahmat masih sebagai advokat. Ia minta tolong keluarganya di MA untuk mengurus kasus tersebut.

“Saya dijanjikan bakal menang di MA. Tapi harus ada uang yang diserahkan. Katanya Rahmat sih, uang itu akan diberikan kepada keluarganya di MA,” katanya lagi. Ketika itu, uang yang diberikan kepada Rahmat sebesar Rp 25 miliar.

Hadi Prayitno (Ge Hong) lah yang memberikan uang itu kepada Rahmat. Tidak lama setelah itu, benar saja, ada putusan MA keluar. Mereka menang. Tapi, putusan itu hanya berupa ucapan saja yang keluar dari mulut Rahmat Santoso.

Bakir tidak mau percaya begitu saja tanpa ada bukti surat putusan itu sendiri. Belakangan diketahui kalau salinan putusan itu Rahmat berikan kepada Hadi adalah putusan palsu. Hal itu diketahui setelah putusan resmi MA di laman resminya.

Putusan itu tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Putusan itu menyatakan kalau mereka kalah. Beberapa kali Hadi menanyakan terkait putusan itu kepada Rahmat. Tapi, tidak pernah ada jawaban. “Itu hanya putusan palsu mas yang digembar gemborkan ke kita. Padahal, putusan itu sendiri tidak ada,” tegasnya.

Bahkan, kata Bakir, masih ada Rp 8 miliar uang Hadi di Rahmat. “Saya gak tahu lagi uang itu sudah dikembalikan atau belum,” tambahya.

Ia juga menceritakan kalau dulu, Lily Yunita juga pernah pinjam uang kepada Lianawati. Pinjaman itu sebesar Rp 45 miliar. “Saya tahunya uang itu untuk usaha bu Lily. Selebihnya, saya tidak tahu lagi,” katanya.
“Sebenarnya saya tidak tahu pasti penggunaan uang itu. Tapi, dugaan terbesar saya, uang itu digunakan untuk majunya Rahmat sebagai calon Wakil Bupati Blitar,” ungkapnya.

Karena permasalahan tanah itu tidak memiliki ujung, akhirnya istri Hadi bu andrianj meminta kembali uang yang telah suaminya keluarkan. “Saya waktu itu hanya bilang berikan saja rinciannya ke saya. Nanti, kalau sudah cair uang, bisa saya gantikan,” terangnya. ( Yul/Red )

Kapolres Malang Berikan Penghargaan kepada Pak Yit, Penjaga Perlintasan KA Kuncoro

0

POLRES MALANG – Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono memberikan penghargaan kepada penjaga perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu yang sempat viral di media sosial. Karena aksi heroiknya saat menghadang pemotor yang nekat melintasi rel saat kereta api melintas.

Pemberian penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Bagoes kepada Agus Suyitno atau (biasa dipanggil Pak Yit) di Lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Senin (20/12/2021).

Agus Suyitno, sehari-hari berjaga di perlintasan kereta api Jalan Kuncoro, Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Diketahui bahwa Lokasi itu merupakan perlintasan KA tanpa palang pintu yang kerap terjadi kecelakaan dan sudah cukup banyak menelan korban jiwa.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pak Agus Suyitno. Dimana beliau berjasa menyelamatkan nyawa pengendara yang nekat terobos perlintasan kereta api, padahal waktu itu kereta api sudah sangat dekat,” ucap Kapolres Malang, AKBP Bagoes Wibisono kepada media.

Sesuai informasi dari masyarakat di sekitar lokasi. Kecelakaan sering terjadi karena pengendara kerap tak memperhatikan ada kereta api yang melintas saat menyeberangi rel kereta api.

Dengan hadirnya sosok pria berusia 61 tahun ini, sangat berarti dalam membantu masyarakat serta mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan KA tersebut.

“Pekerjaan yang mulia, semoga Pak Yit senantiasa diberikan kesehatan. Sehingga tetap dapat membantu dan berbuat baik kepada sesama,” ungkap Bagoes.

Setelah mendapatkan piagam penghargaan, selanjutnya Kapolres Malang bersama Pak Yit, berfoto bersama di depan lobi Mapolres Malang. (alv-hms,Pol/Yl)

Menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Kapolresta Tinjau Gereja di Kota Pasuruan

0

PASURUAN KOTA – Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si Melaksanakan kegiatan pengecekan dan peninjauan di 12 Gereja yang berada di Kota Pasuruan dalam Rangka Pengecekan Pengamanan Perayaan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, bertempat di Wilayah Hukum Polres Pasuruan Kota, Senin (20/12/2021). 

Dalam kegiatan Kapolres Pasuruan Kota di dampingi Kabag Ops Polres Pasuruan Kota Kompol Wiwoho, SH, Kapolsek Bugul kidul Kompol Suprihatin, SE, Kapolsek Gadingrejo Timbul Wahono, SH, Kapolsek Purworejo AKP Tatuk S. Irianto, SH, Kasat Intelkam Polres Pasuruan Kota AKP Kunadi, SH, Kasat Binmas Polres Pasuruan Kota AKP Mala Darlius Nanda Kurniawan S,H M,S.i, Kanit Turjawali Sat Lantas Ipda Helga AAT Firsta S.TR.K, KBO Sat Lantas Ipda Rio Sagita, dan Ketua BKAG Kota Pasuruan Pdt.Dr. Hari Mulyono M.Pd.K.

Kegiatan Patroli bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan perayaan natal dan tahun baru sesuai immendagri no 66 tahun 2021 dan SE walikota Pasuruan no. 100 tahun 2021 terkait Protokol Kesehatan covid-19.

Dalam kesempatannya Kapolres Pasuruan Kota menyampaikan, dengan didampingi para pendeta, ketua gereja dan majelis beserta seluruh pejabat utama Polres Pasuruan Kota melakukan pengecekan di 12 gereja yang ada di kota Pasuruan dan kegiatan ini dilakukan untuk mempersiapkan bagaimana setiap gereja mempersiapkan proses yang ada sehingga pandemi ini bisa dilalui dan tidak menjadi klaster baru serta kesiapan Polres Pasuruan Kota dalam mengamankan kegiatan yang akan berlangsung dari tanggal 24 sampai dengan tanggal 31 Desember 2021.

“Menjelang hari Natal 2021 dan tahun baru 2022 Polres Pasuruan Kota akan membangun pos pengamanan yang berada di tempat-tempat strategis terutama sekitar gereja dimana pos pengamanan tersebut nantinya diisi personel terpadu dari anggota Polres Pasuruan Kota, jajaran Polsek, dan personil TNI dari Kodim 0819 Pasuruan, instansi serta ormas-ormas lain yang ada di Kota Pasuruan.” Jelas Kapolres.

Selama peninjauan pihak gereja menyambut baik Kapolres Pasuruan Kota beserta rombongan, Romo Widodo SMM Gereja Katholik ST. Antonius Padua Ignatius mengatakan, ini adalah bukti kesiapan pihak Polri dan TNI beserta instansi lainnya dalam memberikan jaminan keamanan selama pelaksanaan ibadah Natal 2021. (tofa)

Penyandang Disabilitas Dilatih Siaga Bencana Secara Mandiri

0

BANYUWANGI _ Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan Korean Internasional Coorporation Agency (KOICA) minggu (19/12/21) kemarin menggelar edukasi Kesiapsiagaan Bencana untuk anak anak berkebutuhan khusus di Yayasan Matahari , Sobo, Banyuwangi. Materi dikemas dengan sederhana seperti menyanyi, dongeng dan sulap agar penyandang disabilitas ini mudah memahaminya.

Selain di Yayasan Matahari Sobo, PMI Banyuwangi melaksanakan program di empat titik lainnya, dengan sasaran yang berbeda. Salah satunya di yayasan matahari Anak Berkebutuhan Khusus Sobo Banyuwangi.

” Program ini bentuk kepedulian PMI terhadap mereka yang berkebutuhan khusus, harapannya, agar mereka siap siaga memahami dan mampu menyelamatkan diri sendiri jika sewaktu waktu terjadi bencana.” ungkap Drs. Yasni pengurus PMI Kab. Banyuwangi saat membuka acara.

Andreina Marcelina, Ketua Yayasan Matahari, mengapresiasi kegiatan Koica For Kids yang telah memberikan pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana, “anak-anak yang ikut sosialisasi ini 70 persen tidak bisa banyak omong, ada beberapa anak-anak daya tangkapnya terlambat, tapi materi kesiapsiagaan bencana yang tadi disampaikan oleh kak yuli dan kak Charlie dengan sederhana sehingga anak anak bisa cepat memahami, ” ujar Andreina Marcelina.

Ucapan terima kasih disampaikan Andreina Marcelina atas kepedulian Palang Merah Indonesia dan KOICA pada anak anak berkebutuhan khusus sehingga ilmu yang diberikan tersebut bisa menambah wawasan pada anak khususnya pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana

“Terimakasih sudah begitu peduli dengan keselamatan anak anak kami, terima kasih ilmunya sehingga anak anak kami yang spesial ini memahami bagaimana seharusnya mereka menyelamatkan diri saat bencana.”imbuhnya.

Pemberian bekal ilmu bagi penyandang disabilitas tersebut untuk menghilangkan perbedaan, justru masing masing dari mereka memiliki kelebihan. Sejak awal mereka punya kelebihan, sekali lagi jangan pernah anggap mereka berbeda dan kita rangkul mereka untuk sama-sama belajar siaga bencana dan menolong sesame.” Ujar Yudi Agus Priyanto salah satu pemateri kesiapsiagaan bencana

“Awalnya bayangan kami, akan tidak mudah untuk bisa masuk dan berinteraksi dengan anak anak berkebutuhan khusus, namun berkat kordinasi pihak vendor Kepompong, PMI Banyuwangi dan pengasuh Yayasan yang kooperatif, akhirnya pesan PMI dan KOICA bisa dipahami, walau tidak pada keseluruhan namun

Dari kegiatan yang digelar, sebagian besar anak anak mampu menerima dan memahami dengan baik dibuktikan dengan kegembiraan anak saat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.(Sony)