Home Blog Page 1549

Sejumlah Pengungsi Erupsi Semeru Tolak Lokasi Relokasi

0

LUMAJANG – Warga Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan Desa Supit Urang Kecamatan Pronojiwo, yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru, menolak pemukiman baru di area relokasi yang berada di Desa Sumbermujur.

Mereka menilai, tempat baru yang berada di lahan seluas 81 hektare di Desa Sumbermujur tersebut, masih kurang aman dari erupsi Gunung Semeru. Selain itu, lokasi jauh dari pasar, keramaian dan sekolah.

“Area relokasi tidak sesuai dengan harapan warga, mas. Terlalu jauh dari keramaian. Jauh dari pasar juga jauh dari sekolahan,” ujar Waridi, warga dusun Kajar Kuning, ditemui media ini, Sabtu (18/12/2022).

Menanggapi hal itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan, lahan yang di Sumbermujur tersebut sangat representatif untuk bisa menampung 2.000 rumah lebih dalam satu kawasan. Sementara pilihan lahan di beberapa tempat lain kurang dari luasan 6 hektar.

“Kami sebagai pemerintah hanya bisa memberi saran agar pindah ke tempat relokasi. Saya pelan-pelan menyampaikan dengan cara yang tentunya masyarakat bisa memahami,” ujarnya.

Bagi warga yang berkeinginan tempat relokasi selain di Sumbermujur, kata dia, akan tetap di ikhtiarkan untuk proses perijinan lahan ke Perhutani dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Terkait proses tahapan relokasi yang berada di Sumbermujur akan tetap menjadi prioritas dengan segera dibangun hunian sementara dan kelengkapan sarana dasar, seperti jaringan listrik, saluran air, akses jalan, agar masyarakat yang terdampak Erupsi Semeru segera pindah tempat dari tempat pengungsian ke hunian yang layak dan untuk memulai berkehidupan bersama keluarga.

Selain itu, Bupati Lumajang juga menyampaikan terkait beberapa hal yang berkenaan dengan kebudayaan ekonomi, ada banyak saran dan masukan termasuk kandang ternak terpadu, mungkin juga usaha kecil menengah yang bisa diproduksi di area relokasi.

“Tentu semua yang berkenaan dengan potensi yang terbaik untuk akses ekonomi akan kita ikhtiarkan untuk mereka semua menjadi sebuah tatanan baru, termasuk ekonomi baru di sekitar area relokasi atau pemukiman baru bagi masyarakat yang terdampak Erupsi Semeru,” pungkasnya. (bam).

Ribuan Botol Miras, Barang Bukti Narkoba serta Knalpot Brong Dimusnahkan di Polres Pasuruan

0

PASURUAN – Sebanyak ribuan botol minuman keras berbagai merek hasil operasi cipta kondisi Kepolisian Resor Pasuruan, Barang bukti Narkotika jenis Ganja, Pil Koplo dan Sabu-Sabu, serta Knalpot brong dimusnahkan di halaman Sarja Arya Racana Mapolres Pasuruan, Jl. Dr. Soetomo No.26, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Senin (20/12/2021).

Pemusnahan Miras sejumlah 1.000 botol tersebut dilakukan dengan cara dilindas dengan alat berat yakni “Tandem Roller” yang dipimpin oleh Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf, S.E., M.M.A. didampingi oleh Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. yang disaksikan oleh :

  • Kabid Brantas BNNP Jawa Timur.
  • Dandim 0819 Pasuruan.
  • Kajari Kabupaten Pasuruan.
  • Ketua PN Kabupaten Pasuruan.
  • Kepala BNNK Kabupaten Pasuruan.
  • Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan.
  • Kadishub Kabupaten Pasuruan.
  • Kadinkes Kabupaten Pasuruan.
  • Ketua MUI Kabupaten Pasuruan.
  • Para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, dan Pemuda.
    Sedangkan untuk barang bukti Narkoba yang dimusnahkan yaitu : Narkotika jenis :
  • Ganja berat 6,22 Gram.
  • Sabu-Sabu berat 1,419,276 Gram.
  • Pil Ekstasi sebanyak 9 Butir.
  • Pil logo “Y” sebanyak 2100 Butir,
    dimusnahkan dengan cara dibakar di “Incinerator Mobile” milik BNNP Jawa Timur, dan Knalpot brong sejumlah 68 buah dimusnahkan dengan cara di potong menggunakan “Gerinda”.

Bupati Pasuruan mengucapkan terimakasih kepada pihak Kepolisian terutama Polres Pasuruan maupun pihak lainnya yang turut memberantas penjualan Miras maupun peredaran Narkotika di wilayah Kabupaten Pasuruan menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Jadikan Kabupaten Pasuruan ini wilayah yang kondusif terhindar dari peredaran Miras serta barang Haram berupa Narkotika demi mewujudkan Pasuruan yang maslahat dan masyarakat yang sehat supaya tenteram dan damai dalam merayakan Natal dan Tahun Baru di masa pandemi dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan dan menghindari kerumunan,” jelasnya.

“Hari ini tanggal 20 Desember 2021 kami lakukan pemusnahan minuman keras, hasil operasi cipta kondisi KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) bersama satpol PP beberapa pekan lalu di wilayah Kabupaten Pasuruan menjelang hari natal 2021 dan tahun baru 2022,” ucap Kapolres Pasuruan menjelang pemusnahan.

Kapolres juga mengucapkan terimakasih kepada Satresnarkoba Polres Pasuruan dibawah pimpinan AKP Slamet Wahyudi, SH, yang telah berusaha memberantas peredaran Narkoba di wilayah hukum Kabupaten Pasuruan.

Minuman keras yang disita merupakan hasil razia oleh jajaran Polsek di Kabupaten Pasuruan. Penyitaan dilakukan dalam rangka menciptakan kondisi yang aman dan kondusif menjelang perayaan natal dan tahun baru.

Menurut Kapolres Pasuruan, bahwa pengaruh minuman keras sangat buruk bagi masyarakat, terlebih lagi bagi generasi muda. Kapolres Paauruan menegaskan bahwa generasi muda yang terkontaminasi minuman keras maupun obat-obatan terlarang akan menyebabkan kerusakan sel-sel otak.

“Aparat kepolisian maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dalam hal ini Polres Pasuruan dengan Satpol PP Kabupaten Pasuruan, menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keamanan dan kesiapan menyambut perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Tentu tidak hanya pada akhir tahun ini saja, tetapi juga seterusnya, harus ada upaya dalam mencegah generasi muda dari pengaruh kecanduan minuman keras dan barang terlarang berupa Narkotika,” pungkasnya. (qomar)

Asep Solihin, Terpilih Sebagai Ketua RW 05 Kelurahan Cibugur Tengah

0

CIMAHI — Senin(20/12/2021), dilaksanakan
pesta demokrasi di tingkat RW yakni di kelurahan Cibugur Tengah Kecamatan Cimahi, ini dilaksanakan sesuai Permendagri No.18 tahun 2018.

Pemilihan Ketua RW 05 Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah,Berjalan Aman dan Kondusif sesuai yang direncanakan, terdapat 4 calon RW yang ikut bertarung dalam Pemilihan tersebut, yakni Heni Nuraeni,Taat Winarno, Asep Solihin dan H.Endang Iskandar.

Hasil Akhir yang mendapatkan suara terbanyak adalah, Asep Solihin (327 Suara), Heni Nuraeni (156 Suara), Taat Winarno(119 Suara) dan H.Endang Iskandar(95).

Pelaksanaan Pemilihan sudah sesuai dan mengacu pada Perwal Kota Cimahi No53 Tahun 2021.

Salah seorang warga RW 05 Kelurahan Pasir kaliki Kecamatan Cimahi Tengah, Maman Sulaeman, memberikan keterangan terkait pelaksanaan pemilihan RW di Daerahnya.

Dia atas nama Warga RW 05 Kampung Ciputri Kelurahan Cigugur Tengah Kecamatan Cimahi Tengah, mengucapkan terimakasih kepada pihak panitia khususnya dan semua pihak yang telah melaksanakan pemilihan RW, dengan suasana aman kondusif dan terkendali, juga ucapan selamat kepada Bapak Asep Solihin yang telah terpilih menjadi Ketua RW 05 Periode 2022-2027.

“Semoga kedepannya RW 05 Kampung Ciputri bisa lebih baik lagi, kondusif,” Ujar Maman Sulaeman, salah seorang tokoh pemuda RW 05 Kampung Ciputri kepada Wartawan.

Lurah Cigugur tengah, saat dimintai tanggapannya melalui Aplikasi WA menyampaikan terimakasih, dan ucapan selamat kepada ketua RW yang baru, diharapkan nantinya bisa mengembangkan potensi yang ada, dan selalu kordinasi dengan warga sehingga tercipta suasana aman, nyaman dan kondusif.

“Saya menghimbau kepada masyarakat RW 5, untuk menghormati hasil pemilihan ini, juga kepada RW yang baru saya harapkan dapat mengayomi, melindungi, melayani warga dengan baik, tidak membeda bedakan,” Pinta Lurah Cigugur Tengah Rusli Sudarmadi,S.Ip. kepada Wartawan.
(Achmad $)

SMAN-1 Muara Teweh Menjadi Zero Bullying dan Anti Kekerasan

0

BARITO UTARA-Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMAN-1) Muara Teweh Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Deklarasi dan Launcing Program Roods Indonesia Program Anti Kekerasan dihadiri Sekretaris Daerah Drs.Muhlis, Kepala Sekolah SMAN-1 Muara Teweh Rajikinoor,S.Pd serta siswa-siswi didik dilaksanakan di halaman  SMAN1 Muara Teweh, Senin (20/12/2021)

“Saya atas nama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Barito Utara,mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mampu menyelenggarakan acara ini,semoga acara ini tidak menjadi ceremonial semata,akan tetapi benar-benar dilaksanakan,”kata Sekretaris Daerah Drs.Muhlis.

Bupati Barito Utara,H. Nadalsyah dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekretaris Daerah mengatakan, dewasa ini banyak sekali kasus perundungan atau bulying dan kekerasan yang menimpa pelajar sekolah,baik yang dilakukan sesama siswa maupun dari oknum tenaga pengajar.

Besar harapan saya melaluli momentum deklarasi dan launcing program Roods Indonesia program perundungan ini, semoga di Kabupaten Barito Utara dan khususnya di SMAN-1 Muara Teweh,tidak terjadi kasus perundungan dan  bullying,”katanya Muhlis. 

Dari 10(Sepuluh)Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada, dapat kita bayangkan dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah,3 (tiga) diantaranya justru dari Kabupaten Barito Utara. “Ini suatu prestasi yang luar biasa dengan melewati proses yang panjang, tiga SMA di Barut ini bisa dipilih,”ungkapnya. 

Di tempat yang sama, Kepala SMAN-1 Muara Teweh Rajikinnor,S.Pd mengatakan,Alhamdulillah pada hari ini bisa melaksanakan Deklarasi Roods Day,atau bisa disebut agen anti perundungan yang bertujuan.Dengan menetapkan 30 orang agen perubahan akan menjadi motor penggerak,sehingga  di SMAN-1 Muara teweh nantinya akan dan harus terjadi Zero Bully.”Ini Kuncinya,”kata Kepsek SMAN-1 Muara Teweh.

Jadi mereka kata Rajikin panggilan akrab Kepsek SMAN-1 ini, setelah dilatih selama dua bulan   
Oleh instruktur, mulai hari ini akan bekerja sebagai Agen perubahan di SMAN-1 Mara Teweh.”Sekecil apapun Bullying di sekolah itu harus ditiadakan,inilah tujuan dan kunci dari deklarasi Agen anti perundungan ini,”katanya.

Sebagai salah satu sekolah penggerak,wajib melaksanakan kegiatan anti perundungan.Karena merupakan salah satu program dari sekolah penggerak,disamping program-program lainnya. “Hari ini sudah di deklarasikan di SMAN-1 Muara Teweh,kita akan berusaha dimasa yang akan datang tidak ada lagi perundungan sekecil apapun,”tegasnya.

Rajikinoor menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat SMA, khususnya Pustaka dan  UNICEF, kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati Barito Utara, Kapolres Barut yang selalu memantau kegiatan anti perundungan di SMAN-1 Muara Teweh menjadi zero Bullying.

Tiga puluh Agen perubahan dinamakan, mereka harus menularkan dan meredam ke 706 siswa di SMAN-1 Muara Teweh.”Satu orang Agen Perubahan itu harus mendapatkan teman 25 orang dan dari 25 orang temannya itu tidak lagi melaksanakan perundungan sekecil apapun di sekolah.”Di Barito Utara ada tiga SMA yang menjadi sekolah penggerak yakni SMAN-1 Muara Teweh, SMA 4 Muara Teweh dan SMA  2 Gunung Timang serta wajib melaksanakan Deklarasi Program Anti Perundungan ini, karena  merupakan program inti dari sekian banyak program di sekolah penggerak,”pungkasnya. (SS).

Seorang Oknum Prajurit Yon 756/WS Papua Di Duga Kabur Dan Bawa Senapan Serbu SS2VI

0

JAYAPURA – Prada Yotam Bugiangge, anggota TNI dari Kompi C Senggi Yonif 756/WMS, Papua melarikan diri dari tugas (Kelana Yudha) dengan membawa satu pucuk senapan serbu jenis SS2V1. Diketahui Prada Yotam Bugiangge melarikan diri dari tugas sejak 17 Desember 2021. “Jadi informasi tersebut memang benar.

Saat ini sedang kita dalami dan dalam proses pencarian terhadap yang bersangkutan,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Infanteri Aqsha Erlangga saat dikonfirmasi Para Kuli Tinta, Sabtu malam (18/12/2021).

Menurut Aqsa, petugas akan mencari keberadaan Prada Yotam Bugiangge. “Kita mencari dulu yang bersangkutan yah, kita cek dulu motif yang bersangkutan melarikan diri dari Kesatuan itu apa. Apakah yang bersangkutan punya masalah atau apa yah kita masih mengalami dulu.” “Intinya sudah pasti dari pimpinan TNI AD merespons hal tersebut dan tentunya pasti ada tindakan tegas terhadap prajurit yang melarikan diri atau Kelana Yudha” tegas Aqsa.

Kronologis kejadian Prada Yotam Bugiangge melarikan diri denga membawa satu pucuk senjata api laras panjang berawal saat pergantian Jaga Satrian Markas Kompi C Senggi, Yonif 756/WMS. Saat itu yang bersangkutan dalam posisi terima telepon dan setelah itu melarikan diri. “Jadi informasi dari anggota kita saat itu, yang bersangkutan sedang menerima telepon dan terburu-buru melarikan diri, nah ini yang menjadi tanda tanya kita, apakah saat telpon itu ada masalah keluarga atau apa, kita masih mendalami hal tersebut dan yang bersangkutan dalam pencarian,” ujar Aqsa.

Kodam XVII Cenderawasih masih mencari Prada Yotam Bugiangge yang diduga melarikan diri dari Senggi ke Wamena. Dalam kurun waktu 4 bulan terakhir dilaporkan sudah ada 3 anggota TNI AD di Papua yang melarikan diri dari kesatuan. Dua orang yang melarikan diri sebelumnya dilaporkan bergabung Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Pegunungan Tengah Papua. (disadur dari sindonews.com/red)

AMSI dan Polda Jatim, Gelar Kolaborasi Konten Terpercaya dan Komunikasi Media Era Digital

0

SURABAYA – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim bekerjasama dengan Polda Jawa Timur, Senin (20/12/2021) pagi, menggelar Kolaborasi konten terpercaya dan komunikasi media era digital yang diselenggarakan di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Waka Polda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Pejabat Utama (PJU) polda jatim serta Stakeholder jawa timur, Ketua Umum AMSI Pusat melalui zoom meeting, Dewan Pers, Dinas Kominfo Jatim.

Waka Polda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Suparptoyo, dalam sambutannya menjelaskan, hari ini kami bangga karena hadir di tengah tengah orang yang mampu menguasai dunia karena ada istilah bahwa Siapa yang menguasai informasi dia yang akan menguasai dunia.

“Jadi saya hari ini bersyukur bisa di tengah-tengah orang yang menguasai dunia,” kata Waka Polda Jatim, saat berikan sambutan, Senin (2012/2021).

“Kalau saya berdiri sebagai Wakapolda sebagai seorang polisi kalau saya titip masalah keamanan saya yakin tidak sulit, sehingga apa yang terjadi di perkembangan digital, kemampuan orang untuk menebar isu hoax dan lain sebagainya saya yakin yang ada di sini ketika bergandengan tangan untuk Jawa Timur semua bisa dihadang dengan kekuatan yang ada,” tambahnya.

Kegiatan meeting hari ini adalah kolaborasi AMSI Jawa Timur, diskominfo Jawa Timur dan Bidang Humas Polda Jawa Timur, kegiatan ini dimaksud untuk menjalin silaturahmi dan menyamakan persepsi dalam pengelolaan media siber atau media online di Jawa Timur.

“Kita ketahui bersama bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini telah sampai pada pengembangan industri konten Digital Media siber atau media online di Indonesia juga mengalami pertumbuhan begitu pesat sehingga saat ini kita semakin mudah untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya,” jelasnya.

Disisi lain banyak juga informasi ataupun berita yang sifatnya hoax dalam hal ini informasi hoax ini perlu untuk dipahami bersama agar masyarakat tidak terpengaruh informasi yang menyesatkan.

“Polda Jawa Timur sangat mendukung acara stakeholder meeting hari ini, semoga acara ini dapat mencerahkan kita di dalam pengelolaan berita serta kita secara bersama-sama bisa memerangi itu,” pungkasnya.

Selain itu acara ini juga memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat praktisi informasi kalangan akademisi pemerintahan dan pihak-pihak lain mengenai journalisme content.

Kami dari kepolisian juga berharap media yang tergabung dalam AMSI fokus terhadap konten yang akurat tidak berniat buruk dan dapat dipertanggungjawabkan serta sesuai dengan Uu pers atau Kode Etik Jurnalisme.

Sementara itu Ketua AMSI Jatim arif rahman, menyampaikan, AMSI ini lahir dari keprihatinan maraknya hoax, penuhnya ruang publik dari banyaknya berita bohong disinformasi maupun mis informasi yang dengan sekarang dengan penetrasi internet yang luar biasa yang sudah 78%.

“Pada tahun 2021 ini di bulan Juni tentu bagai pisau bermata dua, di satu sisi kecepatan akses informasi di masyarakat itu bisa memberdayakan masyarakat, meningkatkan IPM meningkatkan kemampuan dalam mencerna berbagai persoalan,” kata Ketua AMSI Jatim, Arif Rahman.

“Tapi di sisi lain juga banyak memecah-belah masyarakat banyak juga membenturkan masyarakat jangan aparat pemerintah baik polisi TNI atau pun juga eksekutif nah ini yang kemudian menjadi tidak sehat,” ucap dia.

Masih kata ketua AMSI jatim, AMSI lahir ada keinginan bahwa ruang publik ini harus bersih dari sampah sampah digital, ini adalah persoalan digital persoalan kompleks yang tidak mungkin hanya terselesaikan oleh satu pihak saja pemerintah sendiri tidak bisa sendiri kepolisian sendiri juga sangat berat.

“Karena itu pentingnya pada hari ini ada stakeholder meeting, kita ingin semua berkolaborasi mulai hari ini berkolaborasi. Kolaborasi itu butuh intimasi butuh butuh komitmen jangka panjang jadi kolaborasi tidak akan tercipta kalau kemudian kita berhenti,” cetusnya.

Hari ini kita harus selalu menyampaikan bekerja sama semua pihak semua stakeholder yang punya kepentingan bersama dalam menyelamatkan Indonesia dari sisi Kamtibmas dari sisi ketahanan dari sisi kondisi sosial budaya maupun juga ekonomi

“Nah inilah arti event hari ini kita ingin semuanya dari pihak kepolisian dari Pemprov dari Kodam V Brawijaya kemudian AMSI yang didukung oleh seluruh media Kredibel terpercaya media yang akurasinya tinggi dalam memberitakan ini yang akan membuat roh menjadi lebih bersih lagi lebih baik lagi ibaratnya ini sebuah ekosistem,” tutup dia.

Indonesia akan selesai kalau kemudian persoalan hoax persoalan media yang tidak terpercaya konten yang sekarang ini dengan maraknya media sosial dengan ada YouTube, Twitter, Facebook, IG maupun Tik Tok. Itu semakin membuat riuh rendahnya kondisi banjir informasi yang ada di masyarakat kita.

“Karena itu pada hari ini segera Ini adalah komitmen kita bersama ini adalah tujuan yang sangat mulia untuk kita perjuangkan untuk kita bersama lakukan dan saya rasa ke depan mulai kita godok supaya Jawa Timur untuk pertama kalinya membuat suatu komite atau badan yang menyelaraskan konten konten digital menyehatkan konten digital yang di situ terdiri dari semua stakeholder entah itu pemerintah polisi dan TNI kemudian AMSI, masyarakat ormas-ormas yang menjadi aksi ke depan karena kolaborasi tanpa aksi serasa tidak akan berhasil,” harapnya. (tim)

Kapolresta Sidoarjo Tinjau Kawasan Terdampak dan Posko Pengungsian Erupsi Semeru

0

SIDOARJO – Polisi Sidoarjo turun langsung ke sejumlah kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru Lumajang, Sabtu (19/12/2021). Tiba di lokasi rombongan dipimpin Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu, langsung meninjau posko tanggap darurat bencana yang berlokasi di Kantor Kecamatan Pasiran.

Kemudian memantau perkembangan Gunung Semeru, di pos pengamatan Gunung Sawur, Sumberwuluh, Candipuro. Setelah itu, Kapolresta Sidoarjo beserta pejabat utama Polresta Sidoarjo melihat langsung Desa Curah Kobokan. Perkampungan terdampak erupsi Gunung Semeru yang saat ini terpantau sepi ditinggal warganya mengungsi.

Bentuk perhatian Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro akan adanya bencana erupsi Gunung Semeru, juga tertuju pada pengungsian warga di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Menyapa warga, ngobrol dan memberikan bantuan langsung, ia berharap situasi segera membaik.

“Kedatangan kami kemari bersama Polres Gresik, guna mengetahui langsung bagaimana lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru dan kondisi warga di pengungsian. Semoga semua segera membaik dan warga terdampak diberi kekuatan, kesabaran dan kesehatan,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.

Selain itu, hadirnya Kapolresta Sidoarjo beserta rombongan untuk memberikan bantuan kepedulian dampak erupsi Gunung Semeru. Antara lain, berupa bantuan sembako, biskuit, kasur, selimut, perlengkapan mandi, masker, hand sanitizer dan beberapa barang untuk kebutuhan warga.

Kapolresta Sidoarjo di posko pengungsian, selain memberikan semangat kepada anak-anak dan orang tua, juga menemui para relawan penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru. Ia mengapresiasi semangat dan totalitas yang dilakukan relawan di lokasi bencana.

“Semoga kita semua diberi kekuatan dan kesehatan, serta segera membaik,” imbuhnya. (Hum,Pol/Yl)

FIRASAT

0

Oleh: Tri Udhayana

Tak seperti biasanya, malam itu cuaca berasa sangat gerah sekali, anginpun serasa enggan berhembus, menambah suasana jengah.

Kala itu awan ber-arak kemerahaan seolah menghiasi langit dengan warna darah.

Astagfirullah ada apa dengan alam ini?

Dalam hati, telingaku terngiang- ngiang kembali kata – kata mbah wiro cangklong seminggu yang lalu.

Si Mbah bercerita tentang ramalan atau paweling sepuh tentang fenomena alam yang bakal terjadi di nusantara ini, khususnya tanah jawa.

Cerita kuno pada masa kakek buyutnya mbah wiro, orang – orang mengatakan bila perilaku para pemimpin sudah meninggalkan kepedulian akan Dharma, kawulo alit akan banyak berbuat diluar garis kabudayan nusantara, atau dengan kata lain wong jowo ilang jawane.

Artinya bangsa ini kehilangan kepribadiannya yang adiluhung.

Mbah wiro bilang, kalau manusianya sudah lupa jati dirinya, maka alam yang akan mengingatkannya.

Desah nafas terasa menyumbat dada ini, ketika mengingat semua pitutur itu.

Betapa tidak, kini seringkali kutemui fenomena alam yang terjadi dikolong langit ini sangat miris menyayat hati.

Tak sedikit orang – orang bepergian entah itu bersenang – senang atau perjalanan mengais nafkah, tiba – tiba mengalami bencana luar biasa.

Benarkah ini hukuman?

Ya Allah Gusti semoga hamba selalu dalam ampunanMu.

Malam semakin larut, akan tetapi langit tak nampak gelap, melainkan semakin cerah memerah seolah dunia ini dipenuhi cahaya kembang api.

Orang-orang dikampungku yang biasanya lalu – lalangpun seakan enggan keluar rumah, sehingga nampak lengang dan sunyi.

Celoteh binatang malam pun tak lagi mau berdendang seakan turut merasa panasnya hawa alam ini.

Aku sedikit tersentak ketika terbersit dalam ingatanku akan ramalan kuno tentang Sabdo palon nagih janji yang sering didengung – dengungkan.

Bila saatnya nanti aku kembali, akan kuberi tanda akan kedatanganku.

Giri – Giri akan menurunkan wedus gembel, sungai – sungai nggegirisi membawa banjir bandang begitupun matahari akan membakar angkasa.

Semua adalah peringatan Yang Maha Adil, agar manusia kembali pada jalan yang telah dituntunkan.

Namun yang terbayang olehku, betapa berdukanya jiwa ini, manakala melihat anak – anak yang belum tahu menahu keseimbangan dunia harus turut merasakan pedihnya karma.

Suara gemuruh sangat jelas walau terdengar jauh, seolah kudengar suara jerit anak – anak dan wanita.

Sementara itu langit kian mencolok membara seolah bumi ini benar – benar terbakar.

Aku merinding dan jadi gelisah, tak jelas apa maknanya dan tanpa kusadari dadaku ikut bergemuruh seperti suara yang kudengar.

Aku ingin bertanya pada yang lain apakah mereka juga merasakan hal yang sama denganku, namun tak satupun orang yang melintas didepan rumahku.

Masya Allah begitu memilukan duka ini, mengapa semua itu terjadi begitu cepatnya disaat saudara – saudaraku dalam pakaryan sehari – harinya.

Kabar duka ini merambat seantero negeri dengan sejuta luka menyertainya.

Akupun terdiam tak lagi mampu berkata – kata, karena apa yang dikehendaki Yang Maha Kuasa adalah yang harus terjadi.*

Sinergitas Pemprov dengan Polda Jatim Wujudkan SMAN 2 Taruna Bhayangkara

BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur bersama Kapolda Jatim, Minggu (19/12/2021) melaksanakan peresmian SMAN 2 Taruna Bhayangkara, Banyuwangi, Jawa Timur. Sekaligus Kapolda Jatim berikan pembekalan kepada siswa kelas X, XI dan XII.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, serta Forkopimda Kabupaten Banyuwangi untuk bersinergi bersama meresmikan SMAN 2 Taruna Bhayangkara, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kedatangan rombongan disambut dengan tradisi Jajar Kehormatan (Jarmat) Kadga Pora, dilanjutkan dengan penampilan drumband oleh perwakilan SMAN 2 Taruna Bhayangkara.

Dalam peresmian ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan piagam penghargaan, dan penyerahan bantuan, serta pembaretan kepada siswa kelas X, didampingi oleh Kapolda Jatim.

Usai prosesi peresmian, rombongan Gubernur Jatim dan Kapolda Jatim meninjau fasilitas sekolah, baik dari sarana, prasarana, serta pembangunan gedung baru dalam mendukung kegiatan belajar mengajar, yang didampingi oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Taruna Bhayangkara Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Kapolda berkesempatan untuk memberikan pembekalan kepada siswa kelas X, XI dan XII SMAN 2 Taruna Bhayangkara, Apresiasi kepada sikap dan prilaku para siswa yang menunjukan kesiapan dalam menghadapi tantangan kedepan. Kapolda berpesan dalam menghadapi era teknologi yang begitu pesat, para siswa harus membekali diri dengan iman, Kemauan dan Pengetahuan (Mantap)

Selain itu, Kapolda Jatim juga mengatakan. Pembentukan sekolah SMAN 2 Bhayangkara ini merupakan kerjasama antara pemerintah provinsi dengan Polda Jatim. Namun di sekolah ini terdapat materi tambahan, yaitu tentang Bela Negara.

“Karena kerjasama dan MoU dari Pemprov Jatim dengan Polda Jatim, untuk pembentukan sekolah unggulan. Di SMAN 2 Bhayangkara sudah ada beberapa materi pelajaran tambahan yang sama seperti yang lain materi pokoknya, materi tambahannya terkait wawasan Bela Negara,” jelas Irjen Pol Nico Afinta dihadapan awak media.

Kapolda juga mengatakan untuk siap mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar di SMAN 2 Taruna Bhayangkara, dengan menyiapkan para Pejabat Utama dan materi, sehingga siswa bisa mendapat wawasan khususnya tentang kebangsaan.

“Saya jajaran Polda Jawa Timur akan mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar disini, dengan menyiapkan para Pejabat Utama dan materi, sehingga adek-adek ini mendapatkan wawasan khususnya wawasan kebangsaan untuk memperkuat dan mendidik mereka menyadi karakter yang menghadapi masa2 yang akan datang,” ujarnya.

“Ini merupakan kebanggaan kami, bahwa dalam era yang begitu banyak kejadian kejadian yang membutuhkan kehadiran Polisi maka sangat penting untuk membentuk karakter sejak SMA,” pungkas Kapolda Jatim. (tim)

Ka.Dis.Bud.Par.Pora Sambut Kedatangan Art Dealer Internasional Jais Darga.

0

CIMAHI – Destinasi Wisata Legok Awi yang berlokasi di RW 12 Kampung Torobosan, Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, menjadi saksi tempat penyambutan kedatangan Art Dealer Internasional Jais Darga, Minggu (19/12/2021).

Dalam acara tersebut tampak hadir Ka.Dis.Bud.Par.Pora Pemerintah Kota Cimahi, Budi Raharja dan Sumarno, selaku pengelola wisata Legok Awi. Sementara rombongan Jais Darga di dampingi oleh sang penulis buku biografi Ahda Imran, serta kang Acil Bimbo.

Kegiatan ini di prakarsai oleh : Pemkot Cinahi, CBI, Yayasan Pambudhi Luhur, Hipki, Hilsi, Captain Club dan Kadin Kota Cimahi serta DKKC.

Dalam sambutannya Ka.dis. Bud.Par.Pora Kota Cimahi Budi Raharja, menyampaikan selamat datang kepada Jais Darga dan selanjutnya memaparkan perihal lokasi wisata Legok Awi.

“Sebelumnya Saya memperkenalkan diri sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, (Dis Bud.Par.Pora). Terkait acara ini saya mohon ijin berbicara tentang pariwisata dahulu.” Ujarnya.

Dikatakan olehnya bahwa Legok Awi ini diinisiasi oleh Dis Bud.Par.Pora, sebagaimana Perda tentang Pembangunan Pariwisata di Kota Cimahi, bahwa kawasan Utara Kota Cimahi merupakan Kawasan Wisata Alam, Konservasi dan juga Budaya.

Ia juga menjelaskan jika sebelumnya ada ekowisata yang sedang dibangun namanya Ekowisata Cimenteng.dan atasnya ada Taman Keanekaragaman Hayati. lahan yang dikelola oleh Pemkot Cimahi seluas 5 hektar.

Tempat ini sesuai dengan namanya Pasar Wisata Legok Awi. Dalam sejarahnya, Cimahi ini belum ada Obyek wisata yang sifatnya dikelola oleh masyarakat, namun kemudian sejak tahun 2012 tempat ini mulai dirintis bersama Ketua RW 12.

Budi Raharja menambahkan, bahwa pasar wisata ini merupakan tempat bertransaksi kearah wisata unggulan. Pasar Wisata Legok Awi ini tematiknya adalah kuliner jadul yang ingin diangkat.

“Setelah pandemi mereda dan ada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pariwisata, kami mencoba membangun Pasar Wisata Legok Awi ini dengan konsep Padat Karya yakni, dikerjakan oleh masyarakat atau pemberdayaan nasyarakat.” Ungkapnya.
.
Konsep “Collect Tourism Legok Awi” yang mendayagunakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan mengadopsi Konsep Pentahelik ABCGM, dimana semua aspek Pentahelik diberdayakan baik dari akademisi, bisnisman, komunitas, oemerintah dan media.

“Contohnya konstruksi ini oleh orang dari ITB yakni Andri, dari AKTRIPA YAPARI.” Terang Budi Raharja.

Sementara Jais Darga menyampaikan pengalamannya dalam menggeluti penjualan barang seni. Ia mengaku kaget waktu di jalan melihat banyak Baner. Dia pikir ada Pilkades. Tapi yang datang ternyata Pelukis.

Disini Pelukis menuju Art Dealer itu adalah Salah. Seorang pelukis adalah pelukis dan Art Dealer adalah Art Dealer. Di dalam seni lukis ada tiga ranah yakni pelukis. Art Dealer atau Galery dan Buyer atau Colector.

“Idealnya pelukis adalah pelukis, jangan mau menjadi Art Dealer karena jika sudah terkontaminasi oleh uang, maka akan berfikir uang dan tidak mengindahkan totalitas karya. Jadi saran saya, melukislah untuk kepuasan jiwa.” Ujar Jais Darga.

Jais Darga menjelaskan bahwa dirinya adalah Art Dealer. Dalam pengakuannya dia tidak bisa melukis, namun dirinya hanya bisa berdagang dan menikmati lukisan.Sebagai art Dealer, kata dia, itu katalis yang menggabungkan antara pelukis dan pembeli atau Buyer.

Sedangkan Art Dealer itu ada Galery ada Oction dan menyatu semuanya. Jika Cimahi dengan judul menuju Art Dealer City, apakah semuanya mau menjadi art dealer?

“Menjadi art dealer itu tidak mudah, contohnya saya, sudah sampai jungkirbalik, terjerembab, jatuh bangun menjadi seorang art dealer. Art Dealer itu tidak ada Sekolahnya hanya dilakukan Learning By Doing saja dan pengalaman yang banyak.”Ungkapnya.

Pertanyaannya adalah, masih kata dia, apakah Cimahi siap menjadi Art Dealer City?. Jika siap, maka kita harus faham barang apa yang akan ditawarkan. Jika kita akan menawarkan barang khususnya di senirupa atau patung, saya harus mengenal pelukisnya, karena yang akan kita jual ini bukan mobil atau super market, tapi kita menjual jiwa karena lukisan itu jiwa dari pelukisnya.

Jais Darga menambahkan, jika jadi seorang Art Dealer harus bisa menyampaikan jiwa dari Pelukisnya kepada pembeli atau buyer agar pembeli itu mengerti. Artinya, seorang Art Dealer bukan hanya menjual namun memberikan edukasi kepada pembeli atau buyer, karena hal ini menjual hal yang ada namun sebenarnya tidak ada.

Jais Darga kemudian mecontohkan harga lukisan 30 x 30, kenapa harganya 30 juta?jawabanya adalah karena yang jual adalah jiwa. Mempersembahkan sesuatu kepada buyer adalah barang apa yang ditawarkan dan siapa yang menawarkan.

“Ingat kepercayaan dan ingat orang percaya kepada kita adalah orang yang punya uang. Mereka akan berhitung, makanya kita harus bisa menjelaskan lukisan dan pelukisnya kepada Buyer agar mereka faham barang yang dibelinya serta cerita tahu perjalanan pelukisnya.” Kata dia.

Sebagai Art Dealer, pengetahuan itu penting sekali, tentunya belajar dengan berbagai cara, dan yang paling mendasar adalah gemar membaca.

“Jika di Cimahi ada yang mau menjadi Art Dealer, saya akan bantu tapi ada pertanyaan, barang apa yang anda tawarkan? lalu kepada siapa ditawarkan? dan diamana anda menawarkan?.” Terabg Jais Darga menutup paparanya mengenai Art Dealer di depan para Pelukis.

Achmad $