Home Blog Page 1568

Polemik Carut-marutnya insentif Bagi Guru Ngaji,Pihak Disdik Kota Cimahi Meluruskan.

0

Kota Cimahi,Selasa(30/11/2021)
Pemberitaan yang diberitakan oleh salah satu Media Nasiilonal pada tanggal 28 November 2021 dengan judul, “Carut Marut insentif Guru Ngaji,Jadi Polemik” diklarifikasi oleh Pihak Dinas Pendidikan Kota Cimahi,Melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dik.Mas.,Ervin Narto,S.Pd.,M.M. di ruang kerjanya menjelaskan, “Bahwa Kegiatan yang dilaksanakan,Yakni penyerahan Insentif,Kartu Perlindungan Kerenag kerjaan dan santunan kematian bagi Guru ngaji di Kota Cimahi,pada Hari Jumat tanggal 26 November 2021 bertempat di Aula Kecamatan Cimahi utara, hanyalah simbolis saja yang di wakili oleh satu orang guru Ngaji di setiap Kelurahan,Artinya masih banyak yang sudah terdata dan akan segera diserahkan kepada para Guru Ngaji yang sudah ada pada Database Kami.”Terang Ka.Bid. Pembinaan Paud dan Dik.Mas.Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Ervin Narto.

Selanjutnya Ervin Narto melanjutkan,
“Kami sudah melaksanakan prosedur yang di atur oleh aturan yang berlaku walaupun masih melakukan pembenahan,yakni betkaitn dengan penentuan penerima
insentif guru ngaji tahun 2021 sudah melalui prosedur pendataan dari RT, RW dan DKM, kemudian diseleksi dan di usulkan dari setiap kelurahan. Adapun mengenai guru ngaji yang belum menerima di tahun 2021 bisa diusulkan kembali ditahun 2022 untuk kemudian di seleksi lalu diusulkan kembali. Mengenai guru ngaji berinisial DKG,yang mengaku belum menerima insentif guru ngaji, ternyata setelah kami cek yang bersangkutan masuk dalam daftar guru ngaji yang mendapatkan insentif guru ngaji di tahun 2021. Kemungkinan yang bersangkutan tidak mengecek rekening dan terlambat mendapatkan informasi,sehingga belum sampai informasinya kepada yang bersangkutan,semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk terus melakukan perbaikan kedepan agar lebih baik lagi.”Terang Ervin Narto Kepada Wartawan.

Achmad.$

SINERGIKAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DAN ALAM, PEMKOT CIMAHI BANGUN DESTINASI WISATA EKOWISATA CIMENTENG

0



Cimahi, Diskominfoarpus. Di tengah tingginya tingkat kerusakan lingkungan karena aktivitas manusia, termasuk aktivitas pariwisata, konsep ekowisata menawarkan solusi untuk pengembangan sektor wisata yang beretika lingkungan. Ekowisata atau ekoturisme merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.


Ide dan pemikiran membangun ekowisata di Kota Cimahi bukan lah hal yang baru. Rencana pembangunan ekowisata Cimenteng dimulai pada tahun 2019 dengan dokumen Detail Engineering Design (DED) yang dibuat oleh DISPARBUD Provinsi Jawa Barat, namun karena adanya beberapa kendala pekerjaan fisik terhambat dan akhirnya bisa direncanakan kembali pada tahun 2021.
Terlambatnya pembangunan fisik dari rencana tahun 2019 ke 2021 mengharuskan perubahan review DED baik dari segi penganggaran maupun desain konstruksi, oleh karena hal tersebut sehingga berpengaruh terhadap jadwal pelaksanaan pembangunan yang bergeser pada akhir tahun.
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Destinasi wisata Cimenteng diselenggarakan Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) pada hari Senin (29/11/2021) di lokasi Ekowisata Cimenteng RW 12,Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara.Adapun pagu pembngunan tersebut senilai 3,1 miliar dengan lama pengerjaan selama 45 hari,sampai dengan 30 Desember 2021.Dalam sambutannya Plt.Walikota Cimahi,Letkol.(Purn.)Ngatiyana menyebutkan bahwa peletakan batu pertama memiliki makna sebagai peletakan batu pertama pembngunan sebuah proyek perlu kita maknai sebagai eletakan”Fondasi Berfikir” dan “Landasan Pijak” untuk memulai langkah-langkah besar dan merealisasikan gagasan-gagasan brilian demi pembangunan dan kesejahteraan Masyarakat,” Tukasnya.

“Kegiatan ekowisata merupakan bagian dari industri pariwisata yang secara langsung memberi akses kepada semua orang untuk melihat,mengetahui serta menikmati pengalaman alam,intelektual dan budaya masyarakat lokal ,”Ungkap Ngatiyana.Dia pun menyebutkan bahwa dalam pengelolaannya,Ekowisata Cimenteng akan memegang prinsip-prinsip Pariwisata berkelanjutan yang berkontribusi terhadap kegiatan konservasi alam dan budaya dengan melibatkan Masyarakat lokal dalam perencanaannya.

Ngatiyana menyebutkan bahwa tujuan dibangunnya destinasi adalah untuk mekestarikan budaya,untuk kepentingan masyarakat,khususnya untuk mengundang wisatawan baik dalam dan luar kota Cimahi,
“Mudah-mudahan dengan dibukanya Ekowisata Cimenteng ini dapat mengembangkan usaha khususnya bidang jasa dan perdagangan yang mendukung industri pariwisata itu sendiri.Hal ini juga untuk meningkatkan perekonomian Masyarakat.UMKM dapat turut memasarkan produksi disini,”Lanjut Ngatiyana.
Senada dengan pernyataan Walikota Cimahi,Kepala Dinas Kebudayaan,Pariwisata ,Kepemudaan dan Olah Raga,Budi Raharja,menyatakan bahwa pembangunan destinasi wisata Ekowisata Cimenteng ini dilakukan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang didanai dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat tahun 2021,” Hal ini sebagai stimulan agar masing-masing daerah mampu mengembangkan Pariwisatanya khususnya pada prioritas pemulihan ekonomi Nasional pasca Pandemi,”ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa dari sisi konseptual Ekowisata Cimenteng merupakan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan,yakni alam dan budaya,.meningkatkan paryisipasi masyarakat dalam pengelolaan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah lokal.
Konsep ekowisata melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan dan pengelolaannya.
“Pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata memainkan peranan penting untuk mewujudkan masyarakat yang sadar wisata.”ujar Ngatiyana.

Ngayitana juga meng
ungkapkan komitmen Pemerintah Daerah Kota Cimahi untuk terus berupaya melakukan pembinaan sekaligus memperkenalkan dan memperkuat “Branding” melalui pengembangan obyek wisata di Kota Cimahi,”Dengan Branding atau citra yang kuat,tentu keberadaan destinasi wisata di Kota Cimahi akan semakin dikenal masyarakat dan wisatawan.”tukasnya.

Ia pun berharap melalui pembangunan Ekowisata Cimenteng pariwisata Kota Cimahi bisa lebih dikenal dan semakin banyak wisatawan berkunjung ke Obyek-obyek wisata yang ada,”pungkas Ngatiyana.

Sumber : Humas Pemkot.

Hari Kesehatan Nasional 2021, Bupati Ipuk Beri Penghargaan Kepada Polresta Banyuwangi

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57 Tahun 2021 di Kabupaten Banyuwangi diperingati dengan upacara di halaman Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi. Dalam upacara tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan penghargaan pada pihak yang terlibat dalam penanganan pandemi.

“Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas perjuangan semua tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di fasilitas pelayanan kesehatan yang hampir dua tahun ini bahu-membahu berjuang di garda terdepan dalam penanggulangan pandemi,” kata Ipuk saat menjadi inspektur Upacara, Selasa (30/11).

“Baik yang bertugas secara tracer, petugas skrining, pemantau pasien, petugas yang berperan dalam pengobatan dan perawatan di rumah sakit, pengemudi ambulance, petugas penanganan jenazah pasien covid-19, serta semua pihak yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. Doa juga kita panjatkan untuk para Nakes yang gugur saat menghadapi Covid-19,” ujarnya

Pemberian penghargaan kepada para pihak yang terlibat dalam penanganan pandemi covid-19. Di antaranya penghargaan fasilitas kesehatan pelaksanaan vaksinasi covid-19 terbanyak diberikan kepada Polresta Banyuwangi, sedangkan fasilitas kesehatan berupa klinik penanganan penanggulangan covid-19 diberikan kepada Kodim 0825 Banyuwangi.

Kemudian, penghargaan dengan capaian persentase vaksinasi dosis satu terbanyak diberikan kepada kecamatan Rogojampi. Penghargaan desa/kelurahan dengan capaian persentase vaksinasi dosis satu terbanyak diberikan kepada Kepala Desa Benelan Lor.

Lebih lanjut, penghargaan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit rujukan penanganan covid-19 diberikan kepada RSUD Blambangan. Penghargaan fasilitas kesehatan berupa Puskesmas rujukan penanganan covid-19 diberikan kepada Puskesmas Gitik.

Penghargaan juga diberikan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di daerah yang sulit dijangkau dengan fasilitas terbatas diberikan kepada Bidan Dian berasal dari Puskesmas Sumberagung dan Perawat Edi dari PTP Sukomade. Penghargaan fasilitas kesehatan dengan Mall orang sehat diberikan kepada Puskesmas Wongsorejo.

Ipuk meminta kepada seluruh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kinerja, terutama terkait pelayanan pada masyarakat. Kinerja semua sektor harus berdasarkan target.

“Tingkatkan kolaborasi dan ciptakan inovasi. Saya juga minta tenaga kesehatan untuk menjaga empat hal. Tidak boleh ada warga yang sulit mengakses kesehatan, sulit makan, sulit sekolah, jika ada keluhan minimal empat jam harus direspon,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan sebelumnya telah melantik sejumlah pejabat baru termasuk di lingkungan kesehatan. Ia berharap bisa menjadi reformasi pelayanan dan pembangunan kesehatan di Banyuwangi.

“Saya minta kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik agar segera melakukan akselerasi dan optimalisasi dalam berbagai lini di bidang kesehatan,” katanya.

Upacara tersebut diikuti oleh organisasi profesi di bidang kesehatan, antara lain IDI, IBI, PPNI, PDGI, Persakmi, HAKLI, IAI, PATELKI, PAFI, dan gabungan unsur mahasiswa Unair, Stikes, Akkes Rustida, UBI.

Tampak hadir sejumlah pejabat komponen Pemkab Banyuwangi di antaranya Wakil Bupati Sugirah, Sekda Mujiono, jajaran Kepala Dinas dan Camat se Kabupaten Banyuwangi.

Peringatan HKN tersebut juga dilakukan ziarah ke makam-makam tenaga kesehatan yang gugur menghadapi Covid-19. Juga diisi dengan doa bersama yang mengundang anak-anak yatim dan diisi tausiyah oleh KH. Achmad Siddik MHI. (tim)

Hari Kesehatan Nasional 2021, Bupati Ipuk Beri Penghargaan Kepada Semua Pihak Yang Berjuang Digarda Terdepan Penanganan Covid-19

Gempurnews.com–Banyuwangi. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57 Tahun 2021 di Kabupaten Banyuwangi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan penghargaan pada beberapa pihak yang terlibat dalam penanganan pandemi.

Penghargaan sendiri diberikan pada pelaksanaan upacara HKN yang digelar di halaman Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Selasa (30/11).

Dalam kesempatan itu, Ipuk mewakili pemerintah daerah mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang terkait, yang dalam dua tahun terakhir telah berjuang digarda terdepan.

“Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas perjuangan semua tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di fasilitas pelayanan kesehatan yang hampir dua tahun ini bahu-membahu berjuang di garda terdepan dalam penanggulangan pandemi,” kata Ipuk saat menjadi inspektur Upacara.

“Baik yang bertugas secara tracer, petugas skrining, pemantau pasien, petugas yang berperan dalam pengobatan dan perawatan di rumah sakit, pengemudi ambulance, petugas penanganan jenazah pasien covid-19, serta semua pihak yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. Doa juga kita panjatkan untuk para Nakes yang gugur saat menghadapi Covid-19,” ujarnya

Pemberian penghargaan kepada para pihak yang terlibat dalam penanganan pandemi covid-19. Di antaranya penghargaan fasilitas kesehatan pelaksanaan vaksinasi covid-19 terbanyak diberikan kepada Polresta Banyuwangi, sedangkan fasilitas kesehatan berupa klinik penanganan penanggulangan covid-19 diberikan kepada Kodim 0825 Banyuwangi.

Kemudian, penghargaan dengan capaian persentase vaksinasi dosis satu terbanyak diberikan kepada kecamatan Rogojampi. Penghargaan desa/kelurahan dengan capaian persentase vaksinasi dosis satu terbanyak diberikan kepada Kepala Desa Benelan Lor.

Lebih lanjut, penghargaan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit rujukan penanganan covid-19 diberikan kepada RSUD Blambangan. Penghargaan fasilitas kesehatan berupa Puskesmas rujukan penanganan covid-19 diberikan kepada Puskesmas Gitik.

Penghargaan juga diberikan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di daerah yang sulit dijangkau dengan fasilitas terbatas diberikan kepada Bidan Dian berasal dari Puskesmas Sumberagung dan Perawat Edi dari PTP Sukomade. Penghargaan fasilitas kesehatan dengan Mall orang sehat diberikan kepada Puskesmas Wongsorejo.

Ipuk meminta kepada seluruh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kinerja, terutama terkait pelayanan pada masyarakat. Kinerja semua sektor harus berdasarkan target.

“Tingkatkan kolaborasi dan ciptakan inovasi. Saya juga minta tenaga kesehatan untuk menjaga empat hal. Tidak boleh ada warga yang sulit mengakses kesehatan, sulit makan, sulit sekolah, jika ada keluhan minimal empat jam harus direspon,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan sebelumnya telah melantik sejumlah pejabat baru termasuk di lingkungan kesehatan. Ia berharap bisa menjadi reformasi pelayanan dan pembangunan kesehatan di Banyuwangi.

“Saya minta kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik agar segera melakukan akselerasi dan optimalisasi dalam berbagai lini di bidang kesehatan,” imbuhnya.

Upacara tersebut diikuti oleh organisasi profesi di bidang kesehatan, antara lain IDI, IBI, PPNI, PDGI, Persakmi, HAKLI, IAI, PATELKI, PAFI, dan gabungan unsur mahasiswa Unair, Stikes, Akkes Rustida, UBI.

Tampak hadir sejumlah pejabat komponen Pemkab Banyuwangi di antaranya Wakil Bupati Sugirah, Sekda Mujiono, jajaran Kepala Dinas dan Camat se Kabupaten Banyuwangi.

Dalam peringatan HKN tersebut juga dilakukan ziarah ke makam-makam tenaga kesehatan yang gugur menghadapi Covid-19. Juga diisi dengan doa bersama yang mengundang anak-anak yatim dan diisi tausiyah oleh KH. Achmad Siddik MHI. (*/Sgt)

Retribusi PAD Peredaran Minol Masih Rendah, Pemkab Lombok Utara Lakukan Evaluasi

0

TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah mengajukan pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 mengenai izin minuman beralkohol (minol). Hal ini dikarenakan biaya pengurusan izin minol di KLU merupakan nominal yang terkecil dibandingkan daerah lainnya.

”Kita hanya Rp 750 ribu, sedangkan daerah lain seperti Lobar hingga Rp 50 juta untuk izin minol,” ujar Kepala Bidang Pelayanan dan Perizinan Disnaker PMPTSP KLU Erwin Rahadi.

Ia menuturkan, masa berlaku izin minol selama tiga tahun. Artinya, KLU hanya menerima Rp 750 ribu per tiga tahun untuk satu kepengurusan izin.

”Jadi sangat rendah sekali,” sambungnya.
Ia melanjutkan, masih banyak hal yang bisa digali mengenai aturan perizinan untuk meningkatkan PAD.

“Kalau dinaikkan Rp 50 juta sudah karuan, Hitungan ini tentunya dengan melihat tingkat risiko dan lainnya itu sudah benar,” jelasnya.

Agar pengusaha memahami hal ini, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi. Tentunya setelah perubahan Perda tersebut telah rampung. Saat ini, perubahan Perda itu dalam tahap pengajuan pembahasan ke dewan. Setelah itu dilanjutkan dengan tahapan sosialisasi publik untuk melihat respons pengusaha.

”Makanya ini segera akan kita segara percepat urusan ini,” kata Erwin.

Berbicara potensi, dirinya melihat akan ada banyak perusahaan yang memperpanjang izin minolnya tahun depan. Hal ini berdasarkan data pengurusan izin yang terdata di Disnaker PMPTSP.

”Jadi rencananya kita ingin langsung menggunakan perubahan aturan baru itu,” ucapnya.

Ia melanjutkan, pendapatan dari izin minol usai perubahan perda sangat besar. Contohnya, dari 10 perusahaan, Pemerintah KLU sudah meningkatkan PAD sebesar Rp 500 juta.
Izin minol ini, lanjut Erwin, biasanya melekat langsung dengan hotel dan restoran. Terlebih lagi ada banyak pelaku usaha di KLU, khususnya di tiga gili.

”Di daerah pariwisata ini yang memang sudah include dengan izin minolnya,” ujarnya.
Erwin berharap perubahan aturan itu segera rampung dibahas tahun ini. ”Akhir tahun ini kita ingin selesaikan biar tahun depan bisa kita gunakan,” tandasnya.

Kepala Bapenda KLU Evi Winarni membenarkan adanya perubahan izin minol tersebut untuk meningkatkan PAD KLU. ”Minimal bisa sama seperti daerah lain sampai Rp 50 juta. Sekarang perubahan itu sudah kita ajukan ke DPRD untuk dibahas,” Tutupnya. (dhw/robhin)

Masyarakat Tak Perlu Takut Donor Darah,
Donor Darah Aktif Malah Bikin Badan Tambah Enak dan Sehat

0

JEMBER – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Zullikar Tanjung SH MH mengajak masyarakat aktif ikut donor darah di Markas PMI Kabupaten Jember jalan Jawa nomor 57. Donor darah banyak manfaat bagi orang lain dan diri sendiri. Kajari Zullikar minta masyarakat tak perlu takut untuk donor darah.

Menurut Kajari Zullikar Tanjung SH MH donor darah jelas membantu kepada sesama yang sedang membutuhkan darah. Bahkan, pendonor malah akan lebih sehat karena darah yang diambil dalam proses donor darah akan diganti dengan darah yang baru. “Saya mengharapkan kepada masyarakat, karena kebanyakan masih takut donor darah. Jangan takut,” kata Kajari Zullikar Tanjung SH MH.

Dia menilai, masih banyak masyarakat yang kurang tahu soal manfaat dari donor darah bagi pendonornya. “Perlu sosialisasi apa yang jadi manfaat donor darah, pertama ketika donor kita membantu saudara kita yang membutuhan darah,” imbuhnya. Bahkan, bisa jadi kita atau keluarga juga membutuhkan uluran pendonor.

Kajari Zullikar Tanjung SH MH yang didampingi beberapa stafnya datang lagsung ke Markas PMI Kabupaten Jember. “Paling tidak saya enam bulan sekali donor darah,” imbuhnya. Pendonor, saat ini boleh donor darah dalam rentang waktu paling cepat sekitar dua bulan sekali.

Menjelang Hari natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 PMI Kabupaten Jember aktif terjun ke masyarakat menggelar kegiatan donor darah sukarela. UDD PMI kian memperluas jaringan ke daerah-daerah untuk melakukan kegiatan donor darah. Terutama ke sekolah-sekolah untuk kegiatan donor darah sekaligus menjaring pendonor darah baru.(son)

Presiden Jokowi Resmikan 2 Bendungan di Trenggalek

0

TRENGGALEK – Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Letnan Jendral TNI Suharyanto Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, pejabat utama (PJU) polda jatim, Selasa (30/11/2021) siang mendampingi Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, meresmikan Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Kegiatan diawali dengan Peninjauan Display Panel Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng yang dipandu oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Sambutan Presiden Republik Indonesia dan Pernyataan Peresmian serta Penandatanganan prasasti sebagai tanda Peresmian Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara/Sekretaris Kabinet, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Gubernur Jawa Timur, Bupati Trenggalek dan Bupati Bojonegoro.

Usai melaksanakan penandatanganan prasasti, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas bendungan dan dialog bersama perwakilan petani penerima manfaat Bendungan.

Bendungan ini sendiri memiliki kapasitas 9,3 juta meter kubik dengan luas area genangan mencapai 41,8 hektare. Proyek strategis nasional itu diproyeksikan akan mampu mereduksi potensi banjir di Trenggalek serta sebagai sarana irigasi untuk 1.200 hektare lahan. (tim)

8 Personel Termasuk Wakapolres Terima Penghargaan dari Kapolres Lumajang

0

LUMAJANG – Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. kembali memberikan reward terhadap 8 anggotanya. Reward itu, merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi yang berhasil dibuktikan para anggota Polri.

8 Anggota Polres Lumajang yang saat ini mendapat penghargaan salah satunya ialah Wakapolres Lumajang, Kompol Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., atas dedikasi yang tinggi dalam tugasnya berpartisipasi Donor Plasma Konvalesen sebanyak 8 Kali untuk membantu Penderita Covid-19 di Lumajang.

Sedang lainnya adalah, Iptu Lugito, Kapolsek Tempeh, Aiptu Masrur Ubaidillah, Ps. Kanit Binmas Polsek Tempeh, Aipda Dhimas Adji Waluyo, Ps. Kanit Reskrim Polsek Tempeh dan Brigadir Indra Setyawan, anggota Polsek Tempeh, Aipda Nanang Handoko, Ps Ka SPKT Polsek Klakah, Bripka Hadi Saputro, Kanit Reskrim Polsek Klakah, Bripka Koko Dwi Ariyanto, anggota Polsek Klakah,.

“Terima kasih atas dedikasi dan kinerjanya. Ini adalah bentuk apresiasi dari pimpinan terhadap anggota,” ujar Kapolres. Senin, 29 November 2021 pagi di Mapolres Lumajang.

Dijelaskan Kapolres, beberapa kasus telah berhasil diungkap oleh Satuan di wilayah hukum Polres Lumajang. Kasus itu, meliputi adanya penjualan pupuk bersubsidi hingga pengungkapan ratusan butir pil koplo.

“Ada yang dapat penghargaan sampai beberapa kali. Itu harus menjadi kebanggaan,” jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya pemberian penghargaan itu nantinya bisa menambah semangat personel Polres Lumajang dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Beberapa kali saya berikan penghargaan, terbukti ini dapat meningkatkan kinerja anggota, semakin hari prestasi kinerja semakin tampak, ini cukup membanggakan, saya berharap terus tingkatkan kinerja anggota. Kepada para Kasat dan Kapolsek agar terus memantau dan evaluasi kinerja anggotanya, pacu terus semangatnya untuk tetap tulus dan ikhlas melayani masyarakat, sehingga ke depan Polri semakin dicintai masyarakat,” ulas Kapolres.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan, ada beberapa tugas penting di akhir tahun ini yang membutuhkan perhatian khusus jajarannya.

“Ke depan, akan ada beberapa tugas yang akan dijalankan oleh Polres Lumajang. Termasuk pelaksanaan pengamanan Pilkades, hingga persiapan pengamanan natal dan tahun baru,” ungkap Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa, semua kegiatan itu berpotensi meningkatkan angka penularan covid-19, untuk itu jajarannya diharapkan bersiap dan waspada.

“Saya harap semua anggota siap dan waspada, laksanakan tugas dengan baik, sehingga diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman dalam pelaksanaan Pilkades dan Nataru, namun juga dapat maksimal mencegah naiknya angka penularan Covid-19. Perbanyak imbauan dan sosialisasi tentang protokol kesehatan di masa Pilkades dan Nataru, lakukan patroli ke tempat ibadah terutama gereja, pantau kepadatan pengunjungnya, lakukan itu secara humanis,” pungkas Kapolres. (tim)

Dugaan Pengroyokan Viral Di Sosmed, Empat Orang Di Tetapkan Sebagai Tersangka

0

KOTA MALANG– Polresta Malang Kota mengamankan empat orang tersangka kasus pengeroyokan yang terekam video dan tersebar di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui korban pengeroyokan berinisial SW (23) merupakan anak dari pensiunan polisi.
Pengeroyokan itu bermula pada Jumat (19/11), saksi berinisial LN sempat bertemu dan keluar bersama korban di salah satu cafe di Kota Malang.

Setelah itu, korban dan saksi berpindah menuju tempat hiburan malam.

“Tapi belum sampai masuk ke dalam tempat hiburan malam, LN sudah tidak sadarkan diri. Akhirnya korban mengantar LN pulang,” ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo, Senin (29/11).

Pada saat pertemuan antara LN dan SW pada Jumat (19/11) sempat terjadi permasalahan. Lalu LN menceritakan permasalahan itu kepada beberapa temannya yang kini menjadi tersangka pengeroyokan.

“Keesokan harinya pada Sabtu (20/11), LN mengajak SW untuk bertemu di Jalan Merbabu, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang, dengan maksud menyelesaikan permasalahan tersebut,” kata dia.

Permasalahan itu disebabkan atas dugaan kasus pencabulan yang saat ini laporannya masih dalam pendalaman pihak Polresta Malang Kota.

Saat SW dan LN bertemu di Jalan Merbabu, empat tersangka turut berada di lokasi dengan alasan menemani LN menyelesaikan masalah.

Sekitar pukul 21.50, LN datang dan masuk ke dalam mobil yang dikendarai SW. Seketika korban langsung menancap gas. Karena LN takut, tiba-tiba menarik hand rem hingga mobil terhenti.

“Melihat itu, empat tersangka yang berada di lokasi, secara spontanitas mendatangi korban dan melakukan pengeroyokan hingga SW mengalami luka memar di hidung dan mulut, kepala pusing,” ucap Tinton.

Tak berselang lama, pihak Polresta Malang Kota mendapatkan laporan dari aplikasi Jogo Ngalam dan langsung menuju ke lokasi pengeroyokan.

“Saat petugas datang, berhasil mengamankan satu tersangka dan korban. Lalu dibawa langsung menuju Mapolresta Malang Kota untuk dimintai keterangan. Dari hasil penyelidikan tiga tersangka lain berhasil diamankan,” terangnya.
Dari empat tersangka, yakni berinisial CV, IS, T dan FV, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti seperti pakaian para pelaku pengeroyokan, handphone, dan rekaman video aksi pengeroyokan.

“Satu tersangka FV masih dibawah umur. Tapi kita sudah berkoordinasi dan kita dapatkan rekomendasi untuk melakukan penahanan (kepada pelaku dibawah umur),” jelasnya.

Atas perbuatannya, empat tersangka itu terancam pasal 170 ayat 2 ke 1E KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (dhw/robhin)

Duta Lalu Lintas Polres Jember Sabet Juara Favorit Polda Jatim

0

JEMBER – Perwakilan Duta Lalu Lintas Polres Jember Berhasil torehkan prestasinya dalam Pemilihan Duta Lalu Lintas Polda Jawa Timur 2021 dengan menyabet juara Favorit (11/11/2021) pekan lalu yang diselenggatakan di Hotel Purnama Kota Batu.

Rudolf Galen Fauza, Duta Lalu Lintas Jember yang terpilih mewakili Polres Jember dalam pemilihan Duta Lalu Lintas Polda Jawa Timur 2021 mengatakan saat di konfirmasi tim Humas Polres Jember mengatakan, juara favorit yang di raihnya adalah bentuk apresiasi Polda Jawa Timur dengan indikator kecepatan dalam membuat mural dan kecakapan dalam komunikasi.

“Indikator penentu selain membuat mural dengan media cat pilox graffiti juga ada penilaian kecakapan komunikasi dalam menjawab pertanyaan dari dewan juri,” kata mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ini.

Lalu dirinya mengatakan, menjadi Duta Lalu Lintas harus  menguasai materi tentang aturan lalu lintas dan juga mengamalkannya dalam berlalu lintas.

“Yang lebih penting adalah harus menjadi contoh kepada masyarakat, dan mampu mensosialisasikannya kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas,” lugasnya.

AKBP Arif Rachman Arifin, SIK., MH., Kapolres Jember sangat mengapresiasi kinerja Satlantas Polres Jember atas kiprah yang ditorehkan, sebab tidak mudah meraih prestasi tersebut.

“Kompetisi ini menunjukkan bahwa, capaian kinerja dan kedekatan Satlantas Polres Jember dengan masyarakat, dan sekaligus membawa nama baik Polres Jember dan Kabupaten Jember,” katanya.

Dirinya berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi pemicu untuk lebih keras lagi dalam berkarya, terlebih penting Melayani dan Mengayomi Masyarakat. (tim)