Home Blog Page 1596

Pesta Miras Di Kepanjen, Berujung Penusukan Dan Nyawa Melayang

MALANG – Kapolres Malang AKBP R. Bagoes Wibisono bersama dengan Kasat Reskrim AKP Donny K. Bara’langi dan Kasihumas Polres Malang Iptu Daya Wastuti, melaksanakan Pers Converence terkait pengungkapan kasus dugaan tindak pidana pembunuhan dan atau penganiayaan yang menyebabkan matinya seseorang. Minggu (7/11/2021).

MS (32), warga Jl. Kawi Kepanjen, Kabupaten Malang tewas dibunuh oleh rekannya, MAK (31) usai pesta miras pada Kamis (4/11/2021) pukul 19.00 Wib.

Peristiwa tersebut berawal saat MS dan MAK pesta miras bersama dua rekannya yakni Maskur alias Kacong dan Afandi Eka alias Teteng, di depan toko Barokah Jaya, Jl. Raya Panglima Sudirman, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Menurut Kapolres Malang, saat pesta miras, MS dan MAK terlibat cekcok di tempat kejadian.

Tak lama kemudian pelaku MAK mengambil paksa pisau seorang pedagang pempek yang kebetulan juga berjualan depan toko Barokah Jaya tersebut, selanjutnya pelaku menusuk dada korban (MS) menggunakan pisau tersebut.

“Saat pesta miras berlangsung, antara korban dan pelaku terjadi percekcokan. Sempat dilerai oleh teman minumnya, namun tak berhasil. Akhirnya terjadilah penusukan tersebut,” ujar AKBP Bagoes.

Setelah mendapat laporan tentang kejadian tersebut, Petugas dari Satreskrim dan Unit Identifikasi Polres Malang segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk olah TKP, dan mencari keterangan dari para saksi.

Setelah mendapatkan keterangan dari para saksi, dan mengantongi identitas pelaku. Kurang dari dua jam petugas berhasil menangkap pelaku di rumah saudaranya yang ada di wilayah Kepanjen. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Malang untuk menjalani pemeriksaan.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, kita langsung melakukan penyelidikan. Akhirnya sekitar jam 21.00 Wib terduga pelaku dapat kami amankan di rumahnya,” bebernya.

AKBP R. Bagoes Wibisono menerangkan bahwa pelaku dikenakan pasal berlapis yaitu pasal 380 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara. Dan atau 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan mengakibatkan meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

“Untuk Pasal yang dipersangkakan yaitu, tentang dugaan Tindak Pidana Pembunuhan Pasal 338 KUHP hukuman maksimal lima belas tahun penjara. Dan atau Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” Terangnya”. (Dhw/robhin)

Sekolah Kejuruan Di Lombok Utara Kekurangan Tenaga Didik Guru Hampir 70 Persen

LOMBOK UTARA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih kekurangan tenaga guru kejuruan.

Kepala Cabang Dinas Dikbud NTB di Kabupaten Lombok Utara, Lalu Rodi Karyawan, mengatakan, akibat kekurangan tersebut sejumlah sekolah terpaksa menggunakan guru lain selain kompetensi yang dibutuhkan.
”Sekolah terpaksa melakukan itu,” ujarnya. (6/11).

Ia menuturkan, untuk satu kejuruan di SMKN idealnya harus memiliki tiga guru dengan konsentrasi ilmu yang sesuai. Namun pada kenyataannya di lapangan, hal ini belum bisa terwujud. Sebab dalam satu sekolah bisa terdapat hingga empat kejuruan.

”Guru kejuruan kita ada sekitar 20 orang yang tersebar di semua SMKN,” sambung dia.

Ia melanjutkan, jumlah SMKN di KLU ada tujuh. Diantaranya SMKN 1 Tanjung dengan bidang Kejuruan Ekonomi Kreatif, SMKN 1 Pemenang dengan bidang Kejuruan Pariwisata, dan SMKN 1 Kayangan bidang Teknologi Rekayasa.

Kemudian SMKN 1 Gangga bidang Kelistrikan, SMKN 2 Gangga bidang Perikanan, SMKN 1 Bayan bidang Pertanian, dan SMKN 2 Tanjung bidang Teknologi Informatika.

”Dari jumlah sekolah itu, seharusnya guru kejuruan diatas 70 orang,” kata dia.

Kekurangan saat ini mencapai 70 persen dari seharusnya. Persentase ini sangat besar mengingat jumlah kompetensi keahlian yang ditawarkan di SMKN juga cukup banyak untuk peserta didik.

”Jadi masih sangat minim sekali SDM guru kejuruan di KLU ini,” beber dia.

Tak hanya di SMKN, kekurangan guru juga diakui Rodi terjadi di SMAN KLU. Untuk menutupi kekurangan tersebut, sekolah banyak melakukan perekrutan guru honorer. Namun untuk SMAN, kata dia akan ada penambahan tenaga guru dari tenaga P3K yang dinyatakan lulus dalam proses seleksi beberapa waktu lalu.

”Jumlah total guru SMAN kita saat ini ada sekitar 200 lebih,” Urainya. (Dhw/robhin)

Bangkitkan UMKM, Pemkab Sidoarjo Gelontor Dana Milyaran Lewat Program Kurda Sayang

0

SIDOARJO – Dampak pandemi Covid-19 sungguh dirasakan masyarakat. Perekonomian yang tengah terpuruk diupayakan Pemkab Sidoarjo segera pulih kembali. Di sektor UMKM Pemkab Sidoarjo mendorong agar aktivitas perekonomian bangkit kembali seiring dengan status Sidoarjo yang sudah PPKM level 1.

Bukan hanya mendorong saja, Pemkab Sidoarjo pada tahap kedua program KURDA Sayang telah menggelontor dana 3,36 milyar untuk pulihkan UMKM.

Lewat program Kredit Usaha Rakyat Daerah Sidoarjo Yang Gemilang/Kurda Sayang penyediaan permodalan yang dilakukan Pemkab Sidoarjo diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pelaku UMKM untuk bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Program KURDA Sayang bisa diakses hanya di bank milik Pemkab Sidoarjo, yakni BPR Delta Artha. Nilai pinjaman pun variatif mulai dari 5 juta hingga 50 juta rupiah. Selain prosesnya mudah cepat suku bunganya juga sangat ringan 0,25 % perbulan atau 3 % pertahun. Jauh dibawah suku bunga bank lainnya. Program KUR nasional suku bunganya mencapai 6 % pertahun.

Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi SH dalam sambutannya saat membuka Gelar UMKM memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di lapangan sepakbola Desa Wunut Kecamatan Porong, Kamis Sore, (5/11). Puluhan pelaku UMKM hadir meramaikan gelar UMKM yang diselenggarakan MWCNU Kecamatan Porong tersebut.

Wabup Subandi mengatakan keberadaan UMKM memiliki peran penting terhadap perekonomian negara. Selain itu keberadaan UMKM ikut mendorong pemerataan perekonomian. Dikatakannya produk-produk UMKM telah mampu menggaet konsumen asing. Terbukti kegiatan-kegiatan ekspor telah dilakukan pelaku UMKM.

“Semakin menjamurnya UMKM dengan produk berkualitas dengan maksud menjangkau pasar luar negeri maka devisa negara pun akan terus tumbuh,”ucapnya.

Oleh karenanya lanjut Wabup H. Subandi, UMKM diminta tetap semangat dan yakin bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Dikatakannya Pemkab Sidoarjo akan terus mendorong bangkitnya UMKM. Permodalan bagi UMKM telah dikucurkan melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah Sidoarjo Yang Gemilang/Kurda Sayang BPR Delta Artha Sidoarjo. Program pinjaman permodalan tersebut menawarkan pengajuan pinjaman yang mudah dan bunga pinjaman yang ringan.

“Saya berharap program Kurda ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Sidoarjo,”pintanya.

Melihat gelar UMKM seperti ini Wabup H. Subandi memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara. Kegiatan seperti ini diharapkannya dapat dilakukan dikecamatan lainnya. Pasalnya kegiatan seperti dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan tumbuh dan berkembangnya pelaku UMKM.

“Alhamdulillah bulan lalu saya juga membuka pameran produk UMKM di Kecamatan Krembung, alhamdulillah hari ini pak camat Porong bersama MWCNU Porong juga mengadakan kegiatan serupa,”ucapnya.

Gelar UMKM yang resmi dibuka Wabup Sidoarjo H. Subandi sore kemarin digelar mulai tanggal 5-14 November 2021. Produk unggulan Porong mewarnai stan-stan yang disediakan. Gelar UMKM tersebut juga diramaikan oleh festival kuliner maupun wahana mainan. Selain itu juga terdapat kegiatan seni Islami, Porong beraholawat,
atraksi pencak silat pagar nusa, fashion show santri, tahlil kubro, gebyar sholawat seribu santri, lailatul qiroah maupun ruqyah. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan Sembako dari Pemkab Sidoarjo serta bantuan biaya hidup dan kursi roda dari Baznas Sidoarjo. (Kominfo).

Pendekar Pagar Nusa Diharapkan Tidak Mudah Terprovokasi

PASURUAN – Pagar Nusa yang merupakan benteng pencak silat Nahdhatul Ulama (NU) menyelenggarakan acara pelantikan ketua pengurus yang dilaksanakan di halaman kecamatan Panggung Kota Pasuruan, Sabtu (06/11/2021) dan dihadiri para pengurus dan pendekar se-Kota Pasuruan demi menjaga kyai dan marwah organisasi.

Dalam acara tersebut, M Mas’ud dilantik sebagai ketua PC PSNU Pagar Nusa.

H Abdul Muchid, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Timur berharap kepada seluruh pendekar, khususnya di Kota Pauruan, untuk senantiasa amanah menjalankan tugas dan menjaga nama baik organisasi.

“Saya berharap Pagar Nusa ini bermanfaat bagi masyarakat. Dengan adanya Pagar Nusa ini masyarakat merasa aman, jangan sampai sebaliknya, masyarakat jadi merasa terancam,” ujarnya.

Menurutnya, pendekar tidak boleh terpancing provokasi-provokasi yang ada di luar organisasi.

“Tidak perlu terpancing provokasi yang ada di luar, yang akan menurunkan marwah dari kelasnya Pagar Nusa,” imbuhnya.

Selain pelantikan juga ada persembahan pencak silat dari para pesilat salah satunya Hikmah Maulidiyah, pesilat putri dari Kelurahan Tamba’an Kota Pasuruan yang menunjukan kemahiran dan keahliannya memainkan jurus-jurus pencak silat.

Sementara itu, pimpinan daerah H. Basori yang merupakan Pimpinan PCNU menyampaikan agar para pendekar Pagar Nusa yang ada di selalu mematuhi perintah kyai dan organisasi.

Masih menurutnya, yang harus dilakukan oleh PC Pagar Nusa tidak boleh melenceng dari garis kebijakan yang diberikan oleh PCNU.

“Kita semua harus bisa menjaga marwah organisasi NU maupun organisasi Pagar Nusa sendiri,” harapnya.

Pada akhir percakapan, dia juga berharap, keberadaan Pagar Nusa di Kota Pasuruan bisa mewarnai kegiatan positif bernuansa Jam’iyah Islami.

“Saya juga berharap pengurus yang baru dilantik bisa kolaborasi dengan semua Lembaga NU untuk melahirkan pendekar-pendekar terlatih,” pungkasnya. (tim)

Melihat dari Dekat URIP-URUP: Berbagi Bahagia, Meraih Berkah dan Menanamkan Pesan Sosial

LUMAJANG – Semakin hari kita sering melihat pemandangan aksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat untuk masyarakat. Di Kecamatan Pasirian ada juga aksi seperti itu, yaitu Aksi URIP-URUP. Aksi ini diprakarsai oleh Komunitas Peduli Lingkungan Pasirian (KPLP). Meski bergerak di dunia pelestarian lingkungan hidup,  KPLP merasa perlu untuk melakukan aksi sosial ini. Meskipun aksi ini merupakan replika dari daerah lain, URIP-URUP ini memiliki pesan-pesan sosial yang lain. URIP-URUP adalah aksi berbagi bahagia untuk meraih berkah seperti yang terlaksana di depan Alun-alun Pasirian, Sabtu pagi (06/11/2021).

Sebagai aksi sosial, kegiatan ini dapat berjalan karena dukungan masyarakat juga. Mereka yang memiliki rezeki memberikan donasi untuk kemudian dikelola oleh KPLP. Mereka berdonasi dalam bentuk uang dan natura seperti sayuran, tahu, tempe, minyak goreng, telur, dan bahkan daging ayam. Semua bantuan dari masyarakat tersebut, termasuk uang, dikonversi menjadi paket-paket sayur dan lauk pauk.

Setiap sabtu pagi, sesaat sebelum matahari terbit, KPLP telah bersiap membagikan ratusan paket sayur dan lauk-pauk. Dengan armada gerobak (motor roda tiga) bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, KPLP memajang paket tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama, paketan tersebut habis diserbu oleh warga yang membutuhkan.

Ketua Bidang Pengembangan Organisasi KPLP, Agus Wagianto mengatakan bahwa tidak butuh waktu lama menhabiskan 250an paket sayur tersebut. “Gak sampai 15 menit sudah habis Pak”, kata Agus. Selanjutnya Agus menuturkan bahwa penggalangan dana awalnya didapat dari pendekatan secara personal terhadap orang-orang yang dirasa memiliki kepedulian sosial. Selain itu KPLP juga memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan donatur ini. Begitu kegiatan ini berjalan, jumlah donatur semakin bertambah dan semakin bertambah pula paket sayur yang diberikan.

URIP-URUP ini sampai sekarang telah berjalan sebanyak sembilan kali yang dilaksanakan setiap sabtu pagi Pukul 05.00 WIB. Agus ingin terus menyalurkan rezeki para donatur tanpa batasan waktu dan ingin mengembangkan lokasi kegiatan. Jika ada warga yang bersedia untuk bertugas membagikan paket di lain tempat, maka KPLP siap menyuplai. 

Pesan yang unik adalah pesan-pesan bertemakan lingkungan. Salah satu anggota KPLP yang bertugas menawarkan paket kepada masyarakat berkata, “Sayur gratis! Bayarnya tidak buang sampah di sungai!”. Pesan yang senantiasa disampaikan setiap kali ada masyarakat yang mengambil paket ini diharapkan dapat melekat di hati dan pikiran mereka. Dengan demikian mereka sadar dan tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama di sungai.

Salah satu warga, Khusnul asal Desa Bago mengatakan bahwa program ini sangat bagus dan sangat membantu. Sementara itu Khotijah dari Desa Bades berharap program ini dapat terus dilaksanakan. Dia sudah dua kali menerima manfaat dari program URIP-URUP ini. Selain itu dia juga ingin agar tempatnya dikembangkan. “Kalau bisa di desa-desa yang lain juga diadakan yang sperti ini,” harapnya. (bs)

Syarat Vaksin Bagi Cakades Disoal LSM Probolinggo

PROBOLINGGO – Aliansi Masyarakat Transparansi Probolinggo dan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Probolinggo menghadiri audensi yang digelar di Ruang Pertemuan DPRD Kabupaten Probolinggo Sabtu (6/11/2021). Audensi tersebut terkaIt keberatan Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo terhadap syarat pencalonan cakades.

Namun pembahasan hal itu mengalami jalan buntu. Pasalnya, pihak pemerintah kabupaten Probolinggo belum menyetujui permintaan dari MPC Pemuda Pancasila dan Aliansi Masyarakat Transparansi Probolinggo, terkait kebijakan syarat memiliki surat vaksin bagi calon kepala desa.

Alasan permintaan keberatan oleh MPC Pemuda Pancasila dan Aliansi Masyarakat Transparansi Probolinggo tersebut, diantaranya terkait jadwal vaksinasi kesatu dan vaksinasi kedua masih menunggu jadwal verifikasi berkas bakal cakades.

Sodik, perwakilan dari Dinas Kesehatan mengatakan pihaknya tidak keberatan untuk memberikan surat keterangan tersebut, namun diterima atau tidak nya surat keterangan tersebut yang menentukan adalah Panitia Pilkades.

“Pihak kami tidak keberatan memberikan surat keterangan bahwa cakades sudah melaksanakan vaksinasi, namun masalah syarat itu kan kewenangan Panitia Pilkades. Bukan kewenangan kami,” ungkapnya.

Dengan adanya pernyataan Dinas Kesehatan ini yang berkaitan dengan regulasi diserahkan kepada Dinas PMD sebagai Panitia Kabupaten dan Bagian Hukum sebagai pembuat regulasi.

Sementara pihak pemerintah Kabupaten Probolinggo yang diwakili oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Bagian Hukum tidak bisa mengabulkan, karena segala kebijakan terkait dengan regulasi bukan kewenangannya tetapi mutkak adalah kewenangan Plt. Bupati.

“Regulasi itu bukan kewenangan kami. Uulan tersebut disampaikan kepada Plt. Bupati Peobolinggo,” terangnya.

Ditemui terpisah, Haris, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Probolinggo menjelaska bahwa pemberlakuan sertifikat vaksin dosis kedua seharusnya pihak panitia memberi kelonggaran kepada para pendaftar bakal calon kades.

“Seharusnya diberikan waktu yang cukup bagi pendaftar cakades untuk mendapatkan Surat keterangan persetujuan dari Dinas Kesehatan. Alasannya, capaian vaksinasi di Kabupaten Probolinggo untuk dosis dua masih 28 persen, bahkan vaksinasi dosis satu saja masih 58 persen,” jelas Haris.

Menurutnya, apabila permohonan tersebut tidak dipenuhi, pihaknya mengaku kasihan kepada para pendaftar yang sudah menghabiskan tenaga fikiran dan dana yang cukup banyak.

“Bahkan untuk keterangan dokter saja dikenakan biaya Rp 400 ribu lebih. Hal tersebut merupakan pengebirian hak hak berpolitik warga negara dan jelas melanggar hak asasi manusia,”imbuhnya.

Habib Musthofa, Koordinator Aliansi Masyarakat Transparansi Probolinggo menanyakan terkait dengan Surat Keterangan Jasmani dan Rohani yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan.

“Dalam Surat Keterangan itu tidak melampirkan kreteria penilain kesehatan rohani, yang ada hanya general cek up fisik saja,” ungkap Habib.

Senada dengan Habib, Kordinator AMTP juga mengungkapkan bahwa surat keterangan seperti itu berpotensi membatalkan syarat para pendaftar, karena kelrngkapan syarat cakades sesuai yang diatur dalam Peraturan.

“Disitu tidak dijelaskan secara lengkap lampiran yang menyatakan bahwa pendaftar bakal calon Kepala Desa betul betul sehat rohaninya,” pungkasnya.

Pelaksanaan audensi tersebut berakhir pukul 17.00 WIB dengan istirahat sekitar 30 menit. (wat)

Anak-anak PJB di Kabupaten Lumajang Diperiksa Masal Tim Dokter Unair

LUMAJANG – Ratusan anak penderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) di Kabupaten Lumajang melakukan Skrining dan Pemeriksaan Ekokardiografi dalam rangka pengabdian masyarakat Divisi Kardiologi Anak RSUD Dr. Soetomo Universitas Airlangga di Panti PKK Kabupaten Lumajang, Sabtu (6/11).

Kegiatan yang juga diinisasi oleh Yayasan Adventure Makelar Surga (AMS) itu juga melibatkan sejumlah dokter anak dan spesialis jantung di Kabupaten Lumajang.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresiasi Yayasan AMS yang sampai saat ini memberikan kontribusi besar terhadap upaya pengobatan pasien PJB di Kabupaten Lumajang.

“AMS ini memberikan pelayanan yang terbaik terutama kepada anak-anak PJB yang itu harus kita rawat,” ungkapnya.

Ia pun memberikan semangat kepada para orang tua pasien PJB agar tetap tegar dan mengupayakan apapun yang bisa dilakukan.

“Kita berikhtiar yang kita maksimalkan apa yang kita bisa upayakan,” imbuhnya.

Ketua Yayasan AMS, Niken S mengatakan sampai saat ini sudah ada 26 pasien PJB di Kabupaten Lumajang yang sudah dinyatakan sembuh. 102 pasien lainnya masih dalam proses penyembuhan. Untuk itu, Ia meminta agar para orang tua tetap semangat mendampingi anak-anak PJB.

“Banyak yang sudah sembuh, bapak ibu harus semangat pemerintah sudah menyuport kita, harapannya ini bisa rutin,” ungkapnya.

dr. Makhrus Ali Rahman, Spesialis anak Universitas Airlangga menjelaskan kegiatan yang dilaksanakannya tersebut rutin dilaksanakan di Kabupaten Lumajang. Menurutnya, Ia bersama Tim memilih Kabupaten Lumajang karena kerjasama yang dilakukan baik.

“Beberapa kali acara kita adakan di sini, di tempat lain belum, bagi kami Lumajang istimewa karena kerja samanya baik sekali, pasien-pasien itu terarah pengarahannya,” jelasnya.

Dalam kegiatan skrining dan pemeriksaan itu, dr. Makhrus membawa tim lengkap sehingga nantinya diharapkan membawa hasil yang maksimal dan mampu memotivasi untuk terus melakukan perawatan terhadap anak-anak yang menderita PJB. (sahrul)

Wali kota Probolinggo habib Hadi Zainal Abidin menggenjot vaksinasi

Probolinggo
Pencapain vaksinasi lanjut usia kota Probolinggo yg masih di bawah target di angka 26,5% untuk dosis ke 2 membuat wali kota Probolinggo habib Hadi Zainal Abidin bergerak cepat dan turun langsung untuk memastikan lansia segera bisa tervaksin dalam dua pekan mendatang. sabtu (6/11)wali kota habib Hadi Zainal Abidin meninjau serbuan vaksinasi pada lanjut usia di 4 lokasi berbeda di mulai dari kantor kelurahan triwung lor lalu ke kelurahan triwung kidul,kelurahan curah grinting, dan terakhir d kantor kecamatan wonoasih.saya ingin dalam waktu 2 ini para lansia yang masih blm vaksin saya targetkan 70% harus tervaksin semua, unakap walikota habib Hadi Zainal Abidin di sela sela peninjauan vaksin.
Sementara itu untuk masing-masing pelaksana vaksinasi di tingkat kelurahan, habib Hadi Zainal Abidin mengharapkan sesuai target bisa mencapai 80% tervaksin terutama lansia, salah satu warga kelurahan triwung kidul penerima vaksin lansia musrinah(68thn) mengaku siap tuk di vaksin dosis pertama,”alhamdullah sehat dan berani yang penting sehat”, ungkapnya sembari menunggu cek kesehatan. banyaknya jumlah lansia yang di vaksin dari kelurahan triwung lor sebanyak 150 orang lansia, di kelurahan triwung kidul sebanyak 150 orang lansia di kelurahan curah grinting sebanyak 100 orang lansia sedangkan di kecamatan wonoasih sekaligus meliputi 6 kelurahan di bawahnya sebanyak 222 orang lansia. Usai vaksinasi,Dinkes P2KBjuga menyerahkan paket bantuan sembako . Turut hadir dalam peninjauan serbuan vaksinasi pada lansia kali ini di hadiri antara lain sekda kota Probolinggo drg. Nanik Ira wibawati, Plt Kadinkes P2KB dr. NH Hidayati, kadis Kominfo Pujo agung Satrio, kadinsos P3A Rey suwigtio , kepala DLH rahma Deta antariksa dan BKPSDM Wahono Arifin ( Doko)

Sinergi Forkompimda Batu Kembali Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang

BATU – Forkopimda Kota Batu bersama Tim Tanggap Bencana melaksanakan evakuasi Banjir Bandang di Desa Bulukerjo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Sabtu (6/11/2021).

Tiga hari pasca banjir bandang di Bulukerto, Forkompimda Kota Batu tidak henti-hentinya bersinergi melakukan evakuasi. Baik pembersihan sisa-sisa banjir di jalan arteri, evakuasi puing rumah juga upaya penelusuran detail lokasi banjir untuk mencari korban.

Alhasil, tim berhasil menemukan 1 korban yang dinyatakan hilang pasca banjir bandang. Korban yang ditemukan atas nama Tokip usia 58 tahun RT 6 RW 4, warga Dusun Sambong, Desa Bulukerto. Korban ditemukan tepat pukul 09.40 WIB.

“Korban yang ditemukan tadi pagi, atas nama Tokip warga Dusun Sambong,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu Onny Ardianto.

Ia menjelaskan, korban ditemukan di belakang rumah warga bernama Ferry yang juga termasuk dalam daftar korban jiwa.

“Korban saat ini dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu dan belum diserahkan ke keluarga,” ungkapnya.

Terusnya, setelah ditemukan Tokip total korban jiwa yang ditemukan menjadi 7 orang.

“Total korban dunia sebelumnya berjumlah sepuluh orang. Namun dari hasil penelusuran Tim BPBD Kota Batu ternyata korban atas nama Fery dan Arif adalah orang yang sama dengan korban meninggal yang sudah ditemukan atas nama Adi Wibowo,” terangnya.

Ia memaparkan, dampak kerusakan / kerugian sementara yang terdata sampai saat ini adalah sebanyak 89 KK terdampak. 35 rumah rusak, 33 rumah terendam lumpur, 7 unit mobil, 73 unit sepeda motor, 107 ekor hewan ternak dan 10 kandang rusak.

“Selanjutnya kami akan melakukan pemberangkatan Tim Opsar oleh Basarnas untuk pencarian korban yang belum ditemukan,pembersihan material lumpur dan sampah yang masih menumpuk di jalan maupun sungai. Untuk jumlah korban akan terus kami update dan saat ini masih dalam proses pencarian,” tutupnya.

Berikut Daftar Korban Jiwa Banjir Bandang Bumiaji Kota Batu :

  1. Bu Wiji, usia belum diketahui, warga RT 6 RW 4, Dusun Sambong, Desa Bulukerto, lokasi diketemukan di Kali Sambong
  2. Pak Sarip RT 6 RW 4, warga Dusun Sambong Desa Bulukerto, usia sekitar 60 tahun, lokasi diketemukan di Dusun Beru.
  3. Adi Wibowo, warga Jl. Kartini, Kel Ngaglik lokasi hilang di Dusun Cangar, Desa Bulukerto ditemukan di Dam Durek.
  4. Pak Wakri, Dusun Sabrang Bendo RT 51 RW 8 Desa Giripurno ditemukan di Desa Tawangargo
  5. Mahendra Feri, Dukuh Sambong, Dusun Gintung ditemukan di Dusun Beru
  6. Alverta shenazia arvisa vindra. Dukuh Sambong, Dusun Gintung ditemukan di Dusun Beru
  7. Pak Tokip RT 6 RW 4, warga Dusun Sambong, Desa Bulukerto. (tim)

Seorang Kades Di Lombok Barat Bisa Tersenyum Lepas, Setelah Perkara Yang Membelitnya Di putus Bebas Oleh MA

0

MATARAM-Kepala Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar), Ahmad Muttakin senyum semringah. Dia sudah lepas dari status terdakwa. Itu setelah jaksa mengeksekusi putusan bebasnya berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA), Jumat (5/11).

Eksekusi pembebasannya dari kasus dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa itu disaksikan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram I Wayan Suryawan.

”Ya, benar tadi eksekusi putusan bebas terhadap Ahmad Muttakin,” kata Kasi Intelijen Kejari Mataram Heru Sandika Triyana.

Sebelumya, Ahmad Muttakin ditangkap tim Subdit III Ditreskrimsus Polda NTB atas dugaan pungli dana BLT. Dia diduga memotong Rp 150 ribu dari 195 penerima BLT Covid-19 di empat dusun di desa tersebut. Total dia mendapatkan pemotongan Rp 53,8 juta.

Tetapi, dalam persidangan terungkap pemotongan itu sudah disepakati penerima. Para penerima yang dipotong dana BLT-nya tidak keberatan. Karena pemotongan itu diberikan kepada warga lain yang tidak mendapatkan BLT.

Dari perkara dan bukti yang dihadirkan di persidangan tidak menguatkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Sehingga Pengadilan Negeri Tipikor Mataram memvonis bebas Ahmad Muttakin.

Tak terima dengan putusan tersebut, JPU melayangkan kasasi, Namun hakim MA berpendapat sama dengan hakim PN Tipikor Mataram. MA menguatkan putusan PN Tipikor Mataram.

Heru mengatakan, dengan eksekusi pembebasan itu, tugas jaksa sudah tuntas. ”Sudah selesai perkara ini,” kata dia.

Sementara itu, penasihat hukum Ahmad Muttakin, Irpan Suryadiata mengatakan, dengan dilakukannya eksekusi tugasnya sudah tuntas. Semua bukti yang dihadirkan di persidangan untuk menyanggah dakwaan JPU dijadikan sebagai pertimbangan oleh hakim. ”Syukur semua sudah selesai. Nama baik klien saya ini harus dipulihkan. Begitu juga dengan jabatannya,” kata Irpan singkat. (Dhw/robhin)