Home Blog Page 1598

Bupati Muhdlor, Tutup Industri Tepung Limbah Bulu Ayam Yang Langgar Izin dan Resahkan Warga

0

SIDOARJO – Pertemuan yang dipimpin Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor terkait konflik antara warga dengan pemilik usaha home industri tepung yang diproduksi dari limbah ayam akhirnya menemui titik terang.

Diketahui usaha pengolahan limbah bulu ayam yang dijadikan tepung itu ternyata melanggar sejumlah aturan dan dari hasil pertemuan itu akhirnya Bupati Ahmad Muhdlor memutuskan menutup pabrik yang telah lama meresahkan warga sekitar karena bau busuk yang menyengat.

Pemilik usaha, Umindah Marji tidak bisa mengelak akhirnya menghentikan produksi dan menutup industri tepungnya.

Selain karena telah menyalahi perizinan, selama ini keberadaan usaha ini dinilai telah mencemarkan polusi bau yang meresahkan warga sekitarnya. Kamis Malam, (5/11/2021).

Proses mediasi yang berlangsung di Kantor Balai Desa Kletek itu selain dihadiri Bupati Sidoarjo juga disaksikan Asisten 1 M. Ainur Rahman, Kadis DLHK M. Bahrul Amig, Kadis PU BM SDA Sigit Setyawan, Kasat Pol PP Wiwid Widyantoro, Kabag Hukum, Camat Taman, Forkopimka dan Tokoh Masyarakat setempat.

Bupati Muhdlor mengingatkan kepada warga Sidoarjo supaya secepatnya mengutarakan setiap masalah tentang kebijakan Pemerintah agar masyarakat segera mendapatkan solusi.

“Cerita ini sudah lama dari tahun 2017, aduan dari masyarakat masuk ke pemkab. Oleh karena itu Pemkab hadir, kemarin Pak Wabup juga sudah hadir, sekarang Pak Bupati hadir di sini ingin menuntaskan masalah ini secepat-cepatnya,” kata Bupati Gus Muhdlor mengawali forum.

Atas dasar Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 103 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Izin Mendirikan Bangunan, dari hasil verfikasi diketahui beberapa izin persyaratan tidak kunjung dipenuhi pemilik usaha. Aktivitas usaha dinilai melangar beberapa pasal, khususnya pasal 11.

“Memutuskan menghentikan usaha sampai izin diterbitkan mulai tanggal 5 november 2021, kalau tidak ada izin, tidak boleh dan masyarakat wajib mengawasi. Ada kalanya cuma pindah tempat, tapi kalau kelihatan baunya meskipun sedikit selama kegiatannya tidak ada izinnya maka lapor,” tegas Gus Muhdlor.

“Seperti solusi yang terjadi dalam diskusi ini, bahwa usaha limbah bulu ayam ini wajib dihentikan. Karena tidak ada izin mendirikan bangunan (IMB), izin lingkungan (AMDAL atau UKL-UPL), dan izin dari SKPU (Stasiun Pemantau Kualitas Udara),” terangnya.

Keberatan warga dengan keberadaan industri pengolahan bulu ayam itu sebenarnya sudah terjadi tahun 2017. Saat itu warga sudah melaporkan kepada pemkab Sidoarjo. Namun warga tidak belihat ada perubahan dari sistem pengolahannya, akibatnya yang terkena dampaknya dari polusi bau adalah warga sekitar.

“Waktu tahun 2017 itu, waktu ke lingkungan hidup itu tindak lanjutnya tidak ada, kita tindak lanjuti sampai ke Perindustrian, sampai ke macem-macem. Dan terakhir adalah Wakil Bupati yang kemarin, waktu itu dijanjikan diberi peringatan 2 minggu selesai untuk menyelesaikan bau, tapi buktinya sampai kemarin masih ada,” keluh Asmuni Warga Kletek yang selama ini menerima imbasnya dari bau yang ditimbulkan.

Sementara itu, Umindah Marji mengakui jik tanah yang ditempati untuk usaha pengolahan limbah ayam itu tidak bersertifikat.

“Sertifikat saya tidak ada, Cuma saya bayar PBB sejak 2005 itu diterima,” ujar Marji. (Kominfo/Yl).

Kesulitan Signal Internet, Vaksinator PMI Terus Blusukan ke Pinggiran

0

JEMBER – Tim vaksinator PMI Kabupaten Jember terus blusukan ke daerah pinggiran untuk percepatan vasinasi COVID-19. Terbaru, Kamis (4/11) Tim vaksinator PMI bersama tim vaksinator Puskesmas Sumberjambe melakukan vaksinasi di Balai Desa Jambearum dan Ponpes Mikhrojul Ulum di Kecamatan Sumberjambe.

Kesulitan signal internet tak menyurutkan semangat tim vaksinator PMI untuk menembus ke daerah-daerah pinggiran, salah satunya ke Kecamatan Sumberjambe yang berada di lereng gunung Raung.

“Tim vaksinator PMI bersama Tim vaksinator Puskesmas Sumberjambe tetap melaksanakan vaksinasi meski kesulitan mendapatkan signal internet,” kata Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Tim vaksinator PMI terdiri dari dr Joy, Gurita, Devi Wulandari, Windi, Akmal, mereka didampingi enam anggota tim vaksinator Puskesmas Sumberjambe yang dipimpin langsung kepala puskesmasnya dr Ade.

“Vaksinasi di Balai Desa Jambearum melayani 171 untuk dosis 1 vaksin sinovac kemudian di Ponpes Mikhrojul Ulum melayani 146 santri,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, saat ini masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran juga punya kesadaran yang tinggi untuk vaksinasi. Buktinya, di sumberjambe yang ikut vaksinasi cukup banyak.

“Mereka sepertinya sudah sadar pentingnya vaksinasi untuk mencegah COVID-19,” imbuhnya.

Sebab, COVID-19 sebelumnya sudah tembus ke semua daerah, banyak warga yang tinggal di pinggiran menjadi korban COVID-19, terutama saat serangan hebat Juli- Agustus 2021 lalu.

Selain itu, aparat, petugas kesehatan, tokoh masyarakat tentu juga relawan PMI juga aktif memberikan kesadaran kepada masyarakat, mereka bahu membahu bersama semua pihak untuk memberikan pemahaman yang benar tentang COVID-19, tentu juga tentang vaksin yang aman, halal dan efektif mencegah COVID-19.

Dia menjelaskan, PMI Kabupaten Jember terus aktif dalam penanganan COVID-19, mulai upaya pencegahan sampai alternatif pengobatan.

Mulai dari Sosialisasi tentang protokol kesehatan, penyemprotan dengan disinfektan, pengantaran jenazah sampai alternatif pengobatan dengan donor plasma konvalesen. (Son)

Tagana Buka Satu Dapur Umum, Untuk Fasilitasi Warga Terdampak Banjir Di Kota Malang

0

KOTA MALANG – Taruna Siaga Bencana (Tagana) menyediakan satu dapur umum untuk membantu menghandle konsumsi warga terdampak banjir di Kota Malang.

Dapur umum tersebut dibangun sejak pagi tadi, terletak di Senaputra, Klojen, Kota Malang.

Koordinator Tagana Kota Malang, Djoko Anung Priyanto mengatakan, dapur umum memang hanya disediakan di satu tempat untuk menghandle kebutuhan ratusan warga terdampak di beberapa titik Kota Malang.

“Karena jumlahnya di bawah 500 jadi cuman di sini (Senaputra), barangnya kita suplai, nanti di masing-masing wilayah mengetahui berapa jumlah yang dibutuhkan, secara berkala tiap pagi,siang, sore,” ujarnya, Jumat (5/11).

Perlu diketahui, sampai saat ini terdapat lima kawasan yang terdampak banjir di Kota Malang, yakni Jatimulyo (Bougenvile), Samaan, Rampal Celaket (Kampung Putih), Penanggungan (Mbetek), dan Polehan, dan banjir tersebut merupakan luapan air dari wilayah Bumiaji Batu yang mengalir di sungai Brantas.

Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Dapur umum yang disediakan Tagana Kota Malang diperkirakan mampu menyediakan hingga 1500 konsumsi per harinya.

Sementara itu, Djoko mengatakan dapur umum akan bertahan selama satu Minggu dan bisa diperpanjang sesuai ketentuan Wali Kota Malang.

“Saat ini kata Pak Wali (sementara) seminggu. Nanti kalau Wali Kota bilang diperpanjang ya dilakukan,” Tutupnya. (Dhw/robhin)

Jaga Kesehatan, SMPN 2 Purwoharjo Gelar Senam Bersama

0

BANYUWANGI – Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Purwoharjo, Drs H. Iriyanto, M.Pd mengajak para guru dan siswa siswinya melakukan kegiatan senam bersama , Jum’at (5/11/2021).

Sekolah yang dikenal memiliki banyak prestasi dibidang non akademik atau olahraga tersebut, sangat menjaga kesehatan warga sekolah termasuk guru dan para siswanya.

“Senam bersama ini merupakan komitmen sekolah dalam melakukan pembinaan olahraga. Selain itu sekolah sangat mendukung ketersediaan sarana olahraga yang memadai,” kata Kepala Sekolah H. Iriyanto usai senam bersam.

Informasi yang didapatkan media ini menunjukkan bahwa olahraga menjadi andalan SMPN 2 Purwoharjo ini.

Dengan demikian sekolah ini menjadi layak berprestasi baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional, bahkan ada yang sudah mencapai tingkat Internasional.

“Pencapaian prestasi olahraga SMPN 2 Purwoharjo ini sudah mempersembahkan bibit unggul atlet olahraga sebagai aset Pemda Banyuwangi,” kata H Iriyanto.

Oleh karena itu, warga sekolah termasuk para guru dan peserta didiknya, selalu semangat dalam berolahraga. Bukan hanya karena menjaga kesehatan saja, namun lebih dari itu agar para murid muridnya memahami arti kebersamaan yang membuat mereka makin akrab dengan guru. (*)

Forkopimda Batu Tinjau Lokasi Banjir Bandang

0

BATU – Forkopimda Kota Batu termasuk Kapolres AKBP I Nyoman Yogi Hermawan, meninjau langsung lokasi kejadian bencana alam banjir Bandang yang meluluh lantakkan rumah dan sawah milik masyarakat di Kecamatan Bumiaji, Kamis (4/11/2021).

Di lokasi tersebut, Walikota Batu Dewanti Rumpoko dan AKBP I Nyoman Yogi Hermawan hadir. Mengecek sejauh mana bencana alam tersebut melanda sekaligus memastikan proses evakuasi terhadap masyarakat berjalan dengan baik.

Pasca kejadian kejadian ini, imbauan siaga kejadian bencana juga sudah dikeluarkan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur untuk diteruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD Kabupaten, Kota dan masyarakat agar waspada ancaman bahaya banjir.

“Saat ini Polres Batu beesama dengan Unsur TNI, relawan , masyarakat dan Pemerintah Kota Batu sudah menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan keji cepat , pendataan dan membersihkan lumpur serta melakukan pencarian korban yang dimungkinkan ada,” kata Yogi.

Ia juga mengatakan, pihak terkait seperti BPBD, TNI-Polri sedang meninjau lokasi lainnya yang di perkirakan terdampak banjir tersebut.

“Saya bersama Ibu Walikota di temani BPBD Kota Batu dan stake holder lainya sedang menuju lokasi kejadian untuk menyiapkan langkah langkah strategis yang diperlukan seperti Lokasi pengungsian bagi warga,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,terjadi bencana alam banjir bandang di Desa Sumberbrantas, Bulukerto,Tulungrejo, Pandanrejo dan Sidomulyo dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi serta adanya sumbatan batang-batang kayu di hulu sungai. (**)

Dua Kabupaten Di Provinsi NTB, Belum Berencana PTM Secara Penuh

0

MATARAM – Tidak semua daerah mewacanakan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. Ada juga yang masih bertahan dengan PTM terbatas.

”Kami sudah diskusikan ini bersama rekan-rekan di internal, untuk sekarang kami masih bertahan dengan yang ada dulu,” ungkap Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur (Lotim) Achmad Dewanto, saat dikonfirmasi gempurnews (4/11).

Pihaknya tidak bisa memaksakan diri, untuk menggelar PTM penuh, atau hanya sekedar melaksanakan simulasi. Karena pusat sampai saat ini belum mengeluarkan regulasi terkait hal itu.

Bahkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, yang menjadi pedoman PTM masa pandemi sama sekali belum mengalami perubahan.

”Jadi kami ikuti yang ada,” tegas mantan kepala Bappeda Lotim ini.

Dibandingkan melaksanakan simulasi PTM penuh, Dinas Dikbud Lotim memilih memperpanjang jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas, selama ini untuk SD, durasi KBM dihitung 3×35 menit. Untuk SMP 3×45 menit.

”Maka kami akan menormalkan durasinya belajar seperti biasa, murid SD belajarnya dari jam 07.30-11.55 Wita, sedangkan yang siswa SMP dari 07.30 sampai 12.45 Wita,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya masih memberlakukan sistem shift atau blok.

”Hanya lama di sekolahnya yang kita tambah, tetapi untuk jadwal belajar, anak-anak masih bergantian, artinya tidak full,” tandas Dewanto.

Terpisah, Plt Kepala Disdik Lombok Tengah (Loteng) Lalu Muliawan juga mengatakan hal serupa. Pihaknya sampai saat ini belum memikirkan mengganti pola pembelajaran menjadi PTM penuh.

”Kita kan masih terikat dengan SKB empat menteri yang sebelumnya,” terang dia.

Dirinya memahami bagaimana permintaan sekolah, guru, hingga orang tua. Dengan PTM penuh juga bisa dijadikan sebagai langkah mengurangi dampak learning loss. ”Kami paham bahwa PTM penuh sangat banyak manfaatnya,” ujarnya.

Namun, Disdik Loteng tidak berani mengambil risiko. Acuannya adalah regulasi dari pemerintah pusat, dan rekomendasi dari Satgas Pencegahan Covid-19 Loteng.

Apalagi, Loteng akan dipadati wisatawan yang hendak menyaksikan gelaran World Superbike (WSBK) bulan ini, di Sirkuit Mandalika. ”Semua hal-hal ini harus kita perhatikan,” tegasnya.

Meski begitu, semua rencana masih dalam posisi tentatif. Semua kemungkinan pasti ada. Bertahan dengan PTM terbatas atau melangkah maju ke PTM penuh.

”Semuanya masih bisa berubah, tergantung bagaimana kondisi daerah kedepannya. Sambil PTM terbatas ini akan terus kami evaluasi,” pungkas Muliawan. (Dhw/robhin)

Senam Pagi Membuka Silaturahmi Antara Pemdes Lemahbangdewo dengan Forpimka Kec. Rogojampi

Gempurnews.com–Banyuwangi. Jum’at bersih, sehat dan bersinergi menjadi tema utama dalam kegiatan silaturahmi antara pemdes Lemahbangdewo bersama Forpimka Kecamatan Rogojampi.

kegiatan yang dihadiri langsung ibu camat rogojampi, Nanik Machrufi, SP,M.Si. diikuti seluruh staf dan jajaran pemerintah kec. Rogojampi mendapat sambutan hangat seluruh jajaran pemerintah desa Lemahbangdewo.

Acara Jum’at bersih sekaligus senam pagi bersama ini merupakan acara rutin yang diadakan secara bergilir setiap Jumat dimasing-masing desa di kecamatan Rogojampi. Hal ini disampaikan langsung oleh kepala desa Lemahbangdewo Edi Sunarko.

” Ini acara rutin yang diadakan kecamatan, jadi setip hari Jum’at bergilir dimasing-masing desa di kecamatan Rogojampi, kebetulan Jum’at ini desa Lemahbangdewo yang mendapatkan giliran. ” Papar Edi, Jum’at (5/11/2021)

Meski terkesan sederhana, menurut edi kegiatan rutinan ini memiliki empat arti yang perlu dipahami, diantaranya sebagai forum silaturahmi, menjaga kebersihan lingkungan bersama, menjaga kesehatan sekaligus mensinergikan hubungan antar element pemerintahan.

” Yang jelas dengan adanya kegiatan ini tidak hanya kita bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan dimasa pandemi, namun kita juga bisa menjalin silaturahim, membangun sinegitas sesama elemen pemerintahan. Intinya agar antara perangkat desa dan kecamatan bisa menjalin keakraban atau komunikasi yang baik.” Tambahnya.

Dengan begitu harapan kedepannya akan terbangun kerjasama internal yang produktif serta kemitraan yang harmonis antara para pemangku kepentingan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkualitas, utamanya dalam segi pelayanan masyarakat. (*/Siget).

Banjir Bandang Kota Batu, Ditemukan Jasad Anak Kecil Di Area Kebun Jeruk

0

KOTA BATU – Relawan dan warga menemukan satu jasad lain di jarak sekitar 100 meter dari lokasi penemuan jasad korban banjir pertama di Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jumat (5/11/2021).

Jasad tersebut adalah bocah perempuan berusia sekitar enam tahun, jasad korban ditemukan di kebun jeruk Desa Sidomulyo pukul 08.00 WIB, belum diketahui identitas jasad tersebut.

Petugas langsung membawa jasad korban ke RS Karsa Husada, Kota Batu.

Danramil Kecamatan Batu, Kapten Arm Abdul Khodir menjelaskan jasad ditemukan tertimbun puing-puing material banjir.

Sampai sekarang total ada tiga jasad yang ditemukan di sekitar Kali Paron, Desa Sidomulyo.

“Satu jasad ditemukan tadi malam. Kami menemukan dua jasad pada pagi ini,” kata Khodir pada para awak media.

Sebelumnya, petugas menemukan satu jasad pria korban banjir bandang di Desa Sidomulyo pukul 07.30 WIB.

Jasad korban berusia sekitar 30 tahun ini ditemukan tersangkut di pohon dekat saluran air di Desa Sidomulyo.

Petugas menemukan jasad korban saat pembersihan material banjir di sekitar lokasi.

Petugas dari Yon Zipur V Malang , Letnan Dua Ronny menjelaskan penemuan berawal dari pembersihan dengan backhoe loader.

“Saat membersihkan jalan bersama warga, terlihat tangan korban menyembul dari tumpukan material sampah, akhirnya pencarian menggunakan alat dihentikan untuk mengantisipasi jenasah tergores,” terangnya.

Samai saat ini belum diketahui identitas korban.

Petugas langsung membawa jasad korban ke RS Karsa Husada.

Babinsa Desa Sidomulyo, Serda Zainal A mengatakan petugas menemukan dua jasad di lokasi ini.

“Tidak menutup kemungkinan ada jasad lain di sini. Infonya, ada mobil yang tertimbun material longsor,” terangnya.(Dhw/robhin)

Bripka Purwanto, Sosok Polri Penggerak Cinta Sholawat di Kalangan Pelajar dan Remaja

0

PASURUAN – Banyak cerita anggota polisi yang memiliki kepribadian baik dan patut dicontoh. Salah satunya anggota Satuan Binmas Polres Pasuruan Kota Bripka Purwanto. Di sela-sela tugasnya melayani dan melindungi masyarakat sebagai polisi, ternyata Purwanto setiap harinya menyempatkan diri untuk melatih Sholawat Al Banjari sehingga mendirikan perkumpulan Al Banjari di sekitar tempat tinggalnya. Tepatnya Di Desa Warungdowo RT. 01 RW. 06 Kecamatan Pohjentrek Pasuruan.

Menjalani tugas sebagai seorang Polisi di Sat Binmas Polres Pasuruan Kota tidak lantas membuat Purwanto menjadi sombong. Di tengah kesibukanya dia menyisihkan waktu melatih Sholawat Al Banjari bagi anak- anak remaja hingga orang dewasa di sekitar tempat tinggalnya.

Anak- anak sampai orang dewasa tampak bersemangat belajar sholawat Al Banjari di bawah bimbingan Bripka Purwanto, banyak anak- anak senang bisa belajar sholawat dengan seorang polisi yang biasanya hanya mereka lihat di jalan saja.

Bripka Purwanto anggota Sat Binmas Polres Pasuruan Kota mendirikan perkumpulan Al Banjari di lingkungan tempat tinggalnya sehingga warga Warungdowo tidak lagi merasa asing dengan polisi, bahkan mereka senang dan antusias untuk belajar bersholawat Al Banjari.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman S.I.K M.SI, membenarkan jika ada anggotanya menjadi penggerak cinta Sholawat dan mendirikan perkumpulan Al Banjari di tempat tinggalnya di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

“Setelah berdinas, sepanjang pemantauan kami Purwanto kerap mengajak warga disekitar tempat tinggalnya untuk mengikuti sholawat Al Banjari dan memberikan pesan-pesan kamtibmas di lingkungan tempat tinggalnya yang ada di wilayah Kecamatan Pohjentrek,” kata Kapolres

“Ini merupakan bentuk dan tanggung jawab sebagai personel Bhayangkara. Mereka tidak hanya dituntut profesional menjalankan tugas sehari-hari, tapi harus mampu menjadi tauladan bagi masyarakat. Termasuk untuk melatih sholawat Al Banjari kepada warga yang ada disekitar tempat tinggalnya ,” imbuhnya

“Kami senang bisa belajar bersholawat Al Banjari dengan bapak polisi, jadi kami tidak merasa asing kalau melihat bapak polisi dan ternyata Polisi itu multitalenta. Apalagi bapak polisinya baik dan ramah,” ungkap salah satu warga Warungdowo. (tofa)

Demi Bantu Penyandang Disabilitas Bripka Latip Utomo Rela Sisihkan Sebagian Gajinya

0

PACITAN – Rela menyisihkan uang gaji tiap bulan demi kemanusiaan, Bhabinkamtibmas Polsek Tulakan, Polres Pacitan, Polda Jawa Timur Bripka Latip Utomo terus bantu warga penyandang disabilitas.

Bripka Latip Utomo menceritakan ditempat dia bertugas banyak masyarakat kurang mampu dan penyandang disabilitas. Membuat dirinya merasa tak tega melihat puluhan masyarakat jauh dari kata sempurna.

Berawal dari itu, niat tulus Bripka Latip Utomo muncul lalu memulai mengumpulkan sedikit demi sedikit rejekinya dari tunjangan Bhabinkamtibmas, ditopang sang istri mendukung niat baik Bripka Latip Utomo.

Setelah terkumpul meski belum banyak, Latip Utomo beberapa minggu ini kembali menegok warga perlu perhatian kusus, rata-rata mengalami kelumpuhan.

Saat mengunjungi raut wajah Bripka Latip Utomo tampak sedih dan kedua matanya berlinang air menagis sembari memberikan paket sembako, uang dan kursi roda serta beberapa jenis lainnya.

“Rata-rata kondisi lumpuh dan ada anak kecil, remaja dan dewasa.
Tujuan saya memberikan semangat kepada penyandang disabilitas dan agar keluarga tidak merasa dikucilkan atau malu,” katanya,Kamis (4/11/2021).

Menurutnya niat tersebut murni dari dirinya sendiri, selain bertugas memastikan kondisi masyarakat aman, juga sebagai bentuk pengabdian dirinya kepada intitusi Polri, NKRI dan masyarakat.

“Karena memang yang harus menjadi modal utama untuk menopang dan menjadi pengasuh penderita disabilitas.
Alhamdulillah dapat menyisihkan rejeki dari giat Bhabinkamtibmas setiap bulannya sedikit demi sedikit sehingga saya buat membantu masyarakat,” terangnya.

Tak kenal lelah, tak kenal waktu, hujan mapun terik matahari, Bripka Latip Utomo dikenal dengan sosok yang ramah dan selalu sigap dalam bertugas di wilayah Kerjanya Desa Kalikuning dan Gasang.

“Motivasi saya jadi prinsip saya dalam hal ini melihat mereka yang kekurangan. Saya sangat bersyukur saya masih diberikan kesehatan bisa bekerja dan saya bisa berbagi dengan mereka,” imbuhnya.

Dia berharap kepada Bhabinkamtibmas lainnya dapat juga menyisihkan rejekinya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama penyandang disabilitas.

“Mereka butuh uluran tangan dari kita-kita ini yang masih diberikan sempurna kesehatan,” harapnya.(*)