Home Blog Page 1602

2 Kali Letusan Semeru Lontarkan Awan Panas Setinggi Ratusan Meter

LUMAJANG – Hasil pengamatan Gunung Semeru dalam kurun waktu kurang lebih mencapai 24 jam, mengalami 2 kali letusan dengan tinggi asap mencapai 400-500 meter condong ke arah barat daya.

Hal ini disampaikan Mukdas Sofya, A. Md, petugas pengamatan Gunung berapi yang ada di Gunung Sawur Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Lumajang.

“Meteorologi cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, dan barat daya. Suhu udara 22-33 °C,” kata Mukdas, Senin (01/11/2021).

Sedangkan hasil pengamatan kegempaan, terjadi letusan sebanyak 41 kali, amplitudo 11-22 mm, durasi 55-180 detik. Hasil pengamatan ini juga diikuti terjadinya hembusan dan tektonik jauh.

“Hembusan 16 kali, amplitudo 2-10 mm, durasi 30-65 detik. Sedangkan tektonik jauh 2 kali, amplitudo 26-30 mm, S-P 13-22 detik dan durasi 55-70 detik,” tutur Mukdas.

Meskipun dari hasil pengamatan secara keseluruhan tingkat aktivitas Gunung Semeru level II waspada, Mukdas meminta warga memperhatikan dan mentaati rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG, agar tidak beraktivitas radius 1 Km dari kawah atau puncak dan tidak beraktivitas 5 Km dari arah bukaan.

“Masyarakat atau pengunjung (wisatawan) tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara – selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” imbaunya.

Kata Mukdas, radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus, untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya. Himbauan dan peringatan secara berkala disampaikan untuk menghindari terjadinya korban, karena area larangan beraktivitas, dapat mengancam keselamatan jiwa. (fen)

Kapolres Pasuruan Hadiri Pemberangkatan Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an Tingkat Provinsi Jatim

PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendiz, S.I.K, M.Si, menghadiri acara pelepasan dan pemberangkatan Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jatim di Pendopo Kabupaten Pasuruan.(2/11/2021)

Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an ini dilaksanakan tiap dua tahun sekali, dan tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan Pulau Madura selama 9 (sembilan) hari.

Untuk mengikuti lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an ini Kabupaten Pasuruan mengirimkan perwakilannya dari 15 kecamatan di seluruh Kabupaten Pasuruan dengan jumlah 48 Kafilah, yang terdiri dari peserta Kafilah Putri 22 orang dan peserta Kafilah putra 26 orang. Rombongan peserta Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an ini berangkat dengan menggunakan Bus wisata Pendowo. Acara kegiatan lomba MTQ akan berlangsung di Kabupaten Pamekasan selama 9 hari terhitung mulai tanggal 3 Nov s/d 11 Nov 2021.

Musabaqoh Tilawatil Qur’an ini pelaksanaannya dipusatkan di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Pamekasan yang sudah ditentukan oleh panitia di antaranya :

  1. masjid Agung Asyuhada’ Pamekasan.
  2. Aula PCNU Pamekasan.
  3. Pendopo wakil Bupati Pasuruan.
  4. Aula SMKN Pamekasan.
  5. Aula Haji Kakankemenag Pamekasan
  6. Gedung Balerejo Pamekasan.
  7. Gedung Pemuda Pamekasan
  8. Gedung Bakorwil Pamekasan
  9. Aula IAIN Madura.

Acara pelepasan dan pemberangkatan peserta Kafilah MTQ ini masing-masing peserta ada yang didampingi oleh keluarga terdekatnya selama mengikuti lomba di Pamekasan.

Adapun jenis-jenis lomba yang di adakan terdiri dari beberapa kriteria lomba diantaranya :

  1. Tilawah Qiroah Sab’ah.
  2. Murrotal Qiroah dewasa.
  3. Tilawah anak, Remaja, Dewasa.
  4. Musabaqoh Fahmil Qur’an Putra dan Putri.
  5. Makalah ilmiah Al-Qur’an
  6. Khat hiasan Mushaf.
  7. Tahfidz 5 Juz Tilawah dll. (tim)

Jasad Bayi Prematur Dalam Kantong Kresek Sudah Dimakamkan

0

BANDUNG BARAT — Ibu Dedeh, warga RT01-RW08 Desa Cilame Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat, tampak masih lemas saat menerima wartawan di rumah kediamannya.

Ibu Dedeh menceritakan terjadinya Prematur terhadap bayinya sampai akhirnya nyawa bayinya tidak tertolong.

Saat dikonfirmasi terkait bayinya yang dibawa dalam kantong kresek, ibu Dedeh menjawab, dirinya tidak tahu karena langsng dirujuk ke rumah sakit, jadi tidak sempat memperhatikan penanganan bayinya. saya.

“Saya gak tau mas, soalnya kondisi saya waktu itu diruangan perawatan,” ujarnya.

Dilain pihak lain beredar kabar bahwah jasad bayi Ibu Dedeh dimasukan kedalam kantong kresek yang dilakukan oleh oknum Bidan L, yang membuka praktik di Perumahan GBR I.

Masyarakat sangat menyayangkan kejadian tersebut diantaranya pihak keluarga yang merasa tidak seharusnya hal itu terjadi.

Salah seorang kerabat yang tidak mau disebutkan namanya serta masih merupakan keluarga Bayi dalam kantong keresek mengungkapkan, banyak orang yang melihat saat bayi dikeluarkan dalam Keresek warna hitam, sudah dalam keadaan tidak bernyawa serta membiru sekujur tubuh.

“s
Sebetulnya kami tidak tahu kalau bu dedeh mengandung karena tidak pernah cerita kepada siapapun, hal ini terungkap saat adanya Vaksinasi bahwa Ibu Dedeh menyatakan bahwa dirinya tidak menstruasi akhirnya tidak jadi dilakukan Vaksinasi.

Terungkapnya ibu Dede melahirkan prematur di tempat prakteknya Bidan L, adalah saat ada warga yang mengabarkan bahwa Ibu Dedeh melahirkan prematur.

Bayi dengan kelamin laki-laki diperkirakan berusia 6 bulan terlihat dari alat kelaminnya yang sudah terlihat sempurna.

“Kami tidak mempermasalahkan bayi Ibu Dedeh meninggal karena sudah terjadi, yang sangat disayangkan adalah cara penyimpanan bayi yang dimasukan ke dalam kantong keresek, saya mewakili keluarga Ibu Dedeh yang Buta Hurup serta golongan ekonomi lemah, namun saya berfikir tidak harus Jasad Bayi prematur yang sudah meninggal di tempatkan dalam kantong keresek itu saja yang menjadi keberatan Kami,” Ungkapnya.

Apakah pake Lap atau kain yang lebih baik, yang sangat disayangkan jasad bayi prematur yang sudah meninggal hanya dimasukan ke dalam kantong keresek warna hitam tanpa ada kain selembar pun.”Ungkap salah seorang kerabat Ibu Dedeh yang enggan disebutkan namanya.

Sementara bidan L yang menangani persalinan Ibu Dedeh, saat ditemui di tempat prakteknya mengiyakan kejadian tersebut.

Iya memang betul karena Ibu Dedeh tidak membawa apa-apa maaf sekali, kain pun dari kita dan tidak bawa apa-apa sama sekali, saya hanya berfikir untuk menyelamatkan Ibu bayinya, nggak Ngeh soalnya yang terfikir adalah menyelamatkan Ibunya agar segera dirujuk ke rumah sakit dan bayinya sudah dibawa kerumah sama ibu dan bapaknya ke Rumahnya, saya fokus menangani ari-arinya yang lengket pada Bu Dedeh, karena jika ari-ari tidak ditangani ditakutkan akan terjadi pendarahan, jelasnya panjang lebar.

Kepada keluarganya saya menyatakan bahwa ini bayinya dikresekin, soalnya kulitnya sudah mengelupas, saya cari kain ternyata nggak bawa apa-apa.

Ibu Dedeh melahirkan di WC, saar datang ke tempat Praktek Ibu Dedeh(Pasien) tidak bilang dalam keadaan hamil cuma mau periksa saja dan minta ijin untuk ke kamar kecil namun saya curiga kenapa si Ibu Dedeh pipisnya lama di WC ternyata Ibu Dedeh melahirkan di WC.

Saya tarik selamatkan dulu bayinya, setelah bayi keluar baru saya harus menyelamatkan Ibunya, diperkirakan bayinya sudah menjnggal didalam kandungan dan sudah mengeluarkan bau.

Tanpa sadar saya menaruh bayi di kntong keresek karena yang terfikirkan adalah menyelamatkan Ibu Dedeh dahulu.

“Saya mohon maaf diluar dari kesadaran saya, jasad bayi dibawa pulang oleh keluarganya tanpa sepengetahuan Saya.”Jelas Ibu Bidan L yang dibenarkan oleh Suaminya. (Gibbi)

Aipda Nurkholis, Pemilik TPA yang Bercita–cita Memiliki Pondok Pesantren

TULUNGAGUNG – Tidak hanya bertugas sebagai anggota Korps Bhayangkara, Aipda Nurkholis Aziz, SH juga dikenal sebagai khotib di lingkungan rumahnya yang ada di Desa Banjarrejo Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.

Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, SH, SIK, MH, mengapresiasi keaktifan dan inovasi yang dilakukan oleh anggotanya yang satu ini.

Sebab tidak hanya bekerja melindungi dan mengayomi masyarakat, Polisi yang satu ini juga dikenal sebagai Khotib, Ketua Ta’mir Masjid dan pemilik Tempat Pendidikan Alquran (TPA).

Hal tersebut disampaikan AKBP Handono saat mengunjungi rumah sang Ustadz Aipda Nurkholis Aziz yang dijadikan tempat pendidikan Alquran bagi puluhan santri – santriwati , pada Senin (01/11/2021) siang.

Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto mengucapkan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Aziz dan berharap agar kegiatan seperti ini dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

“Terima kasih atas inisiatif dan inovasinya, terus pertahankan dan tingkatan untuk berbuat hal hal baik seperti ini, mudah mudahan apa yang dilakukan Aipda Aziz dapat di tiru Anggota yang lain” ujarnya.

Dihadapan santri yang mengikuti pendidikan di TPA yang dikelola Aipda Nurkholis Aziz, Kapolres Tulungagung berpesan agar santriwan dan santriwati sungguh- sungguh dalam belajar sebab puluhan tahun lagi, mereka akan menjadi generasi penerus bangsa.

“20 tahun lagi kalian ini para santri akan menjadi generasi penerus Bangsa, maka menuntut ilmu itu wajib dilakukan dengan sungguh sungguh,” lanjut Kapolres.

Sementara itu kepada tim liputan, Ustadz Aziz mengatakan sejak tahun 2019 yang lalu dirinya sudah mulai aktif mengisi Khotbah Shalat Jumat di lingkungannya.

“Saat itu ditawari untuk ngisi pas Jumat wage tahun 2019, ya saya jalanin”, terangnya.

Tidak hanya menyampaikan pesan pesan keagamaan, dirinya juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk bersama sama menjaga keamanan ketertiban di masyarakat serta pesan untuk menerapkan 3M di masa pandemi seperti ini.

Jika selama ini khotbah sholat jumat disampaikan dengan menggunakan bahasa jawa, dirinya memilih menggunakan bahasa Indonesia dengan alasan agar lebih mudah diterima oleh generasi milenial.

“Kalau khotbahnya pake bahasa Indonesia mas, kalau yang pakai bahasa jawa itu biasanya yang sudah senior, kalau saya pakai bahasa Indonesia, selain itu biar lebih mudah ditangkap pesannya sama generasi muda,” jelasnya.

Sementara itu disinggung terkait kesiapan menjadi Khotib ustadz Aziz menyampaikan “Tidak ada persiapan khusus yang saya lakukan sebelum memberikan khotbah Sholat Jumat, saya ijin dulu kepada pimpinan kemudian bersiap datang ke masjid lebih awal, kemudian mempersiapkan diri dan menyampaikan khotbah Jumatnya kepada jamaah di masjid tersebut”, tuturnya.

Kini setelah menjalani perannya sebagai khotib di masjid, bapak tiga anak ini mendapat kepercayaan dari masyarakat sekitar untuk menjadi Ketua Ta’mir Masjid Baitul Fattah yang ada di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kalau kegiatan masjid ya jamaah rutin terus pengajian rutin malam minggu dan kuliah subuh setelah sholat subuh, 2 kali seminggu itu ruin kita lakukan, ” ucapnya.

Kesibukannya diluar kedinasan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, bahkan bersama dengan istrinya telah memiliki lebih kurang 30 santri untuk belajar Iqro hingga hafalan Alquran.

“Yang ngaji anak anak SD hingga SMP”, ujar Aziz

“Awalnya yang belajar ngaji di rumah saya satu anak, terus anak tersebut ngajak temannya terus ngajak lagi gitu akhirnya semakin banyak yang ikut,” lanjutnya.

TPA yang berdisi sejak setahun yang lalu tersebut kini dikelola bersama sang istri, Siti Nur Azizah dibantu dua ustadzah.

Harapan sang ustadz aziz sangat sederhana, yakni ingin berbagi dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, salah satunya dengan mengajar membaca tulis dan hafalan Alquran masyarakat sekitar.

“Harapannya ya biar bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, saya bisanya hanya itu, istri saya juga bisanya memberikan itu ya sudah kita berikan kepada masyarakat, siapa tau nanti bisa menjadi Pondok Pesantren,” pungkasnya.(tim)

Tak Ragu ‘Potong Kepala’, Kapolri Copot 7 Pejabat Polisi

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukan komitmennya melakukan pembenahan internal Polri untuk jauh lebih baik. Salah satunya adalah berkomitmen untuk ‘potong kepala’ agar Polri semakin dicintai dan menjadi apa yang diharapkan oleh masyarakat.

Komitmen itu ditunjukan Kapolri dengan mencopot tujuh pejabat kepolisian di beberapa wilayah jajarannya. Yakni;

  1. Kombes Pol Franciscus X. Tarigan, Dirpolairud Polda Sulbar ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
  2. AKBP Deni Kurniawan, Kapolres Labuhan Batu Polda Sumut ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
  3. AKBP Dedi Nur Andriansyah, Kapolres Pasaman Polda Sumbar ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
  4. AKBP Agus Sugiyarso, Kapolres Tebing Tinggi Polda Sumut ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
  5. AKBP Jimmy Tana, Kapolres Nganjuk Polda Jatim ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
  6. AKBP Saiful Anwar, Kapolres Nunukan Polda Kaltara ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
  7. AKBP Irwan Sunuddin, Kapolres Luwu Utara Polda Sulsel ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).

Pencopotan satu Kombes tersebut tertuang dalam surat telegram nomor ST/2279/X/KEP./2021 per tanggal 31 Oktober 2021. Sedangkan, enam AKBP dicopot dalam telegram nomor ST/2280/X/KEP./2021 tanggal 31 Oktober 2021. Kedua telegram itu ditandatangani oleh AS SDM Polri Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri.

“Ya ini tentunya sebagaimana komitmen dan pernyataan pak Kapolri, soal ‘ikan busuk mulai dari kepala’, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga serta semangat dari konsep Presisi. Komitmen ini jelas untuk melakukan perubahan dan perbaikan untuk menuju Polri yang jauh lebih baik lagi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (1/11/2021).

Dengan adanya keputusan tersebut, Argo menegaskan, seluruh personel Polri harus mampu memiliki jiwa kepemimpinan yang mengayomi dan melayani masyarakat dan anggota dengan sangat baik serta menjadi prioritas.

Tak hanya itu, Argo juga berharap, dengan adanya komitmen ini, bisa menjadi efek jera bagi siapapun personel Kepolisian yang melanggar aturan.

“Jadilah pemimpin yang teladan, bijaksana, memahami, mau mendengar, tidak mudah emosi, dan saling menghormati. Dengan begitu, Polri kedepannya akan semakin mendapatkan kepercayaan di masyarakat,” ujar Argo.

Sebelumnya, terkait kepemimpinan, Kapolri Jenderal Sigit mengutip peribahasa, ‘Ikan Busuk Mulai dari Kepala’. Atau dengan kata lain, segala permasalahan internal di kepolisian, dapat terjadi karena pimpinannya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.

“Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga. Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani. Karena kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik, kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah,” papar Sigit.

Sebagai Kapolri, Sigit memastikan, dirinya beserta pejabat utama Mabes Polri memiliki komitmen untuk memberikan reward bagi personel yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bekerja keras untuk melayani serta mengayomi masyarakat.

“Saya dan seluruh pejabat utama memiliki komitmen kepada anggota yang sudah bekerja keras di lapangan, kerja bagus, capek, meninggalkan anak-istri. Akan selalu komitmen berikan reward, kalau saya lupa tolong diingatkan.” ucap Sigit.

Namun sebaliknya, Sigit menegaskan, sanksi tegas akan diberikan kepada seluruh personel yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada.

Bahkan, Sigit tak ragu untuk menindak tegas pimpinannya apabila tidak mampu menjadi tauladan bagi jajarannya, apabila kedepannya masih melanggar aturan. Menurut Sigit, semua itu dilakukan untuk kebaikan Korps Bhayangkara kedepannya.

“Namun terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi maka jangan ragu melakukan tindakan. Kalau tak mampu membersihkan ekor maka kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai,” tutup Sigit. (tim)

Pemkab Komitmen Dukung Lumajang Bumi Organik

LUMAJANG — Mendukung program pemerintah Kabupaten Lumajang “Lumajang Bumi Organik” para petani desa Penanggal kecamatan Candipuro sepakat mengolah lahan pertanian secara alami.

Hal ini sebagai wujud implementasi dilapangan mendukung pemerintah kabupaten Lumajang melakukan aksi nyata dengan mempersilahkan semua produsen pupuk organik baik lokal maupun pabrikan untuk memasarkan pupuk organiknya langsung pada petani.

Hari ini senin, 1 Nopember 2021, bertempat di sekretariat kelompok tani (poktan) organik Sritanjung desa Penanggal kecamatan Candipuro , diserahkan bantuan pupuk organik produksi lokal Lumajang bertajuk Pupuk Organik Cair (POC) merk “SARI LUHUR”, sejumlah 90 liter.

Pupuk sebanyak itu dapat untuk tanaman seluas lahan 3 ha milik anggota poktan tersebut, bantuan dari dinas pertanian ini menggunakan dana APBD Kabupaten Lumajang sebagai realisasi janji Bupati dan Wakil Bupati, pada acara panen padi sehat di desa Tukum kecamatan Tekung tanggal 02 oktober 2020.

Hadir dalam acara tersebut bapak tjik ono selaku kepala desa Penanggal yang mewakili pemerintah desa untuk menyerahkan bantuan tersebut langsung pada kelompok taninya.

Dalam kesempatan tersebut dia menyatakan bahwa Pupuk Organik Cair, merupakan salah satu solusi untuk menjawab berkurangnya subsidi pupuk dari pemerintah pusat.

Ditegaskan juga bahwa sebagai salah satu pemakai pupuk organik ini di lahan tanah kas desa seluas 14 Ha, perkembangan padinya juga tidak kalah dengan pupuk kimia.

“Setelah panen ini, saya harapkan kepada seluruh perangkat desa untuk mengaplikasikan POC ini dilahan TKD nya,” Ujarnya.

Ditambahkan sesuai data yang masuk di desa Penanggal sudah terdapat tanah seluas 25 ha, yang menggunakan POC aktif dan semuanya sukses.

Sementara itu ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang, Iskhak Subagio SE, menyampaikan sudah saatnya petani beralih ke pola pertanian yang sehat dengan nenggunakan POC atau pestisida non kimia, ini mutlak dilakukan agar tanah terjaga kesehatannya dan produk yang dihasilkannya juga sehat.

Dia optimis Lumajang akan bisa mencapai cita citanya tentang pola pertanian organik dalam waktu yang cepat, dirinya juga akan terus mengawal pertanian organik sampai kepetani, dan akan mendorong terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang pertanian organik dan perda tentang perlindungan produk lokal dibidang pertanian.

Menurutnya hal ini sangat penting agar petani lokal memiliki daya saing dan keunggulan komparatif lain yakni berputarnya dana APBD di Kabupaten Lumajang, sehingga multiplayer efeknya sangat positif bagi perkembangan pertanian di Lumajang.

S. Budi Santoso, dari perwakilan POC SARI LUHUR mempertegas komitmennya bersama tim untuk mendampingi petani dengan tujuan transfer teknologi bertani yang murah dan efisien, sehingga petani bisa meningkatkan taraf hidupnya.

Zainuddin Zuhri selaku kepala bidang tanaman pangan di dinas pertanian kabupaten Lumajang menyatakan, sudah saatnya petani berani berinovasi dengan menerapkan pola bertani secara organik, petani tidak boleh alergi dengan teknologi baru, karena dengan menerapkan teknologi terkini di harapkan petani memiliki daya saing yang tinggi.

“Atas arahan Kepala Dinas pertanian kami bergerak sesuai pemetaan yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui intervensi program sebagai pemicunya, diharapkan kelompok tani selaku motor penggerak bagi petani dapat berperan aktif dan dinamis untuk mengembangkan potensi poktan masing-masing.

Hal yang sama disampaikan oleh Dadang selaku ketua poktan Sri Tanjung, dia sangat gembira akan batuan POC tersebut, dan dapat digunakan sebagai pembanding yang selama ini sudah digunakan oleh petani sebelumnya.

“Petani akan melihat sendiri dilapangan, yang nantinya akan dijadikan sekolah lapang bagi para petani, petani harus dipicu dahulu dalam merubah aktifitas bertaninya, tujuan utamanya adalah memperbaiki taraf hidupnya,” tegasnya.

Dari berbagai kondisi dilapangan, petani merasakan dampak positip dengan dari penerapan pupuk organik cair, disamping harganya terjangkau juga produksi yang dihasilkan sangat baik, sehingga program ini bisa dikembangkan secara lebih luas.(Red)

Pemkab Sidoarjo Kirim 70 Kafilah Untuk Berlaga di MTQ Jawa Timur ke XXIX di Pamekasan

SIDOARJO – Kabupaten Sidoarjo mengirimkan 70 orang kafilah pada MTQ Jawa Timur ke XXIX yang digelar di Kabupaten Pamekasan. Pagi tadi mereka diberangkatkan Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali S.IP dipendopo Delta Wibawa
Senin, (1/11). Terdapat 52 peserta yang akan mengikuti 44 cabang dalam MTQ ke 29 Jatim tahun ini. Selebihnya official, pendamping, pembina dan driver.

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali dalam sambutannya berharap Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi juara umum. Pasalnya Kabupaten Sidoarjo sempat menjadi runner up di beberapa kali penyelengaraan MTQ Jatim. “Ini waktunya Sidoarjo untuk mengambil lagi dominasi pada MTQ kali ini di Pamekasan,”pintanya.

Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor tersebut yakin juara umum bisa kembali diraih. Predikat juara umum 4 kali berturut-turut harus kembali diraih Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya bukan hal yang tidak mungkin Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi juara umum MTQ Jatim tahun ini. Dirinya melihat bibit-bibit emas pencinta Al-Quran di Kabupaten Sidoarjo sangat banyak.

“Sidoarjo harus menjadi juara, siap nopo mboten,”ucapnya kepada para kafilah yang disambut kesiapannya.

Gus Muhdlor mengatakan sejarah mencatat Kabupaten Sidoarjo pernah menjadi pusat peradaban Islam. Masa tersebut terjadi di tahun 1700. Keberadaan Pondok Pesantren Siwalanpanji Kecamatan Buduran menjadi buktinya. Banyak kyai-kyai Jawa Timur berasal dari salah satu pondok pesantren tertua di Jatim tersebut. Seperti Kyai Kholil, Kyai As’ad, Kyai Abdul Karim maupun Kyai Hasyim Asyari.

“Jadi mulai 1700 an culture kita kultur pesantren dan memang kultur agama Islam,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Muhdlor berharap para kafilah dapat menunjukan prestasinya dengan sebaik-baiknya. Semangat yang tinggi dibarengi niatan ibadah harus ada dalam jiwa kafilah MTQ Jatim asal Kabupaten Sidoarjo. Selain itu Gus Muhdlor juga berpesan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Selalu memakai masker hal yang wajib dilakukan.

“Selain ingin meraih prestasi sebagai juara, yang terpenting lagi bagaimana menggerakkan gairah umat Islam dalam membangun yang didasari nilai luhur yang bersumber dari Al-Quran,”sampainya.

Gus Muhdlor juga menyampaikan tahun 2022 akan dibuat Perda pendidikan baca tulis Al-Quran. Perda tersebut sebagai acuan syarat masuk SMP Negeri yang mewajibkan bisa baca tulis Al-Quran. Rencana tersebut masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) yang baru.

“Ini penting, ini yang akan kita dorong dan kita pastikan, karena saya yakin ketika suatu daerah itu pembangunan manusianya selalu diiringi dengan Al-Quran saya yakin keberkahan akan turun didaerah itu,”yakinnya.

Dalam MTQ ke 29 Jatim tahun ini kafilah Kabupaten Sidoarjo diperkuat Abdad Fatiha Fawwas yang merupakan juara 2 Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) 2021 di Sofifi Maluku Utara. Selain itu terdapat nama Aqila Ninda Putri yang merupakan juara 1 Hafizh Indonesia 2021 di salah satu program televisi swasta. Atas capain prestasi dua penghafal Al-Quran itu, Pemkab Sidoarjo memberikan reward masing-masing uang sebesar Rp. 10 juta rupiah. (Kominfo/Yl).

Peringati HUT Ke-1, Media Lintas One Santuni Anak Yatim

PASURUAN – Santunan 50 anak yatim dalam rangka HUT Lintas One Ke – 1 berjalan meriah. Ke-50 anak yatim tersebut mendapatkan bingkisan yang berisi perlengkapan sekolah, jajanan dan uang saku.

Kegiatan yang dilaksanakan, pada Senin (1/11/2021) sekitar jam 16.00 WIB itu, bertempat di Kantor Media Lintas One Jalan Tanggulang – Kejayan No. 111 Kabupaten Pasuruan.

Di awal kegiatan, diisi tauziah yang disampaikan oleh K.H. Gus Fauzi dan dilanjutkan dengan do’a, lalu pembagian bingkisan pada anak-anak yatim tersebut.

Sebelumnya, anak-anak tersebut juga disuguhkan beraneka jajanan dan makanan yang dihidangkan secara prasmanan untuk dinikmati.

Tak hanya menikmati menu makanan di tempat kegiatan saja, anak-anak tersebut juga dibekali nasi kotak untuk disantap di rumah.

Meski masih terbilang berusia muda, namun kiprah Media Lintas One patut diacungi jempol. Betapa tidak! Media yang baru satu tahun sudah mau ikut membantu anak yatim, khususnya ditengah situasi ekonomi yang sulit akibat pademi Covid-19.

Pimpinan redaksi Media Lintas One, Muhammad Aziz Sutikno saat dikonfirmasi, menyampaikan, santunan untuk 50 anak yatim ini dalam rangka memperingati HUT Media Lintas One ke-1.

“Media Lintas One sangat berterima kasih kepada semua masyarakat, instansi pemerintah dan teman – teman media serta teman advokat yang ikut partisipasi dalam kegiatan santunan anak yatim,” terangnya.

Aziz, panggilan akrab pemimpin redaksi MEDIA Lintas One menambahkan jika acara yang digelarnya ini tidak terlalu istimewa.

“Ini saya anggap biasa. Anak yatim itu sangat penting bagi kita yang mau membantu ataupun mau menjadi perantara untuk mengurangi beban mereka. Bagi kita yang sudah dewasa mungkin mampu cari biaya hidup. Berbeda dengan anak yatim yang ditinggal sosok seorang ayah, pasti aka terasalebih berat. Semoga banyak perantara yang ikhlas dan sudi memperjuangkan untuk kebahagiaan anak yatim,” Aziz. (qomar)

Pemdes Bakalan Gelar Vaksinasi Dosis Pertama

PASURUAN – Vaksinasi adalah salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memperkuat sistem kekebalan tubuh guna meminimalisir terinfeksi virus COVID-19 yang saat ini sudah berkembang dan bermutasi.

Acara yang digelar di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari dengan serbuan Vaksin 100 tahap pertama jenis Sinovac. Senin 1/11/2021). 

Dari pantauan awak media, selain perangkat Desa Bakalan, acara vaksinasi yang dimulai pada pukul 08.00 Wib tersebut juga di oleh hadiri Muspika Purwosari & petugas Puskesmas Purwosari.

Terdapat meja 1 yang merupakan tempat warga menyerahkan bukti berhak vaksin berupa undangan dan fotokopi KTP, meja 2 adalah tempat screening data yaitu pemeriksaan ulang terkait keluhan yang dialami warga yang digunakan untuk menentukan apakah warga bisa divaksin atau tidak.

Sementara meja 3 adalah tempat suntik vaksin, dan terakhir meja 4 untuk memperoleh bukti telah divaksin.

Dalam kegiatan ini, perangkat desa ikut membantu warga dengan memberikan arahan terkait prosedur vaksinasi.

Dimana kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pihak pemerintah Desa jabung dan UPT Puskesmas Kecamatan Purwosari dilaksanakan sesuai arahan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan .

Pemerintah desa berkesempatan untuk ikut serta melayani warga. Dimulai dari pengarahan terkait prosedur vaksinasi yang harus dilewati, proses verifikasi data warga, penataan sarana dan prasarana penunjang kegiatan, pembagian brosur sampai dengan pemberian penjelasan terkait manfaat vaksinasi. (tofa)

Campuran Material Proyek Jembatan Penghubung Antara Kota dengan Kabupaten Dituding Tak Sesuai Takaran

0

PASURUAN – Kualitas proyek Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Penyelenggaraan Jalan dan Rehabilitas Jembatan yang dikerjakan oleh CV Mitra Karib di Desa Parasrejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan dipertanyakan oleh DPC Pasuruan LSM Penjara Indonesia.

Sebab, tim investigasi DPC LSM Penjara Indonesia tersebut mengaku tidak tersedianya peralatan standar pekerjaan, mulai dari alat pengaduk beton (molen) maupun kotak takar material untuk mencampur bahan bangunan.

Oleh karenanya, Fendik, yang merupakan aktivis sekaligus tim investigasi DPC LSM Penjara Indonesia meragukan kekuatan beton jembatan penghubung perbatasan antara wilayah kota dengan kabupaten Pasuruan

Fendik juga mengungkapkan, saat dirinya di lokasi pekerjaan pada Senin, (01/11/2021), tidak ditemui olehnya keberadaan pelaksana lapangan maupun pengawas pekerjaan.

“Jadi proyek tersebut terkesan dikerjakan secara asal-asalan dan tidak berpedoman pada standar teknik pencampuran material,” ujarnya.

Tak hanya itu, masih kata Kusaeri, dia juga melihat, tenaga kerja di proyek tersebut juga mengabaikan kelengkapan keselamatan kesehatan kerja (K3).

Padahal, imbuh Fendik, di papan nama jelas terulis utamakan K3 namun tidak dijalankan.

“Sangat disayangkan tidak menjaga mutu pekerjaan. Padahal pekerjaan tersebut merupakan proyek vital pembangunan jembatan yang setiap hari dilalui kendaraan dengan berbagai jenis. Karena itu dikhawatirkan tidak bertahan lama dan ambrol,” kata Fendik.

Ditambahkannya pula, sebagai aktifis dia bersama tim lainnya akan selalu memantau kegiatan yang dianggarkan oleh pemerintah dan melaporkan hasilnya ke dinas terkait.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari Dinas terkait. (tim)