Home Blog Page 1612

Pimpin Apel Pasukan Sambut Wisman di Bali, Kapolri: Sebagai Gerbang Terakhir Tolong Disiplin

0

BALI – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan penerimaan Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (23/10).

Sebelum memimpin Apel pasukan, Panglima TNI dan Kapolri mengecek langsung lokasi hotel yang akan dijadikan tempat karantina Wisman dan melihat alur atau proses penerimaan turis asing ketika hendak berlibur ke Pulau Dewata.

“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan pengamanan dan penegakan protokol kesehatan dalam rangka penerimaan wisatawan mancanegara di Bali, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana,” kata Sigit dalam amanatnya.

Pembukaan pintu Internasional telah diatur dalam Keputusan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021. Diantaranya proses karantina untuk Wisman dilakukan selama 5X24 jam atau 5 hari sejak kedatangan.

Terkait hal itu, Sigit menekankan, kepada seluruh personel TNI-Polri untuk memastikan seluruh persyaratan dan protokol kesehatan (prokes) terhadap kedatangan Wisman dijalankan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Menurut Sigit, dalam penerimaan turis asing, personel TNI dan Polri harus bekerjasama dan bersinergi agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Apabila prosedur penerimaan Wisman kecolongan atau tidak sesuai SOP, kata Sigit, hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan lonjakan laju pertumbuhan virus corona dan adanya ancaman transmisi varian Covid-19 dari luar negeri. Sehingga, tak hanya warga Bali yang terdampak, melainkan seluruh masyarakat Indonesia akan dirugikan.

“Integritas dan kerjasama antar Satgas yang ada di dalamnya betul-betul solid. Rekan-rekan adalah gerbang terakhir penanganan Covid-19 kalau kecolongan angka akan naik. Sebagai gerbang terakhir tolong disiplin, integritas, kerjasama baik dipertahankan agar kita bisa menjaga sesuai SOP yang ada dan benar,” ujar Sigit menegaskan kepada seluruh pasukan Apel.

Mantan Kapolda Banten ini menekankan, dibukanya pintu Wisman ke Bali, merupakan wujud dari salah satu kerja keras dari Pemerintah bersama masyarakat, dalam melakukan penanganan dan pengendalian Covid-19.

Dengan penurunan kasus harian hal itu akan dibarengi dengan diturunkannya level PPKM. Sehingga, aktivitas masyarakat secara perlahan akan dibuka atau kembali normal, dengan tetap menerapkan prokes yang kuat.

Dibukanya penerimaan Wisman ini, menurut Sigit juga upaya dari Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya Bali, wilayah tersebut sangat terdampak karena sektor pariwisatanya terhenti akibat Pandemi Covid-19.

“Ini merupakan tindaklanjut dari upaya kerja keras dari seluruh tim yang tergabung dalam upaya menekan laju pertumbuhan Covid-19, sehingga saat ini laju Covid-19 di Indonesia bisa dikendalikan. Pemerintah melakukan evaluasi termasuk persiapan kita dalam memberikan kesempatan membuka lagi Bandara Internasional untuk menerima kedatangan turis,” ucap eks Kabareskrim Polri ini.

Setelah mengecek alur penerimaan, Sigit mengungkapkan, TNI-Polri harus memastikan Wisman itu dilakukan pengecekan soal vaksinasi, kemudian surat test RT-PCR dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan turis itu negatif dari Covid-19, hingga menuju lokasi karantina yang disiapkan.

“Secara umum persiapan cukup baik. Namun demikian ada perbaikan maupun koreksi serta evaluasi untuk memastikan semua yang dilaporkan dan kita kunjungi berjalan dengan baik. Khususnya beberapa tempat yang menjadi perhatian bersama di area yang digunakan untuk menunggu. Proses PCR satu jam tolong seluruh satgas yang tergabung tolong pak Gubernur di cek ulang. Kita memastikan tes PCR sesuai apa yang diharapkan,” papar Sigit.

Kemudian, Sigit juga menyatakan soal kesiapan di hotel lokasi karantina. Ia sangat menekankan agar lima hari proses karantina dilakukan sesuai aturan. Bahkan, Sigit juga memberikan solusi untuk menyiapkan kegiatan yang membuat Wisman tidak mengalami rasa bosan selama menjalani isolasi.

“Kemudiam terkait dengan wilayah digunakan untuk karantina, pastikan bahwa masyarakat ataupun wisatawan yang berkunjung melaksanakan aturan yang ada terkait dengan ketentuan 5 hari. Dan ini menimbulkan kejenuhan dan harus dipikirkan bagaimana di area yang dipakai karantina ada beberapa kegiatan yang tentunya bisa diberikan untuk hilangkan kejenuhan,” papar Sigit.

Sigit berharap, kesiapan penerimaan Wisman di Bali ini bisa berjalan dengan baik. Mengingat, Pulau Dewata juga akan menyelenggarakan beberapa event Internasional kedepannya. Sehingga, harus dibuktikan bahwa Indonesia mampu menjalankan agenda nasional atau internasional dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan.

Menurut Sigit, Indonesia telah membuktikan ke mata dunia bahwa kedua hal itu mampu dilaksanakan. Hal tersebut tercermin dalam penyelenggaraan PON ke-XX di Papua, yang berjalan aman dan tidak adanya lonjakan kasus aktif virus corona.

“Oleh karena itu pentingnya dievaluasi terkait perkembangan dari negara dimana turis tersebut akan datang. Sehingga kemudian kita akan menjadi lebih siap dan di dalam pengecekan akan lebih hati-hati. Ada risiko yang kita hadapi apabila kita kendor dan lalai,” tutup Sigit. (tim)

Satresnarkoba Polres Lumajang Bongkar Produsen Sabu

LUMAJANG – GY (47) tak berkutik ketika dibekuk oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang di rumah salah seorang warga di Desa Besuk, Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang pada Kamis, 21 Oktober 2021 siang yang lalu.

Di lokasi itu, petugas Polisi berhasil mengamankan berbagai barang bukti yang disinyalir kuat digunakan oleh pelaku untuk memproduksi narkotika jenis sabu-sabu.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. menjelaskan, sesuai hasil pengembangan kasus produksi sabu-sabu tersebut, anggotanya telah menemukan 4 lokasi yang disinyalir kuat dijadikan tempat memproduksi sabu-sabu oleh pelaku.

Empat lokasi tersebut diantaranya 1 rumah di Desa Besuk Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang, dan 3 rumah di Desa Wonogriyo Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang.

“Hasil pemeriksaan kami berkembang ke 3 TKP lainnya, selanjutnya dari 4 TKP yang kita identifikasi sebagai tempat pembuatan sabu ini, banyak kita temukan bahan dasar untuk membuat sabu,” jelas AKBP Eka Yekti,Jumat (22/10/21).

Kapolres Lumajang juga mengungkapkan banyak ditemukan bahan kimia, bahan-bahan kimia tersebut kami duga kuat sebagai bahan pembuatan sabu oleh pelaku di lokasi tersebut.

Tak hanya itu, Eka menambahkan selama proses penyelidikan berlangsung, pihak Satresnarkoba Polres Lumajang juga berhasil menemukan sabu cair yang memasuki tahap pengkristalan.

“Ini hanya menunggu proses pengkristalan. Jadi, ini bisa mengkristal dan menjadi sabu yang siap dijual,” tambah AKBP Eka Yekti.

Masih menurut Eka Yekti bahwa tidak mungkin pelaku mengandalkan kemampuannya meracik bahan-bahan kimia tersebut secara otodidak mengikuti konten youtube yang dilihatnya.

Karena menurut Eka dalam pembuatan sabu membutuhkan keahlihan khusus, ia meyakini ada orang lain atau bahkan jaringan pelaku yang terlibat.

“Pelaku mengaku belajar dari youtube, kemudian dalam enam bulan ini ia sengaja meracik bahan-bahan kimia tersebut untuk mencari unsur-unsur kimia yang akan digunakan dalam pembuatan sabu,tapi itu tidak mungkin dan pasti ada gurunya,” jelas Eka Yekti.

Selain itu, untuk membuat sabu pelaku berbekal bahan yang ada dan mudah didapat. Pelaku mendapat bahan-bahan kimia dari luar kota, dan berusaha keras memperoleh unsur-unsur kimia yang diperlukan, selanjutnya semua bahan dicampur menjadi satu untuk diproses.

“Pelaku dalam pembuatan sabu ini berusaha keras menggunakan bahan-bahan yang ada dan mudah didapat, pelaku mendapat bahan-bahan kimia tersebut dengan cara membeli dari luar kota,” tambah Eka Yekti.

Menurut Eka Yekti, dalam pengungkapan perkara ini, sudah kurang lebih 30 sample barang bukti yang sudah diambil untuk segera dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik Polda Jatim.

Sementara itu Kasubdit Narkoba Bidlabfor Polda Jatim, AKBP Imam Mukti menjelaskan, pelaku memproduksi sabu menggunakan metode shake and bake ini tergolong sangat berani, walaupun sebenarnya resikonya sangat tinggi.

“Baru pertama kali kami temukan pembuat sabu dengan metode shake and bake di Lumajang ini, ya satu satunya di Jawa Timur, dalam metode ini, pelaku mencampur semua bahan yang diperlukan dalam pembuatan sabu pada satu wadah, kemudian dikocok,” ulas Imam.

Kasubdit Narkoba Bidlabfor Polda Jatim mengaku Metode shake and bake ini belum pernah dijumpai di kasus lainnya.

” Rata-rata pembuat sabu tidak menggunakan metode ini, karena sangat riskan, resikonya sangat berbahaya bisa menimbulkan ledakan akibat reaksi termokimia. Jadi setelah bahan-bahan kimia dicampur dalam satu wadah kemudian dikocok dan selanjutnya tinggal proses pengkristalan untuk mendapatkan sabu,”imbuh Imam.

Masih menurut Imam, bahan-bahan dalam pembuatan sabu ini, sudah banyak yang memenuhi unsur, seperti adanya aseton dan soda api.

Namun untuk mengetahui kualitas dari hasil proses pembuatan sabu ini, pihaknya akan meneliti lebih dalam di laboratorium forensik Polda jatim.

“Dari pemeriksaan sementara, kami dapatkan sudah banyak bahan-bahan yang memenuhi unsur pembuatan sabu, sedang untuk menentukan kualitas sabu buatan pelaku belum bisa kita ketahui, sample akan kami bawa ke labfor dan akan kami dalami ini,” pungkas Imam. (*)

Sat Samapta Polres Pasuruan Gelar Latihan Peningkatan Kemampuan Dalmas

0

PASURUAN – Sat Samapta Polres Pasuruan melaksanakan simulasi pembekalan program pelatihan peningkatan kemampuan kepada anggota Samapta dalam menghadapi unjuk rasa jalanan. Anggota Dalmas adalah sebagai ujung tombak pengendali massa yang bergerak dalam ikatan kesatuan peleton perpeleton guna mencegah dan mengantisipasi munculnya provokasi massa secara tiba-tiba di lapangan yang cenderung memaksa masuk dan merusak lokasi instalasi pemerintahan, sehingga perlu diberikan pelatihan agar mempunyai kesiapan yang matang dan profesional dalam menghadapi masa unjuk rasa yang brutal dan anarkhis.

Kegiatan Latihan Dalmas yang digelar di Mapolres Pasuruan ini dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Pasuruan AKP Wiksan, SH dan mendapatkan apresiasi positif dan konstruktif dari Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendiz, S.I.K.,M.Si. yang ikut memonitor jalannya latihan Dalmas.

“Kegiatan latihan Dalmas (pengendalian masa) ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan Profesional Skill kepada seluruh anggota Samapta dalam menegakkan hukum di lapangan khususnya menghadapi dan mengendalikan kegiatan aksi unjuk rasa anarkhis yang sewaktu waktu terjadi di wilayah hukum Polres Pasuruan sesuai Peraturan Kapolri No 16 Tahun 2006 tentang pedoman tata cara pengendalian massa.”, terang Kasat Samapta, Sabtu (23/10/2021).

Kasat Samapta juga mengatakan bahwa disamping melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sehari-hari, anggota Samapta Polres Pasuruan dituntut melaksanakan
kegiatan rutin Pelatihan Dalmas secara periodik berkala dalam rangka menciptakan Harkamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Pasukan pelatihan Dalmas Samapta Polres Pasuruan yang disiagakan ini terdiri dari 1 (satu) SST Dalmas Sat Samapta Polres Pasuruan, 3 (tiga) SST Dalmas Kerangka gabungan Satfung dan staf Polres Pasuruan, 1 (satu) SST Dalmas Polsek Rayon Barat 1 (satu) SST Dalmas Polsek Rayon Selatan, 1 SST Dalmas Polsek Rayon Timur, 1 SSR Negosiator, dan satu SSR Raimas

Materi Sinopsis Simulasi pengendalian Unjuk rasa anarkhis ini diasumsikan:

Adanya laporan warga masyarakat bahwa di alun-alun Bangil Pasuruan ada banyak berkumpul pengunjuk rasa yang melakukan orasi.

Petugas Negosiator dan anggota Intel mendatangi kerumunan unjuk rasa untuk melakukan penggalangan dan negosiasi.

Pengunjuk rasa menyampaikan tuntutan orasinya kepada team negosiator tentang adanya oknum Kepala Desa yang melakukan korupsi tetapi bisa hidup bebas dan tidak dilakukan penangkapan oleh petugas dan akan berangkat menggelar orasi di depan halaman Kantor DPRD Kab. Pasuruan.

Tim negosiator ternyata gagal karena dalam memberikan solusi tidak bisa diterima oleh pengunjuk rasa

Pengunjuk rasa nekad berangkat jalan kaki menuju kantor DPRD kab. Pasuruan sambil melakukan pembakaran ban mobil di tengah jalan raya sambil menciptakan kericuhan.

Kasat Samapta setelah menerima laporan team negosiator yang gagal melakukan penggalangan bersama anggota intelkam, langsung melaporkan kepada Kapolres Pasuruan tentang update situasi di lapangan.

Kapolres Pasuruan memerintahkan Kasat samapta agar segera menyiagakan pasukan Dalam lengkap untuk membubarkan masa yang anarkhis di jalan raya.

Pasukan Dalmas Polres Pasuruan langsung berangkat meluncur ke tempat pengunjuk rasa yang anarkhis dan melakukan Pembubabaran sesuai dengan SOP UU No.7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial, dan Pasukan Samapta Polres Pasuruan sukses meredam unras yg anarkhis sehingga para pengunjuk rasa balik kanan ke rumah masing-masing dan situasi kembali normal kondusif terkendali. (tim)

Diduga Stres Karena Pinjol, Seorang Pemuda Nekat Gantung Diri

MALANG – Seorang pemuda berinisial MEM (20), warga desa Ampeldento, kecamatan Pakis, kabupaten Malang meninggal akibat bunuh diri. Pemuda tersebut diduga nekat mengakhiri hidupnya karena tak tahan diteror penagih hutang dari pinjaman online (pinjol).

Kapolsek Pakis AKP M. Lutfi mengatakan, korban kali pertama ditemukan tewas dengan cara gantung diri di rumahnya. Jumat (22/10/2021) sekira jam 17.00 Wib.

“Diduga korban tidak tahan dengan teror dari penagih hutang pinjaman online, sehingga korban memlih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” kata Lutfi.

Sosok korban yang tergantung dengan seutas tali tersebut pertama kali ditemukan oleh Yoga yang merupakan tetangga korban.

Bersamaan dengan ditemukannya korban, didapatkan keterangan dari Yoga bahwa sehari sebelumnya, kamis (21/10) korban mengeluh butuh uang untuk membayar tagihan pinjaman online.

“Pada hari Kamis, 21 Oktober 2021 sekira pukul 21.00 Wib, korban sempat berbincang dengan saudara Yoga yang merupakan teman dan juga masih tetangga korban. Bahwa korban membutuhkan uang untuk mebayar tagihan pinjaman online,” terang AKP Lutfi.

Kata Lutfi, MEM ini juga tidak pernah bercerita kepada keluarganya akan masalah yang membelitnya ini. Menurut keterangan keluarga korban, bahwa korban merupakan orang yang jarang berkomunikasi dengan keluarga.

“Jadi korban tidak pernah menceritakan tanggungannya terhadap pinjol ini kepada keluarganya,” lanjut Kapolsek Pakis.

Jenazah almarhum sesaat setelah ditemukan langsung dievakuasi. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, Namun tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan menyimpulkan korban meninggal karena bunuh diri.

“Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga, dan keluarga menolak untuk dilakukan outopsi. Keluarga menerima kenyataan bahwa ini sebagai takdir,” jelasnya.

Lutfi menambahkan, saat ini pihaknya telah mengamankan serangkaian barang bukti terkait kasus ini. Antara lain, tali yang dipakai korban untuk mengakhiri hidupnya, serta dua bua kursi yang digunakan untuk pijakan korban.

“Kami memberikan edukasi kepada masyarakat, jangan mudah tergiur bujuk rayu pinjol apalagi pinjol ilegal, karena kalau nggak bisa bayar akan diteror dan bunga akan membengkak ber lipat – lipat,” Tutupnya. (Dhw/robhin)

Sebuah Minibus Terbakar, Satu Orang Alami Luka Bakar Serius

MALANG – Mendadak mencekam, situasi di Jalan Raya Sukoraharjo Kepanjen, Jumat (22/10). Sebuah mobil Daihatsu Espass berpenumpang empat orang mendadak terbakar dengan kobaran api yang hebat. Diduga mobil terbakar akibat korsleting arus pendek listrik.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.15 WIB saat mobil melaju dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba mobil mengeluarkan asap dan terbakar. Informasinya, empat orang yang berada di dalam mobil merupakan satu keluarga. Satu orang pemuda diketahui terlambat menyelamatkan diri hingga mengalami luka bakar.

Kejadian itu dibenarkan Komandan Regu 3 Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang Gunawan Wibisono. Ia menerangkan, pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung ke TKP untuk menjinakkan api. “Pemilik mobil minibus yang terbakar bernama Anang. Menurut informasi satu korban luka bakar dibawa ke RSUD Kanjuruhan,” terang Gunawan saat dikonfirmasi Gempurnews.

Mobil yang terbakar merupakan minibus Daihatsu Espass yang dikemudikan Anang. Seorang warga merekam kejadian dalam sebuah video amatir usai mobil terbakar dan seluruh penumpang telah keluar. Seorang ibu histeris lantaran korban diduga anaknya membutuhkan pertolongan di pinggir jalan sambil menunggu bantuan. “Anakku.. anakku..,” teriak ibu seorang perempuan paruh baya dalam video amatir yang tersebar di media sosial.

“Informasinya seperti itu, empat orang satu keluarga, saat Damkar ke lokasi, korban sudah dibawa ke RSUD,” tambahnya.

Api yang membakar minibus baru bisa dijinakkan sekitar pukul 10.45. Usai dijinakkan, minibus berwarna dominan merah ber nomor polisi F 1453 itu dievakuasi petugas Satlantas Polres Malang. “Saat ini korban menjalani perawatan karena luka yang cukup serius, belum diketahui berapa persen. Sementara, kerugiannya diperkirakan sekitar Rp 15 juta,” Jelasnya. (Dhw/robhin)

Akibat Korsleting Listrik Toko PM One Shop Terbakar

BONDOWOSO — Sebuah toko busana di Kabupaten Bondowoso ludes terbakar Sabtu (23/10/2021) dini hari, diduga kebakaran akibat hubungan arus pendek korsleting listrik.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bondowoso Slamet Yantoko menjelaskan, jika toko busana PM One Shop yang beralamatkan di Jl. RE Martadinata nomor 6, sekitar pukul 01.00 WIB muncul kepulan asap hingga percikan api dari dalam toko, diduga, sumber kebakaran muncul dari ruang bagian belakang.

Toko yang terbagi menjadi dua ruangan itu berisi bahan bahan yang mudah terbakar, sehingga api cepat membesar.

Slamet yantoko mengatakan, dirinya saat menerima informasi, langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama Polres Bondowoso untuk melakukan pengamanan dilokasi serta pemadaman dan pendinginan.

Pemadaman dan pendingan membutuhkan waktu hingga 5 jam lebih atau sekitar pukul 06.45 WIB api baru padam, Akibat kejadian itu, seisi toko ludes terbakar tanpa sisa.

Saat ini, di sekitar lokasi kejadian telah dipasang garis polisi,
sampai berita ini di turunkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Penyebab kebakaran serta kerugian masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian, ungkap Slamet.

Dari pantauan di lokasi usai kejadian, bangunan PM One Shop menjadi tontonan pengendara yang melintas dan puluhan karyawan toko tetangga, sebab, tempat kejadian perkara (TKP) berada di kawasan pertokoan pusat kota Bondowoso. (Ari).

Beri Semangat Prajurit TNI-Polri, Kapolri: Pengabdian Terbaik Kepada Bangsa dan Masyarakat di Papua

0

PAPUA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyapa sekaligus memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh prajurit TNI-Polri yang bertugas menjaga kamtibmas di Papua, Jumat (22/10/2021).

Sigit menegaskan, seluruh personel TNI-Polri yang telah bekerja keras dan mengerahkan segala kemampuannya untuk untuk menjaga keamanan di Papua, adalah bentuk pengabdian terbaik seorang prajurit, bagi Bangsa, Negara dan rakyat Indonesia.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel TNI-Polri yang tanpa lelah dan terus semangat bertugas di lapangan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara serta masyarakat,” kata Sigit.

Salah satu contoh kerja keras yang dilakukan oleh TNI-Polri, kata Sigit adalah, pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua, yang berlangsung lancar dari segi keamanan. Sekaligus, aman dari segi kesehatan di tengah Pandemi Covid-19.

“Alhamdulilah, semuanya berjalan dengan aman lancar dan juga hal-hal yang terkait dengan laju pertumbuhan Covid-19 semuanya berjalan dengan aman dan tidak terjadi lonjakan,” ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini pun melihat bagaimana kerja keras anggota TNI-Polri yang terus bersinergi bersama dengan Dinkes dan relawan terkait dengan percepatan vaksinasi.

“Pada saat kegiatan pelaksanaan PON walaupun dihadiri penonton namun hanya terjadi 136 orang yang terpapar positif dan saat ini rata-rata hampir sebagian sembuh. Kita lihat satu minggu terakhir ini dibanding minggu lalu terjadi penurunan terhadap konfirmasi positif. Artinya seluruh jerih payah yang dilakukan rekan-rekan terkait dengan upaya mengendalikan laju covid berjalan dengan baik,” ujar Sigit.

Lebih dalam, dari sisi pengendalian COVID-19, mantan Kapolda Banten ini juga mengapresiasi jajaran TNI-Polri yang mengamankan penyelenggaraan PON dari gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Menurut Sigit, penyelenggaraan keberhasilan pengamanan event nasional di Papua, dapat menjadi cerminan bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event baik dalam negeri maupun internasional.

“Ini menunjukan di mata dunia, Indonesia di masa COVID-19 mampu menyelenggarakan event besar dengan penonton dan berjalan lancar dan aman. Itu semua bisa terjadi atas kerja keras rekan-rekan TNI-Polri, masyarakat dan elemen terkait untuk bagaimana mewujudkan PON berjalan dengan baik,” tutur Sigit.

Selain itu, Sigit mengatakan bahwa penyelenggaraan PON ini menunjukan Indonesia mampu untuk melakukan langkah-langkah pengendalian penyebaran COVID-19.

Saat ini, kata Sigit, Indonesia berada di posisi nomor satu paling tinggi dalam menanggulangi COVID-19 di kawasan Asia Tenggara. Hal ini yang menurutnya harus dipertahankan.

“Terkait hal tersebut tentunya ke depan akan banyak event yang dibuka baik bersifat nasional maupun internasional. Oleh karena itu PON kemarin menjadi role model yang terus menerus kita pertahankan dan kita akan sambut untuk mempersiapkan event internasional berikutnya,” papar Sigit.

Dalam pengamanan di Papua, Sigit pun mengingatkan jajaran TNI-Polri untuk tetap waspada meskipun pada penyelenggaraan PON kemarin berjalan aman.

Lebih jauh, Sigit menekankan, sinergitas dan soliditas TNI-Polri bersama stakeholder lainnya harus terus dipertahankan dan diperkuat lagi kedepannya. Menurutnya, keberhasilan sejauh ini dapat terjadi karena faktor strategis tersebut.

“Berkat sinergisitas dan soliditas TNI-Polri serta dengan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Papua. Kita berhasil menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua,” ucap Sigit.

Tak hanya itu, Sigit menekankan soliditas dan sinergitas TNI-Polri harus dipertahankan demi menjaga kedaulatan negara dan Papua.

“Papua bisa maju, Papua bisa membangun dengan seluruh sumber daya yang ada, maka kuncinya adalah stabilitas terkait keamanan,” tutup Sigit. (tim)

Percepat Penanggulangan Covid19, Grebeg Vaksinasi Digelar di Desa Oro-orobulu

PASURUAN – Guna mempercepat penanggulangan penyebaran Covid-19, Forkopimda Kabupaten Pasuruan melakukan program grebeg vaksinasi di tingkat desa. Antusiasme warga sangat tinggi mengikuti vaksinasi.

Grebeg vaksinasi Covid-19 antara lain dilaksanakan di Desa Oro-orobulu Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan.

Dalam pelaksanaannya yang dilakukan pada Sabtu (23/10/2021) di pendopo balai desa Oro-orobulu disediakan 400 dosis vaksin diperuntukan bagi warga.

Diharapkan grebeg vaksinasi bisa mempercepat penanggulangan penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat bisa segera beraktivitas normal dan perekonomian kembali bangkit.

Kepala desa Oro-orobulu, Saikhu, SH mengatakan, grebeg vaksinasi ini dengan vaksin Pfizer ini ditargetkan untuk 400 orang.

Saikhu juga mengungkapkan, keberhasilan pelaksanaan vaksinasi ini karena antusiasme yang luar biasa dari masyarakat yang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan pentingnya vaksinasi covid 19.

Selain itu, imbuhnya pula, program ini mendapat dukungan kuat dan kerjasama yang baik dari pemerintahan Desa serta partisipasi dari Babinsa dan Babhinkamtibmas dengan petugas dari Puskesmas Rembang.

“Terimakasih kepada pemerintahan desa, Babinsa, Babhinkamtibmas, tokoh masyarakat serta masyarakat setempat yang turut berperan aktif dan mendukung jalannya program Vaksinasi covid 19 di desa Oro-orobulu ini,” pungkas Saikhu. (qomar)

Badan Melepuh Diduga Setelah Dilakukan Vaksinasi

0

BANDUNG BARAT – Program pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi terkait Covid 19 terbukti dapat menurunkan penyebaran virus corona. Dengan tetap menjaga protokol kesehatan sehingga menurunnya Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap wilayah.

Namun ada saja kasus menimpa warga yang diduga efek dari penyuntikan vaksin tersebut, mulai dari rasa ngantuk, pegal-pegal hingga gejala lain yang lebih berat. Seperti yang dialami Oneng Nurjanah (52 tahun), Warga RT.006-RW 02 Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Dia adalah seorang janda cerai mati serta dalam keadaan stroke. Menurut pengakuan keluarga dan Oneng sendiri, melepuhnya badan yang dialaminya diduga setelah dilakukan vaksinasi yang dilaksanakan di wilayahnya. Semula Oneng hanya akan melakukan tensi darah dan menjelaskan bahwa dirinya memiliki riwayat alergi obat, namun oleh petugas Nakes, Oneng disarankan melaksanakan vaksin dengan alasan obat yang digunakan sekarang lain dari yang biasa digunakan sebelumnya.

Tiga hari setelah dilakukan vaksin, mulai timbul gejala melepuh yang terjadi pada area tubuh Oneng, sampai menghabiskan tiga buah sprei alas tempat tidur karena kulit menempel pada sprei yang digunakan, akhirnya digunakan alas daun pisang agar saat tidur tidak lengket antara badan dan alas tempat tidur.

Saat dikonfirmasi kepada pihak Pjs.Kepala Desa Cihanjuang, Asep ternyata belum mendapat laporan dari pihak Kadus. “Sampai hari ini belum ada laporan kepada saya, justeru baru mendapat informasi dari pihak wartawan.” Kata dia.

Idealnya, semua pihak terkait harus bersama-sama menangani hal ini, baik Puskesmas, pihak Desa dan juga pihak Satgas Covid Kecamatan.

“Saya tidak menyalahkan siapapun, namun seharusnya cepat tanggap dalam nenangani masalah ini, agar kami tidak dipersalahkan ada kejadian seperti ini. Namun karena ada kabar seperti sekarang ini, kami akan segera menurunkan petugas ke lapangan melakukan monitoring Ibu Oneng Nurjanah.” Ungkap Pjs.Kepala Desa Cihanjuang Asep kepada Wartawan.

Pantauan wartawan, keadaan Oneng Nurjanah sudah mulai membaik. Saat dimintai keterangan, pihak keluarga bercerita panjang lebar mengenai keadaan Oneng yang memiliki riwayat alergi obat. “Awalnya Oneng hanya akan ditensi darah saja, karena Oneng dalam keadaan stroke dan Oneng sudah menyatakan bahwa dirinya memiliki riwayat alergi obat.” Kata keluarga Oneng.

Menurut pengakuan keluarga, pihak Nakes yang menangani Oneng bersikukuh agar Oneng divaksin dengan alasan bahwa yang digunakan saat ini adalah obat luar. “Atas saran pihak nakes itu akhirnya Oneng bersedia untuk divaksin. Namun setelah tiga hari terjadi pengelupasan kulit seperti sekarang ini.” Ungkap salah seorang keluarga oneng yang tidak bersedia ditulis identitasnya.

Saat wartawan meminta konfirmasi kepada kepala Puskesmas Pembantu Desa Cihanjuang dr. Mia melalui handphone, dr.Mia menjelaskan jika kejadian ini memang sudah yang ke empat kalinya,

“Bu Oneng sebelumnya memang sering seperti itu dan kejadian ini memang sudah yang ke empat kalinya.” Terang dr. Mia.

dr Mia mengatakan pihaknya sudah melakukan penanganan penyesuaian, karena jika diberikan obat dikhawatirkan akan seperti itu lagi. Sebab dalam tubuh ibu Oneng itu sudah sensitif sekali, baik makanan maupun obat yang masuk bisa beresiko tinggi untuk kulitnya hingga melepuh.

“Akhirnya kami konsultasi kepada keluarganya biasa penanganannya seperti apa, karena ini kejadian yang ke empat kalinya akhirnya kami mengikuti seperti yang dilakukan oleh pihak keluarga, yakni pemberian ramuan herbal dan susu kambing. Untuk alergi vaksin dan alergi obat itu berbeda, setiap orang tidak akan pernah tahu jika kita ternyata sensitif terhadap obat tertentu kalo kita tidak terpapar dulu.” Tambahnya.

Dengan keadaan ibu Oneng alami, pihaknya tidak mungkin melakukan tes terhadap seluruh orang. Dari screening vaksin itu tidak ada namanya alergi obat, namun yang ditanyakan apakah pernah ada riwayat alergi vaksin karena dari Kemenkes nya, kami diarahkan nya ada alergi vaksin tidak ?

Karena sudah banyak yang divaksin menyatakan alergi obat, namun setelah divaksin baik-baik saja. Karena antara kandungan vaksin dan kandungan obat itu berbeda. Apalagi pada masa percepatan seperti sekarang ini, pihaknya sedang disibukan oleb kegiatan vaksin yang dilaksanakan dibeberapa tempat. Jadi dalam hal pantauan Ibu Oneng, pihaknya berbagi tugas.

“Kami juga akan mengunjungi Ibu Oneng.jika terjadi hal yang lebih buruk, dan tentunya kami akan melakukan tindakan medis yang lebih baik lagi. Kabarnya, Ibu Oneng sudah semakin baik. namun tetap kami kontrol perkembangannya. Kami sudah memiliki catatan untuk Ibu Oneng, bahwa kami tidak akan melakukan vaksinasi kedua untuk Ibu Oneng, karena Ibu Oneng ternyata tubuhnya sensitif banget.” Terang dr.Mia kapada wartawan melalui Handphone.

A.E.S

Momen Hari Santri, Wabup Resmikan Mushollah SMK Ma’arif Tanggulangin

SIDOARJO – Momen peringatan Hari Santri Tahun 2021 di Kabupaten Sidoarjo dimanfaatkan dengan peresmian Musholla Lembaga Pendidikan (LP) SMK Ma’arif An – Nahdlo, Kecamatan Tanggulangin oleh Wakil Bupati Sidoarjo Subandi. Jum’at, (22/10/2021).

Wabup Subandi menyampaikan pemerintah mendukung penuh upaya peningkatan fasilitas pendidikan. Selain mendapatkan dukungan dari Pemda, Subandi secara pribadi siap membantu perbaikan dan meningkatan fasilitas maupun mutu pendidikan.

“Persoalan mengenai pendidikan atau persoalan apapun itu harus ada solusinya, kami akan selalu berusaha membantu dalam upaya meningkatkan mutu dan kesejahteraan yang terkait dengan pendidikan,” katanya.

Subandi juga menambahkan, peringatan hari santri ini bisa menjadi momen peningkatan kualitas pendidikan yang ada di kabupaten Sidoarjo, khususnya di LP Ma’arif.

Bagi Subandi peringatan Hari Santri ini merupakan momen bersejarah, dimana perjuangan para santri melibatkan dalam pertempuran mengusir para penjajah.

Terkait dengan Surat Keputusan Presiden Terkait program dana abadi santri, Subandi siap mengawalnya. Selain itu program ini harapannya bisa dimanfaatkan Pesantren.

“Kita akan mengawal program dana abadi pesantren ini terkait administrasinya,” jelasnya.

Ketua MWC NU Kecamatan Tanggulangin, Zainal Hayat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama dari seluruh anggota NU.

“Kami sangatlah bangga dengan kader-kader kami yang mempunyai niatan besar dalam mengabdikan diri dalam organisasi NU. Kami berharap semoga diresmikannya Mushollah An Nahdla merupakan wujud kebangkitan warga NU yg ada di Tanggulangin,” tambahnya.

Pembangunan mushollah ini merupakan upaya bersama pengurus mulai dari pembebasan lahan sampai pembangunannya. Progres pembangunannya sudah selesai 80 persen.

“Sebelum ada mushollah kegiatan anak-anak seperti sholat dhuha dan kegiatan keagaman lainnya diadakan di halaman sekolah dan kedepan pihak sekolah mempunyai keinginan untuk membuatkan tempat parkir yang nyaman bagi siswa-siswi sekolah serta kantin,” pungkas Zaenal. (*)