Home Blog Page 1636

Polres Gresik Bersinergi Dengan MUI Vaksinasi Menjaga Umat

GRESIK – Sebaran Vaksinasi Kabupaten Gresik terus dikebut untuk mengejar kekebalan tubuh. Ribuan orang menerima dosis vaksin yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik di Masjid Agung, Selasa (28/9/2021).

Vaksinasi Mandiri digelar oleh MUI Gresik, bekerjasama dengan Polda Jawa Timur dan Polres Gresik. Vaksinasi disebut sebagai ikhtiar lahiriyah sebagai upaya menjaga umat.

Para penerima vaksin adalah para kiai, pengurus dan keluarga MUI Gresik, guru madin, guru TPQ, para da’i dan masyarakat sekitar. Vaksin yang diberikan adalah jenis Sinovac.

“Pelaksanaan vaksinasi sebagai upaya ikhtiar lahiriyah mencapai herd immunity. Disamping itu, vaksinasi disebut sebagai upaya menjaga umat dari serangan virus Covid-19,” ucap Ketua MUI Gresik,KH Mansoer kepada awak media, Selasa (28/9/2021).

Kabid Dokkes Kombes Pol Erwin zainul hakim bersama Dirbinmas Kombes Pol Asep rosadi M.P.A, dan didampingi Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Aziz, SH, SIK, MSi, mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh MUI Gresik. Hal tersebut sebagai wujud Polres dalam mendukung percepatan Vaksinasi dan sebagai ikhtiar melawan Covid-19.

“Ada sebanyak 2300 peserta yang mengikuti vaksinasi. Terdiri dari para kiai dan masyarakat sekitar Kebomas. Semoga dengan terlaksana vaksinasi penyebaran virus Covid-19 segera mereda,” kata dia.

Menariknya, dalam gelaran vaksinasi, panitia juga menyediakan foto board. Para peserta yang menggungah fotonya di media sosial dengan pose terbaik akan diberi hadiah. Panitia menyediakan 10 pemenang. Hadiahnya antara lain, berupa kaos cantik dan paket APD lengkap. (tim)

Di Duga Jadi Pengedar Barang Haram (sabu), Seorang Ibu Rumah Tangga Di Ciduk Aparat

0

BIMA- NTB Tim opsnal Sat Narkoba Polres Bima Kota kembali mengungkap jual edar narkoba, Kali ini sorang Ibu Rumah Tangga (IRT) diciduk bersama Barang Bukti (BB) narkoba jenis sabu-sabu dan sedikitnya Rp 10 juta uang tunai.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra melalui Kasat Narkoba Iptu Thamrin, Selasa (28/9) mengabarkan, Tim Opsnal dibawah pimpinan Katim Aipda Thaufarrahman, mengamankan NP (25) IRT yang berdomisili di Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima, pada Senin Sore kemarin.

Penangkapan dan pengungkapan NP jelas Iptu Thamrin, berawal dari informasi masyarakat bahwa di rumah yang bersangkutan acap dijadikan tempat transaksi narkoba jenis sabu-sabu.

Berdasar informasi tersebut dan sesuai hasil penyelidikan dan penelusuran, benar adanya bahwa dirumah itu tengah ada transaksi narkoba yang dilakukan oleh target terduga yang diamankan.

Selain barang bukti sabu berat 0,01 gram dan uang tunai sejumlah Rp 10 juta, pihaknya juga mengamankan BB lain diantaranya, 1 buah rangkaian bong terpasang tabung kaca bening didalamnya terdapat sisa narkotika diduga jenis shabu , 1 buah rangkaian bong dan 2 bungkus plastik klip bening kosong.

Lalu BB lain yang disita, 3 buah korek api gas, 3 buah sendok terbuat dari sedotan air minum mineral, 1 buah sumbu, 2 bungkus rokok, 1 buah kotak Handphone, 1 buah gunting, 1 buah buku tabungan, handphone merk samsung warna hitam dan 1 buah slip setoran tunai.

“Baik terduga dan barang bukti telah diamankan di Mako Polres Bima untuk di tindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku,” Urainya.(DHW/robhin)

Cegah Terjadinya Klaster PTM, Polres Kediri Kota Lakukan PPSS

KEDIRI – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah Pandemi Covid-19 diantasipasi Polres Kediri Kota. Kapolres Kediri Kota membuat sebuah program yang diberi nama Polisi Presisi Sambang Sekolah atau PPSS.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi S.I.K., M.H. mengungkapkan PPSS merupakan salah satu upaya mendukung kebijakan dari pemerintah, khususnya di Kota Kediri yang terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Seperti diketahui saat ini beberapa sekolah di Kota Kediri telah melakukan uji coba PTM.

“Program PPSS ini kita buat untuk melakukan kontrol bagaimana penerapan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka,” ungkap AKBP Wahyudi, S.I.K., M.H.

Dalam program PPSS ini petugas kepolisian akan melakukan pengecekan bagaimana protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka diterapkan di Sekolah, Mulai dari pengecekan suhu badan siswa ketika masuk ke sekolah, melakukan cuci tangan hingga jumlah siswa dalam kelas.

Petugas Polres Kediri Kota bersama Dinas Kesehatan melakukan rapid test secara acak kepada puluhan para siswa dan para pengajar sebelum masuk ruang kelas.

Uji coba Pembelajaran Tatap Muka ini akan dievaluasi dan hasilnya akan digunakan untuk menentukan kebijakan berikutnya. Apabila selama uji coba ditemukan ada kasus positif covid-19 maka akan ditintau ulang kebijakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka.

Namun apabila selama ujicoba tidak ditemukan kasus baru, bisa dijadikan acuan untuk pelaksanaan PTM selanjutnya. Seperti perpanjangan waktu belajar tatap muka atau hari pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Nanti setiap sepekan kita akan melakukan evaluasi terkait pembelajaran tatap muka. Hasilnya akan kita jadikan acuan untuk kebijakan selanjutnya,” tegas AKBP Wahyudi, S.I.K., M.H. (*)

Apresiasi Madago Raya Tindak Tegas Ali Kalora, Kapolri Minta Buru 4 DPO MIT

0

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas Operasi Madago Raya yang telah menindak tegas pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora. Menurutnya, hal itu wujud dari kehadiran TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari segala ancaman teror.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat memimpin pengarahan kepada Satgas Operasi Madago Raya, bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Bandara Kasiguncu, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (28/9/2021).

“Tindakan tegas terukur telah dilakukan terhadap pimpinan kelompok MIT, diharapkan seluruh upaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dari ancaman kelompok teror dapat menjadi ladang amal bagi kami semua,” kata Sigit dalam pengarahannya.

Lebih dalam, mantan Kapolda Banten tersebut menekankan, kepada seluruh personel Madago Raya untuk terus melakukan pengejaran terhadap empat orang sisa dari kelompok teror tersebut.

Satgas Madago Raya sendiri kontak tembak dengan Ali Kalora pada Sabtu 18 September 2021 lalu. Aparat berhasil menindak tegas Ali Kalora dan Jaka Ramadhan di Desa Astina Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Setelah berhasil menindak Ali Kalora, kini MIT hanya tersisa empat orang, yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

“Pertahankan kinerja yang sudah baik ini, lakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap target yang tersisa,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Menurut Sigit, meski sudah menindak pimpinan MIT, kedepannya TNI-Polri harus terus memperkuat dan meningkatkan sinergitas serta soliditas untuk memberikan kepastian keamanan dan ketenangan terhadap masyarakat.

Lebih dalam, Sigit menegaskan, Negara tidak boleh kalah dari kelompok intoleran dan terorisme. Ia menyebut, tidak ada tempat bagi kelompok yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI di bumi nusantara.

“Saya akan senantiasa berkomitmen untuk memberikan reward kepada personel yang berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas dalam menjaga kamtibmas dari segala bentuk gangguan dari kelompok MIT,” ucap Sigit. (tim)

Masuk Mapolda Jatim Wajib Siapkan Aplikasi PeduliLindungi

SURABAYA – Polda Jawa Timur memberlakukan scan QR-Code Aplikasi PeduliLindungi kepada seluruh tamu yang datang, maupun kepada seluruh anggota, yang dimulai pada hari ini, Selasa (28/9/2021).

Satu persatu baik pengendara roda dua maupun roda empat, sebelum masuk ke Markas Polisi Daerah Jawa Timur (Mapolda Jatim) Diwajibkan untuk mendownload Aplikasi pedulilindungi kemudian men-scan barcode.

Barcode sendiri telah disiapkan oleh petugas jaga di depan pintu masuk gerbang mapolda jatim.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim Turun langsung melakukan pengecekan di pos penjagaan.

Kapolda menjelaskan, jajaran Polda Jatim beserta seluruh jajaran Satker wilayah Polres – polres melaksanakan proses pedulilindungi. Maka setiap satuan di polda jatim diberikan QR Code, dan masyarakat yang akan masuk kantor polisi di jatim, maka wajib mendownload aplikasi pedulilindungi kemudian men-scan barcode.

“Akan terdata berapa jumlah orang yang masuk, serta terdata status si pengguna barcode yang berisi data status vaksinasi dan hasil test covid 19. Ada 4 status yaitu Hijau, Kuning, Merah dan Hitam. Hal ini diadakan agar Prokes dilaksanakan di setiap satuan wilayah polda jatim,” jelas Irjen Pol Nico Afinta, usai melihat secara langsung proses QRcode di pos penjagaan, Mapolda Jatim, Selasa (28/9/2021) pagi.

“Kami memohon kepada masyarakat, ayo download aplikasi pedulilindungi, karena selain dikantor polisi juga digunakan di mal, tempat wisata, serta melakukan perjalanan darat, laut dan udara,” tambahnya.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat jawa timur, mendownload aplikasi pedulilindungi dan tetap jaga protokol kesehatan (prokes) dimanapun berada.

Adapun data vaksinasi dan test covid19 yang muncul di aplikasi pedulilindung setelah pengguna men-scan barcode di pintu masuk terdiri dari 4 warna yaitu:

Warna Hijau Ketika pengguna sudah melakukan vaksinasi sebanyak 2 kali dan tidak sedang terinfeksi Covid-19.
Warna hijau yang muncul pada aplikasi PeduliLindungi ini menandakan bahwa orang tersebut bisa melanjutkan aktivitas di dalam ruang publik.

Warna Kuning Ketika pengguna sudah melakukan vaksinasi sebanyak 1 kali dan tidak sedang terinfeksi Covid-19. Jika muncul warna ini, berarti pengunjung diizinkan masuk ke dalam ruang publik.
Namun, tetap dengan menyesuaikan kebijakan dari pengelola tempat

Warna Merah Ketika data vaksinasi pengguna tidak dapat ditemukan dan tidak sedang terinfeksi Covid-19.
Pengunjung yang memiliki status warna ini di aplikasi PeduliLindungi tidak diperbolehkan masuk ke tempat umum dan dianjurkan untuk segera melakukan vaksinasi.

Warna Hitam Ketika data vaksinasi pengguna tidak dapat ditemukan dan sedang terinfeksi Covid-19 atau kontak dengan kasus Covid selama kurang dari 14 hari. (tim)

Pemdes Tanjungrejo Lakukan Konsolidasi Terkait Vaksinasi Antar Dusun

PROBOLINGGO — Pemerintah desa Tanjungrejo Kecamatan Tongas mengadakan rapat konsolidasi terkait rencana pelaksanaan Vaksinasi di setiap dusun yang ada didesa tersebut.

Rapat yang diikuti oleh kader posyandu, bidan desa seluruh perangkat desa tersebut diimpin langsung oelh PJ kepala desa, Sugiono.

Hal itu dilaksanakan untuk memberikan informasi kepada edukasi kepada warga masyarakat tentang pentingnya melakukan Vaksinasi bagi kesehatan.

Rapat berlangsung dikantor desa setempat, berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut, menghasilkan beberapa poin yang erat dengan rencana pelaksanaan Vaksinasi disetiap dusun.

Sebelum pelaksanaan, tim gugus tugas penanganan Corona, diharapkan untuk membeeikan informasi serta pengertian kepada warga masyarakat, sehingga warga masyarakat dengan penuh kesadaran untuk menjalani vaksinasi.

Sugiono, selaku PJ kepala desa Tanjungrejo mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, dengan demikian akan menambah imunitas tubuh, dan yang paling utama untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Saya berharap seluruh warga Tanjungrejo penuh kesadaran ikut vaksin yang segera akan dilaksanakan disetiap dusun, ujar Sugiono. (Ali)

Kapolres Pasuruan Kunjungi Gerai Vaksin TNI-Polri di Ponpes Al-Falah Assidiqiyah

PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. bersama Komandan Kodim 0819 Pasuruan melakukan kunjungan ke Ponpes Al-Falah Assidiqiyah kecamatan Beji yang sedang mengadakan kegiatan vaksinasi bagi warga maupun keluarga ponpes serta masyarakat kelurahan Gajah Bendo kecamatan Beji.

“Kami bersama TNI-POLRI mengadakan vaksinasi dan telah menyiapkan sejumlah 1000 dosis ke 2 sinovac dan kami lakukan selama 2 hari dengan jumlah 500 dosis per harinya dalam rangka mendukung program pemerintah demi mewujudkan percepatan vaksinasi bagi masyarakat dengan harapan masyarakat menjadi kuat dan sehat juga terhindar dari penyebaran virus Covid-19,” ujar pimpinan Ponpes Al-Falah Assidiqiyah KH.Jazuli, Selasa (28/09/2021).

Kapolres Pasuruan sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk wujud peduli akan keselamatan bersama dalam menghadapi penyebaran virus Covid-19.

“Dengan adanya Gerai Vaksin yang tersebar di berbagai kecamatan yang ada di kabupaten pasuruan ini, saya harapkan bisa membantu masyarakat dalam melakukan pencegahan terhadap virus Covid-19, dan saya menghimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun sudah mendapat suntikan vaksin,” jelasnya. (tim)

Siswa SMPN 1 Yosowilangun Semangat Ikuti Vaksinasi

0

LUMAJANG — Pandemi Covid -19 yang berkepanjangan membuat pergeseran paradigma di masyarakat, terutama menyangkut kebiasaan hidup sehari hari.

Dampak yang paling terasa tentunya menyangkut komunikasi sosial, ekonomi, dan yang paling terdampak langsung menyangkut akses ekonomi dan kesehatan.

Untuk mengurangi dampak tersebut, pemerintah melalui kementerian kesehatan melakukan berbagai program, mulai dari penyemprotan desinfektan, PSBB, yang kemudian berlanjut PPKM( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), yang tentunya hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Sebagai tindaklanjut penanganan virus Corona, digulirkan program vaksinasi bagi seluruh warga masyarakat, yang tentunya dalam hal ini melalui berbagai pertimbangan yang matang, terutama menyangkut daya tahan tubuh atau kekebalan bagi warga yang melakukan vaksinasi.

Untuk mendukung suksesnya program vaksinasi, hari ini selasa, 28 September 2021, SMPN 1 Yosowilangun diadakan vaksinasi untuk para siswa.

Dari target awal, agenda vaksinasi sebanyak 200 siswa, tentunya diharapkan seluruh siswa untuk mengikuti vaksinasi tersebut dengan rasa senang dan tanpa beban.

Kepala sekolah, Drs, Kustriyanto, MPd mengharapkan kepada para siswanya untuk mengikuti vaksinasi tersebut dengan semangat yang kesemuanya untuk kebaikan baik pribadi siswa itu sendiri maupun secara umum, baik di lingkungan sekolah maupun ditengah masyarakat.

Sementara itu Kapolsek Yosowilangun, AKP Hariyanto, S.H, M.H, yang juga hadir dilokasi Vaksinasi, menyampaikan rasa bangganya atas semangat dari para siswa yang mengikuti vaksinasi, tentunya ini menjadi contoh yang positif dan harus dikembangkan terus, sampai vaksinasi berhasil seratus persen.

Terimakasih, terimakasih kepada seluruh siswa yang mengikuti vaksinasi, tentu ini sebuah langkah positif dalam mensukseskan vaksinasi nasional, tegas AKP Hariyanto.

Camat Yosowilangun, Indriono Khrisnamurti, AP, memberi apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran vaksinasi teesebut.

Disampaikan lebih lanjut, kepada seluruh siswa untuk tidak takut melakukan vaksinasi, karena hal itu untuk menambah imunitas tubuh, juga dihimbau kepada masyarakat terutama wilayah kecamatan Yosowilangun khususnya, untuk mengikuti vaksinasi ditempat tempat yang telah dipersiapkan.

Saya himbau kepada warga kecamatan Yosowilangun, untuk proaktif melakukan vaksin, dan juga makan makanan bergizi serta rajin berolahraga, tutur camat Indriono Khrismurti, yang akrab dipanggil pak Indri

Sampai berita ini diturunkan, dilokasi masih berlanjut vaksinasi, tentunya dalam hal ini aparat dan pihak sekolah, menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (Gus)

Dua Tahun Lebih Pasca Kebakaran Tidak Kunjung Di Bangun, Pedagang dan Pengunjung Pasar Lawang Kecewa

Malang – Pedagang Pasar Lawang mengaku resah, pasalnya paskah kebakaran pada tahun 2019 beberapa pedagang harus direlokasi, berpindah jualan ke barat Pasar Lawang dan bangunannya berada di tengah – tengah jalan trotoar. Tentunya hal ini juga mengganggu pengguna jalan sehingga membuat tidak nyaman, baik pembeli maupun penjual nya.

Namun hingga saat ini belum juga ada kepastian yang benar-benar ada dalam pembangunan Pasar Lawang. Hanya saja rumor dari tahun ke tahun Pasar tersebut akan di Bangun oleh Pemerintah melalui APBN.

Tentunya dalam hal ini baik pedagang maupun pengunjung bertanya – tanya akan kepastian dalam pembangunan Pasar Lawang sebenarnya.

Seperti hal nya yang disampaikan Devi Safitri (50th) salah satu pedagang Pakaian Pasar Lawang kepada Para Pewarta, Senin (27/09) mengatakan bahwa dirinya merasa resah, akibat tidak adanya kepastian akan dibangunnya Pasar Lawang.

“Sudah dua Tahun kami bertahan di tempat relokasi paska kebakaran, tentunya penghasilan kami saat ini berkurang tidak seperti saat di dalam Pasar Lawang kemarin, selain itu disini tempatnya kecil, kalau ada mobil susah lewat, pedagang juga rasanya takut kalau mau belanja disini, jadi kami berharap kepada Pemerintah maupun Dinas terkait supaya merespon dan sesegera mungkin dalam membangun Pasar Lawang ini, tentunya keresahan kami semua dapat segera mungkin teehapuskan,” Katanya.

Hal senada juga disampaikan pengunjung Pasar Lawang, Fitriyah (35) juga mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung jika Pasar Lawang segera mungkin di bangun, mengingat tempat relokasi yang saat ini di tempati para pedagang berjualan paska kebakaran yakni jalan umum bukan tempat untuk jualan, tentunya sedikit banyak mengganggu pengguna jalan.

“Jadi demi kenyamanan bersama alangkah baiknya jika Pasar Lawang tersebut benar-benar di bangun, apalagi Pasar Lawang merupakan Pasar terbesar di Kabupaten Malang, selain itu bangunannya sudah puluhan tahun, alangkah baiknya jika secepatnya Pemerintah membangun atau memperbaiki Pasar tersebut,” Urainya.

Dari pantauan awak media di lokasi relokasi pedagang Pasar lawang paska Musibah Kebakaran, Nampak lapak pedagang yang sempit dan memperhatinkan yang saat ini dihuni oleh para pedagang. Semoga Pemerintah segera melakukan Pembangunan Pasar Lawang guna menunjang pemulihan ekonomi dampak Pandemi Covid-19. (DHW/robhin)

Fraksi-Fraksi DPRD Banyuwangi Sampaikan PU Atas Diajukannya Raperda Perubahan APBD Tahun 2021

Gempurnews.com–Banyuwangi. Dalam Rapat Paripurna Pengajuan Raperda Perubahan APBD tahun 2021, Fraksi- fraksi di DPRD Banyuwangi sampaikan Pemandangan Umum (PU), Senin (27/09/2021).

Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil ketua DPRD, Ruliyono, diikuti seluruh anggota dewan dari lintas fraksi serta dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi, H.Sugirah, Sekretaris Daerah, H.Mujiono beserta jajaran.

Dalam Pemandangan Umumnya seluruh fraksi di dewan memberikan apresiasi kepada eksekutif terhadap capaian kinerja Satgas covid-19 yang mampu membawa Banyuwangi masuk zona kuning dan level 1 penanganan pandemi covid-19.

Namun demikian fraksi-fraksi juga bersikap kritis terhadap beberapa poit dalam perubahan APBD tahun 2021, seperti halnya penurunan proyeksi PAD yang mencapai Rp. 74 miliar.

Pemandangan Umum fraksi PDI-Perjuangan yang dibacakan juru bicaranya,Hadi Widodo menyampaikan, penurunan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.74,5 miliar atau sebesar 12,49 %, Fraksi PDI Perjuangan meminta eksekutif untuk melakukan rasionalisasi target PAD di sesuaikan dengan situasi terkini.

“ Capaian Pendapatan Asli Daerah kita hari ini masih di kisaran 53,79 % atau hanya sekitar 318 Milyar, untuk ini kita tidak bisa hanya berasumsi tapi langkah kongkrit diperlukan untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah, “ ucap Hadi Widodo dihadapan rapat paripurna.

Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar program prioritas yang dialokasikan melalui 3 (tiga) program prioritas, yaitu: penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi daerah, dan penyediaan jaring pengaman sosial (social safety net) bisa segera di percepat dan di lakukan kerja-kerja efektif dan efisien untuk membantu wong cilik.

Pemandangan Umum fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang dibacakan ketua fraksinya, H.Khusnan Abadi berharap kualitas perubahan APBD tahun 2021 mampu memenuhi prinsip transparansi, akutanbilitas, responsivitas, keadilan, efisien dan efektif terhadap sasaran target khususnya pemulihan dan pengendalian pertumbuhan ekonomi yang berdampak terhadap perubahan sosial yang lebih sejahtera.

” Perubahan APBD tahun 2021 mempunyai nilai strategis pada situasi darurat, namun demikian bukan berarti eksekutif lepas dari kewajiban untuk merealisasikan target PAD yang telah menjadi kesepakatan bersama , ” ucap Khusnan Abadi.

Dari sisi belanja daerah, fraksi PKB berpendapat belanja daerah harus menyasar pada dua hal pokok yakni konsistensi pencegahan wabah covid-19 dan upaya pemulihan sektor ekonomi riil.

” Penyerapan anggaran harus bisa memberikan efek positif dalam rangka menggerakkan pembangunan daerah dan memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi rakyat, ” ucapnya.
Dalam Punya fraksi PKB juga meminta penjelasan eksekutif terkait dengan Bantuan sosial |(Bansos) pada sub kegiatan pengelolaan dana darurat dan mendesak sebesar Rp. 5 miliar yang belum jelas peruntukannya.

Pemandangan Umum fraksi Partai Demokrat yang dibacakan juru bicaranya, Fadhan Nur Arifin menyapaikan, penyampaian Raperda perubahan APBD tahun 2021, menurut Permendagri No.64 tahun 2020 tentang penyusunan APBD tahun 2021. Mestinya dilakukan paling lambat minggu kedua bulan September namun realitanya baru diterima DPRD pada 24 September 2021 kemarin.

” Kita punya waktu hanya empat hari untuk menelaah dan mengesahkannya pada 30 September 2021 nanti dengan anomali waktu yang singkat untuk pembahasan perubahan APBD tersebut,kami tidak tahu ini sebuah prestasi atau justru wan prestasi , ” sindir juru bicara fraksi Partai Demokrat.

Selanjutnya dalam RPJMD Banyuwangi tahun 2021-2026 yang telah disahkan oleh DPRD pada 9 Agustus 2021 lalu. Secara emplisit tertulis target PAD tahun 2021 sebesar Rp. 592,32 miliar. Tetapi RPJMD yang belum genap dua bulan tersebut mejadi dokumen yang kadaluarsa, karena dalam perubahan APBD 2021 target PAD sudah dikoreksi atau dikurangi menjadi sebesar Rp. 518,68 miliar atau turun sebesar Rp. 74,1 miliar.

” Bukankah antara dokumen RPJMD,RKPD dan APBD itu harus ada singkronisasi antara yang satu dengan yang lainnya sebagaimana diamanatkan pada Pasal 148 Ayat (2) Permendagri No.86 tahun 2017, ” ucap Fadhan Nur Arifin.

Dalam Punya fraksi Partai Demokrat juga meminta eksekutif untuk mengkepras rekening belanja daerah yang tidak sesuai dengan tema RKPD tahun 2021 yakni mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial melalui kebangkitan pariwisata, agropolitan dan penguatan sumber daya manusia.

Selanjutnya terkait dengan penyertaan modal daerah ke PUDAM sebesar Rp.6 miliar ditahun 2021 maka total penyertaan modal daerah sebesar Rp 121 miliar, fraksi Demokrat meminta kepada direktur PUDAM untuk mempresentasikan rencana kerja dan anggaran PUDAM sebagaimana diamantkan dalam Permendagri No. 118 tahun 2018 tentang rencana bisnis,rencana kerjadan anggaran,kerjasama,pelaporan dan evaluasi BUMD.

Pemandanga Umum fraksi Gerindra-PKS yang dibacakan juru bicaranya,Limpat Prawiro Dikdo menyampaikan, pada prinsipnya terhadap penurunan PAD, fraksi Gerindra-PKS berharap ada optimalisasi atau terobosan sumber-sumber pendapatan yang berasal dari kekayaan daerah dan belanja modal harus mempunyai dapmpak produktif.

Terkait kebijakan belanja daerah dalam perubahan APBD tahun 2021,fraksi Gerindra-PKS minta untukfokus tiga program yakni penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial.

Pemandangan Umum fraksi Golkar-Hanura yang disampaikan langsung ketua fraksinya,Umi Kulsum menyapaikan, dengan amanat Permendagri No. 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, maka perencanaan perubahan APBD ini diharapkan tepat sasaran dan berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Banyuwangi.

“ kita harus bersemangat mengoptimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah, terutama Pemerintah Daerah harus melakukan inventarisasi data obyek dan subyek pajak daerah dan retribusi daerah secara seksama, penentuan besaran pajak dan retribusi daerah sekaligus pengawasan penmyetorannya , “ ucap Umi Kulsum.

Fraksi GOLKAR-HANURA, memberikan penguatan pada kegiatan program-program yang pro rakyat, inovatif dan terukur, dalam menciptakan keseimbangan antara Pendapatan dan Belanja Daerah. Kami berharap bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk bekerja secara lebih bersinergi, dengan tujuan untuk benar-benar memastikan bahwa kondisi perekonomian di Banyuwangi aman, sementara perkembangan situasi akibat pandemi Covid-19 yang ada, mengharuskan kita harus berfokus pada pemulihan ekonomi.

Fraksi Golkar-Hanura juga memberikan apresiasi kepada Eksekutif bahwa pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 kemampuan belanja daerah diproyeksikan ada kenaikan, semula sebesar 3 trilyun 216 milyar 198 juta 798 ribu 997 rupiah mengalami kenaikan menjadi sebesar 3 trilyun 300 milyar 415 juta 505 ribu 702 rupiah 43 sen atau mengalami kenaikan sebesar 84 milyar 216 juta 706 ribu 705 rupiah 43 sen atau naik sebesar 2,62 persen, jika dibandingkan sebelum Perubahan.

Pemandangan Umum fraksi Nasdem secara tertulis menyampaikan, secara garis besar perencanaan program dan kegiatan pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 pada setiap urusan, baik urusan wajib dan urusan pilihan telah tertuang dalam Perubahan Kebijakan Umum APBD serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara tahun 2021, sehingga penyusunan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dapat lebih terarah dan efisien di Kabupaten Banyuwangi.

Pemandangan Umum fraksi PPP yang dibacakan juru bicaranya,Samsul Arifin menyampaikan, sekalipun ada penurunan target PAD,fraksinya mendorong dan menyemangati eksekutif untuk tetap semangat dan berinovasi yang pada akhirnya dapat membuahkan prestasi.

Selain dari hal tersebut, fraksi PPP menyampaikan beberapa permasalahan, seperti halnua penertiban izin tambang illegal yang sering menjadi sumber masalah dan terjadi pro kontra di masyarakat.

Maka dari itu fraksi PPP minta kepada eksekutif segera mempercepat penyusunan Perbup tentang armada material galian C yang over kapasitas atau odol. Perbakan jalan menuju sekolah, Penertiban parker liar, penertiban bangunan di sempadan sungai yang mengakibatkan sempitnya aliran sungai, Dan mempermudah pengurusan asuransi petani yang saat ini menjadi keluhan karena terkesan berbelit-belit. (Sekretariat DPRD Kab.Banyuwangi).