Home Blog Page 1645

Kota Malang Segera Matangkan Juknis Dan Juklak Ganjil Genap Kendaraan Bermotor

MALANG — Kebijakan pengaturan pengendalian mobilitas dan pergerakan transportasi dengan sistem ganji genap segera diberlakukan di Kota Malang. Wacana ini muncul seiring predikat Kota Malang sebagai tempat wisata.

Kombespol Latif Usman Dirlantas Polda Jatim mengatakan, aturan ganjil genap saat ini sedang dalam kajian jalur mana saja yang akan diterapkan, dan akan diatur melalui Peraturan Wali Kota (Perwali).

“Khususnya Malang Kota proses sudah diajukan semoga segera realisasi ada pembahasan, sehingga kita bisa terapkan untuk mengendalikan mobilitas transportasi di malang khususnya tempat wisata. Sehingga kita yang ada di lapangan punya dasar hukum untuk melakukan penilangan, walaupun disertai sosialisasi dulu,” kata Kombespol Latif” Pada Awakan Media, Kamis (16/9/2021).

Lebih detil Latif menjelaskan, nantinya tidak semua jalur di Kota Malang yang diberlakukan ganjil genap. Hanya yang diperkirakan akan terjadi kepadatan lalu lintas maupun pengunjung seperti di tempat wisata.

“Kalau wisata Malang ini kan keseluruhan, masuk keluar Tol Singosari bisa menuju Malang Kota, Kabupaten Malang sampai Batu. Kalau Malang ini kan ya wisata, ya (ditinggali) penduduk di situ sehingga terjadi kepadatan,” terangnya.

Latif melanjutkan, bukan hanya ruas jalan yang diatur melainkan juga jam berkunjung.

Dia mencontohkan seperti di Jatim Park yang padat di waktu-waktu tertentu, sehingga mengalami penumpukan pengunjung dan menimbulkan kerumunan.

Bukan hanya melihat plat nomor saja nantinya, petugas akan juga melihat bagaimana pemberlakuan protokol kesehatan (prokes) di dalam kendaraan.

“Kita melihat penumpangnya memenuhi standar prokes atau tidak. Tidak hanya fokus ganjil genap tapi prokes juga diperhatikan betul,” Tutup Nya.(DHW/robhin)

Kasus Ledakan di Pasuruan, Polisi Tetapkan 4 Orang Tersangka

PASURUAN – Sabtu, 11 September 2021, sekitar jam 08.00 WIB, rumah milik Gofar di Dusun Macan Putih RT 01 RW 01 Desa Pekangkungan Kecamatan Gondangwetan Kab. Pasuruan meledak. Ditengarai, ledakan tersebut berasal dari bom ikan.
Sumber dari Kepolisian menyebutkan, dugaan sementara, ledakan tersebut berasal dari bom ikan yang dibuat oleh Gofar dan ayahnya yang bernama Mat.
Akibat kejadian tersebut Mat meninggal dunia. Sedangkan Gofar beserta adiknya Imron (30) dan keluarga lain bernama Feri (17) mengalami luka serius. Peristiwa itu juga menewaskan dua orang di Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan Pasuruan.
Atas Insiden ledakan bondet atau bom ikan itu Polres Pasuruan Kota menetapkan empat tersangka
Keempat orang itu ialah Abdul Ghofar dan Ayahnya Mat Sodiq yang meninggal dunia di TKP serta kedua istri mereka IF dan AR.
“Mereka yang merakit dan menjual bom ikan,” ujar Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman saat konferensi pers, Rabu (15/9).
Arman mengatakan penetapan tersangka IF yakni istri Abdul Ghofar lantaran terbukti terlibat dalam pembuatan detonator bom ikan sejak satu tahun lalu.
Untuk AR terbukti membantu produksi detonator dari dua bulan lalu. “Sampai saat ini kami tetapkan empat orang tersangka. Dua orang yang meninggal di lokasi kejadian dan dua lagi yakni IF dan AR,” kata dia. Selama membuat detonator, keempat tersangka saling bekerja sama. Terutama saat menyembunyikan aktivitas dalam merakit bom ikan agar tak diketahui tetangga yang lain.
“Motif mereka membuat bom ikan karena urusan ekonomi agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” beber Arman. (tim)

Puluhan Ormas LMP Probolinggo, Gruduk KSP

PROBOLINGGO — Puluhan orang yang tergabung di Organisasi Masyarakat Laskar Merah Putih, yang berkantor di jalan Tongkol No 45 Mayangan Kota Probolinggo, Selasa 13 September 2021, sekitar pukul enam sore menggeruduk kantor Koperasi simpan pinjam Bangun Jaya Bersama, yang berlokasi di jalan mawar Kota Probolinggo.

Hal ini dipicu banyaknya pengaduan masyarakat yang masuk ke kantor Ormas Laskar Merah Putih tersebut, menyangkut keluhan adanya koperasi yang menjerat warga dikarenakan menerapkan suku bunga yang terlalu tinggi, pdan memberatkan para nasabah.

Beberapa anggota ormas tersebut dibawah komando ketuanya Hasbullah, ditemui oleh pimpinan cabang koperasi tersebut, Misbah dan Irul sebagai pimpinan pusat sekaligus selaku auditor.

Dalam dialog terjadi suasana yang cukup panas, disebabkan juga muncul ada karyawan yang baru mengundurkan dari, tetapi ijazahnya tidak bisa diambil, dan harus menunggu waktu sekitar dua bulan.

Akan tetapi setelah melalui debat yang cukup alot, ijasah milik karyawan tersebut( Firmansyah) langsung diberikan.

Hasbullah menyayangkan adanya kejadian ini, menurutnya seharusnya kalau sebuah koperasi harus tertata dan terdata dengan benar.

“Ini rentenir yang berkedok koperasi mas,” Ujar Hasbullah.

Dengan banyaknya praktek rentenir yang ada di kota Probolinggo, Hasbullah berharap kepada aparat yang berwenang untuk segera bertindak, dan menertibkannya, sehingga tidak terlalu memberatkan nasabah.

Irul selaku pimpinan pusat dalam dialog, menyampaikan masalah besarnya bunga yang diterapkan di koperasinya, merupakan bisnis yang dijalankannya, disamping itu antara nasabah, dan koperasi juga ada kesepakatan bersama.

Hasbullah menyampaikan lebih lanjut, bahwa lembaganya akan menindaklanjuti pengaduan warga tersebut dengan melakukan kordinasi intensif dengan aparat hukum.

“Saya akan melanjutkan pengaduan warga masyarakat ini, ke aparat hukum,” Tegas Hasbullah. (Ali)

Kabupaten Malang Masih Menjadi Primadona Indikasi Peredaran Rokok Bodong, Kerugian Negara Mencapai Milyaran Rupiah.

KOTA MALANG. Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang (Bea Cukai Malang) telah menyita 10.790.400 batang rokok ilegal dengan nilai kerugian negara mencapai Rp5,155 miliar. Jutaan rokok ilegal tersebut, disita dalam kurun waktu Januari-Agustus 2022.

Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama KPP Bea Cukai Malang, Krisno Budi Bagus Sasmito, mengatakan angka tersebut tergolong cukup tinggi dan hampir mendekati jumlah rokok ilegal yang disita KPP Bea Cukai Malang sepanjang 2020.

Pada 2020, KPP Bea Cukai Malang tercatat menyita 11.808.340 batang rokok ilegal di tiga wilayah Malang raya, dengan kerugian Rp 5,882 miliar. Sementara pada 2019, terdapat 10.063.940 batang rokok ilegal yang diamankan, dengan jumlah kerugian negara mencapai Rp4,809 miliar.

Menurut dia, dari penyitaan rokok ilegal di tiga wilayah hukum Kabupaten Malang, kasus yang paling menonjol adanya peredaran rokok ilegal tanpa cukai.

“Kalau bicara perbandingan dua wilayah tersebut (kota dan kabupaten Malang), ya di kabupaten. Kalau kota cenderung minim atau jarang,” kata Krisno, pada Awak Media, Rabu Siang (15/9/2021) di kantor KPP Bea Cukai Malang.

Dia mengungkapkan, dari operasi penindakan yang tetap dilakukan sepanjang masa pandemi, masyarakat mulai sadar terhadap dampak kerugian dari peredaran rokok ilegal tanpa cukai.

Hal ini terlihat dari semakin berkurangnya toko, dan pabrik rumahan yang kerap kali menyimpan dan memproduksi rokok ilegal tanpa cukai, dan pengenalan masyarakat terkait rokok putih atau polos.

“Kebetulan dalam operasi penindakan pagi ini, tidak ditemukan indikasi pelanggaran. Sekaligus kita lakukan sosialisasi pada saat yang sama. Kita kasih pengertian tentang rokok ilegal. Mereka tahunya rokok ilegal polos. Jadi kita tadi tidak menemukan dan kita menyosialisasikan rokok polos dan sebenarnya rata-rata mereka sudah memahami rokok ilegal, atau rokok polos itu,” tutur Krisno.

Krisno menambahkan, peredaran rokok ilegal di Kota Malang cenderung minim. Sebaliknya, tim operasi gabungan kerap menemukan peredaran rokok ilegal di daerah-daerah pinggiran.

“Biasanya kalau kita lihat pemetaan jejak rawan peredaran rokok ilegal itu, agak minggir-minggir. Kalau pun di Kota, di toko kecil yang ada di gang-gang,” jelas Krisno. (DHW/robhin)

Pemkab Jember Akan Menertibkan Pelaku Usaha Tambak Dipesisir Pantai Kepanjen Gumukmas

Jember, Rabu (15/09) Bupati Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto mengumpulkan para pengusaha tambak dan para aktifis di Pendopo Wahyawibawagraha untuk melihat dan memeriksa legalitas perizinannya, apakah sudah lengkap atau tidak.

Kami sudah memberikan waktu tiga hari sejak sabtu kemarin untuk melengkapi dan mengundang para pelaku tambak yang ada disepanjang pesisir pantai kepanjen dan daerah yang lain karena adanya laporan dari masyarakat bahwa banyak dari mereka yang tidak memiliki ijin,

“Untuk para pengusaha tambak yang ada di pesisir desa kepanjen dan juga daerah yang lain kami kasih waktu 3 hari terkait tindak lanjut pertemuan hari sabtu kemarin kami menghubungi para pelaku usaha tambak, yang di sepanjang pesisir kepanjen untuk mengecek legalitas usahanya dan ijin usahanya”. Ungkap H.hendy

Perlu diketahui Pemda jember berencana untuk mensertifikatkan / meng Hak Penggunaan Lahan ( HPL ) kurang lebih 100Ha yang ada dipesisir Sepanjang patai Selatan.

” Kita akan meminta kelengkapan dokumen, dan data yang dimiliki dilokasi tambaknya juga langsung kita cek langsung bagaimana kondisi tambaknya, termasuk Amdal dan Ipalnya dan kelengkapan yang lain, dan kita akan diskusikan dengan jajaran birokrat terkait”. Ujar H.hendy

Untuk itu pihak pemkab jember menggandeng jajaran dari forkopimda, para tim ahli dan juga pengadilan negri serta jajaran birokrasi terkait untuk mentukan langkah apa yang akan di ambil

“Kami ajak jajaran forkopimda, ada lagi dari tim ahli dan juga pengadilan negri jember memberikan satu pemahan, kami akan tindak lanjuti langsung hari senin ke lokasi tambak tersebut dan jumpa langsung dengan pemiliknya”. Tandasnya

Menanggapi hal itu, Helmi selaku penanggung Jawab PT. Anugrah Tanjung Gumukmas mendukung program tersebut, agar wilayah pantai selatan bisa lebih tertib. “Kami sudah siap untuk diperiksa, karena perizinan sudah lengkap,” tanggapnya

Hal serupa juga disampaikan Muhammad Zainuddin perwakilan Nelayan di Desa Kepanjen, dengan mendukung penuh langkah pemkab Jember, sebab selama ini diketahui banyak tambak tersebut yang tidak berizin.

“Jadi dengan begitu wilayah pesisir pantai akan tertib, dan yang terpenting jangan sampai ada tambak yang melebihi sempadan pantai,” pungkasnya.,(sony)

LONCENG

0

Oleh : Sony

Pagi itu suasana nampak sepi, para penghuni dusun enggan keluar rumah, mereka lebih memilih menikmati sejuknya udara pagi, dengan hembusan angin yang diiringi hujan rintik rintik.

Sementara sebagian para pemuda dusun tersebut, harus tetap melangkah menembus hujan yang sejak subuh belum juga reda.

Mereka para pekerja perkebunan harus datang ke Loji untuk melakukan absen sebelum melakukan aktifitas dilahan milik pengusaha kaya yang menjadi tuan tanah, akan tetapi memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap warga dekat perkebunannya.

Para pekerja harus sedikit berlari untuk mengejar waktu, sebelum kedahuluan bunyi lonceng sebagai pertanda para pekerja harus sudah siap dengan tugasnya masing masing.

Sang bos, atau yang biasa dipanggil tuan Burhan, masih asyik diperaduannya dengan berselimut sutra dan penghangat lainnya, serta para punggowo yang selalu melayani apa apapun kebutuhan majikan tersebut.

Dengan usia yang sudah lanjut, sang bos tetap nampak muda dan memilik semangat yang cukup tinggi, terutama jika menyangkut tanaman yang dibudidaya diperkebunannya yang cukup luas dan subur.

Sang surya mulai menampakkan sinarnya, sementara hujan mulai reda, Burhan sehabis menikmati kopi pahit kesukaannya, serta menghisap cerutu yang selalu terselip di saku baju Koko kesayangannya.

Siang itu Burhan tidak seperti biasanya, yang selalu ditemani oleh dua orang pembantu setianya, akan tetapi saat itu dia berangkat sendirian berjalan menyusuri beberapa petak lahan kebun teh, sambil sekali waktu menyapa beberapa pekerja yang melakukan petik teh dikebun miliknya.

Waktu menunjukkan pukul 10 siang, hal itu ditandai dengan bunyi lonceng dari Loji, yang terdengar jelas meskipun jaraknya cukup jauh dari perkebunan tersebut.

Para pekerja istirahat sambil makan bontot yang dibawa dari rumah masing masing.

Burhan sang majikan terus, melangkah menyusuri petak lahan tanaman teh, sambil sesekali berhenti dan menghela nafas yang sudah mulai sesak karena dimakan usia.

Bunyi lonceng selalu ditunggu oleh para pekerja, sebagai tanda mereka harus siap siap mengusung teh yang mereka petik untuk dibawa ke Loji, sekaligus istirahat pulang.

Bunyi lonceng yang berdenting disiang hari, selalu dirindukan oleh para pekerja, dan suara itu selalu dirindukan oleh para pekerja harian tersebut.

Sementara suara yang setiap pagi dan siang berdentang, itu merupakan momok yang sangat menakutkan bagi Burhan, dan membuat dirinya lebih tunduk terhadap alam, dan berbagi rejeki dengan warga, dengan harapan dapat pengampunan dari sang pencipta.

Sambil duduk disela sela dedaunan teh yang nampak rimbun dan menghijau, Burhan merenungi perjalanan hidup sejak merintis hingga memiliki perkebunan yang cukup luas, dan dapat membuat semua keluarganya hidup mewah, tetapi dalam benaknya masih ada hal yang mengganjal fikirannya, menyangkut kehidupan dirinya yang sudah usia senja.

Dalam setiap saat, Burhan selalu resah dan tidak tenang, bukan takut kekurangan kebutuhan hidup keluarganya, akan tetapi rasa takut menggelayuti alam fikirannya, dalam menunggu bunyi lonceng.

Bunyi lonceng yang ditunggu Burhan, bukan bunyi yang selalu ditunggu oleh para pekerja kebun, akan tetapi suara lonceng sebagai tanda lepasnya roh kehidupannya, LONCENG KEMATIAN.**

Gempar, Mayat Mrs X Ditemukan Mengapung Di Gladak Merah Menampu, kecamatan Gumukmas.

Jember- Warga Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas Rabu,(15/9/2021) pagi digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas berjenis kelamin perempuan sedang mengapung di sungai Gladak merah.

Temuan mayat yang hanya memakai kaos merah dan bawahan rok warna coklat tersebut saat ditemukan dalam kondisi telungkup dipinggir sungai yang mengarah ke laut.

Beberapa warga sekitar yang mengetahui hal tersebut langsung melakukan evakuasi jenazah wanita yang diperkirakan umur 60 tahun tersebut ke pinggir sungai dan memangil pihak Desa Menampu dan juga Mapolsek Gumukmas.

“Ditemukan tadi pagi pak, sekitar pukul 07.30 Wib, kondisi sudah meninggal dan tidak membawa indentitas sama sekali, hanya ditemukan uang dan sebuah Handphone yang mati akibat terendam air,” Kata Sulkhan Rico.

Tidak selang beberapa saat, pihak Mapolsek Gumukmas membawa Jenazah Mrs X tersebut ke Puskesmas kencong guna untuk melakukan Otopsi dan juga menunggu tim Inafis Polres Jember untuk melakukan Identifikasi.

Namun rentang tidak lama ada warga Dusun Krajan Gumukbanji, Desa Kencong datang ke Puskesmas kencong bernama Ido Young memastikan jenazah yang ditemukan mengapung tersebut apakah benar saudaranya.

“Ya Allah, itu bude saya, bernama Tomblok yang semalam pergi tidak pamit keluar rumah,” Ungkapnya.

Ido juga menjelaskan, jika budenya tersebut semenjak ditinggal suaminya pikiranya seperti terganggu dan sering murung tidak tahu apa yang menjadi permasalahan.

“Semalam habis acara selamatan 40 hari suaminya, bude saya lalu pergi dari rumah dan saya dapat kabar ada penemuan mayat yang dishare di grup kencong kota tua dan saya akhirnya baru tahu jika itu bude saya,” Ungkapnya Sambil mata berbinar binar.

Terpisah, Kanit Reskrim Mapolsek Gumukmas, Aiptu Amin Shahril SH atas kejadian ini menuturkan.

“Kami datangi TKP dan kami bawa yang bersangkutan ke puskesmas kencong dan koordinasi dengan pihak Inafis Polres Jember, dan Alhamdulillah ada keluarga yang sudah datang jadi bukan Mrs X lagi.Untuk korban tidak ada luka luka, kita duga yang bersangkutan saat berjalan terpeleset karena kondisi kemarin hujan sangat lebat,” ungkap Amin.

Kanit Reskrim juga menambahkan, jika disamping korban ditemukan uang sebesar 658 Ribu dan sebuah Handphone dan identitas mayat perempuan tersebut bernama Tomblok umur kisaran 60 tahun dan warga Gumukbanji kencong.

Perlu diketahui, rumah korban dari jarak penemuan mayat diperkirakan kurang lebih 15 Kilo meter.

Bupati Bondowoso Akan Bentuk majelis etik, Untuk Tangani Kasus viralnya video dangdutan Kepala Dinas Dikbud

Bondowoso –
Kasus viralnya video dangdutan Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso, Sugiono Eksantoso di masa PPKM akhirnya sampai ke telinga Bupati KH Salwa Arifin.

Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, Bupati Salwa akan membentuk majelis etik.

“Memang begitu (harus membentuk) majelis kode etik. Keanggotaan sesuai dengan ketentuan. Ada ketentuan tersendiri,” ujarnya, kepada wartawan, Selasa kemarin.

Saat ini kasus video dangdutan yang mengabaikan prokes itu telah ditangani oleh Inspektorat.

“Kami lakukan bersama tim yang ada di Inspektorat. Sudah kita susun laporan secara resmi kepada bupati, Kami menyampaikan beberapa opsi, agar ini segera ada penyelesaian,” tegas Kepala Inspektorat Bondowoso, Ahmad.

Dari hasil penyelidikannya, Ahmad membenarkan adanya aktivitas dangdutan disalah satu kelas di SMP 5 Bondowoso.

“Tetapi untuk kepentingan pendalaman biar majelis yang mendalami terhadap apa yang terjadi di dalamnya. Karena kami sifatnya masih dugaan terhadap pelanggaran,” ujarnya.

“Saran kami inspektorat terhadap dugaan pelanggaran terhadap kode etik nanti akan dibentuk majelis kode etik,” sambungnya.

Kepala Inspektorat ini memastikan Bupati Salwa bakal  membentuk majelis kode etik. Sementara keanggotaan dalam majelis itu tetap menjadi kewenangan bupati

“Karena jelas, di PP nomor 42 Tahun 2008 maupun di Perbup nomor 55 Tahun 2016 itu menjadi kewenangan bupati. Intinya bupati tidak tinggal diam dan bergerak sesuai peraturan yang ada,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Video dangdutan Kepala Dikbud Bondowoso, Sugiono Eksantoso saat mengecek pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) viral sejak Kamis (9/9) lalu. Selain dangdutan saat jam dinas, Sugiono juga dinilai mengabaikan protokol kesehatan prokes. (tim)

Aditya Eka Priambudi, Kasun Ringinpitu Kawal Bansos Sumurbor Tempat Ibadah

KEDIRI — Kepala dusun Ringinpitu, desa Ringinpitu kecamatan Plemahan, mengawal secara intensif bakti sosial pengeboran sumur hasil bantuan dari seorang donatur, Kristiantono yang tidak mau disebutkan alamatnya.

Dalam realisasinya Aditya bersinergi dengan Babinsa Serda Anurofik, sehingga dapat terwujud pengeboran untuk masjid yang terletak di Dusun Ringinpitu Desa ringinpitu tersebut.

Kegiatan pengeboran yang dimulai sejak Rabo, 15 September 2021 dengan perkiraan kedalaman mencapai titik 30 meter.

Di tempat terpisah wartawan Gempurnews menemui Danramil 0809/09 Plemahan Kapten Infanteri Muryono, yang dalam kesempatan bakti sosial tersebut tidak bisa hadir , akan tetapi mengutus Babinsa untuk melakukan peninjauan langsung kelokasi pengeboran.

Danramil dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada donatur Krisyantono, yang telah memberikan bantuannya untuk fasilitas Masjid yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat umum.

“Semoga amal yang diberikan Mas Krisyantono nanti bisa menjadikan amal yang baik,” Ujarnya Danramil.

Hal yang sama disampaikan oleh Aditya, dalam kesempatan tersebut, mewakili warga masyarakat dusun Ringinpitu, menyampaikannucapan terimakaihnya kepada donatur, sehingga dapat memenuhi fasilitas ibadah dimasjid yang ada diwilayahnya.

” Terimakasih, semoga untuk mas Krisyantono yang telah membantu, diberikan kesehatan dan kelancaran usaha,” Ujar mas Adit, panggilan akrab Aditya Eka Priambudi.(Rudy)

Dukung “Wes Wayae Wisata Jember Maju”, Bupati Hendy Launching Pemberdayaan Transportasi Konvensional

JEMBER — Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto (15/9/2021), melaunching program pemberdayaan Transportasi Konvensional sebagai “Angkutan Wisata” di depan pendopo Wahyawibahagraha.

Hal tersebut sesuai dengan tagline bupati ” Wes Wayahe Wisata Jember Maju” yang mana ini merupakan sebuah inovasi bupati jember untuk mendongkrak wisatawan dan ekonomi dijember khususnya angkutan konvensional, yang selama ini kurang tersentuh dan juga untuk hadir Berperan dan membantu untuk angkutan konvensional dijember khususnya abang becak, yang mana ini merupakan potensi wisata dan juga untuk meningkatkan kemakmuran dan ekonomi pelaku angkutan konvensional”. Ujar Bupati Hendy

Adapun tempat wisata sebagai kunjungan wisatawan sendiri akan disiapkan baik insfraktukturnya kesiapan tempat wisatawan dan juga kebersihan dan kenyamanannya, karena tempat wisata dijember baru dibuka dua hari sehingga perlu disiapkan secara ekstafet dan parsial dibeberapa tempat yang nantinya akan kita targetkan seluruh jember.

“Untuk tempat wisatanya sendiri kita siapkan sambil berjalan, karena baru dibuka 2 hari yang lalu, kita siapkan secara parsial untuk pembersihan, keamanan, kenyamanan dan kesiapan tempat wisata tersebut, sedangkan kita juga sudah menyediakan dan mengenjot insfraktuktur yang baik menuju tempat tempat wisata tersebut”. Sambung Hendy

Tak lupa kita juga sudah membekali tentang bagaimana melayani calon wisatawan kepada para pelaku angkutan konvensional, yaitu program pelatihan ” Publik Speeking” sehingga mereka siap untuk melayani wisatawan lokal maupun asing

“Kami juga sudah melakukan pelatihan tentang publik speeking, bagaimana cara melayani parawisatan kita baik lokal maupun asing sebagai bekal untuk pelaku angkutan konvensional”. Ungkapnya

Sementara kedepannya jember akan menggandeng beberapa kabupaten untuk mewujudkan rencana wisata jember – jogja agar wisatawan dijember lebih maju dan menarik minat wisatawan luar.

“Untuk rencana jember jogja kami masih komunikasi untuk mensinergikan dan juga mengintregasi layanan transportasinya dengan beberapa kabupaten terkait tentang biayanya, tempat tujuan wisatanya mana saja”. Tambahnya.

Jember juga akan menyiapkan lokasi lokasi tertentu untuk tempat becak wisata yang tentunya dengan jarak yang terjangkau.

“Dilokasi lokasi tertentu akan kita alokasikan untuk tempat becak wisata, tidak jarak jauh”. Ungkap hendy

Untuk kunjungan wisatawan sendiri, jember masih menerapakan prokes yang ketat dan juga pembatasan wisatawan sesuai aturan inmendagri agar tidak terjadi lonjakan covid-19.

“Untuk kunjungan wisatawan sendiri tetap dengan prokes yang ketat dan dibatasi sesuai peraturan inmendagri yang sudah ada”. Tandasnya

Di akhir perbincangannya bupati jember menjelaskan bahwa Jember menerapkan PPKM Level 1 yang mana banyak terjadi kelonggaran di beberapa kegiatan diantaranya kegiatan pembelajaran, mol dan juga tempat wisata tentunya tetap mengikuti prokes dan juga aturan mendagri

” Tentang PPKM level 1, kita akan selalu mengikuti peraturan inmendagri di semua lini, baik pendidikan, pembelajaran dan mall dan tempat wisata yang ada di jember”. Pungkasnya (Sony)