Home Blog Page 1644

LSM Penjara Indonesia Deklarasikan dan Kukuhkan DPC Sidoarjo

0

SIDOARJO – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Indonesia Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur menggelar deklarasi dan pengukuhan pengurus struktural Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sidoarjo, Sabtu (18/09/2021).



Acara tersebut bertempat di kantor sekretariat DPC Sidoarjo yang beralamat di Perum Griya Candi Asri Blok AC 02 Desa Gelam Kecamatan Candi Kab. Sidoarjo.

Pada kesempatan itu, ketua DPD LSM Penjara Indonesia, Zainul Abidin kepada awak media mengatakan, acara ini sengaja digelar dengan sederhana mengingat situasi masih pandemi Covid-19, yang masih melanda sampai saat ini.

“Walaupun diadakan secara sederhana, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua,” ungkapnya.

Diimbuhkannya pula, deklarasi dan pengukuhan DPC Sidoarjo bertujuan sebagai fungsi kontrol jalannya roda pemerintahan.

“Dengan terkontrolnya fungsi legislatif dan eksekutif, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara,” terang Zainul.

Terkait tujuan organisasi ini, masih kata Zainul, selain sebagai fungsi kontrol, juga untuk menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, khususnya dengan masyarakat pada umumnya.

Dalam acara tersebut, dikukuhkan sebagai ketua DPC Sidoarjo yakni Henry Dedy Pandanan.

Pada sambutan perdananya, Henry menyampaikan terimakasihnya pada rekan- rekan, yang telah mempercayai dan memberikan amanah untuk memimpin DPC Sidoarjo LSM Penjara Indonesia ini.

“Saya tekanan untuk selalu jaga kebersamaan diantara pengurus dan anggota. Secepatnya kita akan segera menyusun struktur kepungurusan dengan sesuai tupoksi di masing- masing bidang,” tegasnya. (tim)

Rencanakan HUT ke 8 F-Wamipro Gelar Rapat Kerja

PROBOLINGGO – Komunitas wartawan Probolinggo yang tergabung dalam wadah F-Wamipro, menggelar rapat kerja membahas program kerja menjelang HUT ke 8 pada 28 Oktober 2021 bulan depan, bertempat di Kantor Sekretariat F-Wamipro, Sabtu (18/9/2021).

Ketua F- Wamipro, M.Zuhri, menyampaikan maksud dan tujuan menghadirkan teman teman anggota komunitas wartawan ini untuk rencana gelaran acara HUT ke 8 pada tanggal 28 Oktober 2021 mendatang.

M Zuhri mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan anggota kepada dirinya selama ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada teman teman yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menahkodai organisasi profesi wartawan di Probolinggo ini,” ungkap Zuhri.

Ia mengaku terus berusaha sekuat tenaga dalam memikul amanat tersebut dan berjanji akan senantiasa menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Dalam rapat koordinasi kali ini fokus pembahasannya adalah masalah persiapan HUT F-Wamipro ke 8, sekaligus pembagian kostum serta id card F-Wamipro.

Salah satu hal yang sangat penting diambil oleh anggota F-Wamipro adalah, menjaga kutuhan dan kekompakan anggota dalam menjaga kebersamaan, sekaligus mengevaluasi dan memetakan kemajuan organisasi.

“Untuk sekedar di ingat, bahwa membentuk organisasi F-Wamipro ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Niatnya adalah persatuan. Jadi sekiranya ini penting untuk dipertahankan, maka saya mengajak teman teman untuk.membuat satu tema dalam HUT organisasi kita,” ungkap Zuhri.

Pada kesempatan yang sama tercetuslah gagasan membuat slogan dalam peringatan HUT ke 8 tersebut dengan tema Probolinggo Bangkit F-Wamipro Bisa. (ali)

Terdesak Kebutuhan Ekonomi Dan Di Duga Pengguna Narkoba, Mantan Pegawai PDAM Mencuri Meteran Air

0

MATARAM-Bekas pegawai PDAM Giri Menang berinisial CF alias Alit, ditangkap polisi. Pria 46 tahun itu diduga telah mencuri meteran air PDAM milik warga di sejumlah kompleks perumahan.

Kapolsek Gunungsari Iptu Agus Eka Artha Sudjana mengatakan pelaku ditangkap di rumahnya di Pejeruk Bangket, Kecamatan Ampenan, Mataram, akhir pekan lalu. Penangkapannya berdasarkan laporan masyarakat. ”Dari laporan itu kita lakukan pengembangan,” kata Eka, Jumat (17/9).

Aksi pencurian yang dilakukan Alit terekam CCTV. Dari analisa rekaman itu polisi dapat dengan mudah melakukan penangkapan. ”Dari penangkapan itu, kita amankan baju yang digunakan pelaku saat beraksi dan kunci khusus yang digunakan membongkar meteran air,” kata dia.

Saat menjalankan aksinya, pelaku terlebih dahulu keliling ke rumah-rumah warga. Mengintai rumah yang dalam keadaan sepi.

Selanjutnya, pelaku masuk ke rumah warga dengan memanjat tembok. Lalu membongkar meteran air di rumah tersebut. ”Pelaku ini sudah melakukan aksi pencurian di 30 TKP,” ungkapnya.

Eka merinci pelaku sudah mencuri tiga kali di Perumahan BTN Pelangi Dusun Sandik dengan jumlah enam unit meteran air; tiga kali di BTN Puncang Hijau Desa Sandik dengan empat unit meteran air; dua kali di BTN Bell Park Desa Kekeri dengan mendapatkan empat unit meteran air; empat kali di BTN Citra Persada Medas Gunungsari dengan mengambil tujuh unit meteran air; dua kali di BTN Sandik Perdana dengan mengambil tujuh unit meteran air; dua kali di BTN Sandik Permai dengan mengambil satu unit meteran air.

Selanjutnya tiga kali di BTN Montong Kedaton dengan mengambil tiga unit meteran air. Terakhir, pelaku beraksi di BTN Nirwana dengan mengambil satu unit meteran air. ”Saat ini, kita masih melakukan pengembangan mendalami lokasi tempat mencuri lainnya,” kata Eka.

Barang curian itu dijual seharga Rp 400 ribu per unit. Uang yang didapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Pengakuannya juga digunakan untuk membeli sabu,” terang Eka.

Pelaku memilliki pengalaman membuka meteran air karena pernah bekerja sebagai pegawai PDAM Giri Menang. Pengalamannya itu membuat Alit lebih mahir mencuri meteran air. ”Pelaku ini spesialis mencuri meteran air,” jelasnya.

Kini pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Gunungsari. Alit terancam hukuman tujuh tahun penjara. Dia dijerat 363 KUHP” tegas nya (DHW/robhin)

Silaturahmi Komunitas Pewarta Probolinggo dan Lumajang Perkuat Hubungan Insan Pers

PROBOLINGGO – Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F Wamipro) dan Forum Jurnalis Independen Lumajang (F Jinlu) menggelar pertemuan pada, Sabtu (18/9/2021) di Sekretariat F Wamipro yang berada di Kel. Mangunharjo Kec. Mayangan Kota Probolinggo.

Silaturahmi dua forum insan pers tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergitas demi menciptakan harmonisasi hubungan antar pewarta, baik yang ada di Probolinggo maupun Lumajang.

Ketua F Wamipro, M. Zuhri dalam pertemuan itu mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kekompakan dan soliditas dua komunitas pewarta ini.

Zuhri juga menyampaikan rasa terimakasihnya atas kepercayaan anggota F Wamipro pada dirinya dalam memegang kendali organisasi.

“Terimakasih atas kepercayaannya anggota sehingga saya terus dipercaya sebagai nahkoda pimpin organisasi yang besar ini. Tentunya saya akan menjaga kepercayaan itu,” ungkap Zuhri.

Sedangkan Kikis selaku advokat dari Probolinggo yang turuthadir dalam acara tersebut mengatakan, dirinya memberikan apresiasi pada F Wamipro.

“Semoga komunitas insan pers ini, bisa terus eksis serta selalu memberikan kontribusi yang positif buat pembangunan Probolinggo,”harapnya.

Dikatakan Kikis pula, langkah nyata sudah sering dilakukan oleh anggota F-Wamipro baik yang ada di Kabupaten Probolinggo maupun kota Probolinggo.

Tak hanyadi Probolinggo, imbuh Kikis, langkah nyataF-Wamipro juga tampak di Lumajang.

“F-Wamipro menunjukkan kepeduliannya saat Lumajang diterjang gempa bumi dan erupsi Gunung Semeru,” pungkasnya. (doko)

Jual Istri ke Lelaki Hidung Belang, Seorang Suami Berurusan Hukum

TRENGGALEK – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Trenggalek mengamankan seorang suami yang menjual istrinya untuk layanan seks bertiga atau threesome.

Suami itu berinisial YW (35), warga asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Dalam prostitusi online yang dijalankannya itu, YW menjual istrinya sendiri.

Wakapolres Trenggalek, Kompol Heru Dwi Purnomo menjelaskan, kasus itu dibongkar Unit PPA setelah melakukan patroli siber di media sosial Twitter.

Tim saat itu mendapati aktivitas prostitusi online yang berlokasi di salah satu hotel di Trenggalek. Dari informasi itulah, tim langsung dilakukan penyelidikan.

Saat tim bergerak ke lokasi, rupanya benar ada pasangan suami istri tengah melayani seks bertiga dengan seorang pelanggan pada Rabu (15/9/2021). Mereka lantas diamankan bersama barang bukti, kemudian diperiksa di mapolres.

“Jadi, yang bersangkutan ini menawarkan layanan seks bertiga atau threesome melalui media sosial Twitter. Saat ada pelanggan, mereka akan berpindah kota ke lokasi terdekat,” jelas Heru, Jumat (17/9/2021).

Alumni Akpol Tahun 2006 ini menambahkan, pasangan suami istri tersebut memang memiliki kelainan orientasi seksual. Hal ini yang melatarbelakangi sang suami menawarkan sang istri untuk melayani hubungan seksual bertiga.

Kasus prostitusi suami jual istri dibongkar Polres TrenggalekKasus prostitusi suami jual istri dibongkar Polres Trenggalek

“Untuk tarif sekali kencan, suami ini mematok tarif hingga Rp 1,5 juta. Dia senang kalau melihat istrinya berhubungan seksual secara tidak normal, yaitu hubungan dengan cara threesome secara bersamaan,” kata Heru.

Selain soal kelainan seksual, layanan tersebut juga dijalankan karena alasan ekonomi.

Sementara Kasatreksrim Polres Trenggalek, AKP Arief Rizky Wicaksana menambahkan, pasangan suami istri itu menawarkan layanan seks bertiga dengan cara berkeliling daerah.

Berdasarkan keterangan tersangka, dia pernah menjajakan layanan itu setidaknya di tiga kota, yaitu Kediri, Surabaya dan Trenggalek.

“Dia keliling Jawa Timur. Ngakunya sudah beroperasi sekitar tiga tahun ini. Masih akan dalami lagi,” jelas Alumni Akpol Tahun 2013 itu.

Sementara dari kasus ini, penyidik menyita beberapa barang bukti seperti alat kontrasepsi berupa kondom, pakaian, telepon genggam dan uang tunai Rp 2,5 juta.

Tersangka YW kini sudah ditetapkan tersangka dan ditahan. Dia dijerat Pasal 296 subsider Pasal 506 KUHP yang ancaman hukumannya 4 tahun penjara” Jelasnya. (red)

Bukti Keprihatinan, LSM Penjara Indonesia Peringati Hari Jadi Ke-9 Secara Sederhana

PASURUAN – Pemotongan tumpeng mewarnai peringatan hari jadi ke-9 LSM Penjara Indonesia di Pasuruan.

Meski tak nampak kemeriahan, namun suasana khidmat tetap terasa ditengah acara itu.

Bukan tanpa alasan, peringatan hari jadi LSM Penjara Indonesia ini dikemas secara sederhana karena masih masa pandemi.

Diungkapkan oleh Wardah selaku bendahara LSM Penjara Indonesia DPC Pasuruan, Wardah, kesederhanaan acara peringatan hari jadi organisasi ini untuk menghindari kerumunan, mengingat pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

“Dibanding tahun sebelum pandemi, proses HUT LSM Penjara tahun ini memang diselenggarakan cukup sederhana,” terang Wardah.

Ditambahkan Wardah, kesederhanaan peringatan hari jadi LSM Penjara Indonesia tahun ini juga merupakan bukti keprihatinan serta taat pada aturan pemerintah untuk menghindari kerumunan pada masa pandemi saat ini.

Senada dengan Wardah, salah seorang fungsionaris LSM Penjara Indonesia, Kusaeri juga mengatakan acara tahun ini dikemas secara sederhana.

“Acara diawali dengan khotmil Qur’an dan gelaran istighosah pada malam harinya,” kata Kusaeri, Jum’at (17/9/2021).

Sementara itu, ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) LSM Penjara Indonesia Jawa Timur, Jainul dalam sambutannya hanya berharap, organisasi ini harus mampu menunjukkan eksistensinya melalui berbagai karya nyata di tengah masyarakat.

“Karya nyata dibutuhkan dalam rangka turut membangun dan memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Diimbuhkannya pula, dalam perspektif turut membangun daerah, keberadaan LSM Penjara Indonesia sangat penting, salah satunya sebagai kontrol sosial untuk mengawal jalannya peraturan dan kebijakan publik di tengah masyarakat.

“Oleh karenanya kualitas sumber daya manusia (SDM) di dalamnya perlu ditingkatkan agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kekinian yang tentunya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (tim)

Peringati Harhubnas Pemkab Jember Ikut Sertakan Jukir ke BPJS Ketenagakerjaan

JEMBER – Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2021, Pemerintah Kabupaten Jember mengikutsertkan 316 juru parkir (jukir) sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan Jumat (17/09/2021).

Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto menyampaikan, dirinya berkomitmen untuk terus memberikan kepastian perlindungan hidup kepada setiap pekerja di lingkungan Pemkab Jember.

Adapun manfaat yang akan didapatkan para jukir melalui program ini ialah perlindungan kecelakaan kerja serta santunan kematian.

“Dengan jaminan sosial memberikan perlindungan lebih lagi, seperti saat ini ada 3 orang jukir meninggal dunia langsung ahli warisnya menerima santunan kematian sebesar Rp. 42 juta masing-masing, bukan mengharapkan meninggal, tapi meninggal itu pasti, nah yang harus kita pikirkan apabila kita meninggal, lalu bagaimana nasib anak dan istri kita, dengan adanya santunan ini maka bisa lebih meringankan beban orang-orang yang kita tinggalkan ,” jelas Bupati Hendy.

Bupati Hendy menambahkan, pihaknya akan menata lebih baik lagi manajemen lalulintas di Kabupaten Jember. Ia menyebutkan beberapa ruas jalan di wilayah perkotaan Jember rawan macet pada jam-jam tertentu. Oleh karenanya, titik-titik kemacetan ini akan diujicoba sistem lalu lintas satu jalur (one-way traffic) di ruas jalan kaliwates hingga mangli. Hasil ujicoba tersebut selanjutnya akan dikaji.

“Kira-kira dampaknya bagus atau tidak, tujuan kita mengembangkan kota dan agar semua ekonominya bergerak, sehingga jalan-jalan yang sepi namun masih di perkotaan akan kami coba hidupkan lagi banyak kendaraan yang lewat,” sambung Hendy.

Dan untuk parkir liar, dinas perhubungan Jember akan menertibkannya.

Pada Harhubnas 2021 ini juga para jukir di Jember diberikan seragam baru oleh Pemkab Jember. (sonz)

Hadirkan Semangat Penggerak Pendonor yang Meninggal Akibat Covid-19, HUT PMI ke-76 Dirayakan Sederhana

JEMBER – Ada yang berbeda dalam peringatan HUT PMI ke-76 di markas PMI Kabupaten Jember Jumat (17/9) kemarin.

PMI menghadirkan keluarga Salimatul Fuad, penggerak Kampung donor Desa Karangduren Kecamatan Balung.

Salimatul Fuad bersama kedua orang tuanya meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. PMI Kabupaten Jember secara khusus menghadirkan suami dan anak Salimatul Fuad yaitu Agus Pratikno dan Dzakira Thalieta Zahra. Hari Sabtu (19/9) peringatan 40 hari meninggalnya Salimatul Fuad.

Almarhumah Salimatul Fuad selama hidupnya dikenal sebagai salah penggerak pendonor darah di Desa Karangduren. Dengan berbagai inovasinya, Salimatul Fuad bersama sejumlah penggerak pendonor Desa Karangduren berhasil membangun kesadaran masyarakat untuk aktif donor darah.

Salimatul Fuad dan teman-temanya berhasil mendirikan Kampung Donor di Desa Karang Duren.

Kini semangat menjadi penggerak pendonor di Kampung Donor di Desa Karang Duren akan diteruskan Suami Salimatul Fuad.

Agus Pratikno disela-sela HUT PMI di Markas PMI kabupaten Jember menyatakan akan melanjutkan semangat Salimatul Fuad Fuad.

“Saya akan meneruskan perjuangan almarhumah. Saya bersama teman-teman pendonor darah akan terus giat membangun kesadaran masyarakat Desa Karangduren untuk aktif donor darah,” kata Agus Pratikno bersama anak semata wayangnya Dzakira Thalieta Zahra.

Agus Pratikno mengaku selama ini sangat mensupport istrinya yang aktif menjadi penggerak pendonor di Desa Karang Duren.

“Selama ini sebenarnya saya aktif juga mensupport, karena kesibukan saya tidak terlibat langsung tetapi istri yang banyak berkiprah bersama para pendonor darah yang lain,” imbuhnya.

Agus Pratikno menjelaskan almarhumah Salimatul Fuad sering bercerita pentingnya donor darah.

“Donor darah itu sangat penting, setetes darah bisa menyelamatkan sesama yang membutuhkan,” imbuhnya.

Apalagi, sambungnya, di media sosial sering muncul permintaan darah. Terutama saat awal pandemic Covid-19.

Dengan semangat itu, Salimatul Fuad awalnya hanya mengajak beberapa orang untuk bekerjsama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI untuk menggelar donor darah sukarela.

Untuk merangsang masyarakat, Salimatul Fuad dan penggerak pendonor lainnya sampai mencarikan donatur. Tak jarang sukarela mengeluarkan dana pribadi agar kegiatan donor darah di Desa Karang Duren berlangsung sukses.

Alhamdulillah, sejak pertama kali digelar, kegiatan donor darah di Kampung Donor Karang Duren selalu ramai. Dan donator juga makin banyak sehingga membuat pendonor juga makin banyak.

Hingga, akhirnya Desa Karang Duren ditetapkan PMI Kabupaten Jember menjadi Kampung Donor yang kedua, setelah Kampung Donor Ajung.

Ghufon Eviyan Efendi, Kepala Unit Humas PMI Kabupaten Jember mengaku banyak terbantu dengan kebedaraan Almarhum Salimatul Fuad sebagai penggerak pendonor.

“Almarhumah memang sangat aktif untuk urusan donor darah di Kampung Donor Desa Karang Duren. Kami sangat kehilangan beliau, kini kami harapkan semangat Mbak Salimatul Fuad diteruskan suaminya, mas Agus Pratikno. Kepada kami, Mas Agus menyatakan akan meneruskan perjuangan istrinya,” kata Ghufron.

Dia menjelaskan, semangat almarhumah Salimatul Fuad bisa jadi teladan bagi pendonor darah yang lain.

“Banyak relawan penggerak pendonor yang lain punya semangat yang sama, kami harapkan semangat mbak Salimatul Fuad diteruskan,” ungkapnya.

Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH menyatakan semangat almarhumah Salimatul Fuad memang bisa menjadi contoh.

“Semangat almarhumah Mbak Salimatul Fuad bisa kita tiru. Mereka pahlawan kemanusiaan sebenarnya, tanpa pamrih, aktif untuk sesama” imbuhnya.

H E Zaenal Marzuki mengakui, peringatan HUT PMI ke-76 dilaksanakan dengan sederhana. PMI menggelar bakti sosial dengan membagi sembako dan kebutuhan anak-anak yatim.

Melaksanakan vaksin dan mensupport sosialisasi vaksin Covid-19.

Tepat pada HUT, 17 September digelar senam bersama bagi bagi doorprize untuk pegawai, dan relawan PMI.

“Di tengah pandemic Covid-19 ini perayaan HUT PMI sederhana dengan memotong tumpeng. Tetapi hal itu tidak mengecilkan arti kelahiran PMI. PMI tetap menjadi organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan,” imbuhnya.

PMI memiliki tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan.

PMI tidak memihak golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. PMI dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya. (sonz)

Satlantas Polres Pasuruan Kota Gelar Vaksinasi dan Pengangkatan Orangtua Asuh Bagi Puluhan Anak Yatim Piatu Terdampak Covid 19

PASURUAN – Memperingati HUT Lalu lintas ke – 66 tahun 2021, Satlantas Polres Pasuruan Kota menggelar vaksinasi pada masyarakat pada Jum’at, 17 September 2021 di Gedung Wicaksana Lagawa Polres Pasuruan Kota.

Tak hanya menggelar vaksinasi, Kasatlantas Polrrs Pasuruan Kota juga mengatakan, pada momen tersebut, pihaknya juga mendeklarasikan sebagai orangtua asuh bagi anak yatim piatu terdampak Covid 19 dengan membagikan sembako, aneka makanan ringan dan dukungan dana untuk membeli peralatan sekolah.

Tak hanya dari Satlantas Pasuruan Kota, hadir juga dalam acara tersebut yakni Waka Polres Pasuruan Kota didampingi Kasat Binmas, Kasi Humas, Perwira Satlantas termasuk Pers Satlantas.

Selain itu, Kadinsos Pasuruan Kota dan Komandan Rayon Militer Kota Pasuruan juga berada ditengah acara yang melibatkan 55 anak yatim piatu dan diatur sesuai protokol kesehatan. (tofa)

Bergaya RAMBO, Seorang Pria Paruh Baya Mengamuk Dan Merusak Fasilitas Sekolah

0

DOMPU ( NTB) — Tidak terima dipanggil mertua oleh salah satu siswa, seorang pria melakukan pengancaman dan merusak fasilitas di salah satu sekolah SMA Negeri di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, NTB. Kamis (16/09/2021).

Diketahui terduga pelaku berinisal AL (41) warga Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Dompu, dan berhasil diamankan oleh Tim Puma Polres Dompu berserta alat bukti satu buah senjata rakitan laras panjang.

Kapolres AKBP Syarif Hidayat, SH, S.I.K menjelaskan, kejadian itu tersebut berdasarkan laporan MI (48), yang menceritakan telah diancam oleh terduga palaku dengan menggunakan senpi rakitan larasa panjang.

Kronologis kejadian saat itu MI sedang mengecak proses belajar mengajar di sekolah, “tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca dan melihat pelaku merusak kaca jendela sekolah,” jelas Kapoles seperti yang dikutip dari pengakuan pihak pelapor.

Melihat kejadian itu, Lanjut Kapoles, MI berusaha menghampiri palaku dan menanyakan motif sehingga pelaku merusak fasilitas sekolah.

Dari pengakuan pelaku sendiri karena merasa tersinggung setelah ditegur oleh salah satu siswa di sekolah tersebut dengan kata (“Bagaimana Kabar Mertua”)

Tidak lama pelaku pun keluar dari halaman sekolah, menjelang beberapa saat kemudian AL kembali lagi dengan membawa senjata api rakitan laras panjang.
Melihat kejdian itu, puluhan siswa panik dan lari keluar dari halaman sekolah, hingga diketahui tujuh siswa jatuh pingsan akibat panik dan maresa ketakutan.

Atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Kilo.

Selanjutnya, Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terduga pelaku berada di Dusun Matompo, Desa. Mbuju, Kecamatan Kilo.

Kemudian Tim Puma Polres Dompu Bersama Unit Reskrim Polsek Kilo yang dipimpin langsung oleh katim puma Ipda Bayoe Wicaksono S.Tr.K langsung bergerak menuju TKP dan berhasil mengamankan pelaku dan BB tanpa perlawanan.

“Dari hasil penangkapan tersebut berhasil diamankan BB 1 Unit Senjata Api Rakitan dan 1 butir Peluru aktif dengan Kaliber 5,56”, Urai Kapolres. (DHW/robhin)